Sabtu, 30 Juni 2012

Kelompok Tani Sinar Harapan Pendua, Wakili KLU Lomba Penghijauan

Kayangan,(SK),-- Kelompok Tani Sinar Harapan Dusun Pendua Daya Desa Pendua Kecamatan Kayangan dipercaya mengikuti lomba penghijauan dan konservasi alam wana lestari tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2012.
Menurut Kepala Desa Pendua Haerudin mengatakan, sebenarnya yang mengikuti lomba mewakili KLU ini ada tiga desa, yaitu Desa Sukadana Kecamatan Bayan katagori ‘Kecil Menanam Dewasa Memanen’, kemudian Desa Santong menampilkan katagori Desa Peduli Hutan dan Desa Pendua diwakili Kelompok Tani Sinar Harapan dalam lomba penghijauan Konservasi Alam (PKA) Wana Lestari.

Dikatakan Haerudin, sejak berdirinya pada tahun 1982 silam, Kelompok Tani Sinar Harapan Dusun Pendua Daya dibawah pimpinan Amaq Sim (alm) kala itu, program penghijauan itu sudah ada, dimana kelompok ini telah melakukan penghijauan dengan menanam sonokling dengan luas areal 55 Ha dan dalam kawasan hutan sonokling ini pula terdapat 15 mata air yang hingga kini masih lestari dan di gunakan oleh para petani Kayangan sebagai sumber air bersih maupun irigasi mereka.

Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan Mujahidin, dalam selayang pandangnya mengatakan, kelompok tani binaannya ini pernah menjadi juara satu lomba ketahanan pangan tingkat provinsi NTB tahun 2008 silam.

Dalam penilaian lomba PKA tahun ini, Mujahidin tidak terlalu banyak menuntut pada tim penilai. Hanya saja dirinya berharap kepada Ketua Tim Penilai pada penilaian lomba penghijauan Konservasi Alam (PKA) Wana Lestari yang di gelar beberapa waktu lalu, tidak menjadi juara tetapi yang di inginkan adalah nilai tertinggi.

Di tempat yang sama, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka mendukung NTB hijau, masyarakat telah banyak melakukan penghijauan sejak berdirinya KLU tahun 20008 lalu. “Program Kecil Menanam Dewasa Memanen ini sudah galakkan sejak berdirinya KLU, mudah-mudahan ini terus berlanjut,”harapnya.

Dikatakan, kegiatan lomba jangan hanya dijadikan sebagai tujuan untuk melakukan penghijauan saja, karena yang paling utama adalah bagaimana menjaga alam dan lingkungannya agar tetap terjaga dan lestari sepanjang zaman. “Seperti yang kita pahami.bumi saat ini mengalami krisis pemanasan global yang mengakibatkan rusaknya ekosistem bumi. Ini sebabnya kita lakukan penghijauan secara kontinyu,”terangnya.
Secara khusus, Bupati juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada penyuluh Heri Kristianto atas pembinaannya selama ini. Karena dengan ketekunannya dalam melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat khususnya di daerah Pendua Daya ini, sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk menghijaukan bantaran kali Sidutan seluas 60 Ha, akibatnya setiap tahun kali ini tidak pernah mati.

Daerah ini sangat penting perannya kaitannya dengan penghijauan untuk menata tetap lestarinya mata air.Kondisi hutan yang semakin baik karena dapat menyimpan karbon bagi kehidupan. Dampak pemanasan global adalah iklim berubah, untuk itu Bupati Djohan Sjamsu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memelihara ala mini agar lebih baik. Pohon yang di tebang dalam hitungan menit sudah tumbang dan resikonya tentu bisa banjir dam merugikan semua orang.Merusak atau menebang pohon sangat cepat, tetapi untuk menanamnya membutuhkan waktu bertahun-tahun.Masyarakat jangan hanya pintar menebang saja, tetapi yang paling utama adalah bagaimana menjaga kelestarian ala mini sehingga terhindar dari bencana yang setiap saat datang menghampiri.

Lahan kritis di KLU luasnya lebih dari 24 ribu Ha.Sementara upaya yang sudah dilakukan Pemda KLU rentang waktu tahun 2009-2011 dalam penghijauan atau reboisasi di lahan kritis eks HPH sudah berhasil di tanam sebanyak 3.250.000 bibit.Sehingga luas sisa lahan kritis yang belum ditanami pohon di KLU seluas 13.952 Ha.

“Untuk itu semua, saya mengajak semua masyarakat KLU untuk memelihara bumi ini dengan selalu menanam pohon dan bersama-sama membangun desa,”ajak Bupati H,Djohan Sjamsu,SH.

Sementara itu Ketu Tim Penilai Lomba Penghijauan Konservasi Alam (PKA) Wana Lestari tingkat Provinsi NTB Ir.Sriwijayaningsih,M.Si mengatakan, sambutan masyarakat Desa Pendua ketika menyambut kedatangan rombongannya tidak di duga sebelumnya begitu meriah yang tidak di dapatkan di daerah lain pada momen yang sama.

“Partisipasi masyarakat di Desa Pendua ini sangat tinggi, jadi wajar Desa ini menjadi juara,”pujinya, sambil mengingatkan masyarakat Desa Pendua bahwa dirinya bukan hanya sekali ini saja datng ke daerah ini, melainkan sudah sering, ketika dirinya masih bertugas di Lombok Barat dan dirinya mengaku sering datang melakukan pembinaan di Desa Pendua ini.

Dikatakan, bahwa sistim penilaian tahun ini di ubah dari sistim penilaian tahun lalu, dimana tahun ini penilaiannya dijadikan tim yang solid yaitu digabung dalam satu tim sedangkan tahun lalu terpisah penilaiannya antara pulau Sumbawa dengan pulau Lombok. 

Selanjutnya, Sriwijayaningsih mengatakan, tujuan dari diadakannya lomba ini adalah sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas segala usaha yang dilakukan oleh masyarakat.Sehingga mampu melahirkan sebuah prestasi yang membanggakan. Memelihara dan menjaga alam memang sebuah pekerjaan yang berat, oleh karenanya harus membutuhkan satu tekad dan semangat sehingga kelestarian alam tetap terjaga.

Sriwijayaningsih mengaku bahwa penilaian di Desa Pendua Kecamatan Kayangan KLU ini adalah merupakan penilaiannya yang pertama untuk pulau Lombok, dimana sebelumnya telah selesai dilakukan penilaian di pulau Sumbawa.

“Pada penilaian kali ini, masing-masing anggota tim akan melakukan uji petik di lapangan.Jadi tim tidak hanya melihat dari buku saja, tapi ingin melihat langsung di lapangan,”urainya.

Tujuan tim ini datang di Desa Pendua adalah bukan untuk menilai, tetapi untuk klarifikasi hasil penilaian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten, sehingga layak untuk di tampilkan mewakili KLU pada lomba PKA tingkat Provinsi NTB tahun 2012 ini.(Eko).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar