Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2013

Rakorcam Kesehatan Tekankan Membentuk TSBD

Kayangan,(SK),-- Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, melalui Puskesmas Kayangan menggelar rapat koordinasi (rakor) kesehatan tingkat Kecamatan Kayangan yang berlangsung, Kamis (26/09/ 2013) di aula Kantor Camat Kayangan.

Menurut Kepala Puskesmas Kayangan Yartip,A.Md.Kes dalam kesempatan itu mengatakan, rapat koordinasi yang di gelarnya tersebut merupakan tindak lanjut dari rakor kesehatan yang pernah digelar sebelumnya, yaitu pada tanggal 14 Maret 2013 lalu.Hal ini dilakukan, menurut Yartip yang pernah bertugas di Bayan sejak tahun 1994 hingga di percaya mengemban tugas sebagai Kepala Puskesmas Kayangan yang baru menggantikan dr Encuk Sukandi yang di tarik ke Dikes tersebut, pada intinya bahwa rakorcam kesehatan yang di selenggarakan sehari itu adalah dimaksudkan untuk membangun komitmen bersama terkait dengan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan bagaimana mengantisipasi permasalahan terkait masalah kesehatan.
Dikatakan, dalam rakorcam kesehatan yang di selenggarakan tanggal 14 Maret 2013 lalu, telah di sepakati akan membentuk Tim Siaga Bencana Desa (TSBD).Namun hingga saat ini, pihak Kecamatan belum menerima laporan dari masing-masing desa, apakah hasil rakorcam kesehatan itu sudah di realisasikan atau belum. ”Itu belum kami terima laporannya,”katanya.
Untuk itu, Kepala Puskesmas Kayangan asal Tanjung ini berharap, bagi desa yang belum membentuk TSBD, maka segeralah membentuknya. Karena keberadaannya sangat penting dan sangat di butuhkan.
Camat Kayangan yang di wakili Sekcam Sukadi,S.Sos dalam sambutannya mengatakan hal senada dengan Kepala Puskesmas Kayangan bahwa TSBD itu nantinya dalam menjalankan tugasnya akan selalu berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun dengan leding sektor terkait. TSBD tersebut keberadaannya berada ditingkat desa. “TSBD inilah yang selalu berkoordinasi dengan pihak terkait jika terjadi bencana termasuk masalah kesehatan,”tandas Sukadi asal Tanjung ini.
Untuk diketahui semua pihak bahwa pada tahun ini Puskesmas Kayangan sudah mulai di bangun yang lokasi pembangunannya bersebelahan dengan Kantor Camat Kayangan. Pembangunan Puskesmas Kayangan yang baru ini adalah untuk mengganti bangunan Puskesmas sebelumnya yang saat ini keberadaannya sudah tidak layak dari segi sanitasi lingkungannya karena disamping terlalu mepet dengan jalan raya, juga rawan di landa banjir ketika terjadi pada musim penghujan. Selain itu, kata Sukadi, hal itu dilakukan pihak Dikes KLU adalah untuk mengantisipasi menyempitnya lokasi pelayanan kesehatan. Sehingga dengan di bangunnya gedung baru Puskesmas Kayangan ini, praktis gedung Puskesmas Kayangan yang lama akan di pindah dan gedung yang lama rencananya akan di jadikan Pustu.
Sudah menjadi sebuah kesepakatan pihak Dikes KLU telah membagi wilayah kerja bagi 2 buah Puskesmas yang ada di Kecamatan Kaynagan yaitu Puskesmas Kayangan dan Puskesmas Santong. Puskesmas Kayangan akan melayani 5 desa, yaitu Desa Kayangan,Desa Selengen,Desa Dangiang, Desa Gumantar dan Desa salut. Sedangkan untuk Puskesmas Santong akan melayani untuk 3 desa, yaitu Desa Santong, Desa Pendua dan Desa Sesait.(Eko)

Jumat, 26 April 2013

Dikes KLU Gelar Sosialisasi PTM

Kayangan,(SK),-- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang penyakit tidak menular (PTM) yang selalu menunjukkan adanya peningkatan kasus di masyarakat dan bahayanya akan penyakit tersebut, maka Dinas Kesehatan KLU, Jum’at (19/04/2013) menggelar sosialisasi di Kecamatan Kayangan.
Sosialisasi PTM yang berlangsung satu hari di aula Kantor Camat Kayangan tersebut melibatkan 20 orang peserta yang terdiri dari Kepala Desa, Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat se-Kecamatan Kayangan.Sementara dari Dikes KLU selaku narasumber tampak hadir mendampingi Kepala Dinas Kesehatan KLU dr.H.Benny Nugroho S, diantaranya Naspudin,H.Bahrudin,SKM, Andi dan lainnya.
Camat Kayangan Tresnahadi dalam arahannya mengajak semua peserta sosialisasi untuk mengikuti kegiatan dimaksud dengan serius, karena hal ini penting untuk di ketahui dan di pahami oleh setiap orang.
Dikatakan,sosialisasi penyakit tidak menular ini dilakukan pihak Dikes, karena penyakit tersebut saat ini greetnya sedang naik.Banyak penyakit tidak menular yang menimbulkan kematian. Diabetes Melitus misalnya walaupun kelihatannya sederhana, namun bisa menimbulkan kematian jika tidak segera di tangani pihak yang memang ahli dibidang itu.
Sementara Naspudin selaku narasumber menjelaskan bahwa, pada umumnya penyakit diabetes ini ditemukan di daerah perkotaan, banyak yang menganggap bahwa penyakit diabetes ini adalah penyakit keturunan, padahal dari sejumlah penderita penyakit ini, masih sedikit yang tercatat disebabkan oleh faktor keturunan.

Penyakit diabetes pada umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak terkontrol atau sebagai efek samping dari pemakaian obat - obatan tertentu. Kebiasan hidup sehari - hari juga sangat mempengaruhi orang terkena diabetes.
Adapun pengertian dari Diabetes Melitus (Kencing Manis) adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Insulin adalah hormon yang dilepas oleh pangreas, yang merupakan zat utama yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang tepat. Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau di simpan sebagai cadangan energi.
Faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena Diabetes adalah:
1. Faktor keturunan
2. Kegemukan/Obesitas biasanya terjadi pada usia 40 tahun
3. Tekanan darah tinggi
4. Angka triglycerid (salah satu jenis molekul lemak) yang tinggi
5. Level kolesterol yang tinggi
6. Gaya hidup moderen yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
7. Merokok dan stress
8. Terlalu banyak konsumsi karbohidrat
9. Kerusakan pada sel pangreas
Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi, itu sebabnya penderita diabetes melitus umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar. Adapun gejala umum yang dirasakan oleh penderita diabetes adalah:
1. Banyak kencing terutama pada malam hari
2. Gampang haus dan banyak minum
3. Mudah lapar dan banyak makan
4. Mudah lelah dan sering mengantuk
5. Penglihatan kabur
6. Sering pusing dan mual
7. Koordinasi gerak anggota tubuh terganggu
8. Berat badan menurun terus
9. Sering kesemutan dan gatal - gatal pada tangan dan kaki
Gejala tersebut merupakan efek dari pada kadar gula darah yang tinggi, yang akan mempengaruhi ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan untuk mengencerkan glukosa sehingga penderita sering buang air kecil dalam jumlah yang banyak. Dari akibat ini penderita merasa haus yang berlebihan sehingga banyak minum. Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkonsumsikan hal ini, penderita sering kali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengobati diabetes adalah mengendalikan berat badan, olah raga dan diet. Tujuan dari pengobatan diabetes tersebut adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal.
Selain penyakit tidak menular, ada juga penyakit yang menular, diantaranya malaria,TBC dan sebagainya.Di KLU, penyakit menular dewasa ini sudah mengalami penurunan yang drastis. Dari sampling 750 orang penduduk di Dusun Panggung Desa Salut Kecamatan Kayangan KLU oleh pihak Dikes KLU beberapa waktu lalu, tidak ditemukan gejala penyakit malaria. ”Ini yang menjadi tren dan yang membuat Dikes KLU naik greet,”terang Naspudin.
“Penyakit tidak menular, memang kedengarannya sepele,tapi sekali saja kena dengan penyakit ini bisa mengakibatkan kematian, karena tidak bisa
disembuhkan,”tambahnya.(Eko)

Kamis, 14 Februari 2013

Puskesmas Kayangan & KKN Unram Beri Penyuluhan HIV/AIDS dan Narkoba

Kayangan SK--, Petugas kesehatan dari Puskesmas Kayangan bekerja sama dengan mahasiswa KKN Unram Memberikan penyuluhanTindakan Antisipatif terhadap bahayanya penyakit HIV/AIDs dan penyalah gunaan Narkoba kepada para Siswa SMAN 1 Kayangan.
 Pada kesempatan itu hadir Tiga orang Narasumber yaitu Muhammad Kasim, S.KM, dr. Gracia Lilihata, dan dr. Baiq Mustiaghisni. Kepada para siswa dan peserta yang hadir, Para petugas kesehatan dari puskesmas Kayangan yaitu secara bergiliran menyampaikan materi tentang dampak Negatif dan mudhorat dari seks bebas dan dampak neganif penyalah gunaan Narkoba.

Dikatakan oleh Muhammad Kasim, S.Km dalam materinya, HIV/AIDS merupakan Virus yang menyebabkan lumpuhnya kekebalan tubuh manusia dan kumpulan gejala yang diakibatkan lumpuhnya sistim kekebalan tubuh seseorang secara akibat digerogoti oleh virus-virus.
Penyakit HIV/AIDS ini dapat dengan mudah menular melalui transfuse darah, melaui airman atau hubungan seks bebas bagi yang suka gonta ganti pasangan. Dari hubungan seks ini terjadi kontak langsung antara air mani yang terpancar dari penis dengan cairan serviks/ vagina wanita, penularan juga dapat melalui pemberian air susu ibu (ASI). Seorang ibu yang terjangkit ini dapat dengan mudah menularkan penyakitnya kepada bayi susuannya.

Berdasarkan hasil penenelitian menunjukkan sesuatu yang hal mengagetkan karena Peningkatan kasus baru HIV/AIDS di Indonesia adalah yang tercepat di Asia dibandingkan dengan Negara-negara lainnya. Berdasarkan usia hasil penelitian tersebut menunjukkan persentase penderita HIV/AIDS pada Usia 20-29 tahun : 45,5%, Usia 30-39 tahun : 29,1 %, dan Usia 40-49 tahun : 11,9 %.

Diantara tanda-tanda atau gejala HIV/AIDS Kasim menjelaskan, tubuh demam anget-anget, Sariawan berulang, Jamur di mulut, Diare berulang dan lama, hingga 3 bulan atau lebih, Berat badan menurun drastic, Batuk-batuk berkepanjangan. “ Untuk itu jagalah nikmat Allah pada diri kata ini berupa kesehatan jasmani dan rohani yang sangat mahal harganya, jangan disia-siakan karena sesungguhnya setiap setiap orang yang kufur terhadap nikmat Allah pasti akan mendapatkan siksanya”serunya.

Tindakan antisipatif terhadap kemungkinan terjangkit HIV/AIDS ini lanjut Kasim adalah tanggung jawab masing-masing. waspada terhadap diri sendiri, terlebih lagi ditengah kemelutnya kemajuan zaman,yang begitu mudah menyeret kejurang kehinaan itu. “jangan melakukan hubungan seks diluar nikah, setialah terikat hanya dalam hubungan seksual yang sah melaui akad nikah, sedapat mengkin menghindari transfuse darah yang belum diskening, dan jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian” tegasnya.

Selanjutnya, penyampaian materi terkait tentang Narkoba dr. Gracia lilihata menjelaskan Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.

Dikalangan para pakar kesehatan Narkoba memiliki banyak kegunaan dan manfaat. Narkoba jenis Narkotika biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. “Zat ini bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis”
Narkoba jenis psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku"

Dan Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah Rokok, Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkdan Zaan dan menimbulkan ketagihan, Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan.

Dijelaskan Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik.

Psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.

“Faktor-faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahgunaan obat terlarang. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahgunaan narkoba. Hal ini harus dipelajari Kasus demi kasus”jelasnya.
Sementara tanda-tanda fisik sebagai akibat penyalahgunaan Narkoba, dr. Baiq. Mustiaghisni menjelaskan para pecandu narkoba dapat dilihat dan diamati melalui banyak hal. Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik)

Dalam kehidupan keluarga pecandu Narkoba dapat dilihat dan diamati melaui berbagai tingkah dan perubahan perilaku. Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke disko, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk.

Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat; mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsi kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.

Maka dalam hidup ini sikap waspada merupakan sebuah keharusan sebelum segala sesuatunya terjadi, tindakan antisipatif perlu di lakukan dan menjadi tanggung jawab personal, keluarga, dan para stik holder dari tingkat atas sampai kebawah.

“Sebenarnya juga tidak sedikit para pengguna narkoba ingin lepas dari dunia hitam ini. Akan tetapi usaha untuk seorang pecandu lepas dari jeratan narkoba tidak semudah yang dibayangkan. Utulah bukti nyata maha kuasanya Allah menjadikan segala sesuatu memiliki manfaat dan mudhoratnya bagi hambanya yang mau berfikir”katanya.

Pantauan wartawan media ini, para siswa-siswa dan anggota KKN Unram yang mengikuti kegiatan tersebut sejak awal hingga berakhir tetap semangat, karena beitu pentingnya ilmu tentang betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS dan bahayanya penyalah gunaan narkoba ( MTQ)

Selasa, 27 November 2012

Dikpora dan Dikes KLU Kerja Sama Dalam Program BIAS

Gumantar (SK)--, Murid Sekolah Dasar (SD) sekabupaten Lombok Utara diberikan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).Salah satu sekolah yang mendapatkan program ini adalah SDN 5 Gumantar Kecamatan Kayangan. Para murid diberikan imunisasi dengan cara disuntikan dibagian bokong dan lengan oleh para petugas kesehatan dari puskemas Kayangan. 

Dikonfirmasi, Ketua tim petugas Kesehatan Puskesmas Kayangan Mulyanim mengatakan “ Kegiatan ini adalah program dinas pendidikan pemuda dan olah raga dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para murid khusus kelas awal yaitu kelas 1,2 dan 3 agar tetap terjaga kesehatannya dan kebal dari berbagai serangan penyakit”

“Program ini diturunkan pemerintah dengan harapan semoga Kabupaten Lombok Utara ini dapat sedikit demi sedikit meningkat dari segi pendidikan dan kesehatannya. Karena pendidikan dan kesehatan merupakan barometer yang paling utama dalam peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM),katanya.

Selain itu juga yang menjadi factor peningkatan IPM adalah Ekonomi. Ketiganya tidak dapat dipisahkan karena jika kesehatan rendah maka tingkat intelektualitas juga rendah jika tidak segera dilakukan tindakan solutif maka akan member pengaruh juga terhadap perkembangan ekonomi .

“Hal inilah yang menjadi perhatian semua pihak baik pemerintah maupun Masyarakat, Program Bias ini perlu diberikan apresiasi yang tinggi kepada dikpora dan Dinas Kesehatan KLU ini” (MTQ)

Kamis, 11 Oktober 2012

TPK PNPM - MPd Desa Santong Bangun 2 unit MCK

Santong ( SK ) – Ketua Pelaksana Kegiatan ( PK ) PNPM-GSC Desa Santong, Saprudin, S.Pd mengungkapkan kebanggaannya atas antusias warga dalam merealisasikan program PNPM Generasi Sehat dan Cerdas ( GSC ) di Dusun Mekarsari dan Santong asli Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.
Hal ini diungkapkannya disela-sela pembuatan 2 unit fasilitas mandi cuci kakus (MCK) untuk dua kelompok masyarakat di Desa Santong, akhir pekan lalu. “Melihat antusias dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini patut kita apresiasi, karena sasaran dari program PNPM-GSC ini memang untuk pemberdayaan, Biaya Pembangunan MCK ini bersumber dari PNPM-GSC tahun 2012 sebesar Rp. 32.535.450 – untuk 1 Unitnya dengan waktu Pelaksanaan pembangunan 45 hari” ujar Saprudin.

Menurut Saprudin, pembuatan 2 MCK di Desa Santong ini setelah pihaknya menerima usulan dari masyarakat setempat dan setelah di lakukan survey ternyata memang layak dibangun di lokasi tersebut. Karena sebelumnya warga melakukan kegiatan mandi, mencuci dan buang air besar hanya dilakukan ditempat terbuka bahkan di aliran sungai dan tentu saja dampaknya sangat mencemarkan

“Setelah kita menerima usulan dari masyarakat tentang apa keinginan dan kebutuhan mereka, kita langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisinya ternyata memang di lokasi tersebut layak untuk dibangun MCK ini, karena kita lihat dirumah-rumah penduduk disekitar lokasi tersebut masih banyak sekali yang tidak memiliki fasilitas MCK,” ujar Saprudin.

Untuk satu unit MCK ini dimanfaatkan dan dikelola oleh sekitar 20 Kepala keluarga yang ada di Dusun Mekarsari dan yang satu unitnya lagi di Dusun Santong Asli. “Mereka ini lah nanti yang bertanggung jawab terhadap perawatan MCK, dan untuk perawatannya kita sarankan kepada mereka untuk membuat jadwal gotong royong setiap minggunya,” papar Saprudin.

Disamping pembuatan 2 unit MCK, di lokasi tersebut juga diakukan kegiatan peningkatan Rabat jalan sepanjang 200 meter dan pengerjaan Drainase sepanjang 825 meter, Nilai Kegiatan sebesar Rp. 262,819,500 (Dua ratus enam puluh dua juta delapan ratus Sembilan belas ribu lima ratus rupiah ), DO UPK Rp. 5,533,000 ( Lima juta lima ratus tiga puluh tiga ribu rupiah) DO TPK Rp. 8,299,600 ( Delapan juta dua ratus Sembilan puluh Sembilan ribu enam ratus rupiah ) dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari.

Sementara itu Kepala Desa Santong,” Muhakim”, juga sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga masyarakat,. Oleh sebab itu dirinya sebagai pemimpin masyarakat Desa Santong menghimbau kepada seluruh warga untuk ikut berpartisipasi mensukseskan program PNPM ini. Apalagi Desa Santong salah satu Desa percontohan dalam pelaksanaan Kegiatan Program PNPM di Kecamatan Kayangan. (Yudik)
 

Rabu, 10 Oktober 2012

PNPM GSC Gelar Pelatihan Kader Posyandu

Kayangan,(SK),-- Sebagai langkah awal peningkatan pengetahuan bagi kader Posyandu di wilayah Desa Kayangan, pihak PNPM GSC kembali menggelar pelatihan,Rabu (10/10/2012) di aula Kantor Desa Kayangan.
Pelatihan khusus bagi kader-kader posyandu yang diikuti 70 orang tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang kesehatan ibu hamil dan bayi.Ini penting dilakukan karena memang sudah menjadi kewajiban bagi para kader untuk mengetahuinya.

Menurut Ketua TPK PNPM GSC Desa Kayangan Abdurahim Jumaidi mengatakan, pelatihan kader posyandu yang diselenggarakan bekerja sama dengan pihak Puskesmas Kayangan ini berlangsung selama 3 hari.Selama pelatihan ini berlangsung, pihaknya berharap agar para kader yang di utus oleh Pemerintah Dusun untuk mengikuti kegiatan pelatihan dimaksud, agar mengikutinya dengan serius,tekun,tertib dan lancar, sehingga ilmu yang di peroleh dari para narasumber dapat dimiliki sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai tenaga yang menangani Posyandu.

Dikatakan Jumaidi, pelatihan kader posyandu ini penting dilakukan karena masih banyak kader-kader posyandu wilayah ini yang belum faham bagaimana cara mengatasi penanganan dalam bidang kesehatan, terutama kesehatan ibu hamil dan bayi.Selain itu,katanya, pengetahuan para kader selama ini masih dirasakan sangat kurang, sebagian hanya mampu mengisi KIA saja.

Senada dengan Jumaidi, salah seorang rekannya Ahudianto dari TPK PNPM MPd Desa Kayangan, juga berharap sama agar pada pelatihan kader posyandu yang cukup menyita waktu bagi para kader ini, perlu dilakukan.Hal ini penting artinya bagi peningkatan pengetahuan bagi para kader posyandu yang memang bertugas untuk itu, sehingga dengan demikian tugas dan fungsinya selaku kader akan sejalan dengan apa yang menjadi kewajibannya dalam menangani posyandu di wilayah masing-masing.

Diakui Ahudianto, bahwa memang masalah kader posyandu ini adalah menjadi tanggung jawab TPK PNPM MPd dalam mengelolanya.Namun setelah terbentuknya PK (Pelaksana Kegiatan) yang dibawah pimpinan Jaya Trisnabakti,S.Pd, maka secara keseluruhan tugas penanganan Posyandu Desa Kayangan ini di serah terimakan.

Kepada para narasumber yang terdiri dari para bidan yang berasal dari Puskesmas Kayangan, Ahudianto mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini.

Harapan yang sama juga datangnya dari Pemerintah Desa Kayangan Jamaan Aspari. “Saya, selaku Kepala Desa Kayangan berharap semoga prestasi yang dimiliki oleh para kader dan PK (Pelaksana Kegiatan) selama ini bisa dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan lebih baik lagi,”katanya.(Eko).
 

Upaya Meningkatkan Desa Siaga Aktif, Dikes KLU Gelar Bintek

Gangga,(SK),-- Dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan Desa Siaga di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (09/10/2012) bertempat di Puskesmas Gangga, Dinas Kesehatan KLU menggelar Bimbingan Teknis kepada seluruh Kader Desa Siaga Aktif se- Lombok Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara dr Benny Nugroho, dalam pengantarnya berharap agar pada tahun 2015 mendatang, desa yang sudah menjadi desa siaga aktif menjadi desa yang mandiri. Artinya ketika desa tersebut masyarakatnya mengalami gangguan kesehatan, maka masyarakatlah yang harus meresponnya dan tanggap untuk berbuat.

Dikatakan, bagi desa-desa yang belum menjadi desa siaga aktif, maka pada tahun 2013 mendatang akan di upayakan menjadi desa siaga aktif. ”Ini yang menjadi PR kita sebagai bahan kajian untuk menetapkan skala prioritas program kerja Dikes pada masa mendatang, ”katanya.

Adapun misi yang dikedepankan dalam menunjang desa siaga aktif ini diantaranya, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.Kemudian melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.Selain itu untuk menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan,menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.

Sementara ini, ada beberapa persoalan-persoalan yang di hadapi dalam menangani desa siaga di KLU. Diantaranya, masalah ketenagaan medis, misalnya belum semua Desa memiliki Bidan ( baru sekitar 65%), belum semua Bidan dilatih Desa Siaga ( hanya tahu KIA saja), serta tidak semua Bidan Tinggal di Desa ( dr 697 bides , 115 tdk tinggal di Desa).

Sedangkan upaya untuk mengatasi hal tersebut, pihak Dikes KLU telah berupaya mengusulkan kekurangan Bidan,Pelatihan Desa Siaga bagi Bidan yang belum dilatih.Selain itu senantiasa meningkatkan Koordinasi/Kemitraan dengan melakukan: Pertemuan Forum Koordinasi Pembinaan Desa Siaga, Melakukan kemitraan dengan TP.PKK dan kelompok potensial lainnya, Melakukan kerjasama dengan Ponpes dan Dai Lapangan dalam memfasilitasi masyarakat untuk ber PHBS, Meningkatkan keterlibatan SBH dlm pengembangan Desa Siaga.

Acara Bintek yang di gelar sehari itu diharapkan agar desa yang sudah menjadi desa siaga di KLU ini bias menjadi desa yang aktif.Karena sebagaimana di ketahui bahwa desa siaga itu adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan terutama masalah bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.

Pada dasarnya seluruh desa yang ada di KLU dari jumlah 33 desa itu adalah termasuk desa siaga.Namun diantara semua desa ini terdapat 19 desa yang termasuk desa siaga aktif. Untuk Kecamatan Pemenang 4 desa,Tanjung 5 desa,Gangga 2 desa,Kayangan 3 desa dan Bayan 5 desa. Sedangkan desa yang belum menjadi desa siaga aktif 14 desa yang tersebar di 5 Kecamatan yang ada di KLU.

Untuk mendukung desa siaga menjadi desa siaga aktif harus di dukung oleh adanya sarana dan prasarana kesehatan dan tenaga medis yang memadai di masing-masing desa.(Eko).

Jumat, 09 Desember 2011

Pengurus PMI KLU Periode 2011-2016, Resmi Dikukuhkan

Tanjung,-- Pengukuhan pendirian Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Utara periode 2011-2016, resmi dikukuhkan oleh Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, atas nama Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia, yang berlangsung di Medana Bay Marina,Kamis, (08/12/2011).
Hadir dalam acara tersebut, disamping Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH, Ketua Palang Merah Provinsi Nusa Tenggara Barat H.Mesir Suryadi,SH,Pengurus PMI KLU, hadir pula seluruh pimpinan SKPD lingkup Setda KLU, Satgana,KSR,TSR,PMR dan undangan lainnya.

Dalam acara pengukuhan Pengurus Baru PMI KLU periode 2011-2016 ini, didahului dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia oleh Sekretaris PMI Provinsi NTB, baru kemudian Pengukuhan dan Pelantikan.
H.Djohan Sjamsu,SH (Bupati KLU) di percaya sebagai Ketua PMI Kabupaten Lombok Utara periode 2011-2016. Sementara untuk Wakil Ketua I Kepala Dinas Kesehatan KLU dr Benny Nugroho Sugiantoro, Wakil Ketua II Fathurrahman,S.Sp, Wakil Ketua III Herianto,SP, Sekretaris Drs Parthu, Wakil Sekretaris Drs Husin,Bendahara Hj.Marniati, SH.MM. Sedangkan anggota-anggotanya diantaranya, Ir Nanang Matalata,Ir.H.Alianshari Manopol,Drs Suhrawardi,M.Pd dan Drs Jamiludin.

Dalam sambutannya Bupati KLU mengatakan bahwa keberadaan pengurus baru PMI KLU ini dituntut untuk bekerja penuh ikhlas dan penuh dedikasi serta bertanggung jawab.PMI ini adalah urusan kemanusiaan, yang menyangkut juga urusan dari tugas kita masing-masing.

“Saya berharap agar kita semua bekerja dengan sebaik-baiknya, karena ini adalah tugas social dan kemanusiaan,”tegas Bupati.

Masalah gedung sebagai tempat PMI bermarkas, Bupati berjanji akan mencari ruang khusus. Karena diakui Bupati bahwa markas tersebut sangat perlu harus ada.Disamping sebagai tempat berkantor para pengurus, juga sebagai tempat menyimpan sarana dan prasarana kelengkapan PMI.

“Kalau sudah semua sarana prasarana ini ada, baru ada aktiviats yang mengisinya,”katanya.

Diawal kepemimpinannya di PMI KLU yang baru saja dikukuhkan, H.Djohan Sjamsu berupaya melakukan beberapa hal, diantaranya menurut Bupati adalah akan mengupayakan menambah relawan yang pengadaannya dari seluruh wilayah KLU,mengupayakan adanya transpusi darah,menambah tim Satgana PMI KLU,Adanya SDM masyarakat yang handal terutama di daerah rawan bencana.

“Mudah-mudahan, rangkaian kegiatan ini bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya,”harapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi NTB H.Mesir Suryadi dalam arahannya usai mengukuhkan Pengurus Baru PMI KLU Periode 2011-2016 mengatakan bahwa inti kehadiran kita disetiap kegiatan seperti ini, bukan seremonial belaka, tetapi apa yang bisa kita perbuat, apa yang bisa kita lakukan untuk kemaslahatan masyarakat.

Pada tanggal 17 September 1945, dengan Keppres yang ditanda tangani Presiden Sukarno, mengawali berdirinya PMI di Indonesia sebagai suatu organisasi yang memiliki legitimasi.

Perhatian Pemerintah terhadap keberadaan PMI ini sebagai suatu organisasi yang sangat dibutuhkan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat, tidak hanya masyarakat di Indonesia saja bahkan masyarakat Internasional, terus di upayakan. Sehingga dengan PP No.7 tahun 2011 diharuskan Presiden menanda tangani APBN menyangkut masalah Pendanaan PMI.

Ketua PMI Provinsi Nusa Tenggara Barat yang pernah menjadi anggota DPRI Dapil NTB untuk beberapa periode ini, menyatakan bahwa di NTB sendiri terdapat 17 Rumah Sakit Pemerintah,80 Rumah Sakit Bersalin dan 150 Puskesmas yang menjadi mitra PMI. Sementara diakuinya dari jumlah data tersebut tidak mungkin PMI bisa melayani semuanya, karena keterbatasan PMI yang ada didaerah.

“Di NTB ini ada 4 posko PMI, yaitu di Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima dan ditambah satu lagi yang ada di KLU sekarang ini,”jelas H.Mesir Suryadi.

Suryadi juga mengharapkan kepada anggota PMR yang dari siswa sekolah, dimana jika ingin adakan pelatihan-pelatihan pihaknya akan memfasilitasinya.

Kepada para tenaga relawan,KSR,TSR, Ketua PMI Provinsi NTB juga berharap agar mampu berbuat lebih banyak dalam membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Sementara itu,Wakil Sekretaris PMI KLU Drs Husin menjelaskan bahwa jumlah KSR,TSR diwilayah KLU yang sudah pelatihan baru 36 orang, yang belum 10 orang.

“Tenaga KSR yang sudah pelatihan, jika dibutuhkan tenaganya suatu saat, harus siap. Sementara tenaga TSR walau sudah ikut pelatihan, jika dibutuhkan, boleh tidak ikut,”jelas Husin.

Disinggung masalah kebutuhan tenaga untuk di secretariat PMI, Husin mengatakan itu tergantung kebutuhan secretariat dan biasanya untuk tenaga secretariat di carikan atau direkrut dari KSR yang sudah ada. (Eko)

Kamis, 08 Desember 2011

Temu Kader PKK NTB, Kader PKK KLU Siap Berangkat ke KSB

Tanjung,--  Dalam rangka temu Kader PKK tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang pelaksanaannya di KSB mulai tanggal 6 hingga 8 Deseber 2011, Tim Penggerak PKK KLU siap berangkat.

Tim Penggerak PKK KLU beranggotan 15 orang dan Kader PKK pilihan tingkat Kecamatan se KLU sejumlah 10 orang, sehingga Tim PKK KLU yang siap berangkat ke KSB berjumlah 25 orang.

Menurut coordinator Tim PKK KLU yang akan berangkat ke KSB Aluh Nursehan mengatakan bahwa, kader-kader yang akan diberangkatkan ke KSB dalam rangka mengikuti Temu Kader PKK se NTB tersebut adalah merupakan Kader-kader PKK pilihan. Mereka diambil untuk masing-masing Kecamatan 2 orang kader yang pengabdiannya lebih dari 5 tahun.

“Dua orang Kader yang diambil per Kecamatan itu terdiri dari satu orang Kader Posyandu dan satu orang Kader PKK pilihan,”kata Aluh Nursehan, yang juga Kader PKK utusan Desa Selengen Kayangan ini.

“Sebenarnya di PKK itu banyak sekali programnya dan sebetulnya kalau semua program yang ada di PKK itu jalan, maka seluruh kepentingan data statistic bisa diambil dari PKK,”terang Aluh.

Cuman Aluh menyoroti masalah tidak adanya insentif buat Kader-kader PKK ini.”Coba ada, seandainya sekedar pemberian honor saja buat kader-kader ini, bagaimana jadinya kader-kader PKK ini akan menjadi lebih baik dalam bekerja,”kata Aluh dengan nada Tanya

Kegiatan puncak temu Kader PKK yang dijadualkan diikuti oleh 10 Kabupaten dan Kota se NTB di KSB ini, bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan serta saling bertukar informasi dan pengalaman antar kader  dalam pelaksanaan gerak PKK di daerah masing-masing.Disamping itu dengan adanya pertemuan kader seperti ini, juga dapat mempererat tali silaturrahmi antara kader dengan pengelola serta penentu kebijakan program KB di daerah NTB. Pertemuan ini merupakan momentum strategis dalam memberdayakan dan mendorong para Kader PKK sebagai pengelola program KB Nasional dilapangan.

Kiprah dan kerja keras para kader di lapangan perlu mendapat apresiasi yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat. Para kader tersebut sangat menentukan keberhasilan pembangunan masyarakat dan daerah masing-masing, khususnya program kependudukan dan KB Nasional.

Para kader dalam menjalankan tugasnya di lapangan dituntut harus tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama dengan Kepala Desa, tokoh masyarakat serta kader pembangunan lainnya demi mempercepat perwujudan programnya.

Kerja keras Kader dengan penuh ikhlas dan tanpa pamrih telah mampu membangun dan memberdayakan keluarga, yang dimulai dari menegakkan pondasi keluarga hingga aplikasinya terhadap 10 program pokok kerja PKK di masyarakat.

Dalam ajang temu Kader PKK NTB yang digelar pada tahun 2011 di KSB ini, banyak sekali ramgkaian mata lomba yang dijadualkan. Untuk KLU sendiri akan mengikuti semua mata lomba yang dilombakan.

Menurut Koordinator Kader PKK KLU yang asal Kayangan ini mengatakan bahwa semua jenis mata lomba yang dilombakan dalam ajang temu kader PKK NTB kali ini, KLU akan mengikuti semuanya.

“Dari 5 (lima) cabang mata lomba yang dijadualkan sudah ditentukan siapa yang akan mengikuti,”kata Aluh.
“Saya sendiri akan mengikuti lomba penyuluhan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), lomba pengisian KMS Gender diikuti oleh Mistriayu, lomba okulasi tanaman buah diikuti oleh Parwate, lomba membuat APE (alat permainan edukatif) dan lomba membangun kerja sama (bentuk permainan yang menggunakan bola) diikuti oleh Tim,”rinci Aluh.

Dengan mengikuti berbagai lomba yang dilombakan pada ajang temu kader PKK NTB di KSB tersebut, Aluh berharap agar Kader-kader pilihan yang mewakili KLU dapat mengikuti semua mata lomba dengan penampilan yang maksimal, sehingga bisa mendapatkan predikat terbaik dari semua yang lombakan.

“Kita berharap tampil sebagai peserta yang terbaik dari semua Kabupaten/Kota di NTB, yang walaupun usia KLU ini masih tergolong muda, namun kita sudah bisa menunjukkan bahwa KLU mampu untuk bersaing dan berbuat maksimal,” kata Aluh Nursehan berharap. (Eko)

Rabu, 27 Juli 2011

Panitia Kelabakan Saat Bupati Hadiri Pekan Penimbangan

KLU, Suarakomunitas.net - Pelaksanan Pekan Penimbangan dan PHBN oleh Dinas Kesehatan di kantor camat kayangan terlihat kurang persiapan, hal ini berdasarkan pantauan MataramNews selasa (26/7/2011).

Pada kegiatan tersebut nampak peserta dan undangannya terdiri dari PKK Kecamatan, PKK Desa se-Kecamatan Kayangan, Kepala Desa se-Kecamatan Kayangan dan ketua BPD, PNPM, pengusaha, Lintas Sektor, kader posyandu, Bidan Desa, Pustu dan SPMD.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh bupati KLU H. Djohan Syamsu, SH. tersebut membuat panitia kelabakan. Pasalanya panitia tidak mengetahui akan kedatangan orang nomor I di KLU. Kami benar benar kelabakan saat kedatangan pak Bupati, perlengkapan dan kebutuhan lainnya seperti tempat, spanduk, air minum dan snack untuk bupati blum kami siapkan termasuk juga materi yang akan dibagikan ke peserta tidak semuanya kebagian, celetuk salah seorang panitia.
Suasana Pekan Penimbangan di 
Kantor Camat Kayangan
Bupati KLU H. Djohan Syamsu, SH. dalam sambutannya menjelaskan betapa pentingnya koordinasi lintas sektoral dalam penanganan suatu kasus. Persoalan kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan saja akan tetapi perlu melibatkan sektor lain seperti KLH (Kantor Lingkungan Hidup) yang akan menangani persoalan lingkungan, Dinas Sosial menangani pemberian santunan untuk kebutuhan jangka pendeknya,

Disperindagkop yang akan memberikan pembinaan dan pelatihan kreatifitas dan sektor-sektor lainnya yang terkait dengan kesehatan.
Dikatakan Bupati bahwa kebanyakan orang tidak sehat disebabkan oleh faktor kemiskinan atau ketidakmampuan dan kurangnya pendidikan. Untuk itu lanjut Bupati, saya dan wakil bupati tetap menjadikan persoalan Kesehatan dan Pendidikan menjadi prioritas pembangunan karena tanpa kedua hal tersebut tidak mungkin kita bisa membangun kearah kemajuan yang lebih baik. Disamping iti Bupati juga mengharapkan peran semua komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan.

Kepala Dinas Kesehatan KLU Dr. Beny menyebutkan beberapa persoalan kesehatan yang terjadi di KLU. Menurutnya persoalan dibidang kesehatan yang ada di Lombok Utara merupakan issu nasional seperti Kasus Gizi Buruk, Gizi Kurang dan angka kematian Ibu melahirkan. Berdasarkan analisa status gizi hasil pekan penimbangan tahun 2011 untuk kasus gizi buruk sebesar 582 anak dan Kecamatan. Kayangan menyumbang angka terendah sebesar 58 anak sedangkan kasus gizi buruk terbanyak berada di kecamatan Bayan sebesar 189 anak, baru kemudian diikuti oleh Kecamatan Gangga, Pemenang dan Tanjung.

Sementara untuk kasus Gizi Kurang di KLU terang Beny, kayangan berada di urutan ke-dua terendah setelah tanjung dengan jumlah keseluruhan kasus gizi kurang sebesar 2.395 se-KLU. Untuk kasus gizi kurang/BGM lebih banyak terjadi pada usia 12 - 59 bulan, dari 440 balita BGM 381 anak (86,6 %) kena pada usia 12-59 bulan dan 59 balita Gizi Kurang (13,4 %) pada usia 0 – 11 Bulan. Selain itu Beny, juga mengungkapkan faktor-faktor penyebab  gizi buruk dan gizi kurang mulai dari pola asuh yang salah, prilaku, pengetahuan masyarakat atau pengasuh dan faktor lingkungan.  (DN)

Hasil Pekan Penimbangan dan Survei PHBS Mengecewakan.

Kayangan,-- Rapat Koordinasi Hasil penimbangan dan survei PHBS kecamatan Kayngan mengecewakan. Kekecewaan  begitu terasa setelah mendengar paparan dan melihat tayangan data dari dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara yang di selenggarakan di Aula Kantor Camat Kayangan selasa 26/7/2011 yang lalu.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan KabupatenLombok Utara, Dr. Benny " Pemerintah cukup inten memperhatikan masalah kemiskinan dan gizi buruk ini,  ditunjukkan dengan besarnya anggaran untukpenganan masalah ini  namun kebanyakan para petugas lapangan tidak begitu komit dalam membina dan mengontrol pendistribusian dan pola konsumsi anak balita. Terkadang anggaran yang dikucurkan pemerintah tidak sampai kepada yang bersangkutan. Hal inilah yang menjadi masalah besar, sehingga masyarakat yang menjadi korban kemiskinan dan kekurangan gizi tidak bisa tertanggulangi. ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menggugah semangat semua pihak terutama para petugas kesehatan dalam mengemban tugas selaku pelayan masyarakat untuk melakukan pembenahan agar kedepanya bisa lebih baik, tambahnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Lombok Utara Djohan Syamsu, SH. menaggapi permaalahannya" kita hendaknya super extra untuk memperjuangan seluruh aspek pembangunan  di segala bidang, lebih khusus dibidang ekonomi ( kemiskinan)dan maupun kesehatan ( penanganan Gizi Buruk). Anak-anak usia dini saat ini 20/ 30 tahun kedepan akan menjadi pemimpin. Jika sekarang tidak mendapatkan gizi yang cukup maka perkembangannya tidak normal. Kita tidak ingin meninggallkan generasi yang lemah ( WAU/NUN) katanya.

 Lebih lanjut kata Djohan, Masing-masing telah di kucurkan dana ADD,  dalam menentuan anggaran hendaknya lebih sepesifik  terutama masalah penuntasan kemiskinan dan gizi buruk, Dan kepad SPMD yang bertugas dimasing-masing desa agar bekerja secara maksimal membantu dan menggerakkan masyarakat agar mau giat dalam membangun daerah kita tercinta ini. agar bisa maju dan bersaing dengan daerah lannya. tambahnya.(H.MTQ)