Minggu, 10 Juli 2011

MTQ KLU ke 2, Resmi ditutup Bupati Djohan Sjamsu

Tanjung, --- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke-2 tahun 2011, resmi ditutup Bupati Djohan Sjamsu, Selasa ( 05/07) lalu.

Dalam laporannya Ketua Panitia Penyelenggara Drs Jamiludin mengatakan bahwa, sebelum pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tersebut digelar,pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan kegiatan dimaksud.

“Mulai dari penempatan para Kafilah dari masing-masing Kecamatan, hingga hal-hal lain terkait dengan persiapan sebelum kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 ini digelar,”katanya.

Disamping itu, menurut Ketua Panitia Penyelenggara, yang juga Kabag Kesra Setda KLU ini, pihaknya dalam rangka mempersiapkan tenaga untuk Dewan Hakam, panitia bekerja sama dengan Dewan Hakam yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun tidak menyampingkan para Dewan Hakam yang berasal dari Lombok Utara, terutama yang sudah memiliki pengalamam dibidangnya masing-masing.
Menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun 2011 ini, Dewan Hakam yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara, berkolaborasi dalam menjalankan tugas penjurian, sehingga hasilnya maksimal.

Mengawali pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun ini, dimulai dengan digelarnya Pawai Ta’aruf, yang diikuti oleh seluruh Kafilah dari 5 Kecamatan yang ada diwilayah KLU.

“Pawai Ta’aruf ini, oleh masyarakat Dayan Gunung dinilai positif, karena diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat KLU. Buktinya, pawai ini tidak hanya diikuti oleh yang beragama Islam saja, namun yang beragama non muslim pun ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut,”kata Jamiludin.

Namun dalam pelaksanaan MTQ KLU ke 2 tahun 2011 ini, Jamiludin mengakui banyak kekurangan diberbagai lini, tetapi walau demikian, banyak pula ilmu terbaru yang didapatkan akibat adanya kegiatan dimaksud.

Dari 26 cabang yang dilombakan pada MTQ KLU ke 2 ini, terdapat 40 kejuaraan bisa dilaksankan. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakam Nomor : 02/DH.MTQ -11 KLU/2011 tanggal 5 Juli 2011 tentang Penetapan Peserta terbaik dan Juara Umum MTQ KLU ke 2,  Kecamatan Pemenang kembali mempertahankan prestasinya sebagai pemegang Juara Umum Pertama pada MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun 2011 ini. Disusul Kecamatan Tanjung di urutan kedua,Kecamatan Gangga diurutan ketiga, kemudian Kecamatan Kayangan diurutan keempat dan di urutan terakhir ditempati oleh Kecamatan Bayan.

Menurut Abdul Rauf (53) salah seorang Ofisiel dari Kecamatan Kayangan mengatakan bahwa, pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara kali ini, ada peningkatan, baik dari segi pelaksanaan maupun dari segi perolehan peringkat Juara Umum.

“Pada pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara yang pertama tahun 2010 lalu, Kecamatan Kayangan menduduki peringkat kelima dan pada tahun ini naik setingkat menjadi urutan keempat, “katanya.
“Ini merupakan peningkatan, walau hasilnya seperti itu, kita patut bangga karena para peserta murni dari wilayah satu,”kata Hamdun,S.Ag yang juga ofisiel dari Kayangan

Sementara itu Bupati KLU H.Djohan Sjamsu dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para peserta terbaik dalam MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara tahun ini, semoga mampu dipertahankan ditahun mendatang.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh kandungan isi Al Qur’an bisa diamalkan dalam kehidupan seharai-hari.Lebih-lebih di era  globalisasi sekarang ini, bisa dikurangi pengaruh-pengaruh negative dengan memahami dan mengamalkan kandungan isi Al Qur’an.

“Pengaruh negative di era globalisasi ini sangat besar pengaruhnya. Salah satu jalan untuk menekan dan mengurangi pengaruh negative tersebut, hanyalah dengan mengamalkan seluruh isi kandungan dari Al Qur’an,”ingat Bupati.

Dibagian akhir sambutannya, Bupati kembali menegaskan bahwa, yang perlu diperhatikan adalah program Maghrib Mengaji.”Lanjutkan program ini, agar anak-anak kita bisa mengaji setelah Sholat Maghrib,”tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten yang akan datang, akan digelar dan digilir dimasing-masing Kecamatan, agar adil dan merata.

Usai memberikan sambutan, Bupati KLU H.Djohan Sjamsu menutup secara resmi MTQ KLU ke 2 tahun 2011.(Eko).

Penutupan MTQ II KLU Berakhir Mengecewakan

KLU, MataramNews.com - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-II,  Kabupaten Lombok Utara (Selasa, 5/7/2011) berakhir dengan meninggalkan kesan pahit bagi masyarakat Lombok Utara, terutama para kafilah dari lima kecamatan yang bertarung, kenyataan pahit ini terjadi karena proses pelaksanaan perlombaan diselubungi modus politis.

Terungkapnya penyimpangan ini terlihat dari banyak persoalan yang nampak dan mengemuka mulai dari persiapan, proses pelaksanaan maupun penutupan. Berdasarkan informasi yang berhasil dilansir MataramNwes dari sumber yang kredibel bahwa anomali dan kejanggalan pelaksanaan MTQ II setidaknya diindikasikan dari beberapa aspek.

Pertama, Aspek Sistem, pelaksanaan lomba tidak didesain dengan matang sehingga dampaknya pelaksanaan tidak berjalan normal, tidak adanya perhatian serius panitia terhadap kafilah baik dilakukan oleh pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten sebagai penyelenggara.

Dari penuturan salah seorang official, bahwa kafilah tidak urus oleh panitia. Para peserta dibiarkan begitu saja. Salah seorang official dari kafilah kecamatan Gangga yang enggan disebutkan namanya mengatakan sangat menyayangkan pelaksanaan MTQ tahun 2011 ini.

Ini terjadi disebabkan system yang diterapkan kurang benar dari sisi aturan MTQ. “Pelaksanaan MTQ KLU tahun ini kacau balau. Ini merupakan proyeksi rendahnya mutu SDM pemerintah KLU disamping tidak tahuan mereka mengenai MTQ,” cetusnya di sela-sela acara penutupan MTQ II KLU.

Seharusnya waktu pelaksanaan MTQ, dipublikasikan jauh-jauh hari. “Masak publikasi tidak ada sama sekali, buktinya sampai hari pertama pelaksanaan tidak terdapat baliho, unbul-umbul ataupun spanduk yang terpajang di tempat-tempat strategis,” ungkap salah seorang peserta.

Bukti lain yang paling Nampak dari kebobrokan pelaksanaan MTQ di KLU adalah adanya kecamatan yang menyewa peserta dari luar daerah. Kejadian ini mengiris hati warga masyarakat. Banyak warga kecewa dengan tindakan beberapa kecamatan tersebut.

Ini pembunuhan karakter warga dayan gunung, sebab tidak ada generasi yang bisa kenal potensinya. “Kenyataan ini memang benar-benar tidak layak dilakukan. Banyak fenomena tidak wajar terjadi,” ungkap beberapa peserta.

Di samping itu, para peserta juga menganulir ketidakberesan dari sisi anggaran. Mereka menduga panitia melakukan permainan. Pasalnya, beberapa peserta dari utusan kecammatan tertentu tidak dikasih dana. Padahal sebenarnya anggaran untuk saku itu lumrah ada dimana-mana dan kapan saja MTQ dilaksanakan.

Panitia dan pemerintah kecamatan tampak acuh dengan hal tersebut. Menurut pengakuan seorang peserta. Ia tidak memiliki uang untuk membeli keperluan sehari-hari selama di pondokan. Kedua, Aspek Teknis. Indikator kedua yang menunjukkan pelaksanaan MTQ II KLU adalah kesalahan pada aspek teknis.

Indikasi ini tampak mulai awal pelaksanaan, misalnya pada waktu teknikal meeting panitia banyak yang tidak bisa berbuat sesuai tupoksinya, justru yang terjadi proses teknikal meeting terkesan main-maian. Dari lansiran media ini kesempatan teknikal meeting banyak dimanfaatkan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab.

Mekanisme pendaftaran peserta. Banyak peserta yang didaftar, padahal seyogyanya teknikal meeting berisi simulasi pelaksanaan. Aturan MTQ tampak jelas dilanggar. Kesalahan berlanjut pada saat pawai diselenggarakan, kafilah-kafilah berjalan tidak teratur. Pasalnya mereka tidak diatur dengan baik sehingga berhamburan kemana-kemana. Tak ada sistem komando yang jelas dari panitia.

Kemudian kejanggalan terlihat kerika pengambilan lot bagi para peserta. Banyak peserta tidak dilayani oleh panitia dengan baik. pada momen ini juga muncul hal-hal tak beres, misalnya peserta tidak diberitahu tatacaranya sehingga mereka bingung.

Dewan hakam juga terindikasi berpihak pada peserta tertentu dan mengesampingkan peserta lainnya. Hal ini sangat tidak wajar. terbukti ketika pengumuman pemenang dari masing-masing mata lomba. Dari hasil pantauan MataramNews, ada mata lomba yang tidak disebutkan oleh dewan hakam.

Terkesan dewan hakam tidak adil dalam memberikan nilai, Ada peserta yang seharusnya tak layak menjadi yang terbaik dijadikan yang terbaik. Menurut official beberapa kafilah, dewan hakam melakukan penyimpangan dengan mengesampingkan hak peserta yang sebenarnya berhak menyandang juara terbaik.

Kesalahan paling fatal, dewan hakam mengedis beberapa peserta untuk mendapat juara, padahal mereka sudah ditampilkan saat perlombaan. Walhasil, mereka tidak memperoleh haknya. Beberapa di atas adalah cerminan kelam Lombok Utara. Sebab, momentum pegelaran Kitab Suci Al-Qur'an dikotori dengan kecurangan, sehingga situasi ini memunculkan pertanyaan di benak masyarakat Lombok Utara (KLU). ke depan kondisi daerah ini pasti akan menjadi sangat buram ? dan apakah kondisi demikian terus terjadi di persada dayan gunung? (Dj)

Menepis Berita Miring Pembangunan SPAM Kayangan

 

  KLU, MataramNews.com -
PT Jasuka Bangun        Pratama, sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) pada tanggal 23 Mei 2011 yang lalu, dipercaya oleh Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mengerjakan pembangunan dua buah Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang  diperuntukkan bagi tiga desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan. 

“Pembangunan dua buah SPAM tersebut sudah dimulai sejak turunnya SPK,”kata Ifan (36) salah seorang penanggungjawab dilokasi bangunan dari PT.Jasuka Bangun Pratama, kepada suarakomunitas.net.

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan pengecoran tahap kedua sedang berlangsung. Dimana pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini lebih sedikit volumenya jika dibandingkan dengan pengerjaan pengecoran pada tahap yang pertama.

Menurut Nendi (32) salah seorang Kontraktor dari PT Jasuka Bangun Pratama yang mengerjakan bangunan tersebut mengatakan bahwa, pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini akan bisa selesai dalam waktu dua hari.

“Pengerjaan pengecoran pada tahap kedua ini, diharapkan lebih cepat selesai dari jadual semula, Karena volume pengerjaannya juga sedikit.Sedangkan pada pengecoran pada tahap pertama beberapa minggu yang lalu, agak lama selesainya, karena volume pengerjaannya luas,”jelas Nendi pada suarakomunitas.net.

Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Kayangan yang diperuntukkan bagi kepentingan tiga desa (Santong,Sesait dan Kayangan) yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan tersebut, hingga kini sudah memasuki bulan ketiga dari pelaksanaannya sejak bulan Mei lalu.

Pihak PT Jasuka Bangun Pratama dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, sudah diberikan target 180 hari selesai.Sehingga pihaknya bekerja sesuai target yang telah ditentukan.

“Mudah-mudahan saja selesai 100% dalam waktu yang telah ditentukan. Kita do’akan saja semoga sukses,”kilah Nendi.

Namun dalam proses perjalanan pembangunan SPAM Kayangan tersebut, sempat membuat pihak Konsultan,Kontraktor dan Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat merasa dilecehkan oleh ulah beberapa oknum yang mengatasnamakan diri dari LSM masuk ke lokasi pembangunan. Ketika hendak dikonfirmasi oleh pihak Konsultan tentang jati diri LSM yang dimaksud, mereka tidak mau menyebut identitas diri mereka dari LSM mana. Hal inilah yang membuat pihak Konsultan,Kontraktor maupun dari Dinas PU Provinsi merasa dilecehkan.

“Kami takutnya nanti diberitakan ataupun di ekspose diberbagai media tentang hal-hal yang tidak kita inginkan,”kata Azis (30) selaku Konsultan.

“Mestinya mereka (LSM..red) yang datang ke lokasi pembangunan ini, ketemu sama kita untuk konfirmasi dulu, informasi apa yang mereka butuhkan  seputar pembangunan ini,”kilah Azis dengan nada kesal.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Kadir (50) dari Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, “kalau ada LSM yang datang ke lokasi pembangunan ini, silahkan saja kalau niatnya itu baik untuk membangun,”katanya.

“Kalau ada kesalahan-kesalahan kecil, mohon jangan sampai dibesar-besarkan, sebab pada akhirnya nanti masyarakat kecil yang butuh pelayanan yang akan dirugikan,”harap Abdul Kadir.

Menanggapi hal tersebut, H.Abidin Mustakim selaku pemilik lahan tempat membangun SPAM dimaksud, ketika dikonfirmasi masalah ini oleh  wartawan suarakomunitas.net dipondok kediamannya sekitar 50 meter kearah selatan dari lokasi pembangunan SPAM tersebut, membenarkan bahwa dirinya pernah didatangi oleh seorang yang mengaku dari LSM.

Menurut H.Abidin Mustakim, maksud kedatangan LSM itu adalah ingin mempengaruhi dirinya. Pasalnya, H.Abidin memberikan ijin ditanah miliknya sebagai tempat membangun SPAM dimaksud.

“Saya tidak bisa dipengaruhi dan dikibuli oleh siapapun juga, ini urusan saya dengan Pemerintah Provinsi,”katanya menepis berita miring yang berkembang disekitar lokasi pembangunan.

“Siapa saja yang mau mempengaruhi saya,sudah tidak ada jalan.Ini murni untuk kepentingan masyarakat,”katanya menambahkan dengan mimik yang penuh keseriusan.

H.Abidin Mustakim menyitir sebuah kalimat perumpamaan yang berbunyi,”Jangan sampai kontraktor jalan dari bawah keatas, dan kalau kontraktor air mesti dari hulu kehilir,”jelasnya.(Eko)

Kamis, 07 Juli 2011

Qori’ah Kayangan Tampil Memukau, Sekda KLU Berikan Ucapan Selamat

Tanjung, -- Pada malam kedua (02/07) pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara, memukau para penonton.
Pasalnya,pada giliran peserta Qori’ah dari Kayangan tampil dimimbar tilawah, sorak sorai riuh rendah dibarengi tepuk tangan para pengunjung memberikan aplaus, ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an yang dibacakan Qori’ah Laily salah seorang peserta dari Kayangan tersebut. Sontak saja Sekda KLU Simparudin,SH yang didampingi Kabag Kesra Drs H.Jamiludin dan Kabag Pemerintahan Setda KLU Kartady Haris,SH, memberikan ucapan selamat kepada Camat Kayangan Tresnahadi,yang didampingi para offisiel dari Kecamatan Kayangan, Ust.Abdul Rauf,Agus Suparno,S.Hi dan Eko Sekiadim,S.Sos.

Kehadiran para petinggi KLU ditengah-tengah arena Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun ini, memberikan warna baru bagi para Kafilah yang ambil bagian pada acara tersebut. Kehadiran para pejabat KLU yang tidak disangka - sangka ditengah-tengah para Kafilah ini, membuat semangat seluruh Kafilah termotifasi untuk tampil lebih maksimal.

Memang keberadaan dan kehadiran para pejabat ditengah-tengah kegiatan, lebih-lebih kegitan tersebut dilevel tingkat Kabupaten, maka itu merupakan suatu keharusan. Disamping tugas sebagai penanggungjawab pelaksanaan kegiatan, juga keberadaannya sangat penting artinya bagi seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah kegiatan.  

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2, yang dimulai sejak tanggal 2 juli 2011 lalu,hingga berita ini diturunkan, dimana seluruh kegiatan mata lomba yang dipertandingkan, hampir tuntas.

Kegiatan mata lomba yang sudah selesai dipertandingkan diantaranya, fahmil,tartil  dari seluruh tingkatan,tafsir,khot naskah,khot hiasan,1-30 juz dan MKMQ. Sementara mata lomba yang lain masih berlangsung hingga kamis mendatang.

Pada MTQ tingkat KLU ke 2 tahun ini, diikuti 165 peserta dan 38 offisiel dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Sedangkan Dewan Hakam, sebagian besar  berasal dari LPTQ Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dari pantauan wartawan suarakomunitas.net diarena utama pelaksanaan MTQ ke 2 KLU pada hari  kedua tersebut, dimana pada kesempatan itu, tampil para Qori’ dan Qori’ah untuk tingkat Remaja, baik putra dan putri dari seluruh kecamatan yang ada di KLU. 

Pada penampilan yang pertama, dimulai dari nomor undi 401, Qori’ah Kecamatan Gangga, disusul Qori’ dari Kecamatan Kayangan dengan nomor undi 402. Kemudian berikutnya tampil Qori’ah dengan nomor undi 403 dari Kecamatan Bayan.Sementara itu, Qori’dengan nomor undi 404 tampil pada urutan ke 4 dari Kecamatan Pemenang. Setelah itu Qori’ah dari Kecamatan Bayan pada urutan ke 5 dengan nomor undi 405.

Pada giliran berikutnya tampil Qori’ dengan nomor urut 406 dari Kecamatan Bayan, dan pada giliran urutan ke 7 inilah Qori’ah dari Kecamatan Kayangan dengan nomor undi 407, tampil memukau.

“Mudah-mudahan, dengan penampilan Qori’ah kita Laily yang barusan kita sama-sama dengar dan saksikan, Insya Allah, pada MTQ ini akan muncul sebagai peserta terbaik golongan remaja dari wilayah Kayangan dan nantinya bisa mewakili Kabupaten Lombok Utara dalam MTQ tingkat Provinsi NTB dan sekaligus membawa nama baik KLU pada umumnya dan Kecamatan Kayangan pada khususnya, terutama dari daerah kelahirannya di Desa Santong,”kata Tresnahadi dengan perasaan haru dan bangga.(Eko).

Melihat Sisi Penempatan Kafilah MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara

Tanjung,--- Melihat dari dekat suasana penginapan para kafilah peserta Musabaqoh Tilwatil Qur’an (MTQ), tingkat Kabupaten Lombok Utara.. Dari lima kafilah yang ikut dalam MTQ ke2 tahun 2011 KLU yaitu kafilah Tanjung, Gangga, Kayangan, Pemenang, dan Bayan. Mereka diinapkan dirumah- rumah penduduk yang tidak jauh dari Arena Utama. Namun Sebagian kafilah mengeluhkan  Pelayanan panitia terutama masalah tempat penginapan. 

Menurut pantauan wartawan suarakomunitas.net, Salah satu Kafilah yang ditempatkan paling  jauh dari Arena Utama Yaitu di Aula Kantor Desa Jenggala mengeluhkan tempat penginapan. Bagaimana tidak ? Mereka tidur hanya beralaskan karpet lusuh tanpa bantal,mereka tidur bagaikan pindang dan harus merintih kedinginan .

 Tidak hanya itu pelayanan konsumsi juga tidak merata tidak seperti kafilah lainnya diberikan menu standar, namun nasib peserta kafilah ini ( sudah jatuh ketimpa tangga )yang di temptkan dikantor desa jenggala ini, pagi hari hanya di berikan nasi bungkus ( nasi Goreng hanya lauk garam dan sepotong mentimun) “ bagaimana bisa terjaga suara kita, kalau  kita diberikan minyak-minyak terus” ungkap  salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.

“Ketersediaan MCK hanya satu buah  juga menjadi keluhan, sehingga 40 orang peserta dan oficial harus berebutan untuk mandi, buang air, wudu dan lain sebagainya”kilahnya.

Jarak antara tempat penginapan peserta ini cukup jauh, sehingga  terkendala sarana transportasi, ketika hendak ketempat kegiatan tidak jarang diantara peserta jalan kaki, padahal menurut keputusan rapat panitia, diputuskan semua keperluan para peserta dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 2 tahun 2011 ini, disediakan oleh panitia. 

“Panitia semestinya taat pada hasil yang sudah disepakati bersama dalam rapat  koordinasi antar panitia dan seluruh offisiel, sebelum penyelenggaraan MTQ digelar,”kata salah seorang tokoh masyarakat Tanjung yang enggan dipublikasikan namanya.

Buktinya, dari pantauan wartawan suarakomunitas.net diarena beberapa tempat pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara tahun ini, masih banyak kekurangannya. Misalnya, sebut saja ketika salah satu cabang mata lomba (Fahmil Qur’an..red)yang segera digelar, namun segala peralatan yang dibutuhkan Dewan Juri, termasuk peralatan bel maupun sejenisnya,semuanya belum tersedia.

Menurut Suaedi,S.Sos, Kasi Kesos Kecamatan Bayan, ketika melihat persiapan panitia MTQ tingkat Kabupaten KLU yang serba kekurangan  ini, menyoroti tentang kinerja dari panitia tersebut. Suaedi menilai bahwa, kerja Panitia kurang kompak diantara satu sama lain.Buktinya, disana sini banyak kekurangannya. 

“Sebenarnya, seandainya panitia mau kerja serius, Insya Allah, semua itu bisa diatasi.Kalau seperti ini (banyak kekurangannya..red), siapapun yang diajak bergabung dalam kepanitiaan, pasti mengelak,”kata Suaedi dengan mimik serius.

Sementara itu, salah seorang anggota panitia yang tidak mau dipublikasikan namanya, ketika ditanya seputar persiapan  panitia MTQ tersebut yang banyak kelemahannya ini, mengatakan bahwa segala persiapan ditempat dilangsungkannya kegiatan, sudah ada yang menangani. Sehingga, panitia inti tinggal memantau. (Hasanul MTQ).

 

MOS MA Nurul Islam Kayangan Tekankan Pembelajaran

Kayangan, -- Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun 2011 ini, MA Nurul Islam Kayangan lebih ditekankan pada pembelajaran.
Kepala MA Nurul Islam Kayangan Agus Suparno,S.HI, menekankan kepada pengurus OSIS agar berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan MOS.Hindari hal-hal yang menjurus kepada kekerasan fisik, tetapi hendaknya dalam pelaksanaan kegiatan MOS tersebut lebih ditekankan kearah mendidik. Sehingga nantinya para siswa senior yang tergabung dalam OSIS diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang terbaik bagi adik-adik barunya.

“Berikan kesan terbaik dalam kegiatan MOS ini,hindari segala bentuk yang berbau kekerasan. Lakukan kegiatan-kegiatan yang mengandung pendidikan,agar semua yang dilakukan bernilai ibadah,”kata Agus Suparno, dalam pengantarnya dihadapan para siswa baru dalam pembukaan MOS,Rabu,(06/07).

Pada tahun ajaran kali ini, MA Nurul Islam Kayangan, memperoleh siswa baru sejumlah 69 orang siswa, sehingga jumlah siswa seluruhnya berjumlah 193 orang.

Dalam kegiatan orientasi bagi siswa baru disekolah ini, pihak sekolah juga menerapkan berbagai penekanan, diantaranya menanamkan kedisiplinan cara berpakaian agar para siswa baru menjadi terlatih.Disamping itu, melaksanakan kegiatan pembersihan dilingkungan sekolah, melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan,kegiatan LKBB.

Semua kegiatan yang dilaksanakan dalam MOS siswa baru ini dimaksudkan, untuk lebih mengarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang mengandung pendidikan.

Dengan kegiatan MOS yang dimulai Selasa (05/07) hingga Sabtu (09/07) mendatang ini, diharapkan adanya keakraban bersama tetap terjaga antar siswa.Dalam MOS ini pula para siswa diberikan bimbingan rohani serta kegiatan keagamaan lainnya.

Sementara itu, waka bidang kesiswaan Faturrahman Abidin,S.Pd mengatakan bahwa, selama kegiatan MOS di MA Nurul Islam Kayangan hendaknya dihindari kegiatan-kegiatan yang mengarah dan menjurus kearah kekerasan serta selalu dihindari dengan memberikan beban kepada siswa baru.

“Kegiatan seperti itu selalu kita tekankan kepada OSIS agar jangan sampai melakukan hal-hal yang menjurus kearah kekerasan dan jangan sampai terlalu membebani para siswa baru dalam berbagai hal yang memberatkan siswa,”kata Abidin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komite Sekolah Nurta,S.PdI, agar kegiatan MOS yang tiap tahun dilaksanakan oleh setiap sekolah ini, dilaksanakan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan pihak sekolah.
“Jangan sampai kegiatan MOS bagi siswa baru, khususnya di MA Nurul Islam Kayangan ini, betul-betul dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam lingkungan pondok,”kata Nurta.

“Bagi pengurus OSIS yang bertugas dalam pelaksanaan MOS kali ini, agar jangan sampai melakukan hal-hal diluar dari ketentuan, misalnya yang menjurus ke tindak kekerasan fisik. Utamakan pembelajaran yang mengandung pendidikan akhlak,”tambahnya. (Eko).

 

Minggu, 03 Juli 2011

Camat Kayangan Secara Resmi, Lepas Kafilah MTQ

Kayangan, -- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 3 tahun 2011, hari  ini, Sabtu, (02/07) menurut rencana akan dibuka Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH.

Kafilah dari Kecamatan Kayangan, pagi tadi juga telah dilepas Camat Kayangan Tresnahadi, yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan. Hadir dalam acara tersebut, disamping seluruh peserta, juga dihadiri oleh Pengurus LPTQ tingkat Kecamatan, Offisial,Pelatih Pembina, dan beberapa SKPD.

Dalam amanatnya Tresnahadi berpesan kepada seluruh peserta untuk berjuang sekuat tenaga, baik fikiran maupun kemampuan maksimal yang dimiliki setiap peserta, demi nama baik daerah yang diwakili (Kecamatan Kayangan). Karena para peserta, menurutnya, adalah putra-putri pilihan yang terbaik yang sudah memenuhi persyaratan, karena  melalui seleksi yang ketat yang diadakan oleh Panitia seleksi di tingkat Kecamatan beberapa bulan yang lalu.

“Keluarkan kemampuan yang ada, semaksimal mungkin. Kalau sudah kita lakukan yang demikian, kemudian kita belum beruntung, itu perkara lain, yang penting kita sudah berbuat semampu kita, setelah itu kita serahkan kepada Allah Swt,”harap Tresnahadi.

Yang patut di syukuri oleh seluruh peserta dan undangan yang hadir, bahwa para peserta yang akan mewakili Kecamatan Kayangan pada MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 3 tahun 2011 ini, murni putra putri asal Kayangan.
“Ini penting artinya, bahwa kita ingin menunjukkan dan menampilkan potensi-potensi yang dimiliki daerah Kayangan. Sejauh mana kita bisa berbicara ditingkat Kabupaten,”katanya.

Memang ada indikasi penawaran-penawaran dari daerah lain, yang ingin bekerjasama dengan pihak LPTQ Kecamatan Kayangan, untuk bagaimana bisa merekrut tenaga atau calon peserta dari daerah lain untuk mewakili Kecamatan Kayangan pada MTQ Tingkat Kabupaten tahun ini. Tapi, oleh LPTQ tingkat Kecamatan Kayangan tidak menginginkan demikian.Pihak LPTQ ingin menggunakan dan menampilkan putra-putri terbaik asli wilayah Kecamatan Kayangan. 

Menurutnya L.Muhamad Sidik, selaku Ketua LPTQ yang juga Kepala KUA Kecamatan Kayangan, mengatakan bahwa, kalau sampai terjadi seperti itu diwilayah Kayangan, maka menurutnya akan membuat kita mundur sekian langkah kebelakang. Artinya, kapan kita bisa maju kalau setiap tahun kita menggunakan peserta dari daerah lain?
Pada kesempatan itu, Camat Kayangan juga berpesan kepada seluruh Kafilah yang mewakili Kecamatan Kayangan dan  akan berangkat ke Tanjung (Ibukota Kabupaten KLU) sore ini, untuk selalu menjaga stamina, karena menurut Camat, bahwa saat ini sudah mulai perubahan musim.

“Kalau betul-betul kita jaga kesehatan, tentunya semua kegiatan cabang lomba yang akan di lombakan akan bisa diikuti, sesuai denhan bidang keahlian masing-masing,”pesannya.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala/hambatan dalam mengikuti kegiatan ini,”harapnya. 

Khusus kepada offisiel, camat juga berpesan untuk betul-betul melaksanakan tugas sesuai dengan beban tugas yang diberikan.Sedangkan untuk Pelatih Pembina, Camat menitipkan seluruh peserta untuk dibimbing dengan baik, sehingga dapat memunculkan peserta terbaik ditingkat Kabupaten.(Eko).