Minggu, 01 Juli 2012

Dukung Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa, Masyarakat Beraringan di Gilir

Kayangan,(SK),--.Memasuki hari ke- enam pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMD), yang dulu namanya AMD (ABRI Masuk Desa), dalam pengerjaan pembangunan Jembatan Beraringan yang di hajatkan untuk membantu kelancaran roda perekonomian masyarakat Desa Kayangan dan sekitarnya, baru 25 %.
Menurut Dan Pos Ramil Kayangan Serka Sukardi mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya dibantu warga masyarakat Beraringan dan sekitarnya dalam pembangunan Jembatan yang menghubungkan Dusun Beraringan-Tanak Muat tersebut, hingga memasuki hari yang keenam keseluruhan pondasi dan bantalan sudah terpasang, tinggak menunggu pengecoran saja.

Kegiatan yang di taget selesai dalam waktu 21 hari ini,Sukardi berharap agar yang bekerja untuk mendukung suksesnya pekerjaan pembangunan Jembatan tersebut, supaya kerjanya total sesuai dengan bidangnya masing-masing.Untuk mendukung itu semua, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Dusun setempat untuk menggilir warga masyarakatnya turun bergotong royong ke lokasi kegiatan TMD.Semua ini di serahkan sepenuhnya kepada Kepala Dusun yang mengatur jadual kerja masyarakatnya.

Dikatakan Sukardi yang saban hari selalu berada di lokasi kegiatan TMD, warga masyarakat yang di kerahkan oleh Kepala Dusunnya untuk turun bekerja sesuai jadual yang telah ditentukannya untuk setiap hari minimal 40 orang.Ini menandakan partisipasi masyarakat mendukung kegiatan TMD ini cukup tinggi dalam hal bergotong royong.Hal tersebut karena memang budaya gotong royong yang diwariskan para leluhur jaman dulu patut dipelihara, dilestarikan dan dipertahankan keasliannya.Disamping itu, kemanunggalan TNI bersama rakyat pun masih kokoh dari jaman dulu hingga sekarang tetap terpelihara.

Kemanunggalan TNI dengan rakyat sudah menyatu, ini terlihat dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan Jembatan Beraringan ini, masyarakat saling bahu-membahu bergotong royong.Mereka bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing.Sehingga target yang rencanakan 21 hari, mudah-mudahan selesai sesuai rencana.(Eko).

Memasyarakatkan Gemar Membaca, Perpustakaan Keliling KLU Intensifkan Pelayanan

Kayangan,(SK),-- Sebagai tindak lanjut pelayanan perpustakaan keliling yang dilakukan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU tahun 2012, pada pertengahan bulan Juli diadakan layanan perpustakaan keliling yang di pusatkan di pantai Tampes (Ketapang).

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Raden Tresnawadi,S.Sos mengatakan, dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan yang dimaksudkan untuk memasyarakatkan gemar membaca bagi warga masyarakat Dayan Gunung agar bisa di ikuti seluruh warga masyarakat di Desa Selengen maupun bagi warga lain yang secara kebetulan istirahat di pantai Tampes.

Dikatakan, dalam rangka mendukung itu semua, diharapkan keterlibatan dan partisipasi Kepala Desa ketempatan untuk menghadirkan atau mengerahkan masyarakatnya untuk menghadiri acara dimaksud.Ini penting artinya, bahwa keberadaan kantor perpustakaan dan arsip KLU sangat bermanfaat bagi penambahan wawasan anggota masyarakat.

Untuk kelancaran terlaksananya kegiatan layanan dimaksud, pihak Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU mengharapkan dukungan dan pertisipasi seluruh masyarakat Desa Selengen untuk menghadirinya.Disamping itu, agar kegiatan dimaksud dapat berlangsung sesuai target yang diinginkan, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU asal Bayan ini berharap agar dihadirkan pula seluruh siswa - siswi sekolah dari semua jenjang pendidikan yang ada di Desa Selengen Kecamatan Kayangan.

“Kami mohon dukungan dan partisipasi seluruh warga masyarakat serta siswa-siswi sekolah untuk menghadiri kegiatan yang berskala Kabupaten ini untuk menerima manfaat dari kegiatan ini,”harap Tresnawadi.

Kepala Desa Selengen Kardip, ketika dihubungi wartawan media ini ditempat terpisah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.”Kami dukung kegiatan ini, lebih-lebih ini bermanfaat bagi pencerahan penambahan pengetahuan bagi siapa saja yang menerima manfaat dari kegiatan dimaksud,”katanya.(Eko).
 

Sabtu, 30 Juni 2012

Kelompok Tani Sinar Harapan Pendua, Wakili KLU Lomba Penghijauan

Kayangan,(SK),-- Kelompok Tani Sinar Harapan Dusun Pendua Daya Desa Pendua Kecamatan Kayangan dipercaya mengikuti lomba penghijauan dan konservasi alam wana lestari tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2012.
Menurut Kepala Desa Pendua Haerudin mengatakan, sebenarnya yang mengikuti lomba mewakili KLU ini ada tiga desa, yaitu Desa Sukadana Kecamatan Bayan katagori ‘Kecil Menanam Dewasa Memanen’, kemudian Desa Santong menampilkan katagori Desa Peduli Hutan dan Desa Pendua diwakili Kelompok Tani Sinar Harapan dalam lomba penghijauan Konservasi Alam (PKA) Wana Lestari.

Dikatakan Haerudin, sejak berdirinya pada tahun 1982 silam, Kelompok Tani Sinar Harapan Dusun Pendua Daya dibawah pimpinan Amaq Sim (alm) kala itu, program penghijauan itu sudah ada, dimana kelompok ini telah melakukan penghijauan dengan menanam sonokling dengan luas areal 55 Ha dan dalam kawasan hutan sonokling ini pula terdapat 15 mata air yang hingga kini masih lestari dan di gunakan oleh para petani Kayangan sebagai sumber air bersih maupun irigasi mereka.

Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan Mujahidin, dalam selayang pandangnya mengatakan, kelompok tani binaannya ini pernah menjadi juara satu lomba ketahanan pangan tingkat provinsi NTB tahun 2008 silam.

Dalam penilaian lomba PKA tahun ini, Mujahidin tidak terlalu banyak menuntut pada tim penilai. Hanya saja dirinya berharap kepada Ketua Tim Penilai pada penilaian lomba penghijauan Konservasi Alam (PKA) Wana Lestari yang di gelar beberapa waktu lalu, tidak menjadi juara tetapi yang di inginkan adalah nilai tertinggi.

Di tempat yang sama, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka mendukung NTB hijau, masyarakat telah banyak melakukan penghijauan sejak berdirinya KLU tahun 20008 lalu. “Program Kecil Menanam Dewasa Memanen ini sudah galakkan sejak berdirinya KLU, mudah-mudahan ini terus berlanjut,”harapnya.

Dikatakan, kegiatan lomba jangan hanya dijadikan sebagai tujuan untuk melakukan penghijauan saja, karena yang paling utama adalah bagaimana menjaga alam dan lingkungannya agar tetap terjaga dan lestari sepanjang zaman. “Seperti yang kita pahami.bumi saat ini mengalami krisis pemanasan global yang mengakibatkan rusaknya ekosistem bumi. Ini sebabnya kita lakukan penghijauan secara kontinyu,”terangnya.
Secara khusus, Bupati juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada penyuluh Heri Kristianto atas pembinaannya selama ini. Karena dengan ketekunannya dalam melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat khususnya di daerah Pendua Daya ini, sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk menghijaukan bantaran kali Sidutan seluas 60 Ha, akibatnya setiap tahun kali ini tidak pernah mati.

Daerah ini sangat penting perannya kaitannya dengan penghijauan untuk menata tetap lestarinya mata air.Kondisi hutan yang semakin baik karena dapat menyimpan karbon bagi kehidupan. Dampak pemanasan global adalah iklim berubah, untuk itu Bupati Djohan Sjamsu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memelihara ala mini agar lebih baik. Pohon yang di tebang dalam hitungan menit sudah tumbang dan resikonya tentu bisa banjir dam merugikan semua orang.Merusak atau menebang pohon sangat cepat, tetapi untuk menanamnya membutuhkan waktu bertahun-tahun.Masyarakat jangan hanya pintar menebang saja, tetapi yang paling utama adalah bagaimana menjaga kelestarian ala mini sehingga terhindar dari bencana yang setiap saat datang menghampiri.

Lahan kritis di KLU luasnya lebih dari 24 ribu Ha.Sementara upaya yang sudah dilakukan Pemda KLU rentang waktu tahun 2009-2011 dalam penghijauan atau reboisasi di lahan kritis eks HPH sudah berhasil di tanam sebanyak 3.250.000 bibit.Sehingga luas sisa lahan kritis yang belum ditanami pohon di KLU seluas 13.952 Ha.

“Untuk itu semua, saya mengajak semua masyarakat KLU untuk memelihara bumi ini dengan selalu menanam pohon dan bersama-sama membangun desa,”ajak Bupati H,Djohan Sjamsu,SH.

Sementara itu Ketu Tim Penilai Lomba Penghijauan Konservasi Alam (PKA) Wana Lestari tingkat Provinsi NTB Ir.Sriwijayaningsih,M.Si mengatakan, sambutan masyarakat Desa Pendua ketika menyambut kedatangan rombongannya tidak di duga sebelumnya begitu meriah yang tidak di dapatkan di daerah lain pada momen yang sama.

“Partisipasi masyarakat di Desa Pendua ini sangat tinggi, jadi wajar Desa ini menjadi juara,”pujinya, sambil mengingatkan masyarakat Desa Pendua bahwa dirinya bukan hanya sekali ini saja datng ke daerah ini, melainkan sudah sering, ketika dirinya masih bertugas di Lombok Barat dan dirinya mengaku sering datang melakukan pembinaan di Desa Pendua ini.

Dikatakan, bahwa sistim penilaian tahun ini di ubah dari sistim penilaian tahun lalu, dimana tahun ini penilaiannya dijadikan tim yang solid yaitu digabung dalam satu tim sedangkan tahun lalu terpisah penilaiannya antara pulau Sumbawa dengan pulau Lombok. 

Selanjutnya, Sriwijayaningsih mengatakan, tujuan dari diadakannya lomba ini adalah sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas segala usaha yang dilakukan oleh masyarakat.Sehingga mampu melahirkan sebuah prestasi yang membanggakan. Memelihara dan menjaga alam memang sebuah pekerjaan yang berat, oleh karenanya harus membutuhkan satu tekad dan semangat sehingga kelestarian alam tetap terjaga.

Sriwijayaningsih mengaku bahwa penilaian di Desa Pendua Kecamatan Kayangan KLU ini adalah merupakan penilaiannya yang pertama untuk pulau Lombok, dimana sebelumnya telah selesai dilakukan penilaian di pulau Sumbawa.

“Pada penilaian kali ini, masing-masing anggota tim akan melakukan uji petik di lapangan.Jadi tim tidak hanya melihat dari buku saja, tapi ingin melihat langsung di lapangan,”urainya.

Tujuan tim ini datang di Desa Pendua adalah bukan untuk menilai, tetapi untuk klarifikasi hasil penilaian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten, sehingga layak untuk di tampilkan mewakili KLU pada lomba PKA tingkat Provinsi NTB tahun 2012 ini.(Eko).

Perpisahan SDN 4 Selengen Berlangsung Meriah

Kayangan,(SK),-- Dalam dunia pendidikan manusia adalah sebagai pemeran utama dalam subyek maupun obyeknya, keilmuan sebagai medianya,memanusiakan manusia sebagai salah satu tujuan yang sifatnya mampu menjawab berbagai persoalan, baik yang bersifat kekinian maupun antisipasi masa depan sebagai keniscayaannya.
Demikian yang dikatakan Murdin,S.Pd selaku Kepala Sekolah dalam pengantarnya ketika memberikan sambutan dalam acara kenaikan kelas sekaligus perpisahan kelas VI di SDN 4 Selengen,Sabtu malam,(23/06) lalu.

Hadir dalam acara tersebut, disamping tiga anggota DPRD KLU (Burhan M.Nur,Husnaen dan Narsudin),Camat Kayangan yang diwakili Kasi Kessos Edy Sutrisno,SP,Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan Nurdin,S.Pd, Pengawas TK/SD (Akh.Syamsudin,S.Pd, Syakirin,S.Pd,Paharudin),juga hadir beberapa Kepala Sekolah SD se Kecamatan Kayangan, para tokoh agama,tokoh mayarakat Dusun Tangga dan seluruh siswa-siswi SD 4 Selengen.Selain itu, hadir pula kelompok dance dari SD 1 Santong,SD 1 Sesait dan SD 2 Kayangan.

Dikatakan Murdin, keberadaannya selama memimpin SD 4 Selengen tersebut, dirinya telah berupaya semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di salah satu daerah terpencil dan jauh dari keramaian kota.Dirinya bersama rekan guru yang lain, lanjutnya, dalam menjalankan tugas sebagai abdi Negara selalu mendedikasikan diri untuk bagaimana bisa meningkatkan kinerja dan prestasi sehingga mutu pendidikan dan out put yang di hasilkan maksimal.Sehingga hasil Ujian Nasional tahun ini, “Alhamdulillah, seluruh siswa kami yang berjumlah 27 orang lulus seratus persen, ”katanya.

Tenaga guru dan kependidikan di SD 4 Selengen ini, keberadaannya hanya 8 orang termasuk Kepala Sekolah ( 2 yang negeri dan 6 yang honor).

Murdin juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran tiga anggota DPRD KLU di acara yang di gelarnya, yang walau letaknya cukup jauh dari keramaian kota, namun ketiga anggota DPRD KLU bisa menyempatkan diri hadir.

“Atas nama keluarga besar SD 4 Selengen mengucapkan terima kasih atas kehadiran tiga anggota DPRD KLU yang sempat hadir di acara yang kami gelar ini. Ini merupakan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri buat kami, ”ungkapnya.

Disamping itu,Kepala Sekolah yang baru menjabat beberapa bulan ini, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Komite atas terselenggaranya kegiatan ini, karena tanpa dukungan dan bantuan semua pihak, mustahil acara ini bisa terlaksana.”Terima kasih semuanya, ”katanya.

Untuk di ketahui bahwa, di wilayah Kecamatan Kayangan, pada akhir tahun 2011, terdapat empat SD Filial yang ada, dan telah divinitive pada awal bulan Februari 2012 lalu, yang salah satunya termasuk SD 4 Selengen ini.

Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan Nurdin,S.Pd dalam sambutannya berpesan kepada siswa-siswi yang baru saja menamatkan di SD 4 Selengen ini untuk terus bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya, yaitu ke SMP Satap v Kayangan yang berpangkalan di SD 1 Selengen.

Dikatakan, banyak prestasi yang di raih siswa-siswi SD di Kecamatan Kayangan. Diantaranya, peraih juara dua lomba O2SN dalam bidang olah raga Karatedo tingkat Provinsi NTB tahun 2012, juara tiga lomba olimpiade sains IPA tingkat provinsi NTB tahun 2012, yang selanjutnya mereka ini akan di kirim ke Jakarta untuk mengikuti lomba yang sama tiungkat Nasional mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan September 2012 mendatang.

Semua itu, menurut Nurdin, bisa di raih dengan belajar. SD 4 Selengen yang terletah di Dusun Tangga Desa Selengen Kecamatan Kayangan ini merupakan cikal bakal menjadi awal kemajuan daerah ini. Semua itu bisa di rubah melalui proses dalam pendidikan. “Mudah-mudahan, siswa-siswi SD 4 Selengen yang baru tamat ini bisa melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya,”harapnya.

Acara kenaikan kelas dan perpisahan kelas VI yang di gelar pada malam hari dan berlangsung meriah ini, di hibur dengan kelompok band Dangiang, juga di tampilkan Karatedo berprestasi,kelompok Dance SD 1 Santong,SD 1 Sesait dan kelompok dance SD 2 Kayangan, sehingga seluruh tamu undangan dan pengunjung terhibur.(Eko).

Pamdes Bening Batu Bara Santong Tingkatkan Pelayanan

Kayangan,(SK),--Pengurus Pengelola air Minum Desa ( PAM-Des ) “BENING BATUBARA” Santong terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan kepada lebih kurang 330 pelanggannya. 

Sejak dibentuknya Pengurus Baru PAM-Des. Santong 2 bulan yang lalu, kini warga masyarakat Desa Santong yang menjadi Pelanggan benar-benar merasakan perubahan yang positif dari segi pelayanan.

Pasalnya hampir sejak dibangunnya jaringan Air Bersih tersebut 3 tahun yang lalu pelanggan selalu mengeluhkan pelayanan dari pengurus yang dipusatkan di Kecamatan, saat itu kepengurusan PAM-Des tersebut masih digabungkan dengan Pengurus Pam-Des 2 Desa tetangga yakni Desa kayangan dan Desa sesait.

Air bersih yang bersumber dari Mata Air Pegunungan sangkareang yang berjarak sekitar 6 Km dari Desa santong tersebut, sangat dibutuhkan oleh masyarakat Lombok Utara khususnya warga disekitar Kecamatan kayangan .

Menurut Sapron Rusli ketua PAM-Des “Bening Batubara” Desa santong, saat ini warga Desa Santong khususnya sangat membutuhkan jaringan air bersih, karena sejak mulai dibangunnya PLTA di Aliran Sungai yang Membatasi Desa santong dan Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga, keberadaan air bersih di Desa santong yang bersumber dari aliran sungai tersebut sangat tercemar , jangankan untuk diminum dipakai mandipun sangat tak layak, karena saat hujan turun air sungai tersebut mengalir bersama lumpur dan pasir dengan warna coklat pekat.

Pada acara rapat Koordinasi pengurus PAM-Des “Bening Batubara” Santong bersama Kepala desa Santong, Ketua BPD, Ketua LPM, Ketua BUM-Des, dan Semua Kepala Dusun se Desa Santong, pada hari Rabu, 27 Juni 2012,bertempat di Aula Kantor Desa santong, Sapron Rusli juga menyampaikan laporan kegiatan yang dilaksanakan selama dua bulan terakhir, menurutnya :” saat ini kami bersama kawan-kawan berjuang keras untuk mengobati rasa kesal yang dirasakan oleh para pelanggan karena keberadaan air yang tidak kunjung lancar selama sekian bulan, namun saat ini dari 330 pelanggan Alhamdulillah masih tersisa sekitar 20% yang airnya masih macet yakni pelanggan yang berada di Dusun Gubuk Baru dan Santong Asli, hal tersebut disebabkan karena jaringan Pipa induk air tersebut rusak akibat dari perbaikan jalan. Sampai saat ini perbaikan jaringan pipa air di kedua Dusun tersebut masih dilakukan, untuk itu kami sangat mengharapkan kepada para pelanggan agar bersabar, karena banyak sekali permasalahan yang kami hadapi dilapangan, kami kekurangan dana untuk membeli material perbaikan, pengadaan water Meter sebagai alat pengendali pemakaian air dari pengurus lama kepada para Pelanggan sangat kurang, sementara para pelanggan mengaku telah lunas membayar angsuran pendaftaran “.

Sementara itu Muhakim Kepala Desa Santong menyampaikan terimaksih dan salut yang luar biasa kepada para pengurus baru PAM-Des Santong, yang telah berjuang bersama-sama memberikan peningkatan pelayanan kepada para pelanggannya, karena masalah air bersih merupakan hal yang sangat vital menimbulkan gejolak di masyarakat. 

Menurutnya pemerintah Desa akan terus berupaya membantu usaha tersebut dengan aliran dana ADD agar masyarakat tidak terlalu terbebani dan Pengurus juga tidak terlalu kesulitan dalam melaksanakan upaya perbaikan jaringan. Muhakim juga mengharapkan kepada para Pegurus PAM-Des agar selalu bersabar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat walaupun saat ini para Pengurus belum bisa mendapatkan gaji bulan, tapi kami optimis jika keberadaan PAM-Des ini sudah berjalan lancer IsyaAllah pengurus pasti akan mendapatkan kesejahteraan.

Pada acara rapat koordinasi itu juga telah dilakukan penetapan besaran Kubikasi dan Biaya Beban bulanan dan biaya pendaftaran pelanggan baru PAM-Des “Bening Batubara” Santong. Pada seson dikusi yang dipimpin Kepala Desa Santong telah ditetapkan kenaikan tarif Kubikasi sebesar 100% yakni dari Rp 250 naik menjadi Rp 500 / Kubiknya dan untuk tarif beban atau biaya pemeliharaan dari Rp 500 naik menjadi Rp 1000, sementara itu untuk biaya pendaftaran pelanggan baru naik dari Rp 650.000 menjkadi Rp 750.000. kenaikan biaya terif tersebut terpaksa dilakukan karena kenaikan harga kebutuhan bahan material yang di butuhkan, dan kenaikan tariff tersebut akan diberlakukan pada bulan juli 2012 mendatang.

Sementara itu ditempat yang sama  Satriadi Ketua BPD Desa Santong mengharapkan kepada para Pengurus agar kenaikan tarif tersebut dibarengi dengan peningkatan mutu pelayanan agar para pelanggan tidak merasa dirugikan. ( Yudik )

Rabu, 27 Juni 2012

Persiapan RSSN, SDN 2 Kayangan Kekurangan Lahan

Suara Genem Merenten FM
Kayangan. Persiapan Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN), Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kayangan membutuhkan lokasi untuk membangun mushola dan perpustakaan.

Terkait dengan hal itu, Camat Kayangan, Tresnahadi, mengundang Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dindikbudpora KLU), Inspektorat Kabupaten Lombok Utara, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dikbudpora Kecamatan Kayangan, Kepala SDN 2 Kayangan, Komite Sekolah, dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Kayangan, untuk membahas penyelesaian persoalan tanah terkait dengan SDN 2 Kayangan, yang berlangsung di ruang kerja Camat Kayangan, Selasa (26/06).

Tresnahadi dalam pengantarnya mengatakan untuk memenuhi persyaratan RSSN, SDN 2 harus dilengkapi dengan pelbagai fasilitas pendukung. Sekarang ini SDN 2 Kayangan masih kekurangan bangunan mushola dan perpustakaan. Untuk itu, SDN 2 Kayangan membutuhkan lahan seluas 16,6 are untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Kepala Sekolah SDN 2 Kayangan, Ketut Subagia, mengatakan masalah utama yang dihadapinya adalah pengadaan lahan. Peserta pertemuan sepakat menyerahkan kepada UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan untuk mengusulkan pembebasan tanah seluas 16,6 are itu kepada Kepala Dindikpora Kabupaten Lombok Utara.

Sementara itu, Sesepuh Desa Kayangan, Israil Ismail DM (87), menceritakan pada awal pendirian Desa Kayangan (1969) area desa masih belum ada perkampungan. Lokasi SDN 2 Kayangan awalnya tanah milik Amaq Toyah yang ketika itu masih kering kerontang penuh dengan bebatuan. Lalu, Amaq Toyah bertemu dengannya saat masih menjadi Kepala Desa Kayangan untuk mengadukan kondisi yang dihadapinya.

Israil Ismail menyarankan tanah itu ditukar dengan tanahnya di Sambik Elen, letaknya di sebelah selatan Montong Cempogok. Selang beberapa waktu kemudian, sekitar tahun 1975, datanglah anaknya Amaq Toyah bernama Genti yang menginformasikan ayahnya (Amaq Toyah) mau menerima tawaran Israil Ismail. Akhirnya, tanah milik Amaq Toyah yang sekarang ini tempat di bangunnya SDN 2 Kayangan ditukar dengan tanah miliknya.

Pada 1975, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mau membangun sekolah dasar. Oleh Israil Ismail DM maka tanah hasil tukar guling tersebut diberikan sekitar 21 are untuk lokasi membangun sekolah dasar tersebut. Dulunya bernama SD Lokok Rangan, lalu berganti menjadi SDN 2 Kayangan.

Menurut Pancoriadi dari DPPKAD KLU yang menangani masalah aset daerah, hal ini sama dengan data yang dibuat pada 1976. Sedangkan selebihnya, diberikan kepada Akh.Syahrudin (Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa/LKMD kala itu) 5 are, Syaprudin (guru SD Lokok Rangan kala itu) 5 are, dan masih tersisa 5 are untuk dirinya.Maksud pemberian ini adalah karena menurut Israil Ismail DM yang dibenarkan oleh (Akh.Syahrudin dan Syafrudin), mereka inilah yang berjasa membantunya bersama-sama membangun Desa Kayangan ini kala itu.

Yang menjadi persoalan yang muncul akhir-akhir ini, ketika pihak sekolah (SD 2 Kayangan) membutuhkan lahan untuk pembangunan fasilitas pendukung Sekolah tersebut untuk menjadi RSSN yang kekurangan lahan. Sementara tanah satu-satunya yang dekat dan berbatasan dengan SD tersebut yang dulunya awalnya satu kompleks, masih di kuasai oleh para pemilik (Akh.Syahrudin, Syafrudin, dan H.Israil Ismail DM) yang sudah bersertifikat.

Itulah sebabnya, dengan difasilitasi pihak Pemerintah Kecamatan Kayangan, mengundang para pihak yang berkepentingan untuk membahas bagaimana solusinya, sehingga SDN 2 Kayangan bisa mendapatkan tambahan lahan seluas 16,6 are untuk lokasi di bangunnya beberapa fasilitas pendukung SDN tersebut menuju RSSN.

Menurut Jinahar (54) salah seorang tokoh masyarakat Dusun Lokok Rangan (dulu Kadus Lokok Rangan), mengaku dirinyalah yang mengukur semua tanah yang ada di sekitar lokasi SD 2 Kayangan, termasuk dengan tanah yang dimiliki oleh ketiga orang itu. Namun, Jinahar menyarankan agar pihak yang menguasai tanah tersebut mau menjual kembali tanah miliknya yang sudah bersertifikat tersebut kepada pihak sekolah, dengan harga nego dan tidak terlalu memberatkan.

Dikatakan Jinahar, pihak Akh.Syahrudin sudah ada titik terang akan menjual kembali tanah miliknya kepada pihak sekolah. Buktinya Akh.Syahrudin, yang biasa dipanggil Slaba ini sudah diberikan DP 10 juta rupiah. Tinggal berapa kekurangannya baru di tambah.

“Alhamdulillah, ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” puji Drs.Jamiludin Sekretaris Inspektorat KLU. (Eko).

Camat Kayangan Sosialisasi Program Lewat Safari Jumat

Suara Genem Merenten FM
 
Kayangan. Untuk menyampaikan sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakan di wilayahnya, Camat Kayangan Tresnahadi, menggelar Safari Jumat. Acara itu juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mendekatkan diri dengan masyarakat.

Silaturahmi yang dilaksanakan setiap Jumat ini berfungsi sebagai penyambung segala informasi program pembangunan yang harus diketahui oleh masyarakat. Bagi Tresnahadi, dengan selalu bersilaturrahmi dan dekat dengan masyarakat, dia bisa menyosialisasikan program prioritas yang sedang digalakkan pemerintah daerah.

Pada Safari Jumat minggu lalu (22/6), Camat Kayangan bertemu dengan masyarakat Dusun Empak Mayong, Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ia menyampaikan hasil pertemuan antara Bupati KLU dengan sejumlah tokoh desa dan dusun yang ada di Desa Kayangan pada Kamis (21/6) di Rumah Dinas Bupati, di Lokok Bengkok, Dusun Karang Jurang, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga.

Pertemuan itu melibatkan Kepala Desa Kayangan, Kepala Dusun Lokok Rangan, Kepala Dusun Lengkukun, Kepala Dusun Karang Lande, Kepala Dusun Karang Tal, Kepala Dusun Karang Teter, tokoh masyarakat Dusun Empak Mayong (Jojo Karlino), tokoh agama, Agus Suparno, dan Sukardi (Perusahaan Daerah Air Minum/PDAM).

Tresnahadi menjelaskan alasannya menyerahkan Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM IKK) Kayangan kepada PDAM. Baginya, SPAM IKK Kayangan merupakan bantuan pemerintah pusat yang menelan dana 8,8 milyar sehingga tidak boleh sia-sia. PDAM merupakan lembaga yang berpengalaman mengelola air bersih.

Sebelum penyerahan SPAM IKK pada PDAM, Tresnahadi telah bermusyawarah dengan anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Kepala Desa, Kepala Dusun, tokoh masyarakat, dan tokoh agama Kecamatan Kayangan. Hasilnya, pengelolaan SPAM IKK diserahkan ke PDAM. Sebelumnya SPAM IKK dikelola oleh Pengurus Pengelola Jaringan Air Bersih (P2JAB) namun gagal.

“Kita ingin pengelolaan air bersih dikelola oleh orang-orang yang profesional di bidangnya. Air bersih merupakan kebutuhan dasar selama-lamanya,” jelas Tresnahadi.

Kemudian keinginan tersebut ditindak lanjuti oleh Bupati KLU. Djohan Sjamsu, pada 5 Februari 2012 lalu sehingga secara resmi pengelolaan air bersih SPAM IKK Kecamatan Kayangan dipegang oleh PDAM.

Masih terkait dengan hasil pertemuan dengan Bupati KLU, Camat Kayangan mengatakan bupati menanggapi positif keinginan masyarakat Kayangan untuk membantu masyarakat miskin yang tidak mampu membayar sambungan pipa yang dipersyaratkan PDAM sebagai pelanggan baru. Bupati berjanji untuk mengupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar bisa membantu masyarakat miskin.

Untuk mengatasi sering macetnya suplai air bersih, bupati lagsung memerintahkan Sukardi (PDAM) untuk segera memperbaiki saluran air yang rusak. (Eko).