Minggu, 24 Juni 2012

Pelanggan Pamdes Bening Batubara Santong, Mengeluh

Kayangan,(SK),-- Sejumlah pelanggan Pamdes Bening Batubara Santong mengeluh karena tak ada angin tak ada hujan namun kemacetan aliran masih sering terjadi akhir-akhir ini.

Salah seorang Pelanggan yang tidak mau disebut namanya mengaku. Bahwa di bulan mei – juni ini telah terjadi dua kali airnya macet hingga dua hari. Mereka juga mengaku kesulitan mencari air sekedar untuk memenuhi kebutuhan MCK atau numpang di tetangga, karena memang secara kebetulan hanya jaringan air Pamdes tersebut yang menjadi sumber dalam keluarga mereka.Jadi wajar mereka mengandalkan jaringan air bersih ini sebagai salah satu harapan keluarga mereka. Tidak hanya itu saja, keluarga yang lainnya pun mengalami nasib yang sama.Sehingga di harapkan kepada para pengelola Pamdes agar bekerja lebih professional lagi sehingga kemacetan ini bisa di minimalisir.

“Kami berharap semoga tidak terjadi lagi dan lancar terus seperti sekarang ini”, katanya berharap.Hal senada juga diungkapkan oleh sejumlah pelanggan yang lain, mereka rata-rata berharap kepada para Pengurus Pamdes yang memang yang bertanggung jawab untuk itu, agar memberikan pelayanan dan kenyamanan yang terbaik kepada para pelanggan serta dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal.
Untuk di ketahui bahwa, menjelang musim kemarau sekarang ini, khususnya masyarakat Desa Santong dan umumnya Warga Kecamatan Kayangan sangat ketergantungan pada Aliran Air Pamdes tersebut.

Ketua Pamdes Bening Batubara Santong Saprudin,S.Pd ketika dikonfirmasi di Sekretariatnya di kantor Desa Santong mengungkapkan, kondisi ini memang pihaknya mengerti dengan keluhan yang disampaikan oleh para pelanggan dan wajar mereka mengeluh jika terjadi kemacetan, karena mereka membayar uang iuran bulanan.

Saprudin berharap, selaku pengurus meminta kepada para pelanggan, jangan terlalu berlebihan menyalahkan pengurus, karena pengurus juga sangat tanggap dengan gangguan yang terjadi.

“Melihat kondisi ini, kami menurunkan tenaga teknis langsung ke lapangan, dan jika terjadi gangguan, langsung bisa di tangani, namun karena lokasi kerusakannya sangat jauh dan berada pada posisi yang curam dan berbahaya, ini membuat semua tekhnisi kami harus ekstra hati-hati melakukan perbaikan sehingga sering perbaikan tersebut dilakukan sampai dua hari”, kata Saprudin membela diri.

Dikatakan, sebagai pengurus, pihaknya juga berharap kepada para Pelanggan agar bisa toleran terhadap usaha yang dilakukan pengurus, karena keterbatasan tenaga, Pamdes belum mampu merekrut tenaga karyawan terlalu banyak untuk melayani kebutuhan para pelanggan, karena memang disebabkan keterbatasan dana.

Untuk diketahui oleh masyarakat Desa Santong bahwa dari 390 pelanggan Pamdes yang ada, hanya 50% yang mau membayar tepat waktu, lainnya harus ditagih kerumahnya, padahal pihak Pamdes sudah sering memberikan pemahaman serta sosialisasi dalam berbagai kesempatan agar warga masyarakat yang menjadi pelanggan PAB yang di kelola Pamdes Desa Santong tersebut untuk membayar rekening airnya langsung ke Sekretariat Pamdes di Kantor Desa Santong.

Walau demikian, Saprudin juga mengaku masih banyak pelanggan yang nunggak hingga lima bulan. “Inikan tidak adil namanya, mereka hanya bisa menuntut hak saja, tetapi tidak mau membayar kewajiban,”pungkasnya.

“Kami butuh biaya untuk biaya operasional, biaya perbaikan jaringan, biaya pemeliharaan dan juga untuk insentip pengurus yang tak seberapa jumlahnya,”tambahnya.

Namun, Insya Allah, katanya, pihak Pamdes akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.

Ditempat berbeda “ Solihin” (40 Th) Ketua Tekhnisi menyampaikan “ kami minta permakluman kepada pelanggan agar selalu bersabar karena kami juga selalu berusaha memperbaiki maupun menambah jaringan untuk kelancaran aliran tersebut namun karena saat ini kerusakan sering terjadi di hutan sumber pengambilan air tersebut yang jaraknya kurang lebih 8 Km dan lokasinya sangat rawan dan berbahaya, jadi pihak Pamdes sering mengalami kesulitan melakukan perbaikan, kerusakan yang terjadi putusnya sambungan pipa induk karena pohon tumbang dan tanah longsor.

Sementara itu Muhakim Kepala Desa Santong, ketika diminta tanggapannya terkait sering macetnya PAB Pamdes Desa Santong tersebut mengatakan, keberadaan Pamdes Santong saat ini memang sedang di hadapkan pada dilema yang patut di sikapi arif dan bijak oleh semua pihak, karena memang masalah air ini merupakan hal yang sangat vital untuk ukuran kesejahteraan warga.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Desa Santong sangat berterima kasih kepada lembaga tersebut, karena dengan keberadaannya selama ini sebagai penyuplai air bersih bagi keperluan warga Desa Santong perlu di acungi jempol. Namun diakuinya, memang keberadaan Pamdes Bening Batubara Santong ini, pelayanannya tidak selalu mulus dalam perjalanannya. Ini membutuhkan keseriusan dari para pengelola untuk mengatasi berbagai masalah yang di hadapi lembaga tersebut. Memang dari Pemerintah Desa Santong untuk setiap tahunnya, tetap memberikan bantuan stimulan pendanaan yang walaupun tidak terlalu besar.

Muhakim juga berharap agar warga Desa Santong, khususnya yang menjadi pelanggan Pamdes ini, agar tetap bekerjasama demi tetap menjaga keberlangsungan keberadaan Pamdes ini.(Eko-Yudik)
 

Sabtu, 23 Juni 2012

ASPAMA” LESTARI ALAM” LOMBOK UTARA

Kayangan,(SK),--- Keinginan untuk menikmati air bersih sudah menjadi kebutuhan pokok setiap warga, tidak terkecuali warga Lombok utara dari ujung barat sampai ujung timur “Gumi Dayan Gunung” . Dengan kondisi Wilayah yang sebagian besar daerah Pegunungan Lombok Utara kaya akan sumber air bersih, inilah yang merupakan anugerah Tuhan yang mesti di syukuri khususnya oleh warga Dayan Gunung.

“Saat ini lima kecamatan yang ada di Lombok Utara masing-masing memiliki Sumber mata air sendiri karena rata-rata memiliki daerah Pegunungan” hal tersebut disampaikan oleh Datu Madya ( Kasi Kes-Ling) Dinas Kesehatan Lombok Utara pada acara pembentukan Asosiasi Pokmair ( Kelompok Pemakai Air ) dan Pamdes ( Pengelola Air Minum Desa ) Lombok Utara pada hari selasa, 15 Juni 2012 yang lalu bertempat di Aula Rumah Makan Nabil Gondang.

Dalam sambutannya ini juga Datu Madya menyampaikan pesannya kepada semua Pengelola air Bersih yang ada dilombok Utara agar selalu memperhatikan kondisi air yang dikonsumsi masyarakat tersebut, mengingat saat ini di beberapa tempat pengelolaan air bersih masih dilakukan oleh kelompok masyarakat yang tentu saja pengolahannya masih sederhana, namun pemerintah khususnya Dinas Kesehatan sangat berterima kasih atas peran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pengelola air tersebut, mengingat saat ini Lombok Utara belum memiliki Pengelola air Minum khusus seperti PDAM. Hal inilah yang mendorong Dinas Kesehatan untuk memperakarsai terbentuknya Organisasi khusus pengelolaan air bersih masyarakat di Lombok utara.

Acara pembentukan Asosiasi tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 orang Perwakilan dari Kelompok Pemakai Air ( POKMAIR) dan PAMDES se Lombok Utara. Organisasi ini akan memiliki peran penting di tengah masyarakat untuk pengelolaan air bersih di Lombok utara. Acara yang berlansung singkat selama satu setengah jam tersebut berhasil menyepakati nama organisasi yakni ASOSIASI PENGELOLA AIR MINUM MASYARAKAT (ASPAMA) LESTARI ALAM LOMBOK UTARA, dan memilih Pengurus yang berasal dari masing-masing kecamatan antara lain : RAPAUN dari Pamdes Lestari Genggelang sebagai Ketua, MAYADI dari Pamdes Rempek sebagai Wakil Ketua, MARJUDIN, S.PdI dari Pamdes Bening Batubara Santong sebagai Sekretaris dan KITANEP dari Pokmair Bayan sebagai Bendahara. Selain itu ditambah dengan 8 orang pada posisi Seksi bidang yakni, Tekhnisi, Pelayanan, Publikasi dan Advokasi, serta Bidang Kesehatan Masyarakat.

Dalam sambutannya setelah terpilih sebagai ketua Rapaun menyampaikan Ungkapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya “ saya merasa belum pantas menjadi ketua karena saya belum punya pengalaman banyak tentang organisasi ini, untuk itu saya sangat mengharapkan agar semua teman-teman mendukung segala apa yang kita hajatkan bersama, kita jadikan wadah organisasi ini sebagai lahan amal mengabdi kepada masyarakat, ajang silaturrahmi, dan juga tempat belajar bersama, dari dinas kesehatahn juga selaku Pembina sangat saya harapkan agar selalu memberikan petunjuk dan bimbingan dalam melaksanakan tugas mulya ini”. Ketua Pamdes yang pernah menjadi Juara Nasional Pengelolaan Air Bersih tahun 2010 ini juga menambahkan “ dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya tentang air bersih memiliki tantangan yang besar, jadi hendaklah kita selalu memperbaiki niat dan sabar dalam memberikan layanan tersebut”.

Marjudin ( 36 th) Sekretaris terpilih juga mengungkapkan “ sebagai tindak lanjut terbentuknya Kepengurusan ini kita akan berupaya merencanakan program yang akan dilaksanakan kedepan dengan mengadakan rapat kerja membahas Profil Organisasi dan sosialisasi Organisasi kepada masyarakat melalui media dan sebagainya”

Setelah terbentuknya kepengurusan sebelum ditutup Datu Madya Menambahkan pesannya “agar organisasi ini akan berfungsi untuk mengakomodir segala klepentingan masyarakat khususnya pelanggan dan organisasi pamdes dan Pokmair yang ada dan juga agar Kepengurusan segera menindak lanjuti kegiatan tersebut dan selalu berkoordinasi dengan Petugas Kesehatan baik yang ada di Dinas maupun Di Puskesmas Kecamatan.(Yudik)

Gubernur NTB Hadiri Hault ke - 26 Ponpes BUS Santong

Kayangan,(SK),--- Hari Ulang Tahun ( HAULT ) ke-26 Yayasan Pondok Pesantren Bayyinull Ulum Santong , Senin, (18 Juni 2012) lalu, dilaksanakan dilokasi Pondok Pesantren tersebut Di Dusun Subak Sepulu Desa Santong Kecamatan Kayangan-KLU, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Pemerintah diantaranya Gubernur NTB ( DR. TGH. Muh. Zaenul Majdi, MA ),. Bupati Lombok Utara, Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara, serta sejumlah Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Pondok Pesantren Se-Lombok Utara. Acara tersebut juga dihadiri oleh kurang lebih 3000 Jamaah Pengajian.

Ketua Panitia HAULT ke 26 Ponpes Bayyinul Ulum Santong ( Ust. LL. Syartifuddin, S.PdI ) melaporkan : Kegiatan HAULT di Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong rutin dilaksanakan setiap tahunnya, ini dimaksudkan untuk memotivasi para Pembina, Santri dan Jamaah untuk tetap menjunjung Ukhuwah dan Silaturrahmi sehingga Pondok Pesantren ini tetap kokoh dan tegar melaksakan rutinitasnya menegakkan Perjuangan Islam. Kegiatan hault tahun ini telah dipersiapkan sejak 2 bulan yang lalu, sehingga Alhamdulillah sebulan sebelum prayaan ini telah kita laksanak beberapa kegiatan untuk memeriahkan Hault tersebut antara lain lomba bidang Keagaman seperti MTQ, beberapa bidang olah raga dan juga bidang seni yang diikuti oleh siswa dari berbagai lembaga Pendidikan di Lombok utara serta Masyarakat umum.

Pada Kesempatan pertama memberikan sambutan Pimpinan Podok Pesantren Bayyinul Ulum Santong Tuan Guru Haji Sukarman Azhar, menuturkan “sejarah Awal Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, Yakni titik awal perjuangan Mendiang ayahnya Al-Magfurullah TGH. Azhar Ali sebagai Pendiri Yayasan datang ke desa Santong sebagai Abdi Negara yakni Petugas Kehutanan ( Mandor ) selama lebih kurang 6 tahun di Lombok utara, yang kemudian beliau bersama masyarakat Santong memulai mengabdikan diri kemasyarakat dengan mengadakan kelompok pengajian dan mendirikan lembaga pendidikan Nonformal yang sampai sekarang masih kokoh menjadi Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum. Beliau juga mengungkapkan saat ini Yayasan Ponpes Bayyinul Ulum mengelola Lembaga Pendidikan yakni : Madrasah Diniyah Islamiyah ( MDI ), Madrasah Aliyah ( MA ) serta Lembaga pengembangan Diri yakni Sanggar Seni Islami serbagai Ajan para Santri Untuk Mengembangkan kreatifitas santri. Sampai saat ini Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong Membina sekitar 800 orang Santri. KeberadaanPondok Pesantren ini dihajatkan sebagai lahan kita untuk berjuang dan beramal:” tambahnya.

Pada sambutan kedua, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH. Menyampaikan Selamat berulang Tahun kepada Keluarga Besar Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi Aktif lembaga tersebut dalam membangun Kabupaten Lombok Utara khususnya di bidang Pendidikan dan Sosial. Beliau juga menyampaikan bahwa keberadaan SDM Lombok Utara saat ini masih sangat terpuruk di NTB, untuk itu beliau sangat mengharapkan agar para pengelola lembaga pendidikan terus berjuang membina para santri untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Lombok Utara. Setelah memberikan Sambutan Bupati memberikan Bantuan Dana Kepada Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum santong Sebesar 35 Juta Rupiah yang bersumber dari Dana Bansos.

Sementara itu Gubernur NTB : DR. TGH. Zaenul Majdi, MA menyampaikan sambutannya pada acara tersebut sekaligus memberikan tausiah kepada jamah yang hadir pada acara tersebut, agar Ponpes bayyinul Ulum Santong dapat dijadikan sumber kekuatan untuk persatuan Umat, untuk Dakwah Islam. Pada pesan moralnya Tuan Guru Bajang menyampaikan dalam berjuang hendaklah selalu mengikuti jejak perjuangan di contohkan oleh baginda Rasulullah SAW, yakni ada 4 pilar yang menjadi senjata dalam berdakwah, antara lain:
1.Yakin : menanamkan sikap yakin dalam hati, yakin bahwa yang kita lakukan itu baik dan yakin bahwa Allah Akan memberikan pertolongan apa yang kita perjuangkan.
2. Memiliki tujuan yang jelas, tidak sekedar ikut-ikutan
3. Dengan cara yang bagus dan dibenarkan oleh Allah
4. Secara bersama-sama atau berkelompok, selalu kompak menjaga persatuan.
Gubernur NTB ini juga menambahkan “agar Pengurus dan Santri di Yayasan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong agar selalu menjaga persatuan, tetap tegar terhadap apa yang menjadi kendala perjuangannya.(.Yudik)

Pekarangan Rumah yang Bernilai Ekonomis

Kayangan,(SK),-- Berkarya harus dengan ilmu “ itulah prinsip yang slalu di amalkan oleh “Bapak Haji Nurda” sosok orang tua yang tak pernah menyerah melakukan kegiatan khususnya dibidang pertanian walaupun kini usianya telah mencapai 65 tahun. Menurutnya keinginan untuk berhasil khususnya bertani tak selamanya harus dengan lahan yang luas, walaupun dipekarangan yang sempit tapi dibarengi dengan tehnis dan pengetahuan insyaallah kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal ungkapnya.

Beralamat di Dusun Mekar sari Desa Santong Kecamatan Kayangan Bapak tua pensiunan PNS pertanian ini juga menuturkan, sejak pensiun dari ikatan dinas pada tahun 2000 aktifitasnya tak pernah kendor justru semakin memberikan semangat tersendiri agar mampu memenuhi segala kebutuhan keluarga. Kegiatan yang digelutinya adalah membuat Pembibitan Cengkeh dan tanaman perkebunan lainnya yang dibutuhkan masyarakat, mengingat Desa Santong yang cukup terkenal dengan hasil komoditi perkebunan khususnya cengkeh, coklat dan juga kopi.

Saat ini bapak Haji Nurda memiliki sekitar 3000 pohon bibit cengkeh siap tanam dengan usia 2 hingga 4 tahun yang semuanya berada dipekarangan rumah. Dipekarangan rumahnya yang sempit hanya sekitar 2,8 are tersebut beliau juga menyiapkan bibit buah-buahan seperti Durian, manggis , mangga dan lain-lain. Disamping itu beberapa tanaman kebutuhan dapur seperti tomat, cabe, terong, seledri dan lainnya Nampak begitu indah dan menarik tertata rapi tumbuh dalam kantung polibek plastic. Untuk pemeliharaan tanaman dilakukan masih tradisional karena biaya yang tidak mencukupi, tapi untuk melindungi bibit dari terik matahari yang berlebihan dipergunakan tanaman anggur sebagai atap pelindung, ini juga dimaksudkan untuk bisa melakukan penyiraman dengan hujan.

Ayah yang memiliki lima orang putra dan 6 orang cucu ini juga menuturkan, hobinya pada menata tanaman dipekarangan rumah sudah ia geluti 25 tahun yang lalu, karena biayanya hemat juga bisa lebih aman. Untuk pemasaran bibit kami tidak terlalu kesulitan paparnya karena untuk wilayah desa Santong saja petani yang membutuhkan bibit masih cukup tinggi mengingat saat ini para petani persawahan khususnya di Kecamatan Kayangan banyak yang merubah lahan pertaniannya menjadi lahan perkebunan, karena hasil perkebunan jauh lebih tinggi dibanding dengan hasil persawahan, mengingat biaya pengolahan tanaman persawahan lebih tinggi, harga lebih rendah.

Bapak Haji ini juga menambahkan kalo saat ini beliau kepingin didsesa santong ini ada semacam kelompok petani pembibitan sebagai wadah untuk untuk koordinasi kegiatan, penyamaan harga dan juga untuk mendapat bantuan dana kegiatan, “kami sangat berharap kepada para penyuluh pertanian atau instansi terkait agar dapat memberikan solusi untuk kemajuan kegiatan masyarakat petani pembibitan yang ada khususnya di Desa Santong” tambahnya.(Yudik)

Remaja Kayangan Antusias Mengikuti Pelatihan Persiapan Berkeluarga

Kayangan,(SK),-- Sekitar 40 orang remaja Kayangan khususnya yang belum menikah dari perwakilan SMA/MA dan GPA Santong antusias mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BK3S provinsi Nusa Tenggara Barat, yang berlangsung satu hari penuh di aula Kantor Camat Kayangan,Kamis,(21/06/2012).

Pelatihan yang bertajuk “persiapan berkeluarga bagi remaja” ini, dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan bagi para remaja,sebelum mereka membina rumah tangga serta bagaimana persiapan menghadapinya.

Acara yang di hadiri selain oleh perwakilan kaum perempuan KLU Hj.Rohani Najmul Akhyar,S.Pd, Dr H.Abdul Kadir dari Dinas Kesehatan KLU,H.Rusdi dari Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, juga hadir nara sumber dari BK3S Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Pelatihan persiapan berkeluarga bagi remaja merupakan program unggulan BK3S yang sudah sering di adakan setiap tahunnya di beberapa kabupaten/kota di wilayah NTB dan diprioritaskan untuk kabupaten/kota dan desa yang masyarakatnya masih rentan terhadap pernikahan dini serta kawin cerai.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali dengan berbagai pengetahuan yang bisa di gunakan sebagai pedoman dalam menjalin hubungan berkeluarga nantinya dari para narasumber. Disamping itu, maksud dan tujuan di adakannya pelatihan ini, untuk memperkecil volume pernikahan dini di kalangan remaja, kawin cerai dan kekerasan dalam rumah tangga, meningkatkan sikap,mental,sosial dalam menjalin hidup berumah tangga, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan berumah tangga serta yang terpenting adalah membentuk kader kader BK3S.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam kata pengantarnya mengatakan, sangat apresiasi serta menyambut baik adanya program ini. Disamping itu, Tresnahadi juga mengharapkan kepada seluruh peserta pelatihan agar bersungguh sungguh, tekun dan serius mengikuti pelatihan ini. Karena momen ini sangat penting artinya bagi generasi ini untuk memahami berbagai pengetahuan yang di sampaikan oleh narasumber terkait persiapan berkeluarga bagi remaja.

Dikatakan, Pemda KLU saat ini sedang berupaya bagaimana mengurangi tingkat kemiskinan yang sementara ini menduduki angka 43,14 %. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memikirkan bagaimana mengurangi tingginya angka kemiskinan yang mencapai persentase 43,14 % dari 200.000 lebih penduduk KLU.

Disamping itu, dengan adanya pelatihan ini para peserta diharapkan mampu membentuk kelompok usaha mandiri, yang nanti dana awalnya akan difasilitasi oleh BK3S dengan persyaratan mengajukan proposal jenis usaha apa yang akan di jalankan.(Eko).
 

Kamis, 21 Juni 2012

Prestasi Membanggakan, Kelak Ingin Menjadi Dosen

Kayangan,(SK),-- Berhasilnya Solana Dwijati Astika sebagai juara tiga dalam lomba Olimpiade Sains IPA tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, tentu berkat ketekunannya belajar dan bimbingan para guru dan dorongan orang tuanya.

Dwi--, begitu panggilannya, memang memiliki prestasi akademik yang patut di banggakan. Di sekolahnya, siswa kelas V ini selalu menjadi juara satu.Apa yang di dapatkannya ini menjadi sebuah harapan kalau kelak keinginannya menjadi dosen terkabul. Putra pasangan Mujiono dan Dra Sukati ini selalu mengisi waktu luangnya setelah pulang sekolah dengan belajar dan membiasakan diri dengan hidup disiplin.

Menurut Kepala SDN 2 Kayangan Ketut Subagia,S.Pd mengatakan, Solana ini kalau di sekolah penampilannya tidak seperti teman-teman sebayanya suka bermain. Penampilannya biasa saja, selalu tampil sederhana. Ketika jam istirahat, dia manfaatkan membaca buku. Jadi waktu istirahat, tidak terbuang percuma oleh Solana.

“Kita bangga melihat siswa SD 2 Kayangan ini meraih juara tiga dalam lomba Olimpiade Sains IPA tingkat Provinsi NTB beberapa waktu lalu,”puji Kepala Sekolah Ketut Subagia.  Keberhasilan Solana Dwijati Astika menjadi juara tiga pada lomba Olimpiade Sains IPA tingkat Provinsi NTB mengungguli rekan-rekan dari Kabupaten lain, karena SD ini memang di persiapkan untuk Rintisan Standar Nasional (RSN), sehingga pihak sekolah selalu intensif melakukan pembinaan dan bimbingan kepada seluruh siswa-siswinya, terutama masalah prestasi.Berbagai fasilitas pendukung kearah itu hingga kini hampir rampung. Semua kelengkapan pendukung sebagai prasyarat SD 2 Kayangan ini akan menjadi RSN sudah di penuhi.Semoga ini menjadi kenyataan.

Sementara Sumawardi,S.Pd selaku guru pendamping yang setiap saat selalu setia mendampingi Solana ketika mengikuti lomba tersebut mengaku sangat bangga atas keberhasilan siswanya meraih prestasi yang mengharumkan nama baik KLU di kancah provinsi, terlebih lagi mengharumkan nama baik sekolahnya maupun Kecamatan Kayangan.

Sebagai guru bidang study MIPA di SD 2 Kayangan, Sumawardi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung Solana sehingga berhasil meraih juara tiga dalam lomba Olimpiade Sians IPA tingkat provinsi di Mataram. Termasuk dinas terkait, orang tua serta lingkungan juga turut menentukan prestasi anak. Dikatakannya, orang tua Solana, dalam rangka mendukung prestasi anaknya ini, banyak sekali buku-buku penunjang yang di persiapkannya. “Kunci sukses itu harus ada kemauan,dukungan orangtua dan dukungan dari sekolah,”kata Sumawardi.

Factor inilah yang sangat menentukan keberhasilan anak.Disamping itu, pengaruh lingkungan juga tidak ketinggalan sangat berperan.

Ketika di tanya, apakah sudah pasang target dalam lomba olimpiade sains IPA tingkat Nasional di Jakarta bulan September 2012 mendatang, Sumawardi hanya berharap dapat meraih peringkat yang terbaik buat KLU. “Mohon do’a restu semua pihak, agar perjuangan seorang Solana di kancah Nasional bisa berhasil mengharumkan nama daerah Dayan Gunung yang bermoto Tioq Tata Tunaq ini,”harapnya.(Eko).
 

Jembatan Beraringan, Resmi di Buka Dandim 1606/Lobar

Kayangan,(SK),-- Tepat pukul 10,00 wita, Kamis,(21/06/2012) Peletakan batu pertama pembangunan jembatan Beraringan resmi di mulai.Peletakan batu pertama pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Beraringan dengan dusun-dusun yang lainnya dalam wilayah Desa Kayangan maupun daerah lainnya di wilayah Kecamatan Kayangan, dilakukan Dandim 1606/Lobar Letkol Inf.Waris Ari Nugroho,SE, yang di dampingi Sekda KLU H.Suardi,SH.MH.
Hadir dalam acara peletakan batu pertama dalam rangka pembangunan jembatan TNI Manunggal Sosial Sejahtera (TMSS) selain Dandim 1606/Lobar,Sekda KLU, Kapolsek Tanjung, Kayangan, Camat Kayangan, Kepala Desa Kayangan,tokoh masyarakat,tokoh agama dan seluruh masyarakat Dusun Beraringan, Sidutan, Tanak Muat,Sejongga,Empak Mayong dan Bagek Kembar berbaur jadi satu.

Sekda KLU H.Suardi,SH.MH dalam sambutannya mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Beraringan-tanak Muat tersebut sangat bermanfaat untuk kelancaran roda perekonomian rakyat setempat. Dikatakan, Pemda KLU sangat kekurangan infra struktur, hal ini sangat berkaitan dengan upaya mengentaskan kemiskinan, dimana menurut Sekda bahwa tingkat kemiskinan KLU menduduki peringkat tertinggi 43,14 %. Ini berbanding terbalik dengan kondisi daerah KLU yang aman dan bahkan tingkat kriminalitas paling aman di NTB.

Kondisi ini merupakan hal yang bagus, tidak mengurangi semangat untuk membangun daerah. Sangat apresiatif kearifan local seperti budaya semangat gotong royong masih dapat di jumpai dikalangan masyarakat pedesaan dalam membangun daerah. Pada kesempatan itu,Sekda KLU juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI atas kepedulian dan kerja kerasnya dalam rangka mengentaskan kemiskinan yang salah satunya pembangunan jembatan Beraringan ini.

Suardi mengajak seluruh warga masyarakat Beraringan dan sekitarnya untuk bersatu padu membangun daerah ini.”Pembangunan itu, bukan saja menjadi tanggung jawab dan tugas TNI,Polri dan Pemda KLU, namun tugas dan tanggung jawab itu, juga ada pada masyarakat, ”kata Sekda mengingatkan.

Di akui Sekda, bahwa kondisi persatuan dan kesatuan di daerah ini masih jauh dari harapan.Tapi TNI, masih memikirkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat di daerah ini. ”Buktinya,TNI saat ini hadir di tengah-tengah kita untuk membanguna jembatan Beraringan ini,”puji Sekda, sambil berpesan agar seluruh masyarakat Beraringan dan sekitarnya mendukung kegiatan ini.

“Jika ada masalah, mari kita duduk bersama untuk mencari solusinya.Kebersamaan kita lebih di utamakan demi kemajuan KLU, ”tambahnya.

Sementara Komandan Kodim 1606/Lobar Letkol Inf.Waris Ari Nugroho,SE mengatakan, kehadiran TNI di daerah ini adalah dalam rangka memulai akses pembangunan jembatan yang sangat di dambakan masyarakat.

\Dikatakan, sesuai rencana di mulainya pembangunan jembatan yang menghubungkan beberapa dusun yang ada di Desa Kayangan, yang terus juga nyambung ke Desa Sesait dan Desa Santong, dalam proses tetap di awali berdasarkan kepentingan masyarakat.

Diakui Dandim, semua daerah menginginkan seluruh sarana dan prasarana di daerah mereka di bangun.Melihat kondisi ini, tidak mungkin TNI bisa mengakomodir semuanya. “Intinya masyarakat mendambakan kegiatan seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMD) ini, yang dulu namanya AMD (ABRI Masuk Desa),”jelas Dandim.

“Kami melakukan kegiatan ini, bukan semata-mata tertumpu pada pembangunannya saja yang di utamakan, melainkan kebersamaan itulah yang lebih di utamakan,”terangnya.

Dandim Letkol Inf.Waris Ari Nugroho,SE mengatakan, tingkat kriminalitas daerah ini sangat kecil.Hal ini bisa terwujud dengan kerja sama dan persatuan seluruh masyarakat. “Oleh karena kita menginginkan kegiatan ini berjalan baik, maka mari kita bersama-sama menentukan hari baik itu untuk memulai pembangunan jembatan ini,”ajak Dandim.

Ketika di tanya wartawan media ini, tentang target pengerjaan jembatan Beraringan yang peletakan batu pertamanya di mulai hari ini, Dandim Letkol Inf. Waris Ari Nugroho,SE mengatakan, target 30 hari sejak hari ini. “Target kita dalam pengerjaan jembatan ini, sebelum puasa sudah selesai dan sudah bisa di gunakan oleh masyarakat setempat,”ujarnya.

Usai memberikan sambutan,Dandim Letkol Inf.Waris Ari Nugroho,SE, di dampingi Sekda KLU H.Suardi,SH.MH melakukan peletakan batu pertama, tanda di mulainya pembangunan jembatan Beraringan yang menghubungkan Dusun Tanak Muat-Sejongga,Bagek Kembar dan Empak Mayong Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU.(Eko)..