Kamis, 14 Juni 2012

Pencurian Mesin PLTMH Berhasil di Gagalkan Linmas Santong

Kayangan,(SK),--- Upaya pencurian Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Santong berhasil di gagalkan oleh Linmas Desa Santong yang sedang melakukan patroli di wilayahnya, pada hari Kamis malam (08/06) sekitar pukul 24,00 wita dini hari.

PLTMH yang terletak di Dusun Santong Timur tersebut di peruntukkan bagi masyarakat Dusun Senjajak Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga, dimana PLTMH itu merupakan sumbangan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Barat beberapa tahun silam.

Menurut Kustur (54) anggota Linmas Desa Santong yang berhasil menggagalkan upaya percobaan pencurian mesin PLTMH tersebut mengatakan, memang mesin PLTMH yang diperuntukkan bagi masyarakat Senjajak Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga dan masyarakat Sangiang Desa Sesait Kecamatan Kayangan tersebut sudah satu tahun tidak berfungsi.Hal tersebut menurutnya, karena kedua kelompok masyarakat yang selama ini memanfaatkan PLTMH itu sebagai sumber penerangan penduduknya sudah tidak lagi menggunakan alat tersebut, karena memang sudah beralih ke listrik PLN.

Dikatakan, barang bukti yang berhasil di amankan pihaknya di Kantor Desa Santong berupa 37 lembar atap Seng dan pelakunya diperkirakan berjumlah 4 (empat) orang, namun berhasil melarikan diri, sedangkan Mesin PLTMH tersebut aman di lokasi.

Camat Kayangan Tresnahadi,S.Pt, ketika mendapatkan laporan dari Kepala Desa Santong Muhakim, segera memerintahkan Kasi Trantib Kecamatan Kayangan untuk segera turun ke TKP dan berkoordinasi dengan pihak terkait sekaligus mengamankan barang buktinya.

Dikatakan, memang mesin PLTMH ini sudah tidak di fungsikan lagi, karena masyarakat yang memanfaatkan mesin tersebut sudah beralih ke pelanggan listrik PLN setahun lalu.Sehingga nyaris mesin yang selama ini di manfaatkan oleh masyarakat Senjajak dan Sangiang itu, tidak lagi di fungsikan.Penjaga pun yang selama ini bertugas mengoperasikan mesin tersebut sudah tidak aktif lagi. “Jadi tidak lagi di jaga karena sudah tidak di fungsikan,”kata Tresnahadi membenarkan.

“Kalau memang alat ini tidak di fungsikan lagi, menjadi kewenangan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mengambilnya. Kita mohonlah agar pihak dinas ini yang menyelesaikannya,”harapnya.(Eko).

Kamis, 31 Mei 2012

Tidak Mudah Bagi Desa Menjadi Wakil Kecamatan Dalam Lomba Desa

Kayangan,(SK),-- Hari ini, Kamis, (31/05/2012) merupakan jadual terakhir Penilaian Lomba Desa untuk Desa Santong Kecamatan Kayangan, yang dilakukan oleh tim penilai tingkat Kabupaten Lombok Utara.

Setelah di awali penilaiannya dari Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang, lalu Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, di susul Desa Sokong Kecamatan Tanjung, kemudian Desa Gondang Kecamatan Gangga dan terakhir Desa Santong Kecamatan Kayangan.

Camat Kayangan Tresnahadi, dalam sekapur sirihnya di depan tim penilai yang di ketuai oleh Kepala BPMD Kabupaten Lombok Utara Heriyanto,SP mengatakan, walaupun Desa Santong mendapatkan giliran terakhir di nilai oleh tim penilai lomba desa, pihaknya berharap pada ketua tim dan rombongan untuk memberikan penilaian yang terbaik di tingkat KLU.

Dikatakan, pihaknya selama ini sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan indicator yang menjadi penilaian dalam lomba desa ini. Kepada tim,Tresnahadi juga meminta untuk melihat secara langsung hasil jerih payah seluruh SKPD lingkup Kecamatan Kayangan dan Pemerintah Desa Santong dalam melakukan pembinaan, terutama 8 indikator yang menjadi tolok ukur dalam penilaian lomba desa.

“Pada tahun 2001 lalu, Desa Santong ini pernah memperoleh juara satu lomba desa tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal inilah yang memacu diri kami untuk berbuat maksimal dan penuh keyakinan akan tetap bertahan pada posisi puncak menghadapi penilaian lomba desa kali ini,”terangnya dengan penuh keyakinan.
“Hal itu tidak mungkin terwujud tanpa partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat di wilayah ini dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi penilaian lomba desa ini,”tambahnya lagi.

Disebutkan Tresnahadi, ada hal-hal penting yang perlu di maklumi dari sisi partisipasi masyarakat, yaitu dalam hal membayar pajak. Untuk tingkat Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2011 lalu, Kecamatan Kayangan memperoleh predikat terbaik satu dalam perolehan realisasi PBB. Dari target 400 juta rupiah lebih, realisasinya 91,33%. Sementara untuk tingkat Kecamatan Kayangan pada tahun 2011, realisasi PBB tertinggi Desa Salut dengan 102,14% , kemudian di susul Desa Santong 97,84%.

Sementara itu Heriyanto,SP selaku ketua tim penilai lomba desa mengatakan, tidak mudah bagi desa menjadi wakil Kecamatan dalam lomba desa. Untuk itu, bagi semua Kepala Desa yang hadir untuk terus mengikuti acara ini hingga selesai. Karena menurutnya, banyak sekali manfaatnya bagi semua desa dalam rangka senantiasa meningkatkan kinerja dalam membangun daerah ini. Disamping itu, bisa diketahui bagaimana untuk mengukur,melihat perkembangan desa yang selama ini telah dilakukan pemerintah desa, terutama partisipasi masyarakatnya.

“Penduduk KLU yang nota bene 43,14% miskin, ini artinya sejauh mana interpensi diri kita masing-masing dalam melibatkan diri pada setiap program yang memberikan manfaat, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,”terangnya.

Pada setiap lomba desa, titik tekannya adalah menjadi juara yang di inginkan, tetapi yang lebih di utamakan adalah peningkatan. Dalam Permendagri nomor 13 tahun 2007 tentang lomba desa, memang sudah diatur secara berjenjang, yaitu mulai penilaiannya dari tingkat bawah hingga ketingkat yang lebih tinggi, seperti yang dilakukan tim saat ini.

Desa Santong di tunjuk mewakili Kecamatan Kayangan untuk mengikuti lomba desa, tentu desa ini memiliki nilai lebih dibanding dengan desa lainnya yang ada di Kecamatan Kayangan. Tentu kita semua berharap, mudah-mudahan desa ini mampu bertahan sebagaimana nama besarnya pernah menjadi juara lomba desa tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2001 silam.

Dalam setiap penilaian lomba desa, Heriyanto,SP selaku ketua tim penilai menyebut ada 8 indikator penting yang menjadi penilaian lomba desa, diantaranya,pendidikan,kesehatan,Pemerintahan,Partisipasi masyarakat dan lainnya.

Terkait roh otonomi, ini harus di artikan bahwa Pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membangun.Pemerintah dan masyarakat diberikan hak untuk merencanakan berbagai hal terkait dengan program pembangunan.Keberhasilan daerah, ditentukan oleh keberhasilan desa. Daerah KLU tentu tidak akan maju jika desa tidak maju. “Jadi keberhasilan pembangunan di daerah ini di tentukan oleh dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat adalah sangat menentukan, ”tutupnya.(Eko).
 

Desa Santong, H-1 Siap Dinilai Tim Lomba Desa Tingkat Kabupaten

Kayangan,(SK),-- Desa Santong merupakan salah satu desa dari 8 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kayangan. Dimana desa ini, dulunya merupakan pecahan dari desa Sesait.

Sejak berdirinya tahun 1997 menjadi daerah otonom baru, desa ini telah banyak melakukan perubahan, baik dalam bidang pemerintahan, pembangunan maupun dalam bidang kemasyarakatan.

Salah satu indikator desa ini telah melakukan berbagai perubahan, adalah melalui kegiatan lomba desa yang digelar Pemerintah Daerah KLU. Dimana lomba desa ini bertujuan untuk melihat sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di desanya. Selain itu, bagaimana pengelolaan keuangan yang ada di desa, sumber daya manusianya, sarana pendidikan, kesehatan maupun kantibmas yang juga menjadi indikator lomba desa.

Kepala Desa Santong Muhakim menyatakan kesiapannya untuk mengikuti lomba desa, dimana pihaknya jauh-jauh sebelumnya sudah mempersiapkan segala sesuatunya yang menjadi bagian dari penilaian lomba desa. Hal ini terbukti dengan diadakannya musyawarah persiapan final yang dilakukannya dengan dihadiri seluruh stakeholder tingkat desa, Senin (28/05) lalu.

“Kita sudah siap dinilai,” katanya singkat, ketika ditemui di sela-sela kesibukannya menata kantornya pada H-1 lomba. Desa Santong pada tahun 2012 ini akan bertarung dalam lomba desa dengan empat desa lainnya yang ada di KLU, seperti Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, Desa Gondang Kecamatan Gangga, Desa Sokong Kecamatan Tanjung dan Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang.

Camat Kayangan Tresnahadi,S.Pt mengatakan, Desa Santong mendapatkan jatah untuk dinilai oleh tim penilai lomba desa tingkat Kabupaten Lombok Utara dalam putaran terakhir setelah Desa Gondang.

Dikatakan, bahwa lomba desa seperti ini adalah bukan sekadar seremonial belaka, tetapi lebih dikedepankan bagaimana sesungguhnya melakukan pelayanan kepada masyarakat di segala bidang yang dilakukan secara terus-menerus.

Desa Santong yang memiliki luas 880 Ha dengan jumlah penduduk 6.772 jiwa,1.725 KK serta kepadatan penduduknya 0,729 /km itu, telah terbentuk secara resmi dengan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat No. 103 tahun 1998, Dengan demikian, maka sejak itu, Desa Santong secara otomatis juga resmi pisah dengan Desa Induknya Sesait. Adapun pejabat Kepala Desa Santong sejak terbentuknya tahun 1997 silam, antara lain H.Artim Yahya,SH (1997-1998), Baharudin,SE (1999-2007) dan Muhakim (2008-sekarang).

Sekdes Santong Mustar mengatakan terkait dengan program perubahan yang dilakukannya selama ini, khususnya dalam memacu lajunya program pembangunan di desanya adalah dengan melakukan pembangunan di segala bidang. Hal ini menurutnya, semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Santong.

“Mudah-mudahan dengan adanya lomba desa seperti sekarang ini, semangat untuk membangun desa terus digalakkan. Jangan sampai semangat kita kendor kembali ketika tidak lagi mendapatkan giliran lomba desa,” katanya mengingatkan. (Eko)

Rabu, 30 Mei 2012

Di Duga Selewengkan Dana SPP PNPM, Bendahara UPK Kayangan di Investigasi

Kayangan,(SK),-- Sungguh malang nasib yang menimpa Nopitayanti, Bendahara UPK Kecamatan Kayangan, yang di Investigasi oleh Faskab dan Faskeu yang diperkuat juga oleh hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Lombok Utara beberapa waktu lalu.

Dari hasil pemeriksaan yang ditemukan Inspektorat KLU beberapa waktu lalu, kuat dugaan bahwa Nopitayanti selaku Bendahara UPK PNPM Kecamatan Kayangan melakukan penyelewengan puluhan juta dana SPP PNPM. Hasil investigasi yang dilakukan pihak Faskab, Faskeu maupun Inspektorat KLU, banyak ditemukan kelompok piktif yang melakukan realisasi dana SPP.

Menurut Suhardi, selaku Badan Pengawas UPK mengatakan, dari hasil tim investigasi yang dilakukan Faskeu dan Faskab KLU pada tanggal 10 April 2012 lalu, kemudian ditindak lanjuti investigasinya oleh tim yang terdiri dari BKAD,BPUPK dan UPK beberapa waktu lalu, terhadap Bendahara UPK Nopitayanti, yang telah menata usahakan dana SPP PNPM tahun 2011 silam, ditemukan penyimpangan dana sebesar Rp.32.980.000,-(Tiga Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah) tidak di ketahui kemana rimbanya.

Oleh Faskab maupun Faskeu KLU, terkait dengan itu, segera mengambil langkah untuk mengkroscek kebenaran data itu, dengan menghadirkan Nopitayanti selaku Bendahara UPK yang bertanggung jawab untuk itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung Selasa,(29/05) di ruang kerja Camat Kayangan tersebut, dihadiri selain Camat Kayangan Tresnahadi,S.Pt, juga dihadiri oleh Fasilitator PNPM MP Ir Rusli,Faskeu KLU Asdiah Triana,SP,Faskab KLU Baiq Nurhayati,SP,BP UPK Suhardi,Ketua UPK Edi Kartono,SE, Sekretaris UPK Zainudin, Ketua PJOK Sukardi,SP,Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos, telah di sepakati untuk melakukan investigasi ulang terhadap kelompok SPP yang dianggap masih bermasalah di beberapa tempat.

Sebab, menurut Nopitayanti, dari hasil investigasi yang dilakukan pihak Faskeu maupun Faskab KLU tanggal 10 April 2012 lalu, ada juga kelompok SPP yang sudah menyetor namun lupa di bukukan. Untuk itu, tim yang terdiri dari BKAD,BPUPK dan UPK diperintahkan segera turun melakukan investigasi ulang terhadap kelompok yang bermasalah itu, untuk mengecek kebenaran data sesuai yang di katakan oleh Nopitayanti selaku Bendahara UPK. Kelompok bermasalah itu, menurut Faskab Baiq Nurhayati,SP, bahwa dari hasil investigasi pihaknya, ditemukan perbedaan dalam hal penulisan pada Buku Kas,Buku Kredit yang ada pada Bendahara UPK dan Buku Kredit yang ada pada kelompok SPP.

“Modusnya sudah jelas, ada 3 pembukuan berbeda yang dilakukan Nopitayanti, yaitu Buku Kas,Buku Kredit UPK dan Buku Kredit Kelompok,”terang Faskab Baiq Nurhayati,SP.

Ketika Faskab Baiq Nurhayati,SP menanyakan pada Bendahara Nopitayanti, kenapa ada perbedaan penulisan pada ketiga buku itu, Nopitayanti tidak bisa menjelaskannya, hanya dia meminta agar Faskab maupun Faskeu turun langsung mengkroscek ke masing-masing kelompok SPP yang dianggap bermasalah itu.

Dugaan penyelewengan dana SPP PNPM yang dilakukan Nopitayanti selaku Bendahara UPK Kecamatan Kayangan tersebut diketahui ketika dilakukan Investigasi oleh Fasilitator Keuangan Kabupaten Lombok Utara Asdiah Triana,SP dan Fasilitator Kabupaten Lombok Utara Baiq Nurhayati,SP pada tanggal 10 April 2012 lalu.Dalam investigasi itu, dtemukan dana penyimpangan sebesar Rp.32,980.000. Namun setelah dilakukan kroscek kebenaran data tersebut di Kantor Camat Kayangan dengan menghadirkan Nopitayanti, dana sebesar itu mengerucut menjadi Rp.23.993.000,-(Dua Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tiga ribu Rupiah) yang harus di kembalikan oleh Nopitayanti.

“Jumlah ini pun belum termasuk beberapa kelompok SPP yang bermasalah itu. Bisa saja jumlah itu bertambah sesuai dengan hasil investigasi tim yang akan turun,”jelas Asdiah Triana,SP selaku Faskeu (Fasilitator Keuangan) KLU. “Yang jelas, hasil Final Investigasi ini, akan ditentukan hari Selasa,(05/06) mendatang,”tambahnya.

Sementara Nopitayanti selaku Bendahara UPK yang menata usahakan dana SPP (Simpan Pinjam Perempuan) tersebut mengakui segala kekeliruan dan kesalahan yang telah diperbuatnya dan siap untuk menggantinya.

Diakuinya, semua bentuk penyelewengan dana yang di tuduhkan padanya, Nopitayanti siap menggantinya. Namun kesiapan menggantinya ini, oleh pihak Faskab maupun Faskeu KLU masih berbaik hati, yaitu dengan memberikan didline selama satu bulan. Jika lewat satu bulan, maka pihaknya tidak segan-segan akan melanjutkannya ke ranah hukum. Sementara Nopitayanti diberikan kesempatan untuk mengecek dan mengkroscek kembali seluruh pembukuannya, untuk kemudian di investigasi ulang pada hari selasa,(05/06) mendatang.

Terkait dengan masalah tersebut, Camat Kayangan Tresnahadi, memberikan saran agar segera menuntaskan beberapa kelompok bermasalah yang ada untuk di investigasi, setelah itu dibuatkan sebuah komitmen untuk mengganti diatas meterai.

Tresnahadi menaruh harapan agar masalah ini ada titik temunya.Ketika ditemukan adanya penyimpangan yang dilakukan Nopitayanti, agar nantinya bisa di carikan solusinya. Kepada PJOK,Tresnahadi berpesan agar selalu aktif memfasilitasi PNPM dalam menyelesaikan masalah ini.(Eko).
 

Partisipasi Masyarakat Terbangun Berkat Adanya Program BBGRM

Kayangan,(SK),--- Program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten Lombok Utara yang sudah berlangsung sejak tanggal 1 hingga 31 Mei 2012, kini berakhir sudah.

Kegiatan yang berlangsung satu bulan penuh itu, menyisakan banyak harapan dan hasil bagi masyarakat.Partisipasi masyarakat semakin terbangun dengan adanya kegiatan BBGRM itu. Kegiatan yang melibatkan banyak pihak tersebut, memberikan andil yang patut di contoh bagi bangkitnya kembali semangat gotong royong yang selama ini hampir punah dari hati masyarakat.

Kegiatan gotong royong sebagai rangkaian dari kegiatan yang telah di canangkan Pemerintah tersebut, dapat membawa sebuah perubahan paradigma baru, dimana selama ini semangat gotong royong yang merupakan sifat asli bangsa Indonesia yang hampir pudar itu, kini mulai bangkit kembali.

Khusus di daerah KLU sendiri, dengan adanya program ini, seluruh lapisan masyarakat mendukungnya. Ini terbukti dari setiap kegiatan gotong royong yang dilaksanakan ditingkat bawah (dusun dan desa) semangat dan partisipasi masyarakat sangat tinggi. SKPD lingkup Kabupaten Lombok Utara yang mendapatkan tugas pembinaan BBGRM di wilayah Kecamatan Kayangan, diantaranya

nspektorat,Bappeda,Humas,Kesra Setda KLU selalu turun berbaur dengan warga masyarakat yang melakukan gotong royong.Keberadaan SKPD lingkup Kabupaten yang turun langsung ini, sangat dirasakan pengaruhnya oleh warga ketempatan.Semangat gotong royong mereka menjadi termotivasi dan terbangun kembali. Mudah-mudahan budaya gotong royong ini berlanjut terus-menerus tanpa harus berhenti manakala ada program saja.

Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam menyukseskan program BBGRM ini terlihat di berbagai wilayah, khususnya di Kecamatan Kayangan. Dari pantauan wartawan media ini di lapangan, setiap kegiatan gotong royong yang sudah di jadualkan pihak pemerintah Kecamatan dan Desa yang di dukung oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam program BBGRM tahun 2012 ini, partisipasi masyarakat yang tinggi bisa di lihat di 8 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kayangan. Sebut saja misalnya, di Dusun Salut Barat Desa Salut Kecamatan Kayangan.

Di Dusun Salut Barat, budaya gotong royong ini memang sudah ada dan terjadual pada setiap hari minggu. Kepala Dusun Salut Barat Ramdan mengatakan, warganya yang terdiri dari 157 KK dan 556 jiwa itu, bahwa setiap minggu pagi semuanya keluar untuk melakukan gotong royong di wilayahnya. Menurutnya, setiap orang dari warganya harus keluar bergotong royong. Tidak ada yang tidak keluar, karena ini merupakan jadual rutin yang sudah disepakati warganya..

“Kita malu kalau tidak keluar dan ikut gotong royong. Sementara warga yang lain semuanya pada keluar,”kata Sainur salah seorang tokoh muda Salut Barat, yang ditemui di sela-sela kesibukannya gotong royong memperbaiki jalan raya yang menghubungkan Salut Barat dengan dusun lainnya dalam wailayah Desa Salut, bersama warga yang lainnya.

“Kendaraan yang melalui jalan ini, setiap minggunya bisa 7 atau 8 kali naik ke hutan produksi untuk mengangkut hasil bumi warga, seperti kelapa, mente, kakao, coklat dan lain-lain,”terangnya lagi.

Diakui Sainur, bahwa kondisi jalan Salut Barat hingga ke hutan Produksi itu sangat memprihatinkan. Dari Salut Barat ini hingga sampai hutan produksi, kondisinya sama dan bahkan ada yang lebih parah.Ini membutuhkan keseriusan dari para pemegang kebijakan untuk memperhatikan masalah jalan ini.

Menurut Sainur,kelebihan adanya gotong royong ini adalah persatuan. Dimana di Desa Salut ini, dari 9 dusun yang ada, semuanya masih kuat menganut budaya gotong royong ini. Buktinya, lanjut Sainur, sekali kita bicara dan umumkan pada masyarakat untuk keluar bergotong royong, pasti semuanya keluar tanpa terkecuali.Termasuk siswa sekolah, pasti ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Menurut Sekcam Kayangan R.Kertamono yang tergabung pada tim II dalam menyukseskan program BBGRM tahun 2012 ini mengatakan, dari 8 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Kayangan, yang tinggi partisipasi warga masyarakat dalam bergotong royong adalah Desa Salut, kemudian di susul Desa Gumantar dan Desa Selengen.

“Hasil dari budaya Gotong royong ini adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri,”sebut Sekcam yang asal Bayan ini, sambil berharap agar budaya gotong royong ini terus di galakkan.(Eko).
 

Selasa, 29 Mei 2012

Pesona Destinasi Wisata Air Terjun Skeper Santong di KLU

Santong,(SK),--- Kabupaten Lombok Utara sangat potensial dengan destinasi wisata yang dimiliki, bisa memberikan kontribusi besar terhadap akselerasi pembangunan di bumi 'Tioq Tata Tunaq' menuju kemajuan seperti daerah lain di Indonesia. Banyak kekayaan alam di KLU yang membuat orang luar kagum dengan keindahan dan eksotika alamnya yang alami.
Diantara kekayaan alam yang membuat orang luar kagum sekaligus mampu menstimulus spirit dan naluri eksotis adalah wisata air terjun Skeper Santong Kayangan. Objek wisata ini masih sangat alami, jernih dengan warna airnya biru langit. Ketinggian air terjun ini mencapai 300 meter dari permukaan laut ditambah debit airnya merembes seperti melambai menyusuri celah-celah lempengan batu yang melekuk tinggi. Air terjun ini terletak di dekat PLTA Santong Desa Santong Kecamatan Kayangan Lombok Utara. Objek wisata ini dapat memberi nilai plus tersendiri bagi dunia pariwisata 'Dayan Gunung'.

Air terjun Skeper termasuk deretan wisata alam Lombok Utara yang eksotis sehingga membuat banyak orang terkesima bila sudah mengalihkan pandangan mata kepadanya. Media ini, mengunjungi wisata ini setelah keliling seharian meninjau destinasi alam 'Dayan Gunung' yang bernilai 'eco-tourism'. Ternyata pemandangan alam air terjun ini mempesona. Airnya jernih sebening embun pagi. Objek wisata ini mulai dikenal oleh banyak orang terutama wisatawan domestik maupun mancanegara.

Penasaran dengan pesona keindahannya, media ini kemudian mencari informasi lebih rinci dengan mewawancarai warga di sekitarnya guna memperoleh informasi yang akurat. Dari penuturan Udin, air terjun Skeper punya pundi eksoktika tersendiri dibandingkan air terjun lain di 'Dayan Gunung'. Dalam pandangannya, wisata alam air terjun Skeper mulai dikenal banyak orang sejak beberapa tahun lalu setelah Lombok Utara mekar dari kabupaten induk. Wisata ini acapkali ramai dikunjungi banyak orang baik untuk berwisata maupun sekedar refreshing mencari suasana baru, karena objek wisata ini punya keasrian yang elok nan berseri. Wisata ini sangat pas buat membuang kejenuhan bagi siapa saja yang bekerja super sibuk.
Air terjun Skeper bisa memberi kita rona-rona keindahan yang berlandai sebab berbeda dengan objek wisata alam yang lain. Ini karena diapit dua jurang terjal dengan corak pepohonan yang hijau dan bergelombang. Objek wisata ini memiliki nilai jual tinggi sehingga destinasi wisata ini potensial berkembang dengan pesat bila dikelola, ditata, dan dipelihara dengan baik oleh pihak-pihak terkait terutama dinas Pariwisata Lombok Utara disamping warga setempat sebagai pemilik asli untuk menopang ekonomi keluarga.

Bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam air terjun Skeper jangan khawatir karena jalan menuju lokasi wisata ini bagus dengan waktu tidak terlalu lama. Jarak tempuhnya sekitar 18 km dari Tanjung ibukota KLU, menggunakan jasa roda empat atau roda dua. Setelah sampai di pasar Santong kita bisa memakai jasa pemandu lokal. Selamat berkunjung,( Eko ).

Masyarakat Sempakok Dambakan Listrik PLN

Santong,(SK),-- Menjadi Abdi Negara dan Abdi Masyarakat, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri, sekaligus sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan Camat Kayangan Tresnahadi, yang melakukan Safari Jum’at keliling di wilayahnya.

Dalam kunjungan kerjanya yang dirangkaikan dengan melaksanakan ibadah Sholat Jum’at di Mesjid Nurul Hijjah Dusun Sempakok Desa Santong, Jum’at,(25/05) lalu, Tresnahadi menyampaikan beberapa program penting yang segera dilakukan di wilayahnya, yaitu Listrik yang merupakan program yang sangat vital yang dibutuhkan masyarakat Dusun Sempakok Desa Santong , serta pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) yang akan berlangsung awal Juni 2012 mendatang.

Di hadapan jama’ah Mesjid Nurul Hijjah Sempakok,Tresnahadi beharap agar masyarakat yang selama ini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebagai penerangan, yang merupakan bantuan dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Barat, agar memperhatikan persyaratan yang diperlukan untuk beralih fungsi dari PLTMH ke PLN.

Persyaratan yang dimaksud, menurut Tresnahadi, jika masyarakat ingin menjadi pelanggan PLN harus mematuhi aturan yang ditetapkan PLN, termasuk biaya penyambungan dan lain-lainnya.Sebab, kalau tuntutan masyarakat terlalu banyak, kemungkinan PLN tidak bisa memenuhinya dan bahkan mungkin PLN tidak bisa masuk di Dusun Sempakok ini.

Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB, berharap kepada masyarakat Dusun Sempakok, agar sebelum PLN masuk ke Dusun ini, asset itu (PLTMH) diserahkan dulu ke pihaknya.Sementara dari pihak PLN, pada prinsipnya bisa melayani apa yang menjadi dambaan masyarakat yang menginginkan penerangan listrik dari PLN, yang tentunya dengan memenuhi beberapa persyaratan.

Tresnahadi yang didampingi Kasi Kessos Edy Sutrisno,SP dan Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos dalam kunjungan kerjanya ke Dusun Sempakok tersebut, berharap banyak agar masyarakat di daerah itu selalu inten membangun komunikasi dengan pihak Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB serta pihak PLN, agar apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat dapat terealisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Menurut Sa’at (56) salah seorang tokoh yang dituakan di Dusun Sempakok yang getol memperjuangkan nasib masyarakat di wilayah itu mengatakan, keinginan masyarakat untuk pindah dari yang sebelumnya menggunakan penerangan Listrik PLTMH ke penerangan Listrik PLN, disebabkan jumlah penduduk Dusun Sempakok semakin bertambah, sehingga kebutuhan akan penerangan pun otomatis bertambah. Sementara penyediaan penerangan dari PLTMH tersebut cenderung tetap dalam kondisi stasioner.

Dikatakannya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menyerahkan asset PLTMH ke Pemerintah Provinsi NTB yang dalam hal ini melalui Dinas Pertambangan dan Energi yang selama ini di gunakan sebagai sumber penerangan di wilayah Sempakok dan sekitarnya. Sehingga dengan demikian kebutuhan akan Listrik semakin di dambakan oleh masyarakat Dusun Sempakok segera di penuhi.

Untuk program E-KTP, Tresnahadi juga berharap agar pelaksanaan E-KTP itu berjalan sukses, yang tentu saja harus di dukung oleh seluruh lapisan masyarakat. “Karena E-KTP pelaksanaannya gratis, maka kami berharap agar seluruh masyarakat supaya meiliki KTP Elektronik ini. Hal ini untuk mengantisipasi agar kedepan masyarakat tidak lagi warga memiliki KTP ganda,”terangnya.

“Mohon kepada para Kepala Dusun agar mengecek kebenaran data warganya, supaya nantinya tidak terjadi kesalahan pada saat entry data,”sambungnya.

Program E-KTP ini berlangsung hingga Oktober 2012 mendatang. Jika masyarakat hingga bulan Oktober 2012 nanti, belum juga mengurus E-KTP yang pelaksanaany gratis itu, maka masyarakat akan di kenakan biaya.Ini adalah program Nasional, yang merupakan amanat dari UU No.26/2006 tentang Administrasi Kependudukan.Selama perekaman data, yang limit waktunya tidak terlalu lama itu, masyarakat tidak dikenakan biaya, hanya saja masyarakat memerlukan biaya ketika menuju ke Kecamatan pada saat di panggil untuk merekam datanya.

“Program E-KTP ini di subsidi oleh Pemerintah Pusat, artinya pelaksanaannya gratis, hanya yang membutuhkan biaya, ketika nantinya warga datang ke Kantor Camat untuk perekaman datanya,”jelas Tresnahadi.

Untuk itu, Camat yang merupakan putra sulung dari mantan Camat Gangga Siradip Arty,BA periode 1985 silam ini berpesan kepada para Kepala Dusun, agar membantu kelancaran demi suksesnya program yang berskala nasional ini, dengan menghadirkan seluruh warganya yang wajib KTP untuk datang ke Kantor Camat Kayangan, mulai tanggal 1 Juni 2012 hingga 31 Oktober 2012 mendatang.

“Tolong datang, luangkan waktunya hadir ke Kantor Camat Kayangan untuk di rekam datanya,”pesannya.(Eko).