Jumat, 07 Desember 2012

BPBD KLU Gelar Konsultasi Publik Draf Protap TRC

Tanjung,(SK),-- Dalam rangka Penyusunan Tetap Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (Protap PB) sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan Penanggulangan Bencana pada saat tanggap darurat, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah KLU, Senin (03/12/2012) menggelar Konsultasi Publik Draf Protap TRC yang berlangsung di aula Kantor Camat Tanjung.
 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah KLU Moh.Iwan Maret Asmara,S.Sos dalam pengantarnya mengatakan,tujuan di gelarnya Konsultasi Publik Draf Protap TRC dalam Penanggulangan Bencana di daerah KLU ini adalah untuk menghimpun berbagai masukan dari seluruh SKPD terkait dengan penyempurnaan draf Protaf Penanggulangan Bencana yang sudah di susun pihak BPBD KLU.Hal ini penting menurut Asmara karena nantinya sebagai pedoman maupun dasar dari TRC dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana.

Dikatakan, mengingat wilayah KLU ini sebagian besar adalah perbukitan dan kondisi tanahnya labil, sehingga rawan dari berbagai bencana dan apabila terjadi bencana, maka masyarakat yang terkena bencana berhak mendapatkan pelayanan dan perlindungan berdasarkan standar pelayanan minimum, mulai dari pencarian, penyelamatan, evakuasi, pertolongan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana itu nantinya, Maret Asmara menyebutkan seperti pangan,sandang,air bersih dan sanitasi,pelayanan kesehatan dan penampungan sementara.Untuk itu katanya perlu pengkajian cepat terhadap korban, baik yang meninggal dunia,luka-luka, pengungsi, kerusakan perumahan/kantor/sarana ibadah, sarana pendidikan serta sarana dan prasarana vital lainnya.

Dalam paparan selanjutnya Maret Asmara juga menyatakan, bahwa pada saat tanggap darurat bencana dilapangan, yang sering dihadapi oleh para petugas dalam menangani korban bencana terdapat berbagai permasalahan, diantaranya adalah menyangkut masalah waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang sangat mendesak dan berbagai kesulitan koordinasi lainnya yang disebabkan karena banyaknya institusi yang terlibat dalam penanganan darurat bencana,kompetisi dalam pengerahan sumberdaya,otonomi yang berlebihan dan ketidak percayaan kepada instansi pemerintah.Hal ini perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana.

Bupati KLU yang diwakili Asisten I H.Darma,SH dalam sambutannya mengatakan, dasar-dasar hokum penyusunan protap TRC yang menjadi acuan atau dasar dari TRC dalam melaksanakan tugasnya yang sudah disusun ini diantaranya Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional Nomor 9 tahun 2008 tentang Protap dan Peraturan Bupati KLU Nomor 02 tahun 2012 tentang Standar Protap.

”Antara Protap dan SOP itu sama, hanya sebutannya saja yang beda.Sebab kalau kita di Administrasi di sebut Standar Oprasional Prosedur (SOP) sedangkan sifat-sifatnya disebut Protap karena tidak melalui prosedur yang rumit,”jelasnya.

Latar belakang dari Protap yang di susun BPBD KLU ini adalah untuk meminij HAM dalam penanggulangan bencana. Sehingga tujuan dari Protap ini adalah untuk memberikan panduan bagi personil yang tergabung dalam TRC untuk dapat melaksanakan tugas yang cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.

H.Darma juga pada kesempatan itu menyebutkan bahwa manfaat dari Protap ini adalah adalah sangat banyak, diantaranya sebagai standarisasi cara yang dilakukan TRC dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya, mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh anggota TRC dalam melaksanakan tugas.Selain itu katanya meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam melaksanakan tugas dan bertanggung jawab secara individual dalam organisasi secara keseluruhan.

“Tugas pokok TRC dlam melaksanakan tugasnya hanya mengkaji,mencatat dan melaporkannya sehingga dalam melaksanakan tugasnya ini harus dengan cepat dan tepat,”tegasnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD KLU Resedep,S.Sos dalam sesi pembahasan draf Protap yang telah di susun pihaknya menjelaskan, pada intinya Protap yang telah disusun tidaini masih jauh dari kesempurnaan.Sehingga diharapkan kepada seluruh peserta yang hadir dalam konsultasi public Draf Protap TRC KLU ini untuk dapat memberikan masukan dan saran sehingga draf yang sudah di susun ini akan mendekati kesempurnaan.

Dengan berbagai masukan,kritikan dari peserta yang hadir, Resedep dengan dibantu Mas Totok dari Koslata NTB berusaha menjawab dan meyakinkan bahwa draf Protap TRC BPBD KLU yang telah di susun pihaknya itu tidak jauh beda dengan Protap TRC BNPB Pusat.Walaupun demikian, bukan berarti copy paste, tetapi lebih di sesuaikan dengan keadaan geografis wilayah KLU.Itulah sebabnya pihak BPBD KLU menggelar konsultasi public untuk menyempurnakan draf Protap TRC yang telah disusunnya itu.

Diakui Resedep, jumlah anggota TRC KLU hingga saat ini baru berjumlah 25 orang. Jika dibandingkan dengan luas wilayahnya belum sebanding. Untuk itu pada tahun 2013 mendatang pihaknya telah mengusulkan kepada BPBD provinsi untuk penambahan personil.”Mudah-mudahan ini disetujui, ”harapnya.(Eko)

Dua Anggota PSHT Asal MA Nurul Islam Kayangan Ikuti Pengesahan di Denpasar

Kayangan,(SK),-- Kegiatan ekstrakurikuler yang selama ini terus digalakkan Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam Kayangan, patut diperhitungkan. Pasalnya, dua orang siswinya Fariani dan Novia Ratna Suryani kembali mendapatkan kehormatan mengikuti ritual pengesahan keanggotaannya di PSHT Cabang Denpasar, di Bali, Sabtu (08/12/2012) pukul 21,00 wita mendatang.
 Menurut Kepala Sekolah MA Nika Murdiyanto,SE mengatakan, kedua orang siswinya yang akan mengikuti ritual pengesahan keanggotaannya ini akan diberangkatkan menuju Bali pada hari Sabtu pagi bersama pelatihnya Mas Budi.Dimana pada malam harinya baru dilaksanakan kegiatan utamanya bersama rekan-rekan anggota PSHT dari daerah lainnya.

Dikatakan, kedua siswinya ini masih duduk di bangku MA kelas XI (Fariani) dan kelas XII (Novia RS). Selaku Kepala Sekolah katanya, dirinya merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pelatihnya Mas Budi, yang selama ini dengan tekun dan penuh dedikasi membimbing dan membina para santri yang mengikuti kegiatan eskul di sekolahnya. Sehingga hasilnya bisa diperhitungkan di jajaran atlit PSHT di Nusa Tenggara khususnya dan di Indonesia Bagian Timur umumnya.

Sebagai seorang anggota IPSI PSHT (Ikatan Pencak Silat Indonesia Persaudaraan Setia Hati Terate) NTB, kedua siswi MA Nika asal Kayangan tersebut merasa bangga menjadi anggota PSHT di daerah ini.Keberadaan mereka sebagai seorang pesilat tentunya patut diperhitungkan, disamping bisa berprestasi secara individu dibidang persilatan, juga bisa membawa nama baik daerah KLU di kancah perhelatan yang lebih tinggi di dunia persilatan.

Menurut Novia Ratna Suryani yang kini masih duduk di kelas XII MA Nurul Islam ini mengaku, dirinya bersama rekan sekolahnya Fariani yang masih duduk di kelas XI pada sekolah yang sama, pengukuhan atau pengesahan keanggotaannya dalam PSHT untuk wilayah NTB sudah selesai di gelar awal Desember 2012 lalu, tapi karena mereka berdua sedang terhalang untuk mengikuti ritual tersebut, mereka diharuskan mengikuti ritual serupa tanggal 8 Desember 2012 di Denpasar Bali.”Jadi kita harus betul-betul bersih untuk mengikuti ritual pengesahan PSHT ini,”terang Novi, begitu yang sering di panggil ini.

Dengan gagalnya kedua siswi ini di kukuhkan awal Desember 2012 lalu itu, bukan berarti tidak jadi di kukuhkan/di sahkan. Buktinya,Sabtu (08/12/2012) lusa, mereka di panggil kembali oleh pihak PSHT Cabang Mataram untuk di kukuhkan keanggotaan PSHT-nya di Bali.

Diakui Novi, dengan gagalnya mereka di kukuhkan awal Desember lalu, namun 8 orang temannya asal Kayangan berhasil di kukuhkan keanggotaan PSHT untuk cabang Mataram di Kantor LPMP Mataram. Kedelapan rekannya itu, diantaranya Dedi, Dodi, Rio, Lukman, Fauzi, Mahzan, Syamsul dan Herman. Dengan telah selesainya mereka di kukuhkan ini, maka nantinya setelah Novi dan Fariani sudah di kukuhkan, maka jumlah anggota PSHT asal Kayangan berjumlah 10 orang.

Dalam kejuaraan PSHT tingkat Provinsi NTB yang di gelar beberapa bulan lalu, anggota PSHT di MA Nurul Islam Kayangan ini pun pernah ambil bagian, yaitu dengan mengirim tiga orang anggotanya (Esi,Winda dan Novi).Nasib mereka dalam event akbar dan bergengsi ini belum berpihak kepada mereka.Yang penting keberadaan PSHT wilayah KLU ini patut diperhitungkan di kancah yang lebih tinggi

“Dengan pengesahan PSHT ini, mka kami nail level dengan sebutan warga PSHT tingkat satu NTB,”terang Dedi, yang sudah mengikuti pengukuhan awal Desember 2012 lalu.(Eko).

Bupati KLU Ajak Warga Kayangan Bersabar Mensyukuri Nikmat


Kayangan,(SK),-- Program Imtaq yang biasa dilaksanakan setiap hari Jum’at bagi PNS yang ada diseluruh SKPD lingkup Kecamatan Kayangan, Jum’at, (07/12/) kembali diperkuat dengan mendatangkan Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH sebagai penceramah.
 
 Program Imtaq yang rutin dilaksanakan bagi PNS ini, karena memang program yang dicanangkan Pemda KLU ini di hajatkan bagi PNS yang tersebar di seluruh wilayah KLU. Dan khusus Kecamatan Kayangan, Imtaq kali ini boleh dibilang istimewa, karena dirangkai dengan penyerahan bantuan Sosial bagi 89 orang yang terdiri dari Penghulu Desa, Penyuluh Agama, Kadi/Marbot Mesjid dan Guru Ngaji se Kecamatan Kayangan. Pelaksanaan Imtaq tetap dilaksanakan setiap hari Jum’at dan di pusatkan di Mesjid Haqul Yakin Dusun Lengkukun Desa Kayangan.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengatarnya mengucapkan terima kasih kepada Bupati KLU atas kehadirannya di tengah-tengah para PNS, masyarakat penerima bantuan sosial dan jama’ah Mesjid Haqul Yakin Lengkukun sebagai penceramah Imtaq. Mudah-mudahan kehadiran Bupati H.Djohan Sjamsu,SH bersama Kabag Kesra Setda KLU di tengah-tengah warga masyarakat Kayangan ini, diharapkan mampu sebagai penyejuk hati.

”Mudah-mudahan program pemberian bantuan kepada para Penyuluh Agama, Penghulu Desa,Marbot Mesjid dan Guru Ngaji di daerah ini bisa terus berlanjut,”harapnya.

Sementara itu, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam taushiyahnya di hadapan seluruh pimpinan SKPD,Karyawan-karyawati PNS lingkup SKPD se Kecamatan Kayangan, para Kepala SD,SMP,SMA,tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh jama’ah Mesjid Haqul Yaqin Lengkukun mengatakan, Imtaq ini memang sudah di programkan oleh Pemda KLU di setiap SKPD harus menyelenggarakannya. Hal tersebut dilakukan, karena ini memang sesuatu yang sangat di butuhkan.

Salah satu dorongan Pemda KLU mengadakan Imtaq bagi para PNS yang ada di daerah ini, agar bisa menguatkan jiwa dan adanya rasa keseimbangan antara raga dan jiwa.”Mudah-mudahan ini suatu ikhtiar Pemda dalam rangka menyeimbangkan fisik,mental dan jiwa para PNS, demi kesejahteraan dunia dan akherat,”katanya.

Bupati KLU Pertama yang terpilih melalui Pemilu ini mengaku, sebagai peletak dasar Pemerintahan di daerah ini berharap dukungan seluruh masyarakat KLU dalam menjalankan program pembangunan yang di programkannya. Karena menurutnya, keberhasilannya dalam meletakkan dasar pemerintahan di daerah ini adalah tidak terlepas dari peran serta dan dukungan seluruh lapisan masyarakat KLU yang terkenal menjunjung tinggi adat dan budaya peninggalan warisan leluhur ini. Sebaliknya, kalau masyarakat tidak mendukung, maka katanya, gagal pula dirinya dalam menjalankan roda Pemerintahan di KLU. Untuk itu, lanjutnya, salah satu factor yang mendukung keberhasilan pembangunan di daerah ini adalah satu hati.Inilah satu-satunya factor pendukung dalam keberhasilan berbagai program pembangunan yang di jalankan.

Dari hasil evaluasi Pemerintah Pusat terhadap KLU adalah sangat baik.Hal ini dibuktikan dari 57 Kabupaten/Kota daerah pemekaran yang se zaman dengan KLU pda tahun 2007 lalu, maka KLU menduduki posisi ke 6 dalam keberhasilan menjalankan roda Pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. ”Ini patut kita berbangga dan syukuri bahwa keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama yang merupakan nikmat yang tidak terlepas dari pertolongan Allah Swt,”taushiyahnya.

Angka kemiskinan di KLU mencapai angka 43,14% dan bahkan angka ini tertinggi di NTB. Angka kemiskinan yang pantastis ini ada, karena memang angka ini merupakan angka warisan yang diterima dari Kabupaten Induk (Lombok Barat).

Indeks Prestasi Manusia (IPM) KLU saat ini bisa di lihat dari tiga elemen dasar yang menjadi tolok ukur, diantaranya bisa dilihat dari sisi kesehatan,sisi pendidikan dan sisi pendapatan perkapita.IPM KLU saat ini baru mencapai angka 1,0 % di atas Kabupaten/Kota lain.”Ini artinya, ikhtiar kita sudah nampak,”katanya meyakinkan.

“Untuk mewujudkan itu semua, seluruh masyarakat warga Dayan Gunung harus bersatu-padu, satukan hati,satukan pendapat agar program pembangunan yang sedang di jalankan pemerintah daerah berhasil dan sukses,”ingatnya.

Itulah sebabnya Bupati dalam kunjungan kerjanya keliling Safari Jum’at di seluruh wilayah pelosok KLU adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang berbagai issu program pembangunan yang digalakkannya.

Disamping itu,katanya, adalah untuk memberikan pemahaman kepada warga KLU yang belum faham terhadap proses pembangunan di Dayan Gunung, dimana pembangunan di daerah ini melalui sebuah proses, tidak mungkin pembangunan yang dilaksanakan selesai dengan mengatakan’Sim Sala Bim’ jadi. Karena Allah Swt menciptakan segala sesuatu itu selalu berpasangan, karena ini memang butuh keseimbangan.

Melalui kesempatan itu,Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH mengajak seluruh PNS yang ada dilingkup Kecamatan Kayangan dan seluruh warga masyarakat bersabar dalam hidup dan bagaimana mensyukuri nikmat yang ada. ”Kalau pandai mensyukuri nikmat, Insya Allah KLU aman,dan mudah-mudahan Allah Swt memberikan nikmat yang lebih besar lagi menuju masyarakat yang adil dan beradab,”katanya.

Jika manusia pandai bersyukur terhadap nikmat Allah dengan beribadah dan bekerja memelihara seluruh alam ini, Insya Allah, Allah akan menambah nikmatnya kepadanya.Tetapi sebaliknya, jika manusia itu ingkar terhadap nikmat Allah, maka hidup ini tentu akan sengsara.

Perlu diingat bahwa semua yang ada di dunia ini ciptaan Allah dan semuanya itu ada maknanya, yang pada intinya seluruh manusia di perintahkan untuk merenunginya.”Kalau kita renungkan nikmat Allah ini, betapa besar makna dan manfaatnya, tentu tidak ada jalan untuk berbuat yang sia-sia,”katanya.

Wujud syukur dari seluruh PNS yang ada di wilayah yang terkenal dengan sebutan Dayan Gunung ini adalah wujud syukur satu hati dan satu angen.”Kepada seluruh PNS/Warga KLU, mari kita hayati niat suci ini dalam membangun daerah ini agar menjadi Kabupaten yang maju dan beradab,”ajak Djohan.

Dibagian akhir taushiyahnya, Bupati berpesan untuk selalu memelihara keamanan dan ketertiban sehingga seluruh kegiatan kenegaraan ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Usai memberikan taushiyah, Bupati H.Djohan Sjamsu,SH menyerahkan bantuan social secara simbolis kepada 89 orang petugas agama yang memang mumpuni di bidangnya, dimana untuk Penghulu Desa diwakili H.Nurudin (Penghulu Desa Kayangan),untuk Kadi/Marbot Mesjid diwakili Amaq Asrudin (Merbot Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang Sesait),untuk Penyuluh Agama diwakili TGH Sukarman Azhar Ali dan untuk guru ngaji diwakili Hasanul Muttaqin,S.PdI.(Eko).

Kamis, 06 Desember 2012

Sejarah Pemerintahan Tana Samawa Sejak Zaman Raja-Raja Hingga Terbentuknya Kabupaten Sumbawa

Sumbawa,(SK),-- Sejarah Sumbawa sudah dimulai sejak Zaman Dinasti Dewa Awan Kuning, tetapi tidak banyak sumber tertulis yang bisa dijadikan bahan acuan untuk mengungkapkan situasi dan kondisi pada waktu itu.
Hanya yang pasti,pada waktu itu rakyatnya masih menganut agama Hindu, baru pada kekuasaan raja terakhir dari dinasti tersebut, yaitu Dewa Maja Purwa, telah menandatangani perjanjian dengan Kerajaan Goa. Setelah ia wafat digantikan oleh Mas Goa, yang masih menganut ajaran Hindu. Ia dianggap telah melanggar salah satu perjanjian dama dengan kerajaan Goa, maka ia terpaksa disingkirkan ke Utan bersama pengikut pengikutnya.

Dengan berakhirnya kekuasaan Mas Goas sekitar 1673, Kerajaan Sumbawa mulai diperintah oleh raja dari Dinasti Dewa Dalam Bawa. Rakyatnya sudah menganut agama Islam. Pemerintahan ini sudah dimulai sejak tahun 1674 samapai dengan tahun 1958. Luas wilayah kekuasaannya mulai dari wilayah taklukan Kerajaan Empang hingga Jereweh (sesuai dengan batas wilayah Kabupaten Sumbawa sebelum dimekarkan).

Raja pertama dari Dinasti Dalam Bawa ini adalah Sultan Harunurrasyid I (1674 – 1702). Ia kemudian diganti oleh putranya Pangeran Mas Madina bergelar Sultab Muhammad Jalaluddin Syah I yang kawin dengan Putri Raja Sidenreng Sulawesi Selatan yang bernama I Rakia Karaeng Agang Jene. Jalaluddin Syah I ini kemudian diganti oleh Dewa Loka Lengit Ling Samapar kemudian oleh Dewa Ling Gunung Setia. Tidak banyak bahan sejarah yang dapat mengungkapkan berapa lama keduanya memerintah, tapi diperkirakan selama 10 tahun. Ada fakta yang menyatakan bahwa pada masa pemerintahan Datu Gunung Setia, kerajaan Sumbawa termasuk “ Bala Balong” lenyap dilalap si jago merah pada tanggal 26 Ramadhan 1145 Hijriah (1732 M).

Pada tahun 1733 Kerajaan Sumbawa kembali dipegang oleh keponakan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah I, bernama Muhammad Kaharuddin I (1733-1758). Ketika ia meninggal, kekuasaan diambil alih istrinya I Sugiratu Karaeng Bontoparang, yang bergelar Sultan Siti Aisyah. Raja wanita ini dikenal sering berselisih paham dengan pembantu raja, sehingga pada tahun 1761 ia diturunkan dari tahta dan mengharapkan , digantikan oleh Lalu Mustanderman Datu Bajing, namun ia menolak, dan menyarankan untuk mengangkat adiknya, Lalu Onye Datu Ungkap Sermin ( 1761-1762 ). Pemerintahannya hanya berjalan setahun. Konon karena ia lari dari istana untuk menghindari perang saudara, atas kekeliruannya menikahi seorang wanita yang telah lama ditinggalkan berlayar oleh suaminya, Lalu Angga Wasita yang terkenal keperkasaannya. Ia menyangka Lalu Angga Wasita sudah meninggal karena tidak pernah ada kabar beritanya. Tapi suatu hari lelaki perkasa itu muncul. Karena raja merasa bersalah maka ia lari pada malam Selasa pada bulan Dal Akhir, di hari ke 14 Ramadhan waktu bulan purnama raya.

Kepergian Datu Ungkap Sermin itu membuat lowongnya kursi raja.Semin itu membuat lowongnya kursi raja. Maka diangkatlah Gusti Mesir Abdurrahman, keturunan Raja Banjar. Meski ia bukan trah Dinasti Dewa Dalam Bawa, tetapi memungkinkan untuk diangkat menjadi raja karena telah menikah dengan puteri Sultan Muhammad Jalaluddin Syah I. ia pun diberi gelar Muhammad Jalaluddin Syah II, dan memegang kekuasaan selama 3 tahun (1762-1765). Ia mangkat pada tanggal 1 Dzulhijjah 1179 Hijriah (1765 Masehi). Maka diangkatlah putra mahkota yang masih berumur 9 tahun menjadi “raja boneka” yaitu sultan Mahmud. Sedangkan yang menjalankan pemerintahan diangkat Dewa Mapeconga Mustafa datu Taliwang.

Keputusan ini menimbulkan amarah Datu Jereweh, karena ia sangat berambisi untuk menjadi raja. Maka ia berangkat ke Makasar untuk meminta bantuan kompeni (VOC) agar bisa menciptakan kekacauan di Kerajaan Sumbawa. Sebelum berangkat, Datu Jereweh menemui kerajaan-kerajaan tetangganya dan mempengaruhi mereka supaya ikut mendukung rencananya dan ikut menandatangani perjanjian dengan VOC sekaligus membatalkan segala hal yang telah diatur dalam perjanjian Bongaya antara VOC dengan raja Goa (Sultan Hasanudin) yang isinya antara lain VOC tidak boleh mencampuri urusan perdagangan di kerajaan selatan.

Akhirnya pada tanggal 9 Februari 1765 di Fort Rotterdam ditandatangani perjanjian antara Cornelis Senklaar Komodour sebagai wakil VOC dengan pihak raja – raja selatan yang antara lain Sultan Abdul Kadir Muhammad Dzillillah Fil Alam (raja Bima), Hasanuddin Datu Jereweh (mengatas namakan raja Sumbawa), Achmad Alauddin Johan Syah (raja Dompu), Abdurrasyid (raja Sanggar) dan Abdurrahman (raja Papekat).

Perjanjian ini berisi tentang diperkenankannya VOC masuk Sumbawa. Tapi perjanjian ini kemudian dibatalkan lewat kontrak baru tanggal 18 Mei 1766 berkat keberhasilan diplomasi utusan kerajaan Sumbawa Dea Tumuseng. Dalam perjanjian ini disebutkan, apabila Sultan Mahmud dewasa, maka kekuasaan raja akan diserahkan kembali kepadanya.

Tapi pada waktu Sultan Dewa Mepaconga Mustafa sakit pada tahun 1189 H (1775 M), beliau digantikan oleh Datu Busing Lalu Komak, yang bergelar Sultan Harrunnurrasyid II (1777-1790). Sementara Sultan Mahmud yang putra mahkota itu tidak pernah diangkat menjadi raja yang sebenarnya, hingga ia meninggal dunia pada 8 jumadil akhir 1194 H (1780 M) dalam usia 24 tahun.

Pada waktu pemerintahan Harrunnurrasyid II ini telah berhasil diselesaikan penulisan Kitab Suci Al Qur’an dengan tulisan tangan oleh Muhammad Ibnu Abdullah Al Jawi Negeri Sumbawa Madzhab Safiie, tepatnya pada 28 Dzulqaidah 1199 H (1784 M). Sepeninggal Harrunnurrasyid II, tahta kerajaan beralih pada anak perempuannya, yaitu Sultan Syafiatuddin (1791-1795). Ia kemudian kawin dengan Sultan Bima dan mengikuti suaminya ke Bima, sekaligus memboyong beberapa harta pusaka kerajaan.

Karena kejadian itu, maka diputuskan oleh para Menteri Kerajaan untuk tidak lagi mengangkat wanita sebagai raja. Sedangkan pengganti Sultan Syafiatuddin adalah putera Sultan Mahmud bernama Muhammad Kaharuddin II. Pada waktu pemerintahannya inilah Gunung Tambora meletus. Tepatnya pada hari Selasa, 21 Jumadil Awal 1230 H (1815 M). Pada waktu itu Kerajaan Sumbawa dilanda hujan debu. Dalam laporan H. Zolinger disebutkan bahwa sepertiga penduduk mati di pulau Sumbawa dan sepertiganya lagi pindah ke pulau Lombok. Sedangkan abu yang menggenangi wilayah kerajaan Sumbawa sampai setinggi lutut. Setahun kemudian Sultam Muhammad Kaharruddin II pun mangkat pada tanggal 20 Syafar 1231 Hijriah (1816 M). Pemangku kerjaan selanjutnya diserahkan kepada Nene Ranga Mele Manyurang. Ia pun tidak lama menduduki singgasana kerajaan, karena pada bulan Rabbiul Awal 1241 Hijriah (1825 M), Nene Ranga yang sudah tua itu meninggal dunia. Kekuasaan dilanjutkan oleh Abdullah hingga ia meninggal pada tanggal 8 Muharram 1252 Hijriah (1836 M).

Mulai tahun 1836 sampai 1882, tahta Kerajaan Sumbawa kembali dilanjutkan oleh Putera Muhammad Kaharuddin II, yaitu Sultan Amrullah. Pada waktu pemerintahannya ini tidak banyak catatan sejarah yang bisa ditemukan, barangkali karena kerajaan baru mulai bangkit dari peristiwa meletusnya Gunung Tambora yang sangat dahsyat. Rakyat pun tentu banyak berkurang. Sultan Amrullah pun Sultan Amrullah Sultan Amrullah meninggal pada tanggal 23 Agustus 1883, sementara kursi raja diteruskan oleh Sultan Muhammad Jalaluddin III, cucu Sultan Amrullah.

Pada masa ini campur tangan Belanda sudah terlalu jauh, terutama dalam hal menarik pajak. Akhirnya meledaklah pemberontakan rakyat, yang membuat Belanda harus mendatangkan bala bantuan dari Makassar., sebab hampir di setiap tempat timbul amarah rakyat. Namun karena kelemahan dalam bidang persenjataan, semua bentuk pemberontakan dapat dipatahkan. Kekuasaan Belanda lewat VOC pun semakin merajalela. Maka dimulailah babak baru, Belanda ikut bermain politik di dalama istana, dan ikut menentukan jalannya pemerintahan.

Pulau Sumbawa dan Pulau Sumba dijadikan satu dalam bentuk afdeling dengan ibukota di Sumbawa Besar ( Ibukota Kabupaten Sumbawa sekarang). Asisten Resident yang pertama adalah Janson Van Ray. Kerajaan Sumbawa dibagi dalam dua ander afdeeling, yaitu Sumbawa Barat dan Sumbawa Timur.

Dalam pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin III (1833-1931) inilah dibangun “Istana Tua Dalam Loka”. Hal ini sangat dimungkinkan karena Sultan Muhammad Jalaluddin III menjalankan roda pemerintahan selama 48 tahun. Ia juga mampu menuruti kehendak Belanda. Kini “Istana Tua Dalam Loka” menjadi asset Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dalam rangka mengembangkan pariwisata sejarah.

Setelah ia meninggal pada tahun 1931, kekuasaan raja turun kepada putra mahkota yang mendapat gelar Sultan Muhammad Kaharruddin III. Pada zaman pemerintahannya inilah menjadi masa peralihan kolonialisme Belanda kepada Jepang. Ketika perjanjian Kalijati ditandatangani tanggal 9 Maret 1942, organisasi – organisasi Islam di Kabupaten Sumbawa mulai mengatur siasat. Organisasi itu antara lain Nahdatul Oelama, Moehammadiah dan Al Irsyad. Sementara tiga kerajaan di pulau Sumbawa mengambil sikap tegas, menyatakan diri lepas dari kekuasaan Belanda. Tepat pada bulan Mei 1942, delapan kapal perang Jepang mendarat di Labuhan Mapin di bawah pimpinan Kolonel Haraichi, yang ternyata disambut gembira oleh rakyat.

Kekuasaan Jepang tidak berlangsung lama, karena setelah Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi Bom Atom, Jepang menyerah kepada sekutu. Praktis kekuasaannya berakhir. Sebelum Belanda kembali masuk, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Agresi Militer Belanda ke Republik Indonesia mengakibatkan Raja Sumbawa menandatangani sebuah perjanjian politik baru dengan Belanda pada tanggal 14 Desember 1948. Isinya antara lain menjelaskan tentang sisa-sisa kekuasaan yang masih dikuasai oleh Belanda di Sumbawa. Kekuasaan tersebut ada tiga, yaitu bidang pertahanan, hubungan luar negeri dan monopoli atas candu dan garam. Setahun kemudian pemerintah Indonesia Timur berdasarkan Undang – Undang Nomor 44 tahun 1949 membentuk daerah Statuta Federasi Pulau Sumbawa, yang ditetapkan oleh Dewan Raja – raja pada tanggal 6 September 1949.
Perubahan system Pemerintahan terjadi lagi dengan membentuk Propinsi Nusa Tenggara Barat, yang didasarkan pada Undang – Undang Nomor 64 Tahun 1958. Propinsi Sunda Kecil dibagi menjadi tiga Daerah Swatantra Tingkat I yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat ( NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Khusus Daerah Swatantra I Nusa Tenggara Barat menjadi enam Daerah Swantantra Tingkat II, dimana raja sekaligus menjadi Kepala Pemerintahan. Karena itu otomatis Federasi Pulau dibubarkan. Federasi Pulau Lombok dibubarkan pada tanggal 17 Desember 1958 dan tanggal tersebut hingga sekarang dijadikan sebagai hari lahirnya Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Federasi Pulau Sumbawa dibubarkan pada tanggal 22 Januari 1959 dan pada saat itu dilantiklah Sultan Muhammad Kaharruddin III menjadi Pejabat Sementara Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Sumbawa. Oleh karena itu saat dibubarkannya Federasi Pulau Sumbawa dan diangkat/dilantiknya Pejabat Sementara Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Sumbawa, dijadikan sebagai hari lahirnya Kabupaten Sumbawa.( Fri )

Sabtu, 01 Desember 2012

Hendak Membetulkan Posisi Kabel Listrik, Nyawa Anak Melayang

Sesait,(SK),--- Sungguh tragis nasib keluarga Amaq Tokok (65) warga Tukak Bendu Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU, yang hendak memperbaiki posisi kabel listrik menuju rumahnya,Sabtu (01/12/2012) anak laki-laki satu-satunya menjadi korban kesetrum listrik.

Dengan kejadian ini,terang saja seluruh keluarga dekat maupun warga sekitarnya dibuat heboh.Sehingga warga yang ingin melihat dari dekat maupun sekadar ingin tahu peristiwa yang sebenarnya menimpa keluarga Amaq Tokok yang tinggal di sawah miliknya di Sambik Belat puluhan tahun lalu, ini pun berduyun-duyun berdatangan.
Peristiwa yang menewaskan Minar (5) anak laki-laki bungsu satu-satunya dari lima bersaudara pasangan Amaq Tokok dan Asinah warga Tukak Bendu Desa Sesait Kecamatan Kayangan ini diketahui setelah ayahnya Amaq Tokok minta bantuan kepada tetangganya Jorek (45) yang saat itu sedang memasak di dalam rumahnya untuk memberitahukan keluarganya di Tukak Bendu tentang peristiwa yang menimpa anaknya tersebut.Termasuk juga memberitahukan kepada ibu kandungnya yang saat itu berada di rumah.

Menurut keterangan Amaq Tokok (ayah korban), ketika di konfirmasi wartawan media ini di sela-sela dirinya sedang di rundung duka yang sangat mendalam tersebut, menceritakan kronologis kejadiannya hingga merenggut nyawa anak laki-lakinya.

Diceritakan, peristiwa itu bermula dari dirinya keluar rumah ingin memperbaiki posisi kabel listrik yang jatuh melata di tanah.Karena dirinya khawatir kalau di biarkan di tanah akan mengganggu orang lewat dan bahkan mungkin kesetrum.Saat dirinya mau keluar rumah hendak memperbaiuki posisi kabel listrik tersebut, anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara yang bernama Minar (5) ingin ikut.Menurut Amaq Tokok, memang sempat katanya melarang anaknya ikut bersamanya saat itu.Namun karena bersi keras terus saja mau ikut, terpaksa di biarkan ikut menguntit di belakang dengannya.

Sekitar 50 meter kearah selatan rumah tetangganya yang bernama Jorek (45), di situlah katanya kabel listrik yang akan di perbaiki dirinya dimulai.Karena baru setahun mengalir dari rumah Jorek.Pada saat dirinya sibuk membetulkan posisi kabel listrik yang jatuh dari tiang yang di pancangkannya belum genap satu tahun itulah anaknya yang sejak tadi berada di belakangnya tidak di ketahui ikut juga memegang kabel listrik yang secara kebetulan sambungannya dipegang.

Walau anaknya ini kesetrum listrik,Amaq Tokok terus melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.Begitu dirinya mau kembali dan menoleh ke belakang, di lihatnya anaknya sudah terkapar di atas tanah tidak berkutik.”Kenapa anaka ini,”fikirnya dalam hati, sambil melepaskan kabel dari pegangan anaknya yang sudah melekat di dadanya.

Sepontan, katanya dirinya dibuat bingung. Sebab anaknya yang sejak tadi ikut bersamanya di belakang, tidak di ketahuinya hingga bernasib seperti itu. Lalu dirinya memanggil Jorek yang secara kebetulan pada saat itu sedang memasak di dalam rumahnya.

Begitu mengetahui Minar kesetrum listrik, tanpa pikir panjang Jorek segera memberitahukan kejadian itu kepada ibunya, sementara ayahnya menunggui anaknya. Kemudian oleh Jorek dilanjutkan memberitahukan keluarga besarnya di Tukak Bendu.

Oleh keluarganya,korban kemudian di bawa ke Puskesmas Kayangan dengan harapan nyawa korban bisa diselamatkan.Namun setelah korban di tangani pihak medis di Puskesmas Kayangan, korban memang sudah tidak bernyawa ketika di bawa ke Puskesmas.”Kami hanya ingin memastikan saja, apakah korban masih bisa di selamatkan atau tidak,”kata ibu kandung korban Asinah sedih.(Eko)

Lima Kandidat Calon Kades Dipastikan Maju Dalam Pilkades Gumantar

Gumantar, (SK)--, Setelah dilakukan Verifikasi lima Balon yang mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa Gumantar dipastikan lolos dan resmi menjadi calon kepala desa Gumantar yang akan bertarung dalam perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepala desa Gumantar yang akan berlangsung 20/12/2012 mendatang.

Dikonfirmasi Narsudin selaku Ketua panitia pemilihan kepada desa Gumantar mengatakan “Verifikasi persyaratan dari masing-masing calon sudah dilakukan. Semua telah memenuhi syarat untuk menjadi calon kepala desa kendati demikain ada satu proses yang harus ditempuh oleh para calon ini. Yaitu tes uji kompetensi.

“Uji Kompetensi ini dilakukan guna mengukur kompetensi dasar para calon pemimpin. Materi yang diujikan adalah seputar ilmu pemerintahan, skala kematangan dan psikologi keperibadian.”

Dari hasil uji kompetensi calon Kades ini. Panitia mendapatkan gambaran umum tingkat Intelektualitas para calon ini. “Dalam kegiatan uji kompetensi ini tidak ada istilah tidak lulus. Kecuali bagi calon yang tidak ikut tes. Bagi yang tidak ikut tes sudah barang tentu tidak akan lulus”. Katanya

Mantan Anggota DPR KLU ini. Menambahkan, “Hasil prifikasi berkas dan uji kompetensi, kelima calon tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat dan ketentuan menjadi seorang calon kepala desa dan berhak untuk dipilih dalam pemilihan Kepala desa Gumantar 20 desember 2012 mendatang” tambahnya.

Prosedur yang dilakukan oleh panitia berikutnya adalah penentuan nomor urut calon. Penentuan nomor urut calon ini dilaksanakan pada hari senin 26/11/1012.

Berdasarkan peraturan daerah no 17 dan tata tertib pelaksanaan pemilihan kepala desa dijelaskan tentang mekanisme penentuan nonor urut calon. Penentuan nomor urut calon dilakukan dengan cara diundi.“ Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena penentuan nomor urut ini sangat riskan terjadi masalah.”

Tidak sedikit diantara para calon maupun para pendukungnya menginginkan nomor urut tertantu. Karena Menurut mereka pada nomor urut tersebut ada keberuntungan. Untuk tidak menimbulkan masalah dalam penentuan nomor urut calon ini maka dilakukan dengan cara diundi.

Sementara itu, seorang pengamat politik desa setemapt Mudri mengatakan. Tidak begitu mempermasalahkan tentang nomor urut. “Berapapun nomor urutnya jika tidak didukung oleh masyarakat maka dia tidak akan menang demikian juga sebaliknya. Nomor urut berapapun jika masyarakat banyak yang memilihnya maka dia akan menang.”kayanya sesaat sebelum dilakukan pengundian nomor urut calon.

Dalam penentuan nomor urut calon itu dapat ditetapkan bahwa; Nomor urut 1.Hahit. Nomor Urut, 2. Basri, Nomor Urut 3.Muhaimin, Nomor 4. Suhardi dan Nomor urut 5. Japarti.

Dari kelima calon tersebut, Dua diantaranya mendapat nomor urut sesuai dengan yang diinginkan. Dari jauh-jauh hari sebelumnya, Basri menginginkan nomor urut 2, ternyata keinginannya terjawab dengan mendapatkan nomor urut 2.

Sedangkan japarti dalam tahajjud dan istikharahnya telah diberikan hidayah dengan ditunjukkan pada dirinya nomor urut 5. Alhamdulillah, petunjuk tersebut benar-benar terwujud dengan mendapatkan nomor urut 5. semoga nomor ini membawa keberkahan dan keberuntungan.

Sementara 3 calon lainnya Mahit, Muaimin dan Suhardi., mengatakan tidak ada gambaran dan pirasat dari sebelumnya tentang berapa nomor urut pencalonan mereka.(MTQ)

MA/MTs NIKA Gelar Rapat Persiapan Ujian Semester

Kayangan,(SK),-- Sebagai langkah awal pelaksanaan pra Ujian Semester,Kepala MA/MTs Nurul Islam Kayangan (NIKA) menggelar rapat persiapan bersama,Jum’at (30/11/2012) yang berlangsung di aula MA NIKA.
Dalam pertemuan yang di pimpin Kepala MA (Murdiyanto,SE) dan Kepala MTs (Sumawadi,S.Pd) Nurul Islam tersebut, membahas berbagai hal terkait persiapan menghadapi ujian semester ganjil tahun ajaran 2012-2013.Dimana seyogyanya pelaksanaan ujian semester ganjil ini akan mulai di gelar tanggal 10 Desember 2012, namun karena ada beberapa agenda kegiatan yang bersamaan waktu pelaksanaannya di Depag Lobar yang juga membawahi KLU.Jadi pelaksanaan Ujian semester ganjil tahun ajaran 2012-2013 di majukan menjadi tanggal 5 Desember 2012.

Rapat yang diikuti oleh seluruh stackholder, baik yang ada di MTs maupun yang ada di MA dan tenaga kependidikan lainnya tersebut, Kepala MTs Nika Sumawadi,S.Pd, mengawali pengantarnya lebih banyak mengungkapkan hasil kunjungan kerjanya ke luar daerah bersama seluruh pimpinan Madrasah dan KKM wilayah VI KLU.Sehingga apa yang di dapatkan selama melakukan kunjungan kerja (study banding) ke pulau Jawa tersebut, bisa bermanfaat bagi kemajuan Madrasah yang di pimpinnya.

Sementara Kepala MA Nika Kayangan Murdiyanto,SE lebih menekankan pada bagaimana kegiatan belajar mengajar yang dilakukan selama ini sudah bisa berjalan 85 % sesuai dengan harapan.”Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan untuk menghadapi Ujian Semester ini bisa maksimal,”katanya.

Kepada semua guru bidang study, Kepala MA Nika asal Sejongga ini juga berharap, bagi yang belum menyelesaikan materinya agar segera menyelesaikannya.Hal ini dimaksudkan karena waktu pelaksanaan ujian semester sudah diambang pintu. Sehingga hal tersebut sudah menjadi kewajiban bagi para guru untuk menuntaskannya.

Terkait dengan wujud perhatian Pemerintah Daerah KLU terhadap para guru swasta di daerah Tioq Tata Tunaq ini, melalui KKM wilayah VI KLU telah melakukan sosialisasi terkait dengan pemberian insentif bagi para guru swasta pada tahun anggaran 2013 mendatang.Ini patut di syukuri bahwa inilah bentuk perhatian Pemerintah Daerah terhadap nasib para guru swasta yang nota bene sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Selain itu, pada akhir bulan November 2012 ini,MA Nurul Islam Kayangan mendapatkan bantuan Laptop bersama dengan Madrasah lainnya yang ada di KLU.Tidak menutup kemungkinan bahwa pada masa-masa mendatang program serupa akan terus berlanjut sehingga kebutuhan akan sarana dan prasarana penunjang pendidikan di bidang teknologi informasi semakin mendunia.

Dalam rangka memeriahkan hari amal bakti yang di selenggarakan Kemenag Lobar, maka seluruh sekolah tingkat Madrasah di wilayah KLU, termasuk Ponpes Nika di haruskan mengikuti beberapa kegiatan, diantaranya audisi da’i cilik,kemah bakti dan gerak jalan sehat.”Untuk mengikuti beberapa kegiatan ini, kami sudah persiapkan pesertanya,”kata Sumawadi, S.Pd Kepala MTs Nika.(Eko)