Kamis, 14 Februari 2013

Puskesmas Kayangan & KKN Unram Beri Penyuluhan HIV/AIDS dan Narkoba

Kayangan SK--, Petugas kesehatan dari Puskesmas Kayangan bekerja sama dengan mahasiswa KKN Unram Memberikan penyuluhanTindakan Antisipatif terhadap bahayanya penyakit HIV/AIDs dan penyalah gunaan Narkoba kepada para Siswa SMAN 1 Kayangan.
 Pada kesempatan itu hadir Tiga orang Narasumber yaitu Muhammad Kasim, S.KM, dr. Gracia Lilihata, dan dr. Baiq Mustiaghisni. Kepada para siswa dan peserta yang hadir, Para petugas kesehatan dari puskesmas Kayangan yaitu secara bergiliran menyampaikan materi tentang dampak Negatif dan mudhorat dari seks bebas dan dampak neganif penyalah gunaan Narkoba.

Dikatakan oleh Muhammad Kasim, S.Km dalam materinya, HIV/AIDS merupakan Virus yang menyebabkan lumpuhnya kekebalan tubuh manusia dan kumpulan gejala yang diakibatkan lumpuhnya sistim kekebalan tubuh seseorang secara akibat digerogoti oleh virus-virus.
Penyakit HIV/AIDS ini dapat dengan mudah menular melalui transfuse darah, melaui airman atau hubungan seks bebas bagi yang suka gonta ganti pasangan. Dari hubungan seks ini terjadi kontak langsung antara air mani yang terpancar dari penis dengan cairan serviks/ vagina wanita, penularan juga dapat melalui pemberian air susu ibu (ASI). Seorang ibu yang terjangkit ini dapat dengan mudah menularkan penyakitnya kepada bayi susuannya.

Berdasarkan hasil penenelitian menunjukkan sesuatu yang hal mengagetkan karena Peningkatan kasus baru HIV/AIDS di Indonesia adalah yang tercepat di Asia dibandingkan dengan Negara-negara lainnya. Berdasarkan usia hasil penelitian tersebut menunjukkan persentase penderita HIV/AIDS pada Usia 20-29 tahun : 45,5%, Usia 30-39 tahun : 29,1 %, dan Usia 40-49 tahun : 11,9 %.

Diantara tanda-tanda atau gejala HIV/AIDS Kasim menjelaskan, tubuh demam anget-anget, Sariawan berulang, Jamur di mulut, Diare berulang dan lama, hingga 3 bulan atau lebih, Berat badan menurun drastic, Batuk-batuk berkepanjangan. “ Untuk itu jagalah nikmat Allah pada diri kata ini berupa kesehatan jasmani dan rohani yang sangat mahal harganya, jangan disia-siakan karena sesungguhnya setiap setiap orang yang kufur terhadap nikmat Allah pasti akan mendapatkan siksanya”serunya.

Tindakan antisipatif terhadap kemungkinan terjangkit HIV/AIDS ini lanjut Kasim adalah tanggung jawab masing-masing. waspada terhadap diri sendiri, terlebih lagi ditengah kemelutnya kemajuan zaman,yang begitu mudah menyeret kejurang kehinaan itu. “jangan melakukan hubungan seks diluar nikah, setialah terikat hanya dalam hubungan seksual yang sah melaui akad nikah, sedapat mengkin menghindari transfuse darah yang belum diskening, dan jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian” tegasnya.

Selanjutnya, penyampaian materi terkait tentang Narkoba dr. Gracia lilihata menjelaskan Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.

Dikalangan para pakar kesehatan Narkoba memiliki banyak kegunaan dan manfaat. Narkoba jenis Narkotika biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. “Zat ini bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis”
Narkoba jenis psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku"

Dan Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah Rokok, Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkdan Zaan dan menimbulkan ketagihan, Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan.

Dijelaskan Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik.

Psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.

“Faktor-faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahgunaan obat terlarang. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahgunaan narkoba. Hal ini harus dipelajari Kasus demi kasus”jelasnya.
Sementara tanda-tanda fisik sebagai akibat penyalahgunaan Narkoba, dr. Baiq. Mustiaghisni menjelaskan para pecandu narkoba dapat dilihat dan diamati melalui banyak hal. Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik)

Dalam kehidupan keluarga pecandu Narkoba dapat dilihat dan diamati melaui berbagai tingkah dan perubahan perilaku. Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke disko, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk.

Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat; mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsi kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.

Maka dalam hidup ini sikap waspada merupakan sebuah keharusan sebelum segala sesuatunya terjadi, tindakan antisipatif perlu di lakukan dan menjadi tanggung jawab personal, keluarga, dan para stik holder dari tingkat atas sampai kebawah.

“Sebenarnya juga tidak sedikit para pengguna narkoba ingin lepas dari dunia hitam ini. Akan tetapi usaha untuk seorang pecandu lepas dari jeratan narkoba tidak semudah yang dibayangkan. Utulah bukti nyata maha kuasanya Allah menjadikan segala sesuatu memiliki manfaat dan mudhoratnya bagi hambanya yang mau berfikir”katanya.

Pantauan wartawan media ini, para siswa-siswa dan anggota KKN Unram yang mengikuti kegiatan tersebut sejak awal hingga berakhir tetap semangat, karena beitu pentingnya ilmu tentang betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS dan bahayanya penyalah gunaan narkoba ( MTQ)

Berwisata ke Situs-Situs Bersejarah di Sumbawa

Sumbawa,(SK),-- .Makam Sampar, begitulah masyarakat Sumbawa menyebutnya. Makam ini letaknya tidak jauh dari kota Sumbawa besar, sekitar 1 km arah timur Dalam loka.
Siapa saja yang datang ketempat tersebut, cukup dengan mendaki bukit setinggi 100 m dari Ai-Awak maupun Keban-Lapan kelurahan seketeng, Sumbawa Besar, kita akan langsung tiba di depan gerbang lokasi perkuburan Makam Sampar.
Situs ini disebut Makam Sampar, karena terletak di atas sampar (daratan di atas bukit). Masyarakat setempat dari sejak jaman dahulu memang sengaja menempatkan pekuburan diatas bukit mengikuti tradisi para leluhur yang biasanya membuat Makam / perkuburan di atas bukit.
Jika kita perhatikan disekitar kompleks pemakaman Sampar ini, agak berbeda dengan makam-makam disekitarnya, karena dimakam sampar ini merupakan kuburan atau makam para raja Sumbawa terdahulu bersama ahli waris serta kerabatnya.
Meskipun lokasi makam para Raja Sumbawa yang disebut Makam Sampar tersebut, yang oleh masyarakat secara turun temurun ditempatkan diatas bukit, namun tidaklah lebih tinggi dari makam-makam rakyat biasa di sekitarnya. Dan bahkan masih ada makam-makam rakyat biasa yang berada lebih tinggi dari makam sampar itu sendiri.
Makam Sampar dikelilingi oleh batu-batu yang disusun sedemkian rupa seperti tembok setinggi 1 m yang membatasinya dengan kuburan masyarakat biasa. Siapa nama-nama raja Sumbawa yang dikuburkan di makam sampar ini tidak dapat ditunjukkan dengan pasti, karena tidak ada bukti tertulis yang terdapat pada tiap kuburan tersebut, seperti halnya makam para raja-raja di pulau Jawa. Hal ini terjadi sangat dimungkinkan dengan alasan bahwa Agama Islam tidak memperkenankan pengkultusan terhadap kuburan.
Dewasa ini, disebelah timur Makam Sampar telah dibangun perumahan Bukit Permai, sehingga makin mempermudah bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Makam Sampar tersebut. Untuk bisa mengunjungi makam Sampar ini, kita dapat dipandu oleh juru Peliharanya Ahmad Yani yang tinggal di Keban Lapan Seketeng Sumbawa.
Setelah kita puas mengunjungi situs Makam Sampar yang merupakan Makam para Raja Sumbawa ini, kemudian kita bisa melanjutkan perjalanan menuju situs makam lainnya, yang memiliki karomah tersendiri pada jamannya. Karongkeng adalah sebuah desa yang berjarak 6 km dari Empang ibu kota Kecamatan Empang (107 km dari Sumbawa Besar). Untuk bisa sampai ke makam karongkeng ini, dapat ditempuh dengan menggunakan alat transportasi tradisional daerah setempat berupa kendaraan cidomo, sepeda gayung, sepeda motor ataupun mobil, karena jalannya cukup baik.

Melalui jalur jalan raya dari Empang, sebelum memasuki dusun karongkeng ada tanjakan sepanjang 50 m. pada akhir tanjakan sebelah kanan terlihat dengan jelas papan penunjuk yang bertuliskan lokasi makam Karongkeng.
Memasuki areal makam, terasa sejuk karena berada di Lutuk kerimbunan daun pohon asem yang bertengger dengan angkernya disekitar kompleks makam. Untuk mendapatkan keterangan dan penjelasan lebih jauh, ada juru pelihara yang tinggalnya tidak jauh dari makam didalam Dusun Karongkeng, yang bernama Fatimah, sehari-harinya biasa dipanggil Ipok (ibunya Adnansyah). Mereka adalah keturunan juru pelihara makam terdahulu.
Dari profil makam Karongkeng ini terlihat bahwa jasad yang terkubur ditempat itu bukanlah orang sembarangan. Jasad yang dimakamkan ditempat itu adalah H. Abdul Karim (Haji Kari) seorang penyiar Islam / seorang Mubaliq Islam yang berjasa pada masanya di daerah Sumbawa khususnya Karongkeng. Beliau adalah tokoh yang memiki Karomah yang luar biasa, karena konon katanya berdasarkan cerita secara turun-temurun di daerah Karongkeng, Abdul Karim, ketika hendak ke tanah suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji kala itu, tanpa menggunakan alat transportasi seperti yang dilakukan jaman sekarang. Namun Abdul Karim ketika itu pergi tanpa melalui perjalanan yang biasa.
Abdul Karim adalah anak dari keluarga biasa, namun Allah mentaqdirkannya dengan ilmu dan karomah yang sungguh diluar kemampuan manusia biasa, sehingga beliau mengembangkan Islam di Sumbawa bagian timur pada masanya, jauh sebelum raja Sumbawa masuk Islam di tahun 1623. Sayangnya kita tidak dapat mengetahui secara pasti bagaimana masa kehidupan Abdul Karim kala itu.
Setelah kita puas mengunjungi situs Makam Karongkeng yang merupakan Makam Abdul Karim yang memiliki karomah luar biasa pada jamannya di tanah Sumbawa kala itu, kemudian kita bisa melanjutkan perjalanan menuju situs makam lainnya, yang memiliki karomah tersendiri pada jamannya. Situs ai renung adalah situs pertama yang ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Penemunya adalah Dinullah Rayes dari kabin kebudayaan kabupaten Sumbawa tahun 1971 bersama Drs. Made Purusa dari Balai Arkeologi Denpasar serta tenaga ahli dari pusat Arkeologi nasional yang melakukan penelitian pertama. Pada penelitian pertama ditemukan hanya tiga buah sarkopagus, lalu setelah dilakukan peneitian yang berkelanjutan, sampai saat ini sudah ditemukan tujuh buah sakopagus (kuburan batu).
Disebut situ Ai Renung, karena berada dikompleks persawahan Ai-renung dekat kampung Ai-Renung (waktu itu). Seluruh lokasi tersebut berada dalam wilayah desa Batu Tering Kecamatam Moyohulu. Setelah dilakukan pemugaran, situs Ai-renung sebenarnya sudah dapat di jadikan obyek wisata budaya. Tetapi tersebab tidak ditunjangnya dengan pembangunan jalan raya ke lokasi situs, maka obyek menjadi jarang dikujungi orang.

Tetapi tidak jarang juga para mahasiswa dan peneliti asing datang ke Ai-renung, lebih-lebih mahasiswa arkeologi. Padahal lokasinya sangat memungkinkan untuk di kembangkan menjadi obyek wisata, baik wisata budaya, alam (wana-wisata), camping dan lain-lain.
Untuk datang ke Ai-Renung yang berjarak 5 km dari Batu Tering (30 km dari Sumbawa besar). Sebelum memasuki gerbang desa Batu Tering, ada simpang jalan ke kanan arah selatan. Dari itu jalan kaki sejauh 5 km yang ditempuh selama 1 sampai 1,5 jam. Bagi yang nekad boleh saja naik motor karena jalan menanjak dan berbatu-batu, namun kendaraan tidak boleh di bawa masuk ke lokasi situs karena akan mengganggu kelestarian benda-cagar budaya.
Dari Situs Ai Renung kita melanjutkan perjalanan ke sebuah situs purbakala yang tidak kalah pentingnya untuk di kunjungi yaitu Lutuk Batu Peti. Dinamakan Lutuk Batu Peti karena ada batu seperti peti (sarkopagus) yang terletak di atas sebelah ujung bukit. Di ujung atas bukit itulah tempatnya bertengger situs yang oleh masyarakat Sumbawa dikenal sebagai lutuk batu peti.
Lutuk Batu Peti tersebut terletak di sebelah barat laut dari Dusun Kuang-Amo Desa Sempe Kecamatan Moyohulu. Jaraknya diperkirakan 6 km dari Kuang-Amo, karena ditempuh dua jam dengan jalan kaki.Menurut para ahli yang pernah datang melakukan penelitian ke situs tersebut, umur sarkopagus itu diperkirakan sudah lebih dari 2.500 tahun, sama dengan umur situs Tarakin.
Letak situs Tarakin agak lebih jauh dari Lutuk Batu Peti dan tidak searah dari Kuang-Amo. Tarakin berada sebelah barat Kuang-Amo, dengan perjalanan 3 jam yang berjarak sekitar 9 km di atas gunung Tarakin. Untuk mengunjungi situs ini melewati obyek wisata Ai-Beling yang berarti memiliki prospek kepariwisataan yang cukup baik. Namun kondisi jalan raya yang belum memadai maka obyek tersebut belum banyak dikenal orang.
Penemuan situs Tarakin dan Lutuk Batu Peti bermula dari keusilan Aries Zulkarnain Penilik Kebudayaan Kecamatan Sumbawa. Waktu itu ada kegiatan syuting sinetron Sapugara disekitar Ai-Beling, banyak warga dusun Kuang-Amo yang datang menonton kegiatan syuting. Secara naluriah Aries Zulkarnain mewawancarai penduduk sampai dapat mengorek informasi keberadaan benda-benda peninggalan sejarah yang ada disekitar desa Tarakin.
Pada umumnya masyarakat Kuang-Amo tidak banyak yang tahu keberadaan sarkopagus tersebut karena tempatnya yang jauh terpencil, tertutup dalam semak belungkar. Para pemburu dan penjelajah hutan saja yang tahu tempat benda cagar budaya (BCB) dimaksud. Setelah Aries Zulkarnain diangkat menjadi Kepala Seksi Kebudayaan Kabupaten Sumbawa tahun 1993, dapat meminta Ibu Hayatun Nufus (Atun) pjs Penilik Kebudayaan Kecamatan Moyohulu untuk melakukan survey ke lokasi dengan membuatkan foto-foto. Dari laporan inilah berturut-turut datang tim dari Bidang Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan (PSK) Kanwil Depdikbud Provinsi NTB bersama Balar (Balai Arkeologi) Denpasar serta Pusat Arkeologi Nasional melakukan penelitian pada situs Tarakin dan Lutuk Batu Peti. Dari hasil penelitian itulah akhirnya masyarakat dapat memberikan appresiasi terhadap BCB (Benda Cagar Budaya) yang ada di lingkungan mereka sendiri.
Berikutnya situs peninggalan bersejarah yang penting untuk diketahui adalah Situs Raboran, dimana situs ini termasuk sarkopagus, namun karena kurangnya pengetahuan dan pengertian masyarakat terhadap BCB (Benda Cagar Budaya) membuatnya tidak terkenal. Situs Raboran letaknya tidak jauh dari Desa Sebasang Kecamatan Moyo Hulu. Raboran dulunya adalah sebuah dusun terpencil di lereng gunung Tambora, terkenal sebagai pusat penggemblengan dan belajar ilmu kebal bagi balatentara Kerajaan Sumbawa (Bala Cucuk).
Dusun Raboran terakhir dihuni oleh keluarga Sandro Acin (Guru ilmu kebal) yang tinggal disekitar situs Raboran tempat mengajar, melatih, menggembleng dan menguji ilmu kebal seseorang anggota Bala Cucuk. Namun terhadap sarkopagus sebagai BCB, masyarakat belum memiliki pengetahuan sehingga tidak di appresiasi sama sekali.

Setelah gencarnya penyuluhan Undang-Undang no 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, barulah keberadaan situs Raboran dilaporkan oleh masyarakat akan keberadaannya. Tahun 1996 barulah diadakan survey pertama dan selanjutnya setelah diadakan penelitian seperlunya, di angkatlah seorang juru pelihara di situs tersebut.
Situs peninggalan lainnya yang patut di kunjungi sebagai tujuan wisata di tanah Samawa adalah Situs Temang Dongan. Pada mulanya situs Temang Dongan ini disebut Batu Babung, Batu Balo, Ai Paya, namun setelah dilakukan beberapa kali survey ternyata semua Benda Cagar Budaya yang ditemukan adalah sarkopagus yang terletak menyebar pada puncak gunung Temang Dongan, sehingga para arkeolog dari Balai Arkeologi Denpasar menamakan situs tersebut sebagai situs Temang Dongan.
Temang Dongan terletak kira-kira 4 km arah selatan Desa Pungkit Kecamatan Lape. Untuk sampai ke obyek ini, sebaiknya para pengunjung mendaki gunung setinggi 150 meter itu melalui lereng selatan. Di puncak sebelah selatan itulah sarkopagus yang telah berusia ribuan tahun itu tergeletak di atas daratan. Pemandangan dari puncak Temang Dongan sungguh menarik karena menyajikan keindahan alam. Sayup-sayup sebelah barat kita dapat menyaksikan kilauan air waduk Batu Bulan.
Untuk pengembangan obyek wisata masa depan, situs Temang Dongan memberikan prospek yang menjanjikan. Situs peninggalan sejarah lainnya yang tidak kalah menarik untuk di kunjungi adalah Situs Batu Tata yang terletak di jalan batu Dulang- Punik. Satu kilometer sebelum sampai ke Punik sebelah kanan jalan, masuk melalui kebun kopi penduduk arah utara 200 m dari jalan raya tergeletak sebuah batu.
Dari bentuknya, mungkin batu tersebut adalah Menhir, atau tempat pemujaan arwah leluhur. Masyarakat menyebutnya batu tata karena ada tatahan bentuk manusia ( manusia kangkang) pada salah satu sisinya. Tetapi sampai saat ditemukannya tidak seorang pun warga masyarakat yang mengkeramatkannya maupun mengappresiasinya sebagai Benda Cagar Budaya.
Berikutnya Situs Batu Gong. Letaknya dapat didatangi dengan kendaraan roda empat, melalui jalan usaha tani Desa Setowe Brang Kecamatan Utan. Sekitar satu km dari simpangan sebelah barat jembatan Utan arah utara, dalam kebun penduduk tergeletak enam sebuah batu berbentuk gong. Menurut penduduk, sebelumnya batu gong tersebut berjumlah delapan, namun sekarang banyak dicuri orang. Obyek tersebut banyak dikunjungi oleh beberapa orang yang percaya akan kekeramatannya. Tetapi karena tidak ada juru pelihara ada beberapa yang sudah dicuri orang, atau mungkin dipindahkan orang, ditemukan kemudian di sekitar kuburan cina sebelah barat kota Utan ada sebuah batu berbentuk gong dan juga kemudian di pindahkan oleh orang Bali yang tinggal di sekitar desa itu dijadikan tempat pemujaan. (Ars )

Kursi Kades Salut Segera Terisi

Salut (KLU), SK - Setelah cukup lama jabatan Kepala Desa Salut lowong, Kursi dan ruangan berukuran 3 x 3 M yang ditinggalkan oleh Karianom Kepala desa sebelumnya yang pindah kamar ke Sel tahan Polres Lombok Barat dan LP Mataram akibat tersandung huku kasus pengedaran uang palsu (UPAL) tahun 2012 lalu, kini akan segera terisi
Tiga orang kandidat calon kepala desa Salut yaitu no. urut 1. Hartono A.Ma, No. Urut 2. Rusdianto, dan No. urut 3. Jumraul Abdi, S.Pd.I sudah siap memperebutkan kursi itu dalam pemilihan kepala desa yang akan berlangsung kamis, 14 Februari 2013 besok.
Masing-masing calon sudah menyampaikan berbagai macam visi dan misinya guna mendapat simpati para pemilih melalui kampanye baik dialogis maupun monologis.
Ketua panitia Pilkades Salut Syukri, S.Pd. Pemilihan kepala desa salut ini di desain khusus dan berbeda dengan yang lainnya. Beberapa aturan yang ditetapkan panitia guna menciptakan suasana pemilihan kepala desa yang demokratis,jujur dan bersih harus dijalankan dan ditaati para calon.

Dikatakannya, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) desa Salut adalah 2349 orang yang tersebar di Sembilan dusun. Sedangkan tempat pemungutan suara terbagi menjadi 7 TPS. dan ada dua dusun yang tergabung dalam satu TPS. Pemilihan akan dimuali pada jam 07.00 s/d 13.00 wita. Dan penghitungan suara akan dilakukan secara terbuka di kantor desa (MTQ)

Bupati KLU Berikan Arahan Pada Peserta Diklatpim IV

Tanjung,(SK),-- Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan bagi para pejabat esselon IV (Diklatpim IV) adalah merupakan diklat wajib untuk penjenjangan.Karena ini merupakan suatu ketentuan maka harus dilakuan kan.
Hal tersebut di ungkapkan Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam arahannya di hadapan 40 orang pejabat esselon IV lingkup Pemda KLU yang akan mengikuti Diklatpim IV selama 42 hari terhitung sejak tanggal 13 Februari s/d 28 Maret 2013 mendatang di Balai Diklat Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di dampingi Sekda KLU Drs H.Suardi,MH, Asisten I Drs Jayadi N,Kabid Pengembangan Pegawai Setda KLU H.Najamudin, Bupati Djohan Sjamsu berharap dengan adanya pendidikan dan pelatihan yang diperuntukkan bagi esselon IV ini adalah harus di ikuti dengan sungguh-sungguh.Karena diklat ini merupakan tingkat penjenjangan karir, maka semuanya harus lulus.
Dikatakan, Diklat yang akan di ikuti 40 pejabat esseloin IV lingkup Pemda KLU ini, disamping menambah wawasan juga akan dapat meningkatkan kemampuan. Memang, kata Bupati, pada setiap ada kegiatan serupa yang menjadi tantangan adalah masalah disiplin.Sehingga dalam hal ini,Bupati minta agar para peserta Diklatpim penjenjangan bagi para pejabat esselon IV dari daerah Tioq Tata Tunaq ini selalu meningkatkan disiplin. Hal ini dikatakan Bupati, karena tingkat kedisiplinan para PNS di daerah ini masih rendah.Untuk itu Bupati minta bagi yang sudah mengikuti diklat ini nantinya agar memberikan contoh.
“Jabatan ini bukan hak dan warisan, tetapi ini merupakan kepercayaan, maka peliharalah dengan sebaik-baiknya sehingga mampu menjalankan tugas sesuai dengan tuufoksinya,”tegas Bupati.
Idealnya jumlah pegawai di daerah ini harus di dukung 4.000 orang, namun hingga saat ini jumlah pegawai di KLU masih dalam kisaran 2.600 orang. Melihat kondisi ini, melaui kesempatan tersebut Bupati berpesan agar para peserta diklatpim IV yang akan menimba ilmu selama 42 hari di Balai Diklat Pertanian Provinsi NTB tersebut agar bersungguh-sungguh belajar dan kuasai semua materi yang di sampaikan oleh para widya iswara, sehingga nantinya bisa menunjang tufoksinya ketika sudah kembali ke SKPD masing-masing. Kedepan Bupati ingin menegakkan disiplin di semua SKPD sesuai dengan PP 53 / 2010, karena saat ini banyak PNS di daerah ini yang tingkat disiplinnya masih rendah.
Sementara Sekda KLU Drs H.Suardi,MH dalam arahannya juga berpesan, agar selalu bersyukur atas nikmat ini, karena dari sekian jumlah pegawai di daerah ini, hanya sebagian yang di tugaskan untuk mengikuti diklat penjenjangan ini.
Sekda mengingatkan, untuk mengikuti kegiatan ini harus tulus dan ikhlas, sehingga apa yang menjadi kewajiban akan terlaksana dengan baik.Selain itu harus memiliki greet,kompetisi dengan sehat dan selalu jaga kekompakan.(Eko)

Senin, 04 Februari 2013

Kapal KLM Surya Mas, Kembali Minta Korban

Mumbul Sari,(SK),-- Dua orang warga KLU (R.Sukarmadi dan Muhsan) yang menjadi korban Kapal barang KLM Surya Mas yang terdampar di lepas pantai Mumbul Sari Kecamatan Bayan, Kamis,(31/01/2013) pekan lalu, belum hilang dari ingatan.

Berselang 3 hari dari tewasnya 2 orang warga KLU tersebut, kapal barang naas yang hampir setengah bulan terdampar itu, kini kembali lagi memakan korban.Tidak tanggung-tanggung, korban kali ini adalah Mursandi (30) warga Sumur Jiri Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU.Korban diperkirakan tenggelam sebelum tiba di buritan kapal,Senin siang,(04/02/2013) sekitar pukul 15,00 wita.
Menurut keterangan rekan korban Misnawi (34) yang juga iparnya mengatakan, pada awalnya dirinya bersama korban memang telah merencanakan akan pergi ke pantai Mumbul Sari dimana kapal barang yang naas itu terdampar.Sekedar ingin melihat sekalian refresing sambil mandi, maka mereka memutuskan untuk berangkat lebih awal agar bisa mandi lebih lama, lagi pula mumpung cuaca lagi cerah, pikir mereka.
Setelah sholat Zduhur, Misnawi,Kipli dan Mursandi (korban) berangkatlah dengan mengendarai Sepeda motor sambil berboncengan menuju pantai Mumbul Sari dimana kapal barang yang terdampar itu berada.Tiba di pantai,kata Misnawi, si korban (Mursandi) ini ngotot ingin cepat-cepat berenang menuju kapal.Awalnya Misnawi tidak mau dan sempat menyarankan tidak usah berenang menuju kapal, karena saat itu air laut sedang pasang dan bergelombang besar,arusnya keras sehingga airnya pun keruh.Namun Mursandi bersi keras dan terus membujuk Misnawi dan Kipli agar mau menuruti keinginannya untuk bersama-sama mandi sekalian naik ke atas kapal yang naas itu.
Kemauan korban itupun di turuti.Maka ketiganya pun bersiap-siap untuk mandi. Dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek saja, akhirnya mereka memutuskan untuk mandi dan berenang bersama menuju kapal.Mereka bertiga, kemudian bersamaan masuk laut dan berenang. Kipli terlebih dahulu tiba dan naik diatas kapal.Sementara Mursandi baru sampai pertengahan (jarak antara diri korban ke kapal dan ke pantai sama).Sementara Misnawi masih di dekat pantai belum terlalu jauh masuk laut.
“Korban memang sempat melambaikan tangannya, mungkin dia memanggil minta tolong.Tapi, lambaian tangan korabn itu, saya kira hanya memberikan isyarat agar kita cepat menyusulnya ke tengah,”kata Misnawi.

Hal tersebut di benarkan Aswadi, salah seorang anggota Tagana KLU yang secara kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.”Memang sempat saya lihat lambaian tangan korban yang timbul tenggelam akibat hempasan gelombang pasang di tengah laut.Tetapi setelah lambaian yang ketiga kali, setelah itu tidak kelihatan lagi,”katanya.
Rupanya lambaian tangan korban yang ketiga kali yang dilihat oleh salah seorang anggota Tagana KLU itulah, untuk yang terakhirnya korban terlihat.Akhirnya setelah melihat kejadian itu,Aswadi bersama rekannya Mahrip, langsung berlarian menuju kerumunan orang yang dari sejak awal berada di sekitar pantai itu, untuk bagaimana menolong korban. Namun, tidak ada satu pun orang yang berani menolong.Alasannya tidak ada yang bisa berenang.
Sementara Kipli yang sudah dulu sampai di atas kapal mengatakan, begitu melihat korban sudah tidak terlihat, katanya, dirinya segera menceburkan diri dengan maksud akan menolongnya. Namun ketika dirinya sudah sampai di lokasi tenggelamnya korban, korban tidak berhasil di temukan.
Selaku Tagana KLU, Aswadi segera menghubungi Basarnas dan Kepala BPBD KLU Drs Iwan Maret Asmara.Kepala BBD asal Bayan ini, begitu menerima laporan segera meluncur ke TKP. Sedangkan Basarnas baru tiba di TKP di bawah pimpinan Dede sekitar pukul 18,53 dan langsung mencari korban dengan menggunakan peralatan bawah laut.Hingga berita ini di tulis, pencarian korban oleh tim Basarnas terus di lakukan.Namun belum ada tanda-tanda korban akan ditemukan.
Sebelum Tim Basarnas tiba di TKP, pihak Tagana maupun pihak keluarga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian.Namun semua itu belum membuahkan hasil.Sementara hari pun semakin gelap karena menjelang Magrib. Warga masyarakat KLU di sebagian wilayah bagian timur, ketika mendengar berita tentang adanya warga masyarakat KLU yang kembali menjadi korban kapal barang tersebut, semakin lama semakin banyak yang berdatangan, hingga tengah malam dan bahkan ada yang menginap.
Ari, salah seorang anggota Tagana KLU lainnya yang ikut menoba mencari mengatakan, arus air laut di bawah tidak terlalu keras. Kemungkinan korban tidak terlalu jauh dari TKP. Kalaupun mencarinya harus ke pinggir, karena ketika terjadinya peristiwa yang menewaskan warga Sumur Jiri Desa Sesait itu, air laut dalam keadaan pasang,”Andaikata airnya tidak keruh dan jernih, korban mungkin masih bisa di temukan, ini murni tenggelam,”tandasnya.
Dikatakan Kipli, memang isteri korban pernah bermimpi satu malam sebelum kejadian bahwa suaminya menggelar pesta besar. Sehingga isteri korban, begitu mendengar berita tentang suaminya tenggelam, baru sadar bahwa mungkin itu alamat mimpinya semalam,pikirnya.”Innaa lillaahi Wa innaa ilaihi rooji’uun,”ucapnya.(Eko)

12 Hari Terdampar,Kapal Barang Menelan Korban

Mumbul Sari,(SK),-- Sungguh naas nasib kapal barang KLM Surya Mas yang membawa sembako dari Surabaya hendak berlayar menuju Karang Bajo Flores NTT tiba di lautan KLU terseret gelombang sehingga terdampar di lepas pantai Mumbul Sari Kecamatan Bayan KLU, sejak Senin (21 Januari 2013) bulan lalu.

Kapal barang dengan bobot 162 GT dengan 6 orang ABK yang naas tersebut posisinya miring sehingga tidak bisa ditarik ke tengah laut. Bahkan lambung kapal ini patah dan air laut memenuhi badan kapal, mengakibatkan kapal kandas dan nyaris tenggelam.Andaikan laut itu dalam kemungkinan kapal barang yang memuat berton-ton bahan sembako seharga 6 triliyun lebih itu pasti tenggelam.
Menurut keterangan salah seorang ABK yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, memang pihaknya sudah mengetahui kapal yang naas itu bocor dan mesinnya mati. Sehingga kapal tersebut tidak bisa dikendalikan dan dibiarkan saja dalam posisinya sambil menunggu bantuan datang. Pihak ABK sudah pasrah dan membiarkan saja kapal tersebut berlayar kearah yang tidak menentu, yang akhirnya terdampar di lepas pantai Mumbul Sari Kecamatan Bayan.
Masyarakat sekitar dan lainnya pun berdatangan ketika mendengar ada kapal barang yang terdampar.Informasi ini pun cepat sekali beredar, sehingga tidak begitu lama, masyarakat Sasak Dayan Gunung yang berada di wilayah timur KLU itupun berdatangan ke lokasi terdamparnya kapal.Pihak Kepolisian Sektor Bayan bertindak cepat dengan memasang police line agar warga yang berdatangan tidak naik ke atas kapal.
Namun peringatan dari pihak Kepolisian tersebut tidak dihiraukan oleh warga. Mereka terus berhamburan saling mendahului naik ke atas kapal naas itu untuk menjarah isinya. Keadaan ini terus berlangsung dari sejak terdamparnya kapal hingga pada hari yang ke sebelas (Rabu,30/01/2013) setidaknya ada dua orang yang menjadi korban.
Menurut keterangan beberapa sumber yang dihimpun wartawan media ini di TKP, bahwa pada sore Rabu, 30/01/2013 sekitar pukul 17,15 wita, naiklah 3 orang (Sadrun,Muhsan asal Kebun Kunyit Desa Dangiang Kecamatan Kayangan dan Raden Sukarmadi asal Dasan Kerpuk Desa Sukadana Kecamatan Bayan) keatas kapal naas itu dengan maksud mengambil barang yang ada di dalam kapal.Sesekali ketiga warga ini muncul ke permukaan sambil membawa barang jarahan mereka berupa Mie, minyak goreng,sampo,blue band dan lain-lain.Kegiatan ini terus dilakukan oleh 3 warga tadi, yang akhirnya pada penyelaman yang ketiga kalinya 2 orang diantaranya (Muhsan dan Raden Sukarmadi) tidak muncul-muncul ke permukaan.Rupanya penyelamannya yang ketiga itulah nyawa mereka terenggut.

Pada hari naas bagi kedua orang korban kapal barang tersebut,salah seorang rekan korban bernama Sadrun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dari 2 orang rekannya Muhsan dan R.Sukarmadi mengingat hari semakin gelap, yang pada sore itu mereka masih ngotot tidak mau pulang dan terus masuk ke dalam kapal untuk mengambil barang-barang yang ada di dalam dek kapal. Sadrun, memang sempat mewanti-wanti kedua rekannya itu untuk tidak masuk ke dalam dek kapal karena hari sudah mulai gelap (menjelang magrib).Namun peringatan itu tidak di hiraukan oleh keduanya dan terus saja masuk ke dalam dek kapal yang akhirnya menewaskannya.
Kondisi kapal saat itu penuh dengan barang-barang dan air laut memenuhinya. Lambung kapal pada buritan patah akibat hempasan gelombang, sehingga air laut masuk hingga memenuhi badan kapal. Kedua korban, kemungkinan terjebak di dalam kapal dan tidak menemukan jalan keluar, sedangkan di luar sudah gelap.
Kepala Dusun Kebun Kunyit Halil mengatakan, kemungkinan kedua korban itu tidak menemukan jalan keluar darimna mereka masuk tadinya.Sehingga mereka kemungkinan besar juga berusaha mencari jalan keluar.Ini di buktikan dari posisi mayat kedua korban ketika ditemukan. Misalnya,kata Halil, mayat R.Sukarmadi ditemuka oleh Tim Sar sekitar satu meter dari pintu jalannya masuk tadinya, tetapi kemungkinan besar tidak menemukan jalan keluar karena di luar sudah gelap, lebih-lebih di dalam dek kapal. Begitu pula dengan Muhsan, dari posisi mayatnya ketika ditemukan, juga kemungkinan besar berusaha mencari jalan keluar, karena sudah gelap (magrib) namun tersesat di dek kapal paling bawah yaitu di bawah mesin sebelah kanan lambung kapal.Kondisi mayatnya sudah tidak bisa dikenali karena penuh dengan ter atu oli.
Jenazah R.Sukarmadi yang asal Dasan Kerpuk Desa Sukadana Kecamatan Bayan ditemukan pagi Kamis (31/01/2013) sekitar pukul 09,00 wita dan langsung di makamkan hari itu juga.Sedangkan jenazah Muhsan asal Kebun Kunyit Desa Dangiang Kecamatan Kayangan berhasil ditemukan sore harinya pada pukul 16,48 wita.Jenazah tidak langsung dibawa pulang, namun di bawa ke Puskesmas Bayan untuk di visum, dan malam harinya baru dibawa pulang untuk disemayamkan. Keesokan harinya,Jum’at pagi sekitar pukul 10,00 wita jenazah Muhsan di makamkan di pemakaman umum Dusun Kebun Kunyit Desa Dangiang Kecamatan Kayangan KLU.(Eko)

Jumat, 01 Februari 2013

UPK PNPM Kayangan Gelar MAD Tutup Buku


Kayangan,(SK),-- Musyawarah Antar Desa (MAD) Tutup Buku Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Kayangan tahun buku 2012 berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan, Rabu (3/01/2013).

Dalam MAD Tutup Buku UPK PNPM Kayangan ini di hadiri oleh Camat Kayangan, Muspika, Faskab KLU, FT, FK,TPK,Kepala Desa dan para Kader Desa se Kecamatan Kayangan serta undangan lainnya.

Camat Kayangan yang diwakili Sekcam Sukadi,S.Sos dalam pengantarnya sangat mengapresiasi kegiatan PNPM yang telah berhasil dalam melaksanakan programnya selama setahun berjalan.Keberhasilan Program PNPM selama ini sangat nyata di rasakan masyarakat.Sebab secara keseluruhan para stackholder program yang menasional ini sangat bagus pelaksanaannya,mulai dari tingkat yang paling bawah proses demi proses dilaksanakan dengan teliti.

Sebagai pelaksana program PNPM, maka Sekcam asal Tanjung ini meminta kepada UPK PNPM Kayangan, bahwa dalam MAD Tutup Buku kali ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban yang harus dijalankan. Sebab bagaimana pun Musyawarah Antar Desa (MAD) tutup buku tahun 2012 yang digelar Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban setelah mengemban amanah selama setahun berjalan.

Selanjutnya Sukadi menyatakan, bahwa dari pelaksanaan MAD tutup buku ini, nantinya akan diketahui perjalanan UPK yang mengelola dana kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP), apakah berjalan mulus atau banyak hambatan yang terjadi. Hal ini perlu dipertanggngjawabkan, baik secara materi maupun secara administrasi, karena Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) itu merupakan program pemerintah yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.

Ketua UPK Kecamatan Kayangan Edy Kartono,SE mengatakan, dari 239 jumlah kelompok SPP yang ada, terdapat 58 kelompok SPP yang bermasalah yang tersebar diseluruh desa dan yang paling banyak kempok SPP yang bermasalah adalah desa Santong yaitu 19 kelompok.  

Dikatakan Edy Kartono, banyaknya kelompok SPP yang bermasalah ini disebabkan karena tunggakan macet.Namun diantara 58 kelompok yang bermasalah tersebut ada pula yang sudah menyelesaikannya di awal tahun ini.Sehingga diharapkan dalam waktu dekat, kelompok SPP bermasalah lainnya bisa menyelesaikan tuggakannya.   

Untuk mengatasi kelompok SPP bermasalah tersebut sangat dibutuhkan peran serta dan kerja keras semua pihak,terutama para pelaku PNPM dalam bekerja di wilayah ini. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana SPP yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan MAD tutup buku tahun 2012 tersebut, Ketua UPK Kecamatan Kayangan, Edy Kartono,SE memamparkan perkembangan dana SPP. Dari modal RP. 5.179.500.000 pada saat tutup buku tahun 2011 lalu meningkat menjadi 9.155.500.000 pada saat tutup buku tahun 2012.Jadi ada peningkatan 3.976.000.000 yang bergulir di 212 kelompok tahun 2011 dan meningkat menjadi 239 kelompok pada tahun 2012 atau 2.367 anggota. 

Dijelaskan Edy Kartono, resiko pinjaman pada tahun 2011 sebesar 171.134.295 atau 11,49%. Dari pengelolaan SPP tersebut, surplus laba pada saat tutup buku tahun 2011 dapat di alokasikan sebesar 210.524.514 dan alokasi laba yang dibagi pada tahun 2011 sebesar 125.367.159.

Pada tanggal 31 Desember 2012 tingkat pengembalian UPK Kayangan sebesar 94,06 %. Jadi pada tahun ini UPK Kayangan mengalami peningkatan pengembalian, sehingga pada tahun ini UPK Kayangan mendapatkan bonus. Adapun besaran cadangan resiko pada tahun 2011 sebesar 171.134.295 yang pada tahun 2012 meningkat sebesar 173.270.930, jadi ada peningkatan jumlah pinjaman yang macet sebesar 2.136.635.Sedangkan alokasi pembagian surplus selama tahun 2012 tersebut di dasarkan atas perhitungan laporan laba rugi microfinance yang telah dibuat pihak UPK.

Pendapatan (pengembalian SPP dan pendapatan non oprasional) sebesar 533.990.149, sedangkan biaya pengeluaran oprasional dan non oprasional sebesar 151.434.894, sehingga surplus laba bersih untuk tahun 2012 sebesar 382.555.255 (laba bersih bersumber dari pendapatan dan bungan bank).”Inilah laba yang masuk dalam pembagian alokasi surplus tahun 2012,”tandas Edy Kartono.

Untuk lebih jelasnya, Edy Kartono menjelaskan bahwa, alokasi pembagian laba atau pendapatan per Januari hingga Desember 2012 terdiri dari Surplus laba bersih sebesar 382.555.255, resiko pinjaman tahun 2012 sebesar 173.270.930, dan resiko pinjaman tahun 2011 sebesar 171.134.295 (sebagai dasar untuk mempertimbangkan alokasi penggunaan surplus), alokasi laba dibagi sebesar 380.418.620 dan alokasi laba tidak dibagi sebesar 2.136.635 serta alokasi laba yang langsung masuk surplus ditahan sebesar 168.997.660.

Sehingga alokasi laba bersih yang dibagi sebesar  380.418.620, dengan ancer-ancer pertama melihat dari kinerja UPK dapat meningkatkan dana bergulir yang dibuktikan dengan tingkat pengembalian diatas 93 % yang ditargetkan Provinsi NTB. Dan tingkat pengembalian UPK Kayangan sebesar 94,06 % per 31 Desember 2012, maka bonus UPK tahun 2012 dapat diberikan maksimal 2 kali gaji pokok.

Dari alokasi laba bersih yang dibagi sebesar  380.418.620 tersebut diberikan untuk tambahan modal UPK sebesar 73,5 % (279.607.686), untuk penguatan kelembagaan UPK sebesar 10 % (38.041.862), dan bonus pengurus UPK diberikan 1,5 % (5.706.279) serta untuk dana social diaberikan 15 % (57.062.793).Sehingga posisi laba ditahan tahun 2011 sebesar 450.741.981 dan posisi hutang UPK tahun 2012 sebesar 100.810.934.(Eko)