Senin, 21 November 2011

Sosialisasi Perda IPPKTM No.6 Tahun 2011, Dibuka Resmi Camat Kayangan

Kayangan,-- Hutan merupakan sumberdaya alam karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang diperuntukkan bagi kesejahteraan seluruh ummat manusia berupa manfaat ekologi,social maupun ekonomi secara seimbang dan dinamis.
Demikian dikatakan Zainudin, mewakili Kepala DPPKKP KLU pada acara pembukaan Sosialisasi Perda No.6 tahun 2011 tentang Ijin Pengurusan dan Pengendalian Kayu yang berasal dati Tanah Milik (IPPKTM), yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan,Rabu (16/11).

Hadir dalam pertemuan tersebut selain Camat Kayangan berserta Muspika dan seluruh Karyawan Kantor Camat Kayangan, hadir pula para pimpinan SKPD,Kepala Desa,Kepala Dusun,tokoh masyarakat,tokoh agama dan tokoh pemuda se Kecamatan Kayangan.

Dikatakan Zainudin, maksud diadakan sosialisasi ini bahwa selama pisah dengan Kabupaten Induk (Lobar) masih diberlakukan Perda Lombok Barat tentang system pengurusan ijin pengendalian kayu yang berasal dari tanah milik.

“Hampir satu tahun kita masih menggunakan Perda Lombok Barat dan selama itu pula pemantauan kita terkait dengan ijin penebangan kayu luput dari perhatian kita,sehingga jika masyarakat melakukan penebangan kayu dari tanah milik pribadi, belum kita tertibkan, ”katanya jujur.

Zainudin juga mengakui bahwa proses penyusunan draf Perda ini, memakan waktu yang sangat panjang hingga disetujui DPRD KLU.

Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya mengatakan sangat setuju dengan adanya sosialisasi ini, karena selama ini yang dijadikan rujukan DPPKKP KLU masih menggunakan Perda Lobar. Namun seiring berjalannya waktu, KLU sudah memiliki Perda baru tentang bagaimana mekanisme pengurusan ijin penebangan kayu yang berasal dari tanah milik.

“Itulah sebabnya bahwa untuk memahami isi Perda ini, haruslah diadakan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat KLU, karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan Perda ini,”ingatnya.

Camat Kayangan pada kesempatan itu mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mengikuti sosialisasi ini sebaik mungkin untuk dipahami semoga ada manfaatnya bagi masyarakat KLU umumnya dan masyarakat Kayangan khususnya.

Diakhir sambutannya Camat Kayangan membuka secara resmi Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2011 tentang Ijin Pengurusan dan Pengendalian Kayu yang bersal dari Tanah Milik (IPPKTM).

Muzhab Kabid Kehutanan DPPKKP KLU dalam penyampaian materi sosialisasinya menyatakan beberapa  hal penting terkait dengan isi Perda No.6 tahun 2011. Dikatakannya bahwa sesui dengan ketentuan Pasal 36 UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, bahwa pemanfaatan hutan kayu yang mempunyai fungsi produksi, dapat dilakukan kegiatan untuk memproduksi hasil hutan sesuai potensi dan daya dukung lainnya.
Semakin meningkatnya pemanfaatan kayu yang berasal dari tanah milik sebagai alternative pemenuhan bahan bangunan dan lainya bagi masyarakat, maka perlu diatur pengurusan dan pengendaliannya dengan maksud agar sumber daya hutan dapat dimanfaatkan secara terarah, terkendali, efesien dan lestari.

“Pengurusan dan pengendalian kayu dimaksud dilaksanakan berdasarkan asas manfaat,asas lestari dan asas kepastian hukum,”urai Muzhab.

Yang terpenting menurutnya bahwa pengurusan dan pengendalian dimaksudkan  untuk mengatur pemanfaatan kayu yang berasal dari  tanah milik, baik untuk kepentingan pembangunan maupun industry agar keseimbangan ekosistem dan kelestarian sumber daya alam hayati tetap terjaga.

Berdasarkan pengalaman selama ini di masyarakat sering menebang kayu secara berlebihan sehingga banyak yang tidak dimanfaatkan. “Ini yang perlu kita atur dengan adanya Perda sekarang,”katanya.

Sementara persyaratan yang diperlukan oleh masyarakat untuk pengurusan ijin pemanfaatan kayu ditanah miliknya, Muzhab menyatakan bahwa itu cukup pemohon datang ke Kantor Desa setempat dengan membawa foto copy KTP pemohon dilengkapi SPPT tanah untuk dibuatkan pengantar pengurusan ijinnya.
Ditegaskan Muzhab bahwa yang harus dicermati dari isi Perda No.6 tahun 2011 tentang Pengurusan Ijin Menebang Kayu adalah ada pada pasal 6.

“Hingga saat ini yang berhak menandatangani surat ijin penebangan kayu adalah Bupati atau Pejabat yang ditunjuk,”tegas Muzhab yang asli Telagawareng Pemenang Barat ini.

“Untuk ijin penebangan kayu yang berasal dari tanah milik dan diperuntukkan untuk kepentingan pribadi, maka yang menanda tangani surat ijinnya bisa Kepala UPTD Kehutanan setempat. Tetapi jika itu untuk kepentingan perusahaan, maka yang menanda tangani surat ijinnya adalah Bupati,”rinci Muzhab.

Di akui Muzhab bahwa sebenarnya Perda No.6 tahun 2011 tersebut untuk wilayah Kayangan sudah diberlakukan sejak bulan Agustus 2011 lalu.

“Ada beberapa Kepala Desa sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan isi Perda tersebut,”selorohnya. (Eko)

Jumat, 11 November 2011

Kr.Lande Kayangan, Bekuk Loster Selengen 4-2

Sesait,--  Berakhir sudah event Futsal akbar yang digelar GB Tukak Bendu, dalam HUT-nya yang ke 4 tahun ini, dengan kemenangan telak tim Kr.Lande Kayangan 4-2 atas tim Loster Selengen, yang berlangsung di lapangan Futsal Sesait,Kamis,(10/11).
 
Cabang olah raga yang umumnya di gandrungi para pecinta si kulit bundar ini, diikuti oleh 48 tim. Para peserta yang ikut ambil bagian dalam event ini sebagian besar tim-tim sepak bola yang ada diwilayah Kayangan dan beberapa tim yang berasal dari Kecamatan Gangga.

Pelaksanaan kegiatan yang menyedot penonton setiap hari membanjiri lapangan Futsal Sesait ini, berlangsung selama 36 hari terhitung sejak pembukaan hingga Final mengantarkan Kr.Lande Kayangan sebagai juara.

Menurut Ketua Panitia pelaksana Misyadin,S.Pd mengatakan sangat bangga dengan kesuksesan kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun ini. Dirinya mengaku bahwa  pelaksanaan event yang menyedot perhatian semua kalangan ini banyak mendatangkan keuntungan. Misalnya saja sebutnya, dengan penyelenggaraan event ini, disamping  menyambung erat tali silaturrahmi antar pemuda dari berbagai wilayah yang tergabung dalam tim Futsal itu, juga dapat meningkatkan ekonomi masyarkat setempat.

“Pelaksanaan kegiatan selama ini, kami nilai semua pemain bertindak seportif, yang walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat kendala yang mengganjal, namun itu semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan,”kata Misyadin yang baru beberapa hari ini memulai hidup baru dengan menyunting putri ketiga dari Rahim Arto (Bang Cucut) Tukak Bendu.

Kedua tim yang keluar sebagai juara pada event ini adalah semuanya tim baru. Penampilan kedua tim sangat istimewa, karena disamping keduanya adalah tim yang baru muncul dan mengalahkan juara bertahan Panser Sidutan selama dua tahun berturut-turut, juga permainan mereka bisa menghibur ratusan pengunjung yang memadati lapangan Futsal Sesait.

“Wah,..permainan mereka bagus dan sangat menghibur,”seloroh A.Rudi warga setempat senang.

Sudirlan, kapten tim Futsal Kr.Lande Kayangan mengatakan sangat bangga dengan keberhasilan timnya tampil sebagai juara.

“Secara pribadi saya merasa bangga jadi juara pada event ini. Kami main santai dan selalu kompak,tidak saling menyalahkan dan selalu mengalah kalau ada yang dinyatakan pelanggaran oleh wasit,”kata Sudrlan bangga.

Pernyataan Sudirlan (kapten) tim Futsal Kr.Lande tersebut dibenarkan juga oleh Pembinanya Mas Iwan , Mustakim dan Ariadi.

“Menang kalah hal biasa, yang penting bisa tampil terbaik,”kata Mustakim yang dibenarkan juga oleh Mas Iwan dan Ariadi.

“Mereka main mengandalkan kekompakan, ”tambah Ariadi.

Mas Iwan yang juga Kadus Kr.Lande ini mengatakan sangat respon dan mendukung tim binaannya ini. “Ini adalah tim yang baru muncul, kita tidak sangka bisa jadi juara, ”katanya terharu.

Menurut Mas Iwan, kedepan pihaknya akan melakukan pembinaan terus terhadap tim ini dan bahkan dalam waktu dekat juga akan menggelar kegiatan yang sama di Kayangan.

Sementara itu, menurut Ketua GB Tukak Bendu Subiadi mengatakan bahwa, pelaksanaan kegiatan Futsal yang melibatkan seluruh kelompok Bajang diwilayah Kayangan ini adalah dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT GB ke 4 yang jatuh pada tanggal 27 November 2011 mendatang.

“Tidak hanya Futsal saja yang kita gelar tahun ini, tapi ada juga mata lomba yang lain seperti Catur,Tennis meja, tarik tambang untuk umum yang pelaksanaannya akan dimulai hari minggu (13/11) yang akan datang,”jelas Subiadi yang baru selesai S1 ini.

Subiadi juga menyinggung  hal-hal yang akan dilakukannya pada acara puncak pelaksanaan HUT GB ke 4 tanggal 27 November 2011 mendatang. Diantaranya adalah membaca Surat Yasin, Berzanji dan Do’a bersama, dan tempat acaranya direncanakan di lapangan Futsal Sesait ini.

Pada puncak acara ini nanti lanjut Subiadi, di rencanakan akan mengundang seluruh organisasi dan beberapa tokoh penting yang ada diwilayah Sesait- Kayangan.

“Kita ingin rayakan HUT GB ke 4 tahun ini, dengan tampilan beda dari tahun sebelumnya, ”katanya bangga.
“Selamat HUT GB ke 4 tahun ini, semoga tetap bersatu sepanjang masa  dan bisa membawa perubahan dimasa yang akan datang,”ucap Ketua Bajang Patuh Lokok Sutrang Zaenul Hadi,S.Pd pada suatu kesempatan.(Eko).

Prosentase PBB Tertinggi, Desa Salut Layak Jadi Desa Sadar Hukum

Jumat, 11 November 2011 16:10
MATARAMnews (KLU) - Persyaratan yang harus dipenuhi desa agar dapat dikatagorikan atau memperoleh predikat sebagai Desa Sadar Hukum tahun 2011 diantaranya, pelunasan kewajiban membayar PBB mencapai 90 persen, tidak terdapat perkawinan dibawah usia berdasarkan UU No.1 Tahun 1974, angka kriminalitas rendah, rendahnya kasus narkoba, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan serta kriteria lain yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Foto : Peserta Rapat Bahas Desa Sadar Hukum
Hal tersebut di ungkapkan Camat Kayangan yang diwakili Sekcam Kayangan R. Kertamono, dalam pengantarnya pada rapat persiapan pembentukan Desa Sadar Hukum, yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan,Kamis (10/11/2011). Hadir dalam pertemuan tersebut Muspika, Pimpinan SKPD, Kepala Desa, SPMD para Kasi dan Kasubag Kantor Camat Kayangan.

Ditegaskan Sekcam Kayangan yang asal Bayan ini, bahwa untuk bisa ditentukan sebagai Desa Sadar Hukum adalah harus memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan Pemerintah. “Desa mana nantinya yang bisa diajukan sebagai Desa Sadar Hukum mewakili Kecamatan Kayangan, tentunya harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan Pemerintah Daerah,” katanya semangat.

R.Kertamono minta kepada para peserta rapat, agar pertemuan tersebut betul-betul dapat menghasilkan sebuah keputusan yang maksimal dalam menentukan kriteria Desa yang akan di usulkan sebagai Desa Sadar Hukum, sehingga dapat mewakili Kecamatan Kayangan dengan rasa bangga.
Kasi PMD Kecamatan Kayangan Musanip B.Sc yang memandu pertemuan tersebut menyatakan, bahwa berdasarkan data yang masuk terdapat tiga desa yang memperoleh kriteria tertinggi dalam perolehan prosentase pungutan PBB tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten.
Ketiga desa tersebut lanjutnya, yaitu Desa Salut 100,57 persen, disusul Desa Dangiang 93,91 persen dan Desa Santong 90,48 persen. Sedangkan Desa yang lain perolehan prosentasenya dibawah itu. “Dengan melihat kriteria tesebut, maka saya lebih condong agar Desa Salut yang di usulkan sebagai Desa Sadar Hukum,” katanya.
“Tetapi ini belum menjadi sebuah keputusan. Kita masih menunggu perifikasi data dari seluruh dinas terkait masuk ke Kecamatan, sebagai dasar kita untuk melakukan kajian dalam menentukan Desa mana yang akan ditentukan sebagai Desa Sadar Hukum yang akan mewakili Kecamatan Kayangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pendua Haerudin meminta agar dinas terkait segera menentukan kriteria yang dimiliki oleh setiap Desa sesuai dengan leading sektornya masing-masing,  sehingga pihak Kecamatan bisa menentukan Desa mana yang cocok di usulkan sebagai Desa Sadar Hukum, tentunya dengan melihat rangking beberapa kriteria yang sesuai dengan kondisi desa itu.
Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Kayangan L.Moh.Sidik,S.Sos, melihat kriteria dari sisi UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dikatakannya bahwa kalau dilihat dari sisi paling tinggi kesadaran pencatatan pernikahan selama kurun waktu bulan Januari hingga November 2011 ini adalah Desa Santong diatas 75 persen.

Hal senada juga di katakan dr Encu Sukandi bahwa, di sektor Kesehatan adalah Desa Santong, dimana di desa ini paling rendah angka kelahiran dan kematian ibu dan bayi. Sedangkan dari kebersihan lingkungan, dr Encu yang asal Banten ini menyatakan Desa Kayangan menempati rangking tertinggi. Dikatakan dr Encu, bahwa di Desa Kayangan tidak ada kandang yang masih menyatu dengan rumah.

Dari sektor Kamtibmas, Kapolsek Kayangan menyatakan bahwa, selama kurun waktu Januari hingga November 2011 ini, prosentase gangguan Kamtibmas hanya berkisar 5 persen. “Kecilnya prosentase ini penyebabnya mungkin masyarakat malas melapor jika ada kejadian, tolong kerja sama yang baik dalam membina Kamtibmas di wilayah ini,” pintanya.
Kapolsek Kayangan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena selama ini telah banyak membantu pihak Kepolisian demi terciptanya kondisi aman di wilayah Kecamatan Kayangan.
(Laporan : Eko | KLU)

Kamis, 10 November 2011

Prosentase PBB Tertinggi, Desa Salut Layak Jadi Desa Sadar Hukum

Kayangan,-- Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Desa agar dapat dikatagorikan atau memperoleh predikat sebagai Desa Sadar Hukum tahun 2011 diantaranya, pelunasan kewajiban membayar PBB mencapai 90 %, tidak terdapat perkawinan dibawah usia berdasarkan UU No.1 Tahun 1974, angka kriminalitas rendah, rendahnya kasus narkoba, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan serta kriteria lain yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Hal tersebut di ungkapkan Camat Kayangan yang diwakili Sekcam Kayangan R.Kertamono, dalam pengantarnya pada rapat persiapan pembentukan Desa Sadar Hukum, yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan,Kamis,(10/11/2011).

Hadir dalam pertemuan tersebut Muspika, Pimpinan SKPD, Kepala Desa, SPMD para Kasi dan Kasubag Kantor Camat Kayangan.

Ditegaskan Sekcam Kayangan yang asal Bayan ini, bahwa untuk bisa ditentukan sebagai Desa Sadar Hukum adalah harus memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan Pemerintah.

“Desa mana nantinya yang bisa diajukan sebagai Desa Sadar Hukum mewakili Kecamatan Kayangan, tentunya harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan Pemerintah Daerah,”katanya semangat.

R.Kertamono minta kepada para peserta rapat, agar pertemuan tersebut betul-betul dapat menghasilkan sebuah keputusan yang maksimal dalam menentukan kriteria Desa yang akan di usulkan sebagai Desa Sadar Hukum, sehingga dapat mewakili Kecamatan Kayangan dengan rasa bangga.

Kasi PMD Kecamatan Kayangan Musanip,B.Sc yang memandu pertemuan tersebut, menyatakan bahwa berdasarkan data yang masuk terdapat tiga desa yang memperoleh kriteria tertinggi dalam perolehan prosentase pungutan PBB tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten.

Ketiga desa tersebut, lanjutnya, yaitu Desa Salut 100,57%, disusul Desa Dangiang 93,91% dan Desa Santong 90,48 %. Sedangkan Desa yang lain perolehan prosentasenya dibawah itu.

“Dengan melihat kriteria tesebut, maka saya lebih condong agar Desa Salut yang di usulkan sebagai Desa Sadar Hukum,”katanya.

“Tetapi ini belum menjadi sebuah keputusan. Kita masih menunggu perifikasi data dari seluruh dinas terkait masuk ke Kecamatan, sebagai dasar kita untuk melakukan kajian dalam menentukan Desa mana yang akan ditentukan sebagai Desa Sadar Hukum yang akan mewakili Kecamatan Kayangan, ”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pendua Haerudin meminta agar dinas terkait segera menentukan kriteria yang dimiliki oleh setiap Desa sesuai dengan leading sektornya masing-masing, sehingga pihak Kecamatan bisa menentukan Desa mana yang cocok di usulkan sebagai Desa Sadar Hukum, tentunya dengan melihat rangking beberapa kriteria yang sesuai dengan kondisi desa itu.

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Kayangan L.Moh.Sidik,S.Sos, melihat kriteria dari sisi UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dikatakannya bahwa kalau dilihat dari sisi paling tinggi kesadaran pencatatan pernikahan selama kurun waktu bulan Januari hingga November 2011 ini adalah Desa Santong diatas 75%.

Hal senada juga di katakan dr Encu Sukandi bahwa, di sektor Kesehatan adalah Desa Santong, dimana di desa ini paling rendah angka kelahiran dan kematian ibu dan bayi. Sedangkan dari kebersihan lingkungan, dr Encu yang asal Banten ini menyatakan Desa Kayangan menempati rangking tertinggi. Dikatakan dr Encu, bahwa di Desa Kayangan tidak ada kandang yang masih menyatu dengan rumah.

Dari sektor Kamtibmas, Kapolsek Kayangan menyatakan bahwa, selama kurun waktu Januari hingga November 2011 ini, prosentase gangguan Kamtibmas hanya berkisar 5%.

“Kecilnya prosentase ini penyebabnya mungkin masyarakat malas melapor jika ada kejadian,”katanya
“Tolong kerja sama yang baik dalam membina Kamtibmas di wilayah ini,”pintanya.

Kapolsek Kayangan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena selama ini telah banyak membantu pihak Kepolisian demi terciptanya kondisi aman di wilayah Kecamatan Kayangan. (Eko).

 

Kamis, 03 November 2011

Survei Awal, Bandar Laut Kayangan Setuju Dibangun

Kayangan, -- Dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Tim Pengkaji dibawah pimpinan Sabidin Rektor Universitas 45 Mataram, yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan, Rabu, (02/11), pada prinsipnya setuju untuk dibangun Bandar Laut Kayangan dimasa mendatang.

Sosialisasi yang dihadiri seluruh pimpinan SKPD, Muspika, Kepala Desa, Sekdes, BPD, LPM, Kadus,Tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se Kecamatan Kayangan ini adalah sebagai langkah awal untuk persiapan melakukan kajian dibangunnya Bandar Kayangan dimasa datang.

Menurut Ketua Tim Sosialisasi Bandar Laut Kayangan Sabidin mengatakan bahwa, sosialisasi ini sebenarnya adalah untuk menapak tilas hubungan internasional yang pernah ada dimasa lampau. Itulah sebabnya KLU ini di pilih oleh Pusat sebagai lokasi pembangunan Bandar Laut Internasional mendatang.

Sabidin juga menyinggung bahwa ada beberapa daerah yang ditawarkan sebagai lokasi Bandar Laut Internasional dimaksud, diantaranya daerah Banten, Sulawesi Barat,Sulawesi Selatan dan KLU.Tetapi pihak Jakarta (pusat) menginginkan agar letak pembangunan Bandar Laut Internasional yang nantinya bernama Bandar Kayangan itu adalah berada di KLU.

Sebagai langkah awal yang dilakukan oleh Tim Penelitian dari Universitas 45 Mataram yang pimpinan Sabidin (Rektor Universitas 45) sebelum melakukan sosialisasi tentang Bandar Kayangan ini, terlebih dahulu pihaknya melakukan pendekatan dengan beberapa tokoh agama,tokoh masyarakat dan beberapa tokoh adat diwilayah Kayangan, seperti H.Israil Ismail DM.

Dari hasil dialog tersebut, menurut Sabidin, ada beberpa poin pesan tokoh adat di Kayangan kalau nantinya Bandar Kayangan itu jadi dibangun, diantaranya Pertama, mohon dipertahankan wilayah yang di kramatkan/ diadatkan, agar jangan disentuh, Kedua, diwilayah Kecamatan Kayangan ini banyak terdapat sumur pemandian yang di kramatkan, itu jangan disentuh, Ketiga, pemukiman masyarakat agar tidak di gusur,Keempat, masyarakat sekitar lokasi pembangunan Bandar, agar tanah mereka jangan dijual, dan Kelima,kalau Bandar Kayangan ini sudah menjadi nyata, agar masyarakat jangan jadi penonton di daerah sendiri.

“Tata letak dibangunnya Bandar ini nantinya belum ditentukan, ini baru tahap survey awal. Tapi yang jelas tata ruang dibangunnya Bandar Kayangan ini, batasnya yang paling barat adalah di Kayangan ini,”jelas Sabidin.

Luas areal yang dibutuhkan untuk Bandar Kayangan ini dibutuhkan tanah seluas 20.000 Ha. Mulai dari daerah Kayangan ini terus ke arah timur.

“Di ruang Bupati KLU sudah ada maketnya tentang pembangunan dermaga [elabuhan Bandar Kayangan ini,”terang Sabidin meyakinkan peserta sosialisasi.

Sementara Camat Kayangan yang diwakili Sekcam R.Kertamono dalam pengantarnya menyatakan sangat setuju dengan rencana pembangunan Bandar Kayangan dimaksud. Sebab dengan adanya pembangunan dermaga besar ini, tidak menutup kemungkinan diperlukannya tenaga kerja yang banyak. Untuk itu dibutuhkan SDM yang maksimal untuk menghadapi itu semua.

“Silahkan persipakan diri sedini mungkin untuk menghadapi itu semua, terutama masalah SDM masyarakat Kayangan yang berhadapan langsung nantinya  dengan Bandar ini,”pesan Sekcam yang asal Bayan ini.

Anggota Tim pengkaji yang lain seperti Dr Jalaludin, yang juga Kepala Biro Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan sangat setuju dibangunya Bandar Kayangan ini. Namun Dr Jalaludin, melihat dampak dibangunnya Bandar Kayangan ini natinya dari dua sisi, yaitu dari sisi ekonomi dan dari sisi Sosial.

Dari sisi ekonomi, masyarakat sangat di untugkan. Sebab dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

”Yang penting masyarakat setempat jangan jadi penonton di daerah sendiri,”ingatnya.

Sedangkan dari sisi Sosial, Dr Jalaludin yang juga aktif sebagai Dosen di Universitas 45 Mataram ini mengatakan, itu semua kembalinya kepada manusia itu sendiri. Semua manusia pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Dari hasil sosialisasi mengenai Bandar Laut Kayangan ini, pada prinsipnya semua peserta yang hadir setuju untuk di bangun. Tetapi harus ada aturan yang jelas dengan membuat awik-awik yang diperkuat oleh Perda.

”Semoga Bandar Kayangan ini dimasa mendatang menjadi nyata,”harap Sahabudin Sekdes Sesait.(Eko).

 

Rabu, 02 November 2011

Pemkab Lombok Utara Gelar Pameran Pembangunan

Selasa, 01 November 2011 14:54
MATARAMnews (KLU) - Pameran pembangunan yang di gelar Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan di buka pada Rabu (2/11/2011) bertempat di lapangan umum Gondang.


FOTO: Kabag Humas KLU, Drs H Ahmad Sujanadi
Menurut rencana, pameran ini akan diikuti oleh masing-masing SKPD, Camat dan masyarakat umum, dalam rangka mensukseskan acara tahunan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Hal ini disampaikan Kabag Humas KLU, Drs H Ahmad Sujanadi, Selasa (1/11/2011). Ia mengatakan, gelar pameran pembangunan ini akan di buka langsung oleh Bupati KLU, H Djohan Sjamsu SH, Rabu (2/11/2011) sore, sekitar pukul 04.00 Wita. Dan kegiatan pameran ini akan berlangsung selama tiga hari.

Tahun yang lalu juga sudah diadakan acara serupa, lanjutnya, namun sayangnya, saat itu sedang musim hujan, sehingga kurang meriah. Mudah-mudahan dalam pelaksanaan yang sekaranng ini tidak seperti yang dulu, lanjut Sujanadi, sehingga benar-benar berjalan sukses sebagaimana yang kita harapkan.

“Untuk persiapan dari masing-masing SKPD sudah tidak ada masalah, sebab kegiatan ini sudah di sampaikan informasinya kepada masing-masing SKPD. Demikian juga informasi kepada masyarakat umum di KLU, selain melalui media, juga sudah di sampaikan melalui pengeras suara (koling) dengan kendaraan dinas Pemda KLU ke setiap kecamatan,” ungkap Sujanadi.(Ang)

Stand PKK Kayangan, Terbaik Pada Pameran HKG

Kayangan,-- Pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK KB-Kes tingkat Provinsi dilakukan Gubernur  NTB yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati KLU di Tanjung,  Kamis (27/10/2011) minggu lalu.
Pada Pencanangan HKG PKK KB-Kes yang dirangkai dengan penyerahan bantuan dan pameran hasil kerajinan, kreatifitas dan produk-produk olahan TP PKK KLU,  hadir Plt. Deputy KS/KP Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Drs. Safarudin Gumay MM, Dekan Pascasarjana Fakultas Kedokteran UGM Prof. Dr. Siswanto Agus Wilopo, Gubernur NTB Dr. KH. M. Zaenul Majdi, Ketua PKK provinsi NTB, Hj. Raudatul Zaenul Majdi, Bupati KLU H.Djohan Syamsu SH, Ketua PKK KLU, Hj. Galuh Djohan Syamsu, Wakil Bupati beserta ibu, Ketua DPRD KLU Maryadi, S.Ag beserta segenap pimpinan SKPD Provinsi dan KLU.

Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Provinsi NTB ke 40, yang diragkai dengan pameran hasil kerajinan, kreatifitas PKK tahun ini, di pusatkan di Ibukota KLU Tanjung. Semua Kecamatan tampil ambil bagian dalam pameran ini.

Dalam rangka HKG PKK tingkat Provinsi yang pelaksanaannya di Tanjung ini, masing-masing Kecamatan menempati stand yang sudah dipersiapkan.Termasuk PKK Kayangan menempati stand yang sudah disiapkan.

Menurut Aluh Nursehan,A.Md sekretaris PKK Kecamatan Kayangan mengatakan bahwa, keikutsertaannya dalam Pameran kali ini adalah tidak terlepas dari dukungan Ketua TP PKK Kayangan Ny.Yusminiati Tresnahadi. Sehingga semua rangkaian persiapan menjelang HKG hingga berakhirnya kegiatan tersebut, berhasil maksimal.

“PKK Kayangan juara satu dalam lomba designs stand terbaik, dalam rangka HKG tingkat Provinsi yang dilaksanakan di KLU ini,”bebernya bangga.

Produk unggulan yang ditampilkan pada Stand pameran kali, menurut Aluh Nursehan yang juga aktif diberbagai bidang social ini, mengatakan bahwa, produk unggulan yang ditampilkan berasal dari delapan desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan, dimana masing-masing desa diambil yang terbaik, sesuai dengan produk unggulan di desa itu. Hal ini dimaksudkan, agar hasil-hasil produck PKK dari beberapa kelompok wirausaha yang ada di Kecamatan Kayangan bisa dikenal orang. Disamping itu, hasil-hasil produck tersebut bisa dijadikan sebagai ajang promosi.

Produck unggulan dari masing-masing desa yang ditampilkan pada Stand pameran tersebut, menurut Aluh Nursehan diantaranya, untuk desa Salut menampilkan produck unggulannya gula merah dari pohon kelapa. Untuk desa Selengen menampilkan hasil pertanian berupa melon,tomat,kacang panjang dan mentimun yang dikemas dalam satu wadah parcel.Kemuadian desa Dangiang menampilkan krupuk ikan dengan rasa pedas dan manis. Desa Gumantar menampilkan produck unggulannya krepek ubi, poteng ambon, yang dikemas dalam parcel.Desa Kayangan, abon ikan, desa Santong dan desa Sesait Pisang Sale serta desa pendua hasil kerajinan tangan berupa nyiru,topi dan hasil bumi lainnya.

Aluh Nursehan berharap agar produck yang dihasilkan masing-masing desa ini, tetap dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan mutu dan kwalitasnya serta kemasannya, agar ada nilai jualnya.

Sementara itu Ny Yusminiati Tresnahadi menyambut baik kegiatan kreatif yang dilakukan ibu-ibu PKK Desa dan Kecamatan dalam mendukung suksesnya program HKG tahun ini. Ny Yusminiati Tresnahadi juga merasa bangga kepada seluruh anggota PKK, baik Desa maupun Kecamatan, karena selama kepemimpinannya di Kayangan ini telah banyak menorehkan prestasi  yang membanggakan. “Ini berkat dukungan semua pihak,”katanya singkat.

Diantara prestasi yang pernah diraih PKK Kayangan selama ini adalah sukses melaksanakan study banding ke Kabupaten Badung Bali tahun 2010, Juara satu lomba cipta menu tingkat Kabupaten Lombok Utara selama dua tahun berturut-turut (2010-2011), Juara satu lomba tarik tambang tingkat Kabupaten Lombok Utara dalam rangka HUT KLU ke 3 tahun 2011, Juara satu Stand HKG tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2011 serta beberapa prestasi tingkat Kecamatan, yang turut juga mewarnai koleksi PKK Kayangan.
 
“Mudah-mudahan semua ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berprestasi,”harap Ny Yusminiati Tresnahadi.(Eko)