Rabu, 29 Agustus 2012

Menapak Sejarah Ratu Dewi Anjani di Gunung Rinjani

Suarakomunitas.net,--Pada satu masa di dekat negri Alengka (tempat para raksasa), tersebutlah sebuah pertapaan yang disebut dengan Gunung Sukendra. Pertapaan itu dihuni oleh Resi Gotama dan keluarganya. Resi Gotama adalah keturunan Bathara Ismaya, putra Prabu Heriya dari Mahespati.

Resi Gotama memiliki seorang kakak bernama Prabu Kartawirya yang kelak akan menurunkan Prabu Arjunasasrabahu. Atas jasa-jasa dan baktinya kepada para dewa, Resi Gotama dianugrahi seorang bidadari kahyangan bernama Dewi Windradi. Dari hasil perkawinannya mereka dikaruniai tiga orang anak Dewi Anjani, Guwarsa (Subali) dan GuwaResi (Sugriwa).

Tahun berganti tahun, Dewi Windradi yang selalu dalam kesepian karena bersuamikan seorang brahmana tua, akhirnya tergoda oleh panah asmara Bhatara Surya (dewa Matahari). Terjadi saat sang dewi sering berjemur telanjang mandi sinar matahari di pagi hari. Terjalinlah hubungan asmara secara rahasia sedemikian rapih sehingga sampai bertahun-tahun tidak diketahui oleh Resi Gotama, maupun oleh ketiga putranya yang sudah menginjak dewasa. Akibat suatu kesalahan kecil yang dilakukan oleh Dewi Anjani, jalinan kasih yang sudah berlangsung cukup lama itu, akhirnya terbongkar dan membawa akibat yang sangat buruk bagi keluarga Resi Gotama.

Karena rasa cintanya yang begitu besar pada Dewi Anjani, Dewi Windradi mengabaikan pesan Bhatara Surya, memberikan pusaka kedewataan Cupumanik Astagina kepada Anjani. Padahal ketika memberikan Cupumanik Astagina kepada Dewi Windradi, Bhatara Surya telah berwanti-wanti untuk jangan sekah-kali benda kedewatan itu ditunjukkan apalagi diberikan orang lain, walau itu putranya sendiri. Kalau pesan itu sampai terlanggar, sesuatu kejadian yang tak diharapkan akan terjadi.

Cupumanik Astagina adalah pusaka kadewatan yang menurut ketentuan dewata tidak boleh dillhat atau dimiliki oleh manusia lumrah. Larangan ini disebabkan karena Cupumanik Astagina disamping memiliki khasiat kesaktian yang luar biasa, juga didalamnya mengandung rahasia kehidupan alam nyata dan alam kesuragaan. Dengan membuka Cupumanik Astagina, melalui mangkoknya kita akan dapat melihat dengan nyata dan jelas gambaran surga yang serba polos, suci dan penuh kenikmatan.

Sedangkan dari tutupnya akan dapat dilihat dengan jelas seluruh kehidupan semua makluk yang ada di jagad raya. Sedangkan khasiat kesaktian yang dimiliki Cupumanik Astagina ialah dapat memenuhi semua apa yang diminta dan menjadi keinginan pemiliknya.

Bagi masyarakat hindu, cupu ini merupakan suatu wadah berbentuk bundar berukuran kecil terbuat dari kayu atau logam. Manik = permata, melambangkan sesuatu yang indah. Asthagina=delapan macarn sifat yang harus dimiliki oleh seorang brahmana:
1. daya sarwa buthesu (belas kasih kepada sekalian makluk),
2. ksatim (suka memaafkan, sabar),
3. anasunyah ( tidak kecewa atau menyesal),
4. saucam (suci lahir batin),
5. anayasah (tidak mengeluarkan tenaga berlebih-lebihan. Jawa; nyengka, ngaya),
6. manggalam (beritikad baik),
7. akarpanyah (tidak merasa miskin baik dalam hal batiniah maupun lahiriah, begitu pula dalam hal budi),
8. asprebah (tidak berkeinginan atau bahwa nafsu duniawi)]

Namun dorongan rasa cinta terhadap putri tunggaInya telah melupakan pesan Bhatara Surya. Dewi Windradi memberikan Cupumanik Astagina kepada Anjani, disertai pesan agar tidak menunjukkan benda tersebut baik kepada ayahnya maupun kepada kedua adiknya.

Suatu kesalahan dilakukan oleh Anjani. Suatu hari ketika ia akan mencoba kesaktian Cupumanik Astagina, kedua adiknya, Guwarsa dan Guwarsi melihatnya. Terjadilah keributan diantara mereka, saling berebut Cupumanik Astagina. Anjani menangis melapor pada ibunya, sementara Guwarsa dan Guwarsi mengadu pada ayahnya. Bahkan secara emosi Guwarsa dan Guwarsi menuduh ayahnya, Resi Gotama telah berbuat tidak adil dengan menganak emaskan Anjani. Suatu tindakan yang menyimpang dari sifat seorang resi.

Tuduhan kedua putranya membuat hati Resi Gotama sedih dan prihatin, sebab ia merasa tidak pernah berbuat seperti itu. Segera ia memerintahkan Jembawan, pembantu setianya untuk memanggil Dewi Anjani dan Dewi Windradi. Karena rasa takut dan hormat kepada ayahnya, Dewi Anjani menyerahkan Cupumanik Astagina kepada ayahnya. Anjani berterus terang, bahwaa benda itu pemberian dari ibunya.

Sementara Dewi Windradi bersikap diam membisu tidak berani berterus terang dari mana ia mendapatkan benda kadewatan tersebut. Dewi Windradi seperti dihadapkan pada buah simalakama. Berterus terang, akan memebongkar hubungan gelapnya dengan Bhatara Surya. Bersikap diam, sama saja artinya dengan tidak menghormati suaminya.

Sikap membisu Dewi Windradi membuat Resi Gotama marah, dan mengutuknya menjadi patung batu, yang dengan kesaktiannya, dilemparkannya melayang, dan jatuh di taman Argasoka kerajaan Alengka disertai kutukan, kelak akan memjelma kembali menjadi manusia setelah dihantamkan ke kepala raksasa.

Demi keadilan, Resi Gotama melemparkan Cupumanik Astagina ke udara. Siapapun yang menemukan benda tersebut, dialah pemiliknya. Karena dorongan nafsu, Dewi Anjani, GuwaResi Guwarsa dan Jembawan segera mengejar benda kadewatan tersebut. Tetapi Cupumanik Astagina seolah-olah mempunyal sayap. Sebentar saja telah melintas dibalik bukit. Cupu tersebut terbelah menjadi dua bagian, jatuh ke tanah dan berubah wujud menjadi telaga. Bagian Cupu jatuh di negara Ayodya menjadi Telaga Nirmala, sedangkan tutupnya jatuh di tengah hutan menjadi telaga Sumala.

[Mitos yg hidup di kalangan masyarakat Dieng menyebutkan bahwa Telaga Merdada, yang letaknya 3,5 kilometer dari Desa Dieng, dianggap sebagai penjelmaan dari Cupu Manik Astagina. Di dekat Telaga Pengilon atau Telaga Cermin (konon cerita, bisa dipakai untuk kaca cermin) terdapat Goa Semar. Masyarakat setempat mempercayainya sebagai bekas tempat semedi Bodronoyo atau Semar. Goa batu ini mempunyai panjang sekitar lima meter dan dikeramatkan oleh masyarakat Dieng].

Anjani, Guwarsi, Guwarsa dan Jembawan yang mengira cupu jatuh kedalam telaga, langsung saja mendekati telaga dan meloncat masuk kedalamnya. Suatu malapetaka terjadi, Guwarsa, Guwarsi dan Jembawan masing-masing berubah wujud menjadi seekor manusia kera. Melihat ada seekor kera dihadapannya, Guwarsa menyerang kera itu karena menganggap kera itu menghalang-halangi perjalanannya.

Pertarungan tak pelak terjadi diantara mereka. Pertempuran seru dua saudara yang sudah menjadi kera itu berlangsung seimbang. Keduanya saling cakar, saling pukul untuk mengalahkan satu dengan lainnya. Sementara Jembawan yang memandang dari kejauhan tampak heran melihat dua kera yang bertengkar namun segala tingkah laku dan pengucapannya sama persis seperti junjungannya Guwarsa dan Guwarsi. Dengan hati-hati Jembawan mendekat dan menyapa mereka. Merasa namanya dipanggil mereka berhenti bertengkar. Barulah mereka sadar bahwa ketiganya telah berubah wujud menjadi seekor kera. Dan merekapun saling berpelukan! menangisi kejadian yang menimpa diri mereka.

Adapun Dewi Anjani yang berlari-lari datang menyusul, karena merasa kepanasan, sesampainya di tepi telaga lalu merendamkan kakinya serta membasuh mukanya, dan… wajah, tangan dan kakinya berubah ujud menjadi wajah, tangan dan kaki kera. Setelah masing-masing mengetahui adanya kutukan dahsyat yang menimpa mereka, dengan sedih dan ratap tangis penyesalan, mereka kembali ke pertapaan.

Resi Gotama yang waskita dengan tenang menerima kedatangan ketiga putranya yang telah berubah wujud menjadi kera. Setelah memberi nasehat seperlunya, Resi Gotama menyuruh ketiga putranya untuk pergi bertapa sebagai cara penebusan dosa dan memperoleh anugerah Dewata.

Subali ‘tapangalong’ bergantungan di atas pepohonan seperti kalong (kelelawar besar) layaknya. Sugriwa ‘tapa ngidang’ mengembara dalam hutan seperti kijang, sedang Anjani ‘tapa ngodhok’ berendam di air seperti katak ulahnya di tepi telaga Madirda. la tidak makan kalau tidak ada dedaunan atau apapun yang dapat dimakan yang melayang jatuh di pangkuannya, dan untuk melepas rasa haus ia membasahi mulutnya dengan air embun.

Beberapa tahun berlalu, syahdan Batara Guru pada suatu waktu melanglang buana dengan naik lembu Andininya. Ketika melewati telaga Madirda dilihatnya Anjani bertapa berbadan kurus kering, timbul rasa belas kasihannya, maka dipetiknya dedaunan sinom (daun muda pohon asam), dilemparkan ke arah telaga dan jatuh di pangkuan Anjani. Anjanipun memakannya, dan … iapun menjadi hamil karenanya.

Setelah tiba saatnya, bayi yang dikandungnya lahir dalam ujud kera berwarna putih sekujur badannya. Bayi itu kemudian diberi nama Hanoman, mengacu kepada daun sinom pemberian Batara Guru yang menyebabkan kehamilan Anjani. Dengan demikian dituturkan bahwa Hanoman adalah putra Batara Guru dan Dewi Anjani.

Hingga saat ini belum ada teman-teman di Lombok dapat menceritakan mengapa Gunung Rinjani ada di Lombok….. hanya mereka bercerita kadang para pendaki saat mencapai caldera dalam keadaan capai suka mendapatkan penampakan dari Dewi Rinjani yang cantik dengan sebagian tangannya dan mukanya berbulu mirip kera…. katanya…

Konon dalam kisah kerajaan Majapahit, Damar Wulan dapat mengalahkan Menak Jinggo setelah dia bertapa di Gunung Rinjani. Menak Jinggo menuntut ilmunya di Gunung Slamet. Semakin tinggi tempatnya, maka semakin besar kekuatan super natural yang akan diperoleh….. walla hualam…. hanya Tuhan yg tahu…. Tapi kalau lihat sejarah agama, kitab-kitab itu memang diturunkan di alam bebas seperti puncak gunung dan didalam gua.(**)

HUT Pramuka Sebagai Ajang Mendorong Perkembangan dan Kemandirian

Kayangan,(SK),-- Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka yang ke 51 tahun 2012 untuk tingkat Kabupaten Lombok Utara di pusatkan di Lapangan Umum Kecamatan Kayangan,Selasa (14/08) lalu.
Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kambicab) Gerakan Pramuka Lombok Utara H.Djohan Sjamsu,SH bertindak selaku Pembina Upacara dan dihadiri oleh seluruh pengurus Kwarcab,Ka.Kwarran, para andalan,para Pembina mahir (S/T/G) dan seluruh anggota Pramuka se KLU.

Dalam amanatnya, H,Djohan Sjamsu,SH yang juga Bupati KLU berharap agar peringatan hari Pramuka ke-51 kali ini dapat mendorong perkembangan dan kemandirian gerakan pramuka untuk mempercepat keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda yang lebih baik, serta sebagai calon pemimpin masa depan yang lebih baik dan handal.

Dikatakan Bupati, harapan ini tentunya sangat relevan dengan tema yang diamanatkan,”Tingkatkan kemandirian Gerakan Pramuka untuk keberhasilan pembentukan karakter kaum muda”.

Selanjutnya, Bupati menyatakan sangat apresiasi kepada anggota Pramuka KLU yang telah berhasil menorehkan berbagai prestasi dan kegiatan, baik ditingkat Daerah,Nasional maupun Internasioanl. Diantara prestasi yang dimaksud antara lain, telah berhasil dengan sukses mengikuti Jambore Nasional di OKI Palembang Sumatera Selatan tahun 2011.Para Pembina pramuka KLU yang telah berhasil mendapatkan predikat terbaik dalam mengikuti KMD dan KML tingkat Kwartir Daerah NTB.

Kemudian, pramuka KLU juga telah berhasil masuk 6 besar pada kegiatan Lomba Tingkat IV (LT- IV) Kwartir Daerah NTB tahun 2012. Selain itu, gerakan pramuka KLU juga telah berhasil sebagai juara satu lomba Saka Wira Kartika Pramuka TNI AD se NTB untuk kategori putra dan putri, serta melaksanakan kemah dan pentas seni bersama pramuka Australia sebagai wujud promosi wisata KLU.

Salah satu tujuan bernegara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.Upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut, dapat dilakukan melalui pendidikan. Pendidikan kepramukan merupakan salah satu pendidikan non formal.Yang menjadi wadah pengembangan potensidiri serta memiliki akhlak mulia,pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk melahirkan kader penerus perjuangan bangsa dan Negara.

Pekembangan gerakan pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan penting oleh kaum muda.Akibatnya,pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal.Pada waktu yang bersamaan dalam tatanan dunia global bangsa dan Negara membutuhkan kaum muda yang memiliki rasa cinta tanah air,kepribadian yang kuat dan tangguh,rasa kesetiakawanan social, kejujuran, sikap toleransi, kemampuan bekerjasama,rasa tanggungjawab serta kedisiplinan untuk membela dan membangun bangsa.

Dengan menyadari permasalahan tersebut, maka pada peringatan HUT Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2006 silam, telah dicanangkan revitalisasi gerakan pramuka oleh Bapak Presiden RI. Momentum revitalisasi gerakan pramuka tersebut dirasakan sangat penting dalam upaya pembangunan kepribadian bangsa yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.

Sementara itu, menurut Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka KLU Ahmad Abdul Gani,S.Pd.M.Pd mengatakan, dari sejak awal perkembangannya sampai saat ini, revitalisasi gerakan pramuka telah mengalami kemajuan yang cukup berarti.Gerakan pramuka telah dijadikan sebagai salah satu pilar penting dalam system pendidikan nasional.Dimana menurut andalan paling senior di KLU ini menyatkan, Pendidikan kepramukaan telah diajarkan kepada seluruh kaum muda di daerah ini. Selain itu,katanya, gerakan pramuka telah menjadi organisasi yang menarik seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dalam menuju cita-cita bangsa yang mulia.

Dikatakannya, secara umum ada tiga sasaran pokok revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden RI, diantaranya; pertama,memperkuat dasar hokum gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan non formal di tanah air.Penguatan dasar hokum ini telah berhasil dicapai yakni dengan telah terbitnya UU No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Kedua,pembaharuan system pendidikan kepramukaan.Pembahasan ini juga telah selesai dilaksanakan.Pada saat ini pendidikan kepramukaan telah memiliki kurikulum baru,konsep akreditasi Gugus Depan (Gudep) serta sertifikasi dan lisensi para Pembina. Sedangkan yang masih dalam tahap persiapan adalah pelaksanaan ujicoba pelbagai konsep tersebut khususnya akreditasi,sertifikasi dan lisensi yang nantinya apabila berhasil akan diberlakukan secara nasional.

Kemudian yang ketiga tentang kemandirian organisasi.Berbeda dengan sasaran pertama dan yang kedua, sasaran ketiga ini masih memerlukan kerja keras.Dibutuhkan pembiayaan yang besar untuk menopang kegiatan gerakan pramuka. Untuk itu, sebagaimana yang diamanatkan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, sebagai langkah awal dalam membantu pendanaan, setiap kwartir perlu melakukan pendataan asset yang dimiliki, untuk kemudian bagi asset yang dinilai pemanfaatannya kurang optimal dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha.

Sebelum mengakhiri sambutannya,Bupati Djohan Sjamsu meminta kepada para pimpinan SKPD, mulai dari Kepala Sekolah SD/MI,SMP/MTs, dan SMA/MA,Kepala Desa dan Camat, pada saatnya nanti untuk mengikuti orientasi pimpinan Pramuka guan mengetahui bagaimana Pramuka kedepan secara khusus.

Usai memberikan sambutan, Bupati Djohan Sjamsu menyerahkan bantuan berupa sepeda motor kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka KLU dan uang pembinaan bagi lima pengurus Kwarran di 5 kecamatan yang ada di wilayah KLU.(Eko).
 

Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kayangan Tempati Sekretariat Baru

Kayangan,(SK),--- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka yang ke 51 tanggal 14 Agustus 2012, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Kayangan sudah bisa bernafas lega.

Pasalnya, di hari yang bersejarah itu, dari sejak terbentuknya Kecamatan Kayangan tahun 1998 lalu, yang diikuti pula dengan terbentuknya Kepengurusan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kayangan, maka sejak itu pula keberadaan kepengurusan dan lembaga ini terkatung-katung.Baru pada HUT Gerakan Pramuka yang ke 51 tahun 2012 kali ini, keinginan dan harapan untuk memiliki secretariat sendiri menjadi kenyataan.

Sejak berdirinya Kecamatan Kayangan 14 tahun silam, maka kepengurusan Kwarran Gerakan Pramuka Kayangan paling tidak sudah tiga orang yang memimpin, diantaranya, untuk periode Pertama 2000-2004 dipimpin oleh Masngudi,BA (alm), kemudian digantikan oleh M.Sugiono,S.Adm untuk periode uyang kedua 2004-2008 dan untuk periode ketiga 2008-sekarang dipimpin Syukri,S.Pd.

Pada periode pertama masa kepemimpinan Ketua Kwartir Ranting Masngudi,BA (alm), memang boleh dibilang hanya sekedar dikatakan baru cikal bakal adanya kepengurusan Kwarran.Demikian juga dimasa kepemimpinan M.Sugiono,S.Adm, secretariat Kwarran masih numpang di UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan.Namun walau masih nunut di naungan tersebut, pada masa itu sudah banyak prestasi yang pernah diraih Kwarran ini. Sebut saja, berhasil mengirim peserta Jamcab,Jamda,Jamnas dan Raimuna Nasional di Cibubur dan Jatinangor Jawa Barat pada tahun 2006 dan 2007, serta beberapa prestasi lainnya dalam usaha pengembangan gerakan pramuka penegak/pandega dan orang dewasa.

Begitu pula dimasa kepemimpinan Syukri,S.Pd, disamping berhasil mengirim peserta ke Jamcab,Jamda maupun Jamnas di OKI Sumatera Selatan tahun 2011 lalu, juga berhasil mengirim peserta dalam ajang pertemuan Penegak/Pandega di Gunung Sedau Lombok Barat yang diselenggarakan Korem 162/Wb Mataram dan menjadi peserta terbaik pertama dalam kegiatan pentas seni dan bela Negara putra dan putri.Selain itu, menjadi pelaksana HUT Gerakan Pramuka ke 51 tingkat Kabupaten Lombok Utara yang di pusatkan di Kayangan pada tahun 2012.

Dengan keberhasilan pelaksanaan kegiatan HUT Gerakan Pramuka ke 51 tanggal 14 Agustus 2012 ini, secara bersamaan pula Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH selaku Kamabicab meresmikan penggunaan gedung eks UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan sebagai Sekreatriat Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kayangan.Maka sejak itulah Kwarran Kayangan sudah memiliki Sekreatriat.

Keberhasilan ini, menurut Ka.Kwarran Syukri,S.Pd adalah tidak terlepas dari keuletan, keseriusan dan perjuangan seorang Supriadi Lengar dibantu oleh rekan-rekannya di DKR Kayangan, seperti Ariadi Tukul,Rian Setiawan, Juliadi,Ahmad Payandi,Sahirin,Ema Supiati, Fendi Mukhlis, serta para andalan ranting lainnya.

Dikatakan Syukri, dengan adanya secretariat Kwarran seperti sekarang ini, diharapkan akan menjadi salah satu tempat generasi muda yang tergabung dalam wadah Kepramukaan untu mengembangkan bakat,berkreasi dan berkarya serta memupuk persaudaraan diantara anggota Pramuka lainnya di lingkup Kwarran Kayangan.

Untuk melatih anggota Pramuka Penegak/Pandega Kwarran Kayangan, maka Syukri yang juga Kepala SMP Satap Salut ini mengatakan, di secretariat Kwarran dan DKR di usahakan kerja sama dengan pihak pengusaha di Kayangan untuk bagaimana belajar membuka usaha dagang dengan membuka Kedai Pramuka yang nantinya akan dilaksanakan oleh anggota DKR Kayangan.”Usaha ini sudah dimulai sejak ditempatinya Sekretariat ini,”kata Syukri.

Menurut Supriadi Lengar, perjuangan untuk mendapatkan dukungan dari Pemda KLU sehingga mendapatkan pengakuan, banyak suka dan dukanya dalam menempuh perjalanan hingga bisa menempati Sekretariat eks Gedung UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan ini adalah penuh tantangan.
“Kita berharap dukungan semua pihak terhadap maju mundurnya Gerakan Pramuka Kayangan ini, karena tidak semua orang peduli terhadap organisasi ini,”kata Supriadi Lengar sedih.(Eko).
 

Bupati KLU Ajak Warga Lendang Batu Bersatu Padu Dukung Program Pembangunan

Kayangan,(SK),--- Banyak cara yang dilakukan oleh para pejabat mendekatkan diri dengan masyarakatnya.Salah satunya adalah dengan melakukan kunjungan-kunjungan kerja, baik secara resmi ataupun tidak resmi.

Begitu pula yang dilakukan Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH, Jum’at (24/08) lalu melakukan kunjungan kerja yang pertama pasca bulan Ramadhan ke Mesjid Baitul Makmur Lendang Batu Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU.

Hadir mendampingi Bupati H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya kali ini Kabag Humas Drs Jumarep,Camat Kayangan Tresnahadi,S.Pt,Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos,Kasi Kesos Edy Sutrisno,SE,Kasubag Perencanaan Atmaja Gumbara,SP,Kepala Desa Kayangan Jamaan Aspari, Ketua BPD Kayangan Akh.Syahrudin,S.Pd,Penghulu Desa Kayangan H.Nurudin dan sejumlah undangan lainnya.

Dihadapan jama’ah Mesjid Baitul Makmur Lendang Batu, Bupati H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya mengatakan, maksud kedatangannya dalam kunjungan Safari Jum’at yang dilakukannya pasca bulan Ramadhan tahun ini adalah untuk yang pertama kali.Hal tersebut dilakukan untuk mendekatkan diri dengan masyarakatnya. Disamping itu untuk menyampaikan informasi berbagai program prioritas pembangunan yang telah,sedang dan akan dilakukan di gumi paer Dayan Gunung ini.

Dikatakan, segala program pembangunan yang dijalankan pemerintah, baik yang berskala kecil,sedang,maupun yang berskala besar, tidak mungkin akan berhasil dan terwujud jika tidak di dukung oleh seluruh masyarakat.Untuk itu Bupati berharap dan mengajak seluruh warga masyarakat Dayan Gunung yang terkenal taat dan religius ini untuk bersatu padu mendukung program pembangunan.

“Tolong bantu saya dalam proses pembangunan di KLU ini dengan cara bersatu padu,satukan hati, jangan bertengkar, sebab kalau kita ribut melulu, tentu proses pembangunan di daerah Tioq Tata Tunaq ini akan terganggu,”tegas Bupati.

Selanjutnya Bupati H.Djohan Sjamsu pada kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat Lendang Batu Desa Kayangan untuk menyatukan pendapat,persepsi dalam membangun KLU ini. Karena menurut H.Djohan Sjamsu bahwa jabatannya selalu Bupati KLU periode ini adalah merupakan jabatan amanah, maka dalam menjalankan tugasnya selaku Bupati, dirinya berharap juga agar menjadi amanah.

Di tegaskannya, KLU di usianya yang ke 4 tahun ini sudah banyak mengukir prestasi, diantaranya berdasarkan evaluasi pusat tentang program pembangunan yang dilaksanakan selama ini, dari 57 Kabupaten/Kota se Indonesia, KLU menempati urutan ke 6 dalam hal keberhasilan pembangunannya.”Ini patut kita syukuri, karena ini adalah tidak terlepas dari keikutsertaan dan peran serta seluruh masyarakat KLU dalam mendukung proses pembangunan di daerah ini,”puji Bupati.

Namun yang menjadi PR KLU yang hingga kini belum tertuntaskan, menurut Bupati adalah masalah tapal batas antara KLU dan Lobar. Tentang masalah ini, Pemerintah KLU telah menyerahkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk menengahi.

Selain itu terang Bupati, yang menjadi PR KLU selanjutnya adalah masalah Asset Lombok Barat yang berada di wilayah KLU. Mestinya, katanya apapun yang menjadi asset milik Pemda Lobar yang ada di KLU harus diserahkan kepada Pemda KLU.

Selanjutnya yang menjadi PR KLU berikutnya adalah masalah kemiskinan, dimana 43,14% dari 234.000 penduduk KLU berdasarkan statistic tergolong miskin.Justeru dengan ini banyak program pengentasan kemiskinan yang diberikan pemerintah pusat kepada KLU. Sehingga langkah-langkah untuk mengentaskan kemiskinan di daerah ini telah banyak dilakukan, seperti membentuk kelompok nelayan,kelompok pedagang bakulan,kelompok pertanian dan sebagainya yang hingga kini semua sudah berjalan.

Disamping pokus pada kemiskinan, Pemda KLU juga mempokuskan pada bidang kesehatan.Dimana pada tahun ini akan dibangun berbagai fasilitas kesehatan, diantaranya di Kayangan akan dibangun Puskesmas di daerah Santong, kemudian di Bayan juga dibangun Puskesmas di senaru,lalu di Pemenang akan dibanguna Puskesmas di daerah Pandanan Nipah. Selain itu di pusat kota Tanjung juga akan dibangun sarana kesehatan yang lebih besar yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan dua tipe yaitu tipe A dua lantai dengan biaya APBD KLU sebesar 10 M dan tipe B juga lantai dua dengan biaya APBN 9 M. “Ini menjadi PR kita yang belum tuntas hingga saat ini,”terangnya.

Semetara itu untuk mendukung berbagai fasilitas kesehatan yang dibangun tersebut, Pemerintah Daerah KLU juga telah membantu 9 orang putra putri terbaik KLU untuk kuliah di Fakultas kedokteran (Unram dan Brawijaya) dengan diberikan support dana stimulant masing-masing berkisar sebesar 25 – 30 juta rupiah.

“Keinginan kita harus ada putra asli Dayan Gunung yang menjadi dokter, tentu nantinya yang akan mengisi di RSUD ini, sehingga kedepan dokter yang asli KLU ini akan dapat melayani masyarakat KLU sendiri, jadi tidak perlu kita inpor dari daerah lain,”jelas Djohan Sjamsu.

Dalam menyampaikan aspirasi,Bupati juga tidak mengharapkan adanya demo, jika ada masalah dan keinginan yang perlu disampaikan, katanya, silahkan datang ke rumah dinasnya. Pada kesempatan itu, sebagai Bupati memberikan bantuan dana stimulant sebesar 5 juta rupiah kepada Ta’mir Mesjid Baitul Makmur Lendang Batu Desa Kayangan.”Mudah-mudahan dana ini bermanfaat,”kata Bupati singkat.(Eko).
 

Warga Jugil Heboh Temukan Bayi di Bawah Pohon Jambu Mete

Gangga. Mustiadi (28) warga Jugil Dusun Lokok Piko, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu pagi,(25/08), saat hendak mengembalakan sapinya dikejutkan dengan sesosok orok bayi laki-laki mungil sedang menangis di bawah pohon mete.

Dengan penemuan orok bayi tersebut, terang saja seisi kampong Jugil pagi itu dibuat geger.

Mustiadi, sebagaimana biasa setiap pagi adalah pekerjaan rutinnya pergi mengembalakan sapi miliknya. Berangkat dari rumah biasa saja tanpa ada firasat apa-apa. Dengan langkah gontai namun pasti Mustiadi terus menggiring sapinya menuju tanah kebun miliknya yang penuh dengan tanaman mete.

Diakui Mustiadi, di saat melewati kebun miliknya, dia mendengar suara tangis bayi yang nyaring. Tanpa pikir panjang, Mustiadi lalu mencari sumber dari mana arah suara tadi. Ternyata suara tangisan itu berasal dari anak kecil dari arah bawah pohon jambu mente. Bayi mungil itu lalu diangkat dan dibersihkan dari kerumunan semut merah dan hitam dari wajah dan sekujur tubuh bayi itu lalu kemudian dibawa pulang ke rumahnya.

Sepontan dengan penemuan bayi itu, kampung Lokok Piko Dusun Jugil dibuat geger dan bahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, berita tersebut sudah tersebar ke seluruh pelosok Desa Sambik Bangkol, Kecamatan maupun warga masyarakat KLU dibuat gempar.

Menurut keterangan Mustiadi, ketika ditemukan bayi tersebut sedang keadaan menangis dan ketika itu pula semut merah dan hitam yang mengerubutinya keluar dari mulut dan lubang hidungnya. Wajah bayi yang masih merah tersebut, hamper sekujur tubuhnya berlubang akibat gigitan semut maupun nyamuk selama berada dibawah pohon jambu mente itu. Untung saja nasib baik memihak kepada bayi mungil yang tidak berdosa itu ditemukan oleh seorang pengembala sapi yang rutin setiap hari dikerjakannya itu.

Kepala Desa Sambik Bangkol Jamaludin,S.Sos yang dikonfirmasi masalah penemuan bayi tersebut membenarkan dan pihaknya sudah melaporkannya ke Polsek Gangga untuk ditangani lebih lanjut.

Kabar terakhir yang dihimpun media ini dari berbagai sumber, bayi mungil itu sekarang dirawat di RSUD Tanjung.Oleh dokter rumah sakit diperiksa secara intensif seluruh organ tubuh bayi malang itu dan dimasukkan ke dalam incubator.

Dr Krisna yang memeriksa bayi malang tersebut mengatakan, kondisi bayi masih dalam keadaan sehat, hanya saja katanya, wajahnya masih penuh luka bekas gigitan semut merah. Selain itu, semua organ tubuhnya berfungsi normal.

“Bayi malang ini diperkirakan dilahirkan sekitar pukul 04,00 wita dini hari dan pada saat ditemukan tali pusarnya sudah diikat, sehingga bayi malang yang mungil ini diperkirakan dilahirkan di rumah dukun,” terang dr Krisna.

Berita tentang penemuan bayi tersebut membuat semua warga ingin melihatnya dari dekat, sehingga warga sekitar kota Tanjung berduyun-duyun ke RSUD Tanjung. Warga yang melihat kondisi bayi tersebut bahkan ada yang meminta untuk mengadopsinya sebagai anak. Namun, oleh Miardi adik dari penemu bayi tersebut yang sudah hampir lima tahun belum dikaruniai anak inilah yang nantinya yang akan mengambil dan merawatnya. Buktinya, Miardi bersama isterinya sudah memberinya nama Rizki Ananda Anugerah.

”Mudah-mudahan ini sesuai dengan namanya akan merupakan anugerah dari Allah SWT kepada kami,” kata Miardi bahagia yang didampingi isterinya. (Eko)

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa Penting Bagi Pemerintah Desa

Kayangan,(SK),--- Dalam rangka mewujudkan kemandirian Desa dan mendorong pengelolaan pembangunan dan keuangan Desa yang akuntabel dan sesuai dengan Permendagri no. 37 tahun 2007, maka pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan terkait dengan pengembangan Desa penting untuk dimiliki oleh para pelaku pembangunan Desa. 

Peningkatan kapasitas pelaku pembangunan Desa, dalam hal ini pemerintah dan masyarakat di Desa dalam era otonomi Daerah, pemerintah Desa dituntut untuk lebih mandiri dan professional, baik dari segi pembangunan, pelayanan masyarakat dan administrasi. Mewujudkan itu semua, tentunya bukan hal yang mudah, apalagi sering berubahnya aturan dan regulasi yang berkaitan tentang Desa. disisi lain adanya perangkat baru membutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan agar cita-cita kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa cepat terwujud.

Oleh sebab itu, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan terkait dengan pengelolaan keuangan pembangunan Desa penting untuk dimiliki oleh para pelaku pembangunan Desa. Mempertimbangkan hal tersebut perkumpulan YLKMP yang didukung oleh ACCESS melakukan penguatan untuk Pemerintah Desa sebagai Pengelola Keuangan Desa dan masyarakat pengguna anggaran sebagai pelaku pembangunan melalui “PelatihanPengelolaan Keuangan di Desa” demikian dikatakan Aswadi (37) selaku Fasilitator dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Kegiatan Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 40 orang peserta yang berasal dari 4 Desa di kecamatan Kayangan, yakni Desa Santong, Sesait, Kayangan dan Desa Dangiang dan peserta ini juga berasal dari berbagai unsur antara lain Kepala Desa, LPM, BPD, Sekretaris Desa, Bendahara, KAUR dan KPM.

Kegiatan Pelatihan tersebut berlangsung selama 4 hari, mulai dari hari senin tanggal 13 s/d 16 Agustus 2012 dari Pukul : 08 : 30 s/d 16:00 Wita. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kantor Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

Aswadi juga menambahkan bahwa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan beberapa tujuan antara lain:
1. Termotivasinya TPKD untuk melaksanakan standar pengelolaan keuangan Desa yang bisa di akses kelompok perempuan, pemuda, warga miskin dan lain-lain.
2. Meningkatkan kemampuan TPKD dalam pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel.
3. Mengembangkan pemahaman dan keterampilan peserta tentang: Prinsip pengelolaan keuangan termasuk Monev, Alur Pengeluaran keuangan, 

Tugas dan peran masing-masing pihak seperti kades, bendahara, PTPKD dan warga, Standar pembukuan dasar dan system akuntansi pemerintah dn Pengelolaan asset dan potensi Desa.

Sementara itu Sami’un salah seorang peserta mengungkapkan “bahwa pada dasarnya kegiatan pelatihan ini cukup melelahkan karena dilaksanakan pada saat kita menjalankan ibadah puasa, tapi kami sangat berteima kasih kepada Panitia atau Fasilitator yang memberikan kebijakan pulang lebih awal, dan kami juga merasakan sekali apa yang kami dapatkan dari semua kegiatan pada pelatihan ini.(Yudik)

Juara Umum Lomba Pawai Takbiran, Akhirnya Lepas dari Lokok Sutrang

Sesait,(SK),-- Pupus sudah harapan dan perjuangan Remaja Mesjid Lokok Sutrang mempertahankan gelar juara umum pada pawai takbiran tahun ini.

Remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang setelah dua tahun berturut-turut sejak tahun 2010-2011 sebagai juara umum sekaligus pemegang piala bergilir Lomba Pawai Takbiran, akhirnya pada pawai takbiran tahun 1433 H / 2012 kali ini gelar tersebut terlepas.

Remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang Zainulhadi,S.Pd mengatakan, keikutsertaan mereka dalam lomba pawai takbiran tahun ini adalah untuk yang terakhir kali, setelah dua tahun berturut-turut keikutsertaannya dan selama itu pula tetap sebagai pemegang juara umum. Hal tersebut dilakukannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada remaja mesjid yang lain, dimana selama ini selalu mengharapkan juara umum.

Dikatakan Zainulhadi,selama dirinya memimpin Remaja Mesjid Baiturrahim di Dusun Lokok Sutrang dan selama mengikuti berbagai event, baik tingkat Desa maupun tingkat yang lebih tinggi, timnya selalu mendapatkan nominasi terbaik.Sehingga menurutnya hal inilah yang membuat iri Remaja Mesjid lain yang ada di Desa Sesait.Untuk itu, kata Zainul, pihaknya akan istirahat untuk tidak mengikuti kegiatan apapun yang dilaksanakan oleh pihak desa, kecuali yang dilaksanakan ditingkat Kecamatan dan Kabupaten, kemungkinan mereka akan membuka diri untuk berpartisifasi.

Sebagaimana diketahui bahwa tradisi pawai takbiran ini sebagian besar umat Islam Suku Sasak di Pulau Lombok melaksanakannya. Tidak terkecuali umat Islam Suku Sasak yang ada di Dayan Gunung.Hampir seluruh wilayah ini menggelar pawai takbiran menjelang Idul Fitri tiap tahun ini.Sehingga pada malam yang sama yaitu pada malam 1 Syawal 1433 H seluruh kawasan KLU mulai dari ujung barat hingga ujung timur gumi Tioq Tata Tunaq ini menggelarnya.Ada yang dilombakan dan ada pula yang sekedar merayakannya sebagai wujud syukur kepada Allah Swt untuk memuji kebesaran-Nya.

Begitu pula dengan pawai takbiran yang di gelar Panitia Pawai Takbiran tingkat Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU, diikuti oleh sekitar 25 tim Remaja Mesjid se Desa Sesait yang langsung dihadiri Camat Kayangan Tresnahadi dan di dampingi Pemusungan Sesait Murdan.

Dalam sambutannya Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, pelaksanaan lomba pawai takbiran yang gelar oleh Panitia di tingkat Desa Sesait ini lebih meriah dibanding dengan kegiatan lomba yang sama ditingkat Kecamatan Kayangan.Walau demikian, Tresnahadi berharap pada tahun-tahun mendatang harus lebih meriah lagi dari yang sekarang.”Karena ini adalah kegiatan yang positif, maka tidak salah kita semua harus mendukung kegiatan ini dengan keikutsertaan dalam pawai kemenangan ini,”katanya.

Dikatakan, mudah-mudahan pada kegiatan pawai takbiran yang sama dimasa mendatang, keikut sertaan remaja mesjid lebih banyak lagi dari yang sekarang.Jadi yang belum sempat berpartisipasi pada tahun ini, maka pada tahun 2012 mendatang keikut sertaan seluruh remaja mesjid yang ada agar mengambil bagian pada kegiatan sekali setahun ini.

Lepasnya piala bergilir yang selama dua tahun berturut-turut dipegang Remaja Mesjid Lokok Sutrang tersebut adalah wajar dalam sebuah perlombaan.Namun lepasnya tropy itu dinilai tidak wajar oleh sebagian orang.

Menurut Ketua Kontingen Lomba Pawai Takbiran Dusun Lokok Sutrang Karyati Al Bayan mengatakan, lepasnya peringkat juara umum dari kontingennya itu sudah hal yang lumrah.Namun diakuinya bahwa cara lepasnya itu tidak wajar.Ada indikasi kecurangan yang dilakukan pihak Panitia tingkat desa.Sebut saja katanya, ketika Dewan Juri selesai melakukan penilian dari keseluruhan peserta yang tampil, mestinya Dewan Jurilah yang akan merekap hasilnya. 

ementara Dewan Juri hanya duduk diam saja.Usai itu baru Dewan Juri disodorkan hasil rekapan yang sudah dibuat Panitia untuk kemudian di umumkan para juaranya oleh Dewan Juri. Salah seorang Dewan Juri yang tidak mau disebut namanya, ketika ditanya tentang hal ini membenarkan.”Kami hanya mengumumkan saja para juaranya dan dewan juri tidak mengetahui berapa saja nilai yang diberikan oleh masing-masing dewan juri untuk setiap tim peserta lomba,”katanya.

Sementara itu, Keliang Lokok Sutrang Asrudin mengatakan, untuk beberapa tahun berikutnya, Remaja Mesjid Baiturrahim tidak akan ikut berpartisipasi lagi dalam kegiatan serupa.Kalaupun diharuskan ikut, kemungkinan akan ikut ambil bagian ditingkat Kecamatan ataupun ditingkat Kabupaten.Sedangkan untuk tingkat desa, tidak akan ikut lagi pada tahun berikutnya.”Kami berikan kesempatan Remaja Mesjid yang lain,”terang Asrudin.(Eko).