Rabu, 27 Juli 2011

Panitia Kelabakan Saat Bupati Hadiri Pekan Penimbangan

KLU, Suarakomunitas.net - Pelaksanan Pekan Penimbangan dan PHBN oleh Dinas Kesehatan di kantor camat kayangan terlihat kurang persiapan, hal ini berdasarkan pantauan MataramNews selasa (26/7/2011).

Pada kegiatan tersebut nampak peserta dan undangannya terdiri dari PKK Kecamatan, PKK Desa se-Kecamatan Kayangan, Kepala Desa se-Kecamatan Kayangan dan ketua BPD, PNPM, pengusaha, Lintas Sektor, kader posyandu, Bidan Desa, Pustu dan SPMD.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh bupati KLU H. Djohan Syamsu, SH. tersebut membuat panitia kelabakan. Pasalanya panitia tidak mengetahui akan kedatangan orang nomor I di KLU. Kami benar benar kelabakan saat kedatangan pak Bupati, perlengkapan dan kebutuhan lainnya seperti tempat, spanduk, air minum dan snack untuk bupati blum kami siapkan termasuk juga materi yang akan dibagikan ke peserta tidak semuanya kebagian, celetuk salah seorang panitia.
Suasana Pekan Penimbangan di 
Kantor Camat Kayangan
Bupati KLU H. Djohan Syamsu, SH. dalam sambutannya menjelaskan betapa pentingnya koordinasi lintas sektoral dalam penanganan suatu kasus. Persoalan kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan saja akan tetapi perlu melibatkan sektor lain seperti KLH (Kantor Lingkungan Hidup) yang akan menangani persoalan lingkungan, Dinas Sosial menangani pemberian santunan untuk kebutuhan jangka pendeknya,

Disperindagkop yang akan memberikan pembinaan dan pelatihan kreatifitas dan sektor-sektor lainnya yang terkait dengan kesehatan.
Dikatakan Bupati bahwa kebanyakan orang tidak sehat disebabkan oleh faktor kemiskinan atau ketidakmampuan dan kurangnya pendidikan. Untuk itu lanjut Bupati, saya dan wakil bupati tetap menjadikan persoalan Kesehatan dan Pendidikan menjadi prioritas pembangunan karena tanpa kedua hal tersebut tidak mungkin kita bisa membangun kearah kemajuan yang lebih baik. Disamping iti Bupati juga mengharapkan peran semua komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan.

Kepala Dinas Kesehatan KLU Dr. Beny menyebutkan beberapa persoalan kesehatan yang terjadi di KLU. Menurutnya persoalan dibidang kesehatan yang ada di Lombok Utara merupakan issu nasional seperti Kasus Gizi Buruk, Gizi Kurang dan angka kematian Ibu melahirkan. Berdasarkan analisa status gizi hasil pekan penimbangan tahun 2011 untuk kasus gizi buruk sebesar 582 anak dan Kecamatan. Kayangan menyumbang angka terendah sebesar 58 anak sedangkan kasus gizi buruk terbanyak berada di kecamatan Bayan sebesar 189 anak, baru kemudian diikuti oleh Kecamatan Gangga, Pemenang dan Tanjung.

Sementara untuk kasus Gizi Kurang di KLU terang Beny, kayangan berada di urutan ke-dua terendah setelah tanjung dengan jumlah keseluruhan kasus gizi kurang sebesar 2.395 se-KLU. Untuk kasus gizi kurang/BGM lebih banyak terjadi pada usia 12 - 59 bulan, dari 440 balita BGM 381 anak (86,6 %) kena pada usia 12-59 bulan dan 59 balita Gizi Kurang (13,4 %) pada usia 0 – 11 Bulan. Selain itu Beny, juga mengungkapkan faktor-faktor penyebab  gizi buruk dan gizi kurang mulai dari pola asuh yang salah, prilaku, pengetahuan masyarakat atau pengasuh dan faktor lingkungan.  (DN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar