Senin, 01 Oktober 2012

PSM Kayangan Gelar Sosialisasi Libatkan Multipihak

Kayangan,(SK),-- Salah satu prioritas Pembangunan Nasional adalah pembangunan di bidang kesejahteraan social dan untuk melaksanakannya dibutuhkan factor pendukung utama yaitu tersedianya data penyandang masalah kesejahteraan masyarakat (PMKS).

Data tersebut penting artinya dalam rangka pengambilan kebijakan dan penyusunan program kerja dibidang social.Dalam rangka mendukung program ini, Pekerja Sosial Masyarakat Desa Kayangan, Jum’at, (28/09/2012) lalu, yang berlangsung di aula Kantor Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU, menggelar sosialisasi tentang program penyandang masalah kesejahteraan social.

Supriadi Lengar (29) selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Desa Kayangan mengaku, dirinya di tuntut untuk bekerja ekstra, bagaimana upaya menjalankan program selaku mitra kerja Dinas Sosial Provinsi NTB dalam menanggulangi kemiskinan di KLU yang 43,14 % itu.

Dikatakan, salah satu tantangan yang di anggap berat bagi dirinya selaku PSM adalah bagaimana masalah kemiskinan di KLU dapat di tekan.Selaku mitra Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berada di Desa Kayangan, mau tidak mau harus bekerja untuk menanggulangi masalah kemiskinan tersebut.

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut diantaranya, Camat Kayangan yang diwakili Sekcam Sukadi,S.Sos, Kepala Desa Kayangan Jamaan Aspari,Sekdes Sahabudin, para Kepala Dusun, BPD, LPM, Karang Taruna,tokoh agama,tokoh masyarakat,kaum Gender dan undangan lainnya.

Adapun hasil yang ingin di capai dari kegiatan sosialisasi ini, agar nantinya para pihak yang berkepentingan dapat menyusun dan merencanakan usulan serta dapat menindak lanjutinya bersama PSM setempat ke Dinas Sosial Provinsi NTB.

Camat Kayangan yang di wakili Sekcam Sukadi,S.Sos mengatakan, terkait dengan penyandang masalah social, berdasarkan data statistic bahwa di KLU tercatat 43,14 % penduduknya miskin.Tentunya dengan kondisi ini, masalah social bisa saja terjadi sesuatu yang negative.

Dikatakanya, angka kemiskinan di KLU dikatakan paling rendah di NTB, tetapi kita tidak pernah melihat bahwa di daerah ini ada penduduknya yang meminta-minta di jalanan, seperti yang terjadi di sebagian daerah lainnya.”Terus terang, ini yang unik, dikatakan bahwa KLU angka kemiskinan paling tinggi di NTB, tapi kita tidak pernah menjumpai orang-orang yang meminta-minta,”katanya.

Terkait dengan mekanisme pendataan, Sekcam yang baru memasuki dua bulan dilantik ini menyerahkan kepada PSM bersama Kepala Dusun untuk mendata, karena mereka lebih tahu siapa yang layak sebagai penyandang masalah social.

“Saran saya, apapun yang dilakukan di daerah ini harus senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah setempat teruama yang terkait dengan leading sektornya, sehingga apa yang di rencanakan sejalan dengan apa yang menjadi program,”jelasnya.

Hal tersebut dimaksudkan,menurut Sukadi, agar tidak terjadi perbedaan data, sehingga program ini tidak terjadi sesuatu hal yang dapat menimbulkan konflik di tingkat bawah.

Berbicara masalah social,Sukadi menyatakan, apa sebenarnya yang menjadi kriteria masalah social.Bisa saja pengertian masalah social tersebut di pahami berbeda oleh masyarakat. Sebab, ketika ada program pendataan yang sedang dilakukan, sebagian masyarakat berasumsi bahwa akan ada bantuan.

“Dalam menyikapi masalah social ini, harus hati-hati, karena masalah kecil bisa saja menjadi besar,”pesannya.

Sementara itu,Sekdes Kayangan Sahabudin dalam sambutannya mengatakan, terkait dengan penyandang masalah social, tentu banyak sekali yang dihadapi di lapangan.Salah satu yang dilakukan oleh Pekerja Sosial Masyarakat Desa Kayangan diantaranya adalah melakukan pendataan masalah sosial, dimana ini merupakan salah satu program yang di lakukan oleh Depsos.

Dikatakan, pendataan yang dilakukan tersebut adalah merupakan pendataan yang skala prioritas.Dimana tugas pokok PSM dalam hal ini adalah sebagai penghubung dengan pihak terkait dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sebagai tenaga PSM, tentu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari kita semua,”kata Sekdes asal Sesait ini.

Namun di sayangkan oleh Sekdes Kayangan yang sebelumnya pernah menjadi Sekdes Sesait ini, pada acara sosialisasi ini tidak dihadirkan gender.Padahal menurutnya ini penting kehadiran mereka juga sangat penting untuk diperhitungkan.Walau demikian, pihaknya berharap kepada PSM yang bertugas di wilayah ini, bisa dan sesering mungkin untuk selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait, terutama tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan tokoh gender, karena keberadaan mereka ini akan bersentuhan langsung dengan program.

Dalam melakukan pendataan nantinya supaya riil, karena disamping pendataan yang dilakukan program ini, ada juga pendataan yang dilakukan untuk untuk’ keluarga harapan’, sehingga pendataan ini nyaris sama.”Silahkan jalin kerja sama dan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang ada di desa, agar data yang di dapatkan tidak saling tumpang tindih,”sarannya.(Eko).

Minggu, 30 September 2012

Sosialisasi PPIP, Libatkan 12 Desa di KLU

Kayangan,KLU (SK) - Sosialisasi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 22/9/12 yang berlangsung di aula kantor camat Kayangan diikuti oleh 12 desa.

Sosialisasi ini di hadiri Satker Provinsi NTB,Kadis PU KLU,Kabag Pembangunan setda KLU, Camat Kayangan, dan 12 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Kayangan dan Bayan.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, program ini sangat penting di ketahui oleh semua pihak terutama yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Kepala Dinas PU KLU H.Irman,ST mengatakan, desa yang menerima program PPIP dari APBNP TA 2012 terdiri dari 12 desa dari 33 desa yang ada di KLU.

Desa yang memperolleh dana tersebut yaitu 6 desa ada di Kecamatan Bayan antara lain Desa Loloan, Sukadana, Sambik Elen,Mumbul Sari,Akar-Akar dan desa Senaru. Untuk Kecamatan Kayangan yaitu desa Kayangan, Salut, Pendua,desa Selengen, Gumantar dan desa Santong.

Dikatakan, program ini terkesan mendadak, karenanya di ingatkan oleh Satker Provinsi NTB bahwa waktu pelaksanaan program ini sudah mepet sehingga segera di adakannya sosialisasi. Menurutnya, yang di butuhkan KLU saat ini dan segera dilaksanakan, adalah Infrastruktur jalan, air bersih dan listrik.

Sementara Satker Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui FP Yuhadi Sutri,SE mengatakan, penggunaan dana APBNP ini diserahkan sepenuhnya ke desa, sehingga awal Oktober 2012 ini sudah bisa di mulai pengerjaannya.

Fasilitator yang akan mendampingi selama program PPIP berjalan terdiri dari 3 fasilitator Pemberdayaan dan 3 fasilitator teknis. Fasillitator tersebut adalah Yuhadi Sutri,SE, Lukmanulhakim,SE, Titin,SP, Yulius Fasila,ST, Nadia,S.Kom,Nela Nestiati,ST.

Jatah untuk masing-masing desa dalam program PPIP yang dananya bersumber dari APBNP TA 2012 ini sebesar 250 juta rupiah.Dana ini akan dipergunakan untuk membangun infrastruktur sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas dari desa bersangkutan.

Kabag Pembangunan H.Sulfadli,SH mengatakan, untuk Kecamatan Bayan dan Kayangan yang mendapatkan program PPIP ini, ada yang mendapatkan dana reguler dan ada desa yang mendapatkan dana APBNP.

“Ini bukan proyek,tapi program pemerintah sehingga harus berhati-hati dalam menggunakan uang Negara. Hal ini dimaksudkan,untuk menghindari terjadinya penggunaan dana yang tidak pada tempatnya,”pungkas Zulpadli (Eko)

Senin, 24 September 2012

Masyarakat Adat Sambut Peserta Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia V

Kayangan,(SK),-- Lebih lima ratus orang peserta Jambore Fotografi Mahasiswa se Indonesia hadir di Dasan Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU,Jum’at (21/09/2012) lalu.

Ketua Panitia Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia ke V Ardian Himni mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Dasan Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU ini adalah  salah satu rangkaian program kerja dari UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram.Kegiatan yang melibatkan lebih limaratus orang para penggemar Fotografer dari Perguruan Tinggi se Indonesia ini, patut diberikan penghargaan.Pasalnya,kata Ardian Himni, kegiatan yang bertaraf Nasional ini dalam Hari Ulang Tahunnya yang ke V pada tahun 2012 ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar pulau Jawa.

Dikatakan, ide sehingga kegiatan ini di laksanakan di luar pulau Jawa dan di pusatkan di KLU bil khusus di Rumah Adat Desa Beleq Desa Gumantar ini telah melalui proses yang panjang.Untuk sampai ke Dasan Beleq Desa Gumantar sebagai lokasi tujuan Fotografer Mahasiswa dari 15 kota besar seluruh Indonesia ini, oleh Panitia pelaksana UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram dibawah pimpinan Ilhamuddin telah dilakukan survey awal sejak bulan Mei 2012 lalu.Dari hasil survey tersebut setidaknya ada 5 daerah tujuan yang di jadikan sample.Diantaranya, Dusun tardisional Sade,Dusun trdadisional Segenter, Mesjid Kuno Bayan,Mesjid Kuno Rambitan dan Dusun Tradisional Dasan Beleq gumantar.

“Dari hasil survey ini, lalu kemudian kami musyawarahkan dan kami komunikasikan dengan teman-teman Fokus dari pulau Jawa, ternyata mereka memilih yang paling unik diantara 5 daerah yang dijadikan sample sebagai tujuan, yaitu Dusun Tradisional Desa Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU,”terang Ilham, yang dibenarkan Jumayar.

Narsudin,S.Pd salah seorang tokoh pemuda berpengaruh di Dasan Beleq menyambut baik kegiatan ini.Dengan demikian, melalui momen ini dapat memperkenalkan budaya asli daerah ini ke dunia luar.”Kalau bisa momen ini di ulangi pada saat acara ritual adat maupun keagamaan di masa mendatang,”harap Narsudin yang juga mantan anggota DPRD KLU termuda yang baru beberapa minggu di PAW ini.

Senada dengan Narsudin, salah seorang tokoh muda yang lainnya Jumayar mengatakan, daerah yang akan dijadikan obyek kunjungan para peserta Jambore Fotografer di daerah Dasan Beleq yang masih asli dan unik ini, diantaranya Rumah Adat tradisional, Pawang Adat,Sumur Tua, Makam Sopok Mesan dan Air Terjun.

Dikatakan Jumayar, semua tempat yang disebutkannya itu hingga saat ini jarang dan bahkan tidak pernah di publikasikan oleh siapapun juga, karena tidak sembarang orang yang bisa mengambil gambar. “Suarakomunitas dan media cetak local juga pernah mempublikasikannya, itu pun hanya sebagian kecil saja,”kata Jumayar.
Kedatangan ratusan peserta Jambore Fotografi Mahasiswa seluruh Indonesia di Dasan Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU ini disambut baik oleh seluruh warga Dayan Gunung, khususnya warga setempat.Hal ini di buktikan dengan tampilnya Pemangku Adat Majidap dengan seluruh pendukung ritual adat penyambutan yang terdiri dari teruna teruni (remaja putra dan remaja putri) dengan pakaian adat khas Dusun Adat Tradisional Dasan Beleq.

Ketua rombongan peserta Jambore Fotografi Kampus dari seluruh Indonesia Mas Bagus (Universitas Budi Utomo Surabaya), ketika disambut dan di sembek oleh Pemangku Adat Majidap nunut saja.Sambil makan sirih, Mas Bagus berucap bahwa penyambutan dirinya bersama rombongan yang lainnya tidak di sangka semeriah itu.”Kami mengucapkan terima kasih atas semuanya ini, “ucap Mas Bagus.

Hadir dalam penyambutan ini, selain Sekda KLU Drs Suardi,SH.MH,Kabid Kebudayaan Dikbudpora KLU Sahti,S.Pd.M.Pd,Camat Kayangan yang diwakili Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos, Kepala Desa Gumantar Mahit Radiawan,Narsudin,S.Pd mantan anggota DPRD KLU termuda, hadir pula beberapa tokoh agama dan tokoh adat wet Gumantar,wet Sesait dan wet Bayan, serta Kepala Dusun Dasan Beleq,Tenggorong serta kelompok kesenian Gendang Beleq Boyotan asli dan seluruh warga Desa Gumantar.

Ketua Panitia Penyelenggara melalui Sekretarisnya Santoso Wibisono dalam kata pengantarnya mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan kali ini dengan melibatkan seluruh rekan-rekan Mahasiswa yang tergabung di Fokus (Fotografer Kampus) merupakan tindak lanjut dari kegiatan Jambore ke IV di Surabaya tahun 2011 lalu.

Dikatakan Wibisono, dirinya mengaku terharu, tidak menyangka kegiatan yang telah direncanakannya berbulan-bulan itu berhasil dilaksanakan dan sukses. Dia berharap, semoga kegiatan ini berkesan dan tidak terlupakan.”Mudah-mudahan, budaya silaturrahmi ini bisa terus di budayakan dan dipertahankan,”harap Wibi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Daerah,tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh pemuda daerah ini semuanya mendukung, termasuk mantan anggota DPRD KLU termuda putra asli Dasan Beleq Gumantar Narsudin,S.Pd juga turut mendukung.

Dikatakan, dijadikannya daerah ini sebagai daerah tujuan Jambore Fotografi Mahasiswa seluruh Indonesia, adalah wujud dari keragaman bangsa Indonesia.Sebagai generasi penerus bangsa, dimana kondisinya saat ini, jika dilihat dari sisi cinta tanah air, sudah agak luntur.Sehingga tidak heran berbagai macam penyakit masyarakat yang terjadi, tidak menutup kemungkinan orang luar bisa saja mengobok-obok bangsa kita.Oleh karena itu melalui kegiatan seperti ini, kita dapat merenungkan kembali apa yang telah di ikrarkan oleh para pemuda pendahulu kita pada tahun 1928 silam dalam tekadnya mempersatukan seluruh pemuda, dengan satu tanah air,satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.

“Saya berharap, agar ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa.Sebagai satu tanah air, tentu kita sama-sama merasakan sakit dan berusaha untuk menyembuhkannya,”pesan Sekda yang di beri aplaus oleh peserta Jamboree Fotografi.

Selain itu, Sekda Suardi juga mengingatkan, sebagai generasi muda, penyakit yang sedang di hadapi bangsa Indonesia saat in adalah dekadensi moral.Hal ini dapat diperkuat, menurutnya, dengan selalu meningkatkan dan memperkuat Iman dan Taqwa kepada Allah Swt.

“Jangan sekali-kali menyentuk narkoba,hindari hal-hal yang negative dan tingkatkan hal-hal yang positif,”pesannya.

Di hadapan seluruh peserta Jambore Fotografer Mahasiswa seluruh Indonesia,Suhardi menitip pesan agar potensi yang di miliki KLU dapatlah kiranya di perkenalkan kepada relasi di daerah masing-masing sekembali dari daerah yang bermoto Tioq Tata Tunaq ini. “Jadilah duta wisata dalam membangun KLU, mari kita bangun persatuan dan kesatuan menuju Indonesia yang jaya, maju dan beradab,”ajak Suhardi. (Eko).

 

Bupati KLU Serahkan Bantuan Kepada 37 Orang Korban Bencana

Kayangan,(SK),-- Penantian yang panjang bagi masyarakat KLU yang menjadi korban bencana alam putting beliung dan bencana kebakaran, kini sudah bisa bernafas lega.

Pasalnya, sebanyak 37 0rang warga masyarakat KLU yang ditimpa musibah bencana alam beberapa waktu lalu, Kamis (20/09) yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar 125 juta rupiah.

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH yang didampingi Kapolres AKBP Ronny Azwawie SH.SIK dalam sambutannya mengatakan, bencana alam yang sering terjadi di sebagian besar belahan bumi ini adalah diakibatkan oleh ulah manusia.Seperti terjadinya banjir, tanah longsor dan lain sebagainya itu, karena hutan yang selama ini sebagai paru-parunya dunia banyak yang di tebang oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab, akibatnya ketika terjadi hujan tidak ada yang menampungnya.Begitu juga dengan kekeringan yang terjadi akhir-akhir ini.

Dikatakan, untuk menanggulangi kekeringan di KLU saat ini, Pemda sudah menyediakan 4 buah mobil tangky yang siap beroperasi.Dua buah tangky di tempatkan di wilayah timur (Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan) dan dua buah tangky lagi di wilayah barat (Kecamatan Pemenang,Tanjung dan Gangga).

“Tidak ada satu orang pun yang menghendaki adanya bencana, kuncinya adalah tawakkal kepada Allah Swt,”katanya.

Menurut Bupati, bencana itu dapat terjadi karena dua hal, pertama karena kelalaian manusia itu sendiri dan yang kedua karena alam atas kehendak Allah Swt.

Bayangkan saja, lanjut Bupati, akibat ulah manusia ini, untuk daerah KLU saja tercatat 30 truck/hari yang mengangkut kayu keluar dari KLU.Sehingga terkait dengan itu,Bupati mengaku telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Kepala Desa yang ada di daerah ini untuk tidak seenaknya saja memberikan ijin kepada siapa saja untuk menebang kayu. Pemerintah melarang ini, karena memang ada maksudnya.

Pemerintah KLU dalam mengatasi masalah kekurangan bahan bakar untuk 70 open tembakau di Lombok Utara, telah menjatahkan batu bara sebagai bahan bakar alternative bagi 70 open tersebut.”Ini di wanti-wanti oleh Pemerintah daerah adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak gampang terbawa hasutan cepat menebang kayu,”jelas Bupati.

Sementara itu Kapolres KLU AKBP Ronny Azwawie SH.SIK pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah KLU karena telah banyak yang telah dilakukan terkait dengan keamanan dan ketertiban di wilayah ini..

Melalui kesempatan tersebut, pihaknya meminta kepada seluruh korban bencana yang ada di daerah ini untuk mensyukuri nikmat karena telah terhindar dari bencana yang menimpa beberapa waktu lalu.Dimana para korban bencana ini terbanyak di wilayah Kecamatan Kayangan khususnya di Sambik Jengkel Desa Selengen,Empak Mayong Desa Kayangan,Dangiang Timur Desa Dangiang dan selebihnya warga Kecamatan Bayan.

“Mudah-mudahan dengan telah diberikannya sumbangan ini oleh Pemda KLU, semoga bisa bermanfaat bagi yang tertimpa musibah untuk memperbaiki tempat tinggal masing-masing,”harap Kapolres.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara Datu Tresnabhakti,S.Pd mengatakan, pemberian bantuan bagi 37 orang warga yang tertimpa musibah putting beliung dan korban kebakaran beberapa waktu lalu di pusatkan di Kecamatan Kayangan.Hal ini menurutnya karena korban yang tertimpa musibah terbanyak di Kecamatan Kayangan.

Dikatakan, 37 orang warga yang tertimpa musibah tersebut, 30 orang korban putting beliung dan 7 orang korban kebakaran. Besaran yang diterima untuk masing-masing korban ini pun berbeda, untuk korban putting beliung dibantu masing-masing sebesar tiga juta rupiah, sedangkan untuk korban kebakaran sebesar lima juta rupiah per orang, sehingga total jumlah sumbangan yang diberikan terhadap korban bencana itu 125 juta rupiah.

Ketika ditanya, kenapa pemberian bantuan ini berbeda antara korban putting beliung dengan korban kebakaran, Datu Tresnabhakti mengatakan karena Koran kebakaran seluruh perabotan rumah tangganya habis terbakar, sedangkan korban putting beliung tidak semua rusak.

“Ini bentuknya stimulant, kita harapkan program ini terus berlanjut dan kenapa ini di pusatkan di Kayangan, karena korban bencana ini lebih banyak di Kayangan, ”terang Datu.

“Memang kejadian kebakaran dan putting beliung di Desa Selengen dan Desa Kayangan itu sudah lama, namun baru kali ini bisa di realisasikan bantuannya, karena ini memang aturannya tidak segampang sim sala bim,”jelasnya lagi.

Datu berharap kepada para korban penerima sumbangan ini, jangan melihat besar kecilnya, tapi lihatlah bahwa inilah bentuk perhatian Pemerintah Daerah kepada rakyatnya yang tertimpa musibah.(Eko).
 

Minggu, 23 September 2012

MTs Nurul Islam Kayangan di Nilai Tim Akreditasi Provinsi NTB

Kayangan,(SK),-- Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Islam Kayangan,Senin (10/09/2012) kembali di nilai oleh tim Akreditasi Provinsi Nusa Tenggara Barat dibawah pimpinan Assesor I H.Abd. Hamid, S.Pd.M.Pd.
Bersama lima MTs yang ada di Kecamatan Kayangan, MTs Nurul Islam Kayangan mendapatkan giliran yang kedua setelah MTs BUS Santong dinilai oleh Tim Akreditasi Provinsi NTB sehari sebelumnya.

Menurut Ketua Tim Penilai Akreditasi Provinsi NTB H.Abd. Hamid, S.Pd. M.Pd mengatakan, dalam setiap penilaian akreditasi bagi setiap sekolah paling tidak ada 8 (delapan) komponen yang menjadi acuan penilaian, diantaranya ; standar isi,standar proses, standar kompetensi lulusan,standar pendidik dan tendik,standar sarpras, standar pengelolaan,standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.
Dikatakan bahwa tujuan diadakannya penilaian ini adalah untuk menilai visitasi akreditasi Madrasah Tsanawiyah apakah visi dan misi Kepala Sekolah dalam menjalankan tugasnya selaku Kepala Sekolah sudah sesuai dengan out put dari visi dan misinya.Disamping itu sasaran penilian juga terfokus pada 8 indikator akreditasi penilaian.

Kepala MTs Nurul Islam Kayangan Sumawadi,S.Pd mengatakan, dalam penilian akreditasi bagi sekolahnya kali ini, diakuinya masih banyak kelemahannya. Misalnya, seperti kegiatan monitoring Kepala Sekolah terhadap setiap guru yang masuk mengajar masih kurang dari 6 kali dalam setiap satu semester.Sementara pihaknya melakukan monitoring hanya sampai 4 kali dalam satu semesteran.”Mudah-mudahan ini menjadi motivasi kami dalam menjalankan tugas selaku Kepala Sekolah di MTs ini, kedepan agar lebih ditingkatkan,”harapnya.

Dikatakan, memang ada beberapa kelemahan yang tdak dilakukannya dalam hal muatan local terutama silabusnya sangat jarang disusun.Hal ini disebabkan karena memang membutuhkan keahlian tersendiri dalam bidang yang satu ini.

Dari 8 indikator atau komponen yang menjadi bahan penilaian oleh tim akreditasi provinsi NTB, Sumawadi mengatakan, untuk standar isi, muatan kurikulum harus melibatkan beberapa pihak.Kemudian standar proses, 95% sudah terpenuhi, hanya saja yang 5% kurangnya analisis penilaian masing-masing mata pelajaran masih agak kurang.

Selanjutnya standar kelulusan, 90% sudah dilakukan,hanya menjadi kelemahannya adalah kurangnya bukti / fakta daftar hadir untuk penetapan kelulusan,bukti pemberian hasil pengumuman kelulusan pada siswa.Lalu standar pendidik dan tendik baru dipenuhi 80%.Hal ini disebabkan ada beberapa kendala seperti ada beberapa guru bidang study yang mengajarkan mismec (bersebrangan dengan jurusannya).

Keseluruhan bentuk kekurangan itu tentunya nanti dapat dijadikan evaluasi dan pembelajaran di masa mendatang dalam rangka menjalankan dan melaksanakan proses kegiatan belajar.”Kita berharap hasil penilaian akreditasi sekarang ini ada peningkatan dari sebelumnya,”harap Sumawadi.

Sementara itu, Ketua Komite MTs Nurul Islam Kayangan Nurta,S.PdI mengaku bangga dengan keikutsertaan sekolahnya untuk di nilai oleh tim akreditasi provinsi NTB, semoga ada peningkatan dari peringkat dari sebelumnya.Kepada semua dewan guru dan tenaga kependidikan lainnya yang tergabung di bawah naungan MTs Nurul Islam Kayangan atas keterlibatannya membantu segala sesuatunya terkait dengan kelengkapan pendukung suksesnya penilaian akreditasi pada tahun 2012 ini.(Eko).

Sholat Jum’at Perdana Kapolres KLU

Kayangan,(SK),-- Mesjid Al Muttaqin Rebakong Desa Kayangan Kecamatan Kayangan adalah merupakan Mesjid bersejarah bagi Kapolres Lombok Utara AKBP H.Ronny Azwawie.

Pasalnya, sehari setelah di lantik Kapolda NTB Brigjen Pol.Arif Wachyunadi sebagai Kapolres baru di KLU, AKBP H.Ronny Azwawie,SIK bersama Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH menyempatkan diri sholat Jum’at yang pertama kali di Mesjid Al Muttaqin Rebakong Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU tanggal 7 September 2012 lalu.

Hadir mendampingi Bupati dan Kapolres sholat Jum’at tersebut, selain jajaran Polres KLU,Kapolsek Kayangan, Kepala Dinas Pertanian KLU Ir.Hermanto, hadir pula Camat Kayangan bersama Kasi Trantib,Kasi Kessos beberapa pimpinan SKPD lingkup Kecamatan Kayangan serta para tokoh masyarakat, tokoh agama Desa Kayangan dan jama’ah Dusun Rebakong.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya mengatakan, tujuan Kapolres dan Bupati KLU sholat Jum’at di Mesjid Al Muttaqin Rebakong tersebut adalah sebagai bentuk kedekatannya dengan masyarakat. Rangkaian kegiatan Safari (silaturrahmi) Jum’at yang dilakukan Bupati dan Kapolres KLU yang baru ini di akuinya adalah yang pertama kali sejak dirinya di lantik sebagai Camat Kayangan.Teramsuk juga Bupati dan Kapolres KLU sholat Jum’at di Mesjid Rebakong ini adalah yang pertama kali.

Dikatakan Tresnahadi, sebelumnya di wilayah Rebakong ini sempat beredar issu yang tidak baik di publikasikan.Untuk itu kehadirannya di Rebakong bersama Bupati dan Kapolres KLU yang di rangkai dengan Safari Jum’at tersebut adalah untuk sekalian klarifikasi issu yang sempat beredar di masyarakat yang sangat tidak etis, tidak masuk akal dan meresahkan warga setempat.

”Tidak mungkin seorang pejabat melakukan tindakan yang merugikan masyarakatnya, apalagi menghalangi program pembangunan yang masuk di wilayah ini. Issu tersebut tidak berdasar, jadi sama sekali tidak benar,”katanya.

Terkait issu tersebut, pihaknya sudah mengkoordinasikan dan mempertanyakannya pada Dinas PU Kimpraswil KLU.Mudah-mudahan masalah ini ada jalan keluarnya. Berdasarkan gambar yang ada pada Kepala Desa Kayangan, nyata-nyata pemasangan pipa air bersih itu sampai ke sidutan.Namun pihak pelaksana di lapangan mengerjakannya hingga di Lokok Senggol.Inilah yang membuat warga Kayangan resah.Sehingga sempat beredar issu bahwa pemerintah Kecamatanlah yang menghalangi program tersebut. “Hal ini sudah kita koordinasikan dengan Dinas PU KLU,semoga segera mendapatkan penyelesaian,”harapnya. 

Selain itu,Tresnahadi pada kesempatan itu juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan program yang saat ini sedang di galakkan pemerintah, seperti pelaksanaan E-KTP. Dimana program ini merupakan program gratis dari pemerintah pusat dan akan berakhir pada minggu kedua pada bulan oktober 2012 mendatang.Untuk itu Camat Kayangan berharap agar bagi warga masyarakat yang belum di rekam datanya, segera datang ke Kantor Camat untuk direkam datanya, karena program ini sangat penting artinya bagi siapa saja dan data ini nantinya akan berguna seumur hidup tidak akan berubah, sehingga pada saat mengambilnya pun nantinya tidak boleh diwakilkan, harus yang bersangkutan, karena di KTP Elektronic ini terdapat sebuah Chips yang akan hidup dan berfungsi serta akan berlaku ketika yang bersangkutan/pemiliknya yang ambil.

Sementara itu,Kapolres KLU AKBP H.Ronny Azwawie,SIK yang baru sehari dilantik (06/09), langsung pada hari kedua (07/09) bertugas mendapatkan kehormatan dalam kunjungan kerjanya bersama Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH sempatkan diri sholat Jum’at di Mesjid Al Muttaqin Rebakong Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU.

Ronny, demikian panggilan singkat Kapolres KLU yang baru ini menyebut dirinya berulang-ulang ketika di daulat memberikan sambutan dihadapan jama’ah dan masyarakat Dusun Rebakong Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU.

Dikatakan, keberadaan dirinya di NTB ini baru 7 tahun, yang mana pada tahun ke 7 dirinya dipercaya menjadi Kapolres yang baru dan yang pertama di Kabupaten Lombok Utara yang baru berusia 4 tahun di daerah hukum Polda Nusa Tenggara Barat.

Keberadaannya di gumi paer Dayan Gunung ini adalah membantu Bupati KLU dalam mengamankan ketentraman dan ketertiban wilayah.Dalam hal ini, tentu tidak dapat berjalan tanpa dukungan dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam membantu menjaga keamanan wilayah masing-masing.

Kapolres yang juga seorang da’i ini mengajak seluruh jama’ah Mesjid Al Muttaqin Dusun Rebakong Desa Kayangan, agar dalam menjaga keamanan dan ketertiban,pemimpin yang amanah serta apa saja yang menjadi keperluan dan hajatan masyarakat dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini, jangan sekali-kali berharap kepada makhluk, tapi mintalah kepada Allah Swt untuk bisa mendatangkan para pemimpin yang adil.

“Kebahagiaan itu dapat di raih manakala kita selalu melakukan dan memperbanyak amalan yang baik seperti memelihara sholat lima waktu,memperbanyak silaturrahmi dan kasih sayang sesama, ”taushyah Kapores.

Ditempat yang sama, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH juga dalam sambutannya mengatakan, dua tahun setelah menjadi Bupati, dirinya pernah ke dusun Rebakong ini dalam rangka penghijauan.Namun dengan kehadirannya yang kedua kali di Dusun ini, baru pertama kali bisa sholat Jum’at bersama jama’ah Mesjid Rebakong.

Dikatakan Bupati bahwa daerah Tioq Tata Tunaq ini paling rendah tingkat kriminalitasnya di NTB.Ini dibuktikan dengan tingkat kesadaran masyarakat KLU yang religius dan bermartabat, menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Silaturrahmi ini juga sangat penting dilakukan dalam pembangunan Kabupaten Lombok Utara kedepan.Karena menurut Bupati tanpa ada hubungan bathin antara masyarakat dan Pemda tidak mungkin pembangunan di KLU ini akan berhasil dan sukses.Namun demikian, masih banyak persoalan-persoalan yang sedang dihadapi daerah yanayan Gunung ini diantaranya, masalah kemiskinan, dimaana menurut data statistic mencapai 43,14% tertinggi di NTB, sedangkan data Kamtibmas tentang kriminalitas terendah di NTB.

APBD KLU tahun 2012 ini sebesar 478 M, dimana 40% belanja aparatur dan 60% belanja public.Banyak program yang sudah dilaksanakan pada tahun anggaran 2012 ini, yang menjadi program prioritas ada tiga, diantaranya masalah insfrastruktur jalan,listrik dan masalah air bersih.  Untuk meraih itu semua, Bupati mengajak semua komponen warga KLU untuk selalu memelihara persatuan dan kesatuan, memelihara keamanan dan ketertiban wilayah dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.(Eko).

Bupati KLU Ajak PNS Kayangan Mensyukuri Nikmat

KLU, suarakomunitas ,-- Program Imtaq yang dilaksanakan setiap hari Jum’at bagi PNS  diseluruh SKPD lingkup Kecamatan Kayangan, Jum’at,(14/09) lalu kembali diperkuat dengan mendatangkan Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH sebagai penceramah.
Program Imtaq yang dilaksanakan bagi PNS ini, karena program yang dicanangkan Pemda ini di hajatkan bagi PNS yang tersebar di  wilayah KLU. Dan khusus Kecamatan Kayangan, Imtaq  tetap dilaksanakan dan di pusatkan di Mesjid Haqul Yakin Dusun Lengkukun Desa Kayangan.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya mengharapkan dengan  kehadiran Bupati H.Djohan Sjamsu,SH bersama Kapolres AKBP Ronny Azwawie SH.SIK di tengah-tengah warga masyarakat dapat sebagai penyejuk hati.

Dikatakan,keberadaan Kapolres KLU yang baru , keamanan dan ketentraman di daerah ini dapat berjalan dengan baik, aman,tertib dan terkendali.

Sementara  Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam taushiyahnya di hadapan seluruh pimpinan SKPD,Karyawan-karyawati PNS lingkup SKPD se Kecamatan Kayangan, para Kepala SD,SMP,SMA,tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh jama’ah Mesjid Haqul Yaqin Lengkukun mengatakan, Imtaq ini memang sudah di programkan oleh Pemda KLU di setiap SKPD harus menyelenggarakannya.Hal tersebut dilakukan, karena ini memang sesuatu yang sangat di butuhkan.

Salah satu dorongan Pemda KLU mengadakan Imtaq bagi PNS yang ada di daerah ini, agar bisa menguatkan jiwa dan adanya rasa keseimbangan antara raga dan jiwa.”Mudah-mudahan ini suatu ikhtiar Pemda dalam rangka menyeimbangkan fisik,mental dan jiwa para PNS, demi kesejahteraan dunia dan akherat,”katanya.

Dikatakan, dari hasil evaluasi Pemerintah Pusat terhadap KLU adalah sangat baik.Hal ini dibuktikan dari 57 Kabupaten/Kota daerah pemekaran yang se zaman dengan KLU pda tahun 2007 lalu, maka KLU menduduki posisi ke 6 dalam keberhasilan menjalankan roda Pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. 

Angka kemiskinan di KLU mencapai angka 43,14% dan bahkan angka ini tertinggi di NTB. Angka kemiskinan yang pantastis ini ada, karena memang angka ini merupakan angka warisan yang diterima dari Kabupaten Induk (Lombok Barat).

Indeks Prestasi Manusia (IPM) KLU saat ini bisa di lihat dari tiga elemen dasar yang menjadi tolok ukur, diantaranya bisa dilihat dari sisi kesehatan,sisi pendidikan dan sisi pendapatan perkapita.IPM KLU saat ini baru mencapai angka 1,0 % di atas Kabupaten/Kota lain.”Ini artinya, ikhtiar kita sudah nampak,”katanya meyakinkan.

“Untuk mewujudkan itu semua, seluruh masyarakat warga Dayan Gunung harus bersatu-padu, satukan hati,satukan pendapat agar program pembangunan yang sedang di jalankan pemerintah daerah berhasil dan sukses,”ingatnya.

Itulah sebabnya Bupati dalam kunjungannya kerjanya keliling Safari Jum’at di seluruh wilayah pelosok KLU adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang berbagai issu program pembangunan.

Disamping itu,katanya, adalah untuk memberikan pemahaman kepada warga KLU yang belum faham terhadap proses pembangunan di Dayan Gunung, dimana pembangunan di daerah ini melalui sebuah proses, tidak mungkin pembangunan yang dilaksanakan selesai dengan mengatakan’Sim Sala Bim’ jadi.Karena Allah Swt menciptakan segala sesuatu itu selalu berpasangan, karena ini memang butuh keseimbangan.

Melalui kesempatan itu,Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH mengajak seluruh PNS yang ada dilingkup Kecamatan Kayangan dan seluruh warga masyarakat bersabar dalam hidup dan bagaimana mensyukuri nikmat yang ada. ”Kalau pandai mensyukuri nikmat, Insya Allah KLU aman,dan mudah-mudahan Allah Swt memberikan nikmat yang lebih besar lagi menuju masyarakat yang adil dan beradab,”katanya.

Kapolres KLU AKBP Ronny Azwawie SH.SIK yang mendampingi Bupati dalam Imtaq tingkat Kecamatan Kayangan yang di gelar di Mesjid Haqul Yakin Lengkukun Desa Kayangan tersebut mengatakan bahwa keberadaannya di Lombok Utara selaku yang di percaya Kapolda NTB sebagai Kapolres yang pertama di daerah yang baru berusia 4 tahun ini perlu dukungan semua pihak. Tanpa itu semua, mustahil keamanan dan ketertiban di wilayah yang terkenal berbudaya ini aman.

Dikatakan, semua yang ada di dunia ini ciptaan Allah dan semuanya itu ada maknanya, yang pada intinya seluruh manusia di perintahkan untuk merenunginya.”Kalau kita renungkan nikmat Allah ini, betapa besar makna dan manfaatnya, tentu tidak ada jalan untuk berbuat yang sia-sia,”katanya.

Wujud syukur dari seluruh PNS yang ada di wilayah yang terkenal dengan sebutan Dayan Gunung ini adalah wujud syukur satu hati dan satu angen.”Kepada seluruh PNS/Warga KLU, mari kita hayati niat suci ini dalam membangun KLU ini agar menjadi Kabupaten yang maju dan beradab,”ajak Ronny.

Untuk bisa mengurangi angka kemiskinan 43,14 % yang di hadapi KLU saat ini,Ronny juga memberikan masukan kepada Pemda agar mengintensifkan zakat profesi.Jika ini dilakukan,Insya Allah kemiskinan di daerah ini akan berkurang.”Ini yang perlu di pahami, agar kita ikhlas berbuat dan beramal,” tutupnya.(Eko).