Minggu, 10 Juli 2011

Menepis Berita Miring Pembangunan SPAM Kayangan

 

  KLU, MataramNews.com -
PT Jasuka Bangun        Pratama, sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) pada tanggal 23 Mei 2011 yang lalu, dipercaya oleh Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mengerjakan pembangunan dua buah Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang  diperuntukkan bagi tiga desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan. 

“Pembangunan dua buah SPAM tersebut sudah dimulai sejak turunnya SPK,”kata Ifan (36) salah seorang penanggungjawab dilokasi bangunan dari PT.Jasuka Bangun Pratama, kepada suarakomunitas.net.

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan pengecoran tahap kedua sedang berlangsung. Dimana pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini lebih sedikit volumenya jika dibandingkan dengan pengerjaan pengecoran pada tahap yang pertama.

Menurut Nendi (32) salah seorang Kontraktor dari PT Jasuka Bangun Pratama yang mengerjakan bangunan tersebut mengatakan bahwa, pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini akan bisa selesai dalam waktu dua hari.

“Pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini, diharapkan lebih cepat selesai dari jadual semula, Karena volume pengerjaannya juga sedikit.Sedangkan pada pengecoran pada tahap pertama beberapa minggu yang lalu, agak lama selesainya, karena volume pengerjaannya luas,”jelas Nendi pada suarakomunitas.net.

Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Kayangan yang diperuntukkan bagi kepentingan tiga desa (Santong,Sesait dan Kayangan) yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan tersebut, hingga kini sudah memasuki bulan ketiga dari pelaksanaannya sejak bulan Mei lalu.

Pihak PT Jasuka Bangun Pratama dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, sudah diberikan target 180 hari selesai.Sehingga pihaknya bekerja sesuai target yang telah ditentukan.

“Mudah-mudahan saja selesai 100% dalam waktu yang telah ditentukan. Kita do’akan saja semoga sukses,”kilah Nendi.

Namun dalam proses perjalanan pembangunan SPAM Kayangan tersebut, sempat membuat pihak Konsultan,Kontraktor dan Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat merasa dilecehkan oleh ulah beberapa oknum yang mengatasnamakan diri dari LSM masuk ke lokasi pembangunan. Ketika hendak dikonfirmasi oleh pihak Konsultan tentang jati diri LSM yang dimaksud, mereka tidak mau menyebut identitas diri mereka dari LSM mana. Hal inilah yang membuat pihak Konsultan,Kontraktor maupun dari Dinas PU Provinsi merasa dilecehkan.

“Kami takutnya nanti diberitakan ataupun di ekspose diberbagai media tentang hal-hal yang tidak kita inginkan,”kata Azis (30) selaku Konsultan.

“Mestinya mereka (LSM..red) yang datang ke lokasi pembangunan ini, ketemu sama kita untuk konfirmasi dulu, informasi apa yang mereka butuhkan  seputar pembangunan ini,”kilah Azis dengan nada kesal.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Kadir (50) dari Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, “kalau ada LSM yang datang ke lokasi pembangunan ini, silahkan saja kalau niatnya itu baik untuk membangun,”katanya.

“Kalau ada kesalahan-kesalahan kecil, mohon jangan sampai dibesar-besarkan, sebab pada akhirnya nanti masyarakat kecil yang butuh pelayanan yang akan dirugikan,”harap Abdul Kadir.

Menanggapi hal tersebut, H.Abidin Mustakim selaku pemilik lahan tempat membangun SPAM dimaksud, ketika dikonfirmasi masalah ini oleh  wartawan suarakomunitas.net dipondok kediamannya sekitar 50 meter kearah selatan dari lokasi pembangunan SPAM tersebut, membenarkan bahwa dirinya pernah didatangi oleh seorang yang mengaku dari LSM.

Menurut H.Abidin Mustakim, maksud kedatangan LSM itu adalah ingin mempengaruhi dirinya. Pasalnya, H.Abidin memberikan ijin ditanah miliknya sebagai tempat membangun SPAM dimaksud.

“Saya tidak bisa dipengaruhi dan dikibuli oleh siapapun juga, ini urusan saya dengan Pemerintah Provinsi,”katanya menepis berita miring yang berkembang disekitar lokasi pembangunan.

“Siapa saja yang mau mempengaruhi saya,sudah tidak ada jalan.Ini murni untuk kepentingan masyarakat,”katanya menambahkan dengan mimik yang penuh keseriusan.

H.Abidin Mustakim menyitir sebuah kalimat perumpamaan yang berbunyi,”Jangan sampai kontraktor jalan dari bawah keatas, dan kalau kontraktor air mesti dari hulu kehilir,”jelasnya.(Eko)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar