Jumat, 26 April 2013

Dikes KLU Gelar Sosialisasi PTM

Kayangan,(SK),-- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang penyakit tidak menular (PTM) yang selalu menunjukkan adanya peningkatan kasus di masyarakat dan bahayanya akan penyakit tersebut, maka Dinas Kesehatan KLU, Jum’at (19/04/2013) menggelar sosialisasi di Kecamatan Kayangan.
Sosialisasi PTM yang berlangsung satu hari di aula Kantor Camat Kayangan tersebut melibatkan 20 orang peserta yang terdiri dari Kepala Desa, Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat se-Kecamatan Kayangan.Sementara dari Dikes KLU selaku narasumber tampak hadir mendampingi Kepala Dinas Kesehatan KLU dr.H.Benny Nugroho S, diantaranya Naspudin,H.Bahrudin,SKM, Andi dan lainnya.
Camat Kayangan Tresnahadi dalam arahannya mengajak semua peserta sosialisasi untuk mengikuti kegiatan dimaksud dengan serius, karena hal ini penting untuk di ketahui dan di pahami oleh setiap orang.
Dikatakan,sosialisasi penyakit tidak menular ini dilakukan pihak Dikes, karena penyakit tersebut saat ini greetnya sedang naik.Banyak penyakit tidak menular yang menimbulkan kematian. Diabetes Melitus misalnya walaupun kelihatannya sederhana, namun bisa menimbulkan kematian jika tidak segera di tangani pihak yang memang ahli dibidang itu.
Sementara Naspudin selaku narasumber menjelaskan bahwa, pada umumnya penyakit diabetes ini ditemukan di daerah perkotaan, banyak yang menganggap bahwa penyakit diabetes ini adalah penyakit keturunan, padahal dari sejumlah penderita penyakit ini, masih sedikit yang tercatat disebabkan oleh faktor keturunan.

Penyakit diabetes pada umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak terkontrol atau sebagai efek samping dari pemakaian obat - obatan tertentu. Kebiasan hidup sehari - hari juga sangat mempengaruhi orang terkena diabetes.
Adapun pengertian dari Diabetes Melitus (Kencing Manis) adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Insulin adalah hormon yang dilepas oleh pangreas, yang merupakan zat utama yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang tepat. Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau di simpan sebagai cadangan energi.
Faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena Diabetes adalah:
1. Faktor keturunan
2. Kegemukan/Obesitas biasanya terjadi pada usia 40 tahun
3. Tekanan darah tinggi
4. Angka triglycerid (salah satu jenis molekul lemak) yang tinggi
5. Level kolesterol yang tinggi
6. Gaya hidup moderen yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
7. Merokok dan stress
8. Terlalu banyak konsumsi karbohidrat
9. Kerusakan pada sel pangreas
Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi, itu sebabnya penderita diabetes melitus umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar. Adapun gejala umum yang dirasakan oleh penderita diabetes adalah:
1. Banyak kencing terutama pada malam hari
2. Gampang haus dan banyak minum
3. Mudah lapar dan banyak makan
4. Mudah lelah dan sering mengantuk
5. Penglihatan kabur
6. Sering pusing dan mual
7. Koordinasi gerak anggota tubuh terganggu
8. Berat badan menurun terus
9. Sering kesemutan dan gatal - gatal pada tangan dan kaki
Gejala tersebut merupakan efek dari pada kadar gula darah yang tinggi, yang akan mempengaruhi ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan untuk mengencerkan glukosa sehingga penderita sering buang air kecil dalam jumlah yang banyak. Dari akibat ini penderita merasa haus yang berlebihan sehingga banyak minum. Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkonsumsikan hal ini, penderita sering kali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengobati diabetes adalah mengendalikan berat badan, olah raga dan diet. Tujuan dari pengobatan diabetes tersebut adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal.
Selain penyakit tidak menular, ada juga penyakit yang menular, diantaranya malaria,TBC dan sebagainya.Di KLU, penyakit menular dewasa ini sudah mengalami penurunan yang drastis. Dari sampling 750 orang penduduk di Dusun Panggung Desa Salut Kecamatan Kayangan KLU oleh pihak Dikes KLU beberapa waktu lalu, tidak ditemukan gejala penyakit malaria. ”Ini yang menjadi tren dan yang membuat Dikes KLU naik greet,”terang Naspudin.
“Penyakit tidak menular, memang kedengarannya sepele,tapi sekali saja kena dengan penyakit ini bisa mengakibatkan kematian, karena tidak bisa
disembuhkan,”tambahnya.(Eko)

Bupati KLU Bantu 10 Kelompok Ternak di Kayangan

Sesait,(SK),-- Melalui Dinas P2KKP KLU perhatian Pemerintah terhadap keberadaan kelompok ternak di wilayah Kecamatan Kayangan terus diperkuat dengan menyalurkan dana sebesar 1,6 M.

Bantuan langsung yang diserahkan Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH sebesar 1,6 M tersebut adalah di peruntukkan bagi 10 kelompok ternak yang ada di Kecamatan Kayangan. Penyerahan bantuan ini di pusatkan menjadi satu di kelompok ternak ‘Tetu Tanta Tunak’ Dusun Bat Pawang Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU pekan lalu.

Kepala Dinas P2KKP Kabupaten Lombok Utara Ir.Hermanto dalam pengantarnya mengatakan, bantuan langsung sebesar 1,6 M tersebut diperuntukkan bagi 10 kelompok ternak yang ada di Kecamatan Kayangan. Hermanto berharap agar bantuan yang diberikan Pemda KLU ini dipergunakan sebaik-baiknya agar lebih bermakna dan bermanfaat demi kemashlahatan hidup warga.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan Pemerintah ini agar manfaatkan sebaik-baiknya oleh kelompok penerima dengan mengikuti petunjuk penggunaannya,”tandas Hemanto.

Selanjutnya dikatakan, dua Kecamatan wilayah timur KLU seperti Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Bayan adalah Kecamatan yang paling banyak memperoleh bantuan.Populasi ternak di dua kecamatan tersebut 42.717 ekor, sedangkan jumlah keseluruhan ternak di KLU hingga saat ini 76.086 ekor.Dimana jumlah bantuan yang telah di gelontorkan pemerintah sejak tahun 2008 sampai tahun 2013 ini, baik dalam bentuk barang maupun dalam bentuk bansos mencapai 38,8 M lebih.

Bantuan langsung tersebut, selain di bidang ternak, juga ada bantuan untuk kelompok tani ternak seperti untuk pengembangan unggas,pengadaan stimulus kandang, pengadaan ternak sapi (aspirasi DPRD), pengembangan DBHT,pengembangan ternak ayam,pengembangan jalan pertanian, program intensif sapid an pengembangan biogas serta beberapa program lainnya.

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya mengajak kepada semua anggota kelompok ternak yang hadir untuk bersyukur, karena bantuan yang diberikan baik dari Pemerintah Pusat,Provinsi maupun dari Pemerintah KLU sendiri adalah merupakan sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada rakyatnya. Disamping itu, bantuan dimaksud adalah untuk mengurangi angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di daerah Tioq Tata Tunaq.

“Bantuan yang diberikan ini adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakatnya dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan,”tandasnya. (Eko)

UN SMA/MA DAN SMK SUB RAYON 03 KLU DILAKSANAKAN KAMIS SIANG

Bayan (KLU), SK--, Setelah dua kali diundurkan, Ujian Nasional pada satuan pendidikan SMA/SMKdan MA di sub rayon 03 Kabupaten Lombok Utara akhirnya dapat dilaksanakan pada Kamis Siang pukul 12.30 - 18.00 Wita.

Pengunduran waktu pelaksanaan ujian cukup merepotkan para peserta Ujian dan Pengawas karena harus menunggu sampai 6 jam dari sejak kedatangan mereka di sekolah penyelenggara UN. Mereka tiba disekolah Pada pukul 06.30 Wita. Tiba-tiba ada informasi tentang perubahan waktu dari ketentuan sebelumnya.

Sekertaris Dinas Dikpora KLU Adnan, M.Pd menyatakan. Diundurkannya penyelenggaraan UN ini dikarenakan terkendala dalam pencetakan, pengepakan dan pendistribusian soal untuk beberapa sekolah di 11 Provinsi se Indonesia bagian timur hingga saat ini belum lengkap

Penundaan ini merupakan sesuatu hal yang tidak dinginkan, namun karena ini memang kebijakan dari atasan maka harus diterima. “Saya Mohon Maaf Kepada para bapak Ibu Guru Pengas UN karena Saya baru tau perubahan waktu ini setelah sampai disini di telepon dari provinsi” katanya kepada para pengawas UN.

Adnan juga memberikan himbauan kepada para psiswa siswi peserta UN SMAN 1 Bayan Untuk tetap tenang, tegar, semangat dan sabar menghadapi masalah ini. “ini merupakan Ujian Psikis dan Pesikologis bagi kalian”

Sambil menantu UN dimulai Sebgian Guru Pengawas memilih untuk refresing ke Water Full Sedang Gila desa Senaru sedangkan para siswa-siswi peserta UN lebih memulih pulang kerumah dan mengabarkan kepada para orang tua mereka tentang penundaan waktu UN dari jadwal sebelumnya. (MTQ)

Kenyamanan sebagai makna hakiki manusia beradab (3)

Oleh : Abu Mushlih Ari Wahyudi

Muslim.Or.Id (SK),-- Kenyamanan jiwa bukanlah suatu hal yang mudah didapat, layaknya orang bijak bicara seharusnyalah kita bisa menemukan kenyamanan jiwa dikala usia mulai bertambah, tapi sepertinya hal itu butuh perjuangan yang besar karena kenyamanan jiwa memang mahal harganya. Usia yang bertambah, pengalaman hidup mengajarkan begitu banyak hal, mulai dari yang salah hingga yang benar, mulai dari yang pahit hingga menyenangkan, mulai dari yang mudah hingga yang berat, segala warna, seribu rasa dan jutaan kisah, tapi kapankah kita temukan kenyamanan jiwa?

Saat begitu banyak keinginan yang bermain dengan indahnya di dalam kepala ini, ada keinginan untuk bisa tidur lebih lama, keinginan untuk bisa punya pasangan yang baik, keinginan untuk makan enak, keinginan untuk bisa liburan panjang tanpa harus memikirkan pekerjaan, keinginan untuk sukses di karir, keinginan untuk bahagiakan keluarga,keinginan untuk bisa lebih dan lebih lagi...hingga kita bisa mendengarkan suara hati yang paling dalam, jujur dan rendah hati untuk bicara "bersyukurlah dengan apa yang telah terjadi dalam hidup kita". Orang bijak bicara,"apapun itu pasti ada maknanya."

Lalu kita kembali bertanya, dengan semua hal di atas, kapankah kenyamanan jiwa akan ditemukan?

Dalam diam yang hening, saat kita melihat senyum yang tulus, saat kita menutup mata menjelang tidur yang lelap, saat kita membantu yang susah, saat kita menerima ucapan terima kasih, saat-saat kita memberikan makna bagi sesama adalah wujud menjelang kenyamanan jiwa... Kenyamanan jiwa adalah kemampuan kita bermain dengan isi kepala...dan tingkat penerimaan diri. Karena kenyamanan jiwa yang utuh hanya ketika kita bersama-Nya.

Rumusan orang mengenai kenyamanan hidup pastilah beragam. Maka, tidak heran jika masing-masing memiliki definisinya sendiri. Makan enak, rumah mewah, penghasilan besar, dan sebagainya, mungkin menjadi bagian dari “isi” kenyamanan hidup dari kita semua. Sehingga, hal itu patut untuk diperjuangkan.

Tetapi, kenyamanan pribadi seperti di atas bukanlah segala-galanya bagi seseorang. Banyak orang yang telah memperoleh berbagai macam kenikmatan secara individu, tetapi justru merasa kesepian dan gelisah. Kenapa seperti itu? Tidak lain adalah ia telah melupakan kenyamanan yang lebih tinggi sebagai makhluk sosial yaitu kenyamanan sosial.

Di sini ia akan merasakan lebih bahagia ketika hidup di dalam komunitas tertentu. Lebih bahagia lagi jika bisa memberi kontribusi di dalamnya. Ia akan merasa hidupnya berguna, berarti, dan dihargai. Melalui komunitasnyalah ia bisa berekspresi, yang secara fitrah adalah sebuah kebutuhan. Orang yang hidup kaya raya cepat atau lambat akan mencapai puncak kejenuhan. Jika ia tidak bisa mengekspresikan dirinya maka ia akan merasa gelisah, tidak berguna, dan hidup terasa hampa. Meskipun segala kenikmatan telah dimilikinya.

Agar bisa berekspresi, seseorang butuh orang lain untuk mengapresiasi atau merespon ekspresinya. Bahkan, dengan pujian dan penghargaan. Ini adalah fitrah sosial sebagai manusia. Makanya, ia butuh hidup dalam komunitas tertentu. Karena sesungguhnya, salah satu bentuk kenyamanan hidupnya ada pada kehidupan sosial itu. Kenyamanan sosial ini akan mengantarkan seseorang untuk mencapai kenyamanan hidup yang lebih tinggi, lebih luas, dan lebih banyak.
Kita bisa membedakan lebih tinggi mana, apakah tingkat kenyamanan pribadi ataukah kenyamanan sosial, melalui gambaran di bawah ini.
Katakanlah soal makan enak. Kenikmatan makan adalah ketika ia bisa makan sampai kenyang. Yang menjadi parameter di sini adalah isi perut dan rasa di lidah. Jika sudah kenyang, makanan yang enak pun akan terasa tidak enak lagi. Dan, jika lidah sudah berulang kali merasakannya, semuanya akan membosankan. Mencoba mengejar lagi, mencari makanan yang lain, hasilnya sama saja. Betapa terbatasnya kenyamanan pribadi itu.
Demikian juga dengan penghasilan besar yang bisa untuk membeli rumah mewah, perhiasan, pakaian mahal, dan lain-lain. Awalnya sangatlah senang memiliki rumah mewah dan perhiasan mahal. Tetapi, itu tidak akan bertahan lama. Beberapa bulan atau tahun, perasaan itu sudah biasa lagi. Ketika ia hanya diukur untuk kepentingan pribadi, kenikmatannya menjadi demikian terbatas, tidak tahan lama dan semakin lama akan biasa bahkan membosankan. Makanya, supaya tidak bosan ia akan mengejar lagi dan lagi apa-apa yang belum ia punyai. Milik orang selalu menggiurkan. Dan, sering kali bosan dengan segala sesuatu yang telah dimiliki dan berulang kali dinikmati. Termasuk dalam urusan seksualitas. Maka, ia akan terjebak pada keserakahan.
Dalam kesempatan ini saya akan menyinggung sedikit tentang poligami. Apalagi sekarang marak kontroversi tentang berdirinya klub poligami di Bandung. Ketika poligami untuk kesenangan pribadi, maka poligami tak lebih adalah sebuah bentuk dari keserakahan manusia yang dilegalkan. Ini tak ada bedanya dengan sudah punya mobil, masih ingin punya mobil lagi lebih banyak. Karenanya sangat keliru kalau kita mencoba mengatasi desakan keinginan dan kesenangan pribadi dengan cara mengumbarnya agar tercapai kepuasan yang kita inginkan. Padahal, kepuasan pribadi tidak akan pernah terpuaskan. Jika berpoligami dibolehkan menurut agama yang mereka anut, apakah tidak keliru? Sedangkan di Kitab Suci mereka, tidak akan pernah ditemukan ayat yang membolehkan poligami karena alasan kesenangan pribadi.
Tentang berdirinya klub poligami yang asalnya dari Malaysia itu. Ini bukti bahwa mereka tidak nyaman dengan hidup mereka. Bosan, hampa, dan merasa diri tidak berarti meskipun telah memiliki empat orang istri dan kaya sekalipun. Makanya, mereka membangun komunitas agar mereka bisa mengekspresikan dirinya sehingga mendapat apresiasi atau bahkan penghargaan dan pujian dari komunitasnya tersebut. Sehingga, diharap hidup mereka tidak hampa lagi. Untuk itu masyarakat tidak perlu resah, kita semua memaklumi jika pemahamannya seperti itu.
Sangat terasa sekali bedanya, bukan? Ternyata kenyamanan pribadi itu sangat terbatas jika dibandingkan dengan kenyamanan sosial. Kita akan merasa sangat bahagia jika bisa memberikan kontribusi dan membantu orang lain. Semakin kita lakukan semakin kita bahagia dan puas. Bahkan, kebahagiaan dan kenyamanan kita tidak terbatas. Ini berarti kenyamanan yang lebih tinggi ada pada interaksi dan saling memberi manfaat. Kita boleh mengejar kenyamanan pribadi, tetapi tidak boleh mengumbarnya sehingga menjadi serakah. Karena kenyamanan pribadi itu cepat atau lambat akan mencapai titik kejenuhan. Sedangkan kenyamanan sosial tidak pernah mengalami titik jenuh. Karena sumbernya lebih banyak dan bersumber pada orang lain. (bersambung)

Desa Gumantar Wakili Kecamatan Kayangan Lomba Desa Tingkat Kabupaten

Kayangan,(SK),-- Sebagaimana biasa pada tahun-tahun sebelumnya, keterwakilan desa mewakili Kecamatan dalam ajang lomba desa pada tingkat Kabupaten, Kecamatan Kayangan selalu mempersiapkan sedini mungkin desa yang akan mewakili Kecamatan.
Camat Kayangan Tresnahadi dalam arahannya di hadapan para peserta rapat sesaat sebelum membentuk tim Pembina lomba desa tingkat Kecamatan Kayangan, Senin (15/04/2013) yang berlangsung di aula Kantor Camat setempat mengatakan, dalam rangka menghadapi lomba desa tingkat Kabupaten Lombok Utara tahun 2013 ini, pelaksanaannya agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.Dimana lomba desa pada tahun ini penilaiannya di integrasikan dengan lomba posyandu, lomba P2PKSS.
Dikatakan,berdasarkan informasi dari pihak BPMD dan Pemdes KLU, pelaksanaan lomba desa tingkat Kabupaten pada tahun ini akan di mulai akhir April atau awal Mei 2013 mendatang.Untuk itu, Tresnahadi berharap kepada Kepala Desa Gumantar dan Ketua Panitia lomba desa agar mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan kriteria penilaian yang berupa indicator dan skor, karena memang hal ini menjadi prasyarat yang akan di nilai nantinya.
Selanjutnya, dikatakan bahwa Indikator dan kriteria penilaian lomba desa tahun ini, nanti akan dibagikan kepada Kades, Ketua Panitia maupun kepada masing-masing anggota tim Pembina lomba desa tingkat Kecamatan Kayangan, sehingga para pihak yang berkepentingan bisa melakukan berbagai persiapan yang tentunya tidak terlepas dari indikator dan kriteria yang menjadi ketentuan penilaiannya.

Paling tidak, dengan dibagikannya criteria dan indicator yang menjadi prasyarat dalam penilaian nantinya, diharapkan kepada Kepala Desa dan Ketua Panitia Lomba Desa ada gambaran untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan indicator penilaian.
“Memang hal ini sangat sederhana, karena sudah ada indicator dan skor penilaiannya, tinggal bagaimana kita bisa memadukan data sebelumnya dengan data yang sedang berjalan, sehingga ada keterpaduan sebagai data pembanding,”jelas Tresnahadi.
Kasi PMD Kecamatan Kayangan Atmaja Gumbara,SP yang mendampingi Camat Kayangan mengatakan, selama tiga tahun berturut-turut sejaka tahun 2010,2011 dan 2012 Kecamatan Kayangan dalam ke-ikut-sertaannya mengikuti lomba desa selalu menduduki peringkat ketiga dari seluruh Kecamatan yang ada di KLU.Pada tahun 2013 ini pihaknya berharap bisa meningkat dari segi peringkat dan kalaupun tidak bisa, paling tidak bisa bertahan di posisi selama ini.
Ditambahkannya, untuk mendukung lomba desa ini, ditingkat Kecamatan akan dibentuk tim Pembina lomba desa dengan melibatkan seluruh SKPD lingkup Kecamatan Kayangan. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing SKPD dapat melakukan pembinaan sesuai dengan bidang tugasnya.Dalam penilaian lomba desa pun tidak terlepas dan melibatkan lintas sektoral.
Hasil pertemuan yang melibatkan seluruh SKPD,Muspika,Kepala Desa,Ketua Panitia Lomba Desa dan undangan penting lainnya tersebut, telah sepakat membentuk tim Pembina lomba desa tingkat Kecamatan Kayangan.Dimana tim yang dibentuk itu di bagi menjadi 2, yaitu ada tim 1 dan tim 2. Adapun Tim Satu koordinatornya Camat Kayangan dan tim Dua koordinatornya Sekcam.Sedangkan untuk anggotanya melibatkan seluruh SKPD yang ada di lingkup Kecamatan Kayangan.
“Mudah-mudahan tim yang sudah dibentuk ini dapat bekerja sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing,”harap Maja.(Eko)

Kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab (5)

Oleh : Abu Mushlih Ari Wahyudi

Muslim.Or.Id (SK),-- Tak satu pun agama yang memberikan toleransi terhadap kekerasan, baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Bukan semata-mata ajaran agama itu yang melarang, melainkan karena kekerasan bertentangan dengan fitrah manusia dan nilai-nilai kemanusiaan. Kekerasan akan menghancurkan manusia dan peradabannya yang telah dibangun sejak permulaan manusia itu ada. Manusia dan peradabannya selalu mendambakan terbangunnya perdamaian dan kedamaian sejati, bukan perdamaian yang dibuat-buat (semu) karena berbagai motif yang terselubung dan tidak bertanggung jawab. Perdamaian yang diharapkan adalah perdamaian yang didasarkan cinta kasih sesama sebagai makhluk Tuhan, yang mempunyai beban dan tanggung jawab sama di muka bumi, yaitu mewujudkan perdamaian itu sendiri.

Karena peradaban manusia selalu diwarnai pertentangan dan kepentingan, maka Tuhan memberi petunjuk berupa agama untuk membimbing manusia kepada jalan yang benar atau jalan perdamaian. Peradaban dan budaya yang tidak dibimbing oleh agama akan membawa sengsara dan pertentangan. Ini terbukti dengan semakin hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan akibat modernisasi yang tidak dibarengi dengan peneguhan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Sikap kebersamaan dan gotong-royong telah diganti dengan sikap individualistis, sikap saling tolong-menolong dan membantu berubah menjadi saling bermusuhan (antagonistik), serta spiritualitas murni digantikan dengan spiritualitas semu yang serba formalis.

Inilah yang membawa manusia kepada kekacauan dan ketidakstabilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mewujudkan perdamaian di dunia ini. Bahkan, perdamaian itu merupakan sebagian dari pokok keberagamaan umat. Iman sebagai inti dari agama mengandung tiga pengertian, yakni al-iman (percaya kepada keesaan Allah), al-amanah (sikap jujur), dan al-aman (menghadirkan keamanan dan kedamaian). Orang yang menyatakan beriman kepada Allah dituntut mampu melaksanakan tiga makna tersebut, yaitu: percaya, jujur, dan damai. Orang beriman yang hanya percaya kepada Allah namun tidak bersikap jujur dan malah berbuat kerusakan dan kekerasan berarti keimanannya tidak sempurna.

Perdamaian dan kedamaian itu dapat berhasil apabila dimulai dari pribadi masing-masing. Ibda’ bi nafsik (mulailah dari dirimu sendiri), demikian sabda Nabi. Memulai perdamaian dari diri sendiri berarti harus mampu menghadirkan kedamaian dalam jiwa dan menjauhkannya dari kerusakan dan kehancuran Diri kita pun harus dipenuhi hak-haknya, hak jasmani dan ruhani, serta harus dijauhkan dari hal-hal yang merusak jasmani dan rohani itu. Sebagai makhluk sosial, manusia diwanti-wanti oleh Islam agar mewujudkan perdamaian dan menjauhkan kerusakan dalam lingkup sosial kemasyarakatan. Allah sangat mengecam kerusakan yang dilakukan umat manusia di muka bumi ini. ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ “Telah tampak kerusakan di muka bumi akibat ulah tangan manusia”.

Dalam hal ini, menjaga lingkungan dari kerusakan adalah sebagian dari ajaran Islam untuk mewujudkan kebersamaan dan kedamaian bersama. Menghadirkan kedamaian pada diri sendiri dan masyarakat tidak akan bernilai tanpa dilandasi dengan ketakwaan kepada Allah dan kepatuhan kepada Rasulullah Saw, karena perintah perdamaian dan larangan berbuat kerusakan adalah perintah Allah dan perilaku yang dilakukan oleh Nabi.Sebagemana disebutkan Qs.Ali 'Imran 31 : إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi), maka Allah akan mencintaimu dan memaaf kan dosa-dosamu”, demikian Allah menegaskan dalam firman-Nya. Artinya, sebagai umat Muhammad, kita harus berperilaku mengikuti pola perilaku yang diajarkannya, yaitu akhlak karimah (perilaku yang baik), di mana beliau adalah contoh yang terbaik (uswatun hasanah).بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ ِبمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  (@)

Selasa, 02 April 2013

Bupati KLU Secara Resmi Lantik Kades Salut

Kayangan,(SK),-- Kepala Desa Salut terpilih Hartono yang telah berhasil meraih dukungan suara terbanyak dalam pilkades awal Februari 2013 lalu,Kamis (28/03/2013) bertempat di alun-alun Pasar Desa Salut secara resmi di lantik Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH.

Hadir dalam acara tersebut, selain Bupati, hadir pula Wakil Ketua DPRD KLU Burhan M.Nur,SH, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Utara Dra Hj.Galuh Djohan Sjamsu, Kabag Pemerintahan Setda KLU Kartady Haris,SH, Kasat Pol.PP KLU Drs Abdul Hamid, Camat Kayangan Tresnahadi, Muspika, para pimpinan SKPD, Kepala Desa lingkup Kecamatan Kayangan,PKK Desa dan Dusun se Desa Salut,Pemuda Salut Bersatu (PSB), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh warga masyarakat Desa Salut.
Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya usai melantik Hartono sebagai Kepala Desa Salut terpilih periode 2013-2019 mengatakan, pemerintahan desa merupakan sub sistim dari Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Dikatakan, dalam Undang-Undang tersebut telah disebutkan dengan jelas bahwa, Desa merupakan suatu masyarakat hokum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur daerahnya sendiri dan menurut kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam system Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan demikian Pemerintahan Desa merupakan struktur pemerintahan terdepan yang menjadi garda pembangunan di Daerah Tiok Tata Tunaq. Oleh karena itu,kata Bupati, Desa beserta Pemerintahannya menjadi muara dari semua program pembangunan sekaligus gambaran langsung dari Pemerintah di hadapan masyarakat.Untuk itu sebagai Kepala Pemerintahan ditingkat Desa dituntut untuk memiliki kapasitas baik sebagai kelembagaan sumber daya manusia,sumber ketatalaksanaan dalam rangka mendukung terselenggaranya urusan pemerintahan,pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.
Sebagai garda terdepan, tentu Kepala Desa tidak sendiri tetapi di lengkapi dengan perangkat desa dan lembaga-lembaga lainnya serta masyarakat desa tersebut untuk membantu terselenggaranya Pemerintahan di Desa.”Tugas Kepala Desa memang cukup berat, tetapi yang berat ini ketika di pikul bersama seluruh perangkat desa,lembaga-lembaga desa serta seluruh warga masyarakat di desa ini, tentu tugas berat yang emban ini akan bisa dilaksanakan dengan baik,”tandas Bupati.
Oleh karena itu, lanjut Bupati, kalau sebelumnya Kepala Desa terpilih Hartono berlaga dalam pilkades dengan empat orang calon yang beradu dan berlomba meraih simpati rakyat, maka inilah buktinya bahwa Hartono adalah yang terbaik dari pilihan rakyat Desa Salut. Oleh karena itu, Bupati Djohan Sjamsu berpesan kepada Kepala Desa Salut terpilih untuk merangkul semua rivalnya dalam pilkades beberapa waktu lalu.”Jika dalam pilkades lalu ada empat kelompok yang sempat berbeda pilihan, mulai saat ini rangkul semuanya,jangan di beda-bedakan,”ajak Bupati.
“Seberat apapun pekerjaan di desa ini, jika seluruh elemen masyarakat Desa salut bersatu, satu hati, Insya Allah seluruh program pembangunan akan terlaksana dengan baik,”tambahnya.
Diakhir sambutannya,Bupati KLU juga mengucapkan terima kasih kepada mantan Kepala Desa Salut Karianom atas jasa-jasanya membangun Desa Salut selama ini.Apa yang dilhat dan disaksikan saat ini adalah merupakan hasil jerih payah pengabdiannya kepada daerah.(Eko)