Rabu, 02 November 2011

Pemkab Lombok Utara Gelar Pameran Pembangunan

Selasa, 01 November 2011 14:54
MATARAMnews (KLU) - Pameran pembangunan yang di gelar Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan di buka pada Rabu (2/11/2011) bertempat di lapangan umum Gondang.


FOTO: Kabag Humas KLU, Drs H Ahmad Sujanadi
Menurut rencana, pameran ini akan diikuti oleh masing-masing SKPD, Camat dan masyarakat umum, dalam rangka mensukseskan acara tahunan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Hal ini disampaikan Kabag Humas KLU, Drs H Ahmad Sujanadi, Selasa (1/11/2011). Ia mengatakan, gelar pameran pembangunan ini akan di buka langsung oleh Bupati KLU, H Djohan Sjamsu SH, Rabu (2/11/2011) sore, sekitar pukul 04.00 Wita. Dan kegiatan pameran ini akan berlangsung selama tiga hari.

Tahun yang lalu juga sudah diadakan acara serupa, lanjutnya, namun sayangnya, saat itu sedang musim hujan, sehingga kurang meriah. Mudah-mudahan dalam pelaksanaan yang sekaranng ini tidak seperti yang dulu, lanjut Sujanadi, sehingga benar-benar berjalan sukses sebagaimana yang kita harapkan.

“Untuk persiapan dari masing-masing SKPD sudah tidak ada masalah, sebab kegiatan ini sudah di sampaikan informasinya kepada masing-masing SKPD. Demikian juga informasi kepada masyarakat umum di KLU, selain melalui media, juga sudah di sampaikan melalui pengeras suara (koling) dengan kendaraan dinas Pemda KLU ke setiap kecamatan,” ungkap Sujanadi.(Ang)

Stand PKK Kayangan, Terbaik Pada Pameran HKG

Kayangan,-- Pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK KB-Kes tingkat Provinsi dilakukan Gubernur  NTB yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati KLU di Tanjung,  Kamis (27/10/2011) minggu lalu.
Pada Pencanangan HKG PKK KB-Kes yang dirangkai dengan penyerahan bantuan dan pameran hasil kerajinan, kreatifitas dan produk-produk olahan TP PKK KLU,  hadir Plt. Deputy KS/KP Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Drs. Safarudin Gumay MM, Dekan Pascasarjana Fakultas Kedokteran UGM Prof. Dr. Siswanto Agus Wilopo, Gubernur NTB Dr. KH. M. Zaenul Majdi, Ketua PKK provinsi NTB, Hj. Raudatul Zaenul Majdi, Bupati KLU H.Djohan Syamsu SH, Ketua PKK KLU, Hj. Galuh Djohan Syamsu, Wakil Bupati beserta ibu, Ketua DPRD KLU Maryadi, S.Ag beserta segenap pimpinan SKPD Provinsi dan KLU.

Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Provinsi NTB ke 40, yang diragkai dengan pameran hasil kerajinan, kreatifitas PKK tahun ini, di pusatkan di Ibukota KLU Tanjung. Semua Kecamatan tampil ambil bagian dalam pameran ini.

Dalam rangka HKG PKK tingkat Provinsi yang pelaksanaannya di Tanjung ini, masing-masing Kecamatan menempati stand yang sudah dipersiapkan.Termasuk PKK Kayangan menempati stand yang sudah disiapkan.

Menurut Aluh Nursehan,A.Md sekretaris PKK Kecamatan Kayangan mengatakan bahwa, keikutsertaannya dalam Pameran kali ini adalah tidak terlepas dari dukungan Ketua TP PKK Kayangan Ny.Yusminiati Tresnahadi. Sehingga semua rangkaian persiapan menjelang HKG hingga berakhirnya kegiatan tersebut, berhasil maksimal.

“PKK Kayangan juara satu dalam lomba designs stand terbaik, dalam rangka HKG tingkat Provinsi yang dilaksanakan di KLU ini,”bebernya bangga.

Produk unggulan yang ditampilkan pada Stand pameran kali, menurut Aluh Nursehan yang juga aktif diberbagai bidang social ini, mengatakan bahwa, produk unggulan yang ditampilkan berasal dari delapan desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan, dimana masing-masing desa diambil yang terbaik, sesuai dengan produk unggulan di desa itu. Hal ini dimaksudkan, agar hasil-hasil produck PKK dari beberapa kelompok wirausaha yang ada di Kecamatan Kayangan bisa dikenal orang. Disamping itu, hasil-hasil produck tersebut bisa dijadikan sebagai ajang promosi.

Produck unggulan dari masing-masing desa yang ditampilkan pada Stand pameran tersebut, menurut Aluh Nursehan diantaranya, untuk desa Salut menampilkan produck unggulannya gula merah dari pohon kelapa. Untuk desa Selengen menampilkan hasil pertanian berupa melon,tomat,kacang panjang dan mentimun yang dikemas dalam satu wadah parcel.Kemuadian desa Dangiang menampilkan krupuk ikan dengan rasa pedas dan manis. Desa Gumantar menampilkan produck unggulannya krepek ubi, poteng ambon, yang dikemas dalam parcel.Desa Kayangan, abon ikan, desa Santong dan desa Sesait Pisang Sale serta desa pendua hasil kerajinan tangan berupa nyiru,topi dan hasil bumi lainnya.

Aluh Nursehan berharap agar produck yang dihasilkan masing-masing desa ini, tetap dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan mutu dan kwalitasnya serta kemasannya, agar ada nilai jualnya.

Sementara itu Ny Yusminiati Tresnahadi menyambut baik kegiatan kreatif yang dilakukan ibu-ibu PKK Desa dan Kecamatan dalam mendukung suksesnya program HKG tahun ini. Ny Yusminiati Tresnahadi juga merasa bangga kepada seluruh anggota PKK, baik Desa maupun Kecamatan, karena selama kepemimpinannya di Kayangan ini telah banyak menorehkan prestasi  yang membanggakan. “Ini berkat dukungan semua pihak,”katanya singkat.

Diantara prestasi yang pernah diraih PKK Kayangan selama ini adalah sukses melaksanakan study banding ke Kabupaten Badung Bali tahun 2010, Juara satu lomba cipta menu tingkat Kabupaten Lombok Utara selama dua tahun berturut-turut (2010-2011), Juara satu lomba tarik tambang tingkat Kabupaten Lombok Utara dalam rangka HUT KLU ke 3 tahun 2011, Juara satu Stand HKG tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2011 serta beberapa prestasi tingkat Kecamatan, yang turut juga mewarnai koleksi PKK Kayangan.
 
“Mudah-mudahan semua ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berprestasi,”harap Ny Yusminiati Tresnahadi.(Eko)

Senin, 31 Oktober 2011

Tradisi Nyongkolan, Budaya Unik Suku Sasak

Minggu, 25 September 2011 17:29

KLU, MataramNews -
Tradisi pernikahan masyarakat Desa Bentek terbilang unik dibanding kebiasaan perkawinan masyarakat di tempat lain di Kecamatan Gangga. Pasalnya, setelah beberapa proses dilalui, maka prosesi pernikahan digelar.
Keunikan terlihat saat peroses pernikahan yaitu, prosesi pernikahan dilakukan di atas berugak dan di kelilingi oleh kerumunan warga. Saat proses ijab kabul berlangsung, ketika pengantin laki membuat kesalahan, maka seketika itu warga akan ramai dengan teriakan soraknya, “tidak sah,” sorak para warga.
Tak heran jika prosesi ijab kabul ini sering diulang sampai tiga kali bahkan lebih. terkadang walaupun dalam pengucapan ijab kabul tidak terdapat satupun kesalahan, warga yang menonton pun masih tetap bersorak. Sehingga pernikahan yang sebenarnya sudah sah harus diulang kembali sampai semua warga berteriak mengucapkan kata “sah”.  Inilah salah satu keunikan prosesi pernikahan suku Sasak, khususnya di Kecamatan Gangga.

Setelah prosesi ijab kabul dilaksanakan, selang beberapa hari proses Nyongkolang digelar. Dalam perayaan ini pengantin wanita akan dibawa pulang ke rumah orang tuanya untuk pertama kali sejak prosesi penculikan dari rumahnya. Sebelumnya, dengan berpasangan dan diiringi oleh pengiring dan musik tardisional, pengantin pria dan wanita diarak dengan cara berjalan kaki menuju rumah pengantin wanita.
Prosesi Nyongkolan ini, untuk memberitakan kepada masyarakat bahwa pasangan pengantin telah melakukan sebuah prosesi pernikahan yang sah secara hukum agama ataupun hukum adat yang ada di masyarakat suku Sasak.

Begitu pula budaya yang dilakoni masyarakat San Baro Bentek. Misalnya, pada pernikahan Mustakim (San Baro) dan Nurul Hidayah (Bayan), pada Selasa (20/9/2011).  Dalam proses Nyongkolan mereka, kedua mempelai diiringi oleh musik tradisional asli setempat yaitu Gendang Beleq dan Kecimol. Pada saat musik ditabuh (dimainkan) langkah demi langkah dijalankan menuju rumah pengantin perempuan dengan ayunan barisan yang rapi biasanya tiga berbanjar.

Tidak jarang pada saat musik ditabuh sebagian pengiring berjoged ria dengan rasa kegembiraan yang tinggi disela-sela perjalanan. Setelah sampai  tujuan rombongan pengiring disambut dengan beragam macam jamuan tradisional oleh masyarakat Bayan.

Sesampai di rumah pengantin wanita, ia pun menangis histeris di kaki orang tuanya. Tangisan pengantin wanita ini disebabkan karena akan berpisah meninggalkan rumah orang tuanya. Setelah beberapa saat iringan pengantin pun kembali meninggalkan rumah pengantin wanita. (DJ)

Prosesi Pengukuhan Kyai di Lombok Utara

Senin, 17 Oktober 2011 14:46
MATARAMnews (KLU) - Seakan tak habis-habisnya berbicara dan mengungkap berbagai keunikan dan kearifan lokal yang dimiliki Lombok Utara atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dayan Gunung. Satu lagi kearaifan lokal yang dimiliki daerah yang baru mekar ini, yaitu prosesi adat atau upacara pengukuhan kyai.  Lantas seperti apakah prosesinya, berikut liputanya.
FOTO: Proses pengukuhan Kiyai
Sabtu lalu, ratusan  masyarakat Dusun Karang Nangka Desa Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara menggelar prosesi pengukuhan kyai yang merupakan tradisi atau warisan leluhur yang selama ini masih terpelihara dengan baik.

Amaq Suardi adalah kyai yang dipilih oleh masyarakat dusun setempat setelah beberapa kali dilakukan musyawarah. Ia dinilai mampu menjadi panutan masyarakat, sehingga semua masyarakat sepakat memilih  dan mengangkat dia sebagai pengganti kyai yang  sebelumnya  yaitu Amaq Suarsah yang telah wafat beberapa waktu lalu.

Kyai merupakan tokoh agama yang memiliki tugas berat  dan peran yang sangat penting ditengah masyarakat untuk membina dan mengayomi umat. Uniknya tak seorang pun yang mecalonkan dirinya sebagai kyai melainkan dicalonkan, dipilih ditujuk langsung oleh masyarakat berdasarkan hasil mufakat.

Tak jarang hasil keputusan mufakat ditolak oleh orang yang bersangkutan (yang dipilih-red), namun berkat kesabran dan tekad dari semua lapisan masyarakat,  yang  bersangkutan pun bersedia menjadi salah satu pemangku amanah yang memiliki tangung jawab besar.

Meski secara tertulis  dan yuridis persyaratan sebagai seorang kyai atau pemangku amanah ini tidak diataur khusus, namun moral, ahlak, budi pekerti, ilmu yang baik merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki sesorang untuk mampu mengemban tugas mulia ini.

Jabatan kyai biasanya tidak memiliki batas waktu atau priode tertentu melainkan diangkat dan diberhentikan atas dasar dan keputusan semua masyarakat. Bahkan tak jarang para kyai disuatu tempat atau daerah melekat hingga seumur hidupnya.

Fajar Martha  salah satu warga setempat megatakan, tradisi ini merupakan warisan leluhur atau orang tua terdahulu yang tetap dilakukan sejak tahun 1972. Tradisi ini merupakan peninggalan nenek moyang  dan bukan dibuat-buat atau hanya sekedar efuria semata melainkan budaya yang harus tetap dipelihara dengan baik.

Hal serupa juga diungkapkan Datu Ciptawadi, salah satu pemerhati adat setempat, menurutnya , kegiatan ini tidak terlepas dai kebiasan atau pun adat istiadat masyarakat setempat yang memiliki nilai positif bahkan harus tetap dilestarikan sebagai budaya atau kearifan local yang memiliki nilai, makana dan filosofi yang tidak terlepas dari ajaran agama islam. “Agama dan adat tidak dapat dipisahkan, agama bersendikan adat, agama bertahtakan adat, “ungkpanya.

Dikatakannya, prosesi pengukuhan kyai diambil refrensi dari firman Allah, SWT surat An- Anal ayat 125 dan Al Imran 110 yang juga berlandaskan azas musyawarah dan mufakat. “Urusan agama, adat dan pemerintahan tidak dapat samakan, namun dilain sisi tidak dapat dipisahkan, “pungkasnya.(Ari)

Tokoh Adat Gelar Gundem Bahas Dugaan Aliran sesat

Selasa, 18 Oktober 2011 03:35
MATARAMnews, (KLU) - Seiring dengan adanya dugaan  menyebarkan aliran sesat (bedatuan) di wilayah wet adat Semokan Desa Sukadana yang melibatkan sebagian tokoh adat dan masyarakat, para tokoh adat, masyarakat, tokoh agama dan unsur pemerintah desa (17/10/2011) mengadakan gundem (pertemuan) adat di Telaga Longkak Desa Akar-akar kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.
FOTO: Tokoh Adat Gelar Gundem Bahas Dugaan Aliran sesat
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa sekelompok masyarakat yang melakukan pertemuan di rumah salah seorang kiyai adat di dusun Semokan terpaksa dibubarkan pemerintah desa dan masyarakat setempat, karena dinilai mengajarkan aliran sesat dengan mengaku sebagai keturunan leluhur presiden RI pertama, Soekarno.

Tokoh adat, Amak Nurana mengatakan, tujuan gundem  itu untuk mencari jalan keluar mengatasi isu yang berkembang seperti menyebarnya aliran sesat di wilayah adat Semokan. Selain itu gundem ini juga membahas, bahwa kedepanya para tetua-tetua  adat tidak saling menyinggung dalam menjalankan acara ritual agar tidak terjadi penyimpangan dari awik-awik adat yang sudah disepakati.

Sementara Kepala Desa Sukadana Sojati dalam sambutannya mengaku masalah bedatuan yang disebarkan oleh Inak Ramingen dan Pengikutnya sudah terjadi sejak 4 tahun lalu,  namun sampai saat ini belum bisa diselesaikan.

Dalam kesempatan gundem ini Jelas Kepala Desa Sukadana para tetua adat harus tegas menentukan sanksi-sanksi adat bagi yang terlibat dalam kasus bedatuan tersebut. Ketua BPD Desa Sukadana R. Nyakradi menambahkan dalam penyelesaian persoalan bedatuan/aliran sesat ini tidak bisa diselesaikan baik secara hukum adat, agama maupun oleh pemerintah, tapi harus diselesaikan secara bersama.

Gundem bersama itu menyepakati seperti yang dibacakan oleh Amak Lokak Tuak Turun bahwa penganut aliran sesat, Ramingen Cs akan diusir dari Desa Sukadana dan menghentikan segala bentuk kegiatanya. Untuk menyampaikan hasil gundem kepada Ramingen, Cs ditunjuk beberapa tokoh adat dan masyarakat.

“Kita sudah tunjuk beberapa tokoh adat untuk menyampaikan hasil kesepakatan gundem, yang bila tidak diindahkan, akan diambil tindakan tegas dengan cara mengusir mereka keluar dari desa Sukadana,” kata beberapa tokoh adat yang hadir.(Ari)

Gubernur Buka HKG-PKK, BKKBN Pusat Janji Berikan Perhatian Khusus KLU

Kamis, 27 Oktober 2011 15:02
MATARAMnews (KLU) - Sebagai Kabupaten termuda NTB, KLU dengan kasus Gizi buruknya dan 43,14 persen penduduk masih berada di bawah garis kemiskinan, yang mengindikasikan IPM Kabupaten Lombok Utara tergolong masih rendah, selalu menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Hal tersebut terungkap saat pencanangan Gerakan Hari Kesatuan (HKG) PKK KB-Kes Provinsi NTB yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Tanjung KLU, Kamis (27/10/2011).

FOTO: Gubernur NTB saat memberikan bantuan Kepada TP PKK KLU
Pada Pencanangan HKG PKK KB-Kes yang dirangkai dengan penyerahan bantuan dan pameran hasil kerajinan, kreatifitas dan produk-produk olahan TP PKK KLU,  hadir Plt. Deputy KS/KP Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Drs. Safarudin Gumay MM, Dekan Pascasarjana Fakultas Kedokteran UGM Prof. Dr. Siswanto Agus Wilopo, Gubernur NTB Dr. KH. M. Zaenul Majdi, Ketua PKK provinsi NTB, Hj. Raudatul Zaenul Majdi, Bupati KLU H.Djohan Syamsu SH, Ketua PKK KLU, Hj. Galuh Djohan Syamsu, Wakil Bupati beserta ibu, ketua DPRD KLU Maryadi, S.Ag beserta segenap kepala SKPD provinsi dan KLU.

Dalam sambutannya Plt. Deputy KS/PK BKKBN, Drs. Saparudin Gumay MM mengungkapkan, bahwa kegiatan Bhakti Sosial HKG PKK yang akan dicanangkan hari ini oleh Gubernur merupakan bentuk partisifasi aktif penduduk dan TP PKK dalam upaya memecahkan permasalahan kependudukan. “Dalam bidang pengendalian penduduk sesuai dengan UU No 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan keluarga pasal 16, mewajibkan pada setiap penduduk untuk berperan serta dalam pembangunan kependudukan dan membantu mewujudkan perbandingan yang ideal antara perkembangan dan kualitas lingkungan,” tegasnya.

Dijelaskan, kondisi kependudukan Indonesia saat ini, setidaknya memiliki 4 masalah yang meliputi aspek kuantitas, kualitas, persebaran dan data kependudukan. Secara kuantitas jumlah penduduk Indonesia terbilang masih besar yaitu 237,6 juta jiwa, urutan ke 4 terbesar dunia dengan pertumbuhan 1,5 persen per tahun atau sekitar 3 juta setiap tahun. Secara kualitas Indonesia masih memiliki 13,3 persen atau 33 juta jiwa penduduk miskin dengan tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli penduduk masih rendah sehingga peringkat IPM Indonesia berada diurutan 108 dari 187 negara.

“Selain itu permasalahan penyebaran penduduk yang tidak merata juga menjadi problem bangsa kita, karena 58 persen diantaranya tinggal di pulau Jawa yang luasnya hanya 7 persen dari luas Indonesia, setiap kilo meter lahan di huni oleh 1.055 orang. Demikian halnya dengan data, informasi dan administrasi kependudukan Indonesia juga masih banyak permasalahan yang perlu di benahi serta pencatatan penduduk yang berkenaan dengan kelahiran, kematian, kedatangan dan kepergian belum bisa di lakukan dengan tertib, disiplin serta cermat sesuai ketentuan.

Pada kesempatan itu, Drs. Safaruddin Gumay MM,  memberikan apresiasi kepada TP PKK Provinsi dan PKK Kabupaten Lombok Utara atas prestasinya dalam mendukung program-proram pemerintah Pusat.
“Maka, berangkat dari permasalahan Kependudukan dan mengingat KLU sebagai Daerah Baru kami bersama Gubernur telah membuat MoU dengan Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran UGM dalam rangka meningkatkan Kapasitas SDM khususnya Profesionalisme tenaga kesehatan yang sesuai dengan standar Internasional,“ ucapnya.

Dikesempatan yang sama Gubernur NTB dalam sambutan singkatnya sangat mengapresiasi pemerintah Daerah KLU dan TP PKK Lombok Utara. Sebagai Daerah Baru, ungkapnya KLU telah berhasil melaksanakan pembangunan dengan baik. Namun demikian, sambungnya, Pemerintah Daerah jangan hanya fokus pembangunannya dibidang fisik semata, jauh lebih penting dari itu adalah pembangunan manusianya.

Tidak ada artinya gedung bertingkat sementara kualitas manusianya rendah, tegas gubernur. Selain itu Gubernur yang doyan Sate Ikan Tanjung ini juga menekankan pentingnya keberadaan PKK yang notabeneny sebagai wadah bagi ibu-ibu dalam menunjang program pembangunan khususnya pembangunan mental spiritual manusia sejak kanak-kanak, ungkapnya. Selanjutnya Gubernur langsung membuka kegiatan pencanangan HKG PKK yang ditandai dengan memukul Gong.

Sementara itu Dekan Pascasarjana FK UGM Prof. Dr. Siswanto Agus Wilopo saat jumpa pers membenarkan tentang MoU yang telah di buat bersama Gubernur. NTB dan KLU khususnya sebagai wilayah Destinasi Pariwisata perlu meningkatkan standar pelayanan kesehatan sesuai dengan standar Internasional, maka kaitannya dengan hal tersebut, ungkapnya, UGM memberikan kesempatan kepada daerah-daerah tertinggal khususnya KLU sebagai daerah baru yang memiliki potensi Wisata dan menjadi Destinasi Internasional untuk melanjutkan pendidikannya di UGM dengan perlakuan Khusus.

Mendengar hal tersebut Bupati KLU H. Djohan Syamsu SH, yang didampingi Wakil Bupati H. Najmul Akhyar SH.MH, langsung merespon dengan serta merta meminta jatah KKN Mahasiswa UGM di KLU.  Selain itu, Bupati KLU juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kepala BKKBN dan pihak UGM yang senantiasa terus memberikan bantuan demi mewujudkan KLU yang maju dan beradap.(Hamdan)

Jumat, 28 Oktober 2011

MTs Nurul Islam Kayangan Berduka

Kayangan, -- Hujan sehari yang mengguyur wilayah Kecamatan Kayangan, senin (17/10) lalu membawa petaka bagi keluarga besar MTs Nurul Islam Kayangan.

Pasalnya, ketika terjadi hujan lebat untuk pertama kalinya mengguyur wilayah Kecamatan Kayangan pada hari senin tanggal 17 Oktober 2011, membuat jalan raya menjadi licin. Sehingga keadaan ini membawa akibat yang vatal menimpa salah seorang siswa MTs Nurul Islam Kayangan yang melintas di jalan tersebut.

Siti Aminah (13) yang baru pulang dari pasar Sesait untuk membeli kebutuhan sekolahnya, sore senin,(17/10) sekitar pukul 17,00 wita, dengan berboncengan dengan temannya Rusmini (14) asal Sambik Jengkel.

Namun malang nasib keduanya, ketika melewati perbatasan Sesait-Kayangan, sekitar 50 meter memasuki wilayah Bagek Kembar, sepeda motor Jupiter MX yang dikendarainya terpeleset dan menabrak sebuah truck pengangkut beras.

Peristiwa naas yang menimpa Siti Aminah tersebut, membuat keluarga besar MTs Nurul Islam Kayangan berduka.

Menurut Kepala MTs Nurul Islam Kayangan Sumawadi,S.Pd mengatakan, kejadian yang menimpa siswinya tersebut membuat keluarga besar Madrasah Nika menjadi gempar. Pasalnya, siswi yang bernama Siti Aminah yang masih duduk di kelas VII MTs tersebut boleh dibilang lebih unggul dari teman-temannya yang lain.

”Dari segi wajah maupun prestasinya memang dia lebih unggul jika dibanding dengan temannya yang lain di kelasnya,”kata Sumawadi yang juga Penghulu Empak Mayong ini.

Saat melayat seluruh keluarga besar Ponpes Nurul Islam Kayangan dengan melibatkan siswa-siswi baik MA maupun MTs serta dewan guru hadir ke rumah duka. Pada kesempatan itu, dengan di pandu Kepala MTs Nurul Islam Kayangan membaca Surat Yasin dan dilanjutkan dengan zikiran.”Selamat jalan Siti Aminah, semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah Swt, Amin,..” (Eko)