Senin, 19 September 2011

Ketika Kekeringan Menimpa Kayangan

Kayangan, --- Perubahan cuaca dan iklim menyebabkan terjadinya pergeseran musim.Perubahan ini disebabkanadanya pemanasan global.

Pemanasan global yang dimaksud adalah karena disebabkan efek rumah kaca dan penebangan pohon secara liar dan tidak bertanggungjawab,sehingga menyebabkan kekeringan cukup parah diberbagai belahan dunia.

Masalah kekeringan ini, juga merupakan salah satu problem klasik yang dihadapi Kabupaten Lombok Utara,khususnya di wilayah Kecamatan Kayangan.Karena sampai saat ini, wilayah ini belum terlepas dari masalah kekeringan, seperti yang juga terjadi dan melanda dunia.

Dibagian timur wilayah KLU, khususnya diwilayah Kecamatan Kayangan, kekeringan yang melanda daerah ini cukup menyita perhatian H.Abidin Mustakim.

Pada musim kemarau yang dirasakan cukup panjang oleh sebagian masyarakat Kayangan yang haus akan datangnya musim penghujan tahun ini, berharap banyak akan terpenuhinya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.Seperti minum,masak,mandi dan mencuci.

Selain itu, akibat kekeringan ini pula, potensi lahan pertanian dan perkebunan diwilayah Kayangan belum bisa dioptimalkan.Akibatnya ribuan hektar lahan perkebunan milik H.Abidin Mustakim menjadi kekeringan dan bahkan diawal bulan ini, ada sebagian lahannya yang sudah ditanami ribuan bibit pohon penghijauan, hangus terbakar.

“Kebakaran itu terjadi akibat tangan-tangan usil yang tidak bertanggung jawab,”katanya kesal.

H.Abidin Mustakim, ketika wartawan suarakomunitas.net ini berkunjung ke lahan perkebunan miliknya di Empak Mayong Desa Kayangan Lombok Utara beberapa waktu lalu,ia banyak bercerita berbagai hal tentang upaya-upaya yang telah dilakukannya untuk menyelamatkan tanaman dan bibit yang sudah dipersemaikan di kebun miliknya.

 Diantaranya, dengan melibatkan penduduk sekitar untuk bergotong royong menyirami bibit tanaman yang masih ada ditempat persemaiannya.Selain itu,H.Abidin Mustakim juga mendatangkan Tangky penyiram untuk menyiram lahan-lahan yang selama ini dibina dan dipeliharanya.

“Itu semua saya lakukan adalah untuk menyelamatkan ribuan tanaman yang sudah ditanam pada musim hujan tahun 2010 lalu,”katanya.

“Mudah-mudahan pada awal musim hujan tahun ini, kembali saya programkan untuk menanami lahan-lahan kosong dan lahan yang sempat terbakar beberapa waktu lalu di lapangan umum Kecamatan Kayangan serta 1,40 Ha lahan di Air Bari yang memang disediakan oleh masyarakat, ”lanjutnya.

Akibat kekeringan yang melanda daerah ini, banyak sumber mata air yang debit airnya berkurang dan bahkan ada yang sampai mengering.Seperti Sumur Jembung di Empak Mayong, airnya sudah mongering sejak tahun 2005 silam.

Penanganan permasalahan kekeringan diwilayah KLU, khususnya di wilayah Kecamatan Kayangan ini, Pemerintah saat ini tengah membangun Sumur Bor di daerah Air Bari Desa Gumantar Kecamatan Kayangan. (Eko).

RAPAT KOORDINASI INTERNAL PERTAMA KEPALA MA NIKARAPAT KOORDINASI INTERNAL PERTAMA KEPALA MA NIKA

Kayangan,KLU-- Untuk pertama kalinya Kepala Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam Kayangan Murdiyanto,SE mengadakan rapat koordinasi internal,Sabtu (17/09/2011).

Dalam rapat internal tersebut dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren, Pengurus Yayasan Bidang Pendidikan,Ketua Komite, para wakil Kepala Bidang Kurikulum,Bidang Humas, Bidang Kesiswaan dan Bidang Sarana Prasarana, Kepala MTs Nika,Dewan Guru serta Tenaga Administrasi di lingkup Ponpes Nurul Islam Kayangan.

Pada kesempatan itu, sebagai Kepala Madrasah yang baru, Murdiyanto, yang beberapa waktu lalu menggantikan Agus Suparno,S.Hi yang mendapatkan promosi tugas baru ke tempat lain, menyampaikan beberapa hal menyangkut program kerja Madrasah diawal kepemimpinannya.

Dalam rapat koordinasi internal ini,Murdiyanto mengingatkan kepada seluruh waka, dewan guru dan tenaga administrasi khususnya di tingkat Aliyah, agar saling bekerjasama dalam menjalankan tugas.

”Mari kita bekerja sama dalam menjalankan madrasah ini,”ajaknya.

Murdiyanto juga mengajak kepada semua dewan guru agar proses belajar mengajar berhasil dilaksanakan dengan aktif,efisien, efektif dan terkendali, tentu dengan adanya keterlibatan semua pihak yang tergabung dalam lembaga yang baru dipimpinnya.Sambil menyitir sebuah ungkapan orang bijak mengatakan ’jika salah merencanakan dari awal maka hasilnya juga tidak maksimal.’

Untuk mendukung proses KBM agar bisa berjalan sesuai dengan tujuannya, maka perlu didukung dengan berbagai fasilitas yang diperlukan. Untuk itu, Murdiyanto berjanji akan melengkapi segala fasilitas yang diperlukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan dana pendukung.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan Ust.Muh.Turmuzi,SH,M.Pd, yang juga aktivis  partai Kedaulatan di DPRD KLU ini, menyampaikan beberapa hal terkait dengan tugas dan fungsi sebagai tenaga pendidik,setiap kegiatan agar dituangkan dalam RAPBM,perubahan beberapa istilah dan nomenklatur madrasah serta beberpa hal terkait dengan perubahan kepengurusan yayasan.

Disamping itu,Ust.Turmuzi yang asal Jelantik Lombok Tengah ini berharap, agar apa yang menjadi kebutuhan madrasah yang dirasakan sangat mendesak diselesaikan dengan tidak mengenyampingkan selalu berkoordinasi dengan pihak Yayasan.

Terkait dengan penegakan disiplin masuk sekolah, Turmuzi mengingatkan agar peraturan tata tertib yang diatur pihak sekolah supaya tetap diberlakukan. Seperti pelarangan membawa  HP ke sekolah bagi siswa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite Sekolah Nurta,S.PdI, mendukung pelarangan bawa HP bagi siswa ke sekolah.Alasannya, agar siswa tidak terganggu konsentrasi belajarnya.

”Sesuatu yang ditanggapi tidak serius maka hasilnya pun tidak akan masksimal,”katanya..(Eko).

 

Minggu, 18 September 2011

Camat Kayangan Gelar Halal Bihalal

Kayangan,-- Puluhan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda,para Kepala SKPD,para Kepala Desa,Ketua BPD,LPM,Panitia HUT RI ke 66 memenuhi aula Kantor Camat Kayangan,Kamis (15/09/2011).

Kehadiran para undangan ini adalah untuk mengikuti acara Halal Bihalal tingkat Kecamatan yang digelar Camat Kayangan.

Halal Bihalal merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif untuk mempererat hubungan silaturrahmi antar SKPD dan sarana komunikasi yang efektif kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Kayangan.

“Dengan silaturrahmi seperti ini maka akan mampu memperkokoh tali persaudaraan antar ummat, khususnya di Kayangan ini,”kata Nurdin,S.Pd selaku Ketua Panitia HUT RI ke 66 mengawali laporannya.

Kegiatan Halal Bihalal juga dirangkaikan dengan laporan Panitia HUT RI ke 66 tahun 2011 dan sekaligus pembubarannya.

Pada kesempatan itu, Nurdin juga membacakan seluruh nama-nama para donatur penyumbang dana HUT RI ke 66 tahun 2011.Dimulai dari anggota DPRD asal Kayangan.

”Dari 8 anggota DPRD asal Kayangan, hanya 3 orang yang nyumbang yaitu Djekat,Syamsul Anwar Lc dan Muh. Turmuzi,SH,M.Pd,”katanya.

“Yang lainnya, mungkin tahun depan, ”tambahnya.

Sementara itu,Camat Kayangan dalam sambutan tunggalnya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu diadakan sebagai perekat silaturrahmi antar sesama.Karena momen ini sangat tepat dilakukan sebab disamping sebagai ajang silaturrahmi, juga sekaligus halal bihalal.Kegiatan halal bihalal ini juga dirangkai dengan pembubaran Panitia HUT RI ke 66 sekaligus pembagian hadiah bagi para juara.

Camat Kayangan pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam semua kegiatan, karena berkat kerja sama yang baik sehingga semua kegiatan yang direncanakan bisa berjalan sesuai diharapkan.

“Berkat kerja sama yang baik sehingga semua kegiatan yang kita rencanakan bisa sukses,”katanya.

“Kita patut bersyukur karena kita bisa laksanakan berbagai kegiatan dalam HUT RI ke 66 tahun ini, ketimbang Kecamatan lain yang ada di KLU ini, kita sendiri yang bisa laksanakan kegiatan, ”tambahnya.

Camat Kayangan juga mengucapkan selamat kepada para juara-juara dari berbagai mata lomba yang diperlombakan.

“Mudah-mudahan prestasi yang diraih tahun ini bisa dipertahankan dan lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang,”harapnya.

Diakhir sambutannya, Camat Kayangan secara resmi membubarkan Panitia HUT RI ke 66 tahun 2011.(Eko).

Kamis, 15 September 2011

Serah Terima Jabatan Kepala MA Nurul Islam Kayangan Berlangsung Sederhana

Kayangan, -- Serah terima jabatan Kepala MA Nurul Islam Kayangan dari pejabat lama Agus Suparno,S.Hi kepada pejabat baru Murdiyanto,SE, berlangsung sederhana, Selasa, 12/09/2011.

Serah terima jabatan yang dihadiri Pimpinan Ponpes Nurul Islam, Ketua Komite,Pembina Ponpes,Kepala MTs dan seluruh dewan guru serta hadir pula dari pengurus OSIS, yang berlangsung di aula gedung MA Nurul Islam yang baru selesai dibangun beberapa waktu lalu, yang walau kegiatan yang digelar di gedung yang baru dibngun dengan dana hibah Pemda Prov.NTB ini sederhana, namun suasananya tetap dalam nuansa kekeluargaan.

Dalam sambutan tunggalnya,Pimpinan Ponpes Nurul Islam Kayangan Ust. Muh.Turmuzi,SH,M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Agus Suparno,S.Hi selaku pejabat lama Kepala MA Nurul Islam Kayangan, atas dedikasi dan atas segala tugas yang telah dilaksanakan dari sejak diangkat 10 Juni 2009 hingga 11 September 2011. Sehingga dalam pelaksanaan tugas selaku pemegang amanat di lembaga, khususnya di lembaga MA, dibawah naungan Yayasan Ponpes ini bisa membawa kearah kemajuan yang lebih baik dari sebelumnya. ”Semoga amal baiknya selama ini diterima Allah Swt,”katanya.

Dan kepada pejabat yang baru, Ust. Muh. Turmuzi,SH.M.MPd, juga mengucapkan selamat menjalankan tugasnya yang baru, semoga tugas baru yang merupakan amanah ini, bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Disamping itu tugas yang diemban ini adalah tugas yang mulia, maka ust.Turmuzi yang juga aktivis di DPRD KLU ini juga berharap, tentunya kita semua menaruh harapan dan meyakini bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Hal-hal yang berkaitan dengan tugas administrasi, terutama masalah keuangan dan tugas lainnya, akan diselesaikan  kemudian. “Silahkan kepada pejabat yang baru untuk menyesuaikannya dengan pejabat lama,”Turmuzi.

Sementara itu Pembina Ponpes Nurul Islam Kayangan H.Abidin Mustakim, mengatakan sangat bersyukur kepada kedua lembaga (MA maupun MTs), bahwa dimasa mendatang mudah-mudahan para pemegang amanah lebih baik dan lebih serius lagi dalam mengelolanya.

“Walau ada pergeseran pejabat, itu tidak mengurangi makna didalam menjalankan tugas sehari-hari.Yang penting ikhlas dan bersungguh-sungguh, Insya Allah akan berhasil dan sukses,”ingatnya.

Ditempat yang sama pejabat lama (Agus Suparno,S.Hi), dalam sekapur sirihnya buat lembaga yang baru saja ditinggalkannya, berpesan bahwa, sebenarnya keberadaan dirinya di Madrasah tersebut, diakuinya masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikannya. Namun karena panggilan tugas yang lain, yang menurut dirinya juga lebih penting yang menanti didepannya, maka tugas-tugas yang belum sempat terselesaikan di Madrasah yang selama ini tempatnya mulai dikenal orang, tentunya dirinya merasa sangat sedih meninggalkannya terlalu cepat.

Namun, walau demikian Agus Suparno berjanji akan tetap membantu tugas-tugas yang sekiranya membutuhkan keterlibatannya. Pada kesempatan itu  juga, ia mengucapkan selamat kepada pejabat baru yang menggantikannya, semoga dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Madrasah Aliyah yang baru, akan membawa perubahan kearah yang lebih baik.Disamping itu, dirinya juga bersedia sebagai penghubung ke KKM dalam menjalankan tugas sebagai mana layaknya Kepala Madrasah yang baru, maka membutuhkan penyesuaian demi penyesuaian untuk mendapatkan informasi tentang Madrasah di masa mendatang.

“Mari kita berjuang bersama-sama membangun Madrasah ini lewat jalur pendidikan,”ajaknya penuh semangat.

Dibagian akhir pertemuan tersebut, pejabat baru juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Yayasan Ponpes Nurul Islam yang telah mempercayakan kepada dirinya sebagai pemegang amanah yaitu sebagai Kepala Madrasah Aliyah yang baru, menggantikan Agus Suparno,S.Hi, yang sudah dan segera melaksanakan tugasnya yang baru ditempat lain.

“Mengingat saya sebagai Kepala Madrasah Aliyah yang baru, demi majunya sebuah lembaga tentunya tidak lepas dari dukungan dan kerjasama semua pihak, terutama pihak Yayasan,Komite,Wakamad-wakamad,dewan guru dan seluruh civitas akademika Ponpes Nurul Islam Kayangan,”harapnya.

“Saya harapkan, jangan sungkan-sungkan untuk memberikan kritik dan saran serta masukan yang sifatnya membangun, demi majunya lembaga yang saya pimpin ini,”ajaknya.(Eko).

Selasa, 13 September 2011

Penyelesaian Kasus Pemblokiran Jalan di Salut, Camat Kayangan Lakukan Mediasi

Kayangan, -- Aksi pemblokiran jalan yang menghubungan enam wilayah dusun di Desa Salut dan Selengen, dilakukan warga karena kekecewaan mereka terhadap janji-janji yang kerap kali dilontarkan oleh salah seorang pejabat di DPRD KLU, minggu (11/09).
 
Sudah puluhan tahun kondisi jalan yang menghubungkan dusun Sambik Rindang,-Salut yang penuh dengan bebatuan ini, belum juga mendapatkan perhatian dari Pemda KLU.Bahkan ketika masih bergabung dengan Lombok Barat pun keadaan jalan ini sudah seperti itu.Kondisi ini terus berlangsung hingga dilakukannya aksi blokir jalan oleh warga yang merasa dikecewakan itu.

Melihat kondisi ini, Camat Kayangan bersama Muspika, senin (12/09/2011) turun tangan melakukan langkah-langkah persuasive guna mecari titik temu permasalahan tersebut.

Dalam melakukan mediasi dengan warga Salut tersebut, Camat Kayangan berharap kasus ini segera mendapatkan penyelesaian. Dihadapan para tokoh desa Salut dan Selengen itu, Camat Kayangan juga berjanji untuk menghubungkan masalah ini ke Bupati KLU. “Mudah-mudahan saja kasus ini segera mendapatkan respon dari Bupati,”katanya berharap.

Inti permasalahan ini sehingga mencuat, menurut Kadus Mursinjong Supardi (38) mengatakan, jalan-jalan yang se zaman dengan jalan ini ketika mulai pertamakali dibuka tahun 1980-an, semuanya sudah diaspal.Tetapi jalan ini, jangankan diaspal, diperkeras pun tidak pernah. Sehingga kondisi jalan ini sangat memprihatinkan.Tidak bisa dilalui kendaraan, sebab bebatuan yang besar-besar bermunculan dari jalan raya.Kondisi ini semakin diperparah ketika musim hujan.

“Warga kecewa dengan kondisi jalan yang ada sekarang, dimana jalan banyak yang berlubang tergerus air pada musim hujan,”kata Kadus Sambik Rindang L.Jayadi.

Dalam tuntutannya warga menuntut janji-janji yang telah disampaikan oleh salah seorang anggota DPRD KLU Husnaen, yang dulu telah berjanji dihadapan masyarakat, akan memperbaiki jalan tersebut pada tahun ini.Janji itu hingga saat ini belum ada realisasinya.

Disamping itu, warga juga menuntut perhatian pemerintah daerah KLU agar masalah jalan ini segera diperbaiki, jangan dibiarkan berlarut-larut.

“Kapan ada kepastian dari Pemda KLU tentang kesiapannya memperbaiki jalan yang penuh bebatuan ini, baru kami buka pemblokiran jalan tersebut,’kata Nasrun salah seorang tokoh masyarakat dusun Mursinjong.

“Intinya, kapan Pemda berikan kita kepastian akan memperbaiki jalan ini, maka sejak itu pula jalan yang kami blokir ini kami buka,”tegas Kadus Sambik Rindang L.Jayadi, yang dibenarkan oleh warganya yang lain.

Pada kesempatan itu, Camat Kayangan menyarankan agar Kepala Desa Salut dan Kepala Desa Selengen membuat surat yang ditujukan kepada Bupati, tembusan kepada Kecamatan,DPRD dan Dinas PU KLU. Dan Camat Kayangan juga mengambil langkah-langkah dengan mengajak kedua Kades untuk bersama-sama menghadap Bupati untuk mencari jalan keluar sesuai tuntutan warganya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kesbanglinmaspol Kabupaten Lombok Utara Drs Irakasma, menanggapi masalah tersebut.Irakasma mengharapkan agar masalah ini jangan sampai terjadi tindakan anarkis dalam melakukan aksi.”Selesaikanlah dengan baik, mudah-mudahan Pemda KLU segera dapat menyelesaikannya dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam tahun ini,”katanya. (Eko)

Minggu, 11 September 2011

Agus Suparno,Akhirnya Mundur dari Jabatan Kepala MA Nurul Islam Kayangan

Kayangan, -- Setelah dua tahun lebih mengabdikan diri di Madrasah Aliyah Nurul Islam Kayangan, akhirnya  Agus Suparno,S.Hi, resmi mengundurkan diri dari Jabatan Kepala MA.

Mundurnya Agus Suparno dari jabatan Kepala MA Nurul Islam ini adalah semata-mata demi kemajuan madrasah itu sendiri.Selama dirinya mengabdikan diri di MA tersebut, Agus Suparno merasakan banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi. Namun demikian, dirinya mengaku belum cukup rasanya mengabdikan diri dalam waktu yang sesingkat itu.

Dalam rapat yang digelar pihak Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan,yang berlangsung, Sabtu (10/ 09/2011) di gedung MA Nika, yang dihadiri Pimpinan Ponpes, Pengurus Yayasan,  Pengurus  Komite, Pembina Ponpes, Kepala MTs dan dewan guru serta seluruh civitas akademika Ponpes Nika, Agus Suparno didaulat secara resmi untuk menyampaikan secara langsung pernyataan  dirinya mundur dari jabatan Kepala MA.

Ia menyatakan, sebenarnya dirinya tidak ada niat untuk menomor duakan Ponpes Nika ini.Karena menurutnya, dirinya mengaku bahwa ia dikenal orang dan berhasil lulus dalam SPMD beberapa waktu lalu, adalah berawal dari madrasah ini.Ia juga mengaku sangat berat rasanya meninggalkan madrasah yang selama ini mengorbitkan namanya sehingga dikenal orang, baik dilingkungan madrasah, Kecamatan maupun di tingkat Kabupaten.  Namun dirinya menyadari bahwa panggilan tugas suci yang di embannya saat ini adalah juga sangat penting demi karirnya.

“Banyak cara kita bisa berjuang untuk madrasah ini.Salah satu misalnya untuk jadi guru, jadilah guru yang baik dan rajin, jadi TU, jadilah TU yang rajin,”katanya menghiba.

Begitu pula dengan tugas-tugas yang lainnya, menurut Agus Suparno S.Hi, membutuhkan konsentrasi yang penuh dedikasi serta loyalitas terhadap tanggung jawab yang diberikan Yayasan kepada para pemegang amanat di dua lembaga, baik MA maupun MTs dibawah naungan Ponpes Nurul Islam Kayangan.

“Siapa pun pengganti saya untuk memimpin MA Nurul Islam ini, mari kita berjuang bersama-sama,”ajaknya.

Sementara itu, pimpinan Yayasan Nurul Islam Kayangan Nurdin,S.Pd mengucapkan terima kasih kepada Agus Suparno,S.Hi atas jasa-jasa yang telah disumbangkan selama mengabdikan diri sebagai Kepala MA Nurul Islam. Mudah-mudahan apa yang telah diperbuat selama ini dicatat sebagai amal baiknya oleh Allah Swt.

“Ada dua sejarah yang terjadi di Ponpes Nurul Islam Kayangan ini. Dulu kepala MTs ketika di jabat oleh Abdul Gaib, diberhentikan dari jabatannya oleh Yayasan, tetapi sekarang, jabatan Kepala MA Nurul Islam Kayangan yang ketika di jabat oleh Agus Suparno, mengundurkan diri dari jabatannya,”kata Nurdin mengingatkan.

“Pendidikan itu hidup, maka dalam pengelolaannya harus dikelola secara hidup.Artinya, harus segera dicarikan penggantinya,”katanya.

Pembahasan tentang siapa pengganti Agus Suparno sebagai Kepala MA Nurul Islam Kayangan, maka rapat dilanjutkan usai sholat maghrib.(Eko).

Misteri Munculnya Sayyid Anom di Gumi Sesait ( 25 )

Bagian Kedua
SESAIT, --- Setelah Mak Beleq memastikan, bahwa Bayanlah sebagai lokasi letak kerajaan baru yang akan didirikannya nanti, maka Mak Beleq kembali ke Sesait.

Di dalam hatinya, Mak Beleq terus membayangkan, kapan rencananya itu menjadi kenyataan. Maka untuk mewujudkan cita-citanya tersebut, Mak Beleq secara diam-diam survey ke daerah Bayan.
Dalam perjalanannya menuju Bayan, Maq Beleq sering singgah dibeberapa tempat, yang kelak dikemudian hari, setelah beliau berkuasa di Bayan, dijadikan daerah penyebaran Islam. Daerah yang sering disinggahinya diantaranya Dasan Beleq (Gumantar), Salut, Batu Kumbung, Semokan dan Anyar. Sehingga tidak heran ditempat-tempat yang sering disinggahi oleh Maq Beleq kala itu, hingga sekarang situs Mesjid Kuno masih ada dan tetap terpelihara.

Diceritakan oleh Juru Tulis Perbekel Adat Wet Sesait Masidep,S.Pd, bahwa setibanya di Bayan, Maq Beleq tinggal dirumah salah seorang penduduk yang tinggal sendiri diladang miliknya dipinggir kerajaan. Pada saat survey ke daerah Bayan ini, secara kebetulan Raja Bayan (Emban Sereak) yang berkuasa saat itu, di Istana Kerajaan sedang berlangsung acara Gawe Beleq dalam rangka pernikahan putrinya (tidak diketahui namanya).

Sebagaimana lazimnya kebiasaan dikalangan istana,jika raja mengadakan gawe beleq/ mengkarya besar-besaran, pasti berlangsung cukup lama, yaitu bisa 7 hari 7 malam dan bahkan bisa lebih dari itu. Acaranya pun disetiap gawe beleq seperti itu, peresean pasti tidak terlupakan.Begitu pula dengan Raja Bayan Emban Sereak kala itu, adakan gawe beleq 7 hari 7 malam untuk menikahkan putrinya. Nah,didalam acara gawe besar-besaran tersebut, Raja Emban Sereak mengundang dan  mendatangkan para jawara-jawara (para Pepadu pilih tanding) dari seluruh negeri yang ada di Pulau Lombok dan bahkan ada yang berasal dari luar daerah kekuasaannya. Disamping itu, raja juga menghadirkan para Pangeran atau Putra Mahkota dari seluruh Kerajaan yang tersebar diseluruh negeri di Pulau Lombok dan maupun yang berasal dari pulau seberang.

Oleh Maq Beleq, dari kejauhan terdengarlah sayup-sayup suara gong gambelan yang sedang ditabuh oleh para penabuh (sekaha) dari arah kerajaan. Maka Maq Beleq bertanya pada orang tua tempatnya tinggal itu, yang sudah dianggapnya sebagai neneknya tersebut, bunyi apakah itu. Neneknya mengatakan bahwa bunyi atau suara itu berasal dari kerajaan yang sedang Karya Besar (Gawe Beleq), yang didalamnya ada peresean.

Mendengar cerita neneknya itu, Maq Beleq lantas berkeinginan datang langsung untuk melihat dari dekat acara dimaksud. Namun niatnya itu tidak kesampaian, karena neneknya melarang pergi ketempat keramaian, dengan alasan, mereka adalah orang biasa, orang pedusunan alias orang udik. “Mana mungkin kita bisa hadir ditempat seperti itu.Lebih-lebih gawe tersebut, Raja yang mengadakan,”kata neneknya suatu saat.

Disamping itu, Maq Beleq masih kecil dan terlalu muda untuk hadir ditempat keramaian dan bahkan tidak jelas asal-usulnya. Karena yang hadir ditempat itu, disamping dari kalangan istana, juga dihadiri oleh para Pangeran dari kerajaan tetangga maupun para raja atau putra mahkota dari seluruh negeri.

Perasaan geger bercampur penasaran ingin melihat dari dekat, terus berkecamuk didalam hatinya. Secara pelan-pelan, Maq Beleq terus memohon kepada neneknya agar mau mengantarkan dirinya ketempat dimana Raja mengadakan acara gawe tersebut, walau hanya nonton dari kejauhan. Neneknya, melihat kemauan yang keras pada diri cucunya, akhirnya pada malam terakhir dari puncak acara gawe itu, neneknya mau mengantarkan cucunya.

Diceritakan, setelah Maq Beleq diijinkan neneknya untuk melihat dari dekat acara gawe beleq yang diadakan oleh Raja yang berkuasa kala itu, maka dengan didampingi oleh neneknya Maq Beleq berangkatlah menuju istana dimana acara gawe beleq tersebut berlangsung.

Dalam perjalanan, perasaan gembira bercampur senang terus berkecamuk dalam hatinya, kepingin cepat sampai tujuan. Seberapa ramaikah acara itu.Hal inilah yang membuat hati Maq Beleq merasa senang dan bahagia. Sudah tidak bisa dibayangkan lagi, bagaimana cara mengungkapkan perasaan gembiranya.

Dengan langkah yang pasti sambil senyum sumringah,Maq Beleq yang didampingi neneknya berangkatlah menuju istana kerajaan dimana Raja sedang mengadakan gawe beleq itu.

Akhirnya, walau dengan bersusah payah Maq Beleq bersama neneknya, tiba jualah mereka di istana kerajaan. Setibanya di istana, mereka hanya bisa menyaksikan acara dari kejauhan. Walau demikian, Maq Beleq merasa puas.

Ketika partai terakhir dari acara peresean tersebut, tampillah calon menantu raja, yang oleh para pangeran yang hadir tersebut, dikenalnya sebagai jawara atau pepadu pilih tanding. Sehingga membuat kecut para pangeran yang hadir. Dengan tampilnya pepadu pilih tanding di arena, yang tidak lain adalah calon menantu raja yang berkuasa saat itu, sesekali melontarkan sesumbarnya.

Namun, dari seluruh pangeran yang hadir maupun dari kalangan rakyat biasa, tidak ada yang berani tampil melawan calon mantu raja.Bahkan tidak ada yang berani mengeluarkan suara sepatah kata pun. Dalam keheningan malam yang semakin larut itu, ditambah dengan rasa ketakutan yang mencekam, maka tiba-tiba muncullah seorang pemuda ke tengah arena menyatakan kesiapannya untuk beradu tanding dengan pepadu pilih tanding yang terlebih dahulu berada di tengah arena. Pemuda itu tiada lain adalah Maq Beleq sendiri.

Dikisahkan, tanpa pikir panjang pepadu pilih tanding yang tak pernah terkalahkan tersebut, langsung meladeni pemuda tadi (Maq Beleq).Awalnya pada ronde-ronde permulaan, Maq Beleq tidak melawan atau membalas pukulan demi pukulan yang dilontarkan lawannya.Begitu pula dengan ronde berikutnya, Maq Beleq tetap tidak mau membalas pukulannya.

Para pangeran yang hadir menyaksikan peristiwa itu, merasa keheranan. Tidak mungkin seorang lawan tidak membalas pukulan dari musuhnya.Lebih-lebih yang dilawan itu adalah pepadu pilih tanding yang tidak pernah terkalahkan di seantero Lombok kala itu.”Disinilah letak misterinya.Tidak mungkin seorang pepadu jika berlaga melawan pepadu pilih tanding tidak membalasnya,”terang Masidep, salah seorang tokoh adat Sesait, yang juga pekembar peresean di daerah KLU ini.

Diceritakan, bahwa pada ronde kedua, barulah Maq Beleq meladeni atau membalas pukulan lawannya (pepadu pilih tanding calon mantu raja), dengan tiga pukulan, yaitu satu pukulan ditelinga kiri, satu pukulan ditelinga kanan dan satu pukulan di kepala.Tak ayal lagi, pepadu pilih tanding tersebut bocor dan jatuh pingsan.Melihat musuhnya bocor dan tak sadarkan diri, Maq Beleq takut, sementara penonton ribut, karena pepadu idola mereka yang tidak lain calon mantu raja kalah. Maka sambil membuang tameng/perisainya, Maq Beleq langsung kabur. Dengan bantuan neneknya, maka Maq Beleq lari, sehingga selamat dan terhindar dari perhatian kalangan istana.

Sementara itu, dikalangan istana sibuk mencari siapa dan dari mana pemuda tadi yang mengalahkan calon menantu raja, karena raja bertanya tentang hal ihwal kejadian tersebut.Sehingga para punggawa kerajaan melapor kepada raja, bahwa ada seorang pemuda yang mampu mengalahkan calon menantunya.

Maka raja Emban Sereak, setelah mendapatkan laporan tersebut, segera menitahkan para punggawa kerajaan untuk menyelidiki keberadaan orang yang telah mengalahkan calon menantunya itu. Dengan menyusuri seluruh daerah kerajaan, maka usaha para punggawa kerajaan tersebut pun, tidak sia-sia. Mereka mendapatkan sebuah petunjuk yang mengarah kepada pemuda yang sedang mereka cari.Ketika mereka sampai di pojok kampung dipinggir daerah kekuasaan kerajaan, mereka mendapatkan berita bahwa ada yang melihat keberadaan  pemuda itu, ketika menghadiri acara gawe yang diselenggarakan pihak kerajaan.

Setelah mendapatkan informasi keberadaan pemuda tadi, maka raja mengutus utusannya untuk mencari orang yang dianggap pernah bersama dengan pemuda yang mengalahkan calon menantunya itu.Para utusan kerajaan itu pun berangkatlah menuju sebuah pedusunan yang terletak dipinggir kerajaan, sekitar lereng gunung Sangkareang Rinjani.

Setiba disana,para punggawa atau para utusan kerajaan tadi bertanya tentang keberadaan pemuda yang pernah melawan dan mengalahkan pepadu kerajaan beberapa waktu lalu, yang hingga saat itu belum sadarkan diri selama 3 hari 3 malam. Disamping ingin mengetahui secara detail tentang siapa sebenarnya pemuda itu, yang bisa mengalahkan pepadu kerajaan yang sudah terkenal tak terkalahkan diseantero jagad masa itu. Mungkinkah, pemuda itu bisa mengobatinya.Karena pepadu yang dikalahkannya itu adalah calon menantu Raja yang sudah 3 hari 3 malam belum sadarkan diri.

Pada saat bersamaan, tersiarlah kabar keseluruh pelosok kerajaan dikalangan rakyat Bayan, tentang kekalahan pepadu kerajaan oleh seorang pemuda yang tidak dikenal.Isu itu sudah menjadi buah bibir dari seluruh rakyat kerajaan kala itu.

Amaq Bangkol ( orang tua tempat tinggal pemuda itu) mengatakan bahwa, memang ada seorang pemuda yang tinggal bersamanya. Namun Amaq Bangkol mengaku keberadaan pemuda tadi hanya tinggal bersamanya selama 3 hari. Setelah itu menghilang dan muncul kembali setelah 3 hari kemudian. Keadaan ini berlangsung terus-menerus hingga peristiwa kekalahan pepadu kerajaan olehnya itu terjadi.

Disinilah letak misterinya.Keberadaan pemuda yang tinggal bersama Amaq Bangkol itu, 3 hari ada dan 3 hari menghilang. Dan menghilangnya pun tidak diketahui, dia menghilang kemana.Amaq Bangkol sendiri tidak mengetahuinya.Hanya saja pemuda itu pernah mengatakan bahwa dirinya mengaku berasal dari “Sesait”.

Amaq Bangkol juga mengaku tidak tahu namanya.Karena memang pemuda itu tidak pernah menceritakan siapa sebenarnya dirinya.Hanya saja dia menyebut dirinya berasal dari Sesait.

Utusan kerajaan pun hanya berpesan kepada Amaq Bangkol, jika pemuda itu datang lagi, agar dia diajak ke istana menghadap raja.

Berselang 3 hari kemudian, sebagaimana yang pernah diceritakan Amaq Bangkol kepada utusan kerajaan sebelumnya, maka pemuda itu pun muncul lagi di Bayan.

Dikisahkan, bahwa setelah pemuda itu diberitahu pesan utusan kerajaan untuk meminta dirinya menghadap ke istana, maka Amaq Bangkol pun berangkatlah ke istana kerajaan untuk melaporkan keberadaan pemuda itu, bahwa pemuda yang dimaksud sudah ada dirumahnya.

Lalu Raja segera mengutus punggawanya untuk menjemput pemuda yang dimaksud (Amaq Beleq).Maka pemuda itu pun setuju dijemput, dengan syarat Amaq Bangkol diikutkan juga ke istana.Para utusan raja pun menyetujuinya.Maka berangkatlah mereka  menuju istana kerajaan dengan menggunakan pengawalan pasukan berkuda yang ketat.

Setiba di istana kerajaan, maka pemuda tadi dipersilahkan duduk di atas singgasana yang sudah dipersiapkan disamping singgasana raja. Namun pemuda tadi menolak dan memilih duduk dibawah, bersama-sama dengan para bangsawan kalangan istana.

Rajapun bertanya tentang siapa sebenarnya pemuda itu.Nama,asal-usulnya serta orangtuanya.Pemuda itu menjawab, ”menurut orang Sesait, mereka memberikan aku nama Amaq Beleq, asalku dari Sesait dan orang tuaku, aku sendiri tidak tahu.Apakah Demung Titik Pati (Datu Sesait yang sedang berkuasa saat itu) tempat aku dibesarkan sebagai orang tuaku atau bukan, itu akupun tidak tahu. Yang jelas aku diberi nama Amaq Beleq,”terangnya.
Setelah Raja mengetahui identitas pemuda itu, maka raja berfikir bahwa pemuda inilah yang pantas menggantikan posisinya sebagai raja Bayan.Atas penawaran Raja ini,Amaq Beleq menolak dengan alasan dia masih kecil, belum pantas  memegang amanah dan belum berpengalaman.

Setelah didesak Raja,akhirnya Amaq Beleq pun menyanggupinya dengan satu syarat, yaitu ketika Amaq Beleq diangkat menjadi Raja Bayan menggantikan posisi Raja Emban Sereak, maka Amaq Beleq minta dijemputkan isterinya di Gunung Rinjani.

Disini juga letak misterinya.Pemuda tadi mengaku asalnya dari Sesait, dia tinggal dengan Datu Sesait.Tetapi setelah ditawari jadi Raja Bayan menggatikan raja emban sereak, dia setuju, asalkan dijemputkan isterinya di Gunung Rinjani.

Raja Emban Serak pun menyanggupinya.Maka diperintahkanlah para punggawa dan prajurit kerajaan sejumlah 400 orang untuk pergi ke gunung Rinajani, guna menjemput isteri Amaq Beleq yang katanya berada di gunung Rinjani.Namun diceritakan bahwa, dalam perjalanan menuju ke gunung Rinjani tersebut, para utusan kerajaan yang diberangkatkan dengan kekuatan sejumlah 400 orang tersebut,yang sampai tujuan hanya tinggal 20 orang.Yang lainnya, tidak mampu naik dan bahkan diantara para prajurit utusan tersebut, ada yang percaya dan ada pula yang tidak percaya.

”Mustahil seorang pemuda dari udik yang tidak tahu asal usulnya dan yang akan dijadikan raja di Bayan, katanya memiliki istri di gunung Rinjani lagi,”kata sebagian prajurit yang tidak percaya itu.

Dikisahkan, para utusan yang jumlahnya hanya 20 orang yang sampai gunung Rinjani untuk bertugas menjemput istri Amaq Beleq tersebut,terperangah dan kaget.Ketika mereka tiba di gunung Rinjani, ternyata isteri Amaq Beleq (Nenek Bini) yang dimaksud, sudah bersiap-siap akan berangkat, lengkap dengan kereta ‘Juli Jempana’(tandu pengantin) miliknya.

Akhirnya, isteri Amaq Beleq Nenek Bini dengan di arak keliling sekitar gunung Rinjani dan akhirnya dibawa pulang oleh 20 orang prajurit ke kerajaan Bayan.Sejak saat itu, Amaq Beleq diangkat sebagai Raja Bayan menggantikan Raja sebelumnya Emban Sereak, dengan sebutan”Datu Bayan.”

Setelah memangku secara resmi sebagai Raja Bayan, yang terkenal dengan sebutan Datu Bayan, maka misi utama yang akan dilakukan Datu Bayan kala itu adalah menggiatkan penanaman Tauhid dan Syareat Agama Islam, dengan tidak meninggalkan budaya yang berkembang dan berlaku sebelumnya di daerah Bayan.Ini berarti, agama jalan dan adat pun jalan seiring. Inilah misi utama Datu Bayan.

Selain misi itu, ada misi yang paling besar dalam menyebarkan ajaran Islam, yaitu, Datu Bayan berkeinginan mengislamkan orang Jawa,Madura, Bali, Surabaya dan seluruh kawasan pulau Lombok.Sehingga daerah-daerah yang ada di Jawa, yang pernah di kunjunginya dalam misi penyebaran agama Islam oleh para utusan Datu Bayan itu antara lain, seperti Betawi, Banten, Surabaya,Jombang dan Sumenep.

Dalam perjalanan pulang, para utusan Datu Bayan ini, pernah singgah di Bali yaitu di daerah Singaraja dan Karangasem.Namun, sebelum para utusan ini diberangkatkan dalam misi penyebaran Agama Islam tersebut, ada sebuah kesepakatan antara Datu Bayan dengan para utusan yaitu sebelum misi selesai penyebaran Islam di pulau Jawa, Madura dan Bali, maka para utusan tidak boleh kembali. Setelah misi tersebut sudah selesai baru penyebaran Islam di pusatkan di pulau Lombok.

Tetapi, kesepakatan tersebut tidak di patuhi oleh para ulama yang ada di Lombok.Artinya, para ulama yang ada di Lombok menginginkan agar penyebaran Islam di Lombok dilakukan bersamaan dengan para utusan yang ke pulau Jawa.

Dengan melanggar kesepakatan tersebut, ada seorang ahli nujum yang menghadap Raja, melaporkan bahwa ada musuh kerajaan yang asalnya dari pulau Bali bernama “Nengah Subagan”.

Raja bertanya kepada ahli Nujum tersebut, tentang siapa sebenarnya Nengah Subagan itu.Ahli Nujum mengatakan bahwa keberadaan Nengah Subagan saat itu, masih dalam kandungan ibunya yang baru berusia 3 bulan.

Sementara itu, penyebaran Islam di pulau Lombok khususnya di daerah utara gunung Rinjani, yang lebih dikenal dengan sebutan “Paer Daya” itu terus berlangsung.Sehingga dalam misi penyebaran Islam di Paer Daya dibeberapa daerah utara gunung Rinjani, diberikan hak otonomi untuk mendirikan Mesjid/langgar sebagai tempat ibadah dalam menjalankan syareat Islam.Itulah sebabnya, hingga saat ini beberapa peninggalan Mesjid Kuno di daerah utara gunung Rinjani masih ada dan tetap terpelihara.

Daerah-daerah tersebut antara lain, Mesjid Borok Sokong Tanjung, Mesjid Soloh Rempek,Mesjid Sesait,Mesjid Salut,Mesjid Gumantar,Mesjid Anyar, Mesjid Bayan,Mesjid Loloan,Mesjid Balung Birak dan lain-lain.

Dalam misi penyebaran Islam dengan memberikan hak otonom tersebut, maka Datu Bayan berfatwa yang terakhir di Mesjid Kuno Bayan, “Bahwa seluruh ulama dan tokoh adat penyebar Islam di undang untuk mendengarkan Fatwa terakhir Datu Bayan”.

Isi Fatwa Datu Bayan : “Saya sampai disini misi saya dalam penyebaran Islam.Silahkan dilanjutkan dan pertahankan penyebaran Islam di seluruh pelosok daerah otonom masing-masing.”

Pada saat berlangsungnya Fatwa Datu Bayan tersebut, secara fisik keberadaannya sudah tidak kelihatan, hanya suaranya saja (maerat) yang didengar oleh seluruh undangan yang hadir mendengarkan fatwanya yang terakhir itu.

Sehingga Datu Bayan, saat memberikan fatwa terakhir, berpesan dan mengingatkan kepada seluruh ulama dan tokoh adat yang hadir, bahwa barang siapa yang ingat kepada dirinya (Datu Bayan), maka datanglah ke tempat ini (Mesjid Kuno Bayan), aku pasti ada disini (Mesjid Kuno Bayan).

Masing-masing orang/ulama yang mendengar suara fatwa terakhir Datu Bayan itu, dimana sumber suara tersebut,lalu diberi tanda dengan batu. Sehingga sampai dengan saat ini, masyarakat mengenalnya dengan jirat Makam Bayan,Makam Sesait,Makam Karang Salah,Makam Semokan,Makam Loloan dan makam-makam lainya, yang semuanya itu terletak dilingkungan Mesjid Kuno Bayan.

Khusus di Sesait, untuk mengenang jasa Maq Beleq, karena untuk pertama kalinya dia muncul di Sesait (Koloh Bandan), ternyata Maq Beleq itu adalah seorang Sayyid keturunan Nabi Muhammad Saw, yang oleh orang Sesait dikenalnya dengan nama Si Sayyid (Sayyid Anom), sehingga untuk mengenangnya diabadikan dengan nama sebuah kampung, yang hingga saat ini bernama Sesait.@(Eko).