Senin, 28 Januari 2013

Prosesi Ritual Maulid Adat Gumantar, di Guyur Hujan

Gumantar,(SK) –“Prosesi ritual Maulid Adat Gumantar tahun ini berlangsung selama tiga hari tiga malam, dimulai dari sejak Jum’at hingga Minggu malam.
 Namun prosesi ritual Maulid Adat yang sudah berlangsung pada hari ketiga tersebut di guyur hujan lebat yang turun sejak sore minggu,(27/01/2013), tidak membuat masyarakat adat Gumantar urung lakukan ritual itu, lebih-lebih seluruh masyarakat adat Gumantar,tua-muda turut ambil bagian dalam menari di halaman depan Mesjid Kuno.Ini menunjukkan tanda syukur mereka, maka seluruh masyarakat menunjukkannya dengan turun menarai, kaerna telah usai pelaksanaan ritual yang sekali setahun rutin dilaksanakan itu. Dimana tarian yang melegenda dikalangan masyarakat adat Gumantar ini secara turun-menurun dari nenek moyang mereka dikenal dengan sebutan Migel.

Tradisi maulid adat di Gumantar yang dimulai dari bersih-bersih lalu Merembun (mengumpulkan) segala hasil bumi (beras,dll) di Bale Beleq (rumah adat) itu, sudah berlangsung berabad-abad.Sejak agama Islam masuk di Gumantar sekitar abad ke 17 M bersamaan dengan wilayah Bayan, Sukadana, Batu Gembung,Salut dan Sesait, maka tradisi Maulid seperti yang kita saksikan saat ini, memang masyarakat adat Gumantar ini kuat memegang teguh pelaksanaan ritual adatnya. Ini terbukti dari setiap rentetan atau urutan pelaksanaan adatnya selalu rapi dan teliti.Karena setiap pekerjaan ritual adat dikerjakan oleh orang yang memang purusanya.”Jadi sudah tahu apa yang harus dikerjakan pada saatnya, tidak perlu di berikan aba-aba atau komando,”jelas Sukariah salah seorang tokoh adat yang juga Kepala Dusun Gumantar ini.

Kendati hujan lebat mengguyur di Gumantar, namun pelaksanaan ritual adatnya tidak tertunda.Para pelaku dalam prosesi pelaksanaan Maulid adat tersebut terus melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugasnya masing-masing.Ini terbukti ketika para pengiring praja Maulid sudah selesai melaksanakan tugasnya di Mesjid Kuno dan ketika mau turun untuk kembali ke Bale Beleq, maka para pengiring yang terdiri dari 10 orang kaum perempuan dengan menggunakan pakaian adat tersebut, kembali ke Mesjid Kuno untuk menjemputnya walau di guyur hujan lebat.

Sementara itu, masyarakat adat Gumantar di alun-alun Mesjid Kuno, pada saat praja Maulid turun dari Mesjid Kuno di jemput oleh para pengiringnya itu, dengan semangat terus saja menari sejadi-jadinya yang walaupun di guyur hujan lebat. Mereka menari semakin semangat dan semakin lama bertambah banyak yang turun menari, apalagi ketika mendengar bunyi gong gamblan ditabuh oleh para penabuh,seakan-akan ada magnetnya yang menarik setiap orang yang berada disekitar itu, untuk turun menari.”Kaki saya ini gatal-gatal mau ikut nari,”kata Husnul Hotimah, warga setempat.

Hingga berita ini dibuat, kegiatan menari dihalaman Mesjid Kuno itu terus berlangsung dan bahkan semakin lama semakin banyak yang ikut menari.Pola tarian mereka modelnya sama yang walaupun gendingnya berbeda. (Eko).

Kamis, 24 Januari 2013

Kades Garda Terdepan Dalam Pemerintahan Desa Pembawa Amanah

Kayangan,(SK),--- Sebanyak empat Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Kayangan dilantik Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH di halaman Kantor Camat Kayangan,Rabu (23/01/2013).

Keempat Kades yang dilantik itu antara lain, Kades Sesait Airman,S.Pd, yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati No.81/11/Pem/2013 tanggal 22 Januari 2013, Kades Dangiang H.M.Edy Prayitno, diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati No.82/12/Pem/2013 tanggal 22 Januari 2013, Kades Selengen Sadirman, diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati No.83/13/Pem/2013 tanggal 22 Januari 2013, dan Kades Gumantar Japarti, diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati No.84/14/Pem/2013 tanggal 22 Januari 2013. Keempat Kades yang dilantik ini akan memimpin desanya selama 6 tahun kedepan dengan masa bakti 2013-2019,terhitung sejak tanggal pelantikan.
.
Bupati H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya mengajak seluruh komponen masyarakat dalam membantu dan mendukung Kepala Desa terpilih dalam melaksanakan tugasnya.Karena tugas dan fungsi seorang Kepala Desa sangat berat yaitu sebagai garda terdepan dalam pemerintahan sebagai pembawa amanat.

Kepala Desa sebagai garda terdepan dalam pemerintahan dalam menjalankan tugasnya harus mampu memimpin rakyatnya ditingkat pedesaan, bersama-sama dengan tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan tokoh adat dalam rangka membangun daerah pedesaan yang maju dan beradab.

Atas nama Pemerintah daerah KLU, Bupati H.Djohan Sjamsu,SH mengucapkan selamat kepada para Kepala Desa terpilih, yang telah berhasil meraih simpati masyarakat dan dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Kepala Desa diwilayah masing-masing.Selain itu, Bupati Djohan Sjamsu juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para mantan Kepala Desa (Sesait-Murdan,Dangiang- Muhzar, Selengen-Kardip, Gumantar-Mahit) yang telah berupaya mengabdikan diri sebagai motor penggerak pembangunan di desa masing-masing. Sehingga apa yang kita lihat dan nikmati saat ini adalah merupakan hasil dari upaya dan jerih payah para mantan Kepala Desa.

Lebih lanjut Bupati menyatakan, pemerintahan desa adalah merupakan sub system dari Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang keberadaannya telah di atur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.Jadi dalam UU 32/2004 tersebut dijelaskan tentang desa, dimana desa adalah merupakan suatu kesatuan masyarakat hokum dan memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian dapat kita pahami bahwa pemerintahan desa adalah merupakan struktur pemerintahan terendah yang menjadi garda terdepan dalam tata pemerintahan di Indonesia.Ini artinya bahwa desa dan pemerintahannya menjadi muara dari semua program pembangunan sekaligus cermin dan gambaran langsung dari pemerintahan secara umum dan lebih luas di hadapan masyarakat.

Untuk itu, sebagai Kepala Pemerintahan ditingkat desa, Kepala Desa di tuntut untuk memiliki kapasitas, baik secara kelembagaan, SDM maupun ketatalaksanaan dalam rangka mendukung terselenggaranya urusan pemerintahan, pembinaan kemasyarakatan maupun pembangunan dengan hasil yang mampu mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya.

Sebagai garda terdepan di dalam sistim pemerintahan, kata Bupati, tugas sebagai Kepala Desa terpilih memang cukup berat, namun tugas ini memang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab, karena tugas ini merupakan amanah yang di bebankan masyarakat kepada Kepala Desanya.Tugas yang cukup berat tersebut,mestinya harus dibantu oleh segenap komponen masyarakat untuk bersama-sama menyelenggarakan otonomi desa dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat.

Terkait dengan itu, Bupati Djohan Sjamsu mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk membantu dan mendukung Kepala Desa terpilih dalam melaksanakan tugasnya.”Marilah kita saling bahu-membahu dalam menggali potensi yang ada untuk membangun desa tempat tinggal kita,lupakan segala perbedaan yang muncul selama proses pemilihan Kepala Desa yang lalu, guna menyongsong masa depan yang lebih baik,”tandasnya.

Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk merangkul seluruh komponen masyarakat, jangan lagi tonjolkan aku memilih si A dan anda memilih si B. “Hilangkan itu semua, mari kita bersama-sama bantu para Kepala Desa kita masing-masing menuju desa yang sukses dimasa-masa yang akan datang,”harapnya.

Tantangan dimasa depan adalah samgat berat bagi KLU yang baru berusia 4 tahun ini sangat luar biasa, diantaranya angka kemiskinan yang 43,14 %. Ini adalah suatu tantangan tugas yang sangat berat. Angka ini bukanlah angka yang kecil,tetapi angka yang tertinggi di antara 10 Kab

upaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini. Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, untuk bisa diturunkan menjadi 2,5 % tiap tahun. Namun berkat kerja keras Pemda bersama masyarakat KLU, target sebesar itu bisa dilampaui sehingga bukan lagi 2,5 % berhasil diturunkan, tetapi 2,33 % dapat diturunkan setiap tahunnya.

Berdasarkan penilaian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, daerah KLU ini adalah meruapakan daerah yang progressive dalam mengatasi masalah kemiskinan.Hal ini dilakukan karena daerah ini adalah daerah yang paling tinggi tingkat prosentasenya dalam rangka penurunan angka kemiskinan di NTB.Ini artinya pekerjaan atau langkah yang dilakukan Pemda KLU selama ini adalah sudah benar dan ini yang harus dukung sehingga harus dilanjutkan.

“Program ini harus di dukung oleh seluruh komponen lapisan masyarakat, lebih-lebih saudara –saudara sebagai Kepala Desa, harus mendukungnya secara utuh,”pinta Bupati kepada tiga Kepala Desa dan satu Pemusungan yang baru saja dilantik itu.(Eko)

Bupati KLU Lantik 3 Kades dan 1 Pemusungan

Kayangan,(SK),-- Sebanyak tiga Kepala Desa dan satu Pemusungan di Kecamatan Kayangan, dilantik Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH, Rabu (23/01/2013).
Ketiga Kades dan satu Pemusungan yang dilantik itu, semuanya wajah baru yaitu Kades Dangiang H.M.Edy Prayitno, Kades Gumantar Japarti dan Kades Selengen Sadirman serta satu orang Pemusungan Sesait Airman,S.Pd. Para Kepala Desa terpilih yang baru dilantik ini adalah merupakan hasil pilihan rakyat dalam pemilihan Kepala Desa akhir Desember 2012 lalu.

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya usai melantik keempat Kades terpilih tersebut berharap agar mampu memimpin masyarakat desa bersama-sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh adat dalam rangka membangun daerah pedesaan yang maju dan beradab serta tidak membeda-bedakan etnis atau golongan tertentu.

Kepala Desa itu adalah garda paling depan dalam pemerintahan, sehingga dalam menjalankan tugasnya tidak boleh bertentangan dengan pemerintah di atas.Karena antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah ditingkat desa adalah masih dalam satu koridor yang tidak bisa dipisahkan. ”Jadi bukan berarti ketika baru terpilih dan sudah dilantik sebagai Kepala Desa semaunya berbuat sesuka hati tanpa memperhatikan aturan yang ada, maka hal inilah yang harus dihindari,”tandas Bupati.

Bupati juga mengingatkan, bahwa Kepala Desa itu adalah pembawa amanah yang wajib dipertanggung jawabkan kepada masyarakat, diri sendiri maupun dihadapan Allah Swt pada hari kiamat kelak.

Selain itu, yang menjadi tantangan pokok yang dihadapi Pemda KLU saat ini adalah masalah IPM (Indeks Pembangunan Manusia). IPM ini dapat di ukur dari tiga hal, yang .pertama Kesehatan.Jadi tingkat kesehatan di KLU ini seperti apa.Kedua masalah Pendidikan.Pendidikan ini menyangkut lamanya peserta didik bersekolah.

Berdasarkan hasil evaluasi selama ini, di KLU tingkat lamanya bersekolah adalah 5,9 tahun, artinya lamanya pendidikan penduduk Dayan Gunung ini rata-rata hanya baru tamat SD. Ketiga dari segi pendapatan atau ekonomi. Dilihat dari tiga aspek ini, KLU juga masih berada paling bawah tempatnya dan inilah yang kita warisi dan diterima dari Lombok Barat selaku Kabupaten induk.Dan dua tahun terakhir ini upaya untuk menurunkan kekurangan tersebut bisa dicapai.Itulah sebabnya Bupati bersama jajaran Muspidanya keliling melakukan Safari Jum’at dalam rangka mendekatkan diri kepada masyarakat untuk menyatukan hati dalam membangun bumi Tioq Tata Tunaq ini.”Insya Allah kedepan apa yang kita inginkan ini bisa tercapai,”harap Bupati.

Dari hasil evaluasi pemilihan 18 Kepala Desa dari 33 desa di KLU, Bupati Djohan Sjamsu menyatakan aman dan tidak ada persoalan. Walaupun ada orang bertaruh yang berdatangan dari daerah lain, namun daerah Dayan Gunung ini tetap aman.Selain itu, dari hasil evaluasi lainnya masih banyak penduduk KLU yang belum menggunakan hak pilihnya yaitu sekitar 800 wajib pilih.

Untuk mengatasi hal tersebut,Bupati berharap kepada Kepala Desa terpilih yang baru dilantik tersebut nantinya harus mampu memberikan pemahaman terhadap masyarakat untuk menggunkan hak pilihnya secara bertanggung jawab.Lebih-lebih pada tanggal 13 Mei 2013 mendatang di daerah ini akan di gelar pemilihan Gubernur NTB.”Saya harapkan orang Lombok Utara ini menggunakan 100% hak pilihnya nanti pada pemilihan Gubernur. Jadi mulai sekarang peliharalah persatuan dan kesatuan,satukan hati dalam menentukan pilihan, sehingga pesta demokrasi ini nantinya bisa berjalan sukses, ”tandas Bupati.(Mtq)

Wabup KLU Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla Miftahul Jannah Santong Asli

Kayangan,(SK),-- Pembangunan Musholla Miftahul Jannah Subak Sepuluh Santong Asli Desa Santong Kecamatan Kayangan, peletakan batu pertamanya dilakukan Wakil Bupati KLU,Senin (21/01/2013).

Peletakan batu pertama pembangunan Musholla Miftahul Jannah Dusun Subak Sepuluh Desa Santong ini, selain dihadiri Wakil Bupati KLU H.Najmul Akhyar,SH.MH,Wakil Ketua DPRD KLU Burhan M.Nur,S.IP,Badan Kehormatan DPRD KLU Ust.Muh. Turmuzi,SH.MPd,Kabag Kesra Muhamad,S.Pd, Kasubag Keagamaan Setda KLU Drs Ainal Yakin, juga dihadiri Camat Kayangan yang diwakili Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos,Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Kayangan H.L.Muh.Sidik,S.Sos, Kepala Desa Santong Muhakim,Kadus Subak Sepuluh Toyib,tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan seluruh jamaah Dusun Subak Sepuluh.

Kepala Desa Santong Muhakim dalam pengantarnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati KLU untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla Miftahul Jannah di Dusun Subak Sepuluh Desa Santong ini. Selaku yang mewakili masyarakat, Kades yang juga Da’i ini berharap dengan kehadiran Wakil Bupati beserta seluruh undangan lainnya akan menambah eratnya hubungan silaturrahmi dengan masyarakat di daerah ini lebih semakin dekat.

Dikatakan, tanah yang dijadikan lokasi pembangunan Musholla Miftahul Jannah seluas 10 m x 15 m ini adalah merupakan tanah wakaf milik pewakif H.Suhailim (alm).Sedangkan yang menjadi mukim dari Musholla ini terdiri dari 89 KK dan 267 jiwa.”Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan sarana ibadah ini, tentunya kita semua berharap agar amaliah kita dijalan Allah Swt dapat ditingkatkan,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Kayangan H.L.Muh.Sidik,S.Sos dalam taushiyahnya mengingatkan perlunya melaksanakan ibadah Sholat yang merupakan perintah wajib dari Allah Swt kepada ummat Muhammmad Saw.Jadi melalui peringatan Maulid yang diselenggarakan jamaah Subak Sepuluh Santong Asli ini, jangan sampai hanya di selenggarakan seremonial saja,tapi harus memiliki makna.

Menurut L.Muh.Sidik, yang pada tahun 2012 lalu menunaikan ibadah haji ini berharap, bagaimana makna dari peringatan Maulid itu dapat diperoleh.Sehingga dalam peringatan ini paling tidak ada peningkatan dalam kehidupan diri setiap jamaah. Misalnya saja katanya, dalam hal ibadah sholat, dimana ibadah ini adalah suatu amalan yang paling pertama kali di hisab pada hari kiamat.”Jadi jangan dianggap sebagai beban, tetapi ini merupakan suatu kewajiban yang wajib dikerjakan oleh ummat Nabi Muhammmad Saw,”tandasnya.

“Jangan di pahami sebagai suatu kewajiban saja, tapi ibadah ini juga harus di pahami sebagai suatu kebutuhan sehingga menambah kwalitas dalam kehidupan sehari-hari, ”imbuhnya.

Wakil Bupati KLU H.Najmul Akhyar,SH.MH dalam sambutannya berharap, dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Musholla Miftahul Jannah Subak Sepuluh Santong Asli ini, tentunya nanti bagaimana mempersiapkan diri dan para pemuda dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.Pada kesempatan itu,Wabup juga memberikan 40 zak semen untuk mendukung pembangunan Musholla tersebut.

”Mari kita bersama-sama kembali meningkatkan kwalitas iman dan takwa kita sambil melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla Miftahul Jannah ini dengan di ridhoi Allah Swt,”tandas Wabup.(Eko)

Selasa, 22 Januari 2013

Jelang Pelantikan Kades,Pemerintah Kecamatan Kayangan Lakukan Persiapan

Kayangan,(SK),-- Sesuai dengan ketentuan pasal 50 Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa Jo Perda KLU Nomor 3 tahun 2011 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, Pemberhentian Kepala Desa dan Pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di jelaskan bahwa, pengesahan Kepala Desa terpilih di tetapkan dengan Surat Keputusan Bupati.

Terkait dengan itu, mengingat pengukuhan empat Kepala Desa terpilih (Kepala Desa Sesait Airman,S.Pd,Kepala Desa Dangiang H.M.Edy Prayitno,Kepala Desa Gumantar Japarti dan Kepala Desa Selengen Sadirman) yang ada di wilayah Kecamatan Kayangan yang akan di gelar besok Rabu,(23/01/2013), Pemerintah Kecamatan Kayangan menggelar berbagai persiapan yang langsung di pimpin Camat Kayangan Tresnahadi.

Berbagai persiapan telah dilakukan,mulai dari setting acara,persiapan sarana prasarana,para petugas yang terlibat,pembawa acara, melakukan gladi,melakukan pembersihan, mengirim surat udangan,siapa bertugas untuk apa dan bagaimana harus bersinergi antar para pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan suksesnya acara pengukuhan dan pelantikan keempat Kepala Desa terpilih, yang sudah digelar dalam pesta demokrasi ditingkat desa oleh Panitia Pilkades akhir Desember 2012 lalu.

Camat Kayangan Tresnahadi berharap momen yang sacral ini dapat berjalan sesuai dengan harapan tanpa ada kendala yang berarti.Hal ini bisa dilakukan manakala semua pihak bekerja bersinergi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Dalam melakukan persiapan ini, semua karyawan Kantor Camat Kayangan,para sekdes dan Mahasiswa KKN Unram saling bersinergi mendukung suksesnya acara dimaksud dengan melibatkan diri bergotong royong membersihkan halaman Kantor Camat, yang dijadikan sebagai lokasi acara pelantikan serta membuat spanduk dan mempersiapkan berbagai keperluan pendukung lainnya.

Menjelang H-1 pelaksanaan acara pelantikan Kades di Kecamatan Kayangan ini, Kabag Hukum dan Kabag Pemdes serta dari Protokoler Setda KLU hadir dilokasi acara dengan mengundang para Kades yang akan dilantik untuk melakukan gladi.”Ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi dalam puncak acara,”kata Kabag Pemdes Kartady Haris,SH.

Camat Kayangan Tresnahadi mengatakan, Pelantikan 4 (empat) orang Kepala Desa terpilih (Kepala Desa Sesait Airman,S.Pd, Kepala Desa Dangiang H.M.Edy Prayitno, Kepala Desa Gumantar Japarti dan Kepala Desa Selengen Sadirman) ini, nantinya dilakukan oleh Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH.Acara pelantikan ini juga nantinya sesuai dengan surat undangan yang sudah di layangkan akan di hadiri oleh seluruh pimpinan SKPD lingkup Kecamatan Kayangan,para Kepala Desa, Muspika, Kepala Dusun,BPD,LPM,tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, PKK, Mahasiswa KKN Unram dan undangan lainnya. Sementara dari tingkat Kabupaten selain Bupati, juga direncanakan akan hadir DPRD, Kabag Hukum, Kabag Pemdes,Kasat Pol.PP dan beberapa perwakilan SKPD lainnya.(Eko)

Senin, 21 Januari 2013

Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq Bat Pawang, Resmi di Kukuhkan

Kayangan,(SK),-- Dengan di kukuhkannya Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq Dusun Bat Pawang Desa Sesait, oleh Camat Kayangan atas nama Bupati KLU, Senin,(21/01/2013), maka bertambah pula perbendaharaan jumlah kelompok ternak di Kecamatan Kayangan menjadi 59 buah. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas PPKKP KLU,DPRD,Camat Kayangan, UPTD PPKKP Kecamatan Kayangan, Pemusungan terpilih Sesait, Kadus se-Desa Sesait, Ketua Kelompok ternak se Kecamatan Kayangan dan undangan lainnya.
Hingga akhir Januari 2013 ini tercatat 59 jumlah kelompok ternak di Kecamatan Kayangan, termasuk kelompok ternak Tetu Tanta Tunaq yang ada di Dusun Bat Pawang ini. Dari jumlah tersebut, 56 kelompok yang sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah dan yang paling banyak dari Desa Sesait ini yaitu 45 kelompok.Namun dikaui Suweden masih banyak kelompok ternak lainnya yang masih menunggu giliran untuk di kukuhkan. 

Kepala UPTD PPKKP Kecamatan Kayangan I Wayan Suweden mengatakan, bahwa untuk tingkat Kabupaten Lombok Utara, Kecamatan Kayangan yang paling banyak jumlah kelompok ternaknya yaitu 59 kelompok..”Ini adalah salah satu bentuk keberpihakan Pemerintah pada masyarakatnya, ”katanya.

Wayan Suweden juga pada kesempatan tersebut minta kepada Ketua Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq yang ada di Dusun Bat Pawang ini untuk melengkapi AD/ART, Struktur Kepengurusan, dan lain-lain terkait dengan kelengkapan administrasi kelompok tersebut. Ketua Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq Dusun Bat Pawang Murjayawadin dalam laporannya menyampaikan bahwa kelompok ternak Tetu Tanta Tunaq ini dibentuk tanggal 12 Desember 2012 dengan jumlah anggota 52 orang, dengan komposisi Ketua Murjayawadin, Sekretaris Dedi Hartono, Bendahara Salwi. Sedangkan jumlah populasi ternak yang tergabung dalam kelompok ini 83 ekor sapi, dengan rincian 46 ekor sapi jantan dan 37 ekor sapi betina.Namun sebagian dari peternak di sini belum memiliki tempat sehingga lokasi ini dalam waktu dekat akan di kembangkan sehingga seluruh anggota kelompok peternak bisa tertampung.

Susianto,S.Pd selaku seksi Humas dari Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq Dusun Bat Pawang mengatakan, dari jumlah populasi ternak 83 ekor sapi ini menempati kandang kolektif seluas 50 are dengan pengadaan swadaya.Ini pun katanya masih perlu di kembangkan.

Susianto,S.Pd juga menyatakan bahwa tujuan di bentuknya Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq ini, bukan semata-mata mengharapkan bantuan dana, melainkan yang lebih penting katanya adalah bantuan pembinaan dan penyuluhan dari Pemerintah, dengan harapan terlahirnya peternak-peternak yang unggul serta hasil ternak yang berkualitas.

“Selama kami membentuk kelompok ternak ini, banyak hal yang dapat kami peroleh, diantaranya, ternak kami aman, lingkungan menjadi bersih,lebih mudah akses pembinaan dan pelayanan dari petugas teknis bidang peternakan, ”katanya.

Disamping itu, katanya, yang lebih penting adalah tumbuhnya rasa dan semangat gotong royong antar anggota, memudahkan akses informasi. timbulnya rasa kesadaran dalam berorganisasi serta memudahkan pembinaan dari dinas terkait.Disampaikan pula bentuk fisik dari kandang kolektif ini sudah memiliki nomor local yang dimiliki oleh masing –masing peternak dengan nomor yang berbeda dengan tujuan untuk memudahkan pelayanan, dimana dalam kandang ini juga sudah ada denah lokasi, administrasi lengkap, yang walaupun tidak ada juknis khusus dari DPPKKP. ”Ini kami buat berdasarkan inovasi, inovatif,kreatifitas dari kelompoik kami sendiri,”katanya.

Susianto, selaku Humas dalam Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq ini juga berharap agar kelompoknya terus diberikan pembinaan, baik secara kelembagaan maupun secara teknis cara beternak dengan sentuhan-sentuhan teknologi, sehingga bisa diserap dan diaplikasikan dalam kelompoknya.Sebab selama ini,katanya dengan terbentuknya kelompok ini maka seluruh pencuri yang biasa berkeliaran mencari mangsanya saat ini sedang menangis, karena peluang mereka untuk mendapatkan rizki sudah tertutup.

Sementara itu Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya usai mengukuhkan Kepengurusan Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq Dusun Bat Pawang tersebut bepesan, agar sesering mungkin selalu berkoordinasi dengan pihak dinas terkait untuk pembinaan lebih lanjut.

Tresnahadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung Pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan di daerah KLU yang masih tergolong usia muda ini. “Kalau ada aspirasi yang mau disampaikan kepada Pemerintah, jangan demo dan merusak fasilitas Pemerintah, seperti halnya terjadi di daerah lain,”katanya.(Eko).

Bupati KLU Menilai, Rabat Jalan PNPM Santong Asli Berhasil

Kayangan,(SK),--- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Desa Santong Kecamatan Kayangan KLU, dinilai sangat berdampak positif karena telah berhasil melaksanakan program yang telah di tetapkan.
Kehadiran PNPM MPd di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama ini sangat dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat. Banyak keberhasilan-keberhasilan yang ditorehkannya dalam perannya mensejahterakan kehidupan masyarakat,terutama di Perdesaan. Sehingga keberadaannya ini diharapkan dapat berlanjut secara terus menerus.

Melalui berbagai kegiatan PNPM-MPd di Desa Santong telah memberikan dampak terhadap keberhasilan dan kemajuan daerah. Pasalnya, program PNPM-MPd tahun 2012 khususnya Desa Santong telah berhasil mengembangkan program pengerasan jalan (rabat) menuju Dusun tradisional Santong Asli sepanjang 1,250 m dengan total anggaran 294.281.000,

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya,Selasa (15/01/2013) untuk melihat langsung hasil-hasil pembangunan di wilayah tersebut menilai cukup berhasil.Ini merupakan suatu hasil yang sangat baik karena bisa dikerjakan dengan maksimal. “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak PNPM dan seluruh masyarakat yang terlibat didalamnya yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga hasil pembangunan rabat jalan menuju ke Dusun Tradisional Santong Asli ini kondisinya sangat bagus,”katanya.

Keberhasilan suatu program, tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat sekitarnya. Lebih-lebih ini merupakan kegiatan PNPM-MPd yang keberadaannya sangat di nantikan oleh masyarakat, maka tentu dalam menyelesaikan pekerjaannya juga membutuhkan pengakuan masyarakat. Tanpa itu semua, kemungkinan program tidak bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan yang di harapkan.

Kegiatan PNPM dari sejak tahun 2009 hingga akhir 2012 lalu, secara keseluruhan dari hasil evaluasi pihak terkait, Desa Santong ini adalah salah satu desa yang terbaik dalam pelaksanaan program PNPM, jika di bandingkan dengan desa yang lainnya yang ada di Kecamatan Kayangan..

Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam kunjungan kerjanya pada hari ke-4 diwilayah Kecamatan Kayangan tersebut, berharap agar program kegiatan yang dilaksanakan PNPM atau apapun namanya di masa mendatang, supaya tidak berakhir hingga disini. ”Teruskan program ini, karena manfaatnya sangat banyak dirasakan oleh masyarakat, ”tandasnya, sambil menanda tangani sebuah prasasti di pintu gerbang masuk ke Dusun Tradisional Santong Asli.

Kegiatan PNPM rabat jalan menuju Dusun Tradisional Santong Asli tersebut di dukung dengan swadaya masyarakat, sehingga kualitas jalannya sangat bagus.Bupati menilai pekerjaan PNPM rabat jalan tersebut sangat bagus.”Ini patut di contoh oleh UPK dan TPK yang lain di daerah ini,”cetusnya.

Disamping meninjau rabat jalan menuju Dusun Tradisional Santong Asli tersebut, Bupati juga meninjau gedung perpustakaan dan RKB SDN 2 Santong yang baru rampung akhir tahun 2012 lalu. Usai meninjau di tempat itu, perjalanan pun di lanjutkan untuk meninjau Puskesmas Santong yang masih dalam tahap penyelesaian.(Eko)