Rabu, 30 Januari 2013

Jelang Musrenbangdes,Camat Kayangan Lakukan Persiapan

Kayangan,(SK),-- Mengingat tenggat waktu pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang diberikan pihak Bappeda KLU semakin mendesak harus sudah rampung, maka Pemerintah Kecamatan Kayangan melakukan berbagai persiapan, dengan mengundang para Sekdes dari 8 desa yang ada dan para Kasi yang ada di Kantor Camat Kayangan untuk membahas rencana penyelenggaraan Musrenbangdes,Selasa (29/01/2013).
Tenggat waktu yang diberikan kepada Kecamatan Kayangan oleh pihak Kabupaten untuk melaksanakan Musrenbangdes adalah sampai tanggal 6 Februari 2013 harus sudah selesai dilaksanakan.Hal inilah yang membuat pihak Pemerintah Kecamatan Kayangan terus berpacu menyelesaikan Musrenbangdes. Sehingga dalam pertemuan yang melibatkan para Sekdes dan para Kasi serta Kasubag tersebut membuahkan hasil yaitu dengan disepakatinya jadual Musrenbangdes untuk masing-masing desa dalam satu hari dua desa.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, kesepakatan tersebut termasuk penyusunan jadual dan tim pemantau dalam pelaksanaan Musrenbangdes.Tim pemantau sekaligus Pembina ini, menurutnya dibagi menjadi dua bagian, dimana tim satu di pimpin Camat Kayangan dan tim dua dipimpin Sekcam.
Dikatakan, jadual Musrenbangdes telah disepakati untuk tahap pertama dimulai dari Desa Dangiang dan Desa Gumantar hari Kamis tanggal 31 Januari 2013. Kemudian Desa Salut dan Desa Selengen,Senin (04/02/2013),lalu pada hari Selasa (05/02/2013) jadual untuk Desa Santong dan Desa Pendua, serta hari Rabu (06/02/2013) untuk Desa Sesait dan Desa Kayangan.Sedangkan jadual Musrenbang untuk tingkat Kecamatan Kayangan akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2013 mendatang.
“Dengan disepakatinya jadual Musrenbangdes ini, maka sudah sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan oleh Kabupaten, yaitu hingga tanggal 6 Februari 2013, ”tandas Tresnahadi.
Selain menyusun jadual Musrenbangdes tersebut, Tresnahadi selaku Camat Kayangan juga mengingatkan kepada para Sekdes untuk mengingatkan kepada Kepala Desa-nya untuk membuat LKPJ maupun LPPD-nya, karena pada bulan maret 2013 ini batas akhir dari para Kepala Desa untuk membuat dan melaporkan LKPJ maupun LPPD. “Ini ada mekanismenya yaitu Perdes,”katanya.
Terkait dengan hal tersebut, Tresnahadi juga menyarankan kepada para Sekdes sebagai ujung tombak pelaksana dio tingkat desa harus lebih pro aktif memberikan masukan pada Kepala Desa agar memperhatikan dalam hal pembuatan LKPJ maupun LPPD yang menjadi keharusan bagi Kepala Desa.”Materi dan Format LKPJ maupun LPPD sudah ada di Perda Nomor 5 tahun 2011, tinggal di ikuti saja,”sarannya.(Eko)

Dengan Peringatan Maulid Nabi, Ambalan Penegak MA NW Santong Tingkatkan Semangat Kreativitas

Santong,(SK),-- Ambalan Penegak Syekh Zainuddin Halimatussa’diyah NW Santong menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang pertama,Senin (28/01/2013) lalu.
Sejak di kukuhkan awal Januari 2013 lalu, amabalan ini sudah banyak menorehkan prestasi di bidang eskul ini. Diantaranya juara dua pidato dalam tiga bahasa (Inggris,Indonesia dan Arab) di Lombok Timur,Juara satu Da’i Muda tingkat Kabupaten Lombok Utara,juara dua LKBB,juara dua P3K akhir Desember 2012 lalu.

Kepala MA Albaqiyatussolihat NW Santong R.Sugianto,S.Ag mengatakan, sangat mengapresiasi dan mendukung semua kegiatan dari peserta didiknya dalam berbagai bidang, termasuk kegiatan eskul yang telah banyak menorehkan prestasi untuk membawa nama baik sekolah ini.
Dikatakan, para peserta didik yang tergabung dalam ambalan penegak MA NW Santong ini, sangat representative dengan kepedulian di berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kepribadian setiap anggotanya.Selaku Kepala Sekolah R.Sugianto juga mengucapkan terima kasihnya kepada adik-adik yang tergabung dalam ambalan penegak Madrasah Aliyah NW ini atas peran serta dan kepeduliannya mau menggali potensi-potensi yang ada di dalam gerakan Pramuka.Karena menurut alumnus IAIN Mataram 1998 ini bahwa di dalam organisasi Gerakan Pramuka ini banyak sekali mengajarkan pengembangan diri sebagai bekal dalam meniti kehidupan dimasa mendatang dari setiap pemuda harapan bangsa.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw untuk yang pertama kali diselenggarakan oleh Ambalan Penegak MA NW Santong ini adalah memang atas inisiatif dan ide dari para peserta didik yang tergabung dalam organisasi gerakan pramuka di bawah pimpinan Pradananya Hamdan Qosim dan wakilnya Muhibudin.
Selaku Pradana sekaligus Ketua pelaksana kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, Hamdan Qosim dalam laporannya mengatakan, kegiatan yang menyedot perhatian para petinggi lembaga ini adalah sebagai salah satu bentuk penyambung silaturrahmi antara pramuka penegak di ambalan ini dengan adik-adik pramuka penggalang dan siaga yang bernaung di bawah asuhan R.Sugianto ini.
Dikatakan, dana yang diperlukan untuk kegiatan ini adalah dari hasil iuran anggota gerakan pramuka ambalan penegak, pasukan penggalang dan perindukan Siaga yang ada di bawah naungan Ponpes Albaqiyatussholihat NW Santong ini.
Sebagai penyampai uraian hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang mengambil tema kita tingkatkan semangat kreatifitas generasi muda dengan berlandaskan ketaqwaan kepada Allah Swt tersebut, Pimpinan Yayasan Albaqiyatussholihat NW Santong Haeruman mengajak semua pihak untuk memperbanyak menyebut nama Allah Swt dan istigfar.Karena dengan memperbanyak Istigfar, maka Allah akan membukakan jalan keluar baginya dari semua kesulitannyandan akan membebaskannya dari segala duka cita dan ia akan memperoleh rizki dari arah yang tidak di sangka-sangka.

Dalam sebuah Hadist dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Do’a seorang hamba senantiasa di kabulkan selama tidak berdoa untuk keburukan atau memutus hubungan kerabat (silaturrahmi) dan selagi tidak tergesa-gesa” (HR.Muslim).
“Jayalah Pramuka,saya berharap agar adik-adik yang tergabung dalam gerakan Pramuka NW Santong ini tetap menjadi yang terbaik dimanapun tempatnya berada,ikutilah jalan yang baik dan jadilah suri tauladan di masyarakat,”tandas Haruman.(Eko-Rian)

Selasa, 29 Januari 2013

Prosesi Ritual Maulid Adat Ala Gumantar

Gumantar,(SK) –Prosesi ritual Maulid Adat Gumantar rutin untuk setiap tahun pelaksanaannya berlangsung selama tiga hari tiga malam. Prosesi ritual Maulid Adat Ala Gumantar ini terus dipertahankan hingga kini. Keberadaan komunitas Gumantar dalam pelaksanaan Maulid Adat masih menganut system tradisi secara turun temurun.
 Untuk menyongsong pelaksanaan ritual Maulid Adat Gumantar, satu minggu sebelumnya sudah dilakukan berbagai persiapan. Seperti Meleah Bale Gubuq (membersihkan kampung), memperbaiki penyengker (pembatas/pagar) Mesjid Kuno dan gotong royong membersihkan lokasi sekitar pelaksanaan ritual Maulid Adat, termasuk membersihkan Lokok Bikuk.

Menurut A.Sukari, salah seorang tokoh adat Gumantar mengatakan bahwa, kegiatan pendahuluan meleah ini adalah merupakan Saur Sanga (Nasar) sebagai wujud syukur kepada Allah Swt, karena setiap tahun dapat bertemu lagi dengan bulan Maulid. Sehingga masyarakat komunitas Gumantar dapat melaksanakan ritual adat seperti yang dicontohkan oleh para leluhur.

“Ini adalah tradisi para leluhur, dimana kegiatan pendahuluan yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan ritual Maulid adat di wet Gumantar ini adalah meleah atau Saur Sanga,”terang A.Sukari, yang dibenarkan juga oleh A.Rupidi yang juga tokoh adat setempat. Sementara itu, tokoh adat Gumantar yang lain, seperti Rinansah menjelaskan kepada penulis tentang rangkaian prosesi ritual Maulid Adat Gumantar, sejak awal persiapan hingga berakhirnya ritual tersebut.

Dikatakan, pada hari pertama yang dilakukan oleh masyarakat adat Gumantar menjelang pelaksanaan Maulid adatnya adalah seperti meleah disekitar Bale Gubuq (membersihkan kampung), memperbaiki penyengker (pembatas/pagar) Mesjid Kuno dan gotong royong membersihkan lokasi sekitar pelaksanaan ritual Maulid Adat, termasuk membersihkan Lokok Bikuk.

Disamping itu, yang perlu dipersiapkan pada hari pertama itu antara lain membuat Jojor (lampu yang terbuat dari kapas dan buah jarak pagar yang di racik jadi satu),menguluh (ambil padi bulu dari Sambi (Lumbung padi) untuk persiapan nasi ayat dan menentukan praja Mangku dan Praja Penghulu.Praja ini berjumlah 4 orang perempuan, yang terdiri dari 2 orang yang sudah tua (sudah menopause) dan 2 orang lagi yang masih belum aqil balik.Tugasnya adalah sebagai tokoh utama dalam pelaksanaan proses ritual Maulid Adat.Misalnya, praja inilah yang bertugas menumbuk padi bulu untuk dijadikan nasi ayat,praja ini pula yang berada paling depan dalam bisok beras maupun ketika naik ke Mesjid Kuno dalam puncak pelaksanaan Maulid Adat.Sedangkan Praja Maulidnya yang terdiri dari 2 orang berada di belakang dari praja itu. 

Pada hari kedua, kegiatan adat yang dilakukan adalah mempersiapkan kayu bakar,gong dua di turunkan kemudian mencucinya di lokok Bikuk.Setelah selesai mencuci, gong dua itu kembali ke Bale Beleq untuk dilakukan ritual tabuh selama tiga kali, baru kemudian di bawa ke tempatnya di depan Mesjid Kuno untuk ditabuh selama berlangsungnya prosesi Maulid Adat.Namun sebelum mulai ditabuh, disembelihkan ayam terlebih dahulu diatas gong maupun kelentangnya. Setelah mulai ditabuh, maka pada saat ini, masyarakat adat Gumantar sudah boleh menari menggunakan tarian yang dikenal dengan sebutan Migel.

Siang harinya dilakukan kegiatan Merembun (mengumpulkan) segala hasil bumi (beras,dll) di Bale Beleq (rumah adat). Dalam acara merembun ini dilakukan oleh kaum hawa dengan menggunakan wadah Praras (bakul kecil) dan berpakaian adat. Pada sore harinya bisok beras pun dilakukan ke Lokok Bikuk oleh praja Mangku dan Praja Penghulu bersama dengan inan pawon dan diiringi oleh sedikitnya 10 hingga 12 orang perempuan dengan menggunakan pakaian adat khas Gumantar. Dalam acara bisok menik ini, menurut Rinansah, tidak berdasarkan Purusa.”Siapa saja boleh melakukannya,”kata Rudim.

Sementara menunggu segala sesuatunya siap, di alun-alun Mesjid Kuno Gumantar masih tetap berlangsung tarian yang menurut bahasa Gumantar disebutnya Migel. Bersamaan dengan itu, di bale beleq, Ancak untuk wadah membawa nasi ke Mesjid Kuno nantinya pun dipersiapkan, praja mulud juga sedang dipersiapkan.
Kemudian acara selanjutnya menurut Rudim (45) adalah Tau Lokak sudah siap diberugak bersama sama dengan Pengancang dan berpakaian adat.

“Kalau sudah Tau Lokak sudah siap di Berugak bersama dengan Pengancang, ini berarti prosesi ritual Maulid Adat, akan segera digelar,”terang Rudim.  Acara dilanjutkan dengan iring-iringan sepasang Praja Mulud menuju Mesjid Kuno, dengan 10 orang laki-laki membawa ancak (dulang terbuat dari bambu) dan 20 pasang wanita mengiring paling depan dengan menggunakan pakaian adat.

“10 laki-laki pembawa ancak ini, langsung naik ke Mesjid Kuno bersama dengan Praja Mulud, sedangkan 20 wanita sebagai pengiring tadi, hanya sampai diluar Mesjid,”kata Rudim. ‘Puncak akhir dari prosesi ritual Maulid adat Gumantar ini, sama dengan seperti di Bayan, yaitu puncaknya dengan naiknya Praja Mulud ke Mesjid Kuno. Sedangkan kalau di Sesait, puncak Maulid adatnya dengan di naikkannya Nasi Aji di Mesjid Kuno.(Eko).

Senin, 28 Januari 2013

Prosesi Ritual Maulid Adat di Wet Sesait

Sesait, (SK) — Tiga minggu sebelum ada kepastian akan di gelarnya Maulid Adat pada tahun bersangkutan, maka Tau Loka Empat yang terdiri dari Mangkubumi,Pemusungan,Penghulu dan Jintaka mengadakan musyawarah bertempat di Kampu.Yang di bahas dalam pertemuan tersebut hanya satu yaitu tentang kesepakatan jadi atau tidaknya ritual Maulid Adat di gelar.
Setelah keputusan Tau Lokak Empat tersebut ditetapkan, maka sesuai dengan ranah masing-masing harus menyebarluaskan kepada kaula balanya bahwa Maulid Adat jadi dilaksanakan.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan Tau Lokak Empat itu, maka diadakanlah musyawarah yang kedua untuk membahas tentang penetapan waktu dimulainya ritual Maulid Adat, termasuk menentukan tanggal dimulainya. Setelah seluruh masyarakat adat wet Sesait mengetahuinya, maka mulailah saat itu harus mempersiapkan segala sesuatunya.
Pelaksanaan prosesi ritual Maulid Adat di wet Sesait di laksanakan selama empat hari dan rangkaian acaranya pada hari pertama dimulai dengan melakukan berbagai persiapan, termasuk membersihkan tempat-tempat yang dijadikan sebagai lokasi kegiatan ritual pendukung Maulid Adat. Diantaranya adalah membersihkan lingkungan Mesjid Kuno Sesait,membersihkan Sumur Lokok Kremean sebagai lokasi tujuan Bisok Menik (cuci beras),membersihkan Kampu termasuk alat-alat yang digunakan,membersihkan Sumur Lokok Paok yang airnya nanti diambil untuk membuat jaja pangan dan berbagai persiapan lainnya, seperti mencari dan mengundang para mangku (Mangku Lokok Kremean,Mangku Payung Agung,Mangku Lokok Paok,Mangku Ran,Mangku Air) yang terlibat dalam prosesi ritual Maulid Adat di wet Sesait.
Setelah itu, maka pada sore harinya para Mangku ini berkumpul di Kampu untuk kemudian pada prosesi ritual Maulid Adat bekerja sesuai dengan tugas masing-masing hingga selesai pelaksanaan Maulid Adat.Selain itu, para praja Mangku dan praja Penghulu (dua orang perempuan supuk yang sudah tua dan dua orang yang masih muda dan belum aqil baleq) di jemput dan seterusnya tinggal di Kampu.
Praja Nina atau Praja Mulud (anak perempuan yang belum aqil baliq sebagai simbol kesucian) yang sudah di jemput itu nantinya bertugas untuk Menutu Pare Bulu (menumbuk padi yang berbulu sampai menjadi beras).
Praja Nina ini ditempatkan dirumah yang sudah disiapkan disekitar Kampu, mulai tinggal sejak dijemput pada hari pertama sampai berakhirnya ritual prosesi Maulid Adat.
Setelah itu pada hari kedua dilanjutkan dengan Menguluh yaitu mengambil Pare Bulu (padi yang berbulu) dari Sambi (lumbung).Kemudian diteruskan dengan Menutu Pare dan unggun (kulit padi) dibuang ke Lokok kremean dirangkaikan dengan mandi Praja Mulud. Setelah itu dilanjutkan dengan Pembuatan Jaja Pangan (Jajan sejenis wajik) dan air untuk membuatnya diambilkan dari Lokok Paok oleh Toak Lokak Mangkubumi. Menjelang Magrib, Gong Gambelan (Gong Dua) diturunkan dari Bale Agung purusanya A.Siwadi.Dimana gong dua ini setelah diturunkan kemudian diarak menuju Kampu melalui sebelah utara Kampu dan ditempatkan di berugak depan Kampu sebelah timur sambil terus di bunyikan dan di inapkan satu malam.
Selanjutnya, pada hari ketiga pada pagi hari Gong Dua yang sudah nginap satu malam tersebut, lalu di bawa menuju Berugak Amak Kelap selatan Mesjid Kuno sambil terus dibunyikan hingga waktu Zuhur tiba.Setelah sholat Zuhur dilaksanakan, baru kemudian Gong Dua tadi di pindahkan lagi menuju Berugak Guram selatan Mesjid Kuno.Ditempat inilah Gong Dua ini diinapkan hingga selesainya pelaksanaan ritual prosesi Maulid Adat di gelar.

Sore harinya dilanjutkan dengan acara Merembun (mengumpulkan) beras bagi Ina Bapu (sebutan bagi kaum hawa/ibu-ibu dan nenek-nenek) sekaligus juga waktu untuk membuat jajan selain pangan. Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya di Mesjid Kuno.
Ritual Memajang merupakan ritual pertama sebagai pembuka pelaksanaan ritual-ritual lainnya.Adapun makna dari ritual Memajang adalah sebagai simbol persamaan dan kesetaraan umat Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt.
Setelah selesai Memajang yang dilakukan oleh Tau Lokok Empat (Mangkubumi, Penghulu, Pemusungan dan Jintaka), dilanjutkan dengan sholat Magrib dan Isya. Ini semua dilaksanakan di Mesjid Kuno.
Kegiatan berikutnya dilaksanakan di halaman Mesjid Kuno adalah Semetian (Perisian) yaitu saling pukul menggunakan Penjalin (rotan) yang masing-masing bertameng. Acara semetian harus diawali oleh Pepadu (Jagoan) Nina Sik Wah Supuk (perempuan uzur yang sudah monopaus), barulah Pepadu Mama boleh bertarung sampai tengah malam.
Adapun acara puncak prosesi ritual Maulid Nabi Besar Muhammad Saw yang dikemas secara adat dilaksanakan pada hari keempat yaitu keesokan harinya setelah Memajang dan Semetian dilakukan.
Rangkaian ritual pada acara puncak tersebut, diawali dengan ritual Bisok Menik (cuci beras) dipagi harinya ke Lokok Kremean (diyakini sebagai tempat pemandian bidadari dan orang-orang suci). Cuci beras ini dilakukan oleh kaum hawa (baik yang masih gadis maupun yang sudah berkeluarga), dengan di Abih (diapit) baris tiga oleh kaum laki-laki (barisan Nina ditengah diapit barisan Mama).
Ba’da Zhohor, acara dilanjutkan dengan berkurban dengan menyembelih binatang Kerbau (Sembeleh Kok) yang ukuran,umur dan bobot sudah menjadi ketentuan para leluhur (Kok Kembalik Pokon). Sementara di dalam Kampu, pada saat yang bersamaan, Nasi Aji (yang akan dibawa ke Mesjid Kuno) dan Payung Agung (nanti ditempatkan dipintu masuk Mesjid Kuno) juga dipersiapkan. Persiapan ini tidak sembarang orang yang mengerjakannya, harus berdasarkan Purusa (garis keturunan).
Setelah berkurban (Sembeleh Kok), dilanjutkan dengan Mbau Praja Mama dengan cara mengejar dan menangkap setiap laki-laki yang belum aqil baliq sebanyak tiga orang yang akan dijadikan putra Mahkota, untuk disandingkan dengan Praja Nina (yang sudah terpilih pada hari pertama saat menutu pare bulu) sebagai Praja Mulud (sepasang putra-putri mahkota).

Praja Mulud bertugas sebagai penjaga pintu Mesjid Kuno dengan membawa Payung Agung dan menjaganya dari sentuhan orang lain yang melewati pintu Mesjid Kuno. Jika Payung Praja Mulud (Payung Agung) disentuh orang lain, maka diberi sanksi yaitu dipukul menggunakan Pemecut (Penjalin yang diberi tali) oleh Praja Mulud. Sementara yang dua orang Praja itu ditempatkan di tempat imam sebagai penjaga abu dedeng (sebuah wadah untuk menaruh abu api/au yang biasa digunakan para ibu untuk memberikan kehangatan bagi bayinya ketika baru lahir).
Menjelang sore hari pada hari terakhir dari ritual Maulid Adat di wet Sesait ini, kemudian dilanjutkan dengan Naikang Dulang Nasi Aji dengan wadah dulang berjumlah tiga buah berkaki satu yang dikhususkan bagi Tau Lokak Empat; (Pemusungan, Mangkubumi,Penghulu dan Jintaka), dimana seluruh isinya terdiri dari apa saja yang ada di alam ini dan waktu membuatnya atau pada saat merakitnya ini dilakukan oleh Praja Mangku,Praja Penghulu dibantu Tau Lokak Empat (Mangkubumi, Penghulu,Pemusungan dan Jintaka) serta tidak boleh berbicara sepatah katapun. Jadi ketika butuh bantuan harus menggunakan kode isyarat satu sama lainnya.
Waktu Naikang Nasi Aji ke Mesjid Kuno ini, diyakini yaitu pada waktu Gugur Kembang Waru ( waktu menjelang Magrib). Prosesi ritualpun berakhir dan ditutup dengan Do’a Maulid oleh Penghulu Adat.(Eko).

Hari Pertama Masuk Kantor,Kades Dangiang Rombak Perangkat Desa

Dangiang,(SK),-- Hari Senin, tanggal 28 Januari 2013 adalah merupakan hari bersejarah bagi Desa Dangiang Kecamatan Kayangan KLU.
Pasalnya,H.M.Edy Prayitno yang dilantik Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH tanggal 23 Januari 2013 pekan lalu, sebagai Kepala Desa Dangiang terpilih yang diangkat berdasarkan SK.Bupati KLU Nomor 82/12/Pem/2013 tanggal 22 Januari 2013, dihari pertama masuk kantor langsung merombak perangkat desanya dan menggantinya dengan perangkat desa yang lain. Terang saja semua perangkat desa dangiang yang diberhentikan itu ramai-ramai mengadukan nasibnya tersebut ke Pemerintah Kecamatan Kayangan.
Camat Kayangan Tresnahadi, begitu menerima pengaduan perangkat desa dangiang ini, langsung meresponnya.Terkait dengan persoalan tersebut, Tresnahadi mengatakan akan segera memanggil Kepala Desa Dangiang, Sekretaris Desa Dangiang dan Ketua BPD Desa Dangiang,Selasa (29/01/2013) untuk mengklarifikasi pemberhentian perangkat desanya dan menggantinya dengan perangkat desa yang baru.

Dikatakan Tresnahadi, berdasarkan Perda KLU No.4 tahun 2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa, memang di jelaskan bahwa pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa adalah menjadi kewenangan Kepala Desa.Tetapi harus sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada.
Terkait dengan perangkat desa dangiang yang di berhentikan itu, apakah sudah sesuai dengan aturan atau tidak, Tresnahadi mengatakan, akan mengundang Kades,Sekdes dan Ketua BPD Desa Dangiang untuk mendengarkan keterangannya, apakah pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa di Desa Dangiang tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang diatur dalam Perda 4/2012 atau menyimpang. ”Jika nanti tidak sesuai dengan aturan yang ada, maka SK.Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa Dangiang yang sudah terlanjur di keluarkan itu harus di perbaiki agar sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada, ”tandas Tresnahadi.
Lebih lanjut Tresnahadi mengatakan, sesuai dengan Perda KLU No.4 tahun 2012 memang pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa itu adalah menjadi kewenangan Kepala Desa setelah mendapatkan persetujuan dari BPD.Kemudian BPD bersurat ke Camat untuk meminta nota persetujuan dan berdasarkan nota persetuan Camat tersebut baru kemudian Kepala Desa membuat Surat Keputusan tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desanya. Dijelaskan juga bahwa,setelah 15 hari sejak BPD bersurat ke Camat dan selama itu pula Camat tidak mengeluarkan nota persetujuan, maka Camat dianggap sudah setuju.Dalam rentang waktu ini,Kepala Desa boleh menerbitkan SK Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa-nya.
Tresnahadi selaku Camat Kayangan juga pernah menyarankan kepada Kades Dangiang untuk mengikuti prosedur dan mekanisme yang ada.”Kalau sudah sesuai dengan mekanisme, silahkan saja,”katanya.
Sementara itu,Sekdes Dangiang Muhzar mengatakan, terkait pemberhentian dan pengangkatan Perangkat Desa Dangiang tersebut dirinya ikut andil didalammnya. Pasalnya, menurut Muhzar dirinya diperintah langsung oleh Kepala Desa untuk membuat SK Pemberhentian semua perangkat desa peninggalan pejabat lama dan menggantinya dengan perangkat desa yang baru.Terang saja katanya, karena itu perintah Kadesnya, maka Muhzar melaksanakannya.
Dikatakan, dirinya membuat SK Pemberhentian Perangkat Desa Dangiang itu dikerjakannya pada malam hari sehari sebelum hari pertamanya masuk kantor.Hal tersebut dilakukan, kata Muhzar, karena memang Kepala Desa hawatir pada hari pertamanya masuk kantor nanti terdapat 12 perangkat desa, makanya perlu segera di berhentikan perangkat desa yang lama.
“Malamnya saya buat SK, lalu mengantarkan kepada Kepala Desa untuk di tanda tangani dan malam itu juga saya antar langsung kepada semua perangkat desa yang diberhentikan itu, agar besoknya tidak masuk kantor, karena sudah diangkat perangkat desa yang baru dan akan memulai masuk kantor,”terang Muhzar.
Sehari sebelum dilantik Bupati KLU sebagai Kepala Desa Dangiang terpilih, H.M.Edy Prayitno, pernah mengatakan kepada wartawan media ini bahwa akan merombak total perangkat desanya. Pernyataan tersebut ternyata terbukti, terhitung sejak hari Senin tanggal 28 Januari 2013 hari ini, Perangkat Desa yang baru diangkat itu semuanya mulai masuk kantor.(Eko)
 

Pusuk Kembali Longsor, Akibatnya Transportasi Macet Total

Pemenang,(SK),-- Setiap pengguna jalan yang saban hari melewat pusuk, selalu merasa khawatir terjadi longsor atau pohon tumbang. Di lokasi terjadinya longsor beberapa waktu lalu, kini terjadi lagi pohon tumbang di tempat yang sama,akibatnya terjadi antrean kendaraan panjang sehingga praktis di pusuk jalur transportasi Tanjung-Mataram, Kamis (24/01/2013) lumpuh.
Ketika wartawan media ini secara kebetulan mau ke Mataram siang itu, langsung ikut antri bersama puluhan kendaraan yang lainnya, sambil melihat dari dekat seunggukan pohon tumbang menghalangi jalan yang sedang di pindahkan oleh pekerja yang memang sudah berada di lokasi longsor untuk memperbaiki jalan itu agar normal kembali (diperlebar).
Dari bawah lokasi longsor, terlihat bongkahan tanah masih menggelinding jatuh menimpa jalan raya.Ini menandakan bahwa longsor yang mengakibatkan pohon tumbang pada hari itu masih labil.Jadi para pengguna jalan diharapkan agar selalu berhati-hati sambil melihat situasi sekeliling jalan yang di lalui.”Hati-hati mas jalannya licin,”kata salah seorang pengendara dari arah belakang yang nyeletuk pada wartawan media ini.

Memang, jika dilihat lokasi areal terjadinya longsor, tidak ada satupun pohon yang tumbuh. Hanya yang terlihat tumbuh adalah sejenis tanaman pardu dan ilalang yang ada di celah-celah batu cadas, yang ketika hujan deras dan tanah serta air yang ada diatas bukit akan tergerus ke bawah.Tanaman yang ada diatasnya ikut tergerus terbawa air karena tidak ada yang menahannya.Kemungkinan inilah yang mengakibatkan terjadinya banyak titik yang longsor, diamana tanah dengan mengandung air terjun bebas sehingga memenuhi badan jalan.Keadaan ini praktis membuat kemacetan jalan utama yang ada di pusuk.

Masyarakat pengguna jalan harus lebih berhati-hati ketika melewati jalur pusuk ini.Di samping itu, diharapkan ada tindakan nyata dari dinas terkait untuk mengantisipasi bencana yang setiap saat mengancam ini.(Eko)

Jelang UN/US, Komite MA/MTs NIKA Maksimalkan Standar Kelulusan

Kayangan,-- Madrasah Aliyah Nurul Islam Kayangan adalah merupakan salah satu dari enam Madrasah yang ada di wilayah Kecamatan Kayangan, yang patut diperhitungkan.

Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah yang bernaung di bawah Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan asuhan Ust.Muh.Turmuzi,SH.M.MPd ini memiliki keunikan tersendiri.Seluruh santri yang ada, disamping mengaji kitab kuning, juga diharuskan ikut program eskul PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) asuhan Budiansyah dan Siti Rohmiatun Hansi,SP.

Menghadapi Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah tanggal 15 s/d 18 April 2013 mendatang, MA/MTs adakan rapat bersama dalam rangka membentuk panitia persiapan jelang UN/US, yang dihadiri Pimpinan Ponpes Ust. Muh.Turmuzi,SH.M.MPd, Ketua Yayasan Nurdin,S.Pd, Ketua Komite Nurta,S.PdI, Pembina Ponpes H.Abidin Mustakim, wali murid khusus Kelas 3 dan seluruh dewan guru serta tenaga kependidikan lainnya, yang berlangsung di aula MA Nurul Islam Kayangan,Selasa (22/01/2013).

Pada kesempatan itu pimpinan Ponpes Ust.Muh.Turmuzi,SH.M.MPd mengharapkan agar kedua lembaga (MA/MTs) yang bernaung dibawah Yayasan Ponpes Nurul Islam Kayangan ini, sedini mungkin untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan persiapan menghadapi Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah. Disamping itu Pimpinan Ponpes yang juga Politisi Partai Kedaulatan di DPRD KLU ini, berpesan beberapa hal kepada Kepala MA maupun Kepala MTs Nika tentang profesionalisme guru,delapan standar nasional pendidikan,akreditasi dan standar kelulusan harus dimaksimalkan.

Mengenai standar kelulusan, Turmuzi juga mengingatkan bahwa dalam pelaksanaannya harus berpedoman pada Permendiknas nomor 23 tahun 2006.

Sementara itu Kepala MA Nurul Islam Kayangan Murdiyanto,SE menyampaikan bahwa, untuk mencapai standar kelulusan yang diharapkan, pihaknya juga telah berusaha memaksimalkan kegiatan pembelajaran dengan menambah jam pelajaran (less), pengayaan,try out dan belajar kelompok.

“Semua ini kita lakukan adalah untuk memaksimalkan tingkat kelulusan pada Ujian Nasional tahun 2013 ini, dan disamping itu, Try out dan pengayaan sudah kita mulai sejak bulan Desember 2012 lalu,”katanya.

“Jadi semua siswa-siswi kita karantina, untuk mempermudah penggemblengan dari guru mata pelajaran terutama yang di UN-kan,”tambah Murdiyanto,SE semangat.

Dalam pertemuan itu juga, dengan dipandu Ketua Komite Sekolah Nurta,S.PdI berhasil membentuk panitia persiapan menghadapi UN/US dari kedua lembaga MA/MTs. Untuk Panitia UN/US tingkat MA diketuai oleh Waka Kurikulum Misyadin,S.Pd,Wakil Ketua Faturrahman Abidin,S.Pd (Waka Kesiswaan), Sekretaris Najamudin,S.Pd (Waka Humas) dan Bendahara Dra Sukarah (Waka Sarpras). Sementara untuk Panitia UN/US tingkat MTs diketuai Moh.Hardiyono Efendi,S.Pt (Waka Kurikulum),Wakil Ketua Murtiyono,S.Pd (Waka Kesiswaan), Sekretaris Anto Asmanto,S.Pd dan Bendahara Arsini,S.PdI.

Moh.Hardiyono Efendi,S.Pt mengatakan, keberadaan Panitia UN/US untuk kedua lembaga baik MA maupun MTs harus dipisah. Alasannya, masing-masing lembaga masalah kebutuhan prosesnya jelas berbeda.
Di tempat yang sama,Kepala MTs Nika Sumawadi,S.Pd, disamping banyak menyampaikan masalah persiapan mengahadapi UN/US dan informasi telah keluarnya ketetapan akreditasi sekolahnya dari BAN (Badan Akreditasi Nasional) menjadi terakreditasi B, juga menyinggung masalah tindak lanjut kerjasama Ponpes Nika ini untuk melanjutkan program penghijauan menghijaukan lahan tidur bekerjasama dengan Pemerintah Dusun Empak Mayong Desa Kayangan serta penyediaan bibitnya oleh H.Abidin Mustakim.

Dikatakan Sumawadi bahwa, penghijauan yang dilaksanakan pihaknya ini adalah merupakan program jangka panjang, dimana lahannya sudah pernah ditanami pohon sebanyak 750 dengan areal tidak kurang dari 1 Ha lebih pada awal tahun 2012 silam. Sedangkan bibit pohon yang akan ditanam dilahan tersebut dipersiapkan oleh Pembina Ponpes Nurul Islam Kayangan H.Abidin Mustakim.(Eko).