Senin, 29 Oktober 2012

Suka Duka KSK Kayangan Dalam Pendataan SPDTNP

Kayangan,(SK),--- Sebagai seorang petugas Statistik dalam melakukan pendataan, agar data yang diperoleh akurat dan berimbang, maka dituntut kerja keras untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang mengharuskan segera mendapatkan penyelesaian.Untuk mendapatkan semua itu, dibutuhkan tenaga yang rajin, ulet,trampil, cekatan, serta menguasai bidang tugasnya.

Seperti halnya petugas statistic di Kecamatan Kayangan Alwin Hadi.Dalam melakukan pendataan, dirinya mengaku sudah tidak bisa dihitung suka dukanya dalam menyelesaikan data sesuai dengan tugasnya yang mengharuskan dirinya bekerja ekstra..Tidak jarang dirinya mengalami musibah dalam melaksanakan tugas.Namun semua itu dilakukannya dengan ikhlas, tanpa ada rasa mengeluh ataupun menyesal terlontar dari mulutnya.Semua ini dilakukannya demi panggilan tugas mulia yang diberikan oleh lembaga Statistik tempatnya bekerja.

Sebagai contoh, Alwin Hadi menceritakan kepada penulis tentang suka dukanya ketika melakukan pendataan Survei Penyempurnaan Diagram Timbang Nilai Tukar Petani (SPDTNTP) tahun 2012 di daerah Pansor Daya Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU.

Diceritakannya, Senin (22/10/2012) pecan lalu, sebagaimana biasanya setelah pulang kantor, setelah istirahat sebentar, Alwin Hadi sore itu berniat akan mencari data SPDTNTP ke Pansor Daya Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU. Pada awalnya dirinya mengaku sebelum melakukan pendataan, dia cari responden terlebih dahulu.Maka berangkatlah menuju daerah Pansor Daya yang keadaan topografinya berbukit dan terjal.

Dalam perjalanannya mencari data inilah, ketika dirinya mau menyeberang dari Pansor Daya Desa Sesait ke daerah Tenggorong Desa Gumantar masih dalam wilayah Kecamatan Kayangan, dengan maksud mencari responden tanaman pangan, maka ketika tiba di turunan jalan “Jurang Sejelo” yang curam dengan kemiringan sekitar 45 derajat, sepeda motor Win yang digunakannya terpeleset dan jatuh. Untung saja katanya dirinya tidak jatuh ke jurang itu.

Alwin Hadi mengaku, dirinya terjatuh ini akibat dari keadaan jalan yang di bangun beberapa waktu lalu dengan menggunakan dana ADD tahun 2012 belum sempurna. “Akibat dari seringnya jatuh korban di daerah tersebut, maka jalan ini harus segera di perbaiki atau di tinjau ulang,”katanya.

Karena kondisi jalan hasil rabatan ADD Desa Sesait itu kurang bagus dan masih kropos, sehingga rabat jalan di daerah Pansor Daya tersebut butuh perhatian serius dari para pemegang amanat, terutama yang bertanggung jawab untuk itu.

“Jangan asal pekerjaan sudah selesai saja, tapi perlu juga di kaji kemanfaatannya untuk kemaslahatan.Ini artinya agar pekerjaan itu ada nilai ibadahnya, maka suatu pekerjaan jangan di kerjakan asal-asalan, karena hasilnya nanti sia-sia,”saran Alwin Hadi.

Selaku petugas statistik di Kecamatan Kayangan,Alwin Hadi berharap kepada Pemerintah agar membangun jembatan penghubung pada jalan yang di anggap rawan, seperti yang ada di Pansor Daya tersebut.Karena jalan yang di lalui ini, disamping dipergunakan oleh masyarakat Pansor Daya sendiri juga oleh masyarakat dari wilayah Tenggorong Desa Gumantar untuk memasarkan hasil bumi mereka. Sehingga peran Pemerintah dalam menangani masalah jalan ini harus lebih serius agar tidak sia-sia. Dimana wilayah ini sumbernya tanaman yang paling dominan seperti kakao,vanili, kopi,kelapa, pisang dan cengkeh berasal. ”Jika jalan sebagai salah satu jalur transfortasi dalam memperlancar perekonomian masyarakat tidak bagus, tentu nilai jual hasil perkebunan rakyat menurun, karena alasan tarnsfortasi.

Dalam melakukan pendataan SPDTNTP ini, pihak BPS Kabupaten Lombok Utara mengharuskan kepada para petugasnya di masing-masing Kecamatan, agar data yang diperoleh itu lebih akurat, maka selaku petugas statistic Alwin Hadi dituntut harus melakukan pendekatan dengan para responden di lapangan.Hal tersebut dilakukan karena lebih teliti baik untuk pengeluaran konsumsi maupun pengeluaran tanaman pangan yang di usahakan untuk lebih mendekatkan kepada diagram timbang nilai tukar petani. Pendataan ini dimaksudkan adalah untuk mengungkap seberapa jauh kesejahteraan petani dalam sector pertanian.

Hal-hal yang perlu di data terhadap para responden, menurut Alwin Hadi diantaranya, masalah pengeluaran konsumsi harian serta pengeluaran biaya produksi tanaman pangan perkebunan rakyat.”Data ini harus berkesinambungan dan konsisten serta berimbang, karena untuk melihat kesejahteraan petani untuk sekian tahun kedepan bisa di prediksi dengan adanya data ini,”jelas Alwin Hadi.(Eko).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar