Sabtu, 19 Mei 2012

Monev Tiga Bulanan, YLKMP Hadirkan Fasduk dan Fasping

Tanjung,(SK),-- Dalam rangka suksesnya Program Penguatan Keberdayaan Warga, Organisasi Warga dan Pemerintahan Desa dalam mendorong Desa Mandiri kerjasama Access phase II,Pemda KLU dan YLKMP, maka pihak YLKMP, mengahdirkan seluruh Fasilitator Pendukung (Fasduk) dan Fasilitator Pendamping (Fasping) yang tersebar di seluruh SKPD yang ada di KLU, Jum’at (11/05) pekan lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Sekreatriat YLKMP tersebut, R.Agus Hadianto, selaku Koordinator Program Access Phase II mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakannya Monitoring dan Evaluasi terhadap program adalah untuk mengetahui sejauh mana dampak atau perubahan yang terjadi pada zona 1 dan zona 2 yang telah di targetkan oleh program yang telah dilaksanakan pada triwulan 1 tahun 2012 ini.

Dikatakannya, monitoring dan evaluasi, selain memberikan informasi apakah program, kebijakan atau strategi pengembangan di inplementasikan sesuai dengan perencanaan atau tidak, juga untuk melakukan penilaian terhadap suatu hasil dan dampak atau perubahan dari program.

Karena monitoring, menurut R.Agus Hadianto sangat penting dilakukan sebagai system pengawasan yang digunakan oleh mereka yang bertanggung jawab atas suatu program, untuk memastikan bahwa semuanya berjalan menurut rencana dan sumber daya tidak terbuang.

Sementara itu, Minardi staf Admin mengatakan, dalam proses monitoring berarti ada umpan balik dan respon para pihak yang terlibat dalam suatu program.Prosesnya pun berkesinambungan selama siklus suatu program berjalan. Sementara evaluasi menjadi suatu tempat untuk melakukan penilaian terhadap suatu hasil dan dampak dari program

“Jadi data yang dikumpulkan waktu monitoring menjadi dasar untuk analisis evaluasi yaitu penilaian dari dampak program atas zona-zona yang menjadi target program,”katanya mengurai.

“Dengan demikian, monitoring dan evauasi itu sangat dibutuhkan sebagai alat efektif untuk menilai keberhasilan dan kegagalan suatu program atau untuk lebih meningkatkan strategi pengembangan atau perbaikan dimasa mendatang,”tutupnya.

Rumedi, salah seorang Fasilitator Pendukung yang aktif dalam berbagai pertemuan dengan warga termarginalkan ini mengatakan, banyak hal yang dilakukannya dalam kapasitasnya selaku Fasilitator Pendukung bersama Fasduk yang lainnya. Diakuinya, bahwa menjadi Fasilitator dalam program Access ini membutuhkan keseriusan,keuletan,kemauan yang tinggi dan mencintai pekerjaan itu. Tanpa itu semua, dirinya yakin tidak akan berhasil dalam melaksanakan sebuah program.

Rumedi yang mantan Kepala Desa Gumantar 2007 silam itu dalam penyampaian refleksinya menyatakan, monitoring dan evaluasi program penguatan keberdayaan warga,organisasi warga dan pemerintahan desa dalam mendorong desa mandiri untuk triwulan pertama ( Desember 2011 - Februari 2012), menggunakan tahapan kegiatan berupa metode kajian dokumen,wawancara,diskusi terfokus,refleksi diri dan melihat data.

Lebih jauh Rumedi menyatakan, kajian dokumen program itu merupakan rencana program yang dibuat sebelumnya,catatan proses kegiatan atau catatan hasil pertemuan, laporan-laporan kegiatan kemudian dianalisa apakah kegiatan yang dilakukan benar-benar dapat mencapai hasil sesuai dengan yang direncanakan, dan apakah benar-benar membawa perubahan yang diinginkan program atau tidak. Jadi dalam kaji dokumen program ini yang dibutuhkan adalah dokumen kegaiatan triwulan pertama dan laporan kegiatannya.Jadi yang melakukan kajian dokumen program tersebut adalah tim Managemen, yang terdiri dari Koordinator program,admin keuangan,PM dan Media.

Hal – hal yang harus dipersiapkan oleh tim managemen dalam monitoring dan evaluasi kali ini, diantaranya kegiatan utama,OM (Outcome Mapping),prinsip dan nilai,absensi kegiatan, photo-photo kegiatan dan media serta perbandingan biaya kegiatan Vs capaian yang telah diperoleh

Selain itu,lanjutnya, beberapa kegiatan yang dilakukan selama pertemuan dengan warga, misalnya membandingkan kondisi sebelum dan setelah program dan meminta kepada para peserta pertemuan menceritakan kondisi sebelum dan setelah program dimulai dengan sekarang, serta kejadian-kejadian penting yang terjadi selama waktu itu dan melihat seberapa luas pengaruh kegiatan dari dampak selain program.

Selanjutnya dalam pertemuan yang dihadiri seluruh stacholder pelaksana program Access tersebut, masing-masing diberikan kesempatan untuk refleksi bersama dalam internal tim dan Fasping.Sehingga dalam refleksi bersama ini apa saja yang telah dilakukan,melihat kemajuan yang telah dicapai, apa hambatannya dan bagaimana menerapkan capaian kedepan, semuanya menjadi jelas terungkap.(Eko).
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar