Selasa, 09 Oktober 2012

Pelayanan SKCK Cukup di KLU, Tidak Perlu ke Gerung

Kayangan,(SK),-- Sebagai warga KLU rencana pihak Kepolisian Resort Lombok Barat untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, terutama untuk pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), kini sudah bisa bernafas lega.
Pasalnya, sinyal tersebut sudah ada titik terangnya.Bahwa dalam waktu dekat pelayanan prima tentang SKCK ini bakal di layani di Polres Lombok Utara.Dimana dalam pelayanan ini, petugas khusus untuk yang menangani keperluan tersebut sengaja di datangkan dari Polres Lombok Barat ke Polres KLU.Ini dilakukan adalah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan prima khususnya yang menyangkut SKCK.

Informasi tentang adanya pelayanan SKCK di KLU ini berdasarkan keterangan yang di sampaikan oleh Kanit Intel Polsek Kayangan Aipda Sadrah.Menurutnya, pelayanan prima khusus SKCK ini dilakukan pihak Polres Lombok Barat, karena memang di Polres Lombok Utara belum ada pelayanan ini.Sehingga khusus pelayanan ini sengaja di datangkan dari Polres Lombok Barat.

Dikatakan Sadrah, pelayanan prima khusus pembuatan SKCK ini dilakukan sekali seminggu, dengan pelayanan untuk tahap awal dilaksanakan mulai hari Kamis,(11/10/2012) jam 09,00-13,00 wita di Polsek Tanjung.”Kita berharap pelayanan prima khusus SKCK ini dapat berlangsung terus-menerus setiap minggu,”katanya.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Aipda Sadrah selaku Kanit Intel Polsek Kayangan disela-sela syukuran di lokasi tanah rencana dibangunnya gedung Polsek Kayangan tahun 2013 mendatang.Informasi tersebut disambut baik oleh masyarakat Kayangan.Sebut saja Murdiyanto,SE salah seorang tokoh muda Kayangan menyambut baik informasi tentang adanya pelayanan prima khusus pelayanan SKCK kepada masyarakat KLU. Menurutnya kalau sudah ada pelayanan ini, mudah-mudahan juga diikuti oleh pelayanan dalam bentuk lainnya.Jadi masyarakat KLU yang membutuhkan pelayanan prima khusus masalah SKCK ini tidak perlu lagi ke Gerung, sekarang sudah ada di KLU yang di pusatkan di Polsek Tanjung.

Dikatakan, sekarang tergantung masyarakat KLU, mampu tidak melihat dan memanfaatkan kemudahan peluang pelayanan ini.Kalau sudah peluang berbagai kemudahan ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga KLU yang nota bene taat aturan ini, tidak menutup kemungkinan pelayanan serupa akan diperluas sampai ke Polsek-Polsek di wilayah KLU.

“Mudah-mudahan pelayanan ini tetap dilakukan terus-menerus sampai dengan adanya ketentuan dan kepastian pelayanan serupa bisa di laksanakan sendiri oleh Polres Lombok Utara,”katanya berharap.(Eko).

 

Delapan Makam Dipindahkan, Polsek Kayangan Gelar Syukuran

Kayangan,(SK),-- Gedung Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan Kayangan KLU, pada tahun anggaran 2013 mendatang segera dibangun.
Kepastian tentang akan dibangunnya gedung Polsek Kayangan tersebut dibuktikan dengan keseriusan pihak Polsek Kayangan dalam upaya mempersiapakan segala sesuatunya terkait dengan rencana lokasi sebagai tempat dibangunnya gedung Polsek setempat.
Kapolsek Kayangan Ipda Komang Sugatha mengatakan, yang menjadi kendala pihaknya dalam merealisasikan rencana pembangunan gedung Polsek Kayangan itu adalah masih adanya beberapa makam warga setempat yang keberadaannya memang sudah lama ditempat itu, belum di pindahkan.
Terkait dengan itu, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta kepada pihak keluarga terutama kepada ahli waris yang pernah di makamkan di tempat itu.”Ini semua kita lakukan agar pada saat pembangunan gedung Polsek Kayangan pada tahun 2013 mendatang tidak ada kendala yang berarti,”ujarnya.
Dikatakan, pihak keluarga yang pernah dimakamkan di lokasi rencana akan di bangunnya gedung Polsek Kayangan itu, sudah menyetujuinya.Hanya saja, katanya, ketika nanti pada saat berlangsungnya pembangunan itu ditemukan tulang belulang, maka tinggal di pindahkan saja ke tempat yang sudah di tentukan, yaitu ke TPU Dusun Karang Tal Desa Kayangan.Karena memang tidak di ketahui dengan pasti berapa jasad yang di makamkan di tempat itu.
Sebagaimana di ketahui bahwa dari hasil survey pihak Polsek Kayangan, di ketahui sedikitnya ada 8 makam ditemukan di tempat itu.Ini pun baru sejumlah itu, belum di keathui kemungkinan ada makam yang lainnya, karena kondisinya memang sudah lama tidak di gunakan sebagai tempat pemakaman warga setempat.Keberadaan 8 makam ini pun di ketahui ketika diadakan pembersihan di lokasi rencana di bangunnya gedung Polsek Kayangan tersebut.
Sehingga pada acara syukuran yang di gelar,Sabtu (06/10/2012) di tanah lokasi pembangunan gedung Polsek Kayangan tersebut hanya di pindahkan yang 8 makam itu saja ke tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Karang Tal Desa Kayangan.”Jadi sudah tidak ada masalah, kita tinggal melanjutkan pembangunannya saja,”kata Kapolsek berkumis ini.
Senada dengan itu, Penghulu Mesjid Lokok Rangan Ust.Sarimah Ibnu Sedah,S.IP menyatakan, sangat setuju dengan di pindahkannya 8 makam yang terdapat di tanah lokasi rencana dibangunnya gedung Polsek Kayangan tersebut, yang keberadaannya sekitar 50 m selatan SMAN 1 Kayangan itu.”Pada prinsipnya kami sangat setuju dipindahkannya makam tersebut, namun pada saat pembangunan gedung itu nanti berlangsung, ketika ditemukan tulang belulang lainnya agar tetap di kembalikan ke tempat pemakaman yang sudah di tentukan itu,”katanya.
Dalam syukuran tersebut di hadiri oleh Camat Kayangan,Kapolsek Kayangan,Dan Pos Ramil Kayangan,KUA,Kepala Desa Kayangan, Penghulu Mesjid Lokok Rangan,tokoh masyarakat, tokoh agama,ahli waris dan undangan lainnya serta seluruh jajaran Polsek Kayangan.

Camat Kayangan Tresnahadi, dalam sambutannya sangat apresiasi terhadap ahli waris yang di makamkan di tanah lokasi rencana di bangunnya gedung Polsek Kayangan tersebut, untuk di pindahkan ke tempat pemakaman umum Dusun Karang Tal. Sehingga proses pembangunan gedung Polsek ini nantinya dapat berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan.Karena memang kedepan Polsek ini sangat diperlukan keberadaannya dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam wilayah hukum Polres Lombok Utara.
Diakuinya, bahwa satu-satunya Polsek yang belum memiliki gedung adalah Polsek Kayangan, sementara polsek yang lainnya sudah memiliki gedung. “Sehingga sebagai warga masyarakat Kayangan, ini patut kita dukung,”katanya.
Salah seorang keluarga / ahli waris dari yang pernah di kuburkan di tanah lokasi rencana pembangunan gedung Polsek Kayangan Mirti (40) warga Dusun Karang Tal Desa Kayangan berharap kepada pihak kepolisian agar ketika pembangunan gedung itu nantinya sudah di mulai pengerjaannya, ketika menemukan tulang supaya di kremasi dengan baik untuk kemudian di pindahkan ke tempat TPU Karang Tal, dimana pemindahan makam sebelumnya di tempatkan.Pihak keluarga akan memaka,mkan kembali dengan menggunakan cara Islam ke dalam satu makam yang natinya di namakan makam Kayangan. Jadi pihak keluarga yang ingin berziarah kubur, cukup ke makam yang satu ini saja sebagai perwakilannya, karena di makam ini nantinya terdapat nama-nama orang yang pernah di makamkan di tanah lokasi rencana tempat pembangunan gedung Polsek Kayangan saat ini.
“Mudah-mudahan momen ini kita jadikan sebagai awal terbangunnya komitmen dalam membangun KLU menuju Kabupaten yang maju dan beradab,”tutupnya.(Eko).

Sabtu, 06 Oktober 2012

Makna Hari Kesaktian Pancasila

Tanjung,(SK),---Tanggal 1 Oktober 2012 yang jatuh pada hari Senin minggu ini adalah Kesaktian Pancasila. Peringatannya dilakukan disejumlah tempat. Di Tanjung misalnya, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH menjadi inspektur upacara di Lapangan Umum Supersemar Tanjung.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Ibukota Kabupaten Lombok Utara tersebut, dipusatkan di Lapangan Umum Supersemar Tanjung, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, yang dihadiri unsur Muspida, Ketua DPRD KLU, seluruh pimpinan SKPD, TNI/POLRI, siswa-siswi SLTP/SLTA se kota Tanjung dan masyarakat.  Penyelenggaraan upacara bendera memang kembali dipilih sebagai sarana untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun ini. Sebagaimana diketahui, sejarah pernah menyebutkan tentang terbongkarnya peristiwa G 30/SPKI yang kemudian menjadi cikal bakal peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober. Sehingga setiap 1 Oktober pula, kantor-kantor instansi pemerintah maupun sekolah-sekolah, menggelar upacara nasional mengenang peristiwa tersebut.

Hari Kesaktian Pancasila, dianggap sebagai bukti bahwa Pancasila itu ampuh dan berhasil menghalau dan menumpas komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965. Meskipun sampai kini kalangan sejarawan masih melakukan kajian-kajian terhadap tudingan pelaku pembantaian keenam jenderal dan seorang letnan tersebut.

Terlepas dari persoalan itu, sejumlah elemen masyarakat menilai perlunya tetap memaknai Hari Kesaktian Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada era pascareformasi seperti saat ini. Pancasila yang lahir dari akar sejarah budaya bangsa itu tetap diyakini mengandung nilai-nilai luhur universal yang menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia, yakni Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia,Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Namun di sisi lain, pengamalan sila-sila dari Pancasila itu dianggap mulai luntur, sehingga diperlukan langkah-langkah untuk bisa mempertahankan dan mengembalikan nilai-nilai luhur Pancasila itu sebagai ideologi dan jati diri bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai elemen, termasuk suku, ras, agama dan sebagainya, namun Pancasila, itulah konsep dan tujuan kemerdekaan sebagai salah satu ideologi negara Republik Indonesia.

Namun banyak kalangan menilai pengamalan nilai-nilai Pancasila itu pascareformasi ini sudah mulai luntur dan bahkan hilang. Contoh nyata, misalnya, dapat dilihat melalui sejumlah kasus yang belakangan muncul, antara lain isu sara, aksi tawuran antarpelajar, hingga teroris.

“Kalau dulu kita kenal dengan Sumpah Pemuda, ditambah sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Namun beberapa kasus yang muncul belakangan ini, sama sekali tidak mencerminkan hal itu,” kata salah seorang tokoh masyarakat Kayangan Masidep,S.Pd.

Hari kesaktian pancasila merupakan sebuah tombak sejarah yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, karena telah gugurnya pahlawan revolusi yang di fitnah demi membela bangsa tanah air Indonesia tercinta ini. yaitu dengan gugurnya ke-6 (enam) Jenderal dan 1 (satu) Perwira Menengah TNI Angkatan Darat. Adapun ke tujuh pahlawan revolusi sebagai akibat keganasan PKI adalah : "Jenderal Anumerta Ahmad Yani , Letjen Anumerta Suwondo parman , Letjen Anumerta Suprapto. Mayjen Anumerta Pandjaitan, Mayjen Anumerta Sutoyo Siswomiharjo, Letjen Anumerta M.T.Haryono, Kapten Anumerta Piere Tendean".

Dari ke 7 pahlawan tersebut dapat kita ambil hikmah yang sangat besar dan dapat kita pelajari bahwa suatu pengorbanan mereka harus kita hargai dan peringati dengan berlangsungnya di tanggal 1 oktober. Dengan memberontaknya suatu gerakan yang masuk kedalam sistem pemerintahan Negara Indonesia Republik Indonesia saat itu, yang kemudian dinamakan dengan G 30 S/PKI, yang di ketuai oleh D.N.Aidit tersebut, yang ingin mencoba meruntuhkan kedudukan sistem kesatuan pemerintahan Negara Indonesia menjadi komunis, dimana komunis itu artinya seseorang yang menganut paham anti Tuhan. Ini maksudnya tidak memiliki Tuhan Yang Maha Esa didalam hidupnya. Oleh karena itu badan pertahanan negaralah yang menjadi sasaran utamanya sehingga dibuat fitnah-fitnah yang berlangsungnya perpecahan di negara indonesia pada saat itu. Akibatnya TNI yang keberadaannya dari,oleh dan untuk rakyat menjadi korban keganasan PKI pada tanggal 30 September 1965, yang kemudian mereka itu di kenal dengan nama pahlawan REVOLUSI yang tetap setia pada janji dan sumpahnya untuk membela tanah air negara kesatuan republik indonesia yang tercinta ini. 

Untuk itu sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, sepatutnyalah kita tetap mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi dan jati diri bangsa Indonesia itu, karena sudah menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Peran para pemimpin bangsa ini kedepan seharusnya dilakukan sejak dini perlunya penanaman nilai-nilai Pancasila itu kepada masyarakat, terutama melalui proses sejak duduk di bangku sekolah, jika perlu justru di tingkat PAUD [pendidikan anak usia dini] seharusnya sudah bisa ditanamkan nilai-nilai Pancasila itu melalui kurikulum yang diajarkan di sekolah tersebut.

Mungkin banyak sekali hikmah, pelajaran yang dapat kita petik dan ambil dari peristiwa 1 oktober ini. karena merupakan sebuah motivasi , dorongan , semangat untuk kaum-kaum muda penerus bangsa di masa yang akan datang. dan bisa dijadikan sebuah tolak ukur dan acuan agar kita menjaga negara kesatuan republik indonesia ini agar bebas dari segala macam jajahan serta hasutan-hasutan yang akan tujuan intinya akan meruntuhkan kesatuan Republik Indonesia.

Dengan memperingati peringatan peristiwa 1 Oktober 1965 kita pun harus menghargai segala jasa-jasa para pahlawan yan telah gugur di medan perang demi tujuan intinya mempersatukan negaran indonesia, agar bisa membuat bangsa indonesia ini berkembang dan maju. dan harus kita lihat juga nilai sebuah pancasialis dari sebuah arti dari pancasila yaitu pada sila ke -1 dengan berisikan "ketuhanan yang maha esa" maka dari itu sudah sepatutnya kita sebagai bangsa indonesia berketuhanan yang maha esa. apapun ras dan dalam perbedaan agama kita harus tetap bersatu dan kokoh guna menjadikan indonesia ini makmur dan lestari.(ASI).

Sambut HUT GB Ke-5, Panitia Gelar Berbagai Lomba

Sesait,(SK) -- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke 5, para pemuda Tukak Bendu yang tergabung dalam kelompok Bajang Generasi Bersatu (GB), gelar berbagai lomba.

Kegiatan GB yang rutin digelar sekali setahun ini, dimeriahkan dengan berbagai mata lomba.Ketua GB Subiadi,SE mengatakan, kegiatan yang di laksanakan tahun ini semuanya untuk umum,baik level Kabupaten,Kecamatan maupun level desa dan dusun, diantaranya bidang olah raga seperti Futsal, tennis meja,catur dan jalan sehat.Kemudian di bidang keagamaan antara lain lomba pidato, lomba azan,MTQ, puitisasi terjemahan Al-Qur’an.Selain itu ada juga kegiatan tambahan khusus bagi warga dusun Tukak Bendu, seperti tarik tambang,panjat pinang,pantok periuk,sendok kelereng dan junjung bakul.

Menurut Ketua Panitia Said Arif Aliadi, kegiatan yang dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT GB yang ke 5 tahun ini, yang acara puncaknya jatuh pada tanggal 27 November 2012 mendatang, dirangkaikan juga dengan peringatan tahun baru Islam 1434 H.

Dikatakan, bahwa untuk kegiatan Futsal diikuti dua Kecamatan (Kayangan - Gangga) dan pada tahun ini jumlah pesertanya ada 48 tim, nyaris sama dengan tahun sebelumnya. “Jadi tidak ada peningkatan kuantitas jika dibandingkan dengan tahun lalu,”kilahnya.

Kegiatan yang banyak menyedot minat generasi muda khususnya kegiatan Futsal ini, pembukaannya telah dibuka secara resmi oleh Camat Kayangan yang di wakili Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos di Lapangan Futsal Tukak Bendu,Senin (01/10/2012).

Dalam sambutannya, Camat Kayangan menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Bajang Generasi Bersatu (GB) Tukak Bendu ini. Karena menurutnya, bahwa kegiatan semacam ini dinilainya adalah kegiatan yang positif. Disamping itu, ajang seperti ini sangat bagus terus digalakkan, sehingga nantinya akan terjalin silaturrahmi yang kuat antar generasi muda dan terbinanya persatuan dan kesatuan sebagai wadah mempersatukan seluruh generasi muda diwilayah ini.

Dihadapan para tamu undangan yang hadir, Camat Kayangan berpesan kepada seluruh panitia penyelenggara dan para pemain yang akan berlaga dilapangan agar melaksanakan kegiatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Ini adalah untuk menyambung silaturrahmi dan untuk persahabatan. Jaga kekompakan dan keamanan, selalu bertindak seportif dalam segala hal serta gunakan aturan yang sudah baku,”katanya.

Kegiatan yang digelar Generasi Bersatu Tukak Bendu ini, juga mendapatkan dukungan dan respon positif dari Ketua kelompok Bajang Patuh (BP) Lokok Sutrang Zaenul Hadi,S.Pd. Menurutnya, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh GB ini adalah kegiatan yang positif, karena melalui kegiatan semacam ini dapat menggugah semangat generasi muda. Apalagi kegiatan ini diikuti oleh 48 tim dan tim paling banyak ambil bagian adalah dari Kecamatan Kayangan.

“Saya melihat semangat generasi muda terhadap Futsal ini sangat tinggi. Buktinya, bahwa setiap ada penyelenggaraan kegiatan serupa, pesertanya pasti membludak,”kata Zaenul.

Diakui Zaenul Hadi, kegiatan GB pada tahun ini ada peningkatan.Animo para pemuda penggemar olah raga yang satu ini sangat besar.Hal ini dibuktikan dengan turut sertanya seluruh organisasi pemuda yang ada di wialayah ini dalam lomba Futsal.Animo tentang kegiatan Futsal ini sangat tinggi dan jarang dilaksankaan di tingkat Kecamatan.

“Saran saya kepada panitia, harus lebih giat lagi berbuat sehingga pada tahun mendatang bisa ditingkatkan lagi sistim pertandingannya, jangan tetap berpaku pada sistim setengah kompetisi, kalau bisa sistim penuh,”kata Zaenul.

Ketika ditanya wartawan suarakomunitasnet ini, apakah BP juga dalam penyelenggaraan HUT- nya akan mengadakan kegiatan serupa? Zaenul Hadi mengatakan, juga akan melakukannnya. Namun diakui Zaenul Hadi, bahwa jarak kegiatan yang dilakukan GB dengan HUT Bajang Patuh terlalu dekat. Sehingga tidak memungkinkan pihaknya melakukan kegiatan serupa yang hanya berjarak satu bulan.

“Kalaupun kita (BP) lakukan kegiatan serupa seperti yang dilakukan GB, harus ada jaraknya, minimal 6 bulan. Sehingga limit waktu seperti itu, memungkinkan kita untuk berbuat maksimal,”kilah Zaenul penuh semangat.

Hal senada diungkapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat Tukak Bendu Rahim Arto, bahwa kegiatan yang dilakukan GB ini sangat postif, karena dengan adanya kegiatan semacam ini, akan dapat menggugah semangat generasi muda yang selama ini masih terpendam.

“Semangat generasi muda yang selama ini masih terpendam, akan bangkit untuk ambil bagian dalam kegiatan ini. Buktinya banyak kelompok bajang yang ikut daftar,”katanya.

Dukungan yang serupa juga direspon Kadus Tukak Bendu, Sukarti. Kegiatan yang dilakukan Kelompok Bajang Generasi Bersatu (GB) Tukak Bendu didukung sepenuhnya. Diakui Sukarti, banyak yang telah dilakukan GB, baik dalam mendukung program Pemerintah maupun program-program kemasyarakatan. Jadi dalam melaksanakan berbagai program, diakui Sukarti bahwa antara Pemerintah dan kelompok Bajang Generasi Bersatu (GB) saling bahu-membahudalam menuntaskannya.

“Harapan saya kepada Panitia Penyelenggara dan seluruh masyarakat bertetangga, agar selama kegiatan ini berlangsung, ciptakan suasana aman,tertib, sehingga nuansa silaturrahmi persatuan dapat terjalin dengan baik serta hasil akhir dari seluruh rangkaian kegiatan juga akan sukses,”pesannya.

Acara Pembukaan Kegiatan menyambut HUT GB yang ke 5 tahun ini, dihadiri oleh beberapa tokoh, diantaranya sesepuh adat Sesait yang juga anggota DPRD KLU Djekat, Camat Kayangan, Kepala UPTD Dikbudpora, Pemusungan Sesait, Kadus Tukak Bendu,tokoh masyarakat dan beberapa tokoh pemuda perwakilan dari wilayah Kayangan serta seponsor tunggal dari Telkomsel.(Eko)

Senin, 01 Oktober 2012

Bupati KLU Kukuhkan Dua Organisasi Pemuda Kayangan

Kayangan,(SK),-- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun organisasi pemuda Dusun Bagek Kembar Desa Kayangan Kecamatan Kayangan ke IV, yang pelaksanaannya jatuh pada tanggal 29 September 2012,patut berbangga.
Pasalnya, menurut Ketua organisasi Pemuda Dusun Bagek Kembar “Samber” Edi Kartono,SE dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan karena memang sudah menjadi agenda rutin tiap tahun diprogramkan.

Dikatakan, pelaksanaan perayaan HUT Samber tahun ini adalah sangat istimewa karena bisa menghadirkan Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dan Wakil Ketua DPRD KLU Burhan M.Nur,SH, dimana pada perayaan pada tahun sebelumnya di rayakannya secara sederhana.

“Munculnya ide untuk mengundang Bupati, karena memang kita sering silaturrahmi dan Bupati sendiri memang sudah merencanakan untuk bisa sholat jum’at di Mesjid Bagek Kembar, namun jadual beliau masih padat,”terang Edi Kartono yang juga Ketua UPK Kayangan ini.

Selanjutnya Edi Kartono mengatakan bahwa, pada HUT Samber yang ke-4 tahun ini, juga di rangkai dengan pengukuhan organisasi pemuda dan masyarakat Kayangan, yang telah di bentuk pada tanggal 1 Juli 2012 dengan melibatkan 4 dusun yang ada di Desa Kayangan, yaitu dusun Bagek Kembar, Dusun Empak Mayong,Dusun Sejongga dan Dusun Tanak Muat.

Pada HUT ke-4 organisasi pemuda Samber ini adalah merupakan hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Bagek Kembar, karena langsung di hadiri Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH.

Organisasi Samber lingkup Dusun Bagek Kembar yang dibentuk pada tanggal 29 September 2009 lalu, yang pembentukannya dilatar belakangi kondisi para pemuda saat ini sedang berada di ambang batas dekadensi moral yaitu sering terjadinya tawuran di mana-mana yang dilakukan oleh para pemuda, sehingga perlu dibentuk wadah agar mudah pembinaannya. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak sekali hal yang telah diperbuat dalam membantu pemerintah setempat menyelesaikan berbagai persoalan, terutama terkait masalah social kemasyarakatan.

Disamping merayakan HUT Samber ke-4 tahun ini, pada kesempatan yang sama di kukuhkan pula organisasi lainnya yang diberi nama “Kompak” (Kesatuan Organisasi Masyarakat dan Pemuda Kayangan).Dimana organisasi ini merupakan gabungan organisasi dari 4 dusun yang ada di Desa Kayangan bagian atas, seperti dusun Bagek Kembar,Sejongga,Tanak Muat dan Empak Mayong.

Hal ini penting dilakukan, sehingga menurut Edi Kartono, bahwa peran pemuda itu sangat penting keberadaannya sebagai tulang punggung pembangunan bangsa.Berdasarkan data, katanya, di 4 dusun ini mengenai SDM para pemudanya 50 % sudah mengecam pendidikan sarjana.Sehingga pada tahun 2013 mendatang sarjana yang berasal dari 4 dusun ini terdapat lebih dari 50 orang siap membangun daerah ini.

“Mohon pembinaan oleh Bapak Bupati, semoga Pemuda yang tergabung dalam dua organisasi ini selalu Kompak sebagaimana namanya,”harap Edi Kartono.

Camat Kayangan Tresnahadi yang sejak awal hadir di tempat tersebut dalam sambutannya mengucapkan selamat HUT Samber ke-4 dan selamat pula kepada pengukuhan organisasi Kompak.Pembentukan organisasi pemuda ini di sambut baik oleh Camat Kayangan.Karena menurutnya, pemuda adalah salah satu pilar pembangunan bangsa dan Negara.

Intinya, dengan keberadaan organisasi pemuda di daerah ini, di harapkan mampu bekerja, mampu melihat setiap peluang yang ada dan mampu selalu kompak sebagaimana namanya. “Jangan sampai namanya saja kompak namun di dalamnya keropos,”katanya.

“Sebagai Kabupaten baru di di daerah yang bermoto Tioq Tata Tunaq di Dayan Gunung ini, KLU sangat butuh dukungan dari seluruh elemen masyarakatnya, terutama dukungan para pemudanya,”cetus Tresnahadi..

Dukungan itu menurutnya bisa berupa menjaga kemanan dan ketertiban wilayah.Kuncinya kita tetap kompak bersama-sama dalam satu kesatuan yang utuh tidak terpecah belah.”Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh para pemuda di daerah ini dapat memberikan hal yang positif kepada masyarakat dalam membantu melaksanakan pembangunan di KLU, khususnya di Kecamatan Kayangan.

Sementara itu,Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam penyampaian sambutannya salut terhadap terbentuknya organisasi Kompak.Karena menurutnya, semua program pembangunan yang dilaksanakan di KLU ini tidak mungkin bisa terwujud tanpa dukungan dan peran dari para pemudanya.

Seiring dengan terbentuknya KLU yang pada tahun ini baru berusia 4 tahun, sangat banyak sekali persoalan-persoalan yang dihadapi Pemerintahan Djohan-Najmul, diantaranya terutama masalah kemiskinan.Itulah sebabnya, Bupati melakukan safari keliling sholat jum’at di wilayah KLU yang tersebar dari ujung barat (Kecamatan Pemenang) hingga ke ujung timur (Kecamatan Bayan), untuk menyatukan persepsi,menyatukan hati masyarakat, bersatu padu dalam rangka mendukung suksesnya program pembangunan di KLU yang sedang di jalankan.

“Saya bangga terbentuknya organisasi pemuda Samber dan Kompak ini, semoga selalu kompak dan selalu utuh bersatu dalam membangun KLU ini,”puji Bupati sambil mengukuhkan kedua organisasi pemuda tersebut.

“Mudah-mudahan anak-anak yang tergabung dalam wadah organisasi Kompak dan Samber ini paham untuk bersatu sehingga bisa membangun daerah ini,”ingatnya.(Eko).

Ponpes Maraqitta’limat Santong Tanamkan Teori Praktek

Santong,(SK),-- Dakwah Bil Hal… mungkin itulah prinsip yang selalu dijunjung tinggi oleh para guru dan santri di Madrasah Tsanawiyah ( MTs.) Maraqitta’limat yang beralamat di jalan Embung Santong Barat, Desa Santong Kecamatan Kayangan. Hal tersebut diwujudkan dengan mengadakan kegiatan bhakti sosial, bertempat di beberapa fasilitas umum seperti : Jalan perkampungan, mushalla dan masjid-masjid.

Menurut Saparwadi,Lc. (30) Kepala MTs. Maraqitta’limat Santong , kegiatan bakti sosial yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat pagi tersebut adalah merupakan rangkaian kegiatan Imtaq yang diprogramkan setiap hari Jum’at di sekolah tersebut, dengan tujuan untuk menanamkan jiwa sosial yang dalam terhadap siswa serta untuk mengajak masyarakat sekitar agar memiliki kepedulian social dengan bergotong royong. Hal ini penting dilakukan untuk merubah pola fikir santri yang cendrung cuek terhadap lingkungan.

Pihak sekolah menginginkan santri tidak hanya diajarkan berteori saja, tetapi tidak kalah pentingnya mereka harus diajak untuk praktik dilapangan. Kegiatan ini juga bisa menjadi contoh bagi masyarakat agar selalu membiasakan diri bergotong royong.

Sementara itu Ustadz Wapdi (56) Pimpinan Ponpes Maraqitta’limat Santong mengungkapkan, kondisi masyarakat saat ini bahwa kondisi sosialnya boleh di bilang sangat memprihatinkan. “Ini yang harus kita bangun kembali, kita harus berusaha mengembalikan sikap sosial masyarakat yang kian terkikis dan semua itu kita bisa memulainya dari menanamkan sikap gotong royong pada pribadi Generasi muda khususnya para santri agar dapat menerapkannya ditengah masyarakat banyak.

Wapdi, selaku Pimpinan Yayasan sekaligus juga sebagai tokoh masyarakat dan agama di Desa Santong mengaku bahwa selama ini Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Maraqitta’liumat Santong juga berupaya dengan mengajak para Santri agar selalu melaksanakan praktik ibadah dari materi pelajaran yang diajarkan terutama Pelajaran Keagamaan. Misalnya praktik Sholat Sunat Dluha setiap pagi sebelum masuk kelas, Berdo’a bersama, Puasa hari senin dan kamis dan sebagainya. Beliau mengatakan bahwa semua itu mudah dipelajari teorinya tapi sangat sulit dilaksanakan praktiknya.

Sementara itu salah seorang santri bernama Asiadi (16 Th) mengatakan dirinya cukup merasa terbina di Ponpes tersebut karena adanya kegiatan-kegiatan praktikum yang dilaksanakan sehingga kita tidak merasa jenuh belajar didalam ruang kelas terus.

Pondok Pesantren yang mengelola Lembaga Sosial berupa panti Asuhan dan Madrasah Tsanawiyah ini membina sebanyak 78 Santri yang seluruhnya di pondokkan dalam sebuah asrama di lingkungan Ponpes tersebut. Selain itu, siswa atau Santri yang dekat dengan Ponpes boleh tinggal di rumahnya sendiri.Sedangkan yang tinggal dalam asrama sebanyak 45 orang yang diberikan biaya pendidikan dan biaya kebutuhan sehari-hari secara gratis. Bahkan untuk tahun Pelajaran 2012/2013 ini Pondok Pesantren tersebut akan membuka lembaga pendidikan baru yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian. (Yudik).

Siswa SDN 2 Kayangan, Peraih Medali Perak Lomba MIPA Tingkat Nasional

Kayangan,(SK),-- SDN 2 Kayangan Kecamatan Kayangan KLU pada tahun 2012 ini bertambah lagi perbendaharaan koleksi prestasi yang diraihnya.

Tidak tanggung-tanggung prestasi yang diraih sekolah ini patut diperhitungkan. Pasalnya, pada tanggal 5 – 9 September 2012 lalu, salah seorang siswanya Solana Dwijati Astika yang saat ini sedang duduk di kelas VI SD 2 Kayangan, di percaya mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Nasional bidang IPA.
Atas prestasi yang diraih Solana Dwijati Astika, tentu membanggakan bagi sekolahnya, masyarakat KLU dan orang tuanya, kendati dalam lomba ini kurang mendapatkan perhatian khusus dari Dikbudpora KLU.

Kepala Sekolah SDN 2 Kayangan Subagia,AP.S.Pd menyatakan, selama masa persiapan untuk mengikuti lomba OSN di Jakarta, pihaknya bersama orang tua Solana terus berupaya memberikan bimbingan.Dari pihak Dikbudpora KLU tidak ada bantuan atau perhatian khusus pada persiapan tersebut.

“Apalah artinya mengagung-agungkan daerah ini banyak prestasi yang di raih, namun tidak ada perhatian khusus terhadap yang berprestasi,terutama kepada siswa kita Solana yang mengharumkan nama baik KLU dalam lomba Olimpiade Sains IPA tingkat Nasional dan peraih medali perak ini, ”katanya.

Dikatakan, walau tidak ada perhatian khusus yang diberikan pihak Dikbudpora KLU dalam hal ini, pihak sekolah bersama orang tua Solana Dwijati Astika, terus memberikan pelatihan dan bimbingan seadanya.Upaya tersebut di wujudkan dengan mencari guru pembimbing sendiri, sehingga salah seorang guru Fisika SMA Negeri 1 Kayangan Sahlam,S.Pd siap membimbingnya.

Walau persiapannya agak singkat, dengan modal percaya diri, Solana berangkat ke Jakarta bersama salah seorang pembimbingnya dari Unram. Dengan di dampingi orang tuanya ini, Solana berkeyakinan dan bertekad besar meraih prestasi.Namun sebelum berangkat ke Jakarta,Solana dengan di damping Kepala Sekolahnya Ketut Subagia menghadap Bupati KLU dan Bupati memberikan bekal uang saku 3 juta rupiah.
Dengan bekal inilah, Solana akhirnya bisa ke Jakarta mengikuti lomba Olimpiade Sains IPA, dimana bersama rekannya dari Kota Mataram dalam lomba tersebut mengambil bidang masa jenis kelereng dan buah bekel dalam bidang pelajaran Fisika.Namun Solana bersama temannya tersebut ketika mengerjakan soal teori II yang juga cukup sulit dan harus dikerjakannya secara kolektif, membuatnya kehabisan waktu.”Sayang dalam mengerjakan soal teori II kehabisan waktu sehingga hasilnya tidak maksimal,”kata Solana.

Menurut Solana, dalam lomba olimpiade Sains IPA tingkat Nasional tersebut, dirinya berlomba bersama 198 peserta lain dari seluruh Indonesia yang di bagi menjadi dua bagian, 99 orang di bidang IPA dan 99 orang dibidang Matematika.Sehingga dalam lomba ini NTB bisa meraih prestasi dan membawa 4 medali, yaitu 2 medali perak dan 2 medali perunggu.

Dikatakannya, dirinya dalam lomba tersebut memilih bidang Fisika yaitu tentang massa jenis kelereng, sedangkan temannya dari Kota Mataram memilih bidang yang sama dengannya meneliti massa jenis buah bekel.Hasilnya, keduanya berhasil keluar sebagai juara II tingkat Nasional dan mendapatkan medali perak.Sementara temannya yang berasal dari Sumbawa mengikuti bidang Matematika dan berhasil sebagai juara ke III dan membawa medali perunggu.

Peserta yang dianggap paling berat menurut Solana berasal dari Jawa Tengah, karena memang mereka sudah sering dan terbiasa mengikuti lomba yang sama.NTB khususnya KLU dalam lomba ini harus berbangga, walau hanya meraih medali perak.Ini karena memang dari sejak persiapan hingga hari pelaksanaan lomba di Jakarta serba kekurangan. Bayangkan, dengan bermodal pakaian sekolah merah putih yang biasa di pakai Solana bersekolah setiap hari, pakaian itu pula yang di pakainya ketika mengikuti lomba ini.

Sadar dengan segala kekurangan tersebut tidak membuat Solana patah semangat atau rasa malu saat berlomba dengan peserta lain dari seluruh Indonesia.Setelah berjuang dengan sekuat tenaga dibawah bimbingan guru dan orang tuanya akhirnya Solana mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan menjadi juara II dan mendapatkan medali perak.

Melihat prestasi yang di raih seorang Solana ini, banyak sekolah setingkat SMP yang menawarkan jasa agar Solana bisa melanjutkan sekolah di Jogja dan Bandung.Namun semua itu di tolak oleh Solana. Dia mengaku maunya sekolah di Mataram saja ketika nantinya sudah tamat SD 2 Kayangan.

Ketika wartawan media ini menanyakan, kenapa tidak sekolah di Tanjung saja? Dengan tegas Solana mengatakan, “itu sia-sia saja,ilmu kita tidak berkembang,” katanya.

Sementara itu, Kadus Karang Lande dimana Solana bertempat tinggal Zakwan mengatakan, Solana Dwijati Astika yang merupakan anak ketiga dari pasangan Mujiono dan Sekati ini patut diperhitungkan.Sebagai juara II tingkat Nasional dalam lomba Olimpiade Sains IPA, tentu hal ini tidak mudah meraihnya.Jadi,peran serta keterlibatan Pemerintah Daerah melalui Dikbudpora KLU harus melihat dan intensif melakukan pembinaan kepada mereka yang berprestasi di bidang pendidikan.

“Harapan kami selaku tokoh masyarakat di daerah Dayan Gunung ini, agar dimasa mendatang terhadap mereka yang berprestasi supaya dilakukan pembinaan terus – menerus, jangan di biarkan begitu saja,sayang KLU memiliki potensi ini, kalau tidak di garap maksimal,tentu KLU sngat rugi kehilangan siswa berprestasi,”sesal Zakwan.(Eko).