Jumat, 02 Desember 2011

Gugus Depan Santong,Resmi Mewakili Kwarran Kayangan LT III

Kayangan,-- Menghadapi pelaksanaan LT III di tingkat Kwartir Cabang khususnya di Kabupaten Lombok Utara, Kwartir Ranting Kayangan lakukan berbagai persiapan.
 
Persiapan dimaksud dibuktikan dengan telah ditunjuknya Gugus Depan Santong dalam Musran yang berlangsung diaula Kantor Camat Kayangan,Kamis,(01/12) yang dihadiri Kamabiran dan seluruh pengurus kwarran,Kepala Sekolah,para Pembina Penggalang dari masing-masing sekolah,para andalan ranting, dan DKR, untuk mewakili Kwartir Ranting Kayangan dalam LT III yang pelaksanaannya diperkirakan pada minggu ketiga bulan Desember 2011 ini.

Kegiatan yang    dikategorikan ke dalam kegiatan rutin tiga tahunan sekali ini membutuhkan persiapan yang matang. Karena LT (Lomba Tingkat)  ini mengutamakan ketrampilan individu.

Camat Kayangan Tresnahadi selaku Kamabiran menganggap pertemuan yang melibatkan seluruh Pengurus Kwarran dan para andalan ini, sangat penting artinya bagi keberlangsungan Gerakan Pramuka yang ada didaerah ini.Menurutnya bahwa gerakan pramuka merupakan suatu gerakan bagi peserta didik, karena banyak hal yang didapatkan melalui kegiatan ini.

“Dengan segala hormat, mari kita bersama-sama mendukung program gerakan pramuka yang ada di Kwartir Ranting Kayangan ini, karena pihak Kwarran sendiri tidak mampu jalan sendiri dan berbuat banyak, tanpa dukungan dan kebersamaan kita semua,”ajak Tresnahadi.

“Lebih-lebih dalam pesiapan menghadapi LT III yang sudah diambang pintu dan persiapan menghadapi Raimuna tahun 2012 mendatang, ”tambahnya.

Kamabiran mengajak kepada semua peserta yang hadir, karena apapun hasil Musran pada hari itu adalah keputusan bersama, maka harus bersama-sama pula bertanggung jawab, baik menyangkut pendanaan,tenaga dan pikiran dalam persiapan menghadapi LT III maupun Raimuna mendatang.

Terkait dengan rencana penghijauan dengan melibatkan Gerakan Pramuka didaerah ini, pihak Kecamatan Kayangan dengan bekerja sama dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi NTB dan Dinas Pertanian dan Kehutan KLU dalam hal pengadaan bibit.

“Kalau bibitnya sudah siap tanam,nanti kita informasikan lebih lanjut tentang kapan kepastian menanamnya,”jelasnya.

 Sementara itu Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Kayangan Syukri yang secara langsung memandu Musran tersebut menyampaikan beberapa hal terkait dengan persiapan menghadapi LT III. Dimana peserta LT III ini sesuai dengan juknis yang telah diturunkan pihak cabang, bahwa pesertanya harus dari Gugus Depan utuh.

Persyaratan ini agak menyimpang dari apa yang sudah dilakukan sebelumnya, karena pihak Kwartir Ranting Kayangan telah mendahului merekrut peserta dari semua sekolah, sehingga peserta yang akan dipersiapkan untuk menghadapi LT III nantinya sudah siap.

Namun Syukri mengaku bahwa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap Kwarran yang pada LT III Lombok Utara, yang pelaksanaannya diperkirakan minggu ketiga Desember 2011  atau usai ujian semester bagi setiap sekolah adalah berdasarkan Juknis yang diturunkan pihak Cabang harus Gugus Depan utuh.
“Jadi peserta yang sudah terlanjur direkrut, terpaksa dibatalkan,” tegas Syukri.

Syarat yang harus dipenuhi setiap Kwarran, pesertanya harus berasal dari Gudep utuh.”Ini informasi terakhir yang kami terima dari Cabang,”jelas Syukri yang juga Kepala SMP SATAP Salut ini serius.

Syukri berharap dalam pelaksanaan LT III KLU tahun ini, agar bisa mewakili Kwarran Kayangan sebagai Gugus Depan yang utuh, maka pada kesempatan itu juga setelah melalui berbagai pertimbangan dalam pembahasan yang alot, maka ditunjuklah Gugus Depan Santong yang akan mewakili Kwarran Kayangan pada LT III tahun ini. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa selama ini Gugus Depan Santong adalah Gugus Depan aktif dalam latihan, baik kegiatan di Kwartir maupun di pangkalan.

Gugus Depan Santong yang ditunjuk, ketika ditanya kesiapannya mewakili Kwarran Kayangan dalam LT III minggu ketiga desember ini mengatakan kesiapannya, dengan harapan dukungan pembinaan lebih lanjut dari pihak Kwarran.

“Mudah-mudahan perserta didik yang kita kirim ini konsentrasi dengan ilmu-ilmu serta ketrampilan yang sudah dibekali, paling tidak bisa tampil di LT III dengan hasil yang memuaskan, itu sudah lumayan,”harap Sekretaris Kwarran Kayangan Alimudin.

Ketika ditanya bagaimana peran pihak Kwarran dalam membina dan mempersiapkan peserta yang nantinya akan dikirim ke LT III, Alimudin menjelaskan bahwa itu akan dipersiapkan dengan baik dengan melibatkan semua Pembina mahir dibidangnya.Sehingga bekal ilmu maupun ketrampilan personal sangat dituntut untuk dikuasai. Dengan demikian, maka bekal ketika mengikuti LT III nantinya sudah banyak dan tidak diragukan lagi.

“Melihat persiapan semua ini, kita berharap bisa berlanjut ke LT IV,”asa Alimudin yang berpenampilan low profil ini.

Diakui Alimudin bahwa sebelumnya pihaknya sudah merekrut peserta sebanyak 20 orang dari semua sekolah yang ada di Kayangan. Namun karena turun aturan atau juknis tentang persyaratan mengikuti LT adalah harus Gugus Depan yang utuh, termasuk dengan kelengkapan administrasinya. 

“Kita terus bina koordinasi dengan pihak gugus yang akan mewakili  untuk menjalin komunikasi dengan baik, terutama tentang jadual pembinaannya,”harapnya. (Eko)

Kamis, 01 Desember 2011

Sosialisasi UU No.23 Tahun 2004 Tentang PKDRT, Melibatkan Dua Kecamatan

Kayangan,-- Setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya ketika membuka secara resmi Sosialisasi UU No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), yang diikuti oleh 60 peserta yang teridiri dari PNS,tokoh Agama,tokoh masyarakat,tokoh pemuda, LSM, Karang Taruna, Kepala Desa dan Sekdes, dari dua Kecamatan (Bayan dan  Kayangan), berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan,Selasa,(30/11/2011).

Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, lanjut Tresnahadi adalah merupakan jaminan yang diberikan oleh Negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam pertemuan tersebut Tresnahadi merespon dan mendukung diadakannya sosialisasi UU No.23 tahun 2004 tentang PKDRT dimaksud, dimana sosialisasi ini melibatkan dua Kecamatan. Ini sangat beralasan karena dengan diadakannya sosialisasi seperti ini, tentunya masyarakat akan memiliki gambaran dan memahami apa isi Undang – Undang KDRT. 

Tresnahadi juga mengingatkan bahwa dengan adanya perkembangan teknologi dewasa ini, lebih-lebih dengan dunia glamour yang serba wah tersebut, harus bisa difilter terutama yang berdampak negative.

“Ini yang harus kita antisipasi, jangan sampai berkembang pada generasi muda kita,”tegas Tresnahadi.

“Saya minta kepada kita semua yang hadir ditempat ini, mari kita ikuti Sosialisasi ini dengan serius serta dengan sebaik-baiknya agar kita bisa memahami isi UU dimaksud, sehingga didalam kehidupan bermasyarakat bisa kita terapkan.”ajak Tresnahadi.

Sementara itu, pemateri dalam Sosialisasi UU No.23 Tahun 2004 tentang PKDRT Muhadi,SH menyampaikan bahwa, Undang-Undang ini dibuat oleh Pemerintah adalah untuk memberikan kepastian hukum dalam masyarakat.Tidak menutup kemungkinan kekerasan dalam rumah tangga pasti ada dalam kehidupan bermasyarakat. 

Kekerasan ini bisa berwujud kekerasan fisik, yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat, ada pula berwujud kekerasan psikis, yang dapat mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya atau bisa berakibat pada penderitaan psikis berat pada diri seseorang. Selain itu, sebut Muhadi, bahwa bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga juga dapat berupa kekerasan seksual dan penelantaran rumah tangga.

“Seseorang yang menelantarkan orang dalam lingkup RTnya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian, ia wajib memberikan kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang tersebut, termasuk pelarangan untuk bekerja bagi yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada dibawah kendali orang tersebut,”urai Muhadi serius.

Apabila terjadi hal-hal yang menurut hukum termasuk kekerasan dalam rumah tangga, maka korban juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial atau pihak lain baik sementara maupun berdasarkan penetapan perlindungan dari pengadilan; Mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis; Mendapatkan penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban; Mendapatkan pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum pada setiap proses pemeriksaan sesuai dgn ketentuan peraturan perundang-undangan; dan mendapatkan pelayanan bimbingan rohani. 

Lebih jauh Muhadi menjelaskan tentang kewajiban pemerintah dan masyarakat dalam hal mencari jalan keluar kasus-kasus kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Diantaranya adalah merumuskan kebijakan tentang penghapusan kekerasan dalam RT; menyelenggarakan komunikasi, informasi dan edukasi tentang kekerasan dalam RT; menyelenggarakan advokasi dan sosialisasi tentang kekerasan dalam RT; menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sensitif gender dan isu KDRT serta menetapkan standar pelayanan yang sensitif gender.

Sementara pemateri yang lain dari Bidang PP dan PA BPM, PPKB, Pemdes KLU Melsip, menjelaskan materi tentang upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga, diantaranya Penyediaan ruang pelayanan khusus di kantor kepolisian;Penyediaan aparat, tenaga kesehatan, pekerja sosial dan pembimbing rohani; Pembuatan dan pengembangan sistem dan mekanisme kerja sama program pelayanan yang melibatkan pihak yang mudah diakses oleh korban; dan Memberikan perlindungan bagi pendamping, saksi, keluarga dan teman korban.

“Setiap orang yang mendengar, melihat atau mengetahui terjadinya KDRT wajib melakukan upaya sesuai batas kemampuannya untuk mencegah berlangsungnya tindak pidana dan memberikan perlindungan kepada korban,”jelas Melsip.

Selain itu lanjutnya, orang juga bisa memberikan pertolongan darurat; dan membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.(Eko).

 

Selasa, 29 November 2011

MAD Sosialisasi TA 2013, PNPM-MPd Berlangsung Alot

Kayangan, -- Dalam rangka sosialisasi awal tentang hal-hal yang bekaitan dengan PNPM Mandiri Perdesaan tahun anggaran 2013, Musyawarah Antar Desa Sosialisasi (MAD SOS)  tingkat Kecamatan, yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan, Selasa, 29 Nopember 2011.

Hadir dalam MAD SOS tersebut, disamping dari PNPM (UPK,FK,FT-MP/GSC) juga dihadiri Kepala Desa, 2 orang BPD dan 3 orang wakil perempuan sebagai peserta  serta unsur lain yang terkait dengan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan.

Musanip,B.Sc selaku PJOK sekaligus mewakili Camat Kayangan, dalam Pengantarnya menyampaikan tentang maksud dan tujuan MAD dan Agenda MAD SOS.

Menurut Musanip bahwa pertemuan ini adalah dihajatkan agar seluruh peserta yang hadir betul-betul mengetahui tentang pelaksanaan PNPM-MPd ditingkat desa. Walau selama ini memang pelaksanaan PNPM-MPd sudah lama bergulir ditingkat desa, namun apa salahnya kita kilas balik apa yang pernah dilakukan PNPM-MPd selama ini.

”Tujuan pertemuan ini, paling tidak kita mendapatkan informasi pokok tentang PNPM-MPd ditingkat desa,”kata Musanip yang asal Senaru Bayan ini.

”Intinya bagaimana pelaksanaan PNPM-MPd sebelumnya dan yang akan dilaksanakan dimasa mendatang,”tambahnya.

Pelaksanaan PNPM-MPd ditingkat Desa banyak sekali ragamnya, namun sering kita jumpai dilapangan hanya beberapa saja yang terlaksana dengan baik. Jadi hanya dengan bekerja sama seluruh stacholder ditingkat desalah intinya bagaimana pelaksanaannya agar jauh lebih baik dari sebelumnya.

Dalam program PNPM-MP ini semuanya dilaksanakan ditingkat desa, mulai dari perencanaan,pelaksanaan,pengawasan,pelaporan dan sebagainya, semuanya dilaksanakan oleh pelaku ditingkat bawah.Oleh karena itu, pengerjaannya harus betul-betul dilaksanakan dengan baik.

Ketika ditingkat perencanaan ditingkat desa, harus melibatkan dan memberdayakan potensi-potensi yang ada dimasyarakat berdasarkan keinginan sesuai dengan keadaan masyarakat di desa itu.

”Mohon kepada semua peserta agar memberikan partisipasinya dalam musyawarah  antar desa (MAD) ini, agar apa yang kita hasilkan dengan harapan yang maksimal,”ingat Musanip.

Sementara Fasilitator Teknik (FT) Saepul Rahman,ST dalam penyampaian evaluasinya menyangkut grafik progres pencapaian MDST menyitir beberapa desa yang sudah melakukan MDST hingga 100%, namun ada pula desa yang walaupun sudah MDST meninggalkan beberapa catatan yang harus diselesaikan. ”Ini sebagai kewajiban kita untuk melengkapi, ”katanya mengingatkan.

”Mari kita tingkatkan kualitas pelaksanaan PNPM ini demi keberhasilan bersama,”ajak Saepul.

Hal senada juga disampaikan Ir Rusli (FK) bahwa keterlibatan semua pihak terutama masyarakat tingkat desa dalam penguatan perencanaan Musrenbang ditingkat desa maupun ditingkat Kecamatan. Karena dengan keterlibatan masyarakat dalam pembahasan, paling tidak mereka membawa aspirasi dari bawah sehingga hasil yang didapatkan bisa terakomodir semuanya.

Menurut Rusli bahwa berdasarkan jumlah kelompok yang diusulkan dari Kecamatan Kayangan hingga saat ini ada 64 kelompok dan jumlah dana yang dijatahkan adalah 750 juta. ”Semoga pada tahun 2012, dana ini diharapkan bisa diserap,”harapnya. (Eko)

Wabup KLU, Canangkan Hari Menanam Pohon Indonesia

Lempenge, -- Secara serentak, Senin (28/11/2011) di seluruh Indonesia, baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten/kota, Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional, telah dicanangkan.
Dengan melibatkan seluruh jajaran SKPD, TNI maupun masyarakat setempat, acara penanaman pohon di sepanjang pesisir pantai Lempenge hingga Montong Pal sukses. Masing-masing pimpinan SKPD diberikan jatah menanam satu pohon di tempat yang sudah ditentukan.Termasuk Wabup KLU H.Najmul Akhyar,SH.MH dengan didampingi Dandim 1606 Lombok Barat Letkol (Inf) Waris Aris N, Plt Sekda KLU Simparudin,SH dan seluruh SKPD lingkup Pemda KLU, menanam pohon. Bibit-bibit pohon yang ditanam tersebut sebagian besar Jamplung dan Trambesi.
Najmul mengatakan bahwa, dengan kehadiran seluruh SKPD dilingkup Pemda KLU saat ini, akan menjadi motivasi bagi masyarakat Lombok Utara untuk lebih giat dan lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan dan melestarikan lahan dan hutan berbasis masyarakat, baik secara ekologis, ekonomis maupun social.

Dalam mewujudkan dan melestarikan lingkungan hidup, berbagai gerakan dan program telah dilakukan oleh Pemda KLU melalui Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup KLU bekerja sama dengan Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL), meliputi gerakan penghijauan lingkungan, gerakan rehabilitasi hutan dan lahan, gerakan tanam dan pelihara pohon, gerakan menanam one man one tree dan sebagainya.

Oleh sebab itu, Najmul juga mengajak seluruh pimpinan SKPD untuk melakukan interaksi dengan masyarakat agar terjalin hubungan yang harmonis antar sesama, dimana hubungan yang harmonis dengan masyarakat ini menurutnya, akan menjadi modal utama dalam memberikan penyadaran, bahwa kelestarian sumber daya alam bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah semata, namun itu adalah menjadi tanggung jawab kita bersama masyarakat KLU untuk menjaga dan melestarikannya.

“Mari kita jaga dan pelihara semua tanaman yang sudah kita tanam di sepanjang pantai Lempenge ini, sehingga untuk 5 tahun kedepan, Insya Allah pantai Lempenge ini akan sejuk dan nyaman serta indah untuk menjadi tempat istirahat,” pesannya.

Camat Kayangan Tresnahadi, di tengah-tengah kerumunan stafnya ketika sibuk menanam, juga berharap agar tanaman yang baru saja ditanam ini, betul-betul dipelihara. “Jangan ditanam saja, lalu dibiarkan tanpa ada perawatan tindak lanjutnya,” katanya.

“Ini akan berhasil manakala didalam diri kita masing-masing ada kepedulian terhadap lingkungan,”timpal Atmaja Gumbara, Kasubag Perencanaan Kantor Camat Kayangan, yang diaminkan oleh rekan-rekannya yang lain.

“Saya akan tetap pelihara tanaman yang sudah saya tanam ini, kapan pun saya lewat di sini, insya Allah saya akan perhatikan,” katanya berjanji untuk tetap merawat dan memelihara pohon trambesi yang ditanamnya itu, mengingat dirinya adalah orang asli di daerah tersebut.

 Pada kesempatan itu pula, Wabup KLU mengukuhkan beberapa kelompok peduli lingkungan daerah pesisir Desa Rempek Kecamatan Gangga. (Eko)

Senin, 28 November 2011

Sosialisasi Pembangunan USB SMPN 4 Kayangan

Kayangan,-- Dalam rangka mempercepat penuntasan wajib belajar 9 tahun yang bermutu dan merata, saat ini Kecamatan Kayangan patut berbangga.

Pasalnya, pada tahun anggaran 2012 mendatang, Kecamatan Kayangan mendapatkan satu Unit Sekolah Baru (USB) untuk SMPN 4 Kayangan, yang natinya akan dibangun di Desa Selengen.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya mengharapkan agar dalam rangka sosialisasi rencana pembangunan satu USB tersebut, semua peserta yang hadir untuk memberikan dukungan sepenuhnya.

Sebelumnya Tresnahadi mengakui bahwa di Kecamatan Kayangan selama ini sudah memiliki 3 buah SMPN yang sudah berdiri disamping 6 buah MTs dan pada tahun mendatang Kecamatan Kayangan mendapatkan satu USB SMPN lagi, yang nantinya akan ditempatkan di Desa Selengen.

“Proposalnya sudah diajukan ke Mendiknas dan di respon, sehingga satu USB ini akan dibangun pada tahun anggaran 2012 mendatang,”jelasnya.

“Intinya, mohon dukungan sepenuhnya dari semua pihak terhadap rencana pembangunan USB SMPN 4 Kayangan ini,”tambahnya.

Kepastian ini diungkapkan oleh Kabid Dikdas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara Muhammad ketika Sosialisasi rencana pembangunan USB dimaksud, yang berlangsung diaula Kantor Camat Kayangan,Sabtu,(27/11/2011).

Hadir dalam pertemuan tersebut, selain Kabid Dikdas Dikbudpora KLU,Muspika, Camat Kayangan, juga dihadiri 3 Kepala Desa  (Selengen,Salut, Gumantar),tokoh masyarakat,tokoh pemuda,para pengawas TK/SD, panitia pembangunan USB dan beberapa warga masyarakat desa yang terdekat dengan rencana lokasi pembangunan USB.

Dikatakan Muhammad, bahwa kepastian KLU mendapatkan dua buah USB, salah satunya SMPN 4 Kayangan pada tahun anggaran 2012 mendatang, setelah dirinya diberitahu oleh pihak Kemendiknas, ketika mengikuti workshop pengembangan SMP tingkat Nasional di Hotel Andos Cengkaren Jakarta. Dimana menurut Muhammad, bahwa proposal usulan Block Grant Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 4 Kayangan yang sudah dikirim ke Mendiknas beberapa waktu lalu, telah disetujui pihak Kemendiknas.

“Perhatian Pusat terhadap KLU sungguh luar biasa, terutama di bidang Pendidikan.Coba saja untuk pendidikan dasar, Pusat menyediakan 3 M untuk KLU. Ini baru pendidikan dasar, belum untuk sekolah menengah,termasuk rehab maupun pembangunan USB, ”Jelas Muhammad, yang asli Pemenang ini.

Sebenarnya harapan masyarakat Desa Selengen untuk mendapatkan USB SMPN 4 Kayangan ini sudah lama terpendam. Beberapa tahun yang lalu, sebagai cikal bakal SMPN 4 Kayangan ini pernah menerima siswa baru, yang ketika itu numpang di SD Tampes. Namun karena kepastian dari Pemerintah Pusat saat itu belum ada, sehingga setelah sekian tahun menunggu, akhirnya sekarang baru ada respon positif dari Pemerintah Pusat.

“Ini dalam rangka menyukseskan wajar dikdas 9 tahun,”tegas Muhammad.

Dalam rangka membangun Kecamatan Kayangan kedepan melalui jalur pendidikan, maka Muhammad mengajak semua pihak untuk memberikan dukungannya, sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat Kecamatan Kayangan khususnya Desa Selengen terkait rencana pembangunan USB SMPN 4 Kayangan dapat terwujud. 

“Proposal Block Grant Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 4 Kayangan, yang sudah kita kirim ke Pusat, sudah diterima Direktorat Pendidikan Kemendiknas. Hanya saja, ada beberapa perbaikan yang perlu kita lengkapi, ”katanya.

Disamping itu, Muhammad menyatakan bahwa dokumen untuk melengkapi proposal yang akan dibawanya ke Jakarta minggu ini, agar dilengkapi dan kalau ada perbedaan, jangan dikedepankan.

“Yang menjadi prioritas kita saat ini adalah bagaimana program pembangunan Kecamatan Kayangan, bilkhusus melalui jalur pendidikan ini bisa berjalan dan sukses,”pinta Muhammad dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan Nurdin,S.Pd mengatakan bahwa setelah USB SMPN 4 Kayangan tersebut sudah tuntas, maka yang diprioritaskan kemudian untuk wilayah Kecamatan Kayangan adalah pengadaan SMK. Karena menurutnya, jika dibandingkan dengan Kecamatan yang lain, tinggal Kecamatan Kayangan yang belum memiliki SMK.(Eko). .

Peringatan Tahun Baru Islam, Bentuk Wujud Syukur

Sesait- Berbagai cara memperingati tahun baru Islam, diantaranya melakukan kirab benda-benda pusaka yang memiliki nilai mistis, pawai taaruf,  parade drumband dan lain sebagainya.
Seperti halnya Generasi Bersatu Tukak Bendu menggelar berbagai kegiatan dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1433 H tahun ini, yang dirangkaikan dengan HUT ke-4 GB.

Ketua Panitia Penyelenggara Samsul Sulita dalam laporannya menyampaikan ada beberapa mata lomba yang dilaksanakan, diantaranya turnamen Futsal, Catur, Tennis Meja dan tarik tambang tingkat umum. Di mana turnamen Futsal menurut Samsul diikuti oleh 48 tim dari berbagai wilayah yang ada di KLU, Catur diikuti 12 peserta, tennis meja diikuti 22 peserta, salah satu peserta adalah wakil ketua DPRD KLU Burhan M.Nur, sedangkan tarik tambang diikuti 20 tim dari wilayah Desa Sesait dan Desa Pendua.

Dari berbagai pertandingan dan lomba  tersebut diperoleh hasil akhir antara lain, juara satu Futsal Tim Karang Lande Kayangan, juara satu Catur Rusyadin, dari Lengkukun Kayangan,  juara satu Tennis Meja Agus Hermawan,S.Pd dari Sumur Pande dan juara satu Tarik Tambang grup Banteng Ngamuk dari tuan rumah Tukak Bendu.

Acara dihadiri Wakil Bupati KLU H.Najmul Akhyar, juga Kepala Dikbudpora KLU, Kasi Kesra Setda KLU, Anggota DPRD KLU, Camat Kayangan, Ketua Bajang dari seluruh wilayah Kecamatan Kayangan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan undangan  lainnya.

Dalam taushiyahnya, Wabup H.Najmul Akhyar mengingatkan bahwa peringatan tahun baru Islam ini merupakan bentuk wujud syukur kepada Allah Swt atas perjuangan Nabi Muhammad Saw beserta para Sahabatnya ke Madinah.

“Ini dilakukan Nabi Muhammad Saw dalam rangka memperjuangkan agama Allah supaya bermakna.,”tegas Wabup.

Hakekat berhijriyah adalah peralihan dari sesuatu yang tidak bagus kepada yang lebih bagus, dimana menurut Wabup yang asal Menggala Pemenang ini, Hijriyah itu memiliki dua makna, yaitu Makna Makaniah, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain,dan makna Maknawiyah, pindah dari mengerjakan sesuatu yang tidak diridoi oleh Allah Swt ke tempat yang diridoi oleh Allah Swt. “Intinya bagaimana hijriyah itu bisa memberikan nilai tambah buat orang yang melakukan perpindahan,”katanya.

Sementara itu Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya mengharapkan agar GB yang sedang berulang tahunnya yang ke 4 pada tahun ini semakin eksis didalam meningkatkan kinerjanya dalam membantu suksesnya program pemerintah daerah.

Camat Kayangan juga menyampaikan apresiasinya terhadap hal-hal positif yang telah dilaksanakan oleh GB pada HUT-nya yang ke 4 tahun ini. “Selalulah aktif dalam membantu pemerintah, baik tingkat dusun, desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten,” pesan Tresnahadi. “Saya minta ke depan, baik dalam melaksanakan kegiatan maupun dalam melaksanakan berbagai programnya, harus ditingkatkan, dengan prinsip, hari esok harus lebih baik dari hari ini,” pintanya.

Di akhir acara dibagikan penghargaan bagi para juara.”Selamat bagi para juara.” ucap Misyadin,S.Pd yang memandu pembagian hadiah. (Eko).

Jumat, 25 November 2011

Pengurus Posyantek Kayangan, Akhirnya Terbentuk

Kayangan,-- Di era globalisasi saat ini, masyarakat dituntut memiliki kemampuan menguasai teknologi untuk meningkatkan daya saing produk guna peningkatan kesejahteraannya.Untuk itu diperlukan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap Teknologi Tepat Guna (TTG).

Hal tersebut dikatakan Camat Kayangan yang diwakili Kasi PMD Musanip,B.Sc, mengawali pengantarnya dalam rapat pembentukan Pengurus Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) tingkat Kecamatan Kayangan, yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan, Kamis, (24/11/2011).

Hadir dalam pertemuan tersebut, disamping anggota Muspika, hadir pula para Pimpinan SKPD,Kepala Desa,Ketua BPD,SPMD, LPM, tokoh Pemuda,tokoh masyarakat serta beberapa pengurus Karang Taruna dan undangan lainnya.

Adapun maksud pembentukan dan pengembangan  Posyantek adalah untuk mempercepat pemanfaatan TTG oleh masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah menjembatani masyarakat pemanfaat /pengguna TTG dengan sumber TTG, memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan teknis, pelayanan informasi dan promosi TTG serta meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam rangka pemanfaatan TTG.

 Selanjutnya Musanip menerangkan bahwa Posyantek itu adalah lembaga kemasyarakatan di Kecamatan yang memberikan pelayanan teknis, terkait informasi dan orientasi berbagai jenis Teknologi Tepat Guna (TTG).
“Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan TTG dilaksanakan secara partisipatif, keterpaduan, mempertimbangkan potensi sumber daya local, berwawasan lingkungan dan memberdayakan masyarakat setempat,”jelas Musanip.

Disamping itu, Musanip yang  asal Senaru Bayan ini juga menjelaskan bahwa sasaran pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan TTG tersebut meliputi masyarakat penganggur, putus sekolah dan keluarga miskin. Selain itu, sasaran lainnya lebih difokuskan buat masyarakat yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah.

Melalui proses pembahasan yang panjang dan alot, dengan di pandu Agus Suparno,S.Hi (SPMD Kayangan) akhirnya pengurus  Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) tingkat Kecamatan Kayangan akhirnya berhasil memilih pengurus baru, dengan memperhatikan keterwakilan semua desa dari delapan desa yang ada, dengan dikomposisi, Ketua Abdurrahman Jumaidi (Kayangan), Sekretaris Marjudin, (Santong),Bendahara Sri Astuti (Dangiang), Kemitraan Mahirudin (Sesait),Pengembangan Sahrin (Pendua), dan Pelayanan Martiadi (Gumantar).

“Pengurus Posyantek yang baru terpilih ini dalam waktu dekat akan dikukuhkan oleh Bupati KLU.,”terang Agus Suparno.

Sementara itu, Abdurrahman Jumaidi selaku yang dipercaya mengemban amanat tersebut, mengharapkan kepada semua pihak untuk turut serta membantunya dalam menjalankan tugasnya. 

“Tanpa keterlibatan semua pihak, tidak mungkin semua tugas bisa terselesaikan dengan baik dan maksimal,”katanya berharap.(Eko).