Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

40 Pejabat Esselon IV KLU Ikuti Outbond

Mataram,(SK),-- Sedikitnya ada 40 orang pejabat esselon IV yang sedang mengikuti Diklatpim angkatan XIX pola kemitraan antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah KLU mengikuti Out Bound di hutan Suranadi Narmada, Sabtu (16/02/2013).
40 orang pejabat esselon IV KLU dalam mengikuti kegiatan Outbound tersebut dibagi menjadi 4 team, yaitu team Madani dibawah pimpinan H.Moh.Tahir,SH, team Rinjani dibawah pimpinan Wayan Bratayasa,S.IP, team Dewi Anjani dibawah pimpinan Tukul Sumardiono,SP dan team Ngaso dibawah pimpinan Nisanim,S.Sos.

Pimpinan Out Bound Drs Paris Ichsan mengatakan, out Bound ini merupakan perpaduan antara Hill Walking atau pencarian jejak dan permainan games.Dimana kegiatan ini memang sengaja diadakan dengan tujuan mengembangkan team building sambil memanfaatkan alam sebagai media ruang kelasnya.
Dikatakan, outbound merupakan perpaduan antara Hill Walking atau pencarian jejak dan permainan games. Dimana keseluruhan team yang terlibat dalam mengikuti kegiatan outbound ini diharapkan nantinya tercipta kerja sama,saling percaya,kesempatan ber-eksperimen, kesempatan menggunakan otak kanan dan kiri serta dapat memberdayakan potensi diri sendiri dan belajar dari pengalaman nyata.
Kegiatan outbound yang dilaksanakan sehari penuh ini diharapkan agar setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan,seperti kemampuan dasar sebagai tingkat intelegensia,kemampuan abstraksi, kemampuan logika, kemampuan imajinasi serta daya tangkap. Selain itu adanya kemampuan sikap dalam bekerja,seperti ketekunan, ketelitian,tempo kerja dan daya tahan terhadap stress.
Pada saat star, setiap kelompok memperoleh beberapa amplop yang didalamnya berisi petunjuk teknis berkenaan dengan jalur yang telah diberi tanda tertentu sesuai dengan yang telah ditentukan Panitia.Jika ada kelompok yang tidak berhasil menemukan tanda warna yang ditempel ditembok, pohon, tiang listrik, maka kelompok tersebut sudah bisa di pastikan tidak akan mencapai finish.
Tanda warna yang ditempelkan itulah yang akan memandu kelompok yang bersangkutan dari star sampai finish.Pada beberapa titik dari jalur yang harus ditempuh oleh peserta outbound, maka panitia telah memasang rintangan yang berupa permainan atau games yang mengarah ke Team Building dan pengembangan kemampuan serta potensi diri.
Drs Paris Ichsan menerangkan, sedikitnya ada 5 bentuk permainan yang akan di lalui oleh seluruh team, diantaranya permainan Jet Formasi, yang dimainkan oleh 10 orang dengan membentuk 5 macam formasi.Setiap formasi yang dibentuk terdiri dari 4 pesawat mengarah ke beberapa penjuru dan formasi pesawat tetap 5 macam serta jumlah anggotanya 4 pesawat setiap formasi.
Kemudian permainan berikutnya adalah Madu dan Racun. Deskripsinya, terdapat sekelompok pengungsi akibat perang yang kekurangan air.Di suatu tempat, kelompok pengungsi ini menemukan beberapa gelas air bekas jebakan perang.Diantara gelas tersebut, disamping berisi air,juga berisi racun.Tugas dari team outbound ini adalah untuk memindahkan gelas dan racun tersebut ke tempat lain menggunakan benang tanpa harus di sentuh tangan.
Berikutnya permainan Speder Webb, yaitu perminan jaring laba-laba yang merupakan perangkap yang dahsyat, apabila sampai ada yang terperangkap maka sulit untuk melepaskan diri dari serta jarring laba-laba tersebut.Untuk bisa melewati jarring laba-laba ini, maka team outbond yang terdiri dari 40 orang pejabat esselon IV yang terbagai menjadi 4 team tesebut diperlukan kesabaran dan kehati-hatian.Karena seluruh anggota team harus melewati lubang jarring laba-laba itu denganh ketentuan satu lubang hanya boleh dilewati satu orang serta tidak boleh menyentuh jarring.
Permainan selanjutnya adalah pertukaran tawanan perang.Dalam permainan ini diperintahkan untuk memindahkan tawanan perang Negara A ke Negara B, begitu pula sebaliknya, tawanan perang Negara B dipndahkan ke Negara A.Tawanan perang hanya boleh bertemu atau berhadapan pada Negara C dan boleh melangkah satu atau maksimal dua langkah. Serta permainan yang terakhir adalah permainan atas bawah oke. Dalam permainan ini, hanya boleh melewati 3 lubang gua yang ada, dimana luabang gua A hanya boleh dilewati satu orang, lubang gua kedua hanya boleh dilewati dua orang pengungsi.Sedangkan anggota yang lainnya harus melewati lubang gua yang ketiga dengan ketentuan setiap orang yang akan lewat harus diterima oleh 3 orang yang telah melewati lubang gua pertama dan kedua.Dalam permainan ini tidak semua anggota team bisa di selamatkan.Maka untuk menyelamatkannya harus meminta bantuan kepada pihak lain.
Dari seluruh rangkaian permainan yang dilaksanakan ini, maka hasilnya di menangkan oleh team Madani dibawah pimpinan H.Moh.Tahir,SH, diikuti team Dewi Anjani dibawah pimpinan Tukul Sumardiono,SP, team Ngaso dibawah pimpinan Nisanim,S dibawah pimpinan .Sos dan team Rinjani dibawah pimpinan Wayan Bratayasa,S.IP.(Eko)

Kamis, 14 Februari 2013

Berwisata ke Situs-Situs Bersejarah di Sumbawa

Sumbawa,(SK),-- .Makam Sampar, begitulah masyarakat Sumbawa menyebutnya. Makam ini letaknya tidak jauh dari kota Sumbawa besar, sekitar 1 km arah timur Dalam loka.
Siapa saja yang datang ketempat tersebut, cukup dengan mendaki bukit setinggi 100 m dari Ai-Awak maupun Keban-Lapan kelurahan seketeng, Sumbawa Besar, kita akan langsung tiba di depan gerbang lokasi perkuburan Makam Sampar.
Situs ini disebut Makam Sampar, karena terletak di atas sampar (daratan di atas bukit). Masyarakat setempat dari sejak jaman dahulu memang sengaja menempatkan pekuburan diatas bukit mengikuti tradisi para leluhur yang biasanya membuat Makam / perkuburan di atas bukit.
Jika kita perhatikan disekitar kompleks pemakaman Sampar ini, agak berbeda dengan makam-makam disekitarnya, karena dimakam sampar ini merupakan kuburan atau makam para raja Sumbawa terdahulu bersama ahli waris serta kerabatnya.
Meskipun lokasi makam para Raja Sumbawa yang disebut Makam Sampar tersebut, yang oleh masyarakat secara turun temurun ditempatkan diatas bukit, namun tidaklah lebih tinggi dari makam-makam rakyat biasa di sekitarnya. Dan bahkan masih ada makam-makam rakyat biasa yang berada lebih tinggi dari makam sampar itu sendiri.
Makam Sampar dikelilingi oleh batu-batu yang disusun sedemkian rupa seperti tembok setinggi 1 m yang membatasinya dengan kuburan masyarakat biasa. Siapa nama-nama raja Sumbawa yang dikuburkan di makam sampar ini tidak dapat ditunjukkan dengan pasti, karena tidak ada bukti tertulis yang terdapat pada tiap kuburan tersebut, seperti halnya makam para raja-raja di pulau Jawa. Hal ini terjadi sangat dimungkinkan dengan alasan bahwa Agama Islam tidak memperkenankan pengkultusan terhadap kuburan.
Dewasa ini, disebelah timur Makam Sampar telah dibangun perumahan Bukit Permai, sehingga makin mempermudah bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Makam Sampar tersebut. Untuk bisa mengunjungi makam Sampar ini, kita dapat dipandu oleh juru Peliharanya Ahmad Yani yang tinggal di Keban Lapan Seketeng Sumbawa.
Setelah kita puas mengunjungi situs Makam Sampar yang merupakan Makam para Raja Sumbawa ini, kemudian kita bisa melanjutkan perjalanan menuju situs makam lainnya, yang memiliki karomah tersendiri pada jamannya. Karongkeng adalah sebuah desa yang berjarak 6 km dari Empang ibu kota Kecamatan Empang (107 km dari Sumbawa Besar). Untuk bisa sampai ke makam karongkeng ini, dapat ditempuh dengan menggunakan alat transportasi tradisional daerah setempat berupa kendaraan cidomo, sepeda gayung, sepeda motor ataupun mobil, karena jalannya cukup baik.

Melalui jalur jalan raya dari Empang, sebelum memasuki dusun karongkeng ada tanjakan sepanjang 50 m. pada akhir tanjakan sebelah kanan terlihat dengan jelas papan penunjuk yang bertuliskan lokasi makam Karongkeng.
Memasuki areal makam, terasa sejuk karena berada di Lutuk kerimbunan daun pohon asem yang bertengger dengan angkernya disekitar kompleks makam. Untuk mendapatkan keterangan dan penjelasan lebih jauh, ada juru pelihara yang tinggalnya tidak jauh dari makam didalam Dusun Karongkeng, yang bernama Fatimah, sehari-harinya biasa dipanggil Ipok (ibunya Adnansyah). Mereka adalah keturunan juru pelihara makam terdahulu.
Dari profil makam Karongkeng ini terlihat bahwa jasad yang terkubur ditempat itu bukanlah orang sembarangan. Jasad yang dimakamkan ditempat itu adalah H. Abdul Karim (Haji Kari) seorang penyiar Islam / seorang Mubaliq Islam yang berjasa pada masanya di daerah Sumbawa khususnya Karongkeng. Beliau adalah tokoh yang memiki Karomah yang luar biasa, karena konon katanya berdasarkan cerita secara turun-temurun di daerah Karongkeng, Abdul Karim, ketika hendak ke tanah suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji kala itu, tanpa menggunakan alat transportasi seperti yang dilakukan jaman sekarang. Namun Abdul Karim ketika itu pergi tanpa melalui perjalanan yang biasa.
Abdul Karim adalah anak dari keluarga biasa, namun Allah mentaqdirkannya dengan ilmu dan karomah yang sungguh diluar kemampuan manusia biasa, sehingga beliau mengembangkan Islam di Sumbawa bagian timur pada masanya, jauh sebelum raja Sumbawa masuk Islam di tahun 1623. Sayangnya kita tidak dapat mengetahui secara pasti bagaimana masa kehidupan Abdul Karim kala itu.
Setelah kita puas mengunjungi situs Makam Karongkeng yang merupakan Makam Abdul Karim yang memiliki karomah luar biasa pada jamannya di tanah Sumbawa kala itu, kemudian kita bisa melanjutkan perjalanan menuju situs makam lainnya, yang memiliki karomah tersendiri pada jamannya. Situs ai renung adalah situs pertama yang ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Penemunya adalah Dinullah Rayes dari kabin kebudayaan kabupaten Sumbawa tahun 1971 bersama Drs. Made Purusa dari Balai Arkeologi Denpasar serta tenaga ahli dari pusat Arkeologi nasional yang melakukan penelitian pertama. Pada penelitian pertama ditemukan hanya tiga buah sarkopagus, lalu setelah dilakukan peneitian yang berkelanjutan, sampai saat ini sudah ditemukan tujuh buah sakopagus (kuburan batu).
Disebut situ Ai Renung, karena berada dikompleks persawahan Ai-renung dekat kampung Ai-Renung (waktu itu). Seluruh lokasi tersebut berada dalam wilayah desa Batu Tering Kecamatam Moyohulu. Setelah dilakukan pemugaran, situs Ai-renung sebenarnya sudah dapat di jadikan obyek wisata budaya. Tetapi tersebab tidak ditunjangnya dengan pembangunan jalan raya ke lokasi situs, maka obyek menjadi jarang dikujungi orang.

Tetapi tidak jarang juga para mahasiswa dan peneliti asing datang ke Ai-renung, lebih-lebih mahasiswa arkeologi. Padahal lokasinya sangat memungkinkan untuk di kembangkan menjadi obyek wisata, baik wisata budaya, alam (wana-wisata), camping dan lain-lain.
Untuk datang ke Ai-Renung yang berjarak 5 km dari Batu Tering (30 km dari Sumbawa besar). Sebelum memasuki gerbang desa Batu Tering, ada simpang jalan ke kanan arah selatan. Dari itu jalan kaki sejauh 5 km yang ditempuh selama 1 sampai 1,5 jam. Bagi yang nekad boleh saja naik motor karena jalan menanjak dan berbatu-batu, namun kendaraan tidak boleh di bawa masuk ke lokasi situs karena akan mengganggu kelestarian benda-cagar budaya.
Dari Situs Ai Renung kita melanjutkan perjalanan ke sebuah situs purbakala yang tidak kalah pentingnya untuk di kunjungi yaitu Lutuk Batu Peti. Dinamakan Lutuk Batu Peti karena ada batu seperti peti (sarkopagus) yang terletak di atas sebelah ujung bukit. Di ujung atas bukit itulah tempatnya bertengger situs yang oleh masyarakat Sumbawa dikenal sebagai lutuk batu peti.
Lutuk Batu Peti tersebut terletak di sebelah barat laut dari Dusun Kuang-Amo Desa Sempe Kecamatan Moyohulu. Jaraknya diperkirakan 6 km dari Kuang-Amo, karena ditempuh dua jam dengan jalan kaki.Menurut para ahli yang pernah datang melakukan penelitian ke situs tersebut, umur sarkopagus itu diperkirakan sudah lebih dari 2.500 tahun, sama dengan umur situs Tarakin.
Letak situs Tarakin agak lebih jauh dari Lutuk Batu Peti dan tidak searah dari Kuang-Amo. Tarakin berada sebelah barat Kuang-Amo, dengan perjalanan 3 jam yang berjarak sekitar 9 km di atas gunung Tarakin. Untuk mengunjungi situs ini melewati obyek wisata Ai-Beling yang berarti memiliki prospek kepariwisataan yang cukup baik. Namun kondisi jalan raya yang belum memadai maka obyek tersebut belum banyak dikenal orang.
Penemuan situs Tarakin dan Lutuk Batu Peti bermula dari keusilan Aries Zulkarnain Penilik Kebudayaan Kecamatan Sumbawa. Waktu itu ada kegiatan syuting sinetron Sapugara disekitar Ai-Beling, banyak warga dusun Kuang-Amo yang datang menonton kegiatan syuting. Secara naluriah Aries Zulkarnain mewawancarai penduduk sampai dapat mengorek informasi keberadaan benda-benda peninggalan sejarah yang ada disekitar desa Tarakin.
Pada umumnya masyarakat Kuang-Amo tidak banyak yang tahu keberadaan sarkopagus tersebut karena tempatnya yang jauh terpencil, tertutup dalam semak belungkar. Para pemburu dan penjelajah hutan saja yang tahu tempat benda cagar budaya (BCB) dimaksud. Setelah Aries Zulkarnain diangkat menjadi Kepala Seksi Kebudayaan Kabupaten Sumbawa tahun 1993, dapat meminta Ibu Hayatun Nufus (Atun) pjs Penilik Kebudayaan Kecamatan Moyohulu untuk melakukan survey ke lokasi dengan membuatkan foto-foto. Dari laporan inilah berturut-turut datang tim dari Bidang Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan (PSK) Kanwil Depdikbud Provinsi NTB bersama Balar (Balai Arkeologi) Denpasar serta Pusat Arkeologi Nasional melakukan penelitian pada situs Tarakin dan Lutuk Batu Peti. Dari hasil penelitian itulah akhirnya masyarakat dapat memberikan appresiasi terhadap BCB (Benda Cagar Budaya) yang ada di lingkungan mereka sendiri.
Berikutnya situs peninggalan bersejarah yang penting untuk diketahui adalah Situs Raboran, dimana situs ini termasuk sarkopagus, namun karena kurangnya pengetahuan dan pengertian masyarakat terhadap BCB (Benda Cagar Budaya) membuatnya tidak terkenal. Situs Raboran letaknya tidak jauh dari Desa Sebasang Kecamatan Moyo Hulu. Raboran dulunya adalah sebuah dusun terpencil di lereng gunung Tambora, terkenal sebagai pusat penggemblengan dan belajar ilmu kebal bagi balatentara Kerajaan Sumbawa (Bala Cucuk).
Dusun Raboran terakhir dihuni oleh keluarga Sandro Acin (Guru ilmu kebal) yang tinggal disekitar situs Raboran tempat mengajar, melatih, menggembleng dan menguji ilmu kebal seseorang anggota Bala Cucuk. Namun terhadap sarkopagus sebagai BCB, masyarakat belum memiliki pengetahuan sehingga tidak di appresiasi sama sekali.

Setelah gencarnya penyuluhan Undang-Undang no 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, barulah keberadaan situs Raboran dilaporkan oleh masyarakat akan keberadaannya. Tahun 1996 barulah diadakan survey pertama dan selanjutnya setelah diadakan penelitian seperlunya, di angkatlah seorang juru pelihara di situs tersebut.
Situs peninggalan lainnya yang patut di kunjungi sebagai tujuan wisata di tanah Samawa adalah Situs Temang Dongan. Pada mulanya situs Temang Dongan ini disebut Batu Babung, Batu Balo, Ai Paya, namun setelah dilakukan beberapa kali survey ternyata semua Benda Cagar Budaya yang ditemukan adalah sarkopagus yang terletak menyebar pada puncak gunung Temang Dongan, sehingga para arkeolog dari Balai Arkeologi Denpasar menamakan situs tersebut sebagai situs Temang Dongan.
Temang Dongan terletak kira-kira 4 km arah selatan Desa Pungkit Kecamatan Lape. Untuk sampai ke obyek ini, sebaiknya para pengunjung mendaki gunung setinggi 150 meter itu melalui lereng selatan. Di puncak sebelah selatan itulah sarkopagus yang telah berusia ribuan tahun itu tergeletak di atas daratan. Pemandangan dari puncak Temang Dongan sungguh menarik karena menyajikan keindahan alam. Sayup-sayup sebelah barat kita dapat menyaksikan kilauan air waduk Batu Bulan.
Untuk pengembangan obyek wisata masa depan, situs Temang Dongan memberikan prospek yang menjanjikan. Situs peninggalan sejarah lainnya yang tidak kalah menarik untuk di kunjungi adalah Situs Batu Tata yang terletak di jalan batu Dulang- Punik. Satu kilometer sebelum sampai ke Punik sebelah kanan jalan, masuk melalui kebun kopi penduduk arah utara 200 m dari jalan raya tergeletak sebuah batu.
Dari bentuknya, mungkin batu tersebut adalah Menhir, atau tempat pemujaan arwah leluhur. Masyarakat menyebutnya batu tata karena ada tatahan bentuk manusia ( manusia kangkang) pada salah satu sisinya. Tetapi sampai saat ditemukannya tidak seorang pun warga masyarakat yang mengkeramatkannya maupun mengappresiasinya sebagai Benda Cagar Budaya.
Berikutnya Situs Batu Gong. Letaknya dapat didatangi dengan kendaraan roda empat, melalui jalan usaha tani Desa Setowe Brang Kecamatan Utan. Sekitar satu km dari simpangan sebelah barat jembatan Utan arah utara, dalam kebun penduduk tergeletak enam sebuah batu berbentuk gong. Menurut penduduk, sebelumnya batu gong tersebut berjumlah delapan, namun sekarang banyak dicuri orang. Obyek tersebut banyak dikunjungi oleh beberapa orang yang percaya akan kekeramatannya. Tetapi karena tidak ada juru pelihara ada beberapa yang sudah dicuri orang, atau mungkin dipindahkan orang, ditemukan kemudian di sekitar kuburan cina sebelah barat kota Utan ada sebuah batu berbentuk gong dan juga kemudian di pindahkan oleh orang Bali yang tinggal di sekitar desa itu dijadikan tempat pemujaan. (Ars )

Rabu, 09 Januari 2013

Perayaan Tahun Baru Bagi Karyawan Kantor Camat Kayangan

Kayangan,(SK),-- Perayaan tahun baru menjadi salah satu agenda bagi setiap orang untuk merayakannya.Di KLU misalnya, konsentrasi massa tertuju pada beberapa titik, diantaranya di Air terjun Sindang Gila,Segara Anak,Labuhan Carik,Pantai Ketapang,Pantai Teluk Sedayu,Pantai Beraringan,Pantai Lempenge, Mata Air bawah laut Papak, Pantai Mutiara, Pantai Gondang, Pantai Sire, Pantai Medana,Pantai Teluk Nara dan sejumlah titik lainnya.
Khusus bagi Karyawan Kantor Camat Kayangan, yang pada tahun baru 2013 ini merayakannya di Pantai Sire.Dari 26 orang karyawannya, hanya empat orang yang tidak hadir.
Ketidak hadiran beberapa orang karyawan ini disebabkan, menurut Camat Kayangan Tresnahadi, disamping rumah mereka jauh,juga disebabkan karena kesibukan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.Namun Tresnahadi mengatakan, hal itu tidak mengurangi makna dari bertahun baru bersama.”Jadi momen ini sangat penting artinya bagi seluruh karyawan Kantor Camat Kayangan, karena bisa berkumpul dan bertahun baru bersama keluarga seluruh karyawan, ”katanya.
Sebagai Camat Kayangan, tentunya telah banyak yang telah dilakukan Tresnahadi sepanjang periode kepemimpinannya. Hal tersebut diakuinya berkat bantuan dan dukungan dari seluruh masyarakat Kecamatan Kayangan, terutama Kepala Desa dan Kepala Dusun serta karyawannya.Tanpa itu semua, mustahil katanya, seluruh program dapat terlaksana dengan baik.
”Mudah-mudahan pada tahun baru 2013 ini, seluruh tugas yang diberikan oleh Pemda KLU dapat kita laksanakan sesuai dengan harapan dalam rangka membangun daerah ini menuju Kabupaten yang maju dan beradab, ”harap Tresnahadi.
Untuk itulah, kata Tresnahadi, kepada seluruh karyawan-karyawati Kantor Camat Kayangan agar pada tahun 2013 ini selalu meningkatkan semangat kerja dibidang keahlian masing-masing dalam rangka membangun daerah Tioq Tata Tunaq ini kearah yang lebih baik.

Sambil menikmati keindahan alam pantai Sire, Tresnahadi bersama seluruh karyawan dan keluarganya bersimpuh diatas pasir putih yang lembut menambah nyamannya suasana bertahun baru di pantai itu.Kepenatan pun hilang, tidak terasa mengganjal, sambil duduk santai menikmati ubi bakar yang dibawa salah seorang karyawan yang berdomisili berdekatan dengan pantai Sire, menambah suasana menjadi santai.Seluruh karyawan kantor Camat Kayangan bisa menikmatinya dengan santai, seakan-akan tidak ada beban tugas berat yang menanti ditempat tugas masing-masing.Lebih-lebih Pemda KLU mulai tanggal 2 Januari 2013 ini memberlakukan 5 hari kerja bagi pegawainya. Mampukah hal ini berjalan dengan efektif ?.(Eko)

Rabu, 02 Januari 2013

LIVE KONSER DANGDUT DALAM RANGKA PESTA TAHUN BARU 2013 SEPI DARI PENGUNJUNG

Lombok Barat (SK)---, Kelompok persatuan pemuda Taman Narmada yang bekerja sama dengan PT. Patut Patuh Patju dalam menyelenggarakan Live Konser Musik Dangdut dalam rangka pemeriahan menyambut tahun baru 2013 siang tadi sepi dari pengunjung.

Pasalnya, sepanjang hari Selasa 1/1/1013 cuaca buruk, hujan lebat mengguyur kawasan Taman Narmada yang disertai angin kencang membuat para pengunjung enggan untuk datang ketempat acara tersebut. “ini diluar dugaan, sebenarnya jika momen tahun baru seperti ini cuacanya mendukung atau cerah maka ini akan memberikan keuntungan besar bagi penitia. Namun apa boleh dikata, ini sudah menjadi kehendak alam,” kata Wijaya Bagian Tiketing Taman Narmada.

Pengunjung yang datang dalam acara itu sedikit, Hal ini terlihat dari jumlah tiket yang terjual. Tiket yang terjual untuk dewasa sebanyak 1000 lembar dengan harga perlembar Rp.10.000 dan Untuk Anak-anak tiket yang terjual sebanyak 800 lembar dengan harga perlembarnya Rp. 5000.  Dari penjualan tiket tersebut panitia mengumpulkan uang sebesar Rp. 15.000.000, dimana uang tersebut nantinya akan dibagi dua. 50% untuk PT .Tripat dan 50% lagi untuk panitia dari pihak persatuan Pemuda Taman Narmada.

Bandi (29) Ketua Persatuan Pemuda Taman Narmada menyatakan, pengunjung yang datang pada hari ini sangat sedikit dibandingkan dengan pada acara-acara sebelumnya. "Kemarin ketika lebaran ketupat banyak sekali pengunjung yang hadir di tempat ini, ya kita maklum karena saat ini sudah mulai musim hujan," katanya
Hal senada juga dikatakan Wijaya bagian marketing dari Pihak PT. Tripat mengatakan. Pengunjung yang hadir saat ini sangat sedikit. Kalau pada lebaran ketupat tahun lalu, kami bisa menjual tiket sebanyak 130 eksemlar atau 13.000 ribu lembar atau kalau diuangkan menjadi sekitar 130.000 juta.sedangkan saat ini kita dapat hanya sekedar buat beli sebatang atau dua batang rokok", katanya

Sedangkan Sewa Band sudah dibayar oleh pihak ketiga dalam hal ini Nikki Super selaku sponsor tunggal dalam acara tersebut. Dikatakan oleh manejer Grup Band, L Sakrawi. besar biaya sewa Band yang diberikan pihak Nikki Super hanya Rp. 8.000.000.” Biaya sewa Band ini Hanya Rp. 8.000.000 Rupiah. nilai ini kami terima bersih karena kami tidak pakai panggung dan genset, kami diberikan los strum dengan kekuatan 40.000. Watt,"katanya.

Acara tersebut dipandu oleh Duet manis Mita Mandari dan Izar Fahmi penyiar Vivi di Radio Mataram. Acara berlangsung lancar aman dan terkendali, namun sayangnya pengunjung yang datang. hujan lebat yang mengguyur sepanjang hari tadi menjadi penyebab sepinya pengunjung. Berdasarkan pantauawan wartawan media ini, para pengunjung yang datang ke Taman Narmada ini. Ketika hujan lebat mereka lebih memilih berteduh di beberapa pondok atau warung dari pada mereka menyaksikan pertunjukan Live Konser Dangdut. Rupanya sebagain mereka sudah tidak begitu berminat untuk menyaksikan pertunjukan seperti itu. kebanyakan mereka yang hadir ditempat itu hanya untuk bersantai-santai bukan karena haus hiburan dangdut.

Akhir acara panitia mengadakan lomba menangkap bebek. 3 Ekor bebek yang dilepas ditengah kolam. bagi yang bisa menangkap bebek tersebut langsung diambil menjadi hadiahnya. Kemudian dilanjutkan dengan lombok mencari telur yang dilemparkan kedalam kolam didepan panggung hiburan. sedikitnya 14 biji telur dilemparkan kekolam lalu direbut oleh ratusan anak-anak. bagi yang dapat diberikan hadiah oleh panitia.(MTQ)

SEMARAK PERAYAAN PERGANTIAN TAHUN 2012 KE 2013 DI NTB

Mataram(SK)---, Semarak malam Pergantian tahun 2012 ke 2013 tadi malam digelar meriah di berbagai tempat diwilayah lombok Barat, Kota Mataram, Trawangan Lombok Utara. Jeritan teropet, Letusan dan sembaran kembang api yang menghiasi berbagai sudut kota dimataram, di kawasan Udayana, diKawasan senggigi, di Kawasan Pantai Ampenan, Gili trawangan terminal Narmada sebagai pertanda temu pisah antar tahun, tepat pada pukul 00. wita tadi malam
Ribuan para pengunjung terutama para muda mudi yang menghadiri acara pesta perayaan pergantian ini. Bagi para muda mudi momen tahun baru ini dijadikan sebagai ajang untuk mengadu rasa dan rencana bersama pasangan mereka. menurutnya, momen pergantian tahun itu sebagai simbol sejarah kebersamaan mereka. Banyak diantara mereka berencana diawal tahun 2013 akan melasungkan pernikahannya.

Seperti Aguswandi ketika dikonfirmasi disela-sela berbicang-bincang dengan kekasihnya di pantai senggi tadi malam. Dia, dengan kekasihnya akan melangsungkan pernikahannya pada tanggal 5 Januari 2013 mendatang.

“ insya Allah kami akan segera melangsungkan pernikahan pada tanggal 5 januari 2013 yang akan datang. dan alhamdulillh segala sesuatu sudah dipersiapkan, termasuk Gaun Pengantin dan Lain-lainnya”katanya.
Tidak satu maksud dan tujuan mereka merayakan pergantian tahun, ada yang hanya untuk refresing, mencari hiburan, dan hanya sekedar ikut-ikutan teman. “ saya hanya ikut teman-teman kesini sekedar melihat-lihat suasanadan mencari hiburan, lihat cewek-cewek”kata Juanda ketika ditemui Wartawan Media ini di seputaran Udayana tadi malam.

sementara di kawasan Wisata Taman Narmada tidak di selnggarkan acara tadi malam. namun diseputaran terminal cukup padat dibanjiri para pengunjung. tdak ada pertunjukan khusus ditempat itu. hanya saja letusan dans embaran kembang api yang menjadi tontonan geratis.

padatnya pengunjung ditempat tersebut, dikiranya pesta perayaan pergantian tahun di adakan di dalam komplek Wisata Taman Narmada. namun ternyata tidak didalam. Mereka yang sudah terlanjur datang ketempat itu, dari pada harus pulang tanpa kesan yang berarti merekapun membuat acara sendiri di seputaran terminal Narmada walaupun hanya meletuskan kembang api.

dari pantauan wartawan media ini dibeberapa ruas jalan dan perempatan menuju tempat-tempat perayaan pergantian tahun kendaraan berjubel-jubel dan bahkan terjadi kemacetan berkepanjangan terutama di jalur snggigi. bagi mereka yang tidak mau repot-repot ngantri sebagian mereka memilih kembali mencari tempat lain.pilihannya le Udayana, Taman Sangkareang, Pantai Ampenan dan lain-lain.(MTQ)

Senin, 31 Desember 2012

WISATA TAMAN NARMADA TIDAK DIJADIKAN TEMPAT PERAYAAN PERGANTIAN TAHUN NAMUN DIGUNAKAN PERAYAAN TAHUN BARU

Lombok Barat (SK)--, Wisata Taman Narmada yang dikelola oleh PT. Patut Patuh Patju Kabupten Lombok Barat tidak digunakan sebagai tempat untuk perayaan pergantian tahun pada malam ini. Hal ini dikarenakan berbagai pertimbangan diantaranya “jika perayaan pergantian tahun malam hari ini dipusatkan ditaman Narmada Dikhawatirkan rusaknya tatanan taman dan bunga-bunga yang ada dan terbukanya peluang bagi para muda mudi untuk berbuat mesum, sebab disekeliling banyak tempat yang mungkin disalah gunakan oleh para muda mudi”kata Wijaya seorang Juru Kunci dan marketing Taman Narmada 31/12/12, sore tadi.
Banyak dampak yang tidak bisa kita prediksikan bisa saja terjadi lanjut Wijaya, "jika Perayaan pergantian tahun dilaksanakan malam hari ini di taman Narmada ini. yang namanya malam kan gelap, bagi mreka yang berfikiran buruk  ini dijadikan kesempatan untuk beraksi. itulah makanya kita tiadakan untuk malam hari ini" katanya

Kendati demikian untuk perayaan tahun baru besok pagi, barulah tempat ini digunakan untuk acara hiburan tahun baru. acara tersebut akan diselenggarakan oleh Persatuan Pemuda Taman Narmada bekerjasama dengan PT. Patut Patuh Patju berupa konser Live Music Dangdut. Grup music yang akan dipertunjukkan adalah New Lajora Band yaitusalah satu grup Band ternama di Kota Mataram. Bersama band tersebut akan menampilkan artis-artis papan atas dan ternama di Nusa Tenggara Barat. “kami akan menampilkan artis-artis terbaik seperti meme, Dina, Gina, Dian, Rani dan lain-lain” kata Hamdan salah seorang anggota panitia acara tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga Muliadi menyatakan, sangat tepat jika acara perayaan tahun baru diadakan pada pagi atau siang hari karena disamping menyaksikan hiburan yang disediakan, juga akan nampak jelas keindahan wisata taman Narmada. Tatanan taman dan bunga-bungan yang ada ditempat tersebut dapat terjaga.

“ Suatu pertimbangan dan langkah yang sangat tepat dilakukan oleh pihak PT. Tripat bersama Persatuan Pemuda Taman Narmada ini untuk menyelenggarakan acara dipagi/siang hari dan tidak pada malam hari”katanya.(MTQ)

GILI TERAWANGAN TEMPAT PERAYAAN PERGANTIAN TAHUN YANG SEPEKTAKULER

Lombok Utara (SK). Anda Bingung dimana akan merayakan pergantian tahun malam nanti? Kalau belum jelas , Mungkin Gili Trawangan salah satu pilihan sebagai tempat menikmati suasana perayaan tahun baru. Di tempat tersebut merupakan suatu tempat yang sangat spektakuler bagi anda. Akan lebih seru dan asyik bila anda bersama gebetan ( Kekasih).
"Perayaan tahun baru di Gili Trawangan akan berlangsung meriah. Ditempat tersebut kita bisa merayakan pergantian tahun bersama bule-bule yang berasal dari berbagai negara. Yang pastinya suasana perayaan pergantian tahun di Gili Trawangan terasa bersama orang-orang sedunia,"kata Anton (31/12).
Berbagai pertunjukan yang digelar di tempat tersebut, di antaranya, konser beberapa grup Band ternama dan terkemuka di NTB. Full dance non stop, Selain itu, akan ada pertunjukan kembang api yang spektakuler.
Bagi warga yang ingin merayakan malam pergantian tahun di Gili Trawangan, diimbau untuk datang lebih awal karena kapal-kapal penyeberangan Bangsal Gili Terawangan sudah di boking semua.(MTQ)

Sabtu, 10 November 2012

GPA SANTONG JUARA I LOMBA TREKKING LINTAS RINJANI 2012

Kayangan (SK)… Lomba Lintas Rinjani 2012 diikuti oleh sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan mulai mahasiswa, masyarakat umum, anggota TNI / Polri dan PNS yang berasal dari wilayah NTB dan daerah lain di Indonesia. Lomba Lintas Rinjani dimulai tanggal 2 November 2012 dengan jalur start di Sembalun dan berakhir/ finish di Senaru pada tanggal 6 November 2012. 

Lomba Lintas Rinjani 2012 di tutup secara resmi oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Ir. Agus Budiono, M.Sc, dalam acara penutupan di meriahkan dengan pembagian doorprize dan hadiah bagi peserta.
Keluar sebagai juara I dalam kegiatan tersebut adalah Regu 3 (Anak Kaki Gunung II, GPA-Santong) dengan jumlah nilai 800; dengan anggota : wahyudi Al-Aziz, Irfandi , Awaludin dan Rafly Siswanto disusul juara ke II : Regu 7 (ORPLAS 4) dengan jumlah nilai 790; dan Juara III : Regu 30 (KOREM 162/WB, Tim I) dengan jumlah nilai 780;.

Menurut Zaenudin ( 30 ) ketua rombongan dari GPA Santong mengatakan “ kita dari GPA Santong mendaptarkan 3 regu dan masing-masing terdiri dari 4 orang anggota, dan Alhamdulillah semua peserta yang kita turunkan semuanya kembali dengan selamat bahkan kita bisa mengukir prestasi sebagai juara pertama, ini cukup membanggakan sekali, dan semua ini bisa kita raih karena Jauh-jauh hari kita telah mempersiapkan diri untuk kita bisa mengikuti kegiatan tesebut. Adapun rangkaian lomba yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut ada dua kategori yakni Lomba Tracking Lintas Rinjani dan Lomba Photo Exotic Rinjani”.

Lebih jauh Zaenudin juga menjelaskan keberadaan Organisasi Gabungan Pencinta Alam Santong ini satu-satunya di Kabupaten Lombok Utara yang sangat peduli terhadap lingkungan dan untuk membina Generasi Muda, selain itu organisasi ini sangat intens mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi-organisasi sejenisnya seperti Mapala, Wanapala dan sebagainya baik skala local maupun nasional.

Zaenudin juga menambahkan bahwa GPA Santong juga sangat peduli terhadap Usaha Pelestarian hutan khususnya penebangan liar dan pembakaran hutan, tentu saja ini dailakukan dengan melakukan kerjasama yang baik dengan pihak terkait khususnya Polisi Kehutanan dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani ( TNGR).

Sementara itu di tempat terpisah lalu Mawardi, S.Pd ( Pendiri Organisasi GPA santong) mengungkapkan rasa haru dan bangga atas perjuangan dan prestasi yang di raih oleh anggota GPA yang sekarang, punya kepedulian sosial yang tinggi juga melakukan prubahan prilaku. Kami akan terus memantau kegiatan mereka dan kami juga berharap agar kepala desa santong dan Pihak terkait tidak menutup mata atas apa yang dilakukan oleh anak-anak muda tersebut, tambahnya. (Yudik)

Selasa, 06 November 2012

PEMBANGUNAN TANGGA AIR TERJUN “TIU TEJA” SANTONG

Santong ( SK)…Fenomena pembangunan di bidang kepariwisataan di kabupaten Lombok Utara kini sudah nampak dari segala sisi yang diawali dari Perencanaan disertai pengembangan berkesinambungan.

Obyek Wisata air terjun “Tiu Teja” yang berada di kawasan hutan lindung Desa Santong Kecamatan Kayangan, kini mulai dibenahi untuk menarik minat Wisatawan baik yang Domestik maupun Mancanegara.
Kawasan Air terjun “Tiu Teja” yang berada pada jarak kurang lebih 3 km dari desa Santong tersebut kini telah dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua sampai ke areal Parkir Gerbang obyek Wisata tersebut. Kemudian dari gerbang pengunjung akan turun ke lokasi air terjun sekitar 200 meter.

Menurut Zaenudin ( Pengurus GPA Santong) saat ini di kawasan air terjun tiu teja tersebut sedang dibangun anak tangga jalan menuju air terjun sepanjang 115 meter. Ini dimaksudkan untuk menambah kenyamanan dan menjaga keselamatan pengunjung, karena obyek wisata ini dikelilingi oleh tebing hutan yang masih sangat alami.

Zaenudin juga menambahkan “bahwa sebelum pembangunan tangga ini, juga telah di bangun fasilitas pendukung lainnya seperti berugak sekenem dan WC sebanyak 2 unit semuanya dibiayai oleh Pemda Lombok Utara. Rencananya juga dilokasi air terjun tersebut akan dibangun sarana bermain seperti kolam renang dan sarana pendukung lain seperti tempat solat dan ruang ganti pakaian”.

Sementara itu menurut Taufikurrahman ketua Kelompok Sadar Wisata ( POKDARWIS) Desa Santong , Pembangunan fasilitas pendukung obyek wisata air terjun “Tiu Teja” santong ini akan sangat menarik minat wisatawan baik manca Negara maupun wisatawan local dan jika nanti wisatawan banyak yang datang tentu saja akan menambah lapangan kerja di bidang kepariwisataan dan juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat santong khuisusnya. (Yudik)

Senin, 24 September 2012

Masyarakat Adat Sambut Peserta Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia V

Kayangan,(SK),-- Lebih lima ratus orang peserta Jambore Fotografi Mahasiswa se Indonesia hadir di Dasan Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU,Jum’at (21/09/2012) lalu.

Ketua Panitia Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia ke V Ardian Himni mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Dasan Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU ini adalah  salah satu rangkaian program kerja dari UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram.Kegiatan yang melibatkan lebih limaratus orang para penggemar Fotografer dari Perguruan Tinggi se Indonesia ini, patut diberikan penghargaan.Pasalnya,kata Ardian Himni, kegiatan yang bertaraf Nasional ini dalam Hari Ulang Tahunnya yang ke V pada tahun 2012 ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar pulau Jawa.

Dikatakan, ide sehingga kegiatan ini di laksanakan di luar pulau Jawa dan di pusatkan di KLU bil khusus di Rumah Adat Desa Beleq Desa Gumantar ini telah melalui proses yang panjang.Untuk sampai ke Dasan Beleq Desa Gumantar sebagai lokasi tujuan Fotografer Mahasiswa dari 15 kota besar seluruh Indonesia ini, oleh Panitia pelaksana UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram dibawah pimpinan Ilhamuddin telah dilakukan survey awal sejak bulan Mei 2012 lalu.Dari hasil survey tersebut setidaknya ada 5 daerah tujuan yang di jadikan sample.Diantaranya, Dusun tardisional Sade,Dusun trdadisional Segenter, Mesjid Kuno Bayan,Mesjid Kuno Rambitan dan Dusun Tradisional Dasan Beleq gumantar.

“Dari hasil survey ini, lalu kemudian kami musyawarahkan dan kami komunikasikan dengan teman-teman Fokus dari pulau Jawa, ternyata mereka memilih yang paling unik diantara 5 daerah yang dijadikan sample sebagai tujuan, yaitu Dusun Tradisional Desa Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU,”terang Ilham, yang dibenarkan Jumayar.

Narsudin,S.Pd salah seorang tokoh pemuda berpengaruh di Dasan Beleq menyambut baik kegiatan ini.Dengan demikian, melalui momen ini dapat memperkenalkan budaya asli daerah ini ke dunia luar.”Kalau bisa momen ini di ulangi pada saat acara ritual adat maupun keagamaan di masa mendatang,”harap Narsudin yang juga mantan anggota DPRD KLU termuda yang baru beberapa minggu di PAW ini.

Senada dengan Narsudin, salah seorang tokoh muda yang lainnya Jumayar mengatakan, daerah yang akan dijadikan obyek kunjungan para peserta Jambore Fotografer di daerah Dasan Beleq yang masih asli dan unik ini, diantaranya Rumah Adat tradisional, Pawang Adat,Sumur Tua, Makam Sopok Mesan dan Air Terjun.

Dikatakan Jumayar, semua tempat yang disebutkannya itu hingga saat ini jarang dan bahkan tidak pernah di publikasikan oleh siapapun juga, karena tidak sembarang orang yang bisa mengambil gambar. “Suarakomunitas dan media cetak local juga pernah mempublikasikannya, itu pun hanya sebagian kecil saja,”kata Jumayar.
Kedatangan ratusan peserta Jambore Fotografi Mahasiswa seluruh Indonesia di Dasan Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU ini disambut baik oleh seluruh warga Dayan Gunung, khususnya warga setempat.Hal ini di buktikan dengan tampilnya Pemangku Adat Majidap dengan seluruh pendukung ritual adat penyambutan yang terdiri dari teruna teruni (remaja putra dan remaja putri) dengan pakaian adat khas Dusun Adat Tradisional Dasan Beleq.

Ketua rombongan peserta Jambore Fotografi Kampus dari seluruh Indonesia Mas Bagus (Universitas Budi Utomo Surabaya), ketika disambut dan di sembek oleh Pemangku Adat Majidap nunut saja.Sambil makan sirih, Mas Bagus berucap bahwa penyambutan dirinya bersama rombongan yang lainnya tidak di sangka semeriah itu.”Kami mengucapkan terima kasih atas semuanya ini, “ucap Mas Bagus.

Hadir dalam penyambutan ini, selain Sekda KLU Drs Suardi,SH.MH,Kabid Kebudayaan Dikbudpora KLU Sahti,S.Pd.M.Pd,Camat Kayangan yang diwakili Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos, Kepala Desa Gumantar Mahit Radiawan,Narsudin,S.Pd mantan anggota DPRD KLU termuda, hadir pula beberapa tokoh agama dan tokoh adat wet Gumantar,wet Sesait dan wet Bayan, serta Kepala Dusun Dasan Beleq,Tenggorong serta kelompok kesenian Gendang Beleq Boyotan asli dan seluruh warga Desa Gumantar.

Ketua Panitia Penyelenggara melalui Sekretarisnya Santoso Wibisono dalam kata pengantarnya mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan kali ini dengan melibatkan seluruh rekan-rekan Mahasiswa yang tergabung di Fokus (Fotografer Kampus) merupakan tindak lanjut dari kegiatan Jambore ke IV di Surabaya tahun 2011 lalu.

Dikatakan Wibisono, dirinya mengaku terharu, tidak menyangka kegiatan yang telah direncanakannya berbulan-bulan itu berhasil dilaksanakan dan sukses. Dia berharap, semoga kegiatan ini berkesan dan tidak terlupakan.”Mudah-mudahan, budaya silaturrahmi ini bisa terus di budayakan dan dipertahankan,”harap Wibi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Daerah,tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh pemuda daerah ini semuanya mendukung, termasuk mantan anggota DPRD KLU termuda putra asli Dasan Beleq Gumantar Narsudin,S.Pd juga turut mendukung.

Dikatakan, dijadikannya daerah ini sebagai daerah tujuan Jambore Fotografi Mahasiswa seluruh Indonesia, adalah wujud dari keragaman bangsa Indonesia.Sebagai generasi penerus bangsa, dimana kondisinya saat ini, jika dilihat dari sisi cinta tanah air, sudah agak luntur.Sehingga tidak heran berbagai macam penyakit masyarakat yang terjadi, tidak menutup kemungkinan orang luar bisa saja mengobok-obok bangsa kita.Oleh karena itu melalui kegiatan seperti ini, kita dapat merenungkan kembali apa yang telah di ikrarkan oleh para pemuda pendahulu kita pada tahun 1928 silam dalam tekadnya mempersatukan seluruh pemuda, dengan satu tanah air,satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.

“Saya berharap, agar ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa.Sebagai satu tanah air, tentu kita sama-sama merasakan sakit dan berusaha untuk menyembuhkannya,”pesan Sekda yang di beri aplaus oleh peserta Jamboree Fotografi.

Selain itu, Sekda Suardi juga mengingatkan, sebagai generasi muda, penyakit yang sedang di hadapi bangsa Indonesia saat in adalah dekadensi moral.Hal ini dapat diperkuat, menurutnya, dengan selalu meningkatkan dan memperkuat Iman dan Taqwa kepada Allah Swt.

“Jangan sekali-kali menyentuk narkoba,hindari hal-hal yang negative dan tingkatkan hal-hal yang positif,”pesannya.

Di hadapan seluruh peserta Jambore Fotografer Mahasiswa seluruh Indonesia,Suhardi menitip pesan agar potensi yang di miliki KLU dapatlah kiranya di perkenalkan kepada relasi di daerah masing-masing sekembali dari daerah yang bermoto Tioq Tata Tunaq ini. “Jadilah duta wisata dalam membangun KLU, mari kita bangun persatuan dan kesatuan menuju Indonesia yang jaya, maju dan beradab,”ajak Suhardi. (Eko).

 

Selasa, 29 Mei 2012

Pesona Destinasi Wisata Air Terjun Skeper Santong di KLU

Santong,(SK),--- Kabupaten Lombok Utara sangat potensial dengan destinasi wisata yang dimiliki, bisa memberikan kontribusi besar terhadap akselerasi pembangunan di bumi 'Tioq Tata Tunaq' menuju kemajuan seperti daerah lain di Indonesia. Banyak kekayaan alam di KLU yang membuat orang luar kagum dengan keindahan dan eksotika alamnya yang alami.
Diantara kekayaan alam yang membuat orang luar kagum sekaligus mampu menstimulus spirit dan naluri eksotis adalah wisata air terjun Skeper Santong Kayangan. Objek wisata ini masih sangat alami, jernih dengan warna airnya biru langit. Ketinggian air terjun ini mencapai 300 meter dari permukaan laut ditambah debit airnya merembes seperti melambai menyusuri celah-celah lempengan batu yang melekuk tinggi. Air terjun ini terletak di dekat PLTA Santong Desa Santong Kecamatan Kayangan Lombok Utara. Objek wisata ini dapat memberi nilai plus tersendiri bagi dunia pariwisata 'Dayan Gunung'.

Air terjun Skeper termasuk deretan wisata alam Lombok Utara yang eksotis sehingga membuat banyak orang terkesima bila sudah mengalihkan pandangan mata kepadanya. Media ini, mengunjungi wisata ini setelah keliling seharian meninjau destinasi alam 'Dayan Gunung' yang bernilai 'eco-tourism'. Ternyata pemandangan alam air terjun ini mempesona. Airnya jernih sebening embun pagi. Objek wisata ini mulai dikenal oleh banyak orang terutama wisatawan domestik maupun mancanegara.

Penasaran dengan pesona keindahannya, media ini kemudian mencari informasi lebih rinci dengan mewawancarai warga di sekitarnya guna memperoleh informasi yang akurat. Dari penuturan Udin, air terjun Skeper punya pundi eksoktika tersendiri dibandingkan air terjun lain di 'Dayan Gunung'. Dalam pandangannya, wisata alam air terjun Skeper mulai dikenal banyak orang sejak beberapa tahun lalu setelah Lombok Utara mekar dari kabupaten induk. Wisata ini acapkali ramai dikunjungi banyak orang baik untuk berwisata maupun sekedar refreshing mencari suasana baru, karena objek wisata ini punya keasrian yang elok nan berseri. Wisata ini sangat pas buat membuang kejenuhan bagi siapa saja yang bekerja super sibuk.
Air terjun Skeper bisa memberi kita rona-rona keindahan yang berlandai sebab berbeda dengan objek wisata alam yang lain. Ini karena diapit dua jurang terjal dengan corak pepohonan yang hijau dan bergelombang. Objek wisata ini memiliki nilai jual tinggi sehingga destinasi wisata ini potensial berkembang dengan pesat bila dikelola, ditata, dan dipelihara dengan baik oleh pihak-pihak terkait terutama dinas Pariwisata Lombok Utara disamping warga setempat sebagai pemilik asli untuk menopang ekonomi keluarga.

Bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam air terjun Skeper jangan khawatir karena jalan menuju lokasi wisata ini bagus dengan waktu tidak terlalu lama. Jarak tempuhnya sekitar 18 km dari Tanjung ibukota KLU, menggunakan jasa roda empat atau roda dua. Setelah sampai di pasar Santong kita bisa memakai jasa pemandu lokal. Selamat berkunjung,( Eko ).

Senin, 09 April 2012

Berwisata Kuliner di Warung Ellen Samsul Bahri Sidutan

Kayangan,(SK),-- Letaknya yang strategis membuat warung milik Samsul Bahri warga Dusun Sidutan Desa Kayangan ini ramai di kunjungi.

Warung Ellen, demikian nama yang diberikan oleh yang empunya warung tersebut. Latar belakang muncul ide pemberian nama warung ini, menurut sang pemilik Samsul Bahri (38), pada awalnya sebelum dibangunnya warung Ellen ini, memang tempat itu bagus jika di fungsikan.

Dikatakannya, dengan bermodalkan tekad yang bulat dan ikhlas, dirinya mulai membuka usaha warung yang kemudian diberinya nama “Warung Ellen” Sidutan itu. Secara kebetulan letaknya sangat strategis.Pemandangan alam yang asri ditambah lagi dengan bentangan sawah yang luas dan hijau di belakangnya, membuat hati semakin betah untuk terus berlama-lama berada di warung Ellen ini.Bagi setiap pengunjung yang menyempatkan diri singgah di tempat itu, sambil melihat matahari terbenam di ufuk barat pada sore hari, dapat pula memesan hidangan kuliner siap saji dari berbagai menu. Pokoknya di jamin puas, kata Samsul Bahri promosi.

Di tempat ini pula, dijadikan sebagai tempat persinggahan yang sejuk bagi kaula muda setiap sore. Bagi para pengendara, baik roda empat maupun roda dua, ini sangat bagus sebagai tempat untuk istirahat sejenak menghilangkan kepenatan setelah mengadakan perjalanan jauh yang melelahkan.Berbagai macam hidangan kuliner siap saji, juga dapat diperoleh di warung Ellen ini. Tergantung selera para pengunjung, tinggal pesan saja.

Dikatakan oleh sang pemilik warung Ellen yang berlokasi di dekat Jembatan Belli Sidutan ini, setelah isterinya baru kembali dari Saudi, mereka sepakat untuk membuat sebuah komitmen bagaimana mengembangkan usaha ekonomi keluarga. Maka berangkat dari komitmen tersebut, dengan bantuan Kopindag KLU akhir Januari 2012 lalu, niat itu menjadi kenyataan.

Menurut Nurma (30), memang niat untuk mengembangkan usaha keluarga ini timbul setelah pulang dari Saudi akhir Desember tahun lalu.Dengan bermodalkan keberanian dan tekad yang bulat bersama suaminya, akhirnya niat itu dimunculkan. Sehingga warung Ellen yang berada tepat di perbatasan Kayangan-Gangga ini, menjadi solusi bagi siapa saja yang sempat singgah di tempat ini.

Dikatakan Nurma, selama mengelola warung yang diberinya nama Ellen ini, setiap harinya tidak pernah sepi dari pengunjung. Sehingga tidak heran katanya,pendapatan per harinya mencapai 600 hingga 800 ribu rupiah.

“Mohon kepada pemerintah daerah, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan KLU, agar lokasi ini dibuatkan kompleks pertokoan dan warung buah, saya yakin kedepan ramai di kunjungi,”kata Samsul Bahri.
Memang di sekitar lokasi pembangunan waarung Ellen milik Samsul Bahri ini, patut dikembangkan dan jika dikelola dengan baik, kedepan bisa dikembangkan menjadi salah satu daerah tujuan wisata kuliner di KLU.(Eko).
 

Senin, 05 Maret 2012

Air Terjun Lokok Raden, Memiliki Daya Tarik Yang Menjanjikan

Kayangan,(SK),-- Keindahan alam yang ekslusif dan eksotik, tidak hanya dimiliki oleh daerah lainnya di KLU. Kayangan juga memiliki potensi wisata yang layak di kembangkan untuk tujuan wisata, yaitu Air Terjun Lokok Raden.
Keberadaan air terjun ini terletak di lembah di Dusun Sejongga Desa Kayangan Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Air terjun dengan keindahannya yang alami dan mempesona tersebut, ternyata memiliki nilai historis yang patut dibanggakan. Salah satu kekayaan alam yang memiliki nilai sejarah masa lalu ini, patut di pelihara dan lestarikan sebagai warisan leluhur yang masih bertahan hingga saat ini. Potensi wisata yang keberadaannya tidak jauh dari pusat pemerintahan desa Kayangan ini, sering dijadikan tujuan wisata masyarakat local. 

Untuk mencapai lokasi tersebut, tidak perlu membuang tenaga banyak.Cukup merogoh kocek sepuluh ribu rupiah dengan menggunakan jasa ojek yang setiap hari mangkal di Pertigaan Lokok Rangan siap mengantarkan hingga tujuan. Bagi yang memiliki kendaraan roda empat dan roda dua, bisa melewati jalan Empak Mayong - Sejongga dari arah timur dan bisa juga melewati jalan Sidutan-Sejongga sebelah barat.

Sekilas, memang tidak ada yang mengira, bahwa dibalik gugusan perbukitan dan lembah yang dipenuhi hutan tropis di daerah dusun Sejongga Desa Kayangan Kecamatan Kayangan tersebut terdapat sebuah tempat yang memiliki panorama air terjun yang mempesona, dimana masyarakat setempat biasanya menyebut air terjun itu dengan sebutan air terjun Lokok Raden.

Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Sejongga secara turun-menurun, keberadaan Air Terjun Lokok Raden itu memiliki nilai historis yang berakhir dengan duka.

Konon, menurut Marta (50) dan Murdiyanto,SE (40) warga Sejongga yang memandu Media ini ketika berkunjung ke lokasi air terjun tersebut menceritakan bahwa, pada zaman dahulu (Ireng), yaitu pada masa berkuasanya Datu Keling di kawasan Hutan Antah Berantah (diyakini sekitar wet Sesait sekarang), hiduplah seorang pangeran bernama Maq Boteq Beleq. Ketika sudah waktunya berumah tangga, pangeran ini disuruh memilih calon permaisurinya diantara tujuh putri bidadari. Ketujuh putri bidadari yang dimaksud, salah satunya yang paling bungsu terbuat dari tepung.

Kocap cerita, sang Pangeran ketika di hadapkan untuk memilih, ternyata memililih putri yang paling bungsu. Menurutnya, putri yang paling bungsu inilah yang paling cantik untuk dijadikan permaisurinya. Selanjutnya diceritakan, Datu Keling pun mengadakan pesta pora selama tujuh hari tujuh malam, dengan mengundang seluruh kerabat handai taulan kerajaan, para petinggi kerajaan, para pangeran negeri seberang dan seluruh rakyat dan kaula balanya. Setelah semuanya sudah siap, maka pesta pun berlangsung cukup meriah, dengan berbagai kesenian ditampilkan, termasuk peresian tak pernah ketinggalan. Para jawara-jawara pilih tanding dari berbagai negeri pun tampil. Bunyi-bunyian dari berbagai alat music pun terdengar sayup-sayup bertalu-talu ditabuh dengan keahlian masing-masing.Semuanya itu merupakan gambaran meriahnya sebuah gawe beleq (pesta besar) dari kalangan istana.

Setelah berlangsung selama enam malam, maka tibalah saatnya pada malam puncak atau hari terakhir dari pesta tersebut. Sebagaimana kebiasaan pada zaman itu, untuk calon mempelai wanita sebelum disandingkan di pelaminan, lebih-lebih ini calon permaisuri raja, maka diadakan upacara mandi. 

Syahdan, upacara mandi bagi calon permaisuri raja ini pun dilakukan dengan iring-iringan panjang, (seperti nyongkol) dengan diiringi gong gambelan, diikuti para pembesar istana dan seluruh kaula balanya mengiringi dari belakang menuju tempat pelaksanaan ritual mandi di sumur Lokok Nampih. Hingga sekarang sumur ini masih ada dan tetap terpelihara oleh Mangkunya Lakiep dari Marga Sanggia, yang oleh masyarakat setempat (wet Sesait) disebutnya sebagai Sumur Dedara Pituq.

Proses ritual mandi pun dimulai. Seluruh dayang diperintahkan untuk melayani dan menemani sang putri mandi. Namun, apa yang terjadi kemudian?. Sang putri, ketika mulai mandi, seluruh badannya luluh akibat tersiram air. Putri pun kaget melihat perubahan pada dirinya. Namun ritual mandinya terus dilakukannya walau keadaan badannya semakin mengecil. Akhirnya, kocap cerita, putri pun menghilang lebur bersama air akibat guyuran air yang terus menerus pada saat proses ritual mandinya. Maklum Putri yang terpilih sebagai calon Permaisuri raja itu terbuat dari tepung. Jadi wajar kalau setiap di guyur air, tentu akan luluh dan hancur.

Konon, kejadian itu sontak membuat kaget seluruh kalangan istana dan seluruh negeri kerajaan Datu Keling kala itu. Pangeran Maq Boteq Beleq langsung memerintahkan seluruh kaula balanya untuk mencari Putri Calon Permaisurinya yang hilang itu. Teramsuk orang yang paling tangguh dan sakti mandra guna saat itu, diperintahkan untuk menyedot seluruh kubangan atau genangan air yang ada di aliran sungai Lokok Nampih kala itu. Orang yang dimaksud itu adalah tiada lain dan tiada bukan yaitu Maq Bentatis.

Sesuai perintah Datu Keling yang menjadi junjungannya kala itu, Maq Bentatis pun melaksanakan tugasnya untuk menyedot seluruh tetiu atau genangan air yang ada, mulai dari Lokok Nampih hingga Lokok Raden di Sejongga.

Singkat cerita, Maq Bentatis pun telah selesai melaksanakan tugasnya. Selanjutnya tinggal menunggu perintah untuk menumpahkan seluruh air dari dalam perutnya. Maka tibalah saatnya yang ditunggu, seluruh pembesar istana yang terdiri dari kaum bangsawan diperintahkan hadir untuk menyaksikan calon Permaisuri Pangeran Maq Boteq Beleq yang hilang terbawa air saat mandi di sumur Lokok Nampih itu.

Setelah semuanya sudah siap, maka Maq Bentatis diperintahkan mengeluarkan dari dalam perutnya seluruh air yang disedotnya itu. Lalu Maq Bentatis mengambil posisi paling tinggi dari seluruh kalangan yang hadir. Setelah itu Maq Bentatis mengeluarkan seluruh isi perutnya yang berisi air tersebut, sehingga menghanyutkan seluruh pembesar istana yang ketika itu berada di bawah. Akibat semburan atau aliran jatuhnya air dari perut Maq Bentatis membentuk air terjun itulah hingga saat ini di kenal dengan sebutan Lokok Raden. Karena yang hadir saat itu adalah para pembesar istana (sebutan masyarakat setempat Raden) dan hanyut terbawa air.

Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 17 meter itu mengalir dari aliran sungai yang berasal dari Lokok Nampih Pendua, banyak tumbuh-tumbuhan dan bebatuan besar semakin menambah keasrian dan kesejukan disekitar lokasi air terjun.

Tidak banyak orang yang tahu keberadaan lokasi air terjun ini, karena memang tempatnya sangat tersembunyi dan jauh, diwaktu-waktu tertentu, lokasi air terjun ini ramai dikunjungi masyarakat lokal, seperti saat lebaran topat atau maulid.

"Mudah-mudahan kedepan, dengan keberadaan air terjun ini yang cukup menjanjikan, jika dikelola dengan baik, maka akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,"kata Murdiyanto.(Eko).

Selasa, 18 Oktober 2011

Pesona Alam Alami Tiu Bombong

KLU - Lombok Utara terkenal dengan obyek wisata air terjunnya yang alami dan eksotik, banyak dikagumi wisatawan domestik ataupun mancanegara. Air terjun yang satu ini, bisa dibilang belum begitu dikenal dari yang ada di Kabupaten termuda NTB ini. Air terjun “Tiu Bombong”, objek wisata yang masih sangat alami,  airnya yang jernih kebiru-biruan, menambah pandangan eksotik, air terjun dengan ketinggian 150 meter ini, terletak di Dusun Sempakok, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, KLU.

Dalam penelusuran tim Suarakomunitas.net di lokasi air terjun Tiu Bombong ini, ternyata air terjun ini merupakan salah satu lokasi wisata yang tak kalah menarik dengan air terjun yang lain di KLU. Dengan panorama alam yang alami, sejuk dan indah, siapapun yang berkunjung akan merasakan kenyamanan tersendiri bagi pengunjungnya.
FOTO: Air terjun Tiu Bombong, di Dusun Sempakok, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, KLU
Penasaran dengan pesonanya, tim Suarakomunitas.net menelusuri dengan mencari informasi lebih jauh dari warga yang berdomisili disekitarnya. Slamet, warga setempat memiliki cerita sendiri mengenai Tiu Bombong. Ia mengatakan air terjun ini membawa kesan eksotik tersendiri bagi siapa saja yang memandangnya. Menurutnya, objek wisata ini belum begitu dikenal banyak orang sehingga efeknya sepi dari kunjungan wisatawan, Padahal, memiliki keasrian yang amat indah, dan sangat bangus untuk wisata refresing atau membuang kejenuhan bagi orang yang melepas lelah dengan kesibukannya.

Tiu Bombong agak berbeda dibanding objek wisata lain yang sejenis, sebab diapit oleh dua jurang terjal dengan rona-rona pepohonan yang hijau alami, membatasi wilayah Kecamatan Gangga dan Kecamatan Kayangan. Namun ia memiliki nilai jual tinggi dan potensi wisata yang potensial berkembang dengan pesat apabila mampu dikelola dengan baik pihak terkait untuk menopang roda perekonomian masyarakat.
Keterangan warga kepada Suarakomunitas.net soal Tiu Bombong mengatakan, bahwa air terjun ini memeiliki sejarah panjang.

Menurut salah satu warga, Melsah bercerita, dulu kala ada orang pemburu rusa melintas di air terjun ini, kebetulan ia dilihat penduduk setempat, lalu memberi tahu kepada sang pemburu bahwa di dalam air tiu bombong ada ikan tuna besar bertanduk dan bernapas. Si pemburu pun tak jadi menyebrang air tiu ini. Selang beberapa tahun kemudian, ada pedagang parang ingin menyebrang, wargapun memberi tahunya bahwa disitu ada ikan tuna besar bertanduk, tapi si pedagang tak percaya, si pedagangpun nekat menyeberang air tiu itu.  Saat sampai di tengah aliran air, ikan tuna pun keluar dan beradu dengan si pedagang. Pendek cerita, si pedagang dapat mengalahkan ikan tuna tersebut sehingga selamat sampai tujuan. Untuk mengenang peristiwa luar biasa ini, maka air terjun itu dinamakan Tiu Bombong.

Bagi yang ingin berkunjung ke lokasi wisata ini jangan takut dan ragu karena jalannya bagus dan tak memakan waktu lama. Jarak tempuhnya kira-kira 16 km dari Tanjung dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Untuk sampai ketempat tujuan, ada dua jalan yang bisa di akses, yaitu bisa lewat Sidutan dan bisa lewat Sesait.Setelah sampai kita bisa meminta bantuan jasa guide lokal. Selamat menikmati panorama alam air terjun Tiu Bombong.(Sarjono)

Rabu, 07 September 2011

Empat Hari Pasca Lebaran,Penyeberangan Poto Tano-Kayangan Membludak

Kayangan,-- Lonjakan penumpang penyeberangan Poto Tano Sumbawa – Kayangan Lombok, terjadi empat hari pasca lebaran.
 
Pasalnya, dari pantuan wartawan media ini saat berlibur di Sumbawa beberapa waktu lalu, bahwa pada hari ke-4 pasca lebaran,di pelabuhan penyeberangan Poto Tano Sumbawa, para calon penumpang berjubel antri ditempat parkir menunggu giliran masuk ke kapal penyeberangan.Termasuk wartawan media ini.

Kebanyakan dari calon penumpang ini adalah sebagian besar para Mahasiswa yang kuliyah di Mataram.

Arman (23) salah seorang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Mataram mengatakan bahwa, dirinya bersama teman-temannya sengaja berangkat pada hari itu, karena mereka memanfaatkan momen pasca lebaran sebelum masuk kuliyah, untuk bersilaturrahmi dengan keluarga,teman-temannya dari daerah lain yang kuliyah di kota Mataram. Disamping itu, mereka juga agar bisa bersilaturrahmi dengan para dosen mereka maupun dengan tetangga kost mereka.

Emi Asmawati (22) Mahasiswi asal Taliwang mengungkapkan, dirinya cepat-cepat ke Mataram, disamping dapat bersilaturrahmi dengan seluruh temannya dari daerah lain, juga ada beberapa tugas mata kuliyah yang harus segera diselesaikannya.

Lain halnya dengan Benedektus Seran (25) asal Maumere Plores ini, mengaku bahwa dirinya untuk cepat sampai di Mataram membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga butuh lebih awal nyeberang ke Mataram. “Kalau nunggu menjelang masuk kuliyah kita ke Mataram, kita khawatir terlambat,”katanya dengan logat timor yang polos.

Dalam perjalanan pulang, wartawan media ini juga sempat memperagkan dengan bantuan Capten Kapal, bagaimana cara menggunakan baju pelampung, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan gawat. Para penumpang yang lain juga ikut mencoba satu persatu.Namun tidak semua mencoba, hanya memperhatikan saja penumpang yang lain memperagakannya.

Penyeberangan Poto Tano Sumbawa-Kayangan Lombok itu, bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam.Bagi yang sering nyeberang, tentu tidak asing lagi.Pada tahun 1987, penyeberangan antar pulau ini masih menggunalan kapal kayu. Rutenya pun bukan dari poto tano, tapi dari Pelabuhan Alas ke Pelabuhan Kayangan Lombok. Dan itupun penyeberangan hanya sekali dalam sehari. Namun sejak tahun 1988, sudah mulai menggunakan kapal Fery sebagai alat penyeberangan untuk mengganti kapal kayu yang selama itu digunakan.

Seiring dengan perkembangan pembangunan, armada penyeberangan pun lambat laun bertambah. Hingga saat ini arus penyeberangan Pototano Sumbawa-Kayangan Lombok hamper setiap saat kapal nyandar dan bongkar muat penumpang.(Eko).

Selasa, 06 September 2011

Pesona Wisata Tiu Gong San Baro Bentek


Pesona wisata Tiu Gong Lombok Utara
KLU, MataramNews - Lombok Utara memang amat kaya dengan potensi alam sebagai objek wisata. Banyak potensi wisata yang terdapat di Kabupaten termuda NTB ini, diantaranya wisata pantai, wisata air, wisata hutan, wisata gunung dan wisata budaya. Di kecamatan Gangga saja terdapat banyak sekali objek wisata terutama wisata alam seperti air terjun, pegunungan, pantai, taman, dan kesenian tradisional serta artefak budaya yang bernilai kearifan lokal tinggi. Misalnya Kolam Gong  yang masih amat alami. Objek wisata ini terletak di Desa Bentek tepatnya di wilayah Dusun San Baro.   
Tiu Gong merupakan salah satu lokasi wisata alam yang mengagumkan. Dalam penelusuran MataramNews, ternyata pemandangan alamnya masih sangat alami. Airnya jernih sebening embun pagi. Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata wisata alam ini belum brgitu dikenal, terutama wisatawan domestik, apalagi wisatawan mancanegara.

Penasaran dengan pesona keindahannya, oleh tim MataramNews mencari tahu lebih jauh keberadaan wisata ini ke warga yang berdomisili di sekitar wisata tersebut. Menurut penuturan Yardi, bahwa Tiu Gong memang membawa pesona tersendiri bagi yang memandangnya, namun saat ini sambung Yardi, belum begitu banyak dikenal orang, akibatnya wisata alam Tiu Gong sepi dari kunjungan wisatawan, padahal wisata ini memiliki keasrian yang indah dan elok. Wisata ini sangat cocok untuk refresing atau membuang kejenuhan akibat aktivitas sehari-hari yang begitu padat dan membosankan.

Tiu gong dapat memberi kita warna dan corak berbeda ketimbag objek wisata lain yang sejenis, sebab berada di atas aliran sungai besar yang membatasi wilayah Tanjung dan Gangga. Tiu gong adalah aset wisata bernilai jual tinggi bagi daerah yang potensial berkembang pesat bila dikelola dengan baik oleh pihak-pihak terkait untuk menopang roda perekonomian masyarakat setempat.

Salah satu pengunjung yang kebetula berada sedang menikmati keindahan Tiu Gong, kepada Matarannews mengatakan, Tiu Gong memberi kesan positif dan nuansa kealamian yang luar biasa. Pesona alam berupa bebatuan dan pepohonan yang rindang menambah keasrian obyek wisata ini.

Bagi yang ingin berkunjung ke lokasi wisata ini jangan ragu karena akses jalan yang bagus dan tak memakan waktu lama untuk menempuh obyek wisata ini. Jarak tempuhnya kira-kira 14 km dari Tanjung dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Setelah sampai kita bisa meminta bantuan jasa guide lokal. Selanjutnya, giliran anda berkunjung ke wisata Tiu Gong. (Dj)

Minggu, 17 Juli 2011

Panorama Air Terjun Pemanan yang Mempesona

Air terjun Pemanan Lombok Utara NTB
 KLU, Suarakomunitas.net
(15/7/11) - Air terjun Pemanan adalah salah satu pemandian wisata yang belum banyak dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Padahal, objek wisata ini punya keindahan elok dan eksotis. Pemandian ini bisa dijadikan lokasi rekreasi yang memberi warna tersendiri bagi pengunjungnya. Namun sejauh ini belum banyak pihak yang mengetahui objek wisata tersebut. Ia merupakan aset potensial bagi inkam daerah ataupun untuk menunjang kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.

Dari penelusuran MataranNews terhadap beberapa pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini, mengatakan, bahwa air terjun Pemanan memberi kesan positif. Bagi orang yang berjiwa seni pemandian Pemanan bisa menyejukan hati terlebih bagi pecinta wisata. Keindahan bebatuan yang halus dan berwarna warni membuat pengunjung berdecak kagum karenanya.

Selain itu, pemandangan alam sekitar menambah tingkat kepesonaan air pamanan. Airnya amat jernih dan bersih, membawa aura eksotika cukup tinggi. Aliran air sungai yang berkelok-kelok disertai riak-riak air yang tak begitu deras membawa pesona kesejukan mata memandang.

Keelokan tebing dari kejauhan nampak begitu jelas, karena tebing-tebing itu disertai kanyonia yang berdempetan satu sama lain, dapat menambah aura panorama objek wisata ini. Susunan bebatuan tebing yang terjal dan curam bisa memberikan kesan mendalam bagi siapa saja yang memandangnya. Di samping itu, wisata ini juga mampu dipercaya dapat menyembuhkan penyakit pegal linu, rematik dan banyak lagi yang lainnya.

Berdasarkan cerita masyarakat sekitar, konon, pada zaman dahulu ada seorang bijaksana dari kerajaan Bebekeq sedang sakit dan berusaha mencari obat penyakit yang dideritanya. Hampir ia putus asa karena belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya, hingga pada suatu malam ia bermimpi, dalam mimpinya datang seorang sosok tua renta,menyuruhnya pergi ke Pemanan untuk mandi.

Percaya pada mimpinya itu, pagi-pagi buta ia langsung berengkat kesana dengan berjalan kaki menempuh jarak 2 km. Di tengah perjalanan, firasat itu selalu terngiang ditelinganya, kendati keraguan itu ada, antara percaya dan tidak. Namun berkat petunjuk itu, ia terus menyusuri jalan setapak hingga sampailah ia di Pemanan.

Sesampainya di tempat itu, ia sangat yakin dengan suasana yang ditemuinya, karena persis seperti dalam mimpinya. Tampa berpikir panjang ia-pun langsung menceburkan diri dalam kolam (Tiu: terminologi Sasak) Pemanan. Setelah lima belas menit berada dalam kolam tersebut,  seorang bijak tersebut, merasakan penyakit yang dideritanya berangsur-angsur sembuh, dan akhirnya badannya terasa bugar kembali, iapun sembuh total dari penyakitnya.

Seorang bijaksana kerajaan Bebekeq tersebut kemudian bertitah “bagi siapapun di kemudian hari yang mandi di Pemanan maka ia akan merasakan kebugaran. Bagi yang sakit akan sembuh penyakitnya seperti yang saya alami”. Itulah cerita yang bisa kita ilhami dari kisah sang paduka kerajaan Bebekeq.

Air terjun Pemanan terletak di Desa Bentek Kecamatan Gangga Lombok Utara. Bagi yang ingin berkunjung ke lokasi wisata ini, tidak sulit karena akses jalan menuju lokasi tersebut bagus dan tidak memakan waktu banyak. Jarak tempuh lokasi pemandian Pemanan kira-kira 15 km dari Tanjung KLU, dengan menggunakan kendaraan roda empat ataupun roda dua. Setelah sampai ke objek wisata tersebut kita bisa meminta bantuan jasa pemandu lokal. Siapa penasaran, silakan saja berkunjung ke objek wisata air terjun “Pemanan”. (Dj)