Senin, 21 Januari 2013

Suka Duka Budidayakan Ikan Lele di Montong Singgan Salut

Kayangan,(SK),--- Kelompok Tani Mele Maju Dusun Montong Singgan Desa Salut Kecamatan Kayanagn,kini bisa bernafas lega.
Pasalnya, setelah di kunjungi Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam panen perdananya, Selasa (15/01/2013) lalu, kelompok ini patut bersyukur karena sudah mampu membudi-dayakan ikan lele di kolam yang terbuat dari Terpal. Anggapan sebagian orang selama ini yang tidak percaya dan tidak yakin akan keberhasilan kelompok tani mele maju dalam membudi-dayakan ikan lele diatas kolam terbuat dari terpal ini, kini terjawab sudah.

Keberadaan kelompok tani mele maju dalam usahanya membudi-dayakan ikan lele selama ini, memang banyak suka-dukanya.Mulai dari merekrut anggota, meyakinkan anggota kelompok,mencari bibit,menjalankan manajemen hingga bagaimana mengembangkan usahanya. Apalagi lokasi membudi-dayakan ikan lele tersebut memang di daerah pegunungan yang sulit dan tidak mungkin air bisa mengalir ke daerah tersebut.

Namun berangkat dari keyakinan seorang H.Haerudin selaku penasehat dari kelompok ini bersama ketuanya Kartono, mampu meyakinkan dan membimbing kelompoknya untuk berfikir keras bagaimana caranya sehingga kelompok tani mele maju yang sudah dibentuknya sejak tahun 2009 lalu itu dapat eksis menjalankan niat baiknya selama ini. Bahkan tidak jarang pihaknya mendapat tudingan dari masyarakat yang tidak yakin bahwa usahanya itu akan berhasil.

Keyakinan H.Haerudin untuk terus berusaha mengembangkan kelompok ini rupanya tidak sia-sia.Dia yakin bahwa ketika pada jaman Nabi Nuh,as dulu katanya, Nabi Nuh as juga pernah membuat kapal di atas gunung yang di cemoohkan oleh ummatnya.Namun Nabi Nuh as ketika itu tidak memperdulikan cemoohan dari ummatnya itu.Nabi Nuh as terus saja membuat kapal hingga selesai. Rupanya keyakinan seperti yang di perbuat Nabi Nuh as itulah yang mengilhami H.Haerudin bersama anggota kelompoknya untuk terus berusaha mengembangkan usahanya membudi-dayakan ikan lele yang walau di atas bukit.Berkat keyakinannya itulah hingga akhirnya ketika panen perdananya di lakukan oleh Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH.

Saat acara panen perdana ikan lele milik Kelompok Tani Ingin Maju Dusun Montong Singgan Desa Salut Kecamatan Kayangan dibawah asuhan H.Haerudin tersebut, Bupati KLU dalam sekapur sirihnya menuturkan pengalamannya ketika pertama kali dilantik menjadi Bupati KLU pada tahun 2010 lalu.Saat itu katanya,KLU masih banyak kekurangan, angka kemiskinan tertinggi di NTB yaitu sebesar 43,14 %, infrastruktur banyak yang rusak,belum memiliki Rumah Sakit dan hanya memiliki lima puskesmas.Sehingga ketika ada warga masyarakat yang sakit, tidak langsung di tangani di Puskesmas, tetapi harus di rujuk ke Mataram.”Alhamdulillah, pada tahun ini kita sedang bangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Tanjung berlantai dua. Ketika sudah jadi maka akan di isi dengan tenaga-tenaga dokter yang spesialis. Ini merupakan ikhtiar kita dalam rangka melayani masyarakat untuk peningkatan derajat kesehatan,”ungkap Bupati.

Pengalaman memimpin KLU selama ini, Bupati Djohan Sjamsu mengatakan cukup berat, tetapi berkat perjuangan dan dukungan seluruh masyarakat Dayan Gunung akhirnya semua itu berhasil.Untuk itu,Djohan meminta kepada masyarakat di daerah ini untuk membina persatuan dan kesatuan dalam membangun daerah Tioq Tata Tunaq ini, jangan berbeda pendapat segala macam.Boleh kita berbeda agama,berbeda adat istiadat tetapi dalam suasana Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Eko)

Proyek Jalan Sesait-Pendua dan Lembah Berora-Salut Berkualitas Buruk

Kayangan,(SK),--- Jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Sesait-Desa Pendua dan Desa Salut-Desa Selengen Kecamatan Kayangan yang dikerjakan Pemerintah Daerah KLU melalui pihak ketiga kondisinya tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Kualitas proyek jalan ini sangat buruk, sementara kontraktor yang bertanggung jawab dalam pekerjaan itu sudah meninggalkan sebelum proyek dituntaskan.Kondisi jalan yang baru dikerjakan akhir tahun 2012 itu, kini banyak yang rusak sehingga pengguna jalan banyak yang mengeluh.Ironisnya lagi, seperti pekerjaan Jalan Lembah Berora-Salut yang seharusnya tuntas sebelum tahun 2012 berakhir, malah tersisa 1 km lagi yang belum di kerjakan pihak rekanan.

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH ketika dalam kunjungan kerjanya,Selasa (15/01/2013) melihat langsung kondisi jalan tersebut meminta kepada Kadis PU KLU H.Irman,ST memanggil kontraktor yang bertanggung jawab dalam pekerjaan tersebut untuk dimintai pertanggung jawabannya. Bupati mengingatkan kepada Kadis PU, agar semua rekanan yang pekerjaannya belum tuntas dan tidak bagus hasilnya supaya di blacklist saja dan di alihkan ke orang lain.”Kalau tidak bisa mengerjakan pekerjaannya hingga tuntas, jangan diberikan pekerjaan lagi dan ini merupakan catatan kita,”kata Bupati.

Kondisi jalan Sesait-Pendua memang sangat memprihatinkan.Hasil pekerjaan kontraktor local yang di percaya Pemda KLU melalui Dinas PU-nya kurang maksimal.Kondisinya disana-sini terdapat benjolan serta bergelombang dan bahkan banyak bebatuan yang berserakan akibat kurang bagus kualitas pemasangannya.
Kepala Desa Pendua Haerudin mengatakan, pengaspalan jalan Sesait-Pendua ini pihaknya pernah menyetop rekanan selaku yang bertanggung jawab dalam pengerjaan, karena tidak sesuai dengan harapan.Sehingga dirinya mengaku sudah sering menghubungi Dinas PU untuk mengadukan masalah ini.”Bayangkan saja, malamnya di aspal,paginya sudah rusak kembali, ”kata Haerudin polos di hadapan Bupati.

Haerudin mengatakan, jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Sesait dengan Desa Pendua itu adalah satu paket. Ketika jembatan itu dibongkar sudah agak lama, baru kemudian materialnya menyusul. “Inipun prosesnya agak lama dan lamban,”kata Kades Pendua yang berpenampilan rapi ini.

Hal serupa juga terjadi pada pengaspalan jalan Lembah Berora – Salut, yang seharusnya panjang jalan yang mesti di aspal adalah 3 km, namun oleh pihak rekanan mengerjakannya hingga 2 km. Jadi tinggal 1 km lagi yang harus di selesaikan oleh pihak kontraktor yang bertanggung jawab dalam pengerjaan ini.

Terkait dengan kondisi kedua jalan yang belum tuntas pengerjaannya itu,Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH meminta kepada masyarakat setempat ikut pula mengawasi proyek yang ada di wilayah mereka.Hal ini dibutuhkan karena memang nantinya masyarakatlah yang menikmati hasilnya.”Saya harapkan agar masyarakat juga ikut mengawasi,”tandas Bupati.(Eko)

Rabu, 16 Januari 2013

Bupati KLU Ajak Warga Salut Bersinergi Bangun Daerah

Kayangan,(SK),-- Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH bersama para pimpinan SKPD lingkup Kabupaten Lombok Utara melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kayangan,Selasa (15/01/2013) dalam rangka melihat dari dekat hasil-hasil pembangunan yang telah dilakukan selama tahun 2012.

Dalam kunjungan kerja Bupati KLU ke Kecamatan Kayangan ini adalah merupakan hari yang ke 4 setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja yang sama di Kecamatan Pemenang, Tanjung dan Gangga.Banyak temuan-temuan hasil pembangunan yang telah dilaksanakan Dinas PU KLU bekerja sama dengan pihak rekanan yang belum menunjukkan keseriusan dalam bekerja. Buktinya, ketika Bupati meninjau jalan Sesait-Pendua dan jalan Lembah Berora-Salut, terdapat kerusakan-kerusakan, bergelombang dan tonjolan di sana-sini dan bahkan baru di lalui kendaraan sekali saja, jalannya sudah rusak.

Kepala Desa Pendua Haerudin mengatakan, pengaspalan jalan Sesait-Pendua ini pihaknya pernah menyetop rekanan selaku yang bertanggung jawab dalam pengerjaan, karena tidak sesuai dengan harapan.”Bayangkan saja, malamnya di aspal,paginya sudah rusak kembali, ”kata Haerudin polos di hadapan Bupati.

Kejadian yang sama pula ketika Bupati meninjau jalan Lembah Berora-Salut.Ini lebih parah lagi.Oleh rekanan dalam kontrak sepakat untuk mengerjakan pengaspalan sepanjang 3 km pada tahun 2012 lalu, namun hingga memasuki tahun anggaran baru di tahun 2013 ini, pihak rekanan baru menyelesaikan 2 km dan tersisa 1 km yang belum diselesaikan.Ini menunjukkan pihak rekanan tidak serius menangani sebuah proyek yang di percayakan Pemda KLU dalam pengerjaannya.Sehingga Bupati H.Djohan Sjamsu,SH memerintahkan kepada Kadis PU H.Irman,ST untuk memanggil rekanan yang bertanggung jawab untuk itu. ”Jika tidak mampu bekerja, alihkan kepada orang lain saja dan jangan berikan lagi pekerjaan serupa pada tahun berikutnya,”pesan Bupati.

Dalam kunjungan kerja tersebut,Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH mengunjungi Kelompok Ikan Air Tawar Montong Singgan Desa Salut. Di hadapan anggota kelompok tani ikan air tawar tersebut, Bupati Djohan Sjamsu mengajak untuk bersinergi membangun daerah dan selalu bersyukur kepada Allah Swt atas karunia yang telah di berikan.

”Ini merupakan wujud syukur kita dengan bekerja sungguh-sungguh dalam membangun daerah dan membangun diri kita dalam rangka meningkatkan amaliah dalam membangun daerah kita ini,”tandas Bupati.
Pemerintah Daerah KLU pada tahun 2012 lalu telah banyak mengeluarkan anggaran yang telah diberikan kepada masyarakat.Jadi perlu di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Kalau masyarakat tidak mampu mengelola dengan baik, tentu seberapapun jumlah dana yang diterima tidak akan ada artinya,”ujar Bupati.

Acara panen raya ikan lele di Kelompok Tani Ingin Maju Montong Singgan Desa Salut Kecamatan Kayangan tersebut, boleh dibilang sangat luar biasa.Tidak biasanya Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH yang di dampingi seluruh pimpinan SKPD lingkup Kabupaten Lombok Utara pada acara tersebut terselip berbau politik.

Selaku Bupati KLU yang sekaligus juga sebagai Ketua Partai Demokrat KLU,H.Djohan Sjamsu,SH secara terbuka dan berterus terang meminta kepada masyarakat Desa Salut untuk mendukung kembali Dr TGH M.Zainul Majdi,MA sebagai Gubernur NTB periode 2013-2018.Ajakan Bupati ini disambut baik oleh warga masyarakat Desa Salut.”Banyak keberhasilan yang di torehkan oleh TGB selama memimpin NTB ini.Jadi harus kita dukung kembali beliau,”ajak Djohan.

Pada moment kunjungan kerjanya kali ini, Djohan Sjamsu juga mengutarakan pengalamannya selama memimpin KLU dari sejak terbentuknya hingga saat ini. Dikatakannya, sejak awal kepemimpinannya sebagai Bupati terpilih Kabupaten Lombok Utara yang pertama ini, cukup berat, tetapi karena dukungan seluruh elemen masyarakat, akhirnya kondisi KLU hingga saat ini menjadi lebih baik.

Begitu pula yang di hadapi Gubernur NTB yang akrab di disapa TGB ini, perjuangannya juga sungguh berat. Sebelum memulai kepemimpinannya lima tahun lalu, kondisi daerah NTB sangat terpuruk,tetapi berkat kerja keras dan dukungan seluruh masyarakat,TGB mampu memimpin NTB kearah yang jauh lebih baik, sehingga berbagai program pembangunan telah berhasil diselesaikan.

Melihat keberhasilan TGB selama memimpin NTB lima tahun terakhir ini, Bupati KLU yang juga Ketua DPC Demokrat KLU ini mengajak seluruh warga masyarakat daerah Tioq Tata Tunaq ini untuk mendukung kembali pencalonan TGB pada Pemilu Gubernur yang di gelar KPU tanggal 13 Mei 2013 mendatang.”Pada Pemilu ulang nanti, mari kita sama-sama memilih kembali TGB,”ajaknya yang disambut tepuk tangan oleh warga masyarakat yang hadir.

Pengurus dan anggota Kelompok Tani Ingin Maju Montong Singgan Desa Salut saat kunjungan Bupati KLU tersebut, di gunakan momen yang tepat untuk panen perdana ikan lele milik mereka, yang awalnya tidak ada yang percaya bahwa di daerah pegunungan seperti di Salut itu bisa di sulap menjadi lokasi membudidayakan ikan lele.”Ini merupakan keajaiban kedua setelah Nabi Nuh.as,”puji Kartono salah seorang anggota Kelompok Tani Ingin Maju Montong Singgan.(Eko)

Bupati KLU Kunjungi 16 Titik Hasil Pembangunan di Kayangan

Kayangan,(SK),-- Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH bersama 14 Kepala SKPD lingkup Setda Kabupaten Lombok Utara melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau 16 titik proyek pembangunan di wilayah Kecamatan Kayangan,Selasa (15/01/2013).
Kunjungan kerja Bupati KLU tersebut di awali dari Dusun Sidutan Desa Kayangan.Di tempat tersebut, Bupati meninjau 30 unit bantuan rumah kumuh, yang merupakan program APBD II tahun 2011 sebanyak 10 unit dan tahun 2012 sejumlah 20 unit.Usai meninjau ditempat ini,Bupati bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Pendua.

Di Desa Pendua,Bupati meninjau jalan Sesait-Pendua. Ditempat ini, Bupati menilai hasil pengerjaannya kurang maksimal, disana-sini kondisinya bergelombang dan bahkan ada yang sudah hancur, tinggal bebatuan dan pasir serta kerikil saja. Melihat kondisi jalan ini,Bupati langsung memerintahkan Kadis PU KLU untuk melakukan langkah-langkah agar jangan memberikan lagi rekanan yang cara kerjanya asal-asalan alias tidak beres.”Jika perlu di blacklist saja,”tegas Bupati.

Terkait dengan kondisi jalan ini, Kepala Desa Pendua Haerudin dihadapan Bupati mengaku pernah menyetop rekanan yang mengerjakan jalan itu karena tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Haerudin mengatakan, jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Sesait dengan Desa Pendua itu adalah satu paket. Ketika jembatan itu dibongkar sudah agak lama, baru kemudian materialnya menyusul. “Inipun prosesnya agak lama,”kata Kades Pendua yang berpenampilan rapi ini,dengan menambahkan sangat menyayangkan sikap rekanan yang bertanggung jawab terhadap pengerjaan proyek tersebut, sangat lamban.
Hal serupa juga terjadi pada pengaspalan jalan Lembah Berora – Salut, yang seharusnya panjang jalan yang mesti di aspal adalah 3 km, namun oleh pihak rekanan mengerjakannya hingga 2 km. Jadi tinggal 1 km lagi yang harus di selesaikan oleh pihak kontraktor yang bertanggung jawab dalam pengerjaan ini. Melihat kondisi jalan ini, Bupati KLU meminta kepada Kadis PU KLU agar segera memanggil pihak rekanan yang bertanggung jawab dalam pengerjaan jalan tersebut.Bupati mengingatkan kepada Kadis PU, agar semua rekanan yang pekerjaannya belum tuntas dan tidak bagus hasilnya supaya di blcklist saja dan di alihkan ke orang lain.”Kalau tidak bisa mengerjakan pekerjaannya hingga tuntas, jangan diberikan pekerjaan lagi dan ini merupakan catatan kita,”kata Bupati, sambil mengingatkan kepada Kadis PU agar ketika nanti ada kegiatan PNPM supaya diarahkan saja ke gorong-gorong sedangkan jalannya nanti Pemda yang menangani.

Setelah meninjau jalan Lembah Berora- Salut, perjalanan pun dilanjutkan untuk melihat beberapa hasil kegiatan pembangunan, diantaranya kelompok ikan air tawar Salut, pengembangan tanaman holtikultura di Tampes, MCK Selengen, pembangunan Pavling blok di Desa Adat Gumantar, peralatan penyulingan minyak cengkeh di Santong, rabat jalan PNPM di Santong Asli,Mesin Las di Santong,pembuatan kerepek pisang di Santong,rehab dan RKB di SD 2 Santong,rumah Kompos di Desa Sesait dan SPAM IKK Kayangan.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, kunjungan kerja Bupati KLU ini bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi keseluruhan program pembangunan yang sudah di gelontorkan pada tahun 2012.”Keseluruhan hasil program pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 itu, Bupati menilai bahwa pada intinya cukup berhasil, hanya saja pengerjaan jalan Sesait – Pendua dan Lembah Berora – Salut pengerjaannya belum maksimal,”katanya.

Untuk itu, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH pada kesempatan tersebut mengajak seluruh masyarakat bersatu padu mendukung pemerintahan yang sekarang ini dan pelihara keamanan dan ketertiban agar KLU ini tetap aman.(Eko)

Selasa, 15 Januari 2013

Ponpes Nurul Islam Kayangan Bangun Tempat Pemondokan Santri Berlantai II

Kayangan,(SK),-- Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan (Yapnika) di awal tahun 2013 ini terus berupaya melakukan pembenahan dalam berbagai bidang.

Pembenahan yang dilakukan tidak hanya di bidang managemen dan bidang pembelajaran saja, melainkan juga di bidang sarana dan prasarana belajar dan pemondokan untuk santri.Ponpes yang berdiri sejak tahun 1993 silam ini, akan segera membangun 5 lokal tempat pemondokan berlantai II dengan biaya 630 juta rupiah yang bersumber dari yayasan, para donator dan harapan dari Pemerintah Daerah.

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan Ust.Muh. Turmuzi, SH. M.Pd mengatakan, pembangunan 5 lokal tempat pemondokan ini dimaksudkan untuk menampung seluruh santri yang bersekolah di Dua lembaga, baik MTs maupun MA.Hal ini dilakukan menurut politisi di DPRD KLU ini adalah karena memang sudah menjadi program Pondok yang harus di wujudkan.

Dikatakan, dengan adanya sarana pemondokan bagi para santri ini nantinya seluruh program pembelajaran seperti pengajian pondok yaitu dalam rangka mempelajari Kutubul Mu’tabaroh (Kitab Kuning) dapat berjalan dengan baik.Dimana Kitab ini sebagai perbendaharaan ilmu agama dalam memahami persoalan-persoalan yang menyangkut dunia-akherat.Jika hanya sekolah saja tidak dibarengi dengan pemahaman tentang ilmu agama,lanjut Ust.Muh. Turmuzi, SH. M.Pd, maka itu masih jauh, sebab mereka (santri) di berikan pelajaran yang sudah matang (terjemahannya).Sedangkan belajar Kitab Kuning itu adalah untuk menggali perbendaharaan sumber-sumber hukum Islam secara ilmiah.

Tetapi sekarang ini yang dilakukan Ponpes Nurul Islam Kayangan, tidak hanya membahas tentang Kitab Kuning, tapi membahas pula tentang Kitab Hijau (kepedulian terhadap lingkungan). Mempelajari Kitab Hijau, menurut Turmuzi dimaksudkan bagaimana para Santri peduli terhadap lingkungan yang bisa menjadi sejuk dan harmonis serta menghasilkan, terutama tanaman sayuran.”Ini sangat cocok dikembangkan dilingkungan pondok, ”tandasnya.

Terkait dengan pembangunan 5 lokal tempat pemondokan di lingkungan Ponpes Nurul Islam Kayangan tersebut, Ketua Komite MA/MTs Nurta,S.PdI menyambut baik kehadiran gedung itu.Dengan adanya sarana ini, tentunya semua santri bisa di pondokkan. “Dari 234 orang santri yang ada, Insya Allah bisa di pondokkan, ”katanya.

Dikatakan, bersamaan dengan dibangunnya 5 lokal tempat pemondokan para santri ini, dilokasi berbeda dibangun pula 5 lokal Panti Asuhan Nurul Mustakim yang juga berlantai II diatas tanah seluas 15 are dengan biaya 525 juta rupiah. Panti asuhan Nurul Mustakim ini berdiri pada tahun 2010 dengan jumlah anak asuh sebanyak 117 orang yatim piatu.Selama belum ada gedung tempat menampung anak-anak panti ini, mereka tinggal di rumah keluarga masing-masing dan hanya diberikan santunan.”Sudah dua tahun berjalan, sehingga pada tahun ajaran 2013-2014 Insya Allah di harapkan gedung ini sudah bisa di tempati,”harapnya.(Eko)

Telur Ayam Milik Laidi Bat Pawang Sesait, di Penuhi Rajah

Sesait,(SK),-- Masyarakat Bat Pawang Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU, Jum’at (11/01/2013) di kejutkan dengan penemuan 12 butir telur ayam yang di penuhi dengan rajah-rajah.

Menurut Laidi (45) pemilik telur ayam yang dipenuhi rajah-rajah tersebut mengatakan, ayam batang tersebut berasal dari Kelanjuhan Desa Gumantar Kecamatan Kayangan. Ayam itu di belinya pada Amaq Uli Sembilan bulan lalu. ”Ayam ini sudah enam kali bertelur dan baru kali ini terjadi peristiwa langka yang menghebohkan warga Bat Pawang, ”kata Laidi yang biasa di panggil Kaluk ini.

Dikatakan Laidi, sebelumnya memang isterinya Irun (30) pernah bermimpi dibawakan orang tempayan yang berisi penuh dengan beras (tembrasan—bhs Sesait). Empat hari kemudian setelah istrinya mimpi itu, barulah ayam batang miliknya itu bertelur, namun bertelurnya tidak seperti ayam kebanyakan lainnya, melainkan ke 12 telur ayam miliknya itu semuanya penuh dengan rajah-rajah bertuliskan hutuf arab berwarna merah. Terang saja katanya, begitu telur ayamnya tidak seperti keadaan telur ayam biasa lainya bermunculan, membuat warga Bat Pawang dan sekitarnya heboh.

Mendengar berita adanya telur ayam yang di penuhi dengan asma Allah milik Laidi warga Bat Pawang tersebut, sehingga banyaklah warga desa setempat berdatangan dan bahkan warga desa tetangga terdekat seperti Pendua, Kayangan dan Santong pun tidak ketinggalan ingin melihat dari dekat keberadaan telur yang menghebohkan itu.Bahkan ada yang mau membelinya, namun Laidi sang pemilik telur tidak mau menjualnya.Katanya telur-telur tersebut untuk di jadikan bibit, seperti apakah jadinya nanti setelah menetas.”Kita ingin jadikan bibit, karena peristiwa ini tumben terjadi,”katanya.

Menurut salah seorang tokoh muda Bat Pawang Susianto (30) mengatakan, phenomena ini kemungkinan ada maknanya, sehingga perlu kehati-hatian dalam menjalankan kehidupan, terutama jangan sampai dalam hidup ini terlalu glamour, hiduplah sederhana dengan selalu bersyukur kepada Allah Swt. ”Mungkin ini petunjuk dari Yang Maha Kuasa, agar kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberian-Nya,”kata Susianto, yang juga di benarkan rekannya Dedi Hartono.(Eko)

Kamis, 10 Januari 2013

Baliho Milik Pemda KLU Tumbang Akibat Diterjang Puting Beliung

Kayangan,(SK),-- Sekitar 100 meter kearah barat POM Bensin (SPBU) Kayangan atau 500 meter dari Pusat Pemerintahan Kecamatan Kayangan, Baliho berukuran besar milik Pemda KLU yang berdiri dengan kokoh di pengkolan memasuki Kota Kayangan tumbang akibat di terjang angin puting beliung,Rabu (09/01/2012).
 Baliho yang baru di dirikan berukuran raksasa akhir tahun 2012 itu, keberadaannya sangat penting sebagai pintu gerbang memasuki Kota Kayangan. Disamping indah dipandang mata, juga menambah keasrian pemandangan dari setiap pengguna jalan yang saban hari melewati jalan tersebut.Itulah sebabnya keberadaan Baliho ini sangat penting artinya bagi Kota Kayangan.

Namun Baliho yang merupakaan kebanggaan Pemda KLU itu, kini sirna lantaran keganasan angin puting beliung yang melanda Kecamatan Kayangan pekan ini.Bencana yang ditimbulkan oleh keganasan angin tersebut tidak saja merusak beberapa sarana vital lainnya, tetapi mengakibatkan pula naiknya air laut sehingga merusak sempadan pantai di sepanjang pantai utara Kabupaten Lombok Utara.

Terkait dengan tumbangnya Baliho Pemda KLU yang terpasang di pengkolan Montong Srigan Kayangan akhir tahun 2012 lalu, Kabag Humas Pemda KLU Drs Jumarep mengatakan, itu akibat kegaganasan angin puting beliung yang melanda Kecamatan Kayangan akibat hujan yang turun terus menerus disertai dengan guntur serta kilat yang saling sambar-menyambar beberapa hari terakhir ini.

Dikatakan, pihaknya telah menghubungi rekanan yang bertanggung jawab dalam hal pemasangannya, sehingga Baliho yang berukuran raksasa itu akan di perbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama, mengingat keadaan cuaca akhir-akhir ini diwilayah KLU, khususnya di Kayangan yang tidak bersahabat.”Baliho yang tumbang itu akan diperbaiki secepatnya,”kata Jumarep, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Kayangan dan SMKN Bayan tersebut, singkat.

Memang Baliho sebanyak 2 (dua) buah yang sengaja di pasang dan ditempatkan di lokasi strategis di masing-masing Kecamatan itu merupakan suatu kebutuhan yang harus dipersiapkan, tidak hanya harus oleh Pemda setempat saja namun bisa juga oleh pihak swasta.Hal ini dimaksudkan disamping dapat memperindah lingkungan, juga keasrian dari suatu daerah tetap indah dan terjaga.Agar tetap terpelihara dan aman, itu dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat KLU untuk bagaimana menjaga dan memelihara seluruh asset yang menjadi milik daerah secara bersama-sama jangan sampai rusak atau hilang oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.(Eko)