Kamis, 14 Juli 2011

RSUP Daerah NTB dilalap si Jago Merah

Mataram--- Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat di Jalan Pejanggik Mataram Ludes dilalap Sijago merah sekitar pukul 14.45 Wita. Akibatnya, 383 pasien dievakuasi ke Rumah sakit lain  untuk diselamatkan..
Menurut keterangan salah satu petugas, ada seorang pasien meninggal saat proses evakuasi. Namun, belum diketahui penyebab pasti meninggal pasien tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Direktur RSUP NTB, Mawardi Hamri mengaku, berdasarkan laporan yang ia terima darpara petugas, memang ada pasien yang meninggal dunia. "Yang saya terima, namanya Kasih, ia warga Praya yang dirawat di ruang Bougenvil karena sakit jantung," katanya saat dihubungi, Minggu 10 Juli 2011.
Saat ini, pihaknya sedang menidentiikasi seluruh pasien yang evakuasi ke sejumlah rumah sakit di Lombok. "Semua pasien sudah kami evakuasi ke berbagai rumah sakit seperti Rumah Sakit Risa Cakra Negara, Rumah Sakit Islam Siti Hajar, Rumah Sakit Bayangkara, Puskesmas Mataram, dan Rumah Sakit Patut Patuh Patju Lombok Barat. " katanya

Menurutnya, api diduga berasal dari gudang penyimpanan obat yang kemudian merambat ke sejumlah ruangan lainnya yakni ruang fisioterapi dan radiologi. Belum diketahui secara jelas apa penyebab kebakaran ini.
Pantauan wartawan Komunitas -Net  , tampak puluhan mobil pemadam kebakaran melakukan pemadaman .  bangunan yang berada di dalam area lantai dasar rumah sakit bagian barat luluh lantah terbakar api . kepulan asap masih terlihat hingga menjelang malam hari dan sejumlah lembaran arsip dan dokumen-dokumen rumah sakit berserakan di lantai belum sempat terurus.
Instalasi listrik disekitar RSUP NTB dimatikan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Gedung RSUP NTB dengan tiga laintai itu gelap gulita. Ruang ICCU sepi. Hanya ada sisa asap yang mengganggu pernafasan.

Selain itu, sejumlah alat elektronik seperti TV, komputer, kipas angin dan peralatan medis lainnya tampak tersusun rapi di luar rumah sakit. Petugas TNI/Polri yang dibantu masyarakat terus mengevakuasi alat-alat tersebut ke tempat aman. Polisi juga tampak bersiaga di sekitar rumah sakit guna mengantisipasi tindak kriminalitas. "Tolong yang nggak berkepentingan jangan masuk, proses pemadaman masih berlangsung," kata petugas kepolisian.

Rumah Sakit Umum NTB berkapasitas 335 tempat tidur. Rumah sakit itu setiap harinya dikunjungi sekitar dua ribu orang. Bahkan pada hari kerja rumah sakit tersebut  menampung hingga 3.000 orang. Dengan kejadian tersebut nyaris sepi tak berpenghuni….( H.MTQ )

MI Nurul Ihsan Telah Memiliki Kepala Sekolah.

Kayangan, - Sejak 3 bulan yang lalu belum ada kejelasan pengganti dari Rusdi S. Ag, yang sebelumnya telah menjabat sebagai Kepala sekolah dari tahun 2003 yang lalu pada Madrasah Ibtida’yah Nurul Ihsan Desa Salut Kecamatan Kayangan , Kabupaten Lombok Utara.

Rusdi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala sekolah karena terikat kontrak kerja sejak diturunkan SK oleh Bupati KLU, sebagai Sarjana Penggerak Masyarakat Desa ( SPMD).  Untuk mengisi lowongnya jabatan tersebut Saefudin S. Pd Kepala MTs Yang masih dalam  satu Naungan  Yasasan Nurul Ihsan, harus rela manguras tenaga dan pikirannya untuk Mengepalai dua lembaga sekaligus yaitu MTs dan MI.

Melihat begitu  berat tanggung jawab  tersebut, terlebih lagi dengan masuknya tahuan ajaran baru 2011-2012 ini. Pimpinan Yayasan Nurul Ihsan Kerianom bersama jajarannya, mengadakan pemilihan Kepala sekolah. Dua orang calon yang diusulkan Yaitu Burhanudin, S. Pd dan Syamsul Anwar A.Ma. Pemilihan tersebut dilakukan secara demokratis oleh 50 Orang Guru, staf Tata Usaha  dan komite. Dari pemilihan ini  Syamsul Anwar memperoleh suara terbanyak dan secara otomatis dapat menduduki jabatan  sebagai Kepala Sekolah Pada Madrasah Ibtida’iyah tersebut.

Pada kesempatan itu, Karianom Pimpinan Yayasan yang juga sebagai Kepala Desa Salut berpesan agar  “Siapa pun yang terpilih menjadi kepala sekolah harus didukung karena suatu lembaga tidak mungkin bisa dikendalikan oleh satu orang tanpa dukungan semua pihak”. Ungkapnya.

Lanjut Anom, Lebih khusus ditujukan Kepada kepala sekolah yang baru saja terpilih, dalam menjalankan tugas tentu halangan rintangan sudah pasti ada oleh karena itu “ jika ada permasalahan hendaknya segera dimusyawarahkan, Jangan sampai dipendam begitu saja” . Dalam memberikan  tugas mengajar kepada tenaga guru hendaknya memperhatikan  beberapa hal disamping kompetensi guru Juga jarak tempuh  tenaga guru tersebut turut menjadi pertimbangan sebab tidak jarang diantara para tenaga guru setelah satu bulan  diberikan SK menghilang tanpa  kabar berita. Jika ini terjadi bagaimana suatu lembaga pendidikan ini bisa maju.” Jelasnya

Sementara itu, Rusdi Mantan  Kepala sekolah Madrasah Ibtida’iyah ini juga memberikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada Kepala sekolah yang baru seraya berpesan  agar melanjalankan amanah ini dengan penuh semangat dan penuh keikhlasan.  “Saya memohon maaf jika selama selama saya menjabat sebagai Kepala sekolah Marasah Ibtida’iyah, banyak hal yang kurang berkenan dan jika ada hal-hal Positif yang anda dari diri saya semoga dapat di jadikan pelajaran guna melaksanakan amanah yang mulia ini ”. Sarannya. (Hasanul MTQ)

Minggu, 10 Juli 2011

MTQ KLU ke 2, Resmi ditutup Bupati Djohan Sjamsu

Tanjung, --- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke-2 tahun 2011, resmi ditutup Bupati Djohan Sjamsu, Selasa ( 05/07) lalu.

Dalam laporannya Ketua Panitia Penyelenggara Drs Jamiludin mengatakan bahwa, sebelum pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tersebut digelar,pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan kegiatan dimaksud.

“Mulai dari penempatan para Kafilah dari masing-masing Kecamatan, hingga hal-hal lain terkait dengan persiapan sebelum kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 ini digelar,”katanya.

Disamping itu, menurut Ketua Panitia Penyelenggara, yang juga Kabag Kesra Setda KLU ini, pihaknya dalam rangka mempersiapkan tenaga untuk Dewan Hakam, panitia bekerja sama dengan Dewan Hakam yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun tidak menyampingkan para Dewan Hakam yang berasal dari Lombok Utara, terutama yang sudah memiliki pengalamam dibidangnya masing-masing.
Menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun 2011 ini, Dewan Hakam yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara, berkolaborasi dalam menjalankan tugas penjurian, sehingga hasilnya maksimal.

Mengawali pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun ini, dimulai dengan digelarnya Pawai Ta’aruf, yang diikuti oleh seluruh Kafilah dari 5 Kecamatan yang ada diwilayah KLU.

“Pawai Ta’aruf ini, oleh masyarakat Dayan Gunung dinilai positif, karena diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat KLU. Buktinya, pawai ini tidak hanya diikuti oleh yang beragama Islam saja, namun yang beragama non muslim pun ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut,”kata Jamiludin.

Namun dalam pelaksanaan MTQ KLU ke 2 tahun 2011 ini, Jamiludin mengakui banyak kekurangan diberbagai lini, tetapi walau demikian, banyak pula ilmu terbaru yang didapatkan akibat adanya kegiatan dimaksud.

Dari 26 cabang yang dilombakan pada MTQ KLU ke 2 ini, terdapat 40 kejuaraan bisa dilaksankan. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakam Nomor : 02/DH.MTQ -11 KLU/2011 tanggal 5 Juli 2011 tentang Penetapan Peserta terbaik dan Juara Umum MTQ KLU ke 2,  Kecamatan Pemenang kembali mempertahankan prestasinya sebagai pemegang Juara Umum Pertama pada MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun 2011 ini. Disusul Kecamatan Tanjung di urutan kedua,Kecamatan Gangga diurutan ketiga, kemudian Kecamatan Kayangan diurutan keempat dan di urutan terakhir ditempati oleh Kecamatan Bayan.

Menurut Abdul Rauf (53) salah seorang Ofisiel dari Kecamatan Kayangan mengatakan bahwa, pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara kali ini, ada peningkatan, baik dari segi pelaksanaan maupun dari segi perolehan peringkat Juara Umum.

“Pada pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara yang pertama tahun 2010 lalu, Kecamatan Kayangan menduduki peringkat kelima dan pada tahun ini naik setingkat menjadi urutan keempat, “katanya.
“Ini merupakan peningkatan, walau hasilnya seperti itu, kita patut bangga karena para peserta murni dari wilayah satu,”kata Hamdun,S.Ag yang juga ofisiel dari Kayangan

Sementara itu Bupati KLU H.Djohan Sjamsu dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para peserta terbaik dalam MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara tahun ini, semoga mampu dipertahankan ditahun mendatang.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh kandungan isi Al Qur’an bisa diamalkan dalam kehidupan seharai-hari.Lebih-lebih di era  globalisasi sekarang ini, bisa dikurangi pengaruh-pengaruh negative dengan memahami dan mengamalkan kandungan isi Al Qur’an.

“Pengaruh negative di era globalisasi ini sangat besar pengaruhnya. Salah satu jalan untuk menekan dan mengurangi pengaruh negative tersebut, hanyalah dengan mengamalkan seluruh isi kandungan dari Al Qur’an,”ingat Bupati.

Dibagian akhir sambutannya, Bupati kembali menegaskan bahwa, yang perlu diperhatikan adalah program Maghrib Mengaji.”Lanjutkan program ini, agar anak-anak kita bisa mengaji setelah Sholat Maghrib,”tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten yang akan datang, akan digelar dan digilir dimasing-masing Kecamatan, agar adil dan merata.

Usai memberikan sambutan, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu menutup secara resmi MTQ KLU ke 2 tahun 2011.(Eko).

Penutupan MTQ II KLU Berakhir Mengecewakan

KLU, MataramNews.com - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-II,  Kabupaten Lombok Utara (Selasa, 5/7/2011) berakhir dengan meninggalkan kesan pahit bagi masyarakat Lombok Utara, terutama para kafilah dari lima kecamatan yang bertarung, kenyataan pahit ini terjadi karena proses pelaksanaan perlombaan diselubungi modus politis.

Terungkapnya penyimpangan ini terlihat dari banyak persoalan yang nampak dan mengemuka mulai dari persiapan, proses pelaksanaan maupun penutupan. Berdasarkan informasi yang berhasil dilansir MataramNwes dari sumber yang kredibel bahwa anomali dan kejanggalan pelaksanaan MTQ II setidaknya diindikasikan dari beberapa aspek.

Pertama, Aspek Sistem, pelaksanaan lomba tidak didesain dengan matang sehingga dampaknya pelaksanaan tidak berjalan normal, tidak adanya perhatian serius panitia terhadap kafilah baik dilakukan oleh pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten sebagai penyelenggara.

Dari penuturan salah seorang official, bahwa kafilah tidak urus oleh panitia. Para peserta dibiarkan begitu saja. Salah seorang official dari kafilah kecamatan Gangga yang enggan disebutkan namanya mengatakan sangat menyayangkan pelaksanaan MTQ tahun 2011 ini.

Ini terjadi disebabkan system yang diterapkan kurang benar dari sisi aturan MTQ. “Pelaksanaan MTQ KLU tahun ini kacau balau. Ini merupakan proyeksi rendahnya mutu SDM pemerintah KLU disamping tidak tahuan mereka mengenai MTQ,” cetusnya di sela-sela acara penutupan MTQ II KLU.

Seharusnya waktu pelaksanaan MTQ, dipublikasikan jauh-jauh hari. “Masak publikasi tidak ada sama sekali, buktinya sampai hari pertama pelaksanaan tidak terdapat baliho, unbul-umbul ataupun spanduk yang terpajang di tempat-tempat strategis,” ungkap salah seorang peserta.

Bukti lain yang paling Nampak dari kebobrokan pelaksanaan MTQ di KLU adalah adanya kecamatan yang menyewa peserta dari luar daerah. Kejadian ini mengiris hati warga masyarakat. Banyak warga kecewa dengan tindakan beberapa kecamatan tersebut.

Ini pembunuhan karakter warga dayan gunung, sebab tidak ada generasi yang bisa kenal potensinya. “Kenyataan ini memang benar-benar tidak layak dilakukan. Banyak fenomena tidak wajar terjadi,” ungkap beberapa peserta.

Di samping itu, para peserta juga menganulir ketidakberesan dari sisi anggaran. Mereka menduga panitia melakukan permainan. Pasalnya, beberapa peserta dari utusan kecammatan tertentu tidak dikasih dana. Padahal sebenarnya anggaran untuk saku itu lumrah ada dimana-mana dan kapan saja MTQ dilaksanakan.

Panitia dan pemerintah kecamatan tampak acuh dengan hal tersebut. Menurut pengakuan seorang peserta. Ia tidak memiliki uang untuk membeli keperluan sehari-hari selama di pondokan. Kedua, Aspek Teknis. Indikator kedua yang menunjukkan pelaksanaan MTQ II KLU adalah kesalahan pada aspek teknis.

Indikasi ini tampak mulai awal pelaksanaan, misalnya pada waktu teknikal meeting panitia banyak yang tidak bisa berbuat sesuai tupoksinya, justru yang terjadi proses teknikal meeting terkesan main-maian. Dari lansiran media ini kesempatan teknikal meeting banyak dimanfaatkan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab.

Mekanisme pendaftaran peserta. Banyak peserta yang didaftar, padahal seyogyanya teknikal meeting berisi simulasi pelaksanaan. Aturan MTQ tampak jelas dilanggar. Kesalahan berlanjut pada saat pawai diselenggarakan, kafilah-kafilah berjalan tidak teratur. Pasalnya mereka tidak diatur dengan baik sehingga berhamburan kemana-kemana. Tak ada sistem komando yang jelas dari panitia.

Kemudian kejanggalan terlihat kerika pengambilan lot bagi para peserta. Banyak peserta tidak dilayani oleh panitia dengan baik. pada momen ini juga muncul hal-hal tak beres, misalnya peserta tidak diberitahu tatacaranya sehingga mereka bingung.

Dewan hakam juga terindikasi berpihak pada peserta tertentu dan mengesampingkan peserta lainnya. Hal ini sangat tidak wajar. terbukti ketika pengumuman pemenang dari masing-masing mata lomba. Dari hasil pantauan MataramNews, ada mata lomba yang tidak disebutkan oleh dewan hakam.

Terkesan dewan hakam tidak adil dalam memberikan nilai, Ada peserta yang seharusnya tak layak menjadi yang terbaik dijadikan yang terbaik. Menurut official beberapa kafilah, dewan hakam melakukan penyimpangan dengan mengesampingkan hak peserta yang sebenarnya berhak menyandang juara terbaik.

Kesalahan paling fatal, dewan hakam mengedis beberapa peserta untuk mendapat juara, padahal mereka sudah ditampilkan saat perlombaan. Walhasil, mereka tidak memperoleh haknya. Beberapa di atas adalah cerminan kelam Lombok Utara. Sebab, momentum pegelaran Kitab Suci Al-Qur'an dikotori dengan kecurangan, sehingga situasi ini memunculkan pertanyaan di benak masyarakat Lombok Utara (KLU). ke depan kondisi daerah ini pasti akan menjadi sangat buram ? dan apakah kondisi demikian terus terjadi di persada dayan gunung? (Dj)

Menepis Berita Miring Pembangunan SPAM Kayangan

 

  KLU, MataramNews.com -
PT Jasuka Bangun        Pratama, sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) pada tanggal 23 Mei 2011 yang lalu, dipercaya oleh Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mengerjakan pembangunan dua buah Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang  diperuntukkan bagi tiga desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan. 

“Pembangunan dua buah SPAM tersebut sudah dimulai sejak turunnya SPK,”kata Ifan (36) salah seorang penanggungjawab dilokasi bangunan dari PT.Jasuka Bangun Pratama, kepada suarakomunitas.net.

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan pengecoran tahap kedua sedang berlangsung. Dimana pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini lebih sedikit volumenya jika dibandingkan dengan pengerjaan pengecoran pada tahap yang pertama.

Menurut Nendi (32) salah seorang Kontraktor dari PT Jasuka Bangun Pratama yang mengerjakan bangunan tersebut mengatakan bahwa, pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini akan bisa selesai dalam waktu dua hari.

“Pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini, diharapkan lebih cepat selesai dari jadual semula, Karena volume pengerjaannya juga sedikit.Sedangkan pada pengecoran pada tahap pertama beberapa minggu yang lalu, agak lama selesainya, karena volume pengerjaannya luas,”jelas Nendi pada suarakomunitas.net.

Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Kayangan yang diperuntukkan bagi kepentingan tiga desa (Santong,Sesait dan Kayangan) yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan tersebut, hingga kini sudah memasuki bulan ketiga dari pelaksanaannya sejak bulan Mei lalu.

Pihak PT Jasuka Bangun Pratama dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, sudah diberikan target 180 hari selesai.Sehingga pihaknya bekerja sesuai target yang telah ditentukan.

“Mudah-mudahan saja selesai 100% dalam waktu yang telah ditentukan. Kita do’akan saja semoga sukses,”kilah Nendi.

Namun dalam proses perjalanan pembangunan SPAM Kayangan tersebut, sempat membuat pihak Konsultan,Kontraktor dan Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat merasa dilecehkan oleh ulah beberapa oknum yang mengatasnamakan diri dari LSM masuk ke lokasi pembangunan. Ketika hendak dikonfirmasi oleh pihak Konsultan tentang jati diri LSM yang dimaksud, mereka tidak mau menyebut identitas diri mereka dari LSM mana. Hal inilah yang membuat pihak Konsultan,Kontraktor maupun dari Dinas PU Provinsi merasa dilecehkan.

“Kami takutnya nanti diberitakan ataupun di ekspose diberbagai media tentang hal-hal yang tidak kita inginkan,”kata Azis (30) selaku Konsultan.

“Mestinya mereka (LSM..red) yang datang ke lokasi pembangunan ini, ketemu sama kita untuk konfirmasi dulu, informasi apa yang mereka butuhkan  seputar pembangunan ini,”kilah Azis dengan nada kesal.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Kadir (50) dari Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, “kalau ada LSM yang datang ke lokasi pembangunan ini, silahkan saja kalau niatnya itu baik untuk membangun,”katanya.

“Kalau ada kesalahan-kesalahan kecil, mohon jangan sampai dibesar-besarkan, sebab pada akhirnya nanti masyarakat kecil yang butuh pelayanan yang akan dirugikan,”harap Abdul Kadir.

Menanggapi hal tersebut, H.Abidin Mustakim selaku pemilik lahan tempat membangun SPAM dimaksud, ketika dikonfirmasi masalah ini oleh  wartawan suarakomunitas.net dipondok kediamannya sekitar 50 meter kearah selatan dari lokasi pembangunan SPAM tersebut, membenarkan bahwa dirinya pernah didatangi oleh seorang yang mengaku dari LSM.

Menurut H.Abidin Mustakim, maksud kedatangan LSM itu adalah ingin mempengaruhi dirinya. Pasalnya, H.Abidin memberikan ijin ditanah miliknya sebagai tempat membangun SPAM dimaksud.

“Saya tidak bisa dipengaruhi dan dikibuli oleh siapapun juga, ini urusan saya dengan Pemerintah Provinsi,”katanya menepis berita miring yang berkembang disekitar lokasi pembangunan.

“Siapa saja yang mau mempengaruhi saya,sudah tidak ada jalan.Ini murni untuk kepentingan masyarakat,”katanya menambahkan dengan mimik yang penuh keseriusan.

H.Abidin Mustakim menyitir sebuah kalimat perumpamaan yang berbunyi,”Jangan sampai kontraktor jalan dari bawah keatas, dan kalau kontraktor air mesti dari hulu kehilir,”jelasnya.(Eko)

Kamis, 07 Juli 2011

Qori’ah Kayangan Tampil Memukau, Sekda KLU Berikan Ucapan Selamat

Tanjung, -- Pada malam kedua (02/07) pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara, memukau para penonton.
Pasalnya,pada giliran peserta Qori’ah dari Kayangan tampil dimimbar tilawah, sorak sorai riuh rendah dibarengi tepuk tangan para pengunjung memberikan aplaus, ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an yang dibacakan Qori’ah Laily salah seorang peserta dari Kayangan tersebut. Sontak saja Sekda KLU Simparudin,SH yang didampingi Kabag Kesra Drs H.Jamiludin dan Kabag Pemerintahan Setda KLU Kartady Haris,SH, memberikan ucapan selamat kepada Camat Kayangan Tresnahadi,yang didampingi para offisiel dari Kecamatan Kayangan, Ust.Abdul Rauf,Agus Suparno,S.Hi dan Eko Sekiadim,S.Sos.

Kehadiran para petinggi KLU ditengah-tengah arena Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun ini, memberikan warna baru bagi para Kafilah yang ambil bagian pada acara tersebut. Kehadiran para pejabat KLU yang tidak disangka - sangka ditengah-tengah para Kafilah ini, membuat semangat seluruh Kafilah termotifasi untuk tampil lebih maksimal.

Memang keberadaan dan kehadiran para pejabat ditengah-tengah kegiatan, lebih-lebih kegitan tersebut dilevel tingkat Kabupaten, maka itu merupakan suatu keharusan. Disamping tugas sebagai penanggungjawab pelaksanaan kegiatan, juga keberadaannya sangat penting artinya bagi seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah kegiatan.  

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2, yang dimulai sejak tanggal 2 juli 2011 lalu,hingga berita ini diturunkan, dimana seluruh kegiatan mata lomba yang dipertandingkan, hampir tuntas.

Kegiatan mata lomba yang sudah selesai dipertandingkan diantaranya, fahmil,tartil  dari seluruh tingkatan,tafsir,khot naskah,khot hiasan,1-30 juz dan MKMQ. Sementara mata lomba yang lain masih berlangsung hingga kamis mendatang.

Pada MTQ tingkat KLU ke 2 tahun ini, diikuti 165 peserta dan 38 offisiel dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Sedangkan Dewan Hakam, sebagian besar  berasal dari LPTQ Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dari pantauan wartawan suarakomunitas.net diarena utama pelaksanaan MTQ ke 2 KLU pada hari  kedua tersebut, dimana pada kesempatan itu, tampil para Qori’ dan Qori’ah untuk tingkat Remaja, baik putra dan putri dari seluruh kecamatan yang ada di KLU. 

Pada penampilan yang pertama, dimulai dari nomor undi 401, Qori’ah Kecamatan Gangga, disusul Qori’ dari Kecamatan Kayangan dengan nomor undi 402. Kemudian berikutnya tampil Qori’ah dengan nomor undi 403 dari Kecamatan Bayan.Sementara itu, Qori’dengan nomor undi 404 tampil pada urutan ke 4 dari Kecamatan Pemenang. Setelah itu Qori’ah dari Kecamatan Bayan pada urutan ke 5 dengan nomor undi 405.

Pada giliran berikutnya tampil Qori’ dengan nomor urut 406 dari Kecamatan Bayan, dan pada giliran urutan ke 7 inilah Qori’ah dari Kecamatan Kayangan dengan nomor undi 407, tampil memukau.

“Mudah-mudahan, dengan penampilan Qori’ah kita Laily yang barusan kita sama-sama dengar dan saksikan, Insya Allah, pada MTQ ini akan muncul sebagai peserta terbaik golongan remaja dari wilayah Kayangan dan nantinya bisa mewakili Kabupaten Lombok Utara dalam MTQ tingkat Provinsi NTB dan sekaligus membawa nama baik KLU pada umumnya dan Kecamatan Kayangan pada khususnya, terutama dari daerah kelahirannya di Desa Santong,”kata Tresnahadi dengan perasaan haru dan bangga.(Eko).

Melihat Sisi Penempatan Kafilah MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara

Tanjung,--- Melihat dari dekat suasana penginapan para kafilah peserta Musabaqoh Tilwatil Qur’an (MTQ), tingkat Kabupaten Lombok Utara.. Dari lima kafilah yang ikut dalam MTQ ke2 tahun 2011 KLU yaitu kafilah Tanjung, Gangga, Kayangan, Pemenang, dan Bayan. Mereka diinapkan dirumah- rumah penduduk yang tidak jauh dari Arena Utama. Namun Sebagian kafilah mengeluhkan  Pelayanan panitia terutama masalah tempat penginapan. 

Menurut pantauan wartawan suarakomunitas.net, Salah satu Kafilah yang ditempatkan paling  jauh dari Arena Utama Yaitu di Aula Kantor Desa Jenggala mengeluhkan tempat penginapan. Bagaimana tidak ? Mereka tidur hanya beralaskan karpet lusuh tanpa bantal,mereka tidur bagaikan pindang dan harus merintih kedinginan .

 Tidak hanya itu pelayanan konsumsi juga tidak merata tidak seperti kafilah lainnya diberikan menu standar, namun nasib peserta kafilah ini ( sudah jatuh ketimpa tangga )yang di temptkan dikantor desa jenggala ini, pagi hari hanya di berikan nasi bungkus ( nasi Goreng hanya lauk garam dan sepotong mentimun) “ bagaimana bisa terjaga suara kita, kalau  kita diberikan minyak-minyak terus” ungkap  salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.

“Ketersediaan MCK hanya satu buah  juga menjadi keluhan, sehingga 40 orang peserta dan oficial harus berebutan untuk mandi, buang air, wudu dan lain sebagainya”kilahnya.

Jarak antara tempat penginapan peserta ini cukup jauh, sehingga  terkendala sarana transportasi, ketika hendak ketempat kegiatan tidak jarang diantara peserta jalan kaki, padahal menurut keputusan rapat panitia, diputuskan semua keperluan para peserta dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun 2011 ini, disediakan oleh panitia. 

“Panitia semestinya taat pada hasil yang sudah disepakati bersama dalam rapat  koordinasi antar panitia dan seluruh offisiel, sebelum penyelenggaraan MTQ digelar,”kata salah seorang tokoh masyarakat Tanjung yang enggan dipublikasikan namanya.

Buktinya, dari pantauan wartawan suarakomunitas.net diarena beberapa tempat pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara tahun ini, masih banyak kekurangannya. Misalnya, sebut saja ketika salah satu cabang mata lomba (Fahmil Qur’an..red)yang segera digelar, namun segala peralatan yang dibutuhkan Dewan Juri, termasuk peralatan bel maupun sejenisnya,semuanya belum tersedia.

Menurut Suaedi,S.Sos, Kasi Kesos Kecamatan Bayan, ketika melihat persiapan panitia MTQ tingkat Kabupaten KLU yang serba kekurangan  ini, menyoroti tentang kinerja dari panitia tersebut. Suaedi menilai bahwa, kerja Panitia kurang kompak diantara satu sama lain.Buktinya, disana sini banyak kekurangannya. 

“Sebenarnya, seandainya panitia mau kerja serius, Insya Allah, semua itu bisa diatasi.Kalau seperti ini (banyak kekurangannya..red), siapapun yang diajak bergabung dalam kepanitiaan, pasti mengelak,”kata Suaedi dengan mimik serius.

Sementara itu, salah seorang anggota panitia yang tidak mau dipublikasikan namanya, ketika ditanya seputar persiapan  panitia MTQ tersebut yang banyak kelemahannya ini, mengatakan bahwa segala persiapan ditempat dilangsungkannya kegiatan, sudah ada yang menangani. Sehingga, panitia inti tinggal memantau. (Hasanul MTQ).