Rabu, 29 Agustus 2012

Geliat Remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Surang, Jelang Lomba Pawai Takbiran

Sesait,(SK),--- Sudah menjadi tradisi umat Islam khususnya di Lombok, menjelang perayaan dua hari besar Islam yaiu Idul Fitri dan Idul adha, selalu mengumandangkan takbir,tahmid di berbagai tempat, baik melalui Mesjid,Langgar,Surau,Musholla dan lain-lainnya. Begitu pula dengan Remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU, pada setiap hari besar seperti ini senantiasa mengambil bagian.

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya menjelang idul fitri , kesibukan Remaja Mesjid sudah mulai kelihatan dimana-mana mempersiapkan segala sesuatunya terkait kelengkapan pendukung kegiatan lomba.Begitu pula dengan yang dilakukan Remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Surang. Dalam menghadapi lomba pawai takbiran kali ini membutuhkan keseriusan dalam menangani kelengkapan pendukung lomba seperti Beduk dan Miniatur Mesjid, maupun kelengkapan pendukung lainnya seperti Mesin Genset.

Menurut Ketua Remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang Zaenulhadi,S.Pd yang ditemui disela-sela kesibukannya menyelesaikan Miniatur Mesjid Kuno Sesait dan Miniatur Mesjid Modern mengatakan, kesiapan anggotanya dalam mempersiapkan sarana pemdukung lomba pawai takbiran tahun ini mendekati finish. “Hampir 99 % kesiapan miniature akan rampung,”kata Zaenulhadi.

Memang diakui Zaenulhadi bahwa keterlibatannya mengikuti lomba pawai takbiran tahun ini sangat berat dirasakannya, sebab pihaknya akan mempertahankan gelar juara umum yang ketiga kalinya, setelah dua tahun berturut-turut timnya mampu bertahan sebagai juara umum satu dalam lomba pawai takbiran seperti yang rutin di gelar tiap ahun ini.

Memang, kata Zaenulhadi, keikut sertaan timnya dalam lomba pawai takbiran tiap tahun ini sangat diperhitungkan oleh tim lainnya yang ada di Desa Sesait. Pasalnya, pada setiap kali mengikuti lomba pawai takbiran, tim Remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang adalah im yang sangat tangguh bagi tim lainnya. Sehingga pada setiap kali mengikuti lomba serupa, tim lainnya menganggap tim remaja Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang merupakan saingan terberat dari tim remaja Mesjid yang lainnya.

“Makanya, kami pada lomba mempertahankan juara umum lomba pawai takbiran pada tahun ini, apakah kami dapat juara atau tidak, pada tahun berikutnya, kami tidak akan tampil atau tidak ikut serta dalam lomba yang sama ditingkat desa.Kalupun kami ikut lomba hal yang serupa, mungkin kami ikut di tingkat Kabupaten Lombok Utara,”kata Zaenulhadi.

Senada dengan itu, Miswadi salah seorang tokoh agama Dusun Lokok Sutrang berharap agar pada setiap lomba yang digelar paniia tingkat Desa Sesait, supaya dalam penjurian atau penilaian agar selalu obyektif dan transparan serta tidak memihak kepada daerah asal dewan juri. Siapapun yang mendapatkan nilai terbaik dalam pelaksanaan lomba tersebut entunya akan menjadi hak prerogaif Dewan Juri dalam memberikan penilaian kepada tiem Remaja Mesjid yang terbaik dan layak menjadi juara. Semoga saja para dewan juri yang memberikan penilaian dalam lomba pawai takbiran pada tahun ini benar-benar melaksanakan amanat sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.(Eko).

Sabtu, 18 Agustus 2012

HUT RI Ke 67 Kecamatan Kayangan Berlangsung Sederhana

Kayangan, -- Puncak peringatan HUT RI ke 67 dan HUT Kecamatan Kayangan ke 12 tahun 2012 di tandai dengan Upacara Bendera yang dilaksanakan di lapangan umum Kecamatan Kayangan tanggal 17 Agustus 2012.
Bertindak selaku Inspektur Upcacara adalah Camat Kayangan Tresnahadi,S.Pt. Pada peringatan HUT RI ke 67 dan HUT Kecamatan Kayangan ke 12 tahun ini, banyak melibatkan para petugas dari unsur Polsek Kayangan, seperti Komandan Upacara dan Danki. Sedangkan Danki lainnya melibatkan anggota Pol.PP dan DKR Pramuka Kayangan. Tidak itu saja,Pasukan Pengibar Bendera (Paskib) juga melibatkan sekolah-sekolah SMA/MA yang tersebar di wilayah Kecamatan Kayangan.

Pada peringatan HUT RI dan HUT Kecamatan Kayangan kali ini, dihadiri oleh anggota Muspika,para Kepala SKPD tingkat Kecamatan, para Kepala Desa, Kepala Dusun, BPD, LPM,Tokoh Agama,Tokoh masyarakat se Kecamatan Kayangan serta siswa–siswi SD, SMP, SMA/MA,Pramuka, PMR, Kelompok Wana Tani Kayangan, Karang Taruna Kayangan, dan Bajang Patuh Lokok Sutrang.

Dalam sambutan Bupati Lombok Utara yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menegaskan bahwa, daerah ”Tioq Tata Tunaq” yang baru berusia 4 tahun membutuhkan semangat patriotisme yang tinggi untuk mengisi kemerdekaan. Dengan kerja keras sungguh-sungguh maka pembangunan Lombok Utara lebih maju dan beradab.

Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, dalam amanatnya tersebut menekankan bahwa, dinamika pembangunan, baik fisik maupun non fisik, terus diperjuangkan pelaksanaannya, guna meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat, terbebas dari keterbelakangan dan ketertinggalan, meski hasil yang diperoleh belumlah sempurna, namun secara perlahan sudah mengarah kepada peningkatan yang menggembirakan.

Peringatan HUT RI kali ini mengambil tema, dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945,kita bekerja keras untuk kemajuan bersama, kita tingkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tema ini diharapkan Bupati, akan semakin menumbuhkan kesadaran bersama, untuk lebih meningkatkan akselerasi program pembangunan, sehingga hasil dari pembangunan tersebut dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat KLU.

Selanjutnya Bupati Djohan Sjamsu juga memaparkan bahwa Nasionalisme dan rasa kebangsaan terasa mengalami kemajuan, seiring dengan semakin tumbuhnya kesadaran dan kian mantapnya pendidikan politik masyarakat Lombok Utara.

Dikatakan Bupati, semua pihak patut berbangga, dalam mengisi kemerdekaan dan melanjutkan perjuangan para pahlawan, Kabupaten Lombok Utara telah turut mendorong dinamika perkembangan otonomi daerah di tanah air. Selain itu, kata Bupati, seluruh masyarakat KLU patut bersyukur kehidupan sosial ekonomi,budaya dan politik di KLU senantiasa berjalan dengan tertib,aman dan lancar.Hal ini membuktikan bahwa hubungan kemitraan dan sinergi antara Pemerintah, stackholgers,pemuka agama dan masyarakat terjalin dengan baik.

Di usianya yang genap 4 tahun pada tanggal 21 Juli 2012 lalu,proses pembangunan di KLU telah dilaksanakan secara bertahap menuju kondisi yang diharapkan.Meskipun masih terdapat beberapa persoalan yang menuntut perhatian bersama, namun secara umum harus ada yang di syukuri tentang adanya keberhasilan pembangunan yang diraih dan capai untuk daerah Tioq Tata Tunaq tercinta ini.

Oleh karena itu,Bupati Djohan Sjamsu pada akhir amanatnya menyampaikan beberapa hal, diantaranya, indeks pembangunan manusia (IPM) KLU mengalami peningkatan dari 57,79% tahun 2008 menjadi 58,40% tahun 2009 dan 58,96% tahun 2010.Rata-rata pertumbuhan IPM pertahun mencapai 1,01%, sehingga dari hasil tersebut, maka pada tahun 2012 ini,KLU menduduki rangking pertama untuk tingkat pertumbuhan IPM di Provinsi NTB.

Kemudian masalah total pendapatan daerah pada tahun 2011 ditargetkan sebesar 386,72 Milyar rupiah lebih.Target pendapatan ini dapat terlampaui dengan realisasi sebesar 402,44 Milayr rupiah lebih atau 104,06% dari target.Hal ini mengindikasikan kemandirian KLU sebagai daerah otonomi baru.

Selanjutnya masalah pertumbuhan ekonomi KLU dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dimana pada tahun 2011,ekonomi tumbuh mencapai 5,71%, jauh diatas pertumbuhan tahun 2010 yang besarnya 4,03%.Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tersebut mampu mengimbangi laju inflasi yang terjadi di daerah Dayan Gunung ini.

Selain itu masalah pembangunan Infrastruktur pelayanan dasar menunjukkan perkembangan yang signifikan.Salah satunya adalah untuk kondisi jalan sampai dengan tahun 2011, dari 209,57 KM jalan Kabupaten,67,85 KM dalam kondisi baik dan 45,44KM dalam kondisi sedang.Khusus untuk infrastruktur perumahan, pada tahun 2012 ini pemerintah KLU mengalokasikan dana 4 Milyar rupiah untuk melanjutkan pelaksanaan kegiatan yang diperuntukkan bagi rehabilitasi 400 rumah tidak layak huni (RTLH).

Pada akhir sambutannya Bupati mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara untuk saling bekerja sama bahu membahu dan rasa kebersamaan yang sangat dibutuhkan. Satukanlah hati, niat dan langkah,serta kuatkanlah rasa kebersamaan kegotong royongan dalam berbagai kegiatan demi kemajuan Lombok Utara guna mencapai masyarakat dayan gunung yang lebih maju dan beradab. ( Eko ).

 

MISTERI YANG MELINGKARI GUNUNG RINJANI

(SK*) Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya.
Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. Danau kawah Segara Anak dengan Gunung Barujari di tepi danau dilihat dari puncak Gunung Rinjani di sisi timur. Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.

Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004. Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak. Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.

Gunung ini merupakan bagian dari ‘cincin api’ yang terkenal dan memegang peranan penting dalam aspek kehidupan spiritual masyarakat setempat. Diperkirakan bahwa nama Rinjani berasal dari istilah Jawa Kuno yaitu ‘Tuhan’.

Di sekitar lereng Gunung Rinjani terdapat hutan lebat yang terperciki air terjun yang dikelilingi pemandangan yang luar biasa indahnya.

Di dalam kawasan gunung terdapat danau berbentuk sabit yaitu danau Segara Anak yang luar biasa berjarak sekitar 6 km bersebrangan dengan titik terlebarnya. Danau sulfur ini berada 600 m di bawah lereng kawah. Dari tengah danau ini naik gunung api yang baru yaitu Gunung Baru yang merupakan akibat dari erupsi bertubi-tubi tahun 1990-an. 

Segara Anak merupakan tempat spiritual. Orang Bali datang kesini setiap tahun dan mengadakan upacara yang disebut pekelan dimana perhiasan ditempatkan di danau sebagai persembahan kepada roh gunung. Masyarakat Sasak Wetu Telu juga menganggap danau tersebut sebagai tempat suci dan mereka datang ke sini untuk berdoa pada malam bulan purnama. Gunung Rinjani terbentang di Taman Nasional Gunung Rinjani. Taman dengan luas 41.330 ha dan di dalamnya terdapat zona transisi Garis Wallacea. Di tempat inilah flora dan fauna tropis Asia Tenggara bertemu dengan flora dan fauna Australia. Taman Nasional ini didirikan tahun 1997 dan merupakan salah satu dari 40 taman nasioanl yang ada di Indonesia.

Gunung Rinjani memiliki danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut "Segara Anak".

Bagi para wisatawan, rute trek Rinjani yang berlangsung selama 3 hari meliputi trekking dari Senaru ke lereng kawah, menuruni kawah danau lalu berlanjut ke Sembalun Lawang yang dianggap sebagai salah satu tempat penjelajahan terbaik di Asia Tenggara. Para trekker yang sejati biasanya meneruskan perjalanan ke puncak gunung berapi. Gunung berapi ini dapat ditempuh dari Sembalun Lawang dan menghabiskan waktu 4 hari yang berakhir di Senaru.

Untuk memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan keuntungan dari pemasukan pariwisata maka Trek Rinjani dikelola oleh kemitraan resmi Taman Nasional yaitu perwakilan masyarakat dan industri sektor umum dan pribadi pariwisata Lombok. Masyarakat menjalankan koordinasi koperatif penjelajahan di Rinjani Trek Center (RTC) di Senaru dan Rinjani Information Center (RIC) di Sembalun Lawang.

Pemasukan dari pariwisata dan tiket masuk digunakan untuk konservasi, manajemen, dan membantu Taman Nasional dengan pemeliharaan Trek Rinjani, dengan demikian Taman Nasional dapat terpelihara dengan baik. Model manajemen ini adalah manajemen yang unik di Indonesia dan dianggap sebagai contoh praktik ekowisata di Indonesia.

Danau segara anak menyimpan berbagai misteri dan dan kekuatan gaib, itulah sebabnya manusia merasa betah tinggal lama di tempat ini. Disinilah komunitas mahkluk gaib yang disebut Jin bermukim dalam jumlah yang sangat banyak. Keyakinan masyarakat apabila Danau Segara Anak terlihat luas menandakan bahwa umur orang orang yang melihat itu masih panjang. Sebaliknya jika tampak sempit maka menandakan umur si penglihat pendek, untuk itu harus melakukan bersih diri artinya harus berjiwa tenang, bangkitkan semangat hidup, pandang kembali danau sepuas-puasnya.

Setiap tahun diadakan upacara adat di danau ini baik oleh masyarakat yang beragama Hindu Bali atau pun Islam masyarakat Sasak. Masyarakat Hindu Bali dua kali setahun mengadakan upacara agama di danau ini. Masyarakat Sasak bisa beberapa kali mengadakan perjalanan dalam satu tahun. Terdapat air terjun kokok putih dan juga air panas yang sering dikunjungi orang untuk tujuan pengobatan.

Puncak Gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat bersemayam ratu jin, penguasa gunung Rinjani yang bernama Dewi Anjani. Dari puncak ke arah tenggara terdapat sebuah kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Pada saat-saat tertentu dengan kasat mata dapat terlihat istana Ratu Jin.

Pada jaman dahulu tidak jauh dari pelabuhan Lembar, terdapat sebuah Kerajaan Tuan yang diperintah oleh seorang Raja yang sangat bijaksana bernama Datu Tuan bersama permaisurinya yang sangat cantik Dewi Mas.

Di bawah pemerintahan Raja Datu Tuan, kerajaan dalam keadaan aman, damai, dan tenteram. Namun meskipun demikian Raja kelihatan sering bersedih, hal ini dikarenakan beliau belum dikarunia seorang putera, sementara Raja dan Permaisuri sudah semakin bertambah tua. Pada suatu hari Raja dan permaisuri duduk bercakap-cakap membicarakan masalah keluarga. Baginda mengemukakan bagaimana susahnya kelak karena tidak memiliki anak. Bersabdalah Datu Tuan “Adinda kanda ingin menyampaikan permintaan, ijinkanlah kakanda mengambil istri seorang lagi. Mudah-mudahan dengan demikian kita akan dikaruniai anak yang akan menggantikan pemerintahan kelak”

Setelah Sang Permaisuri menyetujui, maka Baginda Datu Tuan segera meminang seorang gadis cantik yang bernama Sunggar Tutul, puteri dari Patih Aur.

Semenjak itu perhatian Raja terhadap Dewi Mas berkurang, beliau lebih sering tinggal di istana isteri yang baru. Raja yang terkenal adil ini telah bertindak tidak adil terhadap permaisurinya. Meskipun demikian Dewi Mas tetap selalu sabar, dan karena kemurahan Yang Maha Kuasa maka Dewi Mas mengandung.

Berita tentang Dewi Mas mengandung ini tentu saja mengejutkan Sunggar tutul, ia takut Raja akan berpaling dari dirinya dan kembali ke Permaisuri Dewi Mas. Untuk itu dengan cara yang licik Sunggar Tutul menghasut Raja, bahwa kehamilan Dewi Mas diakibatkan oleh perbuatan serong dengan seorang yang bernama Lok Deos.

Murkalah Baginda Datu Tuan, maka Dewi Mas pun di usir dari istana dan dibuang ke sebuah gili. Dengan ditemani para pengiringnya Dewi Mas tinggal di gili, mereka membangun suatu pemukiman. Dewi Mas tetap tegar dalam menempuh kehidupan menuju hari depan. Pada suatu ketika lewatlah sebuah kapal mendekati gili tersebut, seperti ada suatu kekuatan gaib sang Nakhoda kapal tersebut mengarahkan kapalnya ke gili, dan dari kejauhan dia melihat seorang wanita cantik yang bersinar. Nakhoda dan para awak kapalpun berlabuh dan mampir ke pondok Dewi Mas.

Setelah dijamu para penumpang kapal tersebut menanyakan kenapa Dewi Mas bisa tinggal di tempat tersebut, karena selama ini gili tersebut tidak berpenghuni. Dewi Mas pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya. Dewi Mas meminta Nakhoda dan awak kapal tersebut untuk mengantarkannya ke pulau Bali. Akhirnya Dewi Mas beserta para pengiringnya tinggal di Bali dan membangun pemukiman baru. 

Hari kelahiranpun tiba, Dewi Mas melahirkan dua anak kembar yang masing-masing disertai dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir beserta sebilah keris, dan seorang lagi bayi perempuan lahir beserta anak panah. Bayi laki-laki ini diberi nama Raden Nuna Putra Janjak sedangkan bayi perempuan dinamakan Dewi Rinjani.

Kedua bayi tersebut tumbuh besar menjadi anak-anak yang lucu dan menarik. Namun pada suatu hari kedua anak tersebut menanyakan siapakah ayah mereka, karena selama ini mereka sering diejek teman-temannya karena tidak punya ayah. Karena desakan kedua anaknya yang terus menerus, maka Dewi Mas pun menceritakan semua kisah yang dialaminya. Diceritakannya bahwa ayah mereka adalah seorang Raja di Lombok yang bernama Datu Tuan, dirinya dibuang kesebuah gili karena difitnah oleh madunya Sunggar Tutul.

Raden Nuna Putra Janjak menjadi sangat marah dia memohon kepada ibunya agar diijinkan untuk menemui ayahnya ke Lombok. Karena terus didesak akhirnya Dewi Mas pun mengijinkan puteranya bersama para pengiring berlayar ke Lombok.

Sesampai di Lombok Raden Nuna Putra Janjak segera masuk ke istana namun di hadang oleh para penjaga. Pertarunganpun tak terelakkan, Raden Nuna Putra Janjak meskipun masih kecil namun dengan keris ditangan yang muncul bersamaan ketika ia lahir, sangatlah sakti dan tak tertandingi. Banyak lawan yang tak berdaya hingga Baginda Datu Tuan harus turun bertanding. Pertarungan yang serupun terjadilah, mereka saling menghujamkan kerisnya. Mereka berdua sama kuat, keris masing-masing tidak dapat saling melukai. Tiba-tiba terdengarlah suara gaib dari angkasa ” Hai Datu Tuan, jangan kau aniaya anak itu. Anak itu adalah anak kandungmu sendiri dari istrimu Dewi Mas”.

Setelah mendengar suara itu , ia amat menyesal maka dipeluknya Raden Nuna Putra Janjak. Setelah mendengar cerita dari Raden Nuna Putra Janjak , maka Baginda Datu Tuan segera menjemput permaisuri ke Bali. Seluruh istana dan penduduk Tuan bersuka cita, Dewi Mas tidak menaruh dendam sama sekali kepada Sunggar Tutul, mereka semua hidup damai dan tenteram. Raden Nuna Putra Janjak tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan bijaksana. Baginda Datu Tuan sudah semakin tua dan akhirnya menyerahkan tahta kerajaan kepada puteranya.

Sesudah puteranya naik tahta Baginda Datu Tuan kemudian menyepi di gunung diiringi putrinya Dewi Rinjani. Di puncak gunung itulah baginda dan puterinya bertapa bersemedi memuja Yang Maha Kuasa. Di puncak gunung ini Dewi Rinjani diangkat oleh para Jin dan mahluk halus menjadi Ratu. Dan sejak saat itulah gunung yang tinggi di pulau Lombok tersebut dinamakan Gunung Rinjani.(**).
 

Meski Berpuasa, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Kayangan Tetap Latihan

Kayangan,(SK),-- Pasukan Pengibar Bendera (Paskib) tingkat Kecamatan Kayangan meski sedang berpuasa mereka antusias melakukan kegiatan latihan. Hal itu dilakukan karena puncak peringatan HUT RI ke 67 tahun 2012 ini tinggal beberapa hari lagi.
Ketua Panitia HUT RI ke 67 tahun 2012 Raden Kertamono berharap agar puncak pelaksanaan upacara bendera pada tahun ini harus berhasil dan sukses. “Ini semua tentu berkat dukungan dan keterlibatan semua pihak yanag terlibat langsung maupun tidak langsung dalam panitia,”katanya optimis.

Selanjutnya R.Kertamono yang juga Sekcam Kayangan ini mengatakan, upacara bendera dalam rangka HUT RI ke 67 tahun 2012 ini didukung oleh tujuh sekolah tingkat SMA/MA yang tersebar diwilayah Kecamatan Kayangan sebagai pasukan pengibar bendera (Paskibra). ”Sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kita melibatkan semua sekolah tingkat SMA/MA yang ada diwilayah ini sebagai pasukan pengibar bendera.Hal ini dimaksudkan agar semua sekolah merasa memiliki,”tegasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh coordinator seksi Upacara Drs Moh.Hakam Yamin, kegiatan yang melibatkan tujuh sekolah tingkat SMA/MA (SMAN 1 Kayangan,MA NW Santong,MA NW Dangiang,MA NI Salut,MA NIKA,MA BUS Santong dan SMA Islam Al Ikhwan Sesait) yang ada diwilayah ini dimaksudkan agar semua sekolah juga ikut memiliki dan bertanggung jawab atas sukses dan tidaknya pelaksanaan HUT RI yang diselenggarakan rutin tiap tahun ini.

“Jumlah personil yang mendukung kegiatan HUT RI ke 67 ini sebanyak 35 orang yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu pasukan Sembilan dan pasukan tujuh belas,”terangnya.

Hakam Yamin juga mengatakan bahwa, jadual latihannya rutin tiap hari, termasuk pada bulan puasa ini tetap dilakukan.Hal tersebut dilakukan menurutnya, karena memang pelaksanaan upacara bendera HUT RI pada tahun ini masih dalam bulan puasa.

Koordinator seksi upacara yang sedang menysun tesisnya ini berharap pelaksanaan upacara bendera pada saatnya nanti dapat berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan.Sebab, katanya, puncak keberhasilan upacara bendera terletak pada kesuksesan para petugas pengibarnya.Itulah sebabnya walau sedang berpuasa, para petugas yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat Kecamatan Kayangan ini tetap latihan dalam penyamaan formasi.Karena formasi inilah yang agak sulit menyamakan gerakannya. Hal ini dibutuhkan keseriusan dan penuh kesabaran dalam membimbing para peserta yang tergabung di pasukan Sembilan maupun di pasukan tujuh belas.Walau demikian, Hakam Yamin yakin pada hari “H” nanti diharapkan tidak ada kesalahan-kesalahan berarti.

“Sebagai manusia biasa tentu kesalahan-kesalahan sekecil apapun kita berusaha untuk meminimalisirnya,”katanya.

Sementara itu,Koordinator pelatih Rian Setiawan mengatakan, letak keberhasilan didikannya nanti ditentukan pada hari “H”. Kalau mulus jalannya upacara, tanpa ada kesalahan-kesalahan kecil yang diperbuat anggota, tentu pihaknya juga ikut bangga.Disamping dirinya, Rian Setiawan mengaku ada beberapa teman pelatih yang selama ini membantu dirinya,yang juga dari PPI (Purna Paskibra) KLU diantaranya, Ruslan Hadi, Juliadi,Fendi Mukhlis, Susilo Hadi Wirawan dan Wahyudi Al Azis.(Eko).
 

Rabu, 15 Agustus 2012

Warga Lokok Sutrang Gotong Royong Bersihkan Tanah Pekuburan

Kayangan,(SK),-- Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadhan.Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan positif, seperti kegiatan gotong royong.
 Begitu pula dengan warga Dusun Lokok Sutrang dibawah kepemimpinan Keliang Asrudin melakukan kegiatan gotong royong di tanah pekuburan umum dusun setempat dengan melibatkan warganya, Minggu pagi, (12/08).

Kepada wartawan media ini,Asrudin mengatakan, kegiatan gotong royong yang dilakukannya bersama warganya ini memang sudah menjadi agenda yang sudah di programkan.Selain program gotong royong di tanah pekuburan itu, dirinya juga mengaku bahwa diawal kepemimpinannya tersebut ada beberapa hal yang sudah di benahinya, diantaranya melengkapi jajaran perangkat dusun yang akan membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di tingkat dusun.Semua itu dilakukannya adalah karena memang sudah menjadi keharusan baginya sebagai seorang yang dipercaya untuk mengemban amanah memimpin dusun Lokok Sutrang untuk lima tahun kedepan (2012-2017).

Sebagai pejabat baru, dirinya mengaku tidak mungkin semua program dapat dijalankan tanpa keterlibatan dan dukungan dari seluruh masyarakatnya. Tanpa itu semua, ia yakin mustahil dapat terlaksana dengan baik dan maksimal. Walau sebagai orang baru dijajaran pemerintahan dusun Lokok Sutrang, ia sudah teruji sebelumnya banyak keberhasilan yang diraihnya dalam rangka memajukan dusun tersebut, diantaranya berhasil membawa kelompok muda dusun setempat dalam ajang lomba pawai takbiran selama dua tahun berturut-turut, berhasil membawa PS Polos mengukir prestasi diberbagai event, berhasil menggalang keterlibatkan seluruh elemen masyarakat dusun Lokok Sutrang untuk mewakili Kecamatan Kayangan dalam melaksanakan kegiatan PAB (Pekan Apresiasi Budaya) tingkat Kabupaten Lombok Utara beberapa waktu lalu serta sukses melaksanakan kegiatan pawai allegoris tingkat Kecamatan Kayangan pada bulan yang sama.

Samudin, mantan Keliang Lokok Sutrang mengatakan optimis segala program yang dijalankan pejabat baru nantinya akan sukses, yang tentunya itu semua atas dukungan seluruh masyarakat dusun.Diakuinya, pejabat baru ini adalah tidak pernah lepas dari kelompok bajang, sehingga dalam menjalankan segala programnya tentu semua itu pasti akan di dukung.

”Seperti halnya gotong royong di tanah pekuburan ini, ia mengumumkan sekali saja, semua masyarakat sudah pada berdatangan, ”kata Samudin memuji.

Sementara rivalnya dalam pemilihan Keliang Lokok Sutrang beberapa waktu lalu Leno Pradana mengaku sangat respon dengan kepemimpinan Asrudin. Mudah-mudahan segala program yang direncanakan kalau selalu melibatkan masyarakat, tentu di dukung sepenuhnya oleh masyarakat.”Asal kita mau mendengar suara masyarakat,insya Allah masyarakat akan mendukung,”sarannya.(Eko).
 

Nuzulul Qur’an di Sempakok Hadirkan Kelompok Haflah Kekait Gunungsari

Kayangan,(SK),-- Peringatan Nuzulul Qur’an di Mesjid Nurul Hijjah Dusun Sempakok Desa Santong Kecamatan Kayangan, yang di gelar Sabtu malam (11/08) dimeriahkan oleh Kelompok Haflah pimpinan Asror Zawawi,S.Pd Kekait Gunungsari Lombok Barat.

Ketua Panitia Munawir Haris, dalam laporannya menyampaikan, Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan pada tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lomba, diantaranya, lomba azan,lomba tadarrusan,lomba cerdas cermat,lomba puitisasi terjemahan Al-Qur’an,lomba pidato, lomba sholat berjamaah dan lomba baca Khutbah. 

Dikatakan, dana pendukung dari seluruh rangkaian kegiatan lomba tersebut didapatkan, disamping Kas Mesjid Nurul Hijjah, juga diperoleh dari para donatur masyarakat Dusun Sempakok sejumlah 1.631.000,- “Alhamdulillah, kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik dan sukses berkat bantuan dan dukungan seluruh masyarakat Dusun Sempakok,”katanya.

Munawir Haris juga berharap dimasa mendatang kegiatan serupa akan ditingkatkan lagi dan bahkan diperluas dengan kegiatan-kegiatan lomba bidang keagamaan lainnya.

Kepala Desa Santong Muhakim dalam sambutannya mengatakan, kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan di Mesjid Nurul Hijjah Dusun Sempakok kali ini merupakan kegiatan yang positif, karena dengan diadakannya kegiatan ini maka akan terus terbangun silaturrahmi antar masyarakat diwilayahnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan dengan mengambil tema “dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an kita tingkatkan kualitas pendidikan anak dalam baca tulis Al-Qur’an” tersebut, dihadiri Camat Kayangan yang diwakili Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos beserta staf Dawam,BKP PBB Radat, Kepala Desa Santong Muhakim,Pimpinan Yayasan BUS Santong Ust.L.Syarifudin,S.PdI, Kau Trantib,Kaur Pemerintahan, Kaur Kesra Desa Santong, Mahasiswa KKN Unram,Kelompok Haflah Kekait Gunungsari dan beberapa Kepala Dusun diwilayah Desa Santong serta seluruh masyarakat Dusun Sempakok.

Dikatakan, ada beberapa hal pokok yang di hadapi oleh Pemerintah Desa Santong, diantaranya masalah E-KTP yang belum tuntas 100%.Masyarakat Desa Santong yang hingga kini belum datang ke Kantor Camat untuk direkam datanya masih tersisa 2.539 wajib KTP, sedangkan yang sudah di endrol baru mencapai 63%.

Muhakim juga menyinggung masalah Listrik yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Dusun Sempakok, yang sejak puluhan tahun lalu menggunakan jasa PLTMH yang sudah diserahkan ke Dinas Pertambangan Provinsi NTB.Pihak PLN sendiri,kata Muhakim, sudah berjanji akan merealisasikannya pada bulan Agustus 2012 ini.Namun diakuinya hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan di pasang instalasi listriknya.Namun, Kades yang juga da’i ini yakin pada tahun ini masyarakat Dusun Sempakok sudah bisa menikmati listrik PLN.

“Mohon bersabar, insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, pihak PLN akan merealisasikan apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat.Yang penting mohon jaga persatuan dan kesatuan, jangan ada masalah,”pinta Muhakim.

Camat Kayangan yang diwakili Kasi Trantib Eko Sekiadim,S.Sos dalam sambutannya berharap agar peringatan Nuzulul Qur’an ini dijadikan momen untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan anak dalam memahami baca tulis Al-Qur’an sejak dini.

Dikatakan, untuk sekian tahun mendatang, kita yakin dari wilayah Dusun yang jauh dari keramaian kota Kecamatan ini, tentunya akan bermunculan generasi Qur’ani yang mumpuni dibidangnya.Karena menurut Kasi Trantib yang asli Dayan Gunung ini, wajar wilayah ini mulai sekarang berbenah karena pada tahun 2013 mendatang wilayah Desa Santong akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Kayangan.

Pimpinan PSTQ (Pengembang Study Tilawatil Qur’an) Kekait Gunungsari Lombok Barat Asror Zawawi,S.Pd, yang tampil memberikan taushyahnya pada peringatan Nuzulul Qur’an tersebut berharap agar bagaimana peran kita dalam mendorong dan memotivasi masyarakat Dusun Sempakok ini untuk selalu membaca Al-Qur’an.Karena menurut Asror Zawawi yang juga Qori’ Nasional yang baru pulang dari MTQ Internasional di Kalimantan tanggal 17 Ramadhan 1433 H tahun ini, agar para santri yang ada di wilayah ini mau belajar seni baca Al-Qur’an.Hal tersebut sangat penting arinya untuk dibudayakan.Lebih-lebih pada tahun 2013 mendatang, Desa Santong akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Kayangan. Disamping itu,katanya, Al-Qur’an ini adalah mu’jizat yang terbesar.”Untuk itu bagaimana kita tetap dan selalu membaca Al-Qur’an, ”katanya.

Usai memberikan taushiyah tersebut, Ust.Asror Zawawi kembali tampil membawakan Haflah bersama kelompoknya, dimana kelompok Haflah ini terdiri dari para Qori’ dan Qori’ah, baik tingkat Kabupaten,Provinsi maupun tingkat Nasional dan bahkan Internasional seperti dirinya.

Kegiatan akhir dari seluruh rangkian peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para juara dalam berbagai bidang mata lomba yang dilaksanakan panitia (Eko).
 

Sabtu, 11 Agustus 2012

Pengaruh Sumpah Amukti Palapa Patih Gajah Mada

Suarakomunitas.net,-- Kebesaran Maha Patih Gajah Mada sebagai patih Majapahit memang tak perlu diragukan lagi. Sumpah Palapa-nya yang mengawali kejayaan Kerajaan Majapahit bahkan jadi panutan. Tapi kematiannya sampai sekarang masih penuh misteri, termasuk soal lokasi makamnya.

Ada beberapa versi yang berkaitan dengan letak makam patih gajah Mada. Tercatat di Makam Panjang, situs Troloyo yang ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur ada sebuah makam yang diakui sebagai makam sang maha patih. Disamping itu, di desa Majapahit, Kecamatan Batauga, peisisr pulau Buton, Sulawesi Tenggara, terdapat makam yang juga dianggap sebagai makam Gajah Mada. Sedangkan di Lombok tepatnya di makam Selaparang yang disebut juga makam raja Selaparang, 2 jam dari Mataram, terdapat sebuah makam yang lagi-lagi dikabarkan sebagai peristirahatan terakhir patih Gajah Mada yang wafat pada tahun 1364 M itu.

Dimakam Selaparang memang terdapat beberapa makam raja-raja dari seluruh penjuru Nusantara. Masing-masing makam tersebut bercirikan batu nisan yang memiliki bentuk tersendiri. Batu nisan yang berbeda satu sama lain ini menggambarkan keragaman daerah asal para raja yang dimakamkan di sini. Yang paling unik tentu saja nisan dari makam Gajah Mada. Bentuknya seperti sumur bundar dengan sususan batu sungai berukuran sedang yang di tata rapi, tanpa tulisan apapun.

Menurut juru kunci makam Selaparang, sejak dulu kompleks ini tidak berubah susunanya, termasuk keunikan makam berbentuk sumur bundar itu. Sehingga ketika dilakukan renovasi, mereka cuman menambahkan semen dan batuan untuk merapikannya.

Sekarang hanya pihak keluarga raja Selaparang yang bisa dimakamkan disini, demikian juga dengan status juru kunci juga harus berdasarkan keturunan raja Selaparang. Karena itu, kunjungan ke makam harus sepengetahuan juru kunci.

Biasanya orang banyak berkunjung ke makam Selaparang ini dimasa Lebaran, banyak penduduk Lombok dan berbagai daerah lainya berziarah ke makam ini. Soal kebenaran makam Gajah Mada belum bisa diketahui secara pasti. Yang jelas kedatangan Gajah Mada ke Lombok pada tahun 1357 M memang tercatat pada prasasti Bencangah Punan yang ditulis dalam aksara Jejawan. Masa itu di catat sebagai zaman mulainya tradisi sastra di Lombok.

Saat cerita ini dikonfirmasikan pada sang juru kunci, dengan bijak ia mengatakan bahwa bagaimanapun juga, keberadaan makam Gajah Mada ini diharapkan memberi spirit untuk bersatunya anak negeri di Bumi Pertiwi ini. "Kalau kita tidak mau bersatu dan selalu terpecah belah, bagaimana nantinya negeri ini?" ujarnya pelan namun pasti.

Mahapatih Gajah Mada adalah seorang yang berkebangsaan Majapahit, beragama Hindu, dimaneliau memangku jabatan sebagai Mahapatih di Kerajaan Majapahit ketika berkuasanya Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Hayam Wuruk sejak tahun 1334-1359 M dan beliau wafat tahun 1364 M. Sebelum memangku jabatan Mahapatih di Kerajaan Majapahit, jabatan Mahapatih sebelumnya dijabat oleh Arya Tadah (Mpu Krewes) lalu sesudahnya digantikan oleh 6 mahamentri agung.

Gajah Mada wafat tahun 1364 adalah seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit.

Menurut berbagai sumber mitologi kitab dan prasasti zaman Jawa Kuno, ia memulai kariernya tahun 1313 dan semakin menanjak setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti pada masa pemerintahan Sri Jayanegara yang mengangkatnya sebagai patih. Ia menjadi Mahapatih (besar) pada masa, Ratu Tribhuawanatunggadewi dan kemudian sebagai Amangkubhumi (Perdana Menteri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Gajah Mada terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang tercatat di dalam Pararaton. Ia menyatakan tidak akan memakan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Meskipun ia adalah salah satu tokoh sentral saat itu, sangat sedikit catatan-catatan sejarah yang ditemukan mengenai dirinya. Wajah sesungguhnya dari tokoh Gajah Mada, saat ini masih kontroversial. Pada masa sekarang, Indonesia telah menetapkan Gajah Mada sebagai salah satu Pahlawan Nasional dan merupakan simbol nasionalisme dan persatuan Nusantara.

Sebuah arca yang diduga menggambarkan rupa Gajah Mada. Kini disimpan di museum Trowulan Mojokerto.Tidak ada informasi dalam sumber sejarah yang tersedia saat pada awal kehidupannya, kecuali bahwa ia dilahirkan sebagai seorang biasa yang naik dalam awal kariernya menjadi Begelen atau setingkat kepala pasukan Bhayangkara pada Raja Jayanagara (1309-1328) terdapat sumber yang mengatakan bahwa Gajah Mada bernama lahir Mada sedangkan nama Gajah Mada kemungkinan merupakan nama sejak menjabat sebagai patih.

Dalam pupuh Désawarnana atau Nāgarakṛtāgama karya Prapanca yang ditemukan saat penyerangan Istana Tjakranagara di Pulau Lombok pada tahun 1894 terdapat informasi bahwa Gajah Mada merupakan patih dari Kerajaan Daha dan kemudian menjadi patih dari Kerajaan Daha dan Kerajaan Janggala yang membuatnya kemudian masuk kedalam strata sosial elitis pada saat itu dan Gajah Mada digambarkan pula sebagai "seorang yang mengesankan, berbicara dengan tajam atau tegas, jujur dan tulus ikhlas serta berpikiran sehat.

Menurut Pararaton Gajah Mada sebagai komandan pasukan khusus Bhayangkara berhasil memadamkan Pemberontakan Ra Kuti, dan menyelamatkan Prabu Jayanagara (1309-1328 putra Raden Wijaya dari Dara Petak.Selanjutnya di tahun 1319 ia diangkat sebagai Patih Kahuripan dan dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.

Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Dan menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui, tetapi ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu sedang memberontak terhadap Majapahit. Keta dan Sadeng pun akhirnya dapat ditaklukan. Akhirnya, pada tahun 1334 Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih secara resmi oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi (1328-1351) yang waktu itu telah memerintah Majapahit setelah terbunuhnya Jayanagara.

Ketika pengangkatannya sebagai patih Amangkubhumi pada tahun 1258 Saka (1336 M, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang berisi bahwa ia akan menikmati palapa atau rempah-rempah (yang diartikan kenikmatan duniawi) bila telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat dalam kitab Pararaton dalam teks Jawa Pertengahan yang berbunyi sebagai berikut

“Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa” Artinya, Beliau, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa.

Walaupun ada sejumlah pendapat yang meragukan sumpahnya, Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan Nusantara. Dimulai dengan penaklukan ke daerah Swarnnabhumi (Sumatera) tahun 1339 pulau Bintan Tumasik (sekarang Singapura ), Semenanjung Malaya, kemudian pada tahun 1343 bersama dengan Arya Damar menaklukan Bedahulu (di Bali) dan kemudian penaklukan Lombok dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas,Katingan,Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga) Kotawaringin, Sambas,Lawai, Kendawangan,Landak,Samadang, Tirem,Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Sulu, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

Pada zaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Gajah Mada terus melakukan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah,Gurun,Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwu, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima,, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

Terdapat dua wilayah di Pulau Jawa yang seharusnya terbebas dari invasi Majapahit yakni Pulau Madura dan Kerajaan Sunda karena kedua wilayah ini mempunyai keterkaitan erat dengan Narrya Sanggramawijaya atau secara umum disebut dengan Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit (Lihat: Prasasti Kudadu 1294 dan Pararaton, Lempengan VIII, Lempengan X s.d. Lempengan XII dan Invasi Yuan, InvasiMongol ke Jawa pada tahun 1293) sebagaimana diriwayatkan pula dalam Kidung Panji Wijayakrama.

Dalam Kidung Sunda diceritakan bahwa Perang Bubat (1357)bermula saat Prabu Hayam Wuruk mulai melakukan langkah-langkah diplomasi dengan hendak menikahi Dyah Pitaloka Citraresmi putri Sunda sebagai permaisuri. Lamaran Prabu Hayam Wuruk diterima pihak Kerajaan Sunda, dan rombongan besar Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung itu. Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk, memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat; yang saat itu menjadi tempat penginapan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka bunuh diri setelah ayah dan seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran. Akibat peristiwa itu langkah-langkah diplomasi Hayam Wuruk gagal dan Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya karena dipandang lebih menginginkan pencapaiannya dengan jalan melakukan invasi militer padahal hal ini tidak boleh dilakukan.

Dalam Nagarakretagama diceritakan hal yang sedikit berbeda. Dikatakan bahwa Hayam Wuruk sangat menghargai Gajah Mada sebagai Mahamantri Agung yang wira, bijaksana, serta setia berbakti kepada negara. Sang raja menganugerahkan dukuh "Madakaripura yang berpemandangan indah di Tongas, Probolinggo kepada Gajah Mada. Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih; hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.

Disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di samping ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah sakit. Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi.

Raja Hayam Wuruk kehilangan orang yang sangat diandalkan dalam memerintah kerajaan. Raja Hayam Wuruk pun mengadakan sidang Dewan Sapta Prabu untuk memutuskan pengganti Gajah Mada. Namun tidak ada satu pun yang sanggup menggantikan Patih Gajah Mada. Hayam Wuruk kemudian memilih empat Mahamantri Agung dibawah pimpinan Punala Tanding untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Mereka pun digantikan oleh dua orang mentri yaitu Gajah Enggon dan Gajah Manguri. Akhirnya Hayam Wuruk memutuskan untuk mengangkat Gajah Enggon sebagai Patih Mangkubumi menggantikan posisi Gajah Mada.

Sebagai salah seorang tokoh utama Majapahit, nama Gajah Mada sangat terkenal di masyarakat Indonesia pada umumnya. Pada masa awal kemerdekaan, para pemimpin antara lain Sukarno dan Mohammad Yamin sering menyebut sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan "bukti" bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda. Dengan demikian, Gajah Mada adalah inspirasi bagi revolusi nasional Indonesia untuk usaha kemerdekaannya dari kolonialisme Belanda.(**).