Senin, 09 April 2012

Nasib Juliawadi Mendekam Dalam Kurungan Orangtuanya

Sesait,(SK),--- Sejak tiga belas bulan lalu, Juliawadi (1984) berada dalam kurungan orangtuanya, dan sejak itu pula dirinya diam membisu tidak pernah terdengar suaranya sepatah kata pun.

Diamnya seorang Juliawadi ini, bukan tanpa alasan.Mungkin disebabkan berbagai macam problema yang dihadapi dan tak pernah kesampaian selama keinginannya muncul.

Juliawadi menempati rumah panggung yang berukuran 1,5 m x 1,5 m persis di belakang rumah orang tuanya di Sesait.Keberadaannya nyaris tidak ada orang yang mengetahui, karena letaknya hampir tidak kelihatan, disamping itu rumah yang di tempatinya tidak ada pintunya, hanya di buatkan celah-celah saja atau lubang angin sebagai pentilasi.

Menurut A.Siwadi (66) orang tua Juliawadi mengatakan, anaknya bernasib seperti ini karena sikap dan tindakannya setiap hari sudah tidak waras alias gila. Itulah sebabnya di kerangkeng orang tuanya.

Di ceritakan A.Siwadi, buntut dari sikap,polah tingkah laku dari anaknya Juliawadi yang kalau dibiarkan bebas, maka akan mengganggu keselamatan orang lain.Dirinya juga mengaku pernah mau di bunuh anaknya ketika sedang nyenyak tidur tengah malam. Untung saja katanya ibunya cepat bangun untuk menolongnya. Kalau tidak, terangnya, mungkin nasibnya apes.

Berbagai upaya telah diperbuat demi keselamatan anaknya ini. Mulai dari mencarikan obat, membawa ke rumah sakit jiwa maupun mencarikan tabib yang dianggap mampu menyembuhkan penyakit anaknya tersebut. Namun semua itu tidak ada bekasnya. Akhirnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka di putuskannya untuk mengurung anaknya dalam sebuah ruangan yang berukuran kecil di belakang rumahnya.

“Upaya untuk mencari petunjuk, sering kita lakukan, namun tidaka ada hasilnya,”terang A.Siwadi.

Memang katanya, penyakit yang di derita anaknya ini boleh dikatakan agak aneh. Pasalnya, kondisi badannya tidak ada gejala panas, demam dan lain sebagainya. Hanya saja anaknya itu tidak pernah berbicara sejak enam bulan lalu.

“Dari sejak di kurung 13 bulan lalu hingga sekarang ini, sudah 6 bulan dia tidak ngomong,”kata A.Siwadi yang dibenarkan isterinya Imok.

Sampai kapan Juliawadi tinggal di kurungan itu, A.Siwadi tidak bisa memastikan, mungkin seumurnya jika tidak sembuh,katanya, sambil berharap ada pihak yang peduli membantu menyembuhkan anaknya ini.(Eko).
 

Berwisata Kuliner di Warung Ellen Samsul Bahri Sidutan

Kayangan,(SK),-- Letaknya yang strategis membuat warung milik Samsul Bahri warga Dusun Sidutan Desa Kayangan ini ramai di kunjungi.

Warung Ellen, demikian nama yang diberikan oleh yang empunya warung tersebut. Latar belakang muncul ide pemberian nama warung ini, menurut sang pemilik Samsul Bahri (38), pada awalnya sebelum dibangunnya warung Ellen ini, memang tempat itu bagus jika di fungsikan.

Dikatakannya, dengan bermodalkan tekad yang bulat dan ikhlas, dirinya mulai membuka usaha warung yang kemudian diberinya nama “Warung Ellen” Sidutan itu. Secara kebetulan letaknya sangat strategis.Pemandangan alam yang asri ditambah lagi dengan bentangan sawah yang luas dan hijau di belakangnya, membuat hati semakin betah untuk terus berlama-lama berada di warung Ellen ini.Bagi setiap pengunjung yang menyempatkan diri singgah di tempat itu, sambil melihat matahari terbenam di ufuk barat pada sore hari, dapat pula memesan hidangan kuliner siap saji dari berbagai menu. Pokoknya di jamin puas, kata Samsul Bahri promosi.

Di tempat ini pula, dijadikan sebagai tempat persinggahan yang sejuk bagi kaula muda setiap sore. Bagi para pengendara, baik roda empat maupun roda dua, ini sangat bagus sebagai tempat untuk istirahat sejenak menghilangkan kepenatan setelah mengadakan perjalanan jauh yang melelahkan.Berbagai macam hidangan kuliner siap saji, juga dapat diperoleh di warung Ellen ini. Tergantung selera para pengunjung, tinggal pesan saja.

Dikatakan oleh sang pemilik warung Ellen yang berlokasi di dekat Jembatan Belli Sidutan ini, setelah isterinya baru kembali dari Saudi, mereka sepakat untuk membuat sebuah komitmen bagaimana mengembangkan usaha ekonomi keluarga. Maka berangkat dari komitmen tersebut, dengan bantuan Kopindag KLU akhir Januari 2012 lalu, niat itu menjadi kenyataan.

Menurut Nurma (30), memang niat untuk mengembangkan usaha keluarga ini timbul setelah pulang dari Saudi akhir Desember tahun lalu.Dengan bermodalkan keberanian dan tekad yang bulat bersama suaminya, akhirnya niat itu dimunculkan. Sehingga warung Ellen yang berada tepat di perbatasan Kayangan-Gangga ini, menjadi solusi bagi siapa saja yang sempat singgah di tempat ini.

Dikatakan Nurma, selama mengelola warung yang diberinya nama Ellen ini, setiap harinya tidak pernah sepi dari pengunjung. Sehingga tidak heran katanya,pendapatan per harinya mencapai 600 hingga 800 ribu rupiah.

“Mohon kepada pemerintah daerah, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan KLU, agar lokasi ini dibuatkan kompleks pertokoan dan warung buah, saya yakin kedepan ramai di kunjungi,”kata Samsul Bahri.
Memang di sekitar lokasi pembangunan waarung Ellen milik Samsul Bahri ini, patut dikembangkan dan jika dikelola dengan baik, kedepan bisa dikembangkan menjadi salah satu daerah tujuan wisata kuliner di KLU.(Eko).
 

Uji Coba Perdana Putra Polos Vs Sentul FC 4 - 1

SESAIT,(SK) – Sentul FC harus membayar mahal 4 angka yang diraih Putra polos dalam Laga Perdana yang berlangsung di lapangan umum Merenten (07/04) Sabtu lalu.

Sentul FC yang berasal dari Desa Pendua Kecamatan Kayangan ini, harus mengakui ketangguhan duet pasangan Ahmadi – Buyung dari Putra Polos Lokok Sutrang Desa Sesait di lini depan. Keadaan ini terus bertahan hingga turun minum.

Menurut Manager Putra Polos Asrudin, bahwa laga kali ini merupakan uji coba timnya untuk menghadapi beberapa tim tangguh di liga Merenten musim ini.
“Laga ini sengaja kami gelar dengan tujuan, disamping memantapkan tim kami dalam menghadapi Liga Merenten akhir tahun ini, juga kami ingin tampil maksimal ketika beradu dengan tim yang tangguh,”terang Asrudin.

Asrudin juga mengaku, selain bertandang ke club-club yang lain di daerah Lombok Utara ini, timnya juga rutin latihan fisik di lapangan umum Merenten setiap minggunya. Asrudin juga mengakui bahwa, dirinya tidak segan-segan mendatangkan pelatih dari luar. Sehingga timnya (Putra Polos) sudah menampakkan ada perubahan.

Sementara itu, Manager Sentul FC Mijono mengakui keunggulan Putra polos. Namun diakuinya, timnya juga sempat membuat Putra polos kewalahan di menit-menit awal. Namun timnya kalah strategi di lini depan.Sehingga strikernya kalah cepat dengan striker milik putra Polos.

“Kita akui tim Putra Polos lebih unggul dari tim kami dalam hal strategi. Tim kami hanya mampu bertahan di lini belakang untuk mengurangi banyaknya hujan gol gawang kami,”aku Mijono.

Seperti tim-tim tangguh lainnya yang tersebar di wilayah Kayangan ini, scuad Putra Polos dibawah asuhan Asrudin dan Jumadi tersebut, juga patut diperhitungkan dan di sejajarkan dengan tim tangguh lainnya di daerah ini.

Meski mengakui Putra Polos tim yang tangguh dan terbaik di tingkat Desa Sesait sekarang ini, tetapi Sentul FC tidak gentar menghadapi Putra Polos pada putaran berikutnya dalam Liga Merenten di musim ini.(Eko).

Minggu, 08 April 2012

Wakil Ketua DPRD KLU Dukung Berdirinya SD Filial Sejongga

Kayangan,(SK),-- Niat baik masyarakat Sejongga Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU untuk mendirikan SD Filial, rupanya tidak sekedar bualan belaka.

Pasalnya, beberapa waktu lalu (Rabu,28/03) Wakil Ketua DPRD KLU Burhan M.Nur,Kasi Sarpras Dikdas Dikbudpora KLU Astari Tapun,S.Pd,Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan Nurdin,S.Pd, Kepala SDN 4 Kayangan Saprudin dan beberapa tokoh penting di jajaran Dikbudpora Kecamatan Kayangan, turun langsung meninjau lokasi rencana di dirikannya gedung SD Filial 4 Kayangan yang ada di Dusun Sejongga.

Dalam kunjungan tersebut, Kasi Sarpras Dikdas Dikbudpora Astari Tapun,S.Pd secara langsung merespon niat baik masyarakat Sejongga tersebut. Disamping itu,Astari juga berjanji akan memfasilitasi upaya pembebasan tanah yang dijadikan sebagai lokasi di bangunnya gedung SD Filial tersebut.

“Yang perlu di antisipasi, tolong di sket lokasinya agar tidak ada masalah di kemudian hari, dengan melibatkan tenaga-tenaga yang mumpuni di tempat ini,”saran Astari.
Disamping itu, Astari juga menyarankan agar pada tahun ajaran baru 2012 ini, bisa menerima siswa baru. Termasuk juga masalah tenaga pengajarnya agar di rekrut tenaga-tenaga yang ada di dusun Sejongga dan sekitarnya.

Kepala SDN 4 Kayangan Saprudin, juga merespon niat baik masyarakat Sejongga untuk mendirikan SD Filial ini. Dikatakannya bahwa selaku Kepala Sekolah induk, dirinya mengaku tidak ada masalah.Dan untuk pembangunan gedungnya, pihaknya juga menyarankan agar di bangun cukup satu local dulu, nanti kalau sudah berkembang dan banyak siswanya, baru dipikirkan untuk penambahan ruang kelas.

“Dari study kelayakan masalah lokasi berdirinya SD Filial ini sudah tidak ada masalah, dan pada tahun ajaran 2012-2013, silahkan terima siswa baru,”katanya.

Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan Nurdin,S.Pd mengatakan, terkait dengan rencana masyarakat Dusun Sejongga Desa Kayangan untuk mendirikan SD Filial ini sudah di respon oleh para pejabat teknis KLU, maka seyogyanya masyarakat Dusun Sejongga harus siap untuk menyongsong kehadiran SD Filial ini.

Berdasarkan study kelayakan, lokasi 20 are sudah memadai,tenaga pengajar 2 orang yang sudah S1, dari semua pendukung ini sudah tidak ada masalah.
“SD cikal ini tetap berinduk di SD 4 Kayangan yang ada di Empak Mayong Desa Kayangan,”kata Nurdin.

Niat baik masyarakat Sejongga untuk mendirikan SD Filial ini patut di dukung semua pihak, karena sejak awal niat baik itu sudah muncul, mulai dari perencanaan, persiapan lokasi, pemindahan pekuburan, hingga di putuskannya untuk mendirikan gedung SD Filial ini, telah di musyawarahkan dengan mengundang seluruh masyarakat Dusun Sejongga.

Terkait dengan pemindahan pekuburan yang sementara ini masih ada di lokasi rencana berdirinya SD Filial tersebut, seluruh masyarakat Sejongga yang ada keluarganya di makamkan di tempat itu, juga sepakat untuk memindahkan tulang-belulangnya leluhurnya dan mengumpulkannya menjadi satu dalam sebuah makam yang nantinya di sebut makam Sejongga.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD KLU Burhan M.Nur, dalam kunjungan yang ketiga kalinya ke tempat itu mengatakan, lokasi sebagai tempat di bangunnya gedung SD Filial di Dusun Sejongga ini, sudah tidak ada masalah, karena di dukung oleh seluruh masyarakatnya.

“Jadi tidak ada masalah, malah kita mau membebaskan 2 rumah lagi, supaya lokasi itu menjadi luas,”katanya.

“Masalah biaya pembebasan tanah ini,bukan menjadi kewenangan kita, nanti ada tim yang akan mengkaji,”jelas Burhan M.Nur, yang juga politisi Demokrat di DPRD KLU ini.

Dari semua data pendukung cikal bakal berdirinya SD Filial di Dusun Sejongga Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU ini, sudah tidak ada masalah. “Ini menandakan bahwa masyarakat Sejongga mendukung,”jelas Burhan M.Nur.(Eko).

 

Sabtu, 31 Maret 2012

Peserta Lombok Audax 2012 Disambut Meriah Warga Kayangan

Kayangan,(SK),-- Menteri Pemuda dan Olah Raga yang didampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melepas secara resmi peserta Lombok Audax 2012 untuk menuju Kabupaten Lombok Utara, berlangsung di depan Hotel Holiday Resort Senggigi, Sabtu,(31/03/2012).

Peserta Lombok Audax (Sepeda Keliling Lombok) tersebut diikuti 343 orang peserta dari 12 Negara dan 33 provinsi se Indonesia.

Untuk mensukseskan pelaksanaan Lombok Audax 2012 yang merupakan program Nasional itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Panitia pelaksana Lombok Audax 2012 dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Pulau Lombok, telah sepakat untuk menyelenggarakan event yang bertaraf Internasional yaitu Sepeda Keliling Lombok yang di kenal dengan sebutan Lombok Audax 2012.

Disamping itu, menjelang pelaksanaan kegiatan yang banyak menyedot perhatian masyarakat KLU tersebut, Pemerintah Daerah KLU menghimbau dan mengajak seluruh warganya untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Lombok Audax itu, dengan berbagai peran. Diantara himbauan dan ajakan Pemda KLU kepada warganya itu, terutama bagi para pemilik ternak yang ada di wilayahnya masing-masing, untuk tidak melepas sembarangan ternaknya sepanjang jalan yang di lalui oleh para peserta.Selain itu, himbauan yang sama juga di sampaikan kepada para pemilik hotel/restoran/kios/warung yang ada di jalur yang akan di lalui oleh para peserta Lombok Audax 2012 agar memasang umbul-umbul dan sepanduk.

Menurut Arif, dari Krida Toyota, salah satu Sponsor dari puluhan seponsor yang mendukung suksesnya pelaksanaan Lombok Audax 2012 ini mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang Nasional, yang salah satu tujuannya adalah ingin menaikkan rating pariwisata NTB di tingkat Nasional, disamping itu untuk menyukseskan Visit Lombok Sumbawa 2012.

Dikatakan Arif, jumlah peserta Lombok Audax 2012 atau Sepeda Keliling Lombok ini berjumlah 343 orang peserta dari 12 Negara dan ditambah para pembalap dari seluruh Provinsi se Indonesia.

“Starnya di mulai pada pukul 06,00 wita di depan Hotel Holiday Resort Senggigi oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia, menuju KLU hingga ke Kali Putih (Kokok Putek) lalu kembali lagi serta finish di di depan Hotel Holiday Resort Senggigi,”kata Arif.

Ditambahkan Arif, sebenarnya sesuai rencana bahwa peserta Lombok Audax 2012 ini akan mengelilingi Lombok, mulai Star di Senggigi menuju KLU terus ke Lombok Timur melalui Kokok Putek. Dari Lombok Timur terus menyusuri jalan raya menuju Mataram hingga akhirnya finish di Senggigi kembali. Tetapi rencana itu batal dilaksanakan, karena Jembatan yang ada di Belanting Kecamatan Sambelia Lombok Timur terputus akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Sementara salah seorang peserta asal Surabaya Alim (30), yang sedang istirahat karena kakinya keram di pertigaan Lokok Rangan, ketika wartawan media ini menghampirinya mengatakan, Capai juga katanya. Maklum dari sejak star di Senggigi baru kali ini ia berhenti. Andaikan tidak keram kakinya, mungkin dirinya tidak akan berhenti.

Ketika ditanya wartawan media ini, Alim mengatakan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih dari 300 orang lebih peserta berasal dari 12 negara, termasuk Indonesia. Jumlah peserta yang sudah mendahuluinya, menurutnya ada sekitar 40-an orang, sementara di belakangnya masih ratusan orang peserta.
Seluruh peserta Lombok Audax 2012 disambut meriah warga Kayangan, sambil beristirahat sejenak di Pantai Ketapang Tampes Desa Selengen Kecamatan Kayangan KLU, guna memulihkan stamina. Disamping itu untuk mengganti suku cadang sepeda para peserta. Setelah istirahat beberapa saat, kemudian Panitia kembali memberangkatkan mereka menuju Kokok Putek dan kembali lagi menyusuri jalan raya kawasan utara KLU hingga akhirnya finish di depan Hotel Holiday Resort Senggigi.(Eko).
 

SPAM IKK Kayangan Segera Diserahterimakan

Kayangan,(SK),-- Bangunan SPAM IKK Kayangan yang dibangun permanen di tanah milik H.Abidin Mustakim dengan biaya cukup besar yaitu 8,6 Milyar itu, dalam waktu dekat segera beroperasi.

Kepastian ini diungkapkan Camat Kayangan Tresnahadi dalam kunjungan kerjanya ke Dusun Empak Mayong Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU, Jum’at,(30/03).

Tresnahadi menegaskan bahwa SPAM IKK Kayangan ini nantinya akan di tangani dan di kelola oleh tenaga yang professional di bidangnya, yaitu pihak PDAM. Penanganan ini harus segera dilakukan, karena memang masyarakat Kayangan sangat membutuhkan pelayanan maksimal.

“Ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang mau tidak mau harus ditangani tenaga profesioanl,”katanya.

Diakui Tresnahadi, pihaknya memang memahami dengan kondisi yang terjadi di masyarakat Kayangan, khususnya Dusun Empak Mayong, karena beberapa waktu lalu pendistribusian air bersih sempat terhambat dari sumber mata air Batu Bara.Ini disebabkan, lanjutnya, ada beberapa buah pipa di dekat pipa induk hilang akibat tergerus banjir beberapa waktu lalu.

Kendala yang di alami Pemda KLU terkait masalah ini adalah belum adanya penyerahan secara resmi pihak PU Provinsi NTB tentang SPAM IKK Kayangan itu.Sehingga PDAM yang akan menangani dan mengelola nantinya juga belum berani ambil alih.

Terkait dengan itu menurut Tresnahadi, sudah ada kesepakatan bahwa tanggal 2 April 2012 mendatang, akan ada penyerahan dari PU Provinsi NTB ke Pemda KLU dan Pemda KLU juga dalam waktu dekat akan menyerahkan pengelolaan SPAM IKK Kayangan itu kepada pihak PDAM.

Tresnahadi juga berharap kepada masyarakat Kayangan,khususnya masyarakat Dusun Empak Mayong agar bersabar dan bisa memakluminya, bahwa ini masih dalam proses.”Mudah-mudahan pengelolaan ini cepat realisasi, ”katanya.

Dalam kunjungan kerja sehari di Dusun Empak Mayong yang dirangkai dengan Safari Jum’at tersebut, Tresnahadi juga menyinggung masalah pelaksanaan E-KTP. Penerapannya untuk wilayah KLU dimulai bulan April 2012 ini.

Dikatakannya bahwa pelaksanaan E-KTP tahap II di wilayah KLU pada bulan April 2012 ini, bersamaan dengan 300 lebih Kabupaten/Kota se Indonesia.Pelaksanaan E-KTP ini diharuskan karena memang amanat Undang-Undang. Dimana dalam pelayanan E-KTP ini nantinya tidak di pungut biaya (gratis). Masyarakat tinggal mendatangi Kantor Camat untuk di rekam datanya, dengan membawa NIK yang sudah dibagikan sebelumnya oleh pihak Dinas Kependudukan KLU.

“Ini sistemnya one line yang pencetakannya nanti oleh pusat.Masyarakat tinggal datang saja ke Kantor Camat Kayangan untuk di entry datanya,”katanya. Program E-KTP ini adalah program pusat, yang pelaksanaannya gratis dan berlangsung selama 7 bulan, yang dimulai April hingga Oktober 2012 mendatang.
“Ini program Nasional, jadi setiap warga Negara wajib punya KTP tersebut, ”ingatnya.(Eko).

Terpedo Selengen, Tundukkan Allegosa 2 - 0

Santong,(SK),-- Berakhir sudah event Sepak Bola Sarung akbar yang digelar Panti Asuhan Maraqitta’limat Cabang Santong, dengan kemenangan telak tim Terpedo Sambik Jengkel Desa Selengen 2 - 0 atas tim Allegosa Desa Sesait, yang berlangsung di lapangan Umum Santong,Kamis,(22/03).

Hadir dalam penutupan Sepak Bola Sarung itu dihadiri Camat Kayangan,Kapolsek Kayangan, Kepala Desa Santong,Kasi Trantib Kecamatan Kayangan,Ketua PHBI Desa Santong,dan undangan lainnya. Cabang olah raga yang umumnya di gandrungi para pecinta si kulit bundar ini, diikuti oleh 32 tim. Para peserta yang ikut ambil bagian dalam event ini sebagian besar tim-tim sepak bola yang ada diwilayah Kayangan dan beberapa tim yang berasal dari Kecamatan Gangga.

Pelaksanaan kegiatan yang menyedot penonton setiap hari membanjiri lapangan Umum Santong ini, berlangsung selama 36 hari terhitung sejak pembukaan hingga Final mengantarkan Terepdo Sambik Jengkel Desa Selengen sebagai juara. Menurut coordinator Panitia lomba Tamimi mengatakan sangat bangga dengan kesuksesan kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun ini. Dirinya mengaku bahwa pelaksanaan event yang menyedot perhatian semua kalangan ini banyak mendatangkan keuntungan. Misalnya saja sebutnya, dengan penyelenggaraan event ini, disamping menyambung erat tali silaturrahmi antar pemuda dari berbagai wilayah yang tergabung dalam tim, lebih-lebih ini kegiatan yang dianggap unik oleh sebagian orang, juga dapat meningkatkan ekonomi masyarkat setempat.
“Pelaksanaan kegiatan selama ini, kami nilai semua pemain bertindak seportif, yang walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat kendala yang mengganjal, namun itu semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan,”kata Tamimi yang getol focus memperjuangkan keberhasilan kegiatan ini.

Kedua tim yang keluar sebagai juara pada event ini adalah semuanya tim baru. Penampilan kedua tim sangat istimewa, karena disamping keduanya adalah tim yang baru muncul dan mengalahkan juara bertahan Sanrais Santong tahun lalu, juga permainan mereka bisa menghibur ratusan pengunjung yang memadati lapangan Umum Santong.

“Wah,..permainan mereka bagus dan sangat menghibur, apalagi ini menggunakan sarung, luar biasa, ”seloroh A.Rudi warga Sesait senang.

Hery, kapten tim Sepak Bola Sarung Sambik Jengkel Desa Selengen mengatakan sangat bangga dengan keberhasilan timnya tampil sebagai juara.

“Secara pribadi saya merasa bangga jadi juara pada event ini. Kami main santai dan selalu kompak,tidak saling menyalahkan dan selalu mengalah kalau ada yang dinyatakan pelanggaran oleh wasit,”kata Hery bangga.

“Lima menit awal kita berusaha menyerang, setelah itu bertahan sambil mencari peluang mencetak gol,”kata Hery yakin. Dikatakan Hery, keberhasilannya menundukkan lawan, itu atas strateginya dapat membimbing timnya agar bermain cantik. Pada menit awal timnya berusaha mencetak gol dan ternyata Muhajirin nomor punggung 8 yang berdiri bebas dikandang lawan berhasil memasukkan bola ke mulut gawang yang dijaga ketat Aleks dari tim Allegosa Sesait. Kedudukan sementara tim Terpedo Selengen unggul 1 – 0 atas tim Allegosa Sesait. Keadaan ini tetap tidak berubah hingga babak pertama berakhir.

Sementara tim Allegosa melalui Managernya Marya’it mengatakan pihaknya berusaha harus menang dengan catatan semua pemain harus aktif menyerang.

Dikatakannya bahwa pada babak pertama timnya sering meninggalkan posisi tengah, sehingga Armando (Capt) sering kehilangan bola, ketika akan melakukan penyerangan.”Jadi pola penyerangan harus dirubah,”tandas Marya’it.

Kalau dilihat dari pola permainan tim Allegosa menurut sebagian pengunjung mengatakan lemah dari sejak awal pertandingan. Jadi wajar kalau tim ini tidak bisa mengimbangi permainan tim lawan, katanya.

“Menang kalah hal biasa, yang penting bisa tampil terbaik,”kata Marya’it yang dibenarkan juga oleh Armando dan Aleks. “Mereka patut sebagai juara, kita akui mereka main mengandalkan kekompakan,

Sementara itu, menurut Ketua PHBI Desa Santong Drs Ilham mengatakan dalam sambutannya bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan berbagai lomba yang diselenggarakan Panti Asuhan Marakit Ta’limat Cabang Santong ini, adalah untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan untuk membina persaudaraan dalam persepakbolaan antar club.

Dikatakan Ilham, dalam sebuah pertandingan memang harus terjadi kalah dan menang. Hal ini merupakan perkara yang biasa terjadi. Untuk itu pihaknya juga menyampaikan selamat bagi juara baru di turnamen yang bergengsi dan bersifat unik ini. Dan bagi tim yang belum beruntung, tingkatkan lagi prestasinya, agar di masa mendatang bisa memperoleh keberuntungan dalam kegiatan yang serupa.

Ilham juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Sepak Bola Sarung yang melibatkan seluruh kelompok Bajang diwilayah Kayangan ini adalah dalam rangka menjalin silaturrahmi. Selama kegiatan ini berlangsung dapat berjalan dengan aman,lancer dan tertib serta suasana aman terkendali. Ini semua berkat dukungan dan partisipasi masyarakat.

Kepala Desa Santong Muhakim dalam sekapur sirihnya juga mengaku merasa bangga atas antusias masyarakat Santong yang telah mendukung sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses. Kekurangan merupakan hal yang mesti harus ada pada setiap kegiatan.

“Kekurangan merupakan kelemahan kami, namun kami bisa memuaskan penonton dengan suguhan sepak bola sarung yang di gelar tiap tahun ini,”kata Muhakim.

“Saya minta kepada para pemerhati sepak bola sarung ini, kalau memang ada bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini di tingkat yang lebih tinggi, silahkan agar di perjuangkan,”harap Kades yang berjenggot ini.

Muhakim yang hobi sepak bola sejak masih SMP ini berharap pada tim yang keluar sebagai juara tahun ini adalah tim yang terbaik.Kekalahan dalam sebuah pertandingan merupakan keberhasilan yang tertunda. Kegiatan yang digelar PA Maraqit’limat Cabang Santong pada tahun ini adalah suatu bentuk memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi kegiatan Sepak Bola Sarung tersebut mengucapkan selamat kepada tim Terpedo yang telah keluar sebagai juara baru dalam turnamen PA Cup tahun ini.

“Bagi tim yang belum beuntung, mudah-mudahan di kesempatan yang lain akan memperoleh keberuntungan. Karena ini sebagai ajang silaturrahmi, semoga bisa dilaksanakan lagi pada tahun depan dengan melibatkan tim yang lebih banyak dan berkwalitas, ”katanya.(Eko)