Kamis, 14 Juli 2011

RSUP Daerah NTB dilalap si Jago Merah

Mataram--- Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat di Jalan Pejanggik Mataram Ludes dilalap Sijago merah sekitar pukul 14.45 Wita. Akibatnya, 383 pasien dievakuasi ke Rumah sakit lain  untuk diselamatkan..
Menurut keterangan salah satu petugas, ada seorang pasien meninggal saat proses evakuasi. Namun, belum diketahui penyebab pasti meninggal pasien tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Direktur RSUP NTB, Mawardi Hamri mengaku, berdasarkan laporan yang ia terima darpara petugas, memang ada pasien yang meninggal dunia. "Yang saya terima, namanya Kasih, ia warga Praya yang dirawat di ruang Bougenvil karena sakit jantung," katanya saat dihubungi, Minggu 10 Juli 2011.
Saat ini, pihaknya sedang menidentiikasi seluruh pasien yang evakuasi ke sejumlah rumah sakit di Lombok. "Semua pasien sudah kami evakuasi ke berbagai rumah sakit seperti Rumah Sakit Risa Cakra Negara, Rumah Sakit Islam Siti Hajar, Rumah Sakit Bayangkara, Puskesmas Mataram, dan Rumah Sakit Patut Patuh Patju Lombok Barat. " katanya

Menurutnya, api diduga berasal dari gudang penyimpanan obat yang kemudian merambat ke sejumlah ruangan lainnya yakni ruang fisioterapi dan radiologi. Belum diketahui secara jelas apa penyebab kebakaran ini.
Pantauan wartawan Komunitas -Net  , tampak puluhan mobil pemadam kebakaran melakukan pemadaman .  bangunan yang berada di dalam area lantai dasar rumah sakit bagian barat luluh lantah terbakar api . kepulan asap masih terlihat hingga menjelang malam hari dan sejumlah lembaran arsip dan dokumen-dokumen rumah sakit berserakan di lantai belum sempat terurus.
Instalasi listrik disekitar RSUP NTB dimatikan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Gedung RSUP NTB dengan tiga laintai itu gelap gulita. Ruang ICCU sepi. Hanya ada sisa asap yang mengganggu pernafasan.

Selain itu, sejumlah alat elektronik seperti TV, komputer, kipas angin dan peralatan medis lainnya tampak tersusun rapi di luar rumah sakit. Petugas TNI/Polri yang dibantu masyarakat terus mengevakuasi alat-alat tersebut ke tempat aman. Polisi juga tampak bersiaga di sekitar rumah sakit guna mengantisipasi tindak kriminalitas. "Tolong yang nggak berkepentingan jangan masuk, proses pemadaman masih berlangsung," kata petugas kepolisian.

Rumah Sakit Umum NTB berkapasitas 335 tempat tidur. Rumah sakit itu setiap harinya dikunjungi sekitar dua ribu orang. Bahkan pada hari kerja rumah sakit tersebut  menampung hingga 3.000 orang. Dengan kejadian tersebut nyaris sepi tak berpenghuni….( H.MTQ )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar