Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Oktober 2013

PNPM-MPd Gelar MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013

Kayangan,(SK),-- Menindak lanjuti surat edaran Dirjen PMD Pusat Nomor 991/1806/ PMD/2013 tanggal 27 Februari 2013 tentang Penetapan Pengalihan Dana SPP 2013, maka PNPM-MPd Kecamatan Kayangan menggelar MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013, Kamis (10/10/2013) di aula Kantor Camat Kayangan.
Camat Kayangan yang di wakili Kasi PMD Atmaja Gumbara,SP mengatakan, dana SPP sebesar Rp. 294.735.900 yang sebelumnya sudah di ajukan, lalu kemudian dana itu di alihkan ke kelompok SPP lancar. Hal itu menurut Atmaja Gumbara yang juga PJOK ini mengatakan, itu di sebabkan karena realisasi dari 81 kelompok SPP yang tersebar di 8 desa dalam wilayah Kecamatan Kayangan masih dalam angka 56 % belum mencapai 95 % sesuai dengan ketentuan dalam surat edaran Dirjen PMD Pusat tersebut.

Untuk itu, Atmaja Gumbara,SP di hadapan peserta MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013 yang di hadiri Faskeu. Kabupaten Lombok Utara, FK, FT, UPK, TPK, Kepala Desa, KPMD, para Kader Posyandu, Kelompok SPP dan undangan lainnya, menekankan agar dana yang akan di tetapkan pengalihannya ini untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai di gunakan kepada hal-hal yang tidak bermanfaat.

Sementara itu, Fasilitator Kecamatan (FK) Ir.Rusli mengatakan, sebelum MAD ini di gelar, pihaknya sudah mengadakan pertemuan sebelumnya dengan kelompok SPP untuk menentukan bentuk barang yang akan di usahakan oleh masing-masing kelompok. Termasuk jenis barangnya sudah di sepakati, yaitu barang yang berupa sembako, barang pecah belah dan makanan ringan. Hal itu di tentukan karena masing-masing kelompok berbeda kebutuhannya.”Jadi semua jenis barangnya tergantung kebutuhan kelompok masing-masing,”tandas Rusli.

Pada kesempatan itu, Rusli juga menjelaskan besaran alokasi dana SPP yang akan di tetapkan pengalihannya pada MAD kali ini ke 81 kelompok SPP lancar di seluruh desa dalam wilayah Kecamatan Kayangan, berdasarkan hasil identifikasi lapangan yang di lakukan pihaknya beberapa waktu lalu. Dari jumlah dana sebesar Rp.294.735.900 itu, terbagi ke dalam 81 kelompok SPP dengan sasaran kegiatan 739 orang. 

Untuk Desa Pendua, sasaran kegiatan 7 kelompok SPP dengan 74 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.29.153.600, Desa Santong, sasaran kegiatan 18 kelompok SPP dengan 170 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.65.650.500, Desa Sesait, sasaran kegiatan 22 kelompok SPP dengan 167 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.69.368.100, Desa Kayangan, sasaran kegiatan 13 kelompok SPP dengan 133 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.51.634.600, Desa Dangiang, sasaran kegiatan 6 kelompok SPP dengan 53 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.21.688.300, Desa Gumantar, sasaran kegiatan 9 kelompok SPP dengan 90 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.35.470.500, Desa Selengen, sasaran kegiatan 3 kelompok SPP dengan 38 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.15.928.300, dan Desa Salut, sasaran kegiatan 3 kelompok SPP dengan 14 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.5.842.000.

“Mudah-mudahan dana yang sudah di tetapkan besarannya untuk masing-masing kelompok SPP ini bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ”harap Rusli serius.(Eko)

Sabtu, 28 September 2013

Progres Kegiatan TPK PNPM Kayangan di Nilai Berhasil

Kayangan,(SK),-- MDJP (Musyawarah Desa Pertanggung Jawaban) yang di gelar, Kamis (26/09/2013) di aula Kantor Desa Kayangan, di nilai berhasil.
Pasalnya, kegiatan pembuatan gorong-gorong dan pentaludan di Dusun Lengkukun sepanjang 780 meter yang menelan biaya sebesar 231.276.550 telah selesai di laksanakan sesuai dengan target tenggang waktu yang telah di tentukan.
Ketua UPK Kayangan Edy Kartono,SE mengatakan, kegiatan MDJP ini sebenarnya terkait dengan progress kegiatan PNPM di lapangan dengan pendanaan yang telah di terima pihak TPK dari UPK Kayangan.Namun Edy Kartono,SE mengakui bahwa jumlah dana sebesar itu sudah terserap ke dalam kegiatan Fisik (pembuatan gorong-gorong) di Lengkukun dan untuk pelatihan UEP (Usaha Ekonomi Produktif).
Dikatakan, walau pengerjaan pembuatan gorong-gorong dan pentaludan di Dusun Lengkukun tersebut sering macet karena terkendala air dan pendropan material, namun pihaknya berusaha membangun komunikasi, bersinergi dan bekerja sama dengan pihak TPK dan pihak terkait, kendala sekecil apapun semua itu dapat terselesaikan dengan baik sehingga MDJP 80 % yang di gelar tersebut dapat terlaksana.
Ketua TPK PNPM Kayangan Jumaidi Erick dalam pengantarnya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama kepada Pemerintah Dusun Lengkukun dengan mengerahkn masyarakatnya bergotong-royong menggali tanah yang di jadikan lokasi pembangunan gorong-gorong dan pentaludan di wilayah itu.

Di akui Erick, demikian Ketua TPK PNPM Kayangan ini biasa di panggil, memang dalam pengerjaan kegiatan fisik yang dilaksanakan di Dusun Lengkukun ini banyak kendala. Misalnya saja, katanya, menyangkut masalah dana, dimana dana ini juga terlambat turun dari daerah (Juli-Agustus 2013) lalu.Hal ini berakibat pula pada terhambatnya proses kegiatan fisik di lapangan. Selain itu, kata Erick yang sehari-hari bermukim di Dusun Sidutan Desa Kayangan ini, mengakui juga seringnya pekerjaan itu macet disebabkan karena distribusi air juga macet.”Untuk diketahui semua pihak, air ini pun kita harus beli, yang anggarannya tidak ada, ”keluh Erick.
Tapi menurut Erick yang berpenampilan mirip Jokowi ini mengakui, walau berbagai kendala yang di hadpinya selama melaksanakan tugas di lapangan, dirinya tidak pernah mengeluh.”Yang penting jangan sampai lupa ibadah, kalau sudah tiba waktu untuk ibadah, supaya semua yang kita kerjakan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt, ”katanya.(Eko)

TPK PNPM Kayangan Gelar MDPJ 80 % dan MDKP

Kayangan,(SK),-- Musyawarah Desa Pertanggung Jawaban (MDPJ) pada intinya adalah merupakan bentuk pertanggung jawaban pengelolaan dana yang telah di gunakan pihak TPK PNPM. Hal inilah yang dilakukan pihak TPK PNPM Kayangan dengan menggelar MDPJ yang dirangkaikan dengan MDKP, Kamis (26/09/2013) di aula Kantor Desa Kayangan.
Hadir dalam MDJP 80 % dan MDKP tersebut, selain pihak TPK PNPM Kayangan, FK PNPM,UPK PNPM, PJOK, Tim Monitoring tingkat Desa Kayangan, juga dihadiri oleh Kepala Desa Kayangan, Kepala Dusun, se Desa Kayangan, kelompok UEP, kelompok SPP, Mahasiswa KKN Unram,SMPD, Mahasiswa PPL IKIP Mataram dan undangan lainnya.

Fasilitator Kecamatan (FK) PNPM-MPd Ir.Rusli dalam sambutannya mengatakan bahwa inti dari MDJP tersebut adalah dimana di dalamnya ada pertanggung jawaban pada masyarakat, termasuk semua dana yang masuk ke desa.
Hingga saat ini, menurut Rusli, baru 5 desa yang sudah melaksanakan MDPJ, diantaranya Desa Kayangan,Desa Sesait, Desa Pendua, Desa Santong dan Desa Dangiang.Sementara 3 desa lainnya yang belum menggelar MDJP adalah Desa Selengen,Desa Gumantar dan Desa salut.”Mudah-mudahan, dalam waktu yang tidak terlalu lama bagi desa yang belum menggelar MDJP ini akan terselesaikan,”harap Rusli.

Sementara itu, Ketua UPK Kayangan Edy Kartono,SE mengatakan terkait dengan regulasi pendanaan kegiatan SPP PNPM. Berdasarkan Surat Ditjen PMD Pusat No.911/1806/PMD/2013 tanggal 27 Februari 2013 tentang Pendanaan Kegiatan SPP. Dalam surat tersebut di terangkan dengan jelas bahwa terkait dengan dana SPP PNPM Reguler tahun 2013 sebesar 294.700.900, dimana dana tersebut yang seharusnya di realisasi ke kelompok SPP baru, tapi karena ada aturan dari pusat itu, maka dana sebesar itu tidak bisa di realisasikan.Oleh karena itu dana SPP sebesar 294.700.900 tersebut di alihkan ke kelompok SPP lancar dalam bentuk barang modal.Hal ini tergantung dari keinginan dari masing-masing kelompok SPP, karena setiap anggota kelompok pasti tidak sama keinginannya. “Ini termasuk dana hibah, jadi dana sebesar itu di bagi secara cuma-cuma, ”terangnya.

Dikatakan, bagi kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang kategori macet, maka diberikan pelatihan dinamika kelompok menejemen pemasaran dan kewira-usahaan. Setelah mengikuti kegiatan itu, baru kemudian diberikan dana tersebut untuk penambahan barang modal usaha.

Edy Kartono,SE yang biasa bernampilan low profile ini menyebutkan, ada 75 kelompok SPP lancar yang tersebar di 8 desa yang ada di Kecamatan Kayangan. Adapun rincian kelompok SPP dari masing-masing desa antara lain, untuk Desa Kayangan ada 12 kelompok SPP lancar, Desa Sesait terdapat 21 kelompok SPP lancar, Desa Santong 18 kelompok SPP lancar, Desa Pendua 6 kelompok SPP lancar, Desa Salut 3 kelompok SPP lancar, Desa Selengen 3 kelompok SPP lancar, Desa Gumantar 6 kelompok SPP lancar dan untuk Desa Dangiang 6 kelompok SPP lancar.

“Jadi semua dana SPP PNPM sejumlah 294.700.900 tersebut, di bagi habis ke semua kelompok SPP yang tersebar di 8 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kayangan itu,”tandas Edy Kartono.

Menurutnya, besaran jumlah dana yang di peroleh untuk masing-masing kelompok berbeda, tergantung jumlah anggota kelompok, karena masing-masing kelompok tidak sama jumlahnya. Namun pihak UPK Kayangan menargetkan untuk masing-masing anggota kelompok SPP akan mendapatkan Rp.400.000 dalam bentuk barang modal usaha. “Barang ini pun tergantung jenis apa usaha dari masing-masing anggota kelompok,”jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua TPK Kayangan Jumaidi Erick menyatakan, sebenarnya dana sejumlah 294.700.900 tersebut untuk kelompok SPP reguler sebanyak 28 kelompok yang baru mengajukan proposal.Tetapi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dana tersebut di alihkan ke 75 kelompok SPP lancar yang keberadaannya tersebar di 8 desa wilayah Kecamatan Kayangan.(Eko)

Kehadiran Program PNPM Sangat Membantu Warga Sumur Jiri

Sesait,(SK),-- Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Dusun Sumur Jiri yang berbatasan langsung dengan Desa Kayangan ini, karena sudah lama dan bahkan puluhan tahun menunggu kehadiran program PNPM MPd masuk ke wilayahnya. Berbagai upaya dan usaha yang telah dilakukan untuk memperjuangkan nasib dusun mereka yang telah lama terisolir itu. Dengan adanya program PNPM-MPd ini, maka keinginan memiliki jalan bagus yang sudah lama terpendam dari penduduk Sumur Jiri yang sebagian besar petani itu, kini sudah bisa bernafas lega.Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya besar lagi dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka.
Dusun Sumur Jiri Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU, yang mayoritas penduduknya bertani itu, kini tidak lagi susah dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka jika di bandingkan dengan sebelumnya. Hal ini di permudah karena jalan menuju ke daerah ini mudah di akses.”Ini berkat adanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) yang masuk ke dusun kami,” kata Kadus Sumur Jiri Mani Munawar.bangga.
Dengan dibangunnya jalan melalui program PNPM MPd di Dusun Sumur Jiri tersebut, maka akses jalan menuju 7 (tujuh) dusun tetangga juga terhubung, seperti Dusun Sejongga, Dusun Bagek Kembar,Dusun Tanak Muat Desa Kayangan, Dusun Santong Mulia,Dusun Sesait, Dusun Mula Gati dan Dusun Lokok Sutrang Desa Sesait.

Ketua TPK Desa Sesait Kardiantara S.Pd mengatakan, jalan usaha tani yang dibangun melalui program PNPM MPd dengan biaya Rp.332.702.600 sepanjang 780 meter di Dusun Sumur Jiri tersebut, memang sudah lama di programkan, namun pihaknya mengakui baru sekarang bisa terealisasi. Hal ini terjadi menurut Kardiantara adalah karena menunggu giliran. “Mudah-mudahan akses jalan yang baru di bangun ini akan mempermudah masyarakat setempat untuk mengakses hasil bumi mereka, "harapnya.

Dengan adanya Jalan Usaha Tani tersebut, Warga Dusun Sumur Jiri dan Dusun-Dusun sekitarnya tidak perlu lagi menggunakan jasa ojek jika mendistribusikan hasil perkebunan maupun hasil bumi mereka ke kota atau ke pasar yang letaknya lumayan jauh dari lokasi disekitar daerah Lombok Utara atau menuju kota Mataram.(Eko)

Minggu, 22 September 2013

Bajang Patuh Lokok Sutrang Mulai Menggarap Tugu Tapal Batas

Sesait,(SK),-- Pembangunan tugu tapal batas Dusun Lokok Sutrang dengan Dusun Mula Gati Desa Sesait, dalam waktu dekat menjadi kenyataan.
Pasalnya, organisasi pemuda yang tergabung dalam Bajang Patuh yang di serahi tugas oleh Pemerintah Dusun, Minggu (15/09/2013) untuk menangani pembangunan tugu tapal batas tersebut, segera merealisasikannya.
Menurut Ketua Bajang Patuh Lokok Sutrang Zainulhadi,S.Pd mengatakan, pembangunan tugu tapal batas dusun yang di serahi Pemerintah Dusun kepada organisasi di bawah kendalinya tersebut berukuran 4,5 m x 4,5 m dengan tinggi tugunya nanti sekitar 10 m bertuliskan Dusun Lokok Sutrang.Sedangkan lokasi pembangunan tugu yang di rencanakan akan di kerjakan selama 60 hari dengan biaya Rp.7,5 juta itu terletak di tanah milik Rahidin. ”Mudah-mudahan pembangunannya selesai dalam waktu yang telah di tentukan,”harapnya.
Dengan bermodal kepercayaan tersebut, Zainulhadi selaku Ketua Bajang Patuh yang di percaya untuk menangani pembangunan tugu tapal batas dusun Lokok Sutrang tersebut berharap dukungan seluruh warga masyarakat setempat untuk turut berpartisipasi mendukung lancar dan suksesnya agenda besar yang menjadi icon dusun ini.
Untuk merealisasikan program dusun ini, Bajang Patuh dibawah kendali Zainulhadi bersama anggota organisasi lainnya telah memulai mengawalinya dengan memasang profil. Pembangunan tugu tapal batas ini memang menjadi agenda awal kepemimpinan dari Kadus Asrudin yang baru di Lokok Sutrang, disamping program penting lainnya.

Program pembangunan di dusun Lokok Sutrang saat ini yang pengerjaannya juga sedang berlangsung diantaranya pembangunan jembatan Simbit jalur gawah Dris (pawang adat utara Sesait) dengan dana aspirasi anggota DPRD KLU dari partai Demokrat sebesar 50 juta rupiah.Selain itu, di dusun ini juga sedang di kerjakan pemasangan pipa tersier untuk jaringan PDAM KLU. ”Mudah-mudahan, semua program pembangunan yang pengerjaannya masih berlangsung di dusun ini akan selesai dalam waktu yang sudah di tentukan, ”harap Asrudin yang baru satu tahun lebih menjabat Kepala Dusun Lokok Sutrang serius. (Eko)

Senin, 18 Februari 2013

Musrenbang sebagai Peluang Masyarakat Mengambil Keputusan

KAYANGAN,(SK), -- Pemerintah Kecamatan Kayangan menggelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).
Kegiatan Musrenbang yang digelar di aula Kantor Camat Kayangan Rabu (13/02) lalu, dihadiri oleh semua Kepala Desa, Ketua BPD,TPKD, KPMD, para Pimpinan SKPD, para utusan kader desa dan dari PNPM. Dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, hadir Kasubid Kesejahteraan Sosial Bappeda Joko Mardianto dan Kasubid Pemerintahan Desa.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, musrenbang ini sebagai peluang bagi masyarakat dalam turut serta mengambil keputusan pembangunan, termasuk didalamnya aspek perencanaan.
“Musrenbang tidak hanya menjadi wadah bagi penyusunan rencana kegiatan yang akan dilakukan, tetapi juga sebagai saluran resmi yang dipersiapkan untuk mengkanalisasi aspirasi masyarakat dalam rangka memperoleh akses yang memadai dalam kebijakan penganggaran pembangunan,”ungkap Tresnahadi.
Oleh karenanya mutu proses dan mutu hasil musrenbang ini, akan sangat menentukan efektifitas penyaluran aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu Kasubid Kesejateraan Sosial Bappeda KLU Joko Mardianto mengatakan, bahwa Musrenbang Kecamatan mempunyai tujuan terwujudnya sinkronisasi dan keselarasan antar berbagai usulan kegiatan yang dihasilkan melalui Musrenbangdes.
Joko Mardianto juga berharap bahwa dengan Musrenbang ini, maka akan terwujud terbangunnya kesepakatan dari beberapa stakeholder se Kecamatan, tentang segala prioritas kegiatan yang dilaksanakan selama satu tahun.
Untuk program dari PNPM-MP, PNPM P2SPP dan sebagainya akan dilakukan dengan rangking atau prioritas untuk memperoleh pendanaannya. Dari Musrenbang ini menurut Joko Mardianto, diharapkan diperoleh rumusan rencana kerja pembangunan (RKP) kecamatan, adanya daftar usulan rencana kerja pembangunan (DURKP) dan adanya delegasi kecamatan yang akan berpartisipasi dalam Musrenbang tingkat Kabupaten.(Eko).

Jumat, 01 Februari 2013

TPK PNPM Kayangan Tinjau Lokasi Renja 2013

Kayangan,(SK),-- Pada tahun 2013 ini Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) kembali memprogramkan berbagai rencana pembangunan strategis di Desa Kayangan.Pasalnya, Ketua TPK PNPM Desa Kayangan, Jumaidi Abdurahim, Kamis (31/01/2013) meninjau lokasi rencana kerjanya di jalan yang baru dibuka jurusan Dusun Lengkukun Desa Kayangan – Banten Damai Desa Dangiang sepanjang 400 meter.

Dikatakan, rencana pembangunan yang anggaran biayanya ditentukan pada MAD 3 tanggal 7 Februari 2013 mendatang terdiri dari pembuatan talud, pembangunan drainase dan pembangunan gorong-gorong. Hal ini dilakukan karena memang jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kedua wilayah tersebut sebagai jalan alternative ekonomi pedesaan.

Peninjauan rencana pembangunan talud, drainase dan gorong-gorong yang letaknya sekitar 200 m kearah tenggara Dusun Lengkukun Desa Kayangan itu, dilakukan Jumaidi, karena akses jalan ini sangat penting bagi lancarnya peredaran perekonomian masyarakat perdesaan. ”Mudah-mudahan dalam kegiatan Musrenbangdes yang sudah dimulai sejak tanggal 31/01/2013 itu,maka usulan-usulan dari bawah dapat di kanalisasikan,”jelas Ketua UPK Kayangan Edy Kartono,SE.

Selanjutnya Edy Kartono menyatakan bahwa program pentaludan,drainase dan gorong-gorong di wilayah Lengkukun Desa Kayangan yang menghubungkan ke Desa Dangiang itu di utamakan, karena memang itu berdasarkan usulam masyarakat, yang pada tahun 2013 ini di prioritaskan pembangunannya.

Dulu katanya, Pada awal penentuan lokasi ini rencana kerja PNPM di wilayah ini, penentuannya sangat a lot.Sebab menurut Faskab Lombok Utara Baiq Rita Ariyanti,SP bahwa program pentaludan, drainase dan pembuatan gorong-gorong itu tidak boleh terpencar di banyak tempat,tapi harus terfokus di satu wilayah.Itulah sebabnya di Dusun Lengkukun Desa Kayangan ini ditetapkan dan di prioritaskan oleh masyarakat untuk rencana program kerja PNPM di tahun 2013 ini.Sedangkan pendanaannya serta besaran volume pengerjaannya akan di tentukan kemudian pada MAD 3 tanggal 7 Februari 2013 mendatang.

Jalan ini memang menjadi sebuah kebutuhan dari para petani dan penggarap perkebunan di sekitarnya, sehingga ini bermanfaat menjadi alternative jalan ekonomi perdesaan. Selain itu, jalan tersebut juga akan bermanfaat untuk mempermudah akses menuju Desa Dangiang Kecamatan Kayangan KLU.(Eko)

Rabu, 30 Januari 2013

Jelang Musrenbangdes,Camat Kayangan Lakukan Persiapan

Kayangan,(SK),-- Mengingat tenggat waktu pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang diberikan pihak Bappeda KLU semakin mendesak harus sudah rampung, maka Pemerintah Kecamatan Kayangan melakukan berbagai persiapan, dengan mengundang para Sekdes dari 8 desa yang ada dan para Kasi yang ada di Kantor Camat Kayangan untuk membahas rencana penyelenggaraan Musrenbangdes,Selasa (29/01/2013).
Tenggat waktu yang diberikan kepada Kecamatan Kayangan oleh pihak Kabupaten untuk melaksanakan Musrenbangdes adalah sampai tanggal 6 Februari 2013 harus sudah selesai dilaksanakan.Hal inilah yang membuat pihak Pemerintah Kecamatan Kayangan terus berpacu menyelesaikan Musrenbangdes. Sehingga dalam pertemuan yang melibatkan para Sekdes dan para Kasi serta Kasubag tersebut membuahkan hasil yaitu dengan disepakatinya jadual Musrenbangdes untuk masing-masing desa dalam satu hari dua desa.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, kesepakatan tersebut termasuk penyusunan jadual dan tim pemantau dalam pelaksanaan Musrenbangdes.Tim pemantau sekaligus Pembina ini, menurutnya dibagi menjadi dua bagian, dimana tim satu di pimpin Camat Kayangan dan tim dua dipimpin Sekcam.
Dikatakan, jadual Musrenbangdes telah disepakati untuk tahap pertama dimulai dari Desa Dangiang dan Desa Gumantar hari Kamis tanggal 31 Januari 2013. Kemudian Desa Salut dan Desa Selengen,Senin (04/02/2013),lalu pada hari Selasa (05/02/2013) jadual untuk Desa Santong dan Desa Pendua, serta hari Rabu (06/02/2013) untuk Desa Sesait dan Desa Kayangan.Sedangkan jadual Musrenbang untuk tingkat Kecamatan Kayangan akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2013 mendatang.
“Dengan disepakatinya jadual Musrenbangdes ini, maka sudah sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan oleh Kabupaten, yaitu hingga tanggal 6 Februari 2013, ”tandas Tresnahadi.
Selain menyusun jadual Musrenbangdes tersebut, Tresnahadi selaku Camat Kayangan juga mengingatkan kepada para Sekdes untuk mengingatkan kepada Kepala Desa-nya untuk membuat LKPJ maupun LPPD-nya, karena pada bulan maret 2013 ini batas akhir dari para Kepala Desa untuk membuat dan melaporkan LKPJ maupun LPPD. “Ini ada mekanismenya yaitu Perdes,”katanya.
Terkait dengan hal tersebut, Tresnahadi juga menyarankan kepada para Sekdes sebagai ujung tombak pelaksana dio tingkat desa harus lebih pro aktif memberikan masukan pada Kepala Desa agar memperhatikan dalam hal pembuatan LKPJ maupun LPPD yang menjadi keharusan bagi Kepala Desa.”Materi dan Format LKPJ maupun LPPD sudah ada di Perda Nomor 5 tahun 2011, tinggal di ikuti saja,”sarannya.(Eko)

Senin, 21 Januari 2013

Bupati KLU Menilai, Rabat Jalan PNPM Santong Asli Berhasil

Kayangan,(SK),--- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Desa Santong Kecamatan Kayangan KLU, dinilai sangat berdampak positif karena telah berhasil melaksanakan program yang telah di tetapkan.
Kehadiran PNPM MPd di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama ini sangat dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat. Banyak keberhasilan-keberhasilan yang ditorehkannya dalam perannya mensejahterakan kehidupan masyarakat,terutama di Perdesaan. Sehingga keberadaannya ini diharapkan dapat berlanjut secara terus menerus.

Melalui berbagai kegiatan PNPM-MPd di Desa Santong telah memberikan dampak terhadap keberhasilan dan kemajuan daerah. Pasalnya, program PNPM-MPd tahun 2012 khususnya Desa Santong telah berhasil mengembangkan program pengerasan jalan (rabat) menuju Dusun tradisional Santong Asli sepanjang 1,250 m dengan total anggaran 294.281.000,

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya,Selasa (15/01/2013) untuk melihat langsung hasil-hasil pembangunan di wilayah tersebut menilai cukup berhasil.Ini merupakan suatu hasil yang sangat baik karena bisa dikerjakan dengan maksimal. “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak PNPM dan seluruh masyarakat yang terlibat didalamnya yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga hasil pembangunan rabat jalan menuju ke Dusun Tradisional Santong Asli ini kondisinya sangat bagus,”katanya.

Keberhasilan suatu program, tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat sekitarnya. Lebih-lebih ini merupakan kegiatan PNPM-MPd yang keberadaannya sangat di nantikan oleh masyarakat, maka tentu dalam menyelesaikan pekerjaannya juga membutuhkan pengakuan masyarakat. Tanpa itu semua, kemungkinan program tidak bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan yang di harapkan.

Kegiatan PNPM dari sejak tahun 2009 hingga akhir 2012 lalu, secara keseluruhan dari hasil evaluasi pihak terkait, Desa Santong ini adalah salah satu desa yang terbaik dalam pelaksanaan program PNPM, jika di bandingkan dengan desa yang lainnya yang ada di Kecamatan Kayangan..

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya pada hari ke-4 diwilayah Kecamatan Kayangan tersebut, berharap agar program kegiatan yang dilaksanakan PNPM atau apapun namanya di masa mendatang, supaya tidak berakhir hingga disini. ”Teruskan program ini, karena manfaatnya sangat banyak dirasakan oleh masyarakat, ”tandasnya, sambil menanda tangani sebuah prasasti di pintu gerbang masuk ke Dusun Tradisional Santong Asli.

Kegiatan PNPM rabat jalan menuju Dusun Tradisional Santong Asli tersebut di dukung dengan swadaya masyarakat, sehingga kualitas jalannya sangat bagus.Bupati menilai pekerjaan PNPM rabat jalan tersebut sangat bagus.”Ini patut di contoh oleh UPK dan TPK yang lain di daerah ini,”cetusnya.

Disamping meninjau rabat jalan menuju Dusun Tradisional Santong Asli tersebut, Bupati juga meninjau gedung perpustakaan dan RKB SDN 2 Santong yang baru rampung akhir tahun 2012 lalu. Usai meninjau di tempat itu, perjalanan pun di lanjutkan untuk meninjau Puskesmas Santong yang masih dalam tahap penyelesaian.(Eko)

Proyek Jalan Sesait-Pendua dan Lembah Berora-Salut Berkualitas Buruk

Kayangan,(SK),--- Jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Sesait-Desa Pendua dan Desa Salut-Desa Selengen Kecamatan Kayangan yang dikerjakan Pemerintah Daerah KLU melalui pihak ketiga kondisinya tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Kualitas proyek jalan ini sangat buruk, sementara kontraktor yang bertanggung jawab dalam pekerjaan itu sudah meninggalkan sebelum proyek dituntaskan.Kondisi jalan yang baru dikerjakan akhir tahun 2012 itu, kini banyak yang rusak sehingga pengguna jalan banyak yang mengeluh.Ironisnya lagi, seperti pekerjaan Jalan Lembah Berora-Salut yang seharusnya tuntas sebelum tahun 2012 berakhir, malah tersisa 1 km lagi yang belum di kerjakan pihak rekanan.

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH ketika dalam kunjungan kerjanya,Selasa (15/01/2013) melihat langsung kondisi jalan tersebut meminta kepada Kadis PU KLU H.Irman,ST memanggil kontraktor yang bertanggung jawab dalam pekerjaan tersebut untuk dimintai pertanggung jawabannya. Bupati mengingatkan kepada Kadis PU, agar semua rekanan yang pekerjaannya belum tuntas dan tidak bagus hasilnya supaya di blacklist saja dan di alihkan ke orang lain.”Kalau tidak bisa mengerjakan pekerjaannya hingga tuntas, jangan diberikan pekerjaan lagi dan ini merupakan catatan kita,”kata Bupati.

Kondisi jalan Sesait-Pendua memang sangat memprihatinkan.Hasil pekerjaan kontraktor local yang di percaya Pemda KLU melalui Dinas PU-nya kurang maksimal.Kondisinya disana-sini terdapat benjolan serta bergelombang dan bahkan banyak bebatuan yang berserakan akibat kurang bagus kualitas pemasangannya.
Kepala Desa Pendua Haerudin mengatakan, pengaspalan jalan Sesait-Pendua ini pihaknya pernah menyetop rekanan selaku yang bertanggung jawab dalam pengerjaan, karena tidak sesuai dengan harapan.Sehingga dirinya mengaku sudah sering menghubungi Dinas PU untuk mengadukan masalah ini.”Bayangkan saja, malamnya di aspal,paginya sudah rusak kembali, ”kata Haerudin polos di hadapan Bupati.

Haerudin mengatakan, jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Sesait dengan Desa Pendua itu adalah satu paket. Ketika jembatan itu dibongkar sudah agak lama, baru kemudian materialnya menyusul. “Inipun prosesnya agak lama dan lamban,”kata Kades Pendua yang berpenampilan rapi ini.

Hal serupa juga terjadi pada pengaspalan jalan Lembah Berora – Salut, yang seharusnya panjang jalan yang mesti di aspal adalah 3 km, namun oleh pihak rekanan mengerjakannya hingga 2 km. Jadi tinggal 1 km lagi yang harus di selesaikan oleh pihak kontraktor yang bertanggung jawab dalam pengerjaan ini.

Terkait dengan kondisi kedua jalan yang belum tuntas pengerjaannya itu,Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH meminta kepada masyarakat setempat ikut pula mengawasi proyek yang ada di wilayah mereka.Hal ini dibutuhkan karena memang nantinya masyarakatlah yang menikmati hasilnya.”Saya harapkan agar masyarakat juga ikut mengawasi,”tandas Bupati.(Eko)

Rabu, 16 Januari 2013

Bupati KLU Kunjungi 16 Titik Hasil Pembangunan di Kayangan

Kayangan,(SK),-- Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH bersama 14 Kepala SKPD lingkup Setda Kabupaten Lombok Utara melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau 16 titik proyek pembangunan di wilayah Kecamatan Kayangan,Selasa (15/01/2013).
Kunjungan kerja Bupati KLU tersebut di awali dari Dusun Sidutan Desa Kayangan.Di tempat tersebut, Bupati meninjau 30 unit bantuan rumah kumuh, yang merupakan program APBD II tahun 2011 sebanyak 10 unit dan tahun 2012 sejumlah 20 unit.Usai meninjau ditempat ini,Bupati bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Pendua.

Di Desa Pendua,Bupati meninjau jalan Sesait-Pendua. Ditempat ini, Bupati menilai hasil pengerjaannya kurang maksimal, disana-sini kondisinya bergelombang dan bahkan ada yang sudah hancur, tinggal bebatuan dan pasir serta kerikil saja. Melihat kondisi jalan ini,Bupati langsung memerintahkan Kadis PU KLU untuk melakukan langkah-langkah agar jangan memberikan lagi rekanan yang cara kerjanya asal-asalan alias tidak beres.”Jika perlu di blacklist saja,”tegas Bupati.

Terkait dengan kondisi jalan ini, Kepala Desa Pendua Haerudin dihadapan Bupati mengaku pernah menyetop rekanan yang mengerjakan jalan itu karena tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Haerudin mengatakan, jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Sesait dengan Desa Pendua itu adalah satu paket. Ketika jembatan itu dibongkar sudah agak lama, baru kemudian materialnya menyusul. “Inipun prosesnya agak lama,”kata Kades Pendua yang berpenampilan rapi ini,dengan menambahkan sangat menyayangkan sikap rekanan yang bertanggung jawab terhadap pengerjaan proyek tersebut, sangat lamban.
Hal serupa juga terjadi pada pengaspalan jalan Lembah Berora – Salut, yang seharusnya panjang jalan yang mesti di aspal adalah 3 km, namun oleh pihak rekanan mengerjakannya hingga 2 km. Jadi tinggal 1 km lagi yang harus di selesaikan oleh pihak kontraktor yang bertanggung jawab dalam pengerjaan ini. Melihat kondisi jalan ini, Bupati KLU meminta kepada Kadis PU KLU agar segera memanggil pihak rekanan yang bertanggung jawab dalam pengerjaan jalan tersebut.Bupati mengingatkan kepada Kadis PU, agar semua rekanan yang pekerjaannya belum tuntas dan tidak bagus hasilnya supaya di blcklist saja dan di alihkan ke orang lain.”Kalau tidak bisa mengerjakan pekerjaannya hingga tuntas, jangan diberikan pekerjaan lagi dan ini merupakan catatan kita,”kata Bupati, sambil mengingatkan kepada Kadis PU agar ketika nanti ada kegiatan PNPM supaya diarahkan saja ke gorong-gorong sedangkan jalannya nanti Pemda yang menangani.

Setelah meninjau jalan Lembah Berora- Salut, perjalanan pun dilanjutkan untuk melihat beberapa hasil kegiatan pembangunan, diantaranya kelompok ikan air tawar Salut, pengembangan tanaman holtikultura di Tampes, MCK Selengen, pembangunan Pavling blok di Desa Adat Gumantar, peralatan penyulingan minyak cengkeh di Santong, rabat jalan PNPM di Santong Asli,Mesin Las di Santong,pembuatan kerepek pisang di Santong,rehab dan RKB di SD 2 Santong,rumah Kompos di Desa Sesait dan SPAM IKK Kayangan.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, kunjungan kerja Bupati KLU ini bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi keseluruhan program pembangunan yang sudah di gelontorkan pada tahun 2012.”Keseluruhan hasil program pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 itu, Bupati menilai bahwa pada intinya cukup berhasil, hanya saja pengerjaan jalan Sesait – Pendua dan Lembah Berora – Salut pengerjaannya belum maksimal,”katanya.

Untuk itu, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH pada kesempatan tersebut mengajak seluruh masyarakat bersatu padu mendukung pemerintahan yang sekarang ini dan pelihara keamanan dan ketertiban agar KLU ini tetap aman.(Eko)

Rabu, 07 November 2012

Dinilai Berhasil Dukung Program PNPM-MPd, Desa Pendua Diusulkan Mendapatkan Award

Pendua,(SK),-- Tujuan dilaksanakannya Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) PNPM-MPd adalah sangat baik sekali manfaatnya.Karena yang merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasinya adalah masyarakat sendiri.
Demikian yang dikatakan Zainudin Sekretaris UPK Kecamatan Kayangan dalam pengantarnya pada acara MDST PNPM-MPd Desa Pendua, Selasa, (06/11/2012) yang berlangsung di aula Kantor Desa Pendua.

Dalam acara MDST PNPM-MPd Desa Pendua ini dihadiri oleh Camat Kayangan, PJOK, FK, FT, UPK, TPK, Kepala Desa Pendua, Kepala Dusun se Desa Pendua, BPD, LPM,TP.PKK,OMS,Kelompok Marginal,  Orang Miskin, KPMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama,tokoh Pemuda dan Kader Posyandu Desa Pendua.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya mengatakan, menyambut baik kegiatan MDST PNPM-MPd di Desa Pendua ini.”Hal ini harus di pahami oleh semua kita termasuk masyarakat yang menikmati langsung hasil program PNPM-MPd di daerah ini,”katanya.

Dikatakan, program fisik yang dijalankan PNPM-MPd ini adalah karena memang program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.Dimana untuk program pengaspalan jalan sepanjang 1 km akan dilaksanakan pada tahun ini.”Masih banyak masyarakat yang belum paham tentang program pembangunan ini, tidak mesti harus ‘sim sala bim,’ ini ada prosesnya,”kata Tresnahadi.

Dalam proses pembangunan di daerah ini seluruh masyarakat harus memahaminya dan prosesnya pun perlu bertahap sesuai dengan kemampuan daerah untuk membangun.Dengan adanya program PNPM ini, apa yang menjadi keperluan masyarakat di daerah, sangat di bantu oleh pusat.

Sementara itu, Kepala Desa Pendua Haerudin dalam pernyataannya mengharapkan agar pelaksanaan program PNPM-MPd dimasa mendatang ada peningkatan kwalitas,baik fisik maupun non fisik.

Dikatakannya, kegiatan fisik yang sudah dilaksanakan di Desa Pendua melalui kegiatan PNPM-MPd yang dimulai sejak tanggal 21 Mei 2012 sepanjang 1050 m jurusan Pendua Daya – Sengiang Pebuan tersebut menghabiskan dana 282.600.000,- kini sudah rampung.”Mudah-mudahan lanjutan jalan yang baru dibuka ini, ada tindak lanjutnya di masa mendatang,”harap Haerudin.

Ir.Rusli Fasilitator Kecamatan (FK) dalam MDST Desa Pendua tersebut juga mengatakan, pada tahun 2012 ini di canangkan tahun kwalitas dari pada pelaksanaan program PNPM-MPd.Sehingga sebelum pelaksanaan MDST ada beberapa syarat yang harus dilakukan, seperti adanya perencanaan,pelaksanaan dan hasil. “Perencaan nya seperti apa, kemudian bagaimana melaksanakannya, baru kemudian hasilnya seperti apa.Kalau sudah alur ini dilakukan, maka barulah di adakan MDST,”terangnya.

Dikatakan Rusli, bahwa ada salah satu UPK yang ada di NTB menyalah- gunakan dana SPP sebesar 1 M.Kasus ini, pelakunya disamping diwajibkan mengembalikan, juga di tuntut ke ranah hokum.”Jadi ini merupakan gambaran buat kita semua, bahwa untuk kedepan tidak boleh kita main-main dengan dana PNPM ini.Jangan sampai dana ini di gunakan oleh orang-orang yang tidak berkepentingan,”ingat Rusli.

Terkait dengan pelaksanaan program PNPM-MPd di wilayah Kecamatan Kayangan,Rusli mengaku pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pembukuan/Kas di UPK termasuk kelompok SPP di bawah.Untuk merangsang TPK-TPK dalam bekerja sebaik mungkin,pihaknya juga telah melakukan terobosan yaitu dengan memberikan penghargaan Award kepada TPK yang terbaik dan berprestasi dalam pelaksanaan MDST-nya berupa uang pembinaan sebesar 2 juta rupiah.Terkait dengan adanya permasalahan SPP yang pernah membelit UPK di Kecamatan Kayangan awal tahun ini, maka pihak PNPM telah membentuk tim penyehat pinjaman.”Ini untuk mengawasi dan membina para peminjam,”beber Rusli.

Untuk di ketahui, terdapat 57 (7,6 %) kelompok SPP yang bermasalah yang ada di Kecamatan Kayangan.Dan untuk menangani permasalahan ini diserahkan kepada tim yang sudah dibentuk beberapa waktu lalu.”Dengan adanya tim ini, paling tidak, bulan Desember 2012 mendatang sudah tidak ada masalah,”kata Rusli.

Dalam MDST Desa Pendua ini, dilaporkan juga oleh Ketua TPK Aslinudin tentang kegiatan fisik dengan pendanaan yang sudah di cairkan sebanyak 5 kali, namun besarannya bervariatif, berdasarkan kebutuhan yang dilaksanakan seimbang sesuai dengan progress di lapangan. Adapun realisasi fisik yang dimaksud, maka Aslinudin menyebutkan seperti pengerjaan talut (511 m), drainase (378 m), gorong-gorong ( 2 unit+pipa) maupun jalan (sepanjang 1.050 m dengan lebar 6,7 m). ”Semua ini bisa terlaksana dengan baik, tentunya berkat kerja sama serta dukungan dari semua pihak, sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan yang menjadi harapan,”katanya.

Keberhasilan pelaksanaan program PNPM-MPd di Desa Pendua ini tentu patut di acungi jempol. Pasalnya, menurut penilaian pihak PNPM, bahwa dukungan terbesar terhadap keberhasilan pelaksanaan program PNPM-MPd/GSc di wilayah Kecamatan Kayangan pada tahun 2012 ini adalah Kepala Desa Pendua.Oleh karena dinilai berhasil dukung Program PNPM-MPd, maka Desa Pendua wajar di usulkan untuk mendapatkan Award.

Dalam MDST Desa Pendua ini, terjadi pergantian Ketua TPK, dimana Ketua TPK Aslinudin mengundurkan diri dan secara aklamasi jabatan Ketua TPK Desa Pendua untuk periode mendatang di tunjuk Mardip. Sebagai ucapan terakhirnya, Aslinudin memohon maaf atas segala kekurangannya selama menjalankan tugas selaku Ketua TPK Desa Pendua, karena sebagai manusia biasa, katanya, tentu tidak luput dari kesalahan maupun kehilapan, baik di sengaja maupun tidak di sengaja.(Eko).

Sabtu, 03 November 2012

Penetapan dan Penanganan Lokasi Bermasalah PNPM-MPd

Kayangan,(SK),-- Penanganan masalah PNPM Mandiri Perdesaan dan program-program pendukung lainnya seperti PNPM-GSc, selalu di upayakan untuk ditangani oleh pelaku setempat, dimana permasalahan itu terjadi.
Demikian yang di katakana Ir Rusli Fasilitator Kecamatan (FK) Kayangan dalam pengantarnya pada saat berlangsungnya MAD SOS PNPM-MPd/GSc tingkat Kecamatan Kayangan,Selasa (23/10/2012) pekan lalu yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan.

Dikatakan, penyelesaian permasalahan yang terjadi oleh pelaku PNPM setempat dimaksudkan sebagai upaya dari pemberdayaan dari masyarakat, dimana masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi secara mandiri dikemudian hari.Ia juga mengatakan bahwa, untuk membantu upaya penanganan berbagai persoalan menyangkut PNPM tersebut, maka ditetapkan aturan main mengenai jenjang dan mekanisme penyelesaian dan penanganan masalah, mulai dari upaya-upaya yang bersifat informal/non litigasi hingga penanganan melalui jalur formal/ligitasi.

Selain itu,Ir.Rusli juga menyebut, untuk memudahkan dalam penanganan, maka ditetapkan strategi dengan penetapan lokasi menjadi dua ranah, yaitu lokasi potensi bermasalah dan lokasi bermasalah yang sesuai dengan jenjang wilayah (Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi).Penetapan lokasi potensi bermasalah dan lokasi bermasalah, menurut Ir Rusli adalah sebagai salah satu upaya penanganan masalah by punishment, dimana dalam jangka waktu tertentu apabila lokasi dimaksud tidak dapat mencapai target progress penanganan yang diharapkan.

Adapun tujuan ditetapkannya lokasi penangnan masalah menurut Ir Rusli adalah untuk mendorong upaya penanganan masalah di lokasi Kecamatan,Kabupaet dan Provinsi yang berdasarkan hasil evaluasi,progress penanganannya lamban dan berlarut-larut.Selain itu,lanjutnya, sebagai upaya pembelajaran kepada masyarakat dan pemerintah daerah tentang pentingnya arti tanggung jawab atas upaya pemebrdayaan, termasuk dalam penaganan masalah.

Sebagai dasar kebijakan dalam penanganan berbagai persoalan menyangkut program PNPM MPd dan program pendukung lainnya adalah di dasarkan pada SOP PPM (Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Pengaduan dan Masalah, yang telah di keluarkan melalui surat Dirjen PMD Nomor 337/3230/PMD tertanggal 15 Juli 2010 dan telah disempurnakan dengan surat Dirjen PMP nomor 414.2/4424/PMD tanggal 28 September 2010.

Dimana dalam SOP PPM tersebut disebutkan sanksi yang diberikan kepada pelaku PNPM di lokasi potensi bermasalah yang ditetapkan awal tahun itu, bahwa untuk Kecamatan, sanksinya penundaan penyaluran dana BLM kegiatan dari UPK ke desa atau ke rekening Pokja termasuk penundaan perguliran dana bergulir.Sedangkan pemberian sanksi terhadap lokasi bermasalah yang ditetapkan pada akhir tahun tersebut, untuk Kecamatan, maka tidak diperkenankan melakukan kegiatan pencairan dana BLM dari KPPN ke UPK dan penyaluran dana BLM kegiatan dari UPK ke Desa atau rekening Pokja. Penghentian program tahun berjalan dengan pencabutan alokasi dana BLM serta tidak dicantumkan lagi sebagai lokasi PNPM-MPd pada tahun anggaran berikutnya.

Untuk menghindari terjadinya berbagai persoalan permasalahan terhadap pelaksanaan kegiatan PNPM ini,Zainudin Sekretaris UPK Kecamatan Kayangan menghimbau kepada warga masyarakat untuk ikut ambil bagian mengawasi bagaimana proses pelaksanaan dari pelaku-pelaku PNPM di desa, karena potensi terjadinya berbagai masalah menyangkut persoalan kegiatan PNPM ini adanya di tingkat desa.Untuk mendukung hal tersebut maka di butuhkan tingkat partisipasi masyarakat, termasuk dari pelaku-pelaku PNPM di tingkat desa bersama-sama bersinergi melakukan sosialisasi tentang program PNPM yang masuk wilayah desa masing-masing.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan MAD SOS yang diselenggarakan itu adalah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan dan bahkan prosedur PNPM tersebut dilakukan secara Nasionall.Setiap program PNPM, sebelum dilaksanakan harus di sosialisasikan terlebih dahulu terhadap pelaku-pelaku di dalamnya sehingga bisa memahami tufoksinya.”Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini bisa mengetahui mekanisme dan tufoksi bagi pelaku-pelaku PNPM di Kecamatan Kayangan,”katanya.

Review pelaksanaan PNPM tahun 2012 bahwa besaran alokasi dana yang diberikan Kecamatan Kayangan dari tahun 2008-2012 sebanyak 13 M, yang diperuntukkan bagi lima kegiatan yaitu, Simpan Pinjam Perempuan (SPP),Kesehatan,Pendidikan,Sarana Prasarana dan Peningkatan Kapasitas. Hingga saat ini (tahun 2012) kegiatan PNPM-MPd untuk progress fisik mencapai mencapai 96,6 % sedangkan untuk progress dananya mencapai 91,94 %.

”Mudah-mudahan dengan alokasi dana PNPM yang sudah digulirkan di wilayah Kecamatan Kayangan tahun sebelumnya itu, ada peningkatan pada tahun 2013 mendatang, ”harapnya.

Pada kesempatan itu,Tresnahadi menghimbau kepada para Kepala Desa dan Kepala Dusun di wilayah masing-masing agar selalu mendorong pelaku-pelaku PNPM terutama TPK untuk segera menyelesaikan tugasnya sehingga pelaksanaan PNPM di daerah ini sukses.

Dalam MAD Sosialisasi PNPM-MPd Kecamatan Kayangan tersebut,Ketua UPK Kecamatan Kayangan Edy Kartono,SE mengatakan, prosentase tingkat perkembangan SPP UPK hingga Desember 2011 lalu sebesar 92,07 %. Dimana pada saat tutup buku, Desa yang paling besar tingkat pengembaliannya adalah Desa Pendua 97,05 % dan Desa Sesait 97,01 %. Namun demikian, dikatakan Edy Kartono,SE bahwa, walau tingkat pengembalian dana SPP itu tinggi, tetapi proses pengembalian inipun ada kalanya terjadi pasang surut. Artinya, ada peningkatan pengembalian dan ada juga yang macet pengembaliannya. Adapun desa yang paling rendah tingkat pengembaliannya adalah Desa Santong dan Desa Kayangan. Hal ini disebabkan karena memang jumlah kelompok peminjam di kedua desa ini lebih banyak.

Jumlah kelompok binaan UPK,PK dan KPMD adalah 259 kelompok, tetapi kelompok yang aktif berjumlah 200 kelompok dan yang macet 59 kelompok dari 8 desa yang ada di Kecamatan Kayangan.Kelompok SPP aktif binaan PK berjumlah 160 kelompok (80 %) dan yang macet 14 kelompok (20 %). Kemudian jumlah kelompok SPP binaan UPK yang aktif 40 kelompok (20 %) dan yang macet 36 kelompok (80 %), sedangkan jumlah kelompok SPP binaan KPMD yang aktif 28 kelompok dan yang macet 16 kelompok.

H.Marjan M.Nur Fasilitator Keuangan (Faskeu) Kabupaten Lombok Utara, (pengganti Faskeu sebelumnya Hasdiah Triana,SP yang dimutasi ke Lobar) keberadaannya baru 2 bulan bertugas di KLU ini memaparkan, ada beberapa sanksi yang akan diterima bagi para pelaku PNPM jika menyeleweng dalam melaksanakan program.

Pertama: bagi desa yang mendapat dana BLM dari PNPM-MP wajib mengikuti semua aturan/prosedur/progress yang berlaku di PNPM-MP.Apabila tidak melaksanakan salah satu dari progress yang telah di tetapkan dalam PTO, maka tidak akan di ikutsertakan dalam pelaksanaan PNPM-MP tahun berikutnya.

Kedua, bagi desa dengan jumlah dusun kurang dari 5 (lima), pada setiap musyawarah dihadiri oleh 6 (enam) orang wakil dari dusun dan tiga diantaranya adalah wakil perempuan (RTM), sedangkan bagi desa dengan jumlah dusun lebih dari 5 pada setiap musyawarah dihadiri oleh 3 orang wakil dusun dan satu diantaranya adalah wakil perempuan (RTM).Bila ketentuan ini tidak dilaksanakan maka musyawarah dapat di batalkan.

Ketiga, jika terjadi konflik, maka pendanaan akan di hentikan sementara sampai konflik tersebut terselesaikan dan apabila dalam batas waktu tertentu belum bisa terselesaikan maka desa tersebut termasuk desa bermasalah.

Keempat, apabila ada pelaku PNPM, baik ditingkat Kecamatan maupun desa yang menyalahgunakan dana BLM, maka akan dip roses secara hokum yang berlaku dan pelaku tersebut tetap di tuntut untuk mengembalikan dana tersebut serta yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat.

Kelima, apabila ada pelaku-pelaku PNPM baik ditingkat Kecamatan maupun desa yang tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan PTO, maka akan di evaluasi untuk segera diadakan pergantian melalui Forum Musyawarah Desa (FMD) maupun kecamatan.Selain itu,kata H,Marjan M.Nur yang sebelumnya bertugas di KSB ini menambahkan, tidak diperkenankan bagi desa untuk memotong dana program dengan alas an apapun.Bagi desa yang melanggar ketentuan tersebut akan diberhentikan pendanaannya. Kemudian, pada saat pengajuan dana ke UPK, wajib melampirkan dokumen yang lengkap sesuai dengan penggunaan dana yang sudah diambil.”Mudah-mudahan ketentuan ini bisa dilaksanakan oleh para pelaku PNPM,”harapnya.(Eko).

Jumat, 19 Oktober 2012

Pemantapan Pemetaan Digital, Peran KPMD Diperkuat

Kayangan,(SK),-- Dalam rangka meningkatkan peran Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Bappeda KLU kembali menggelar pemantapan pemetaan digital Map, Kamis,(18/10/2012).

Narasumber dari Bappeda KLU Habib mengatakan, kegiatan yang diikuti 48 orang KPMD dari 8 Desa yang ada diwilayah ini adalah untuk memperdalam peran KPMD dalam melaksanakan tugas pemetaan. Disamping itu, peran KPMD ini nantinya sangat penting keberadaannya, karena akan ikut memfasilitasi dan validasi data bersama Kepala Dusun diwilayahnya.Dimana pendataan data ini sudah di mulai awal Oktober 2012 ini dengan menggunakan format yang sudah di siapkan oleh Access.

Dikatakan, nilai tambah penyusunan database dan pemetaan sosial bagi Desa dan Kabupaten, menurutnya memiliki data yang selalu ter-up-date dan terintegrasi dengan sistem dan menjadi bahan untuk menyusun RPJMDes/RKPDes/APBDes.Sehingga Pemda mudah memadukan rencana Kabupaten dengan Rencana Desa.Disamping itu,ketika Desa memiliki data klasifikasi kesejahteraan sosial yang disepakati bersama dan memudahkan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, maka ditingkat Kabupaten akan mudah Pelaksanaan program pembangunan lebih efektif dan efisien.

Habib juga berharap agar validasi data yang telah betul-betul bisa di yakini kebenarannya, sehingga kedepan dapat dijadikan data terpadu dan bisa di gunakan untuk kepentingan lintas SKPD. Sehingga data yang diperoleh nantinya betul-betul data yang valid.Itulah sebabnya pada pertemuan satu hari yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan itu, pada intinya adalah untuk memperkuat peran KPMD dalam pemetaan digital.

Untuk mendukung kegiatan proses pendataan validasi data ditingkat desa untuk tahap kegiatan pertama dilakukan oleh Fasduk, KPM Desa didampingi Mitra (LSM) yaitu: Penggalian Data Desa dengan menggunakan alat kaji Klasifikasi Kesejahteraan (Penggalian indikator) dengan melibatkan masyarakat, Pendataan,Validasi Data,Klasifikasi Kesejahteraan,Pleno Klasifikasi Kesejahteraan di tingkat Desa.

Kemudian pada tahap berikutnya adalah Pembentukan Tim tehnis yang memiliki tugas Perekrutan tim tehnis (Pemda, LSM, KPM),Pelatihan tim tehnis (Pemda, LSM, KPM, PNPM) dan melakukan navigasi peta (lokasi objek ) yang ingin di gambar ( seperti: rumah, gedung kantor dll.).

Sementara itu,tim teknis pelaksanaan pemtaan digital di wilayah Kecamatan Kayangan Atmaja Gumbara,SP mengatakan,materi utama yang disampaikan dalam rangka pemantapan pemetaan digital tersebut, diantaranya pemberian pembekalan kaitannya dengan pengenalan program Open Street Map dan GIS (Geografis Information System). Disamping materi tersebut, menurut Atmaja Gumbara, termasuk cara penggunaan alat GPS, yaitu sebuah alat untuk menentukan titik koordinat suatu wilayah.

Dijelaskan, Teknis pemetaan yang di terapkan dalam pemetaan digital ini, setidaknya ada dua cara, yang pertama : KPMD dan tim teknis dalam memulai bekerja berkumpul di rumah Kepala Dusun untuk mengidentifikasi identitas penduduk yang menempati rumah-rumah sesuai yang ada di peta Map. Yang kedua, dengan membawa GPS melakukan Tracking ke obyek yang di tuju, dalam hal ini langsung menentukan titik koordinat di rumah penduduk dan di sesuaikan dengan data yang ada sebelumnya.

Data yang ada sebelumnya, kemudian di padukan dengan program Open Street Map dan Quantum GIS, sehingga data-data social yang isinya seperti biodata dan keadaan penduduk dapat di akses oleh setiap orang dengan menggunakan Peta Digital Map.

“Kedepannya, data tersebut di harapkan sebagai basis data yang terpadu, yang mengintegrasikan kepentingan lintas SKPD sehingga dapat digunakan dalam rangka percepatan pembangunan menuju Kabupaten Lombok Utara yang maju dan beradab,”tandas Atmaja Gumbara,SP (Eko).

Rabu, 10 Oktober 2012

TPK PNPM MPd Desa Kayangan, Serahkan Molen

Kayangan,(SK),-- Melalui Ketuanya Abdurahim Jumaidi,TPK PNPM MPd Desa Kayangan usai melakukan MDST Tahun Anggaran 2012, Selasa (09/10/2012) serahkan Molen kepada Pemerintah Desa untuk di kelola.
Menurut Abdurahim Jumaidi, ini sengaja di hibahkan kepada Pemerintah Desa Kayangan untuk dapat di manfaatkan oleh masyarakat desa, dengan cara bagi yang memanfaatkan alat ini mereka hanya di kenakan biaya pemeliharaan.”Jadi terserah kepada Pemerintah Desa yang mengaturnya, kepada siapa alat ini di berikan menggunakannya,”katanya.

Alat Mollen dengan peralatan lainnya seperti skop,ember,cangkul dan lainnya ini, bias di manfaatkan oleh siapa saja yang membutuhkan. Alat ini banyak sekali manfaatnya dalam membantu masyarakat menyelesaikan pekerjaannya dalam membangun.Seperti bangun jembatan,gorong-gorong,rabat jalan, bangun rumah, dan lain sebagainya. “Jadi siapa saja anggota masyarakat Kayangan yang memerlukan alat ini, silahkan menghubungi Pemerintah Desa Kayangan,”pinta Jumaidi.

Menurut Marwan (38) salah seorang tokoh muda Dusun Beraringan menyambut baik keberadaan Mollen ini untuk kepentingan warga.Selain itu, katanya, alat ini sudah teruji keberadaannya. Sebab pada bulan Mei-Juni 2012 lalu, alat ini pernah di gunakan untuk membantu proses pembuatan Jembatan Beraringan-Tanak Muat oleh TMD Mandiri hingga selesai.

Alat ini memang sangat memudahkan dalam membantu pekerjaan yang memerlukan tenaga banyak, sehingga dengan bantuan alat ini maka pekerjaan yang sebelumnya di rasakan sangat berat bisa, teratasi dengan tidak menimbulkan kendala yang berarti. Sehingga hasil yang diharapkan pun akan menjadi maksimal.(Eko).

 

MDST PNPM-MPd Desa Kayangan Dinilai Berhasil

Kayangan,(SK),-- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Desa Kayangan dinilai sangat berdampak positif karena telah berhasil melaksanakan program yang telah di tetapkan.
Kepala Desa Kayangan Jamaan Aspari dalam pengantarnya mengatakan, melalui berbagai kegiatan PNPM-MPd di Desa Kayangan ini telah memberikan dampak terhadap keberhasilan dan kemajuan daerah. Pasalnya, program PNPM-MPd tahun 2012 khususnya Desa Kayangan telah berhasil mengembangkan program pengerasan jalan Tanak Muat-Sejongga, dari rencana 600 m bisa dikembangkan menjadi 825 m. “Ini merupakan suatu hasil yang sangat baik karena bisa dikembangkan,”katanya.

Dikatakan, kegiatan PNPM dari sejak tahun 2009 hingga 2012 ini, secara keseluruhan dari hasil evaluasi pihak terkait, Desa Kayangan ini adalah salah satu desa yang terbaik dalam pelaksanaan program PNPM, jika di bandingkan dengan desa yang lainnya yang ada di Kecamatan Kayangan..

Kades yang berpenampilan biasa ini juga berharap agar program kegiatan yang dilaksanakan PNPM atau apapun namanya di masa mendatang, supaya tidak berakhir hingga disini. ”Teruskan program ini, karena manfaatnya sangat banyak dirasakan oleh masyarakat,”katanya berharap.

Segala bentuk data yang menyangkut tentang pelaksanaan program PNPM ini, diharapkan agar setiap akhir dari pelaksanaan kegiatan, dibuatkan semacam dokumen, sehingga ketika program nasional ini berakhir, bisa dijadikan data pembanding.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan MDST ini merupakan prosedur yang harus dilakukan oleh PNPM, tidak hanya ditingkat desa,Kecamatan dan Kabupaten/Kota, bahkan kegiatan tersebut dilaksanakan juga di seluruh Indonesia.

Tujuan diadakannya MDST ini selain untuk mengevaluasi program yang sudah dilakukan, juga sebagai ajang serah terima hasil pekerjaan program yang telah dilaksanakan pihak TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) di tingkat desa. Keberadaan PNPM-MPd dapat terus ditingkatkan di tengah-tengah masyarakat terutama ditingkat desa, yaitu dengan terus mengoptimalkan peranan guna memerangi kemiskinan di daerah ini.

Tresnahadi menilai, pembangunan yang dilaksanakan ditingkat desa (perdesaan) sangat penting artinya dalam rangka membangun masyarakat KLU seutuhnya.Karena menurutnya, sebagian besar masyarakat miskin yang nota bene 43,14 % di daerah Tioq Tata Tunaq ini berada di pedesaan.Oleh karena itu,Pemerintah melalui program PNPM-MPd ini memulainya dari tingkat desa,karena pembangunan desa dianggap tidak terpisahkan dari pembangunan nasional.

Kegiatan MDST PNPM-MPd untuk wilayah Kecamatan Kayangan, hingga saat ini baru empat desa dari delapan desa yang sudah menggelarnya.Diantara desa yang sudah melaksanakan MDST-MPd di wilayah Dayan Gunung ini antara lain desa Sesait,Santong,Pendua dan Kayangan. Sedangkan yang belum melaksanakan MDST ada empat desa, diantaranya, desa Dangiang, Gumantar, Salut dan Selengen.

“Saya menyambut baik bahwa desa ini cepat melaksanakan MDST,karena Tahun Anggaran 2012 ini akan segera berakhir pada bulan Desember, maka segala program yang masuk ke desa segera di selesaikan,“tandasnya.

Camat Kayangan di hadapan para peserta MDST yang terdiri dari pihak PNPM-MPd/GSC,FK,FT PNPM,PJOK, UPK, TPK, Kades, Kadus,PKK,BPD,LPM Desa Kayangan, berterima kasih kepada pihak PNPM-MPd,UPK,TPK karena telah mampu menyelesaikan program tahun 2012 ini, sehingga berdasarkan volume rencana rabat jalan Tanak Muat-Sejongga dari 600 m mampu dikembangkan menjadi 825 m dengan total anggaran biaya menghabiskan Rp.285.510.700. Sedangkan untuk SPP GSC untuk Desa Kayangan sebesar Rp.109.479.700, sehingga total anggaran PNPM MPd/GSC yang masuk ke Desa Kayangan sebesar Rp.394.984.400.

Dengan di bukanya jalan Tanak Muat-Sejongga ini, akses jalan menuju ke wilayah tersebut tidak harus memutar dulu melalui Sidutan maupun melalui Empak Mayong.Jadi sudah bisa di tempuh melalui jalan Beraringan menuju Tanak Muat-Sejongga.

“Secara pribadi saya sangat bersyukur dengan pembukaan akses jalan Tanak Muat-Sejongga ini, sehingga tidak harus memutar lagi jika kita mau ke wilayah tersebut,“puji Tresnahadi.

Selain pembukaan jalan Tanak Muat-Sejongga oleh PNPM-MPd ini, ada juga pengerasan jalan dari Empak Mayong-Sejongga.Melihat akses jalan ini sudah bagus, maka tentu selanjutnya secara perlahan Pemda yang akan bertanggung jawab untuk pengaspalannya.

“Intinya saya menyambut baik pelaksanaan MDST Desa Kayangan ini, mudah-mudahan bisa di terima oleh seluruh masyarakat, “tutupnya.(Eko)
 

Minggu, 30 September 2012

Sosialisasi PPIP, Libatkan 12 Desa di KLU

Kayangan,KLU (SK) - Sosialisasi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 22/9/12 yang berlangsung di aula kantor camat Kayangan diikuti oleh 12 desa.

Sosialisasi ini di hadiri Satker Provinsi NTB,Kadis PU KLU,Kabag Pembangunan setda KLU, Camat Kayangan, dan 12 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Kayangan dan Bayan.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, program ini sangat penting di ketahui oleh semua pihak terutama yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Kepala Dinas PU KLU H.Irman,ST mengatakan, desa yang menerima program PPIP dari APBNP TA 2012 terdiri dari 12 desa dari 33 desa yang ada di KLU.

Desa yang memperolleh dana tersebut yaitu 6 desa ada di Kecamatan Bayan antara lain Desa Loloan, Sukadana, Sambik Elen,Mumbul Sari,Akar-Akar dan desa Senaru. Untuk Kecamatan Kayangan yaitu desa Kayangan, Salut, Pendua,desa Selengen, Gumantar dan desa Santong.

Dikatakan, program ini terkesan mendadak, karenanya di ingatkan oleh Satker Provinsi NTB bahwa waktu pelaksanaan program ini sudah mepet sehingga segera di adakannya sosialisasi. Menurutnya, yang di butuhkan KLU saat ini dan segera dilaksanakan, adalah Infrastruktur jalan, air bersih dan listrik.

Sementara Satker Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui FP Yuhadi Sutri,SE mengatakan, penggunaan dana APBNP ini diserahkan sepenuhnya ke desa, sehingga awal Oktober 2012 ini sudah bisa di mulai pengerjaannya.

Fasilitator yang akan mendampingi selama program PPIP berjalan terdiri dari 3 fasilitator Pemberdayaan dan 3 fasilitator teknis. Fasillitator tersebut adalah Yuhadi Sutri,SE, Lukmanulhakim,SE, Titin,SP, Yulius Fasila,ST, Nadia,S.Kom,Nela Nestiati,ST.

Jatah untuk masing-masing desa dalam program PPIP yang dananya bersumber dari APBNP TA 2012 ini sebesar 250 juta rupiah.Dana ini akan dipergunakan untuk membangun infrastruktur sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas dari desa bersangkutan.

Kabag Pembangunan H.Sulfadli,SH mengatakan, untuk Kecamatan Bayan dan Kayangan yang mendapatkan program PPIP ini, ada yang mendapatkan dana reguler dan ada desa yang mendapatkan dana APBNP.

“Ini bukan proyek,tapi program pemerintah sehingga harus berhati-hati dalam menggunakan uang Negara. Hal ini dimaksudkan,untuk menghindari terjadinya penggunaan dana yang tidak pada tempatnya,”pungkas Zulpadli (Eko)

Minggu, 23 September 2012

Warga Sesait Gotong Royong Bangun Jembatan Lokok Drangga

Sesait,(SK),--- Pembangunan Jembatan Lokok Drangga yang menghubungkan Desa Dangiang,Desa Gumantar dan Desa Sesait, Selasa (18/09/2012) melibatkan warga Sesait,Tukak Bendu, Kebaloan,Lokok Bilok dan Lokok Sutrang.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan awal dari sebuah kemajuan suatu daerah yang selama ini masih terisolasi. Pembangunan Jembatan Lokok Drangga ini memang sudah lama di idam-idamkan oleh masyarakat setempat, terutama warga Sesait dan Kebaloan yang tinggal di seberang Lokok Drangga.

Keinginan warga masyarakat Sesait dan sekitarnya ini untuk memiliki jembatan penyeberangan di Lokok Drangga ini butuh waktu yang lama hingga terwujud.Sejak tahun 1940-an, warga masyarakat yang memiliki tanah ladang yang kini sudah menjadi sawah irigasi di seberang lokok Drangga ini, yang pada waktu itu masih sepi dan tidak terbayang di hati bahwa kelak di kemudian hari akan di bangun Jembatan di Lokok Drangga ini.

Melalui dana aspirasi DPRD KLU tahun anggaran 2012 sebesar 100 juta lebih akhirnya keinginan warga masyarakat Sesait untuk membangun jembatan penyeberangan  terwujud.Ini dibuktikan dengan dimulainya pengecoran perdana Selasa (18/09/2012) melibatkan warga Sesait,Tukak Bendu, Kebaloan,Lokok Bilok dan Lokok Sutrang dan dihadiri perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Kayangan.Selain itu, hadir pula salah seorang sesepuh tokoh adat gumi paer wet Sesait Djekat DW yang juga anggota DPRD KLU dari Fraksi Golkar.

Menurut Sutiawan (43) salah seorang tokoh masyarakat Desa Sesait ketika di temui di sela-sela kesibukannya ikut berbaur dengan warga masyarakat bergotong royong di lokasi pembangunan jembatan Lokok Drangga tersebut menyatakan, sangat mendukung dan menyambut baik program ini.Hal tersebut katanya karena dengan adanya program aspirasi seperti ini tentunya akan dapat menunjang kelancaran perekonomian masyarakat setempat.

Dikatakan, disamping dana aspirasi DPRD KLU yang dipergunakan untuk pembangunan jembatan Lokok Drangga ini, di harapkan juga ada bantuan pentalangan dana dari sumber lainnya,seperti dari ADD,PNPM dan lainnya.

“Kami harapkan agar program seperti ini terus berlanjut, karena di lihat dari manfaatnya sangat positif bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat setempat,”katanya.

“Memang ini yang harus di wujudkan oleh wakil kita di DPRD KLU.Jika program ini bisa berlanjut,saya yakin 5 tahun kedepan ekonomi mayarakat tentu semakin lebih baik, ”sambungnya penuh keyakinan.

Kepala Dusun Tukak Bendu Sukawadi mengatakan, pembangunan jembatan Lokok Drangga ini sangat bermanfaat bagi lancarnya perekonomian masyarakat di sekitarnya.Disamping itu,menurut Keliang yang kembali di percaya memimpin Dusun Tukak Bendu untuk periode yang kedua ini mengaku, dengan dibangunnya jembatan ini, maka Desa Sesait akan terhubungkan dengan tujuh jalur menuju empat desa terdekat lainnya, seperti Desa Dangiang,Desa Gumantar, Desa Desa Santong dan Desa Kayangan.

“Sudah tidak bisa di bayangkan, 5 – 10 tahun kedepan, bagaimana jadinya kemajuan daerah ini,”terangnya.
Sebagaimana diketahui bahwa, sumber dana untuk pembangunan Jembatan Lokok Drangga ini berasal dari dana aspirasi DPRD KLU yang diperuntukkan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Sehingga partisipasi masyarakat dalam pengerjaan pembangunan jembatan ini sangat tinggi.Ini terbukti dengan banyaknya warga masyarakat yang hadir dalam pengecoran minggu lalu.

Sukawadi mengatakan, menurut perkiraan PU bahwa pembangunan jembatan Lokok Drangga diperkiran menelan biaya lebih dari 200 juta rupiah, bahkan lebih dari itu.Tapi karena ini ada partisipasi dan dukungan dari seluruh masyarakat dalam pengerjaannya, maka Insya Allah pembangunan jembatan ini bisa selesai pada waktunya.

Diakui Sukawadi, dana aspirasi tersebut hanya untuk pengadaan material saja seperti batu,pasir,kerikil,semen,besi dan lainnya, selebihnya swadaya gotong royong masyarakat.Disamping itu, belum termasuk tanah urug untuk penimbunan yang diperkirakan lebih dari 300 dum truck tanah urug.Itu pun belum bisa di pastikan, kata Kemong yang ikut mendampingi Kadus Tukak Bendu di lokasi pengecoran Pembangunan Jembatan Lokok Drangga yang berukuran panjang 6 m x 3,5 m dan tinggi 3 m itu.

“Jalan ini adalah salah satu asset perekonomian Desa Sesait, dimana 70 % penduduk Sesait dan sekitarnya memiliki tanah sawah di sebelah timur Lokok Drangga ini,”jelas Suka.

Sekitar 50 m kea rah timur dari lokasi pembangunan Jembatan Lokok Drangga itu, Suka menyebutkan akan di bangun juga jembatan yang sama dengan sumber bantuan dana dari ADD tahun 2012 untuk termin kedua.”Ini adalah bentuk perhatian Pemerintah untuk mensejeahterakan rakyatnya,”katanya.(Eko).

Rabu, 29 Agustus 2012

Bupati KLU Ajak Warga Lendang Batu Bersatu Padu Dukung Program Pembangunan

Kayangan,(SK),--- Banyak cara yang dilakukan oleh para pejabat mendekatkan diri dengan masyarakatnya.Salah satunya adalah dengan melakukan kunjungan-kunjungan kerja, baik secara resmi ataupun tidak resmi.

Begitu pula yang dilakukan Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH, Jum’at (24/08) lalu melakukan kunjungan kerja yang pertama pasca bulan Ramadhan ke Mesjid Baitul Makmur Lendang Batu Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU.

Hadir mendampingi Bupati H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya kali ini Kabag Humas Drs Jumarep,Camat Kayangan Tresnahadi,S.Pt,Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos,Kasi Kesos Edy Sutrisno,SE,Kasubag Perencanaan Atmaja Gumbara,SP,Kepala Desa Kayangan Jamaan Aspari, Ketua BPD Kayangan Akh.Syahrudin,S.Pd,Penghulu Desa Kayangan H.Nurudin dan sejumlah undangan lainnya.

Dihadapan jama’ah Mesjid Baitul Makmur Lendang Batu, Bupati H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya mengatakan, maksud kedatangannya dalam kunjungan Safari Jum’at yang dilakukannya pasca bulan Ramadhan tahun ini adalah untuk yang pertama kali.Hal tersebut dilakukan untuk mendekatkan diri dengan masyarakatnya. Disamping itu untuk menyampaikan informasi berbagai program prioritas pembangunan yang telah,sedang dan akan dilakukan di gumi paer Dayan Gunung ini.

Dikatakan, segala program pembangunan yang dijalankan pemerintah, baik yang berskala kecil,sedang,maupun yang berskala besar, tidak mungkin akan berhasil dan terwujud jika tidak di dukung oleh seluruh masyarakat.Untuk itu Bupati berharap dan mengajak seluruh warga masyarakat Dayan Gunung yang terkenal taat dan religius ini untuk bersatu padu mendukung program pembangunan.

“Tolong bantu saya dalam proses pembangunan di KLU ini dengan cara bersatu padu,satukan hati, jangan bertengkar, sebab kalau kita ribut melulu, tentu proses pembangunan di daerah Tioq Tata Tunaq ini akan terganggu,”tegas Bupati.

Selanjutnya Bupati H.Djohan Sjamsu pada kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat Lendang Batu Desa Kayangan untuk menyatukan pendapat,persepsi dalam membangun KLU ini. Karena menurut H.Djohan Sjamsu bahwa jabatannya selalu Bupati KLU periode ini adalah merupakan jabatan amanah, maka dalam menjalankan tugasnya selaku Bupati, dirinya berharap juga agar menjadi amanah.

Di tegaskannya, KLU di usianya yang ke 4 tahun ini sudah banyak mengukir prestasi, diantaranya berdasarkan evaluasi pusat tentang program pembangunan yang dilaksanakan selama ini, dari 57 Kabupaten/Kota se Indonesia, KLU menempati urutan ke 6 dalam hal keberhasilan pembangunannya.”Ini patut kita syukuri, karena ini adalah tidak terlepas dari keikutsertaan dan peran serta seluruh masyarakat KLU dalam mendukung proses pembangunan di daerah ini,”puji Bupati.

Namun yang menjadi PR KLU yang hingga kini belum tertuntaskan, menurut Bupati adalah masalah tapal batas antara KLU dan Lobar. Tentang masalah ini, Pemerintah KLU telah menyerahkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk menengahi.

Selain itu terang Bupati, yang menjadi PR KLU selanjutnya adalah masalah Asset Lombok Barat yang berada di wilayah KLU. Mestinya, katanya apapun yang menjadi asset milik Pemda Lobar yang ada di KLU harus diserahkan kepada Pemda KLU.

Selanjutnya yang menjadi PR KLU berikutnya adalah masalah kemiskinan, dimana 43,14% dari 234.000 penduduk KLU berdasarkan statistic tergolong miskin.Justeru dengan ini banyak program pengentasan kemiskinan yang diberikan pemerintah pusat kepada KLU. Sehingga langkah-langkah untuk mengentaskan kemiskinan di daerah ini telah banyak dilakukan, seperti membentuk kelompok nelayan,kelompok pedagang bakulan,kelompok pertanian dan sebagainya yang hingga kini semua sudah berjalan.

Disamping pokus pada kemiskinan, Pemda KLU juga mempokuskan pada bidang kesehatan.Dimana pada tahun ini akan dibangun berbagai fasilitas kesehatan, diantaranya di Kayangan akan dibangun Puskesmas di daerah Santong, kemudian di Bayan juga dibangun Puskesmas di senaru,lalu di Pemenang akan dibanguna Puskesmas di daerah Pandanan Nipah. Selain itu di pusat kota Tanjung juga akan dibangun sarana kesehatan yang lebih besar yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan dua tipe yaitu tipe A dua lantai dengan biaya APBD KLU sebesar 10 M dan tipe B juga lantai dua dengan biaya APBN 9 M. “Ini menjadi PR kita yang belum tuntas hingga saat ini,”terangnya.

Semetara itu untuk mendukung berbagai fasilitas kesehatan yang dibangun tersebut, Pemerintah Daerah KLU juga telah membantu 9 orang putra putri terbaik KLU untuk kuliah di Fakultas kedokteran (Unram dan Brawijaya) dengan diberikan support dana stimulant masing-masing berkisar sebesar 25 – 30 juta rupiah.

“Keinginan kita harus ada putra asli Dayan Gunung yang menjadi dokter, tentu nantinya yang akan mengisi di RSUD ini, sehingga kedepan dokter yang asli KLU ini akan dapat melayani masyarakat KLU sendiri, jadi tidak perlu kita inpor dari daerah lain,”jelas Djohan Sjamsu.

Dalam menyampaikan aspirasi,Bupati juga tidak mengharapkan adanya demo, jika ada masalah dan keinginan yang perlu disampaikan, katanya, silahkan datang ke rumah dinasnya. Pada kesempatan itu, sebagai Bupati memberikan bantuan dana stimulant sebesar 5 juta rupiah kepada Ta’mir Mesjid Baitul Makmur Lendang Batu Desa Kayangan.”Mudah-mudahan dana ini bermanfaat,”kata Bupati singkat.(Eko).
 

Kamis, 26 Juli 2012

PNPM Kobarkan Semangat Gotong Royong

Kayangan,(SK),--Sabtu,21 Juli 2012 hampir seluruh warga Dusun santong Asli dan Gubuk Baru Desa Santong Kecamatan Kayangan Lombok Utara beramai-ramai turun kejalan tetapi mereka tidak membawa spanduk atau pamphlet untuk protes melainkan mereka membawa sekop, pacul, ember dan sebagainya, mengapa demikian? Karena mereka bukan turun jalan untuk melakukan aksi demo melainkan mereka melakukan aksi gotong royong menyelesaikan kegiatan pengecoran rabat jalan Dusun Santong Asli Desa santong Kecamatan Kayangan.
Dalam kegiatan tersebut Nampak pula sejumlah tokoh masyarakat, seperti Kepala Desa, Ketua BPD dan sejumlah kepala Dusun lainnya bahkan hadir pula sekitar 10 orang mahasiswa dari Universitas Mataram yang kebetulan sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) di Desa santong. Sejumlah tokoh ini sengaja diundang untuk memberikan motivasi kepada warga agar lebih bersemagat bergotong royong, demikian diungkapkan oleh Sirman ( 41 th ) Kepala Dusun Gubuk Baru.

Ketika ditemui Penulis Kampung Media, Salikin ( 43th ) Kepala Dusun Santong Asli mengungkapkan “ kami merasa cukup bangga dengan semangat gotong royong dari warga kami, mereka masih memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan juga mungkin karena apa yang mereka kerjakan ini demi kepentingan kita bersama, sehingga jalan ditempat ini menjadi bagus tidak lagi rusak, karena dulunya jika musim hujan tiba maka jalan ditempat tersebut menjadi saluran air sehingga timbunan dari pengerasan jalan yang pernah dilakukan dulu hancur berantakan dan warga tidak bisa melalui jalan tersebut karena tanah dijalan tersebut merupakan tanah liat”.

Sementara itu” Muhakim” kepala Desa Santong juga mengungkapkan “ kegiatan rabat jalan ini merupakan bagian dari proyek Drainase saluran kiri kanan jalan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Pedesaan ( PNPM-MPd) yang berlokasi di Dusun Santong Asli Desa santong, jadi saya merasa puas dengan apa yang dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) karena bisa melibatkan warga untuk berpartiispasi melaksanakan kegiatan seperti ini, itu artinya warga bisa ikut mengontrol pelaksanaan kegiatan lebih transfaran dan berkwalitas”.

Ditempat yang sama Suryadi ( 34 ) Ketua TPK-PNPM Desa Santong juga menjelaskan “ Proyek ini merupakan kegiatan yang didanai dari PNPM-MPd Tahun Anggaran 2012 dengan jenis kegiatan Drainase yang berlokasi jalan Perkampungan Dusun Santong Asli, Volume Proyek Drainase sepanjang 825 meter, Nilai Kegiatan sebesar Rp. 262,819,500 (Dua ratus enam puluh dua juta delapan ratus Sembilan belas ribu lima ratus rupiah ), DO UPK Rp. 5,533,000 ( Lima juta lima ratus tiga puluh tiga ribu rupiah) DO TPK Rp. 8,299,600 ( Delapan juta dua ratus Sembilan puluh Sembilan ribu enam ratus rupiah ) dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari. Jadi kami bekerja setransfaran mungkin kepada warga dan juga rekan pengurus agar tidak saling mencuriga dalam pelaksanaan kegiatan ini, karena semua ini demi kemaslahatan kita bersama, untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang berkwalitas dan kegiatan bisa sukses”. Yudik