Sabtu, 23 Juni 2012

Gubernur NTB Hadiri Hault ke - 26 Ponpes BUS Santong

Kayangan,(SK),--- Hari Ulang Tahun ( HAULT ) ke-26 Yayasan Pondok Pesantren Bayyinull Ulum Santong , Senin, (18 Juni 2012) lalu, dilaksanakan dilokasi Pondok Pesantren tersebut Di Dusun Subak Sepulu Desa Santong Kecamatan Kayangan-KLU, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Pemerintah diantaranya Gubernur NTB ( DR. TGH. Muh. Zaenul Majdi, MA ),. Bupati Lombok Utara, Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara, serta sejumlah Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Pondok Pesantren Se-Lombok Utara. Acara tersebut juga dihadiri oleh kurang lebih 3000 Jamaah Pengajian.

Ketua Panitia HAULT ke 26 Ponpes Bayyinul Ulum Santong ( Ust. LL. Syartifuddin, S.PdI ) melaporkan : Kegiatan HAULT di Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong rutin dilaksanakan setiap tahunnya, ini dimaksudkan untuk memotivasi para Pembina, Santri dan Jamaah untuk tetap menjunjung Ukhuwah dan Silaturrahmi sehingga Pondok Pesantren ini tetap kokoh dan tegar melaksakan rutinitasnya menegakkan Perjuangan Islam. Kegiatan hault tahun ini telah dipersiapkan sejak 2 bulan yang lalu, sehingga Alhamdulillah sebulan sebelum prayaan ini telah kita laksanak beberapa kegiatan untuk memeriahkan Hault tersebut antara lain lomba bidang Keagaman seperti MTQ, beberapa bidang olah raga dan juga bidang seni yang diikuti oleh siswa dari berbagai lembaga Pendidikan di Lombok utara serta Masyarakat umum.

Pada Kesempatan pertama memberikan sambutan Pimpinan Podok Pesantren Bayyinul Ulum Santong Tuan Guru Haji Sukarman Azhar, menuturkan “sejarah Awal Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, Yakni titik awal perjuangan Mendiang ayahnya Al-Magfurullah TGH. Azhar Ali sebagai Pendiri Yayasan datang ke desa Santong sebagai Abdi Negara yakni Petugas Kehutanan ( Mandor ) selama lebih kurang 6 tahun di Lombok utara, yang kemudian beliau bersama masyarakat Santong memulai mengabdikan diri kemasyarakat dengan mengadakan kelompok pengajian dan mendirikan lembaga pendidikan Nonformal yang sampai sekarang masih kokoh menjadi Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum. Beliau juga mengungkapkan saat ini Yayasan Ponpes Bayyinul Ulum mengelola Lembaga Pendidikan yakni : Madrasah Diniyah Islamiyah ( MDI ), Madrasah Aliyah ( MA ) serta Lembaga pengembangan Diri yakni Sanggar Seni Islami serbagai Ajan para Santri Untuk Mengembangkan kreatifitas santri. Sampai saat ini Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong Membina sekitar 800 orang Santri. KeberadaanPondok Pesantren ini dihajatkan sebagai lahan kita untuk berjuang dan beramal:” tambahnya.

Pada sambutan kedua, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH. Menyampaikan Selamat berulang Tahun kepada Keluarga Besar Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi Aktif lembaga tersebut dalam membangun Kabupaten Lombok Utara khususnya di bidang Pendidikan dan Sosial. Beliau juga menyampaikan bahwa keberadaan SDM Lombok Utara saat ini masih sangat terpuruk di NTB, untuk itu beliau sangat mengharapkan agar para pengelola lembaga pendidikan terus berjuang membina para santri untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Lombok Utara. Setelah memberikan Sambutan Bupati memberikan Bantuan Dana Kepada Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum santong Sebesar 35 Juta Rupiah yang bersumber dari Dana Bansos.

Sementara itu Gubernur NTB : DR. TGH. Zaenul Majdi, MA menyampaikan sambutannya pada acara tersebut sekaligus memberikan tausiah kepada jamah yang hadir pada acara tersebut, agar Ponpes bayyinul Ulum Santong dapat dijadikan sumber kekuatan untuk persatuan Umat, untuk Dakwah Islam. Pada pesan moralnya Tuan Guru Bajang menyampaikan dalam berjuang hendaklah selalu mengikuti jejak perjuangan di contohkan oleh baginda Rasulullah SAW, yakni ada 4 pilar yang menjadi senjata dalam berdakwah, antara lain:
1.Yakin : menanamkan sikap yakin dalam hati, yakin bahwa yang kita lakukan itu baik dan yakin bahwa Allah Akan memberikan pertolongan apa yang kita perjuangkan.
2. Memiliki tujuan yang jelas, tidak sekedar ikut-ikutan
3. Dengan cara yang bagus dan dibenarkan oleh Allah
4. Secara bersama-sama atau berkelompok, selalu kompak menjaga persatuan.
Gubernur NTB ini juga menambahkan “agar Pengurus dan Santri di Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong agar selalu menjaga persatuan, tetap tegar terhadap apa yang menjadi kendala perjuangannya.(.Yudik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar