Kamis, 11 Agustus 2011

Safari Ramadhan, Merupakan Ajang Silaturrahmi

Kayangan, -- Puasa adalah suatu ibadat yang telah lama masanya berkembang dalam masyarakat umat manusia sebelum Islam.

“Pada zaman Nabi Musa as dan Nabi Isa as, sebenarnya Allah Swt telah menfardukan atas umatnya puasa Ramadhan. Kemudian mereka merubahnya. Pendeta-pendeta mereka menambahnya sepuluh hari, ”terang Ust.Zohni yang tampil menyampaikan taushiyahnya pada saat kunjungan Tim Silaturrahmi Safari Ramadhan tingkat Kabupaten Lombok Utara (Tim III yang diketuai Sekda KLU), di Mesjid Nurul Yaqin Desa Pendua Kecamatan Kayangan,Senin (10/08/2011) lalu.

Taushiyah yang disampaikan Ust.Zohni yang tampil memukau jama’ah ini, intinya adalah bagaimana kita bisa memelihara dua amalan wajib yang perlu dijaga bagi yang menjalankan ibadah puasa. Kedua amalan yang dimaksud, menurutnya yaitu selalu memelihara zat puasa  dan pahala puasa.

Disamping itu, menurut Ust.Zohni yang juga Pimpinan Ponpes Nurul Jihad Sambik Jengkel ini, menyitir sebuah Hadist Nabi Saw, bahwa hendaklah di bulan Ramadhan ini memperbanyak empat amalan. Dua diantaranya menyenangkan Tuhannya, dan dua lainnya setiap manusia pasti memerlukannya.

Adapun dua perkara yang dengannya kamu menyenangkan Tuhanmu, lanjut Ust.Zohni yang selalu tampil sederhana ini, adalah ‘Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kamu memohon ampunan-Nya’. Dan dua perkara yang kamu pasti memerlukannya adalah ‘kamu memohon surga kepada Allah dan kamu berlindung kepada-Nya dari api neraka’.(HR.Ibnu Huzaimah,Ibnu Hibban, Baihaqi).

Safari Ramadhan yang digelar Pemda KLU ini adalah dengan tujuan disamping sholat berjamaah, menyambung silaturrahmi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakatnya, juga untuk menyerap aspirasi dari bawah.

“Mari kita jaga keamanan dan ketertiban selama kita menjalankan ibadah di bulan Puasa yang penuh Agung dan Rahmat ini, sehingga wilayah kita ini aman,tentram dari segala macam gangguan, dengan itu, maka tidak mengganggu kekhusu’an dalam menjalankan ibadah, ”pesan Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya, ketika mendampingi Tim III Safari Silaturrahmi Ramadhan tingkat Kabupaten Lombok Utara, di Mesjid Nurul Yaqin Pendua Daya Desa Pendua Kecamatan Kayangan.

Tim Safari Silaturrahmi Ramadhan tingkat Kabupaten Lombok Utara, menurut  Tresnahadi, bahwa untuk Kecamatan Kayangan pada tahun ini mendapatkan jatah untuk dikunjungi Tim Safari tingkat Kabuapetn adalah hanya 5 desa dari 8 desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan.

Hal tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengundang Bupati atau Wakil Bupati secara pribadai untuk hadir ditempat mereka.

Mesjid-mesjid yang akan di kunjungi oleh tim Safari Silaturrahmi Ramadhan tingkat Kabupaten Lombok Utara pada bulan puasa tahun 2011 ini, ada 5 mesjid yang tersebar di 5 desa yang ada diwilayah Kecamatan kayangan, diantaranya; Mesjid Nurul Yaqin Dusun Pendua Daya Desa Pendua, Mesjid Nurul Hidayah Dusun Lokok Ara Desa Sesait, Mesjid Nurul Jannah Dusun Santong Timur Desa Santong, Mesjid Al Mujahidin Dusun Lokok Rangan Desa Kayangan dan Mesjid Nurul Hikmah Dusun Banten Damai Desa Dangiang. Sementara 3 desa lainnya seperti desa Gumantar,Desa Selengen dan Desa Salut, untuk tahun ini belum kebagian jatah dikunjungi Tim Safari Silaturrahmi Ramadhan tingkat Kabupaten Lombok Utara.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Pendua Haerudin mewakili masyarakatnya, mengucapkan selamat datang kepada seluruh anggota Tim Safari Ramadhan, baik Tim Safari tingkat Kabupaten maupun Tim Safari Ramadhan tingkat Kecamatan Kayangan. Disamping itu, Haerudin juga menyampaikan harapan dan impian dari masyarakat Desa Pendua, sebagaimanan yang tertuang dalam visi desanya, terwujudnya desa Pendua yang aman dan tentram menuju masyarakat petani
dengan swasembada pangan yang memadai.

Pada saat itu Sekda KLU Simparudin,SH selaku Ketua Tim III Safari Silaturrahmi tingkat Kabupaten Lombok Utara,  menyampaikan beberapa point pesan Bupati KLU, diantaranya bahwa kegiatan Safari Ramadahan ini bisa terlaksana adalah berkat saling kebersamaan antara Pemda KLU dengan para alim ulama dan seluruh komponen masyarakat KLU. Ini semua dapat terwujud atas dasar rasa saling memiliki dan mempertahankan kondisi aman,tentram dan damai. Sehingga Kabupaten Lombok Utara yang baru berusia 3 tahun ini, dengan motto Tioq Tata Tunaq tersebut dapat terwujud menuju  Kabuapaten yang  maju dan beradab.

Bupati juga mohon dukungan dan do’a seluruh masyarakat KLU, agar Bupati dan wakil Bupati dapat menjalankan tugas Pemerintahan di daerah Tioq Tata Tunaq ini.(Eko)

Wabup KLU Launching Iqra’ Club Road To School


Wabup KLU H. Najmul Ahyar Launching Iqra’ Club Road To School
KLU,MataramNews - Keberadaan Iqro’ Club Kabupaten Lombok Utara (IC-KLU)  sebuah lembaga dakwah pelajar yang didirikan pada tanggal 15 Mei 2011, merupakan bagian integral dari Iqro’ Club Nasional. Iqro’ Club muncul  karena merasa terpanggil untuk turut mengawal moral pelajar yang kian hari tampak kian jauh dari nilai-nilai luhur bangsa kita, sehingga untuk mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang diamanatkan Undang-Undang agaknya jauh panggang dari api.
IC KLU berupaya berbuat untuk turut mengawal moral pelajar didaerah mulai dengan menyelenggarakan salah satu kegiatannya yakni Iqro’ Club Road to School, yang dimaksudkan untuk lebih cepat mengakrabkan IC-KLU dengan para pelajar khususnya dan masyarakat pada umumnya. Demikian kata Sahlam S.Pd selaku ketua IC KLU kemarin

Dikatakannya, Diawal terbentuknya IC KLU ini bersama  IC Wilayah bersilaturrahmi dengan K.H. Abdul Karim Abdul Ghofur, ketua MUI KLU juga pimpinan Ponpes Nurul Bayan, untuk menyampaikan keberadaan kami sekaligus meminta beliau menjadi pembina IC KLU, Alhamdulillah beliaupun memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya lembaga da’wah ini dan menyatakan bersedia sebagai Pembina lembaga ini.

“Insyaallah melalui lembaga ini akan mempermudahkan kita untuk berda’wah menyentuh generasi muda. Karena selama ini MUI obyek da’wahnya lebih kepada golongan tua,” katanya.

Propgram Iqro’ Club Road to School ini dilaunching oleh wakil bupati KLU, H. Najmul Ahyar, SH. MH pada tanggal 21 Juni 2011 di Lapangan Supersemar Tanjung bersamaan dengan dilaunchingnya gerakan “Kembali ke Khittah Pendidikan” oleh pemerintah KLU.

Segera setelah dilaunching, dengan dukungan dewan pembina IC KLU melaksanakan Road to School pertama di SMAN 1 Gangga pada tanggal 23 Juni 2011 dengan tema “Selamatkan Moral Pelajar dengan Pendidikan Karakter Bangsa”, Road to School kedua di SMAN 1 Tanjung pada tanggal 24 Juli 2011 dengan tema “Bahagia Menyambut Ramadhan”.

Road to School ketiga, bertepatan dengan bulan Romadhon maka IC KLU berupaya bekerja sama dengan pihak Dikbudpora KLU, MUI KLU, Ponpes Nurul Bayan, Dikes KLU, akan menyelenggarakan kegiatan “Ramadhan Super Camp” dari tanggal 20-25 Agustus 2011 bertempat di Ponpes Nurul Bayan yang akan diikuti perwakilan siswa-siswi SMA Negeri se-Lombok Utara, dengan tema “Menjadi Generasi Rabbani yang Cerdas dan Tangguh” dengan harapan setelah mengikuti kegiatan ini mereka menjadi hamba Allah berimtak dan beriptek. (Eko)

Diduga Mayat Zhu Wenjin, di Temukan Warga

Sesait - Dua warga Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), A. Cakep (57) dan anaknya Aliman (27), temukan mayat di kawasan Hutan Taman Nasional (HTN) Sesait-Santong. Hal ini dibenarkan Pemusungan Sesait (Kepala Desa Sesait) Murdan. Menurut Murdan, kedua warganya melaporkan penemuan mayat tersebut ke kantor Desa, karena khawatir akan di disangaka sebagai pelaku.
 
Setelah laporan di terima, Kepala Desa Sesait, langsung melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian setempat dan mengambil barang bukti. Aliman mengungkapkan kepada MataramNews, bahwa mayat tersebut ditemukan dengan tidak sengaja, saat melintasi kawasan HTN sepulangnya dari Gunung Rinjani hari jum’at (5/8/11). Aliman yang seorang pendaki sudah sering kali melakukan pendakian di Gunung Rinjani melalui jalur Sesait dan rute yang sama, namun kali ini saat kembali dari pendakian dan mancing di Danau Segara Anak aliman bersama ayahnya (Amaq Cakep) berniat mencari rotan di tengah hutan.
 
Selabaran dan foto Korban
Diakui aliman, ketika memasuki kawasan hutan yang berdekatan dengan Lendang Penyeranan (Tempat Berburu Kijang) secara tidak tidak sengaja ia melihat dua buah tas pinggang berwarna Hitam dan Orange, dengan rasa penasaran  Ia pun mengambil tas tersebut yang berisikan Kamera Digital, HP dan dua buah battery. Aliman dan ayahnya pun saling pandang dan bertanya siapa gerangan yang memiliki barang tersebut.
 
Akhirnya mereka berdua mengurungkan niatnya mencari Rotan dan mencari jalan yang biasa dilalui menuju kerumahnya, selang 50 m dari tempat ditemukannya barang berupa tas, merekapun dikejutkan dengan mayat manusia yang tinggal tengkorak, akhirnya mereka pun bergegas melanjutkan perjalanan pulang. Sesampainya di rumah Aliman bersama ayahnya takut menceritakan kejadian ke orang lain karena barang yang ditemukan diyakini milik orang yang ditemukan tinggal tengkorak.
 
Barang-barang Bukti milik korban
Tiga hari kemudian semenjak tibanya dirumah pada hari minggu (7/8/11) kegelisahanpun semakin menjadi-jadi, saya takut kalo-kalo arwah orang tersebut akan mendatangi kami karena barangnya telah kami ambil, ungkapnya. Sehingga pada hari Rabo (10/8/11) kami melaporkan kejadian ke Kantor Pemusungan (Kantor Kepala Desa) Sesait. Bersama pihak kepolisian Pemusungan Sesait menuju Rumah A. Cakep dan Aliman untuk mengambil Barang Bukti.
 
Pihak kepolisian lalu mengidentifikasi barang bukti berupa satu buah HP merk Pantech, satu buah kamera digital merk Sony 3,5” fill HD 1080, dua buah battery (satu battery HP Pantech dan sebuah battery kamera Digital Sony), Satu buah memory card sony 2 GB, satu buah tas pinggang berukuran sedang berwara orange dan satu buah tas pinggang ukuran kecil berwarna hitam dan uang pecahan seratus ribu rupiah yang sudah lebur. Menurut kapti anggota kepolisian Sektor Kayangan menuturkan bahwa barang tersebut akan diserahkan ke Polres Lobar sebagai barang bukti pendukung setelah dilakukan uji forensik terhadap mayat.
   
Kapti juga menjelaskan bahwa sejak tiga bulan yang lalu pihak kepolisian atas permintaan keluarga telah mengumumkan baik lewat media maupun dengan selebaran tentang hilangnya seorang wisatawan asing asal Negara Republik China dengan identitas tercantum dalam selebaran. Wisatawan asing diketahui bernama Zhu Wenjin (39) dengan tinggi badan 178 cm, passport bernomor G19964597 beralamat Kota Fosan provinsi Guangdong RRC dengan tanggal lahir 12 April 1972.
 
Menurut pihak keluarga (yang datang bersamanya ke TKP, Djoni Muhamad) jelas Kapti, Zhu Wenjin tiba di Pulau Lombok tepatnya di Senaru Kec. Bayan Kab. Lombok Utara (KLU) pada tanggal 23 February 2011. Zhu Wenjin yang seorang sastrawan berangkat bersama istrinya ke Banglades dan Singapura untuk berlibur, di Singapura sepasang suami istri ini pun berpisah, sang istri kembali ke China dan Zhu Wenjin melanjutkan petualangannya ke  beberapa tempat di Indonesia yang menurut rencana Pulau Lombok adalah tempat terakhir yang akan dikunjungi.
 
Namun sambung Kapti , beberapa bulan kemudian Zhu Wenjin tidak memberikan khabar kepada keluarga sehingga atas laporan dan permintaan keluarga ke Kepolisian meminta untuk mengadakan sayembara. Bagi siapa saja yag menemukan Zhu Wenjin akan diberikan USD 4000 atau senilai 35 Juta Rupiah, sebutnya. Untuk sementara berdasarkan bukti yang ada dan setelah mengkonfirmasi ke  pihak keluarga dan istri memang di akui beberapa jenis barang bukti adalah milik Zhu Wenjin seperti HP dengan merek Pantech. Dokumen berupa gambar dan foto-foto yang ada dalam memory pun setelah di ceks ternyata di kenali sebagai istri Zhu Wenjin oleh Djoni Muhamad (pihak Keluarga).
 
Kapti juga menjelaskan, Polres Lobar akan segera melakukan evakuasi terhadap mayat yang berada di HTN dan menurut rencana akan dilakukan pada hari Kamis, 11 Agustus 2011. Maka bisa dipastikan jika memang jenazah yang di ketemukan oleh A. Cakep dan anaknya Aliman berdasarkan uji forensik memang benar jenazah Zhu Wenjin, keduanya akan mendapatkan hadiah berupa uang sebesar USD 4000 atau senilai 35 Juta rupiah, terang Kapti. (DN).
 

Sabtu, 06 Agustus 2011

Di Desa Sesait, Puting Beliung Tumbangkan Pohon Kelapa

KLU,Sesait ,--- Rumah Saepul Hadi (25) yang terletak di dusun Lokok Sutrang, Desa Sesait, roboh ditimpa pohon kelapa, Rabu,(3/8) lalu.

 Saat kejadian, Saepul Hadi pemilik rumah tidak berada ditempat karena sedang bekerja. Hanya istrinya, Ati (21) dan anaknya yang berusia 2 tahun yang di rumah. Ia terkejut setelah mendengar kabar dari orang yang kebetulan lewat di sekitar rumahnya, bahwa rumahnya rubuh akibat diterjang angin putting beliung.

Pohon kelapa yang tumbang dan mengenai rumahnya ini adalah milik A.Mar alias Kadrip (46). Pohon kelapa itu berada sekitar 14 meter dibelakang rumah Saepul.

Angin putting beliung yang bertiup dari arah barat daya itu sangat keras sehingga membuat pohon kelapa yang berumur puluhan tahun itu ambruk. Kedatangan angin yang secara tiba-tiba ini membuat semua warga disekitar kaget.

Ati mengaku tidak memiliki firasat apa-apa sebelumnya. Hanya saja, diakui Ati beberapa saat sebelum kejadian, dia  mengaku sempat ingin menidurkan anaknya di dalam rumah. Sementara dirinya memasak di dapur, tapi dia merasa agak ragu. Seolah-olah dalam hatinya ada bisikan agar jangan melepas anaknya. Akhirnya, Ati menggedong anaknya sambil bekerja di dapur saat peristiwa itu terjadi.

Saat kejadian itu, Ati mengaku belum percaya dengan apa yang terjadi. Setelah berada di rumah tetangganya, baru ia sadar bahwa rumahnyalah yang tertimpa musibah tersebut.

Kepala Dusun Lokok Sutrang, Samudin ketika dihubungi via ponsel selulernya, membenarkan kejadian tersebut. Hal serupa juga dibenarkan Are Ardin (42) salah seorang tokoh masyarakat dusun setempat.

 Akibat kejadian naas tersebut, banyak warga setempat berdatangan melihat kerusakan rumah Saepul Hadi.(Eko)

Kamis, 04 Agustus 2011

H. Abidin Mustakim, Resmi Tandatangani Akte Tanah Wakaf

Kayangan, -- Pengikrarar dan Penanda tanganan Akte Tanah Wakaf untuk Panti Asuhan Nurul Mustakim, akhirnya terwujud.

Pasalnya, H.Abidin Mustakim dihadapan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kayangan L.Muhamad Sidik,S.Sos,yang disaksikan oleh Pengurus Nazir diantaranya Ust.Muh.Turmuzi,SH.M.MPd,Nurdin,S.Pd, Eko Sekiadim,S.Sos dan Agus Suparno,S.Hi, akhirnya secara resmi menanda tangani Akte Tanah Wakaf, yang nantinya diperuntukkan  bagi Panti Asuhan Nurul Mustakim.
H.Abidin Mustakim selaku pewakif, dengan membawa bukti-bukti kepemilikan tanah miliknya, mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kayangan, untuk menyelesaikan proses penyerahan tanah wakaf kepada Nazir.
Tanah milik H.Abidin Mustakim yang akan diwakafkan tersebut, terletak di Dusun Empak Mayong Desa Kayangan, seluas 10,5 are, atau 70 x 15 meter, dengan batas-batas; Sebelah Selatan Tawilan, sebelah Utara Dra Wahyuni, sebelah Barat Jalan Raya Kayangan-Santong dan sebelah Timur Kali Kelat Lante.

H.Abidin Mustakim, ketika ditanya wartawan Suarakomunitas.net mengatakan bahwa tanah miliknya yang diwakafkan tersebut dihajatkan untuk Panti Asuhan Nurul Mustakim, yang hingga saat ini sudah menampung sekitar 30 orang anak Yatim.

“Tanah Wakaf ini, memang saya hajatkan untuk ‘Panti Asuhan Nurul Mustakim’ dibawah asuhan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan,”katanya meyakinkan.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kayangan L.Muhamad Sidik,S.Sos dalam pengantarnya sebelum acara penandatanganan dimulai, mengatkan bahwa wakaf adalah merupakan perbuatan hokum yang telah lama hidup dan dilaksanakan dalam masyarakat, yang pengaturannya belum lengkap serta masih tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan.

“Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingan guna keperluan ibadah atau kesejahteraan umum menurut syariah,”jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ust.Muh.Turmuzi, SH.M.Pd, mengatakan, bagi wakif, dalam hal ini H.Abidin Mustakim wajib mengikrarkan pernyataan kehendak secara lisan atau tulisan kepada Nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya.

“Ketentuan masalah wakaf ini sudah jelas diatur dalam UU No.41 tahun 2004 tentang wakaf dan PP No.42 tahun 2006 tentang Pelaksanaannya, ”jelas Ust.Muh.Turmuzi,SH,M.MPd, Pimpinan Ponpes NIKA, yang juga politisi Partai Kedaulatan DPRD KLU ini.

Kehadiran Pewakif H.Abidin Mustakim di KUA Kayangan, untuk menyerahkan sebidang tanah miliknya kepada Nazhir beberapa waktu lalu adalah agar apa yang menjadi hajatan di usia senjanya akan bermanfaat untuk tabungan dirinya diakherat kelak. Karena menurut H.Abidin Mustakim yang asal Bima ini, bahwa sesungguhnya harta benda yang paling utama yang dimiliki oleh seseorang adalah harta benda yang sudah disedekahkan.

“Itu nanti yang akan menyelamatkan diri kita masing-masing, setelah kita meninggal dunia,”tausiyahnya. (Eko)

Selasa, 02 Agustus 2011

Jelang Puasa Ramadhan dan HUT RI, Camat Kayangan Adakan Gotong Royong


Gotong Royong di lapangan Kayangan
KLU, MataramNews - Secara serentak seluruh pimpinan SKPD tingkat Kecamatan Kayangan, libatkan diri dalam gotong royong missal di lapangan umum Kecamatan Kayangan,Jum’at (29/07/2011). 
Lapangan umum Kecamatan Kayangan yang baru diperluas ini, perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak, terutama Pemerintah Kecamatan dan Desa Kayangan. Namun keberadaan lapangan umum yang terletak sekitar 400 meter kearah selatan Kantor Camat Kayangan yang setiap tahunnya digunakan sebagai tempat diselenggarakannya upacara bendera, memang sudah ada sejak Kecamatan Kayangan terbentuk. Tetapi kondisinya saat masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian semua pihak yang berkepentingan. 
Menurut Camat Kayangan Tresnahadi, bahwa kondisi lapangan umum Kecamatan dan Desa Kayangan ini, perlu diperhatikan. Sebab keberadaan lapangan ini nantinya sangat menentukan keberhasilan dalam pelaksanaan upacara bendera dalam rangka HUT RI ke 66 tanggal 17 Agustus 2011 mendatang. “Kalau kondisinya bagus dan bersih, tentu siapapun yang hadir ditempat ini, saya yakin pasti betah,” ungkapnya.

Dalam gotong royong yang dilaksanakan pagi Jum’at (29/07/2011), melibatkan  para pimpinan SKPD, Anggota Muspika, para Kepala Desa, SPMD, Kepala SMA/MA, KKN Unram, Ka .Kwarran, para PNS lingkup Kantor Camat Kayangan, Paskibra, PPI Purna Paskibra Indonesia Kecamatan Kayangan, dan beberapa perwakilan masyarakat dari seluruh desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan.

Disamping nantinya digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacara bendera HUT RI ke 66 tanggal 17 agustus 2011 mendatang, juga gotong royong ini dimaksudkan sebagai kegiatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Salah seorang anggota PPI Purna Paskibra Indonesia Kecamatan Kayangan, Mardawadi mengungkapkan, harapannya agar kondisi lapangan umum Kecamatan Kayangan ini lebih bagus dari kondisi saat ini. Kalau sudah begitu, katanya, maka tentunya gerakan dari anggota Paskibra yang latihan setiap hari ditempat itu, akan lebih bagus.

Lanjutnya, dirinya bersama teman-teman sesama anggota PPI Purna KLU, pada latihan Paskibra tingkat Kecamatan kali ini, baru memasuki tahap formasi. “Kami sudah melaksanakan latihan membentuk formasi sudah 4 kali, dan formasi yang kami pakai untuk upacara HUT RI ke 66 tahun ini, menggunakan formasi dua pasukan, yaitu pasukan 17 dan pasukan 9, mudah-mudahan saja formasi yang kami terapkan ini, sempurna,” katanya penuh semangat.

Sementara itu, Kepala Desa Pendua Haerudin yang juga hadir dalam gotong royong tersebut, mengatakan turut mendukung dan merespon positif kegiatan gotong royong yang digelar pihak Kecamatan ini.

Kades yang selalu tampil diberbagai acara yang digelar ditingkat Kecamatan ini, berkeinginan untuk mengajak warganya terutama para pemuda, disamping KKN Unram, untuk berpartisipasi bergotong royong di lapangan umum ini, membersihkan bebatuan yang berserakan dibeberapa bagian disekitar lapangan ini.

Menurut Kepala Desa yang berpenampilan rapi ini, dengan melibatkan seluruh pemuda yang ada di desanya tidak menutup kemungkinan para pemuda turut juga memanfaatkan lapangan ini dimasa mendatang. “Mudah-mudahan niat baik ini, diikuti pula oleh rekan-rekan Kepala Desa yang lain. Mungkin dengan cara begini, kita bisa membantu pemerintah Kecamatan, ”harapnya. (Eko)

Sambut Puasa, Pimpinan Ponpes Nika Beri Santunan

Kayangan, --- Menyambut tibanya bulan suci Ramadhan, Pimpinan Ponpes Nurul Islam Kayangan Ust.Muh.Turmuzi,SH,M.MPd, beri santuan kepada 30 orang anak yatim, Minggu (31/07).
Pemberian santunan ini, menurut pimpinan Yapnika yang juga anggota DPRD KLU ini, dimaksudkan agar anak-anak yatim yang ditinggal oleh orang tuanya, bisa merasakan kebahagiaan dengan tibanya bulan puasa tahun ini.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya,menjelang Ramadhan tiba, banyak aktivitas yang dilakukan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan, yang berlokasi di Dusun Empak Mayong Desa Kayangan KLU ini.

Pada usianya yang ke 18 tahun ini, banyak hal yang sudah diperbuat untuk kemaslahatan ummat. Diantaranya adalah melakukan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian umum dengan mendatangkan para tuan guru sebagai penceramah, melakukan kerja bhakti diberbagai tempat ibadah, memberikan bea siswa bagi siswa yang tidak mampu, hingga memberikan santunan kepada anak-anak yatim yang ada diwilayah Kayangan.

“Jelang Ramadhan di hari Pertama ini, kami berusaha sekedar berbagi rasa dengan anak-anak yatim yang ditinggal oleh orangtua mereka kea lam baqa’ selamanya. Kami ingin agar mereka juga bisa merasakan bahagia di bulan Ramadhan yang agung dan penuh berkah ini,”ungkap Ust. yang asal Jelantik Loteng dan sudah puluhan tahun menetap di Kayangan ini.

Sementara itu, Kepala MA Nurul Islam yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa dirinya merasa terharu dengan kehadiran  dari anak-anak yatim yang sudah tidak ada orang tuanya itu.

“Siapa pun pasti merasakan apa yang kami rasakan, lebih-lebih mereka masih kecil-kecil ketika ditinggal orang tua mereka,”katanya penuh haru.

“Semua anak yatim yang hadir pada saat ini, nantinya akan kita tampung di Panti Asuhan Nurul Mustakim, dimana PA ini adalah merupakan binaan dari Ponpes Nurul Islam Kayangan,”katanya menambahkan.

Menurut A.Jojo tokoh masyarakat Empak Mayong yang peduli terhadap kemaslahatan ummat ini mengatakan bahwa,  anak-anak yatim yang diberikan santunan ini berasal dari berbagi dusun yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan. Seperti Desa Sesait dari dusun Tukak Bendu 3 orang,dusun Lokok Sutrang 3 orang, dusun Santong Mulia 5 orang, dari Desa Kayangan yaitu dari dusun Bagek Kembar 1 orang, dusun Empak Mayong 7 orang, dusun Beraringan 5 orang dan dari dusun Dangiang 5 orang.

“Mudah-mudahan anak-anak yatim yang hadir ini bisa juga merasakan bahagia sebagaimana kebahagiaan anak-anak yang masih memiliki orang tua,”katanya haru.(Eko)