Rabu, 16 Oktober 2013

Pengalihan Dana SPP Reguler 2013,PNPM-MPd Gelar MAD

Kayangan,(SK),-- Menindak lanjuti surat edaran Dirjen PMD Pusat Nomor 991/1806/ PMD/2013 tanggal 27 Februari 2013 tentang Penetapan Pengalihan Dana SPP 2013, maka PNPM-MPd Kecamatan Kayangan menggelar MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013, Kamis (10/10/2013) di aula Kantor Camat Kayangan.
Camat Kayangan yang di wakili Kasi PMD Atmaja Gumbara,SP mengatakan, dana SPP sebesar Rp. 294.735.900 yang sebelumnya sudah di ajukan, lalu kemudian dana itu di alihkan ke kelompok SPP lancar. Hal itu menurut Atmaja Gumbara yang juga PJOK ini mengatakan, itu di sebabkan karena realisasi dari 81 kelompok SPP yang tersebar di 8 desa dalam wilayah Kecamatan Kayangan masih dalam angka 56 % belum mencapai 95 % sesuai dengan ketentuan dalam surat edaran Dirjen PMD Pusat tersebut.

Untuk itu, Atmaja Gumbara,SP di hadapan peserta MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013 yang di hadiri Faskeu. Kabupaten Lombok Utara, FK, FT, UPK, TPK, Kepala Desa, KPMD, para Kader Posyandu, Kelompok SPP dan undangan lainnya, menekankan agar dana yang akan di tetapkan pengalihannya ini untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai di gunakan kepada hal-hal yang tidak bermanfaat.

Sementara itu, Fasilitator Kecamatan (FK) Ir.Rusli mengatakan, sebelum MAD ini di gelar, pihaknya sudah mengadakan pertemuan sebelumnya dengan kelompok SPP untuk menentukan bentuk barang yang akan di usahakan oleh masing-masing kelompok. Termasuk jenis barangnya sudah di sepakati, yaitu barang yang berupa sembako, barang pecah belah dan makanan ringan. Hal itu di tentukan karena masing-masing kelompok berbeda kebutuhannya.”Jadi semua jenis barangnya tergantung kebutuhan kelompok masing-masing,”tandas Rusli.

Pada kesempatan itu, Rusli juga menjelaskan besaran alokasi dana SPP yang akan di tetapkan pengalihannya pada MAD kali ini ke 81 kelompok SPP lancar di seluruh desa dalam wilayah Kecamatan Kayangan, berdasarkan hasil identifikasi lapangan yang di lakukan pihaknya beberapa waktu lalu. Dari jumlah dana sebesar Rp.294.735.900 itu, terbagi ke dalam 81 kelompok SPP dengan sasaran kegiatan 739 orang. 

Untuk Desa Pendua, sasaran kegiatan 7 kelompok SPP dengan 74 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.29.153.600, Desa Santong, sasaran kegiatan 18 kelompok SPP dengan 170 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.65.650.500, Desa Sesait, sasaran kegiatan 22 kelompok SPP dengan 167 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.69.368.100, Desa Kayangan, sasaran kegiatan 13 kelompok SPP dengan 133 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.51.634.600, Desa Dangiang, sasaran kegiatan 6 kelompok SPP dengan 53 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.21.688.300, Desa Gumantar, sasaran kegiatan 9 kelompok SPP dengan 90 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.35.470.500, Desa Selengen, sasaran kegiatan 3 kelompok SPP dengan 38 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.15.928.300, dan Desa Salut, sasaran kegiatan 3 kelompok SPP dengan 14 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.5.842.000.

“Mudah-mudahan dana yang sudah di tetapkan besarannya untuk masing-masing kelompok SPP ini bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ”harap Rusli serius.(Eko)

Kamis, 10 Oktober 2013

Terapkan Program, PNPM GSC Kayangan Latih Komite Sekolah SD/MI

Kayangan,(SK),-- Sejumlah Komite Sekolah tingkat SD/MI se - Kecamatan Kayangan, Rabu (09/10/2013) mengikuti pelatihan konsep dan ketentuan PNPM-GSC selama satu hari.di aula Kantor Camat Kayangan.
Fasilitator Kecamatan (FK) PNPM-GSC Muzakar,S.Pd dalam penyampaian materinya mengatakan, PNPM-GSC itu perlu di kembangkan, oleh karena dari sisi kehidupan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, ada beberapa masalah yang perlu di perhatikan.

Diantara beberapa masalah yang terjadi dari sisi kehidupan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dari program PNPM-GSC ini, menurutnya, disebabkan oleh ketidaktahuan maupun ketidakpedulian rumah tangga miskin terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mengenyam pendidikan, ketidak-mampuan keuangan rumah tangga miskin untuk membiayai perawatan kesehatan maupun menyekolahkan anggota keluarganya serta disebabkan olek ketidak-mampuan keluarga miskin untuk secara konsisten menjaga keberlanjutan perawatan kesehatan dan pendidikan bagi anggota keluarganya.

Dikatakan, PNPM-GSC itu merupakan program fasilitasi masyarakat dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan kegiatan untuk peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan akses pendidikan dasar dan menengah.Dimana program PNPM-GSC ini merupakan bagian dari program PNPM-MPd dalam rangka untuk melengkapi dan menguatkan gerakan pemberdayaan masyarakat desa secara menyeluruh.

Sebagai stimulan dalam menyusun perencanaan kegiatan yang akan di lakukan, PNPM-GSC ini menyediakan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Selain itu, menurut Muzakar, perlu di fasilitasi juga munculnya pendanaan dari sumber atau potensi lainnya, terutama yang ada pada masyarakat sendiri, pemerintah daerah ataupun dari kelompok peduli lainnya.

Di hadapan puluhan pengurus Komite Sekolah tingkat SD/MI yang mengikuti pelatihan tersebut, Muzakar menjelaskan, bahwa sasaran dari program PNPM-GSC ini memiliki sasaran kelembagaan secara langsung terkait dengan pelaksanaan di tingkat lapangan, seperti Posyandu,Poskesdes/Polindes dan Komite Sekolah.
Selain itu, di jelaskan pula prinsip-prinsip utama dalam pelaksanaan program PNPM-GSC, diantaranya keberpihakan kepada orang miskin,keberpihakan kepada perempuan, kepedulian kepada masa depan anak-anak, transparansi serta akuntabilitas.

Sementara itu, Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan Nurdin,S.Pd dalam penyampaian materi berikutnya lebih banyak menyoroti peran dan fungsi Komite Sekolah dalam membantu memajukan sekolah.Diantara peran Komite Sekolah menurutnya adalah salah satunya sebagai pemberi pertimbangan kepada pihak sekolah ketika ada rencana membangun ataupun perbaikan fasilitas sekolah, selain itu, sebagai pengontrol dan sebagai mediator.

Dikatakan, Komite Sekolah yang salah satu fungsinya yaitu sebagai lembaga pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di sekolah, sangat berperan untuk mengetahui kondisi pendidikan siswa dan kualitas serta kapasitas sekolah.

Fasilitator PNPM-GSC dalam menjalankan tugasnya berkoordinasi dengan Komite sekolah melalui musyawarah desa dan evaluasi bulanan KPMD/TPMD untuk mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan yang terkait dengan program PNPM-GSC.

Selian itu, para pelaku PNPM-GSC bersama-sama dengan pengurus Komite Sekolah mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan pemerataan pendidikan dasar. Koordinasi yang baik juga di butuhkan khususnya dalam melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan,program penyelenggaraan dan keluaran dari pendidikan di sekolah, misalnya dana BOS, dana DAK,UAN dan sebagainya.

Nurdin, selaku Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan berharap, dengan selesainya pelatihan pengurus Komite Sekolah tingkat SD/MI nantinya akan mampu melaksanakan tugasnya dalam membantu memajukan sekolah.”Tanpa bantuan Komite Sekolah, tidak mungkin sekolah itu bisa maju,”tandasnya yakin.(Eko)

PNPM-MPd Gelar MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013

Kayangan,(SK),-- Menindak lanjuti surat edaran Dirjen PMD Pusat Nomor 991/1806/ PMD/2013 tanggal 27 Februari 2013 tentang Penetapan Pengalihan Dana SPP 2013, maka PNPM-MPd Kecamatan Kayangan menggelar MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013, Kamis (10/10/2013) di aula Kantor Camat Kayangan.
Camat Kayangan yang di wakili Kasi PMD Atmaja Gumbara,SP mengatakan, dana SPP sebesar Rp. 294.735.900 yang sebelumnya sudah di ajukan, lalu kemudian dana itu di alihkan ke kelompok SPP lancar. Hal itu menurut Atmaja Gumbara yang juga PJOK ini mengatakan, itu di sebabkan karena realisasi dari 81 kelompok SPP yang tersebar di 8 desa dalam wilayah Kecamatan Kayangan masih dalam angka 56 % belum mencapai 95 % sesuai dengan ketentuan dalam surat edaran Dirjen PMD Pusat tersebut.

Untuk itu, Atmaja Gumbara,SP di hadapan peserta MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013 yang di hadiri Faskeu. Kabupaten Lombok Utara, FK, FT, UPK, TPK, Kepala Desa, KPMD, para Kader Posyandu, Kelompok SPP dan undangan lainnya, menekankan agar dana yang akan di tetapkan pengalihannya ini untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai di gunakan kepada hal-hal yang tidak bermanfaat.

Sementara itu, Fasilitator Kecamatan (FK) Ir.Rusli mengatakan, sebelum MAD ini di gelar, pihaknya sudah mengadakan pertemuan sebelumnya dengan kelompok SPP untuk menentukan bentuk barang yang akan di usahakan oleh masing-masing kelompok. Termasuk jenis barangnya sudah di sepakati, yaitu barang yang berupa sembako, barang pecah belah dan makanan ringan. Hal itu di tentukan karena masing-masing kelompok berbeda kebutuhannya.”Jadi semua jenis barangnya tergantung kebutuhan kelompok masing-masing,”tandas Rusli.

Pada kesempatan itu, Rusli juga menjelaskan besaran alokasi dana SPP yang akan di tetapkan pengalihannya pada MAD kali ini ke 81 kelompok SPP lancar di seluruh desa dalam wilayah Kecamatan Kayangan, berdasarkan hasil identifikasi lapangan yang di lakukan pihaknya beberapa waktu lalu. Dari jumlah dana sebesar Rp.294.735.900 itu, terbagi ke dalam 81 kelompok SPP dengan sasaran kegiatan 739 orang. 

Untuk Desa Pendua, sasaran kegiatan 7 kelompok SPP dengan 74 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.29.153.600, Desa Santong, sasaran kegiatan 18 kelompok SPP dengan 170 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.65.650.500, Desa Sesait, sasaran kegiatan 22 kelompok SPP dengan 167 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.69.368.100, Desa Kayangan, sasaran kegiatan 13 kelompok SPP dengan 133 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.51.634.600, Desa Dangiang, sasaran kegiatan 6 kelompok SPP dengan 53 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.21.688.300, Desa Gumantar, sasaran kegiatan 9 kelompok SPP dengan 90 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.35.470.500, Desa Selengen, sasaran kegiatan 3 kelompok SPP dengan 38 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.15.928.300, dan Desa Salut, sasaran kegiatan 3 kelompok SPP dengan 14 orang anggota, total nilai kegiatan sebsar Rp.5.842.000.

“Mudah-mudahan dana yang sudah di tetapkan besarannya untuk masing-masing kelompok SPP ini bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ”harap Rusli serius.(Eko)

Selasa, 08 Oktober 2013

Tarif PDAM KLU Wilayah Kayangan di Nilai Terlalu Tinggi, Masyarakat Resah

Kayangan,(SK),-- Keinginan seluruh warga masyarakat Kayangan untuk mendapatkan pelayanan air minum yang di kelola Pemerintah KLU, dalam hal ini PDAM, kini sudah bisa bernafas lega.

Pasalnya, setelah melalui proses berliku-liku dan penantian yang cukup panjang untuk mendapatkan pengakuan, akhirnya oleh Pemerintah KLU menyepakati memberikan 1.000 sambungan gratis kepada warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Kayangan (Desa Kayangan, Desa Sesait dan Desa Santong).

Menurut pengelola PDAM wilayah Kayangan Amsudin mengatakan, hingga saat ini penyambungan meteran PDAM baru memasuki wilayah Dusun Lokok Sutrang Desa Sesait Kecamatan Kaynagan.Menurutnya, jumlah meteran PDAM terpasang sekitar 650-an dari jatah yang 1.000 pelanggan bagi warga masyarakat berpghasilan rendah. Sedangkan kalau dihitung dengan biaya pemasangan pribadi oleh warga, lebih dari 700-an sudah terpasang.

Dikatakan, besaran tarif untuk para pelanggan PDAM wilayah Kayangan ini sangat rendah jika di bandingkan dengan wilayah lainnya di KLU. Hal itu di dasarkan atas SK Bupati Lombok Utara No……/PDAM/2013 tanggal 15 April 2013 tentang Penetapan Tarif Air Minum. Untuk Kayangan di masukkan kategori ke III untuk Rumah Tangga A, dengan besaran tarif dari 0-10 m3 biayanya Rp.790/m3, 11-20 m3 biayanya Rp.1.220/m3, 21-30 m3 biayanya Rp.2.440/m3 dan di atas 30 m3 biayanya Rp.3.050/m3. ”Jadi sedikit banyaknya jumlah biaya yang harus di bayar oleh pelanggan, tergantung banyak sedikitnya kubik yang mereka gunakan, ”jelas Amsudin.

Namun kegembiraan masyarakat Kayangan yang baru menikmati air minum yang dikelola PDAM KLU sekitar dua bulan tersebut, belakangan ini menjadi resah. Hal itu di sebabkan karena besaran tarif yang di tetapkan Pemda KLU dinilai terlalu tinggi bagi mereka. Sehingga banyak warga masyarakat Kayangan yang sudah memasang meteran PDAM, ada yang tidak mau bayar, karena terlalu tinggi.

Salah seorang warga Kayangan Sainudin (42) mengaku dirinya pada bulan ini membayar hampir duaratus ribu rupiah, padahal pada bulan pertama dirinya hanya bayar sekitar 18 ribu rupiah. ”Kenapa kok terlalu tinggi kenaikannya, lalu bagaimana dengan masyarakat yang betul-betul miskin, kan tidak akan mampu membayar kalau setiap bulan kenaikannya sangat drastis tinggi, ”katanya dengan nada tanya.

Sainudin mempertanyakan hal itu bukan karena tanpa alasan.Sebagian besar warga Kayangan khususnya wilayah Lokok Rangan,Karang Tal,Lengkukun, Karang Lande,Karang Teter dan sekitarnya merasakan hal yang sama. Sehingga dirinya meminta perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) KLU untuk segera mensosialisasikan hal tersebut agar masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM khususnya di wilayah Kecamatan Kayangan tidak resah.

Camat Kayangan Tresnahadi ketika di konfirmasi masalah keresahan yang di rasakan masyarakat Kayangan terhadap tingginya tariff PDAM tersebut mengatakan, jika ada masalah terkait dengan itu, mempersilahkan konfirmasi ke pihak PDAM.

Dikatakan, terkait dengan keresahan masyarakat ini, Camat Kayangan sudah mengkonfirmasikan ke Dirut PDAM KLU untuk segera mensosialisasikan kepada masyarakat agar hal tersebut menjadi jelas sehingga masyarakat yang menjadi pelanggan maupun calon pelanggan PDAM untuk tiga desa yang ada di Kecamatan Kayangan tidak resah
 
Terkait dengan hal tersebut, Dirut PDAM KLU melalui pegawainya Amsudin yang di konfirmasi di Kantor PDAM Kayangan, Senin (07/10/2013) mengungkapkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini akan menggelar sosialisasi kepada seluruh masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM di wilayah Kayangan.(Eko)

Sabtu, 05 Oktober 2013

3.054 Korban Gempa Rusak Ringan KLU Segera di Rehabilitasi

Gangga,(SK),-- Kepala Dinas Sosial KLU Intiha,S.IP dalam pertemuan membahas rencana kegiatan rehabilitasi rumah warga yang terkena dampak gempa bumi, Jum’at,(04/10/2013) yang berlangsung di aula Dukcapil KLU mengatakan, berdasarkan data validasi pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) jumlah korban bencana alam gempa bumi yang terkena dampaknya sebanyak 3.639 yang terdiri dari 3.054 rusak ringan, 415 rusak sedang dan 230 rusak berat.

Dikatakan, dalam menyikapi data hasil validasi yang merupakan hasil kerja tim tersebut, tidak terlepas dari unsur kekeliruan dan kesalahan dalam memvalidasinya.Terhadap terjadinya kesalahan, kedepan dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk bersikap hati-hati dan membutuhkan ketelitian dalam memvalidasi data.Sedangkan terhadap kebenaran data yang di peroleh akan di adobsi sebagai acuan untuk merealisasikan rehabilitasi.

“Apabila nanti rumah tangga dalam eksen ini ada beberapa rumah tangga yang tidak terdata, maka harus di data kembali untuk mendapatkan penanganan pada APBD tahun 2014 mendatang,”terang Intiha.

Sedangkan berdasarkan Permensos RI No.1 tahun 2013 tentang Prosedur Penanganan korban bencana alam gempa bumi yang terdampak ringan, maka Pemerintah Daerah telah mengalokasikan dana sebesar 4 M untuk 3.054 rumah tangga yang terdampak ringan, dalam waktu dekat dananya akan di salurkan. Jika di lihat ketersediaan dana yang di alokasikan tersebut, maka untuk masing-masing korban akan di jatah sebesar 1,3 juta rupiah.

Intiha menjelaskan bahwa jumlah dana sebesar 4 M itu harus sudah selesai di salurkan dalam masa 2 bulan kedepan. Adapun sebagai prasyarat dana tersebut bisa di cairkan, para korban dampak gempa bumi yang terjadi beberapa waktu tersebut harus membuat proposal untuk mengajukannya.Hal ini dilakukan, karena memang aturannya sudah jelas dalam Peraturan Meteri Sosial RI Nomor 1 tahun 2013 tentang Prosedur Penanganan korban bencana alam gempa.”Proposal ini harus sudah masuk ke Dinas Sosial pertengahan Oktober 2013 ini, “ingatnya.

Untuk itu,Intiha menekankan kepada para Kepala Desa yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk focus pada pembuatan proposal dan mencocokkan nama-nama warganya yang terkena dampak gempa sesuai dengan validasi data yang di keluarkan tim di bawah komando pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara, sehingga bantuan rehabilitasi sebesar 4 M yang diperuntukkan bagi warga tersebut cepat di realisasikan pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara.

Untuk itu, Intiha minta agar keseluruhan proposal yang dijadikan sebagai prasyarat realisasinya bantuan rehabilitasi tersebut, paling lambat pertengahan oktober 2013 ini harus sudah masuk di Dinas Sosial KLU. Untuk di ketahui, dari jumlah dana 4 M tersebut, menurut Intiha adalah di peruntukkan bagi warga yang terkena dampak gempa yang mengalami rusak ringan.Sedangkan bagi warga yang mengalami rusak sedang dan rusak berat akan di tangani pihak BNBD Provinsi Nusa Tenggara Barat.(Eko)

Jumat, 04 Oktober 2013

D.Meletusnya Peristiwa Berdarah Bagek kembar

Sesait,(SK),--Seiring dengan berjalannya waktu, Sesait menjadi wilayah kerajaan yang berdaulat hingga satu abad lamanya hingga meletus Perang Pageh Praya pada tahun 1882 M. Dalam Perang Pageh Praya tersebut, kerajaan Sesait juga ikut andil di dalamnya, yaitu dengan mengirim bantuan pasukan dan bergabung dengan pasukan di Praya untuk melawan Pasukan Anak Agung yang ingin menguasai Lombok. Di bawah pimpinan Titik Pantok , maka pasukan kerajaan Sesait berangkatlah menuju Praya.

Dalam perang Pageh Praya melawan Pasukan Anak Agung ini, Titik Pantok gugur sebagai kusuma bangsa (Syahid) di medan perang dan jasadnya di bawa pulang dan dimakamkan di utara kampung Sesait yang sekarang.

Agar Pasukan Sesait tidak kehilangan kendali di medan Perang, maka Mangku Gumi mengangkat Rebos Bin Alaya sebagai Pimpinan Pasukan menggantikan Titik Pantok yang telah gugur ketika terjadi perang melawan pasukan Anak Agung di Praya Lombok Tengah tahun 1882 M. Rebos Bin Alaya ini, tidak lain adalah misan Mangku Gumi sendiri. Mangku Gumi pada waktu itu di pegang oleh Lengguk Bin Rebadi, beliau adalah Mangku Gumi ke 19 di dalam hirarki Kerajaan Sesait.

Kurun waktu 65 tahun kemudian (1882-1945), dari sejak perang Pageh Praya, maka berkecamuklah perang dunia kedua. Di daerah teritorial Kerajaan Sesait pada tanggal 02 juni 1945, timbullah peristiwa berdarah yang menewaskan Komandan kompi Nippon Jepang bernama “Tani Guci” di Bagek Kembar oleh pejuang Sesait. Sehingga peristiwa berdarah itu yang oleh masyarakat Sesait disebut Peristiwa Berdarah Bagek Kembar.

Karena rakyat Sesait dan bahkan siapapun yang tinggal di dunia ini, tidak rela dijajah dalam bentuk apapun. Itulah sebabnya rakyat Sesait dalam menegakkan kedaulatan hirarki kerajaan, termasuk di dalamnya adat budaya yang masih kuat dan ini merupakan bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan dalam mengusir penjajah dari Ibu pertiwi tercinta ini. Maka hal tersebut patut di apresiasi dengan memberikan penghargaan yang luar biasa, karena semangat patriotisme yang terpatri dalam diri para pejuang tak terkalahkan.

Menurut keterangan saksi sejarah yang masih hidup hingga sekarang seperti Papuk Antek,Papuk Jamiah Amaq Bardi dan lain-lainnya, mereka rata-rata mengaku ketika terjadinya peristiwa Bagek Kembar Berdarah itu mereka masih usia remaja dan menuturkan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut.

Di tuturkan, sebagaimana di ketahui bahwa penjajahan Jepang semakin leluasa memperluas wilayah kekuasaannya dalam Perang Asia Timur Raya. Ekspansi Jepang yang didasari semangat Hakko Ichiu dengan cepat merambah Asia Tenggara dan masuk ke Indonesia. Pada tanggal 8 Maret 1942, Ter Porteen (Panglima Tentara Hindia Belanda) harus menyerah tanpa syarat kepada bala tentara Jepang di Kalijati. Maka, mulailah periode pendudukan Jepang di Indonesia. 

Kehidupan rakyat pada masa pendudukan Jepang sungguh sangat menyedihkan. Lahan-lahan pertanian dieksploitasi sehingga menimbulkan krisis bahan pangan, krisis ekonomi, sumber daya alam, dan tingginya angka kematian. Hal itu diperparah dengan pengerahan tenaga kerja rakyat dalam bentuk kinrohoshi atau kerja bakti dan romusha atau kerja paksa. Pengerahan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Jepang akan pembuatan kubu-kubu pertahanan, lapangan terbang, gudang bawah tanah, jalan raya, dan jembatan. Proyek itu tidak hanya berada di Indonesia tetapi juga Birma, Muangthai, Vietnam, dan Malaysia. Dampaknya adalah ribuan orang terbunuh sementara para gadis dijadikan jughun ianfu atau wanita penghibur. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi rakyat Indonesia pada waktu itu. Begitu pula dengan di Lombok terutama di gumi paer Sesait.

Menurut cerita Amaq Bardi yang di benarkan oleh Papuk Antek dan Papuk Jamiah, kronologis terjadinya peristiwa berdarah bagek kembar yang menewaskan Tani Guchi seorang komandan tentara Jepang yang pada saat itu bertugas di wilayah gumi paer Sesait-Kayangan.Suatu ketika Tani Guci sebagaimana biasanya selalu turun ke lapangan mengawasi para petani tanaman kapas di wilayah Santong Korang , Bagek Kembar hingga di lendang galuh montong cempogok Lokok Rangan.Dalam menjalankan tugasnya ini, oelh Tuan Tani Guchi dan pasukannya selalu bertindak kasar dan main hakim sendiri.Sehingga ada dua orang pejuang Sesait yang di bunuhnya karena tidak keluar menanam kapas dikarenakan mereka sakit.

Amaq Akon, salah seorang korban yang di bunuh oleh Tuan Tani Guchi di kediamannya di Sesait (sekitar 50 meter sebelah timur Kampu) bersimbah darah segar dari sekujur tubuhnya.Terbunuhnya Amaq Akon ini dikarenakan tidak ikut pergi menanam kapas yang ditanam diwilayah Santong Korang sampai Bagek Kembar.Namun ketidak ikutan Amaq Akon itupun bukan tanpa alasan yang jelas yaitu karena sakit.Sebelumnya memang Amaq Akon telah permakluman kepada teman-teman seperjuangannya tidak bisa ikut bekerja menanam kapas sebagaimana yang dilakukannya setiap hari, dikarenakan Amaq Akon sedang sakit perut sehingga dia tidur di rumah kumuh sederhana miliknya sebelah timur Kampu Sesait yang berjarak kurang lebih 50 m.

Rupanya Tuan Tani Guchi tidak memperdulikannya.Lalu Tuan Tani Guchi mencari Amaq Akon langsung ke rumahnya dan membunuhnya. Melihat kejadian sadis yang di lakukan oleh penjajah Jepang terhadap rakyat Sesait waktu itu, maka lima dari Sembilan belas pahlawan Sesait menjadi murka. Mereka tampil membela pahlawan Sesait yang telah di bunuh oleh Tuna Guchi tersebut. Saking marahnya melihat kejadian tersebut, maka kelima pahlawan Sesait (Amaq Rera,Amaq Rumpat, Amaq Baris,Amaq Ideh dan Amaq Benjang ) kala itu, ikut pula membunuh pasukan Jepang.Setelah berhasil membunuh beberapa pasukan Jepang itu, mereka berencana untuk membunuh komandannya Tuan Tani Guchi.

Setelah Guci selesai menyiksa dan membunuh Amaq Akon, di lihatnya masyarakat banyak yang berdatangan sambil membunyikan Beduk di Masjid Kuno Sesait, Guci pun pergi. Kemudian Mangku Gumi mengambil inisiatip mengumpulkan tokoh-tokoh untuk melakukan rencana membunuh Guci. Setelah sepakat, dibawah pimpinan Mangku Gumi Lengguk sendiri dan putranya Rumpat, mereka mengatur siasat untuk bisa melumpuhkan Tuan Tani Guchi komandan Jepang yang sombong dan selalu bertindak anarkis tersebut.

Dalam strategi perang itu, mereka membagi menjadi dua jalur pengejaran yaitu jalur barat di pimpin Mangku Gumi Lengguk, mulai dari Sesait terus ke utara melalui sejongga, mengambil arah memutar untuk mendahului Guci yang akan pulang ke Pos penjagaannya di Amor-amor, dimana Tuan Tani Guchi ini ketika akan pulang melalui jalan Mpak Mayong. Sedangkan jalur timur di pimpin oleh Rumpat putra Mangku Gumi sendiri, dari Sesait terus ke utara menyusuri Tukak Bendu, Santong Korang, Bagek Kembar hingga Empak Mayong.

Mangku Gumi beserta Pejuang lainnya dapat mendahului guci di selatan Mpak Mayong (sekarang Dusun Bagek Kembar), Lokaq Ebeh langsung menghunus pedangnya dan mengarahkan ke tubuh Guci, namun Guci sempat berkelit, sehingga pedang lokaq Ebeh kala itu terpental hingga nyaris mengenai leher kuda yang di tunggangi oleh Guci. Berselang beberapa detik setelah itu, secara bersamaan dari arah selatan dari atas kudanya Rumpat menghujamkan tombaknya tepat kedada Guci.Guci pun terpental jatuh dari atas kudanya sambil bersimbah darah. Guci berusaha untuk bangun, namun malang bagi Guci secara serentak pejuang Sesait dibawah pimpinan Mangku Gumi Lengguk dan Rumpat secara bersamaan menghujamkan senjata pedang dan tombak serta keris yang mereka bawa secara bertubi-tubi ke tubuh Guci, hingga tubuh Guci tidak bisa di kenali.

Menurut keterangan saksi sejarah yang masih hidup Amaq Bardi, Amaq Jamiah dan Papuk Antek, yang ketika peristiwa Bagek Kembar Berdarah itu terjadi, mereka rata-rata masih usia remaja menceritakan, setelah terbunuhnya Guci tersebut lalu mayatnya di mutilasi menjadi tiga bagian lalu di kubur terpisah di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu di maksudkan untuk menghilangkan jejak.Peristiwa ini terjadi tanggal,02 Juni1945 di Bagek Kembar, yang sekarang masuk dalam wilayah Dusun Bagek Kembar Desa Kayangan Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Untuk mengenang para pejuang atau pahlawan Sesait yang berhasil membunuh Komandan tentara Jepang waktu itu, maka peristiwa itu terkenal dengan nama Peristiwa Berdarah Bagek kembar.(Eko-Agus)

Sandre FC Bekuk Bubax FC 4 – 0 Dalam Laga Perdana Open Turnamen Futsal GB Tukak Bendu

Sesait,(SK),-- Dalam rangka memeriahkan HUT Generasi Bersatu Tukak Bendu ke 6 tahun 2013 ini, dalam laga perdana open turnamen Futsal yang berlangsung di GOR Futsal GB Tukak Bendu, Kamis (03/10/2013), sekuad Sandre FC Santong Timur membekuk rivalnya Bubax Sesait telak 4 - 0.
Sejak menit-menit awal, memang Sandre FC terus mendominasi permainan.Sehingga tidak ayal, tim di bawah pimpinan kaptennya Lan nomor punggung 7 ini berhasil membobol pertahanan Bubax FC yang di jaga ketat Depak pada menit kedua pertandingan di mulai. Skuad di bawah asuhan Burhan M.Nur,SH Wakil Ketua DPRD KLU ini kembali menambah koleksi gol lewat tendangan spektakuler Lan pada menit yang 13. Keadaan ini terus bertahan hingga turun minum.
Pada putaran kedua, kembali Sandre FC menorehkan gol bertubi-tubi ke gawang Bubax FC pada menit yang 18 dan 30 sehingga tim Bubax FC kewalahan meladeni serangan dari para pemain juara bertahan pada open turnamen tahun lalu ini tidak tertandingi. Keadaan itu terus bertahan hingga pertandingan usai.Dengan demikian Sandre FC sudah bisa di pastikan masuk ke putaran berikutnya.

Kapten Sandre Fc Lan usai menjamu Bubax FC 4 – 0 dalam laga tersebut mengatakan, permainan timnya memang sejak awal sudah menargetkan harus menang pada putaran pertama itu.Sehingga menurutnya, jika pada laga perdana itu menang, tentu untuk melangkah ke putaran berikutnya agak mudah. Jika tidak, katanya, maka nama besar sebagai juara bertahan yang di sandang timnya kali ini akan hilang.
Ketika di tanya peluang timnya bisa merebut kembali nama besarnya sebagai juara pada open turnamen Futsal pada tahun ini, Lan dengan senyum menjawab tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa bertahan pada laga-laga berikutnya. “Jika perlu pada setiap pertandingan harus menang, sehingga peluang untuk menjadi juara kembali, tentu akan berpeluang besar,”katanya yakin.(Eko)