Kayangan SK--, Petugas
kesehatan dari Puskesmas Kayangan bekerja sama dengan mahasiswa KKN
Unram Memberikan penyuluhanTindakan Antisipatif terhadap bahayanya
penyakit HIV/AIDs dan penyalah gunaan Narkoba kepada para Siswa SMAN 1
Kayangan.
Pada kesempatan itu hadir Tiga orang
Narasumber yaitu Muhammad Kasim, S.KM, dr. Gracia Lilihata, dan dr. Baiq
Mustiaghisni. Kepada para siswa dan peserta yang hadir, Para petug

as
kesehatan dari puskesmas Kayangan yaitu secara bergiliran menyampaikan
materi tentang dampak Negatif dan mudhorat dari seks bebas dan dampak
neganif penyalah gunaan Narkoba.
Dikatakan oleh Muhammad Kasim, S.Km dalam materinya, HIV/AIDS merupakan
Virus yang menyebabkan lumpuhnya kekebalan tubuh manusia dan kumpulan
gejala yang diakibatkan lumpuhnya sistim kekebalan tubuh seseorang
secara akibat digerogoti oleh virus-virus.
Penyakit HIV/AIDS ini dapat dengan
mudah menular melalui transfuse darah, melaui airman atau hubungan
seks bebas bagi yang suka gonta ganti pasangan. Dari hubungan seks ini
terjadi kontak langsung antara air mani yang terpancar dari penis
dengan cairan serviks/ vagina wanita, penularan juga dapat melalui
pemberian air susu ibu (ASI). Seorang ibu yang terjangkit ini dapat
dengan mudah menularkan penyakitnya kepada bayi susuannya.
Berdasarkan hasil penenelitian menunjukkan sesuatu yang hal mengagetkan
karena Peningkatan kasus baru HIV/AIDS di Indonesia adalah yang tercepat
di Asia dibandingkan dengan Negara-negara lainnya. Berdasarkan usia
hasil penelitian tersebut menunjukkan persentase penderita HIV/AIDS pada
Usia 20-29 tahun : 45,5%, Usia 30-39 tahun : 29,1 %, dan Usia 40-49
tahun : 11,9 %.
Diantara tanda-tanda atau gejala HIV/AIDS Kasim menjelaskan, tubuh demam
anget-anget, Sariawan berulang, Jamur di mulut, Diare berulang dan
lama, hingga 3 bulan atau lebih, Berat badan menurun drastic,
Batuk-batuk berkepanjangan. “ Untuk itu jagalah nikmat Allah pada diri
kata ini berupa kesehatan jasmani dan rohani yang sangat mahal harganya,
jangan disia-siakan karena sesungguhnya setiap setiap orang yang kufur
terhadap nikmat Allah pasti akan mendapatkan siksanya”serunya.
Tindakan antisipatif terhadap kemungkinan terjangkit HIV/AIDS ini lanjut
Kasim adalah tanggung jawab masing-masing. waspada terhadap diri
sendiri, terlebih lagi ditengah kemelutnya kemajuan zaman,yang begitu
mudah menyeret kejurang kehinaan itu. “jangan melakukan hubungan seks
diluar nikah, setialah terikat hanya dalam hubungan seksual yang sah
melaui akad nikah, sedapat mengkin menghindari transfuse darah yang
belum diskening, dan jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian”
tegasnya.
Selanjutnya, penyampaian materi terkait tentang Narkoba dr. Gracia
lilihata menjelaskan Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah
keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku
jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum,
dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
Dikalangan para pakar kesehatan Narkoba memiliki banyak kegunaan dan
manfaat. Narkoba jenis Narkotika biasa dipakai untuk membius pasien saat
hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. “Zat ini
bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan
memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan,
hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya
khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan
dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan
kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit.
Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah
diluar batas dosis”
Narkoba jenis psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik
alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan
khas pada aktivitas normal dan perilaku"
Dan Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan
psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya,
diantaranya adalah Rokok, Kelompok alkohol dan minuman lain yang
memabukkdan Zaan dan menimbulkan ketagihan, Thiner dan zat lainnya,
seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila
dihirup akan dapat memabukkan.
Dijelaskan Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi
dua faktor, yaitu Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam
diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya
religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat
pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan
biologik.
Psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk
menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan
ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi
penyalahguna narkoba. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari
luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga,
lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.
“Faktor-faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang
kelak menjadi penyalahgunaan obat terlarang. Akan tetapi makin banyak
faktor-faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi
penyalahgunaan narkoba. Hal ini harus dipelajari Kasus demi
kasus”jelasnya.
Sementara tanda-tanda fisik sebagai akibat penyalahgunaan Narkoba, dr.
Baiq. Mustiaghisni menjelaskan para pecandu narkoba dapat dilihat dan
diamati melalui banyak hal. Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun
dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel),
apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung
dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan
hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh
tubuh,takut air sehingga malas mandi,kejang, kesadaran menurun,
penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan,
gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau
bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik)
Dalam kehidupan keluarga pecandu Narkoba dapat dilihat dan diamati
melaui berbagai tingkah dan perubahan perilaku. Membangkang terhadap
teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai
melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering
tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan
dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah
pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan
dengan sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan
selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang-barang berharga
di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai
alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering
pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke
disko, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh
kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk.
Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian
terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah,
sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar
mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat; mudah
tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan
hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan
olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga
di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul
dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan
gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem
neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada
sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsi kognitif
(alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor
(perilaku), dan aspek sosial.
Maka dalam hidup ini sikap waspada merupakan sebuah keharusan sebelum
segala sesuatunya terjadi, tindakan antisipatif perlu di lakukan dan
menjadi tanggung jawab personal, keluarga, dan para stik holder dari
tingkat atas sampai kebawah.
“Sebenarnya juga tidak sedikit para pengguna narkoba ingin lepas dari
dunia hitam ini. Akan tetapi usaha untuk seorang pecandu lepas dari
jeratan narkoba tidak semudah yang dibayangkan. Utulah bukti nyata maha
kuasanya Allah menjadikan segala sesuatu memiliki manfaat dan
mudhoratnya bagi hambanya yang mau berfikir”katanya.
Pantauan wartawan media ini, para siswa-siswa dan anggota KKN Unram
yang mengikuti kegiatan tersebut sejak awal hingga berakhir tetap
semangat, karena beitu pentingnya ilmu tentang betapa bahayanya penyakit
HIV/AIDS dan bahayanya penyalah gunaan narkoba ( MTQ)