Sabtu, 23 Juni 2012

Pekarangan Rumah yang Bernilai Ekonomis

Kayangan,(SK),-- Berkarya harus dengan ilmu “ itulah prinsip yang slalu di amalkan oleh “Bapak Haji Nurda” sosok orang tua yang tak pernah menyerah melakukan kegiatan khususnya dibidang pertanian walaupun kini usianya telah mencapai 65 tahun. Menurutnya keinginan untuk berhasil khususnya bertani tak selamanya harus dengan lahan yang luas, walaupun dipekarangan yang sempit tapi dibarengi dengan tehnis dan pengetahuan insyaallah kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal ungkapnya.

Beralamat di Dusun Mekar sari Desa Santong Kecamatan Kayangan Bapak tua pensiunan PNS pertanian ini juga menuturkan, sejak pensiun dari ikatan dinas pada tahun 2000 aktifitasnya tak pernah kendor justru semakin memberikan semangat tersendiri agar mampu memenuhi segala kebutuhan keluarga. Kegiatan yang digelutinya adalah membuat Pembibitan Cengkeh dan tanaman perkebunan lainnya yang dibutuhkan masyarakat, mengingat Desa Santong yang cukup terkenal dengan hasil komoditi perkebunan khususnya cengkeh, coklat dan juga kopi.

Saat ini bapak Haji Nurda memiliki sekitar 3000 pohon bibit cengkeh siap tanam dengan usia 2 hingga 4 tahun yang semuanya berada dipekarangan rumah. Dipekarangan rumahnya yang sempit hanya sekitar 2,8 are tersebut beliau juga menyiapkan bibit buah-buahan seperti Durian, manggis , mangga dan lain-lain. Disamping itu beberapa tanaman kebutuhan dapur seperti tomat, cabe, terong, seledri dan lainnya Nampak begitu indah dan menarik tertata rapi tumbuh dalam kantung polibek plastic. Untuk pemeliharaan tanaman dilakukan masih tradisional karena biaya yang tidak mencukupi, tapi untuk melindungi bibit dari terik matahari yang berlebihan dipergunakan tanaman anggur sebagai atap pelindung, ini juga dimaksudkan untuk bisa melakukan penyiraman dengan hujan.

Ayah yang memiliki lima orang putra dan 6 orang cucu ini juga menuturkan, hobinya pada menata tanaman dipekarangan rumah sudah ia geluti 25 tahun yang lalu, karena biayanya hemat juga bisa lebih aman. Untuk pemasaran bibit kami tidak terlalu kesulitan paparnya karena untuk wilayah desa Santong saja petani yang membutuhkan bibit masih cukup tinggi mengingat saat ini para petani persawahan khususnya di Kecamatan Kayangan banyak yang merubah lahan pertaniannya menjadi lahan perkebunan, karena hasil perkebunan jauh lebih tinggi dibanding dengan hasil persawahan, mengingat biaya pengolahan tanaman persawahan lebih tinggi, harga lebih rendah.

Bapak Haji ini juga menambahkan kalo saat ini beliau kepingin didsesa santong ini ada semacam kelompok petani pembibitan sebagai wadah untuk untuk koordinasi kegiatan, penyamaan harga dan juga untuk mendapat bantuan dana kegiatan, “kami sangat berharap kepada para penyuluh pertanian atau instansi terkait agar dapat memberikan solusi untuk kemajuan kegiatan masyarakat petani pembibitan yang ada khususnya di Desa Santong” tambahnya.(Yudik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar