Jumat, 15 April 2011

Ketipak, Lirik Lagu Andalan Cilokaq Bat Pawang

SESAIT, -- Kesenian tradisional Cilokaq Pada Demen Bat Pawang, memiliki ciri khas yang unik, dibanding dengan Cilokaq dari daerah lain di Lombok.
Keunikan ini membuat girang siapa saja yang butuh hiburan. Dari segi pemberian nama saja, Cilokaq Pada Demen ini menjadikan semua orang senang. Lebih-lebih lirik lagu andalannya Ketipak. 

Menurut salah seorang tokoh pemuda Bat Pawang Susianto (28) mengatakan bahwa, keberadaan Cilokaq Pada Demen yang didirikan atas inisiatip para tokoh  muda Bat Pawang tahun 2000 lalu ini, memang sangat digemari oleh seluruh masyarakat Bat Pawang, terutama dari kalangan generasi mudanya. Hal yang paling unik digemari dan disenangi oleh mereka adalah lirik lagunya yang berjudul Ketipak.

”Kesenian tradisional Cilokaq Bat Pawang ini adalah Cilokaq yang pertama kali ada di Desa Sesait.Setelah itu baru bermunculan empat grup Cilokaq yang kesemuanya ini ada di Desa Sesait,”jelas Susianto.

Kesenian tradisional seperti ini, disetiap daerah jika disebut Cilokaq kedengarannya sudah tidak asing lagi didengar di masyarakat pedesaaan, terutama  yang haus hiburan. Bahkan keberadaannya sudah merambah keseluruh pelosok.

Dalam satu perkampungan kadangkala ada dua grup atau lebih. Hal ini mungkin karena keberadaan kesenian tradisional ini prosfek kedepannya menjanjikan, sehingga tumbuhnya pun bak jamur.

 Menurut Aluwin Hadi (32) salah seorang tokoh Pemuda Desa Pendua mengatakan bahwa, keberadaan kesenian tradisional seperti Cilokaq yang akhir-akhir ini semakin ramai bermunculan disetiap daerah, ini disebabkan karena budaya kita suka meniru.

”Kalau kita lihat didaerah kita dayan gunung ini, kesenian tradisional yang namanya Cilokaq  adalah belum ada yang asli. Artinya, kesenian ini asalnya dari daerah Lombok bagian Selatan yang Migrasi ke Lombok Utara. Nah, penduduk yang migrasi ke dayan gunung inilah yang membawa kesenian ini,”terang Aluwin.

Jadi, menurut Aluwin, Cilokaq yang dibangun menjamur dibeberapa daerah pelosok di dayan gunung ini sifatnya meniru. Sehingga statistiknya pun turun naik, tergantung mana yang ngetren, kemudian ditiru dan dicontoh. Keberadaannya pun tidak akan berlangsung lama. Sebagai contoh, lanjutnya, sebut saja seperti Kecimol. Dulu diawal-awal ngetrennya kesenian ini, semua dan bahkan disetiap daerah pasti ada grup kecimol. Tetapi, lama kelamaan juga akan pudar.

”Semoga saja, kesenian Cilokaq yang dibangun di Bat Pawang desa Sesait maupun di daerah Sempakok desa Pendua ini terus berlanjut, jangan sampai keberadaannya timbul tenggelam,”harap Aluwin.

Cilokaq Pada Demen Bat Pawang pimpinan Aman Ida ini, kerap kali mendapatkan kondangan dalam berbagai acara kenduri. Misalnya sebut saja acara Ngurisan, Sunatan, Perkawinan dan bahkan acara sosial lainnya. Lagu andalannya pun tetap dengan lirik Ketipak.Sehingga keuntungan pun membawa berkah bagi grup ini.

Keberadaan Cilokaq inipun tidak terlepas dari dukungan para pemimpin setempat.Buktinya, selain kelengkapan peralatan yang dimiliki grup ini, pembinaan personil pun terus dibenahi.

Menurut Kepala Dusun Bat Pawang Desa Sesait Ariandi, mengatakan bahwa,  dalam melakukan pembinaan  terhadap grup Cilokaq ini, pihaknya telah banyak berbuat, yaitu dengan melibatkan berbagai elemen yang ada dimasyarakat.

”Semua elemen kami ajak musyawarah, membicarakan berbagai hal menyangkut pembinaan grup ini. Sehingga disepakati segala kebutuhan dan keperluan perlengkapannya bisa dipenuhi,”katanya.

Dikatakan Ariandi, pihaknya telah membagi jatah kepada bawahannya, sehingga ada yang mendapatkan jatah pengadaan kostum, Sapuk (ikat kepala) dan alat kelengkapan lainnya.(Eko).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar