Rabu, 27 Juli 2011

Hasil Pekan Penimbangan dan Survei PHBS Mengecewakan.

Kayangan,-- Rapat Koordinasi Hasil penimbangan dan survei PHBS kecamatan Kayngan mengecewakan. Kekecewaan  begitu terasa setelah mendengar paparan dan melihat tayangan data dari dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara yang di selenggarakan di Aula Kantor Camat Kayangan selasa 26/7/2011 yang lalu.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan KabupatenLombok Utara, Dr. Benny " Pemerintah cukup inten memperhatikan masalah kemiskinan dan gizi buruk ini,  ditunjukkan dengan besarnya anggaran untukpenganan masalah ini  namun kebanyakan para petugas lapangan tidak begitu komit dalam membina dan mengontrol pendistribusian dan pola konsumsi anak balita. Terkadang anggaran yang dikucurkan pemerintah tidak sampai kepada yang bersangkutan. Hal inilah yang menjadi masalah besar, sehingga masyarakat yang menjadi korban kemiskinan dan kekurangan gizi tidak bisa tertanggulangi. ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menggugah semangat semua pihak terutama para petugas kesehatan dalam mengemban tugas selaku pelayan masyarakat untuk melakukan pembenahan agar kedepanya bisa lebih baik, tambahnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Lombok Utara Djohan Syamsu, SH. menaggapi permaalahannya" kita hendaknya super extra untuk memperjuangan seluruh aspek pembangunan  di segala bidang, lebih khusus dibidang ekonomi ( kemiskinan)dan maupun kesehatan ( penanganan Gizi Buruk). Anak-anak usia dini saat ini 20/ 30 tahun kedepan akan menjadi pemimpin. Jika sekarang tidak mendapatkan gizi yang cukup maka perkembangannya tidak normal. Kita tidak ingin meninggallkan generasi yang lemah ( WAU/NUN) katanya.

 Lebih lanjut kata Djohan, Masing-masing telah di kucurkan dana ADD,  dalam menentuan anggaran hendaknya lebih sepesifik  terutama masalah penuntasan kemiskinan dan gizi buruk, Dan kepad SPMD yang bertugas dimasing-masing desa agar bekerja secara maksimal membantu dan menggerakkan masyarakat agar mau giat dalam membangun daerah kita tercinta ini. agar bisa maju dan bersaing dengan daerah lannya. tambahnya.(H.MTQ)

Kamis, 21 Juli 2011

Cupak Gurantang Kandung Nilai Pendidikan Yang Tinggi

KLU, Suarakomunitas.net - Lombok Utara kaya dengan budaya daerah terutama kesenian tradisional yang hingga kini masih utuh dan tetap terjaga orisinalitasnya meski di tengah bereforianya kesenian modern. Salah satu kesenian tradisional yang masih terjaga orisinalitasnya itu ialah Lakon Cupak Gurantang. Dalam faktanya, cupak gurantang mengusung misi kemanusian dan mengandung nilai-nilai pendidikan yang cukup tinggi bagi manusia.

 Untuk itu, kelestarian dan pengembangan Cupak Gurantang pada saat ini maupun akan datang perlu diperhatikan secara serius oleh seluruh komponen masyarakat terutama masyarakat pemilik supaya keaslian dan keluhuran nilai-nilai kearifan yang dikandungnya tidak lekang oleh nilai-nilai westernisasi yang diadopsi dari negara-negara Barat. Kemajuan dan perkembangan seni tradisional ini menjadi tanggung jawab segenap elemen masyarakat.

Demikian beberapa pemikiran penting Dewan Kesenian (DK) NTB dalam sambutannya pada acara latihan Pementasan Cupak Gurantang di Dasan Tengak, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung Minggu, (17/7/2011). Dalam pengarahannya, DK NTB memberi apresiasi pada Cupak Gurantang. Menurut DK, bahwa Cupak Gurantang perlu dipertahankan agar bisa bersinergi dengan Dewan Kesenian dan Pendidikan Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan itu DK NTB berhajat untuk menghelat pementasan seni budaya tradisional di kabupaten/kota di NTB, misalnya di Kab. Lotim, Kota Mataram dan KLU. Selain itu, Dewan Kesenian NTB menyambut baik gagasan Pemda KLU untuk mementaskan kesenian tradisional daerah guna memeriahkan HUT ke-3 kabupaten termuda di NTB itu. “DK sudah di dua tempat menyelenggarakan pentas kesenian tradisional, di Lotim dan Mataram, sedangkan yang terakhir di KLU,” ujar salah seorang anggota rombongan DK pada Suarakomunitas.net.

Untuk memperkenalkan dan mengembangkan Cupak Gurantang kepada masyarakat luas, DK lakukan dokumentasi dalam bentuk video dari latihan hingga pementasan, dan bahkan pasca pementasan DK berjanji akan memutarnya di beberapa daerah di NTB.

Mastin, salah satu pemain Cupak Gurantang mengatakan, latihan diselenggarakan untuk mematangkan penampilan saat pementasan yang bakal digelar di Lapangan Umum Supersemar Tanjung pada Sabtu, 23 Juli 2011. Pementasan itu, lanjut Mastin, dalam rangka memeriahkan HUT ke-3 KLU, disamping sebagai bentuk apresiasi masyarakat untuk mengenang hari lahirnya kabupaten termuda di NTB tersebut.

“Jumlah pemeran lakon Cupak Gurantang sebanyak 13 orang terdiri dari gunung-gunung, anak kawan, dua patih, prabu, putri mahkota, cupak, gurantang, raksasa, amak bangkol dan inak bangkol serta amak darma dan inak darma,” jelas Mustin saat ditemui Suarakomunitas.net.

Sementara Sidek, pemeran Cupak, mengatakan bahwa lakon Cupak Gurantang lahir semenjak tahun 60-an. Hingga saat ini kesenian tersebut sudah dilalui oleh beberapa generasi, ia tidak ingat. Namun, diperkirakan saat ini penerusnya berada pada fase generasi kelima. Lakon Cupak Gurantang ini menceritakan kisah kerajaan Dahanegara, yang pernah jaya, lalu kemudian runtuh. Lakon kesenian tradisional ini diiringi dengan tabuhan gamelan yang dimainkan oleh 45 orang  Sekaha(sasak, red)  ditambah satu orang sutradara.

Kesenian tradisional Cupak Gerantang merupakan cermin moral dan pendidikan yang luhur, arif dan bijaksana. Dan harus dikembangkan, dilestarikan di dunia pendidikan, Mengingat pentingnya budaya asli daerah bagi masyarakat, Dinas Dikpora KLU telah mengeluarkan kebijakan untuk dijadikan sebagai mata pelajara disemua jenjang sekolah.

Dalam pandangan Mario, kesenian tradisional harus diangkat sebagai salah satu item pembangunan karakter generasi muda Lombok Utara. Ini penting ditempuh agar generasi muda Dayan Gunung menghargai kesenian tradisional. “Konteks pembangunan watak dan jati diri dalam budaya dan kearifan lokal memegang peran strategis, sebab embrio manusia lahir dari budaya serta akan kembali lagi ke budayanya, kita tahu budaya itu mengandung nilai rasa, karsa, dan karya. Manusia tak lepas dari tiga nilai itu,” paparnya Mario. (Dj)

Paskibra Kayangan Libatkan Semua Sekolah SMA/MA

Kayangan,--- Dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66 tahun 2011 tingkat Kecamatan Kayangan, Panitia mulai sibuk.
Pasalnya,Panitia HUT RI tingkat Kecamatan pada tahun ini kembali lakukan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dengan melibatkan semua sekolah tingkat SMA/MA yang tersebar diwilayah Kecamatan Kayangan.

Seleksi Calon Paskibra ini didasarkan atas surat Panitia HUT RI ke 66  No.09/PAN HUT RI/2011 tanggal 16 Juli 2011. Berdasarkan suarat panitia tersebut, semua sekolah merespon. Buktinya semua sekolah setingkat SMA/MA yang tersebar di delapan desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan, mengirimkan siswa-siswinya untuk mengikuti seleksi calon pasukan pengibar bendera (Paskibra) pada HUT RI ke 66 pada tahun 2011 ini.

Diantara sekolah yang mengirimkan pesertanya antara lain, SMA Negeri 1 Kayangan 18 orang yang terdiri dari 9 putra dan 9 putri. SMA Islam Al Ikhwan Sesait mengirim 9 orang dengan 3 putra dan 6 putri.Kemudian MA Nurul Ihsan Salut mengirimkan 1 orang putrid saja dan MA Bayyinul Ulum Santong mengirimkan 3 orang yaitu 1 putra dan 2 putri. Sementara MA NW Santong mengirimkan 8 orang yang terdiri dari 2 putra dan 6 putri, serta MA Nurul Islam Kayangan mengirimkan 9 orang siswa yaitu 3 putra dan 6 putri.Sehingga jumlah peserta yang mengikuti seleksi ini berjumlah 48 orang.

“Jumlah peserta yang seleksi calon paskibra tingkat Kecamatan ini lebih banyak perempuan dari laki-laki, yaitu 18 putra dan 30 putri,”kata coordinator seksi upacara Drs Moh.Hakam Yamin.

Adapun hasil seleksi yang dilakukan tim seleksi yang melibatkan berbagai unsure tersebut, antara lain adalah SMAN 1Kayangan 9 orang yang terdiri dari 3 putra dan 6 putri, MA Nurul Ihsan Salut satu putrid, MA Nurul Islam Kayangan 5 orang, 3 putra dan 2 putri, MA BUS Santong 3 orang, satu putra dan 2 putri.Sementara itu, MA NW Santong 3 orang, satu putra dan 2 putri. Kemudian SMA Islam Al Ikhwan Sesait 5 orang,2 putra dan 3 putri, sehingga jumlah keseluruhan hasil seleksi dari 48 orang yang ikut seleksi adalah 26 orang, yang terdiri dari 13 putra dan 13 putri.

Seleksi ini dimaksudkan adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua sekolah setingkat SMA/MA yang tersebar diwilayah Kecamatan Kayangan untuk ambil bagian dalam berpartisipasi sebagai pasukan pengibar bendera pada HUT RI ke 66 yang diselenggarakan tiap tahun ini.

“Kita ingin memberikan kesempatan kepada semua sekolah untuk berpartisipasi,”tegas Hakam Yamin yang juga Kepala SMA Negeri 1 Kayangan ini.

Dihadapan anggota Tim seleksi yang terdiri dari unsure TNI, Kepolisian, Pol.PP, PPI Purna Paskibra Indonesia dan beberapa guru perwakilan sekolah pengirim, Hakam Yamin juga berharap agar seleksi tersebut bisa berjalan lancar, tentunya tidak terlepas dari koordinasi yang baik dari semua pihak.

“Ini bentuk wujud partisipasi kita terhadap bangsa ini. Karena dengan keseriusan dalam segala hal yang kita lakukan, maka akan timbul aura partisipasi,”kilahnya.

Selain itu, Hakam Yamin pada kesempatan itu menjelaskan bahwa waktu latihan pasukan pengibar bendera pada HUT RI ke 66 tahun ini, dari sejak selesainya seleksi dimaksud hanya tersedia 28 hari. Dari waktu yang tersedia ini, menurut rencana latihannya akan dilaksanakan pagi dan sore.

“Jadual latihan, kita mulai tanggal 20 Mei 2011 pagi-sore dan harus selang seling,” katanya.

Alasannya kenapa harus selang-seling, menurut Hakam Yamin yang pernah bertugas di Bayan ini adalah agar masing-masing sekolah yang dipercaya sebagai petugas  pada HUT RI tahun ini, tidak tertinggal KBM mereka.

Sementara itu, Serka Sukardi dari Pos Ramil Kayangan selaku Koordinator pelatih mengatakan bahwa latihan dan bentuk formasi yang akan diterapkan diserahkan kepada PPI Purna Paskibra Indonesia Kabupaten Lombok Utara yang berasal dari Kecamatan Kayangan.

Namun yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan latihan nantinya, Sukardi juga berharap agar selalu menjaga jarak antara peserta dengan pelatih. Hal ini dimaksudkan agar aura dan wibawa pelatih menjadi tidak disepelekan oleh peserta. Sebab kalau tidak demikian, tegas Sukardi, maka hasil yang diperoleh juga kurang maksimal.

“Tunjukkan keseriusan dalam melaksanakan tugas, jangan membiarkan kebiasaan yang salah.(Eko)

 

.PKK Kayangan,Tumbangkan Darmawanita Dikes KLU di Final

Tanjung, -- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66, yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Utara ke 3 tahun 2011, berbagai kegiatan lomba digelar panitia Kabupaten.

Diantaranya Tarik Tambang. Para peserta tarik tambang ini dilaksanakan dikhususkan untuk kalangan kaum wanita dari masing-masing SKPD yang ada di KLU. Dari keseluruhan SKPD yang tersebar diwilayah KLU, hanya 20 SKPD yang berpartisipasi ambil bagian dalam kegiatan dimaksud.

Dari hasil kegiatan lomba tarik tambang yang diikuti 20 tim dari semua SKPD yang ada di KLU,Rabu (20/07) tersebut, Tim Tarik Tambang PKK Kayangan berhasil menumbangkan Tim dari Darmawanita Dinas Kesehatan KLU di Final,untuk perebutan posisi terbaik satu dan dua.
Di Final perebutan posisi juara satu dan dua inilah Tim PKK Kecamatan Kayangan berhasil menumbangkan Tim Tarik Tambang Darmawanita dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara. Dengan demikian Dikes harus puas diposisi nomor dua.

Sementara Tim Tarik Tambang Bayangkara menempati urutan ketiga setelah di perempat Final dikalahkan oleh Dikes KLU. Tim Darmawanita Dinas Pertanian KLU harus puas di urutan keempat, setelah di perempat final dikalahkan Tim PKK Kecamatan Kayangan.

Dengan demikian, hasil pertandingan Tarik Tambang yang digelar khusus untuk kalangan kaum wanita ini, dalam rangka HUT RI ke 66 tahun 2011 ini, juara satu Tim PKK Kecamatan Kayangan, juara dua tim Darmawanita Dinas Kesehatan KLU, Juara tiga tim Darmawanita Bayangkara dan juara empat tim Darmawanita Dinas Pertanian KLU.

Aluh Nursehan,A.Md selaku ketua rombongan PKK Kayangan, yang juga turun ambil bagian dalam lomba tarik tambang antar dinas instansi tersebut mengatakan kepada suarakomunitas.net, bahwa didalam dirinya ada rasa kebanggaan tersendiri dapat keluar sebagai juara dalam lomba dimaksud.

“Ini diluar dugaan saya,sebenarnya saya tidak yakin keluar sebagai juara, mengingat lawan begitu banyak dan badan mereka besar-besar dan kekar. Ini yang membuat saya kurang yakin,”terangnya.

“Tapi,berkat keyakinan dan percaya diri,serta kita mohon pertolongan Allah Swt, hasilnya Alhamdulillah, kita dipercaya sebagai yang terbaik dari 20 tim yang ikut dalam lomba tarik tambang tersebut,”kata Aluh merendah.

“Mudah-mudahan ditahun mendatang kita bisa tampil kembali dengan kondisi yang lebih baik dari saat ini,”haranya.(Eko).

Minggu, 17 Juli 2011

Panorama Air Terjun Pemanan yang Mempesona

Air terjun Pemanan Lombok Utara NTB
 KLU, Suarakomunitas.net
(15/7/11) - Air terjun Pemanan adalah salah satu pemandian wisata yang belum banyak dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Padahal, objek wisata ini punya keindahan elok dan eksotis. Pemandian ini bisa dijadikan lokasi rekreasi yang memberi warna tersendiri bagi pengunjungnya. Namun sejauh ini belum banyak pihak yang mengetahui objek wisata tersebut. Ia merupakan aset potensial bagi inkam daerah ataupun untuk menunjang kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.

Dari penelusuran MataranNews terhadap beberapa pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini, mengatakan, bahwa air terjun Pemanan memberi kesan positif. Bagi orang yang berjiwa seni pemandian Pemanan bisa menyejukan hati terlebih bagi pecinta wisata. Keindahan bebatuan yang halus dan berwarna warni membuat pengunjung berdecak kagum karenanya.

Selain itu, pemandangan alam sekitar menambah tingkat kepesonaan air pamanan. Airnya amat jernih dan bersih, membawa aura eksotika cukup tinggi. Aliran air sungai yang berkelok-kelok disertai riak-riak air yang tak begitu deras membawa pesona kesejukan mata memandang.

Keelokan tebing dari kejauhan nampak begitu jelas, karena tebing-tebing itu disertai kanyonia yang berdempetan satu sama lain, dapat menambah aura panorama objek wisata ini. Susunan bebatuan tebing yang terjal dan curam bisa memberikan kesan mendalam bagi siapa saja yang memandangnya. Di samping itu, wisata ini juga mampu dipercaya dapat menyembuhkan penyakit pegal linu, rematik dan banyak lagi yang lainnya.

Berdasarkan cerita masyarakat sekitar, konon, pada zaman dahulu ada seorang bijaksana dari kerajaan Bebekeq sedang sakit dan berusaha mencari obat penyakit yang dideritanya. Hampir ia putus asa karena belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya, hingga pada suatu malam ia bermimpi, dalam mimpinya datang seorang sosok tua renta,menyuruhnya pergi ke Pemanan untuk mandi.

Percaya pada mimpinya itu, pagi-pagi buta ia langsung berengkat kesana dengan berjalan kaki menempuh jarak 2 km. Di tengah perjalanan, firasat itu selalu terngiang ditelinganya, kendati keraguan itu ada, antara percaya dan tidak. Namun berkat petunjuk itu, ia terus menyusuri jalan setapak hingga sampailah ia di Pemanan.

Sesampainya di tempat itu, ia sangat yakin dengan suasana yang ditemuinya, karena persis seperti dalam mimpinya. Tampa berpikir panjang ia-pun langsung menceburkan diri dalam kolam (Tiu: terminologi Sasak) Pemanan. Setelah lima belas menit berada dalam kolam tersebut,  seorang bijak tersebut, merasakan penyakit yang dideritanya berangsur-angsur sembuh, dan akhirnya badannya terasa bugar kembali, iapun sembuh total dari penyakitnya.

Seorang bijaksana kerajaan Bebekeq tersebut kemudian bertitah “bagi siapapun di kemudian hari yang mandi di Pemanan maka ia akan merasakan kebugaran. Bagi yang sakit akan sembuh penyakitnya seperti yang saya alami”. Itulah cerita yang bisa kita ilhami dari kisah sang paduka kerajaan Bebekeq.

Air terjun Pemanan terletak di Desa Bentek Kecamatan Gangga Lombok Utara. Bagi yang ingin berkunjung ke lokasi wisata ini, tidak sulit karena akses jalan menuju lokasi tersebut bagus dan tidak memakan waktu banyak. Jarak tempuh lokasi pemandian Pemanan kira-kira 15 km dari Tanjung KLU, dengan menggunakan kendaraan roda empat ataupun roda dua. Setelah sampai ke objek wisata tersebut kita bisa meminta bantuan jasa pemandu lokal. Siapa penasaran, silakan saja berkunjung ke objek wisata air terjun “Pemanan”. (Dj)

Hault ke-18 Ponpes Nurul Islam Kayangan, Ajang Silaturrahmi Nasional

Kayangan, -- Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (Hault) Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke -18 tahun 2011, beberapa pejabat dari pusat dipastikan akan hadir. Diantaranya Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Kelautan,Ketua Bappenas dan beberapa pejabat setingkat Dirjen.

Pada Hari Ulang Tahun Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke 18 pada tahun 2011 ini, banyak hal yang sudah dilakukan panitia. Diantaranya menggelar pengajian umum tiap malam hingga hari “H” pelaksanaan kegiatan. Untuk mengisi acara pengajian umum tersebut, panitia mendatangkan para tuan guru, baik yang berasal dari wilayah setempat (KLU) maupun yang berasal dari daerah lain (Lobar dan Kota Mataram).

Disamping itu, kegiatan lain yang dilaksanakan dalam rangka Hault yang digelar tiga tahunan ini ada beberapa mata lomba diantaranya, lomba tennis meja tingkat pelajar dan umum, lomba catur tingkat pelajar dan umum, lomba futsal tingkat umum, lomba pidato tiga bahasa (Inggris,Arab dan Indonesia), lomba Azan tingkat pelajar dan umum, lomba fahmil Qur’an, serta lomba penulisan kaligrafi.

“Semua kgiatan lomba yang dilaksanakan ini adalah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Ponpes Nika ke 18 tahun ini,”kata salah seorang anggota panitia sei olah raga Misyadin,S.Pd kepada wartawan suarakomunitas.net.

Keseluruhan kegiatan lomba dimaksud dimulai sejak tanggal 27 Juni hingga 11 Juli 2011 bertempat di gedung MA Nurul Islam Kayngan. Kecuali lomba lari 10 K starnya dari Koloh Penggolong dan Finish di depan Ponpes Nurul Islam, dengan pengawalan yang ketat dari Kepolisian Sektor Kayangan dan anggota Satpol PP Kabupaten Lombok Utara.

Pada Haultnya yang ke 18 tahun ini, Ponpes Nika berupaya selalu menjadikan generasi muda yang benar-benar bertaqwa. Baik dari segi keilmuan maupun keagamaan, sesuai ajaran dan syariat Islam.

“Yang terpenting kita harapkan output dari keberadaan Pondok Pesantren Nurul Islam ini adalah lebih maju dari sebelumnya dan berkualitas,”kata Agus Suparno,S.HI suatu saat.

Sementara itu, ditempat yang sama Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan Ust.Muh. Turmuzi,SH,M.Pd, mengungkapkan bahwa, perayaan Hari Ulang Tahun yang diselenggarakan kali ini, merupakan ajang silaturrahmi Nasional. Karena perayaan tersebut nantinya akan dihadiri oleh beberapa Menteri dan Dirjen.

“Semoga saja tidak ada halangan para pejabat tingkat Nasional hadir di Ponpes Nika ini,”harapnya.(Eko).

 

Masyarakat Adat Trauma, hadang rombongan 14 Negara

KLU-Suarakomunitas.net, --- Kegiatan Field Trip dalam rangka Internasional Conversion Forest Tenure ,Governance and Interprise  yang dibuka langsung oleh Wakil Persiden RI, Prof. Dr. H. Budiono,Senin (11/07) di hotel Sentosa Senggigi,  sejak awal ditentang oleh sebagian komunitas Adat di Lombok Utara.
Hal ini dkarenakan oleh kurangnya koordinasi antara penyelenggara dengan tokoh-tokoh masyarakat adat. Selain itu masyarakat juga masih trauma dengan  banyaknya permasalahan yang kaitannya dengan eksploitasi budaya. Saat Kegiatan field trip dilaksanakan peserta dibagi menjadi lima kelompok. Tiga kelompok menuju Lombok Tengah dan Lombok Timur dan dua Kelompok menuju kawasan hutan Lombok utara.

Kedatangan  lembaga pemerhati lingkungan yang terdiri dari 14 Negara ke kawasan hutan Lombok Utara, Kamis (14/07/2011) disambut oleh Bupati KLU di Kawasan Hutan Monggal.
Ssetelah acara penyambutan, rombongan Pemerhati Lingkungan 14 Negara berdasarkan rencana dijadwalkan memasuki kawasan hutan dan Sumber mata air, namun pada saat memasuki kawasan hutan rombongan di hadang oleh sekelompok masyarakat adat.

Menurut salah seorang tetua adat yang tidak mau disebutkan namanya, ketika ditanya seputar keinginan para tamu dari 14 negara untuk memasuki kawasan hutan tersebut, “harus terlebih dahulu mengadakan ritual, supaya setiap orang yang memasuki kawasan hutan tidak diganggu oleh mahluk penunggu hutan,”katanya.

 “Selain itu ritual juga bertujuan untuk membersihkan niat orang yang tidak baik dalam memperlakukan hutan yang ada,”tambahnya meyakinkan.Saat ditanya tentang keterlibatan masyarakat adat, tetua adat menerangkan bahwa memang benar mereka dilibatkan tetapi pemberitahuan tentang kegiatan baru dilakukan sehari sebelum pelaksanaan.

“Bagaimana kami tahu maksud dan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan oleh 14 Negara tersebut, sementara kami seakan-akan dijadikan obyek kajian dan obyek eksploitasi saja atau bahasa kasarnya jadi kelinci percobaan,” cetusnya.

Sementara itu  ketua kelompok I field trip berbesar hati atas penolakan masyarakat adat yang tidak memberikan ijin memasuki kawasan hutan dan sumber mata air, dan akhirnya perjalanan pun dilanjutkan ke kawasan Hutan Masyarakat Wet adat Sesait (HKM Santong).

Di kawasan hutan adat wet sesait tamu diperlakukan dengan baik oleh masyarakat adat dan diteima di plawangan (gerbang memasuki kawasan hutan).

Sama halnya dengan di desa genggelang, masyarakat adat Sesait tidak mengizinkan rombongan field trip 14 negara memasuki kawasan hutan. Namun demikian masyarakat adat tetap memperlakukan para tamu dengan baik seraya mengajak mereka berdialog.

Menurut juru tulis Pembekel Adat, Masidep mengatakan kepada suarakomunitas.net bahwa, komunitas masyarakat adat se KLU pada dasarnya memiliki konsep yang sama dalam pemeliharaan hutan.

“Jadi kami tidak mengizinkan orang asing memasuki kawasan hutan, sebelum dilakukan ritual adat. Apalagi panitia penyelenggara tidak pernah melibatkan masyarakat adat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan,”katanya menyayangkan.

Akan tetapi, lanjut Masidep, “Kami masyarakat adat memanfaatkan moment ini untuk berdialog dengan para pemerhati Lingkungan dari berbagai Negara. Kami bisa berbagi cerita dengan mereka, disamping itu kami juga mengungkapkan segudang persoalan yang dihadapi komunitas masyarakat adat sehingga harapan kami mereka tidak akan pernah percaya kepada siapa pun terhadap informasi yang kaitannya dengan keberadaan masyarakat Adat kecuali dari Purusa (keturunan) Komunitas  Adat itu sendiri,”ungkapnya.

Ditegaskan Masidep bahwa, rombongan tamu 14 negara tidak kecewa ketika pihaknya melarang mereka memasuki kawasan hutan. Justru sebaliknya, mereka mengacungi jempol terhadap aksi yang kami lakukan, bahkan salah seorang mereka bertanya tentang apa yang dilakukan masyarakat adat terhadap keberadaan hutan, padahal menurut mereka masyarakat adat lebih dulu ada ketimbang HKM.

Penolakan masyarakat adat tidak hanya dilakukan oleh komunitas masyarakat adat Genggelang dan Komunitas masyarakat Adat Sesait saja. Pada waktu yang bersamaan komunitas masyarakat adat Bayan juga menolak kedatangan kelompok II field Trip yang dijadwalkan akan meninjau kawasan Hutan Taman Nasional (HTN) dan Rumah adat Karang Bajo.

Menurut salah seorang tokoh adat R. Akria Buana, yang juga Kepala Desa Senaru, menuturkan kepada wartawan Suarakomunitas.net, bahwa penolakan tersebut berdasarkan Gundem Beleq (Rapat Akbar) para Pemangku Adat Bayan di Bale Bencingah (Balai Musyawarah Adat) dan telah bersurat kepada Gubernur TGKH. Zaenul Majdi, untuk tidak hadir pada acara peresmian Pembangunan Bale Pusaka Sebaya Satanta yang dirangkai denga kegiatan Field Trip 14 negara.

Raden Akria Buana menjelaskan bahwa, alasan penolakan tersebut adalah karena masyarakat adat trauma dengan berbagai upaya dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin mengkomersilkan budaya.

Selain itu, sambungnya, saat ini komunitas masyarakat adat Bayan sedang menghadapi permasalahan yang dikarenakan adanya upaya perebutan situs budaya penting, masyarakat adat Bayan oleh pihak-pihak yang berupaya menjual adat kepada pihak asing.

Sehingga pada acara field trip saat ini, lanjut kepala Desa yang biasa di sapa pak Raden ini, bahwa untuk tetap menjaga nama baik Bangsa di mata Internasional yang dikenal sebagai bangsa yang ramah dan sopan masyarakat adat mengalihkan rute perjalanan rombongan 14 negara yang semula akan meninjau sekaligus mengikuti peresmian pembangunan Bale Pusaka Sebaya Satanta di Karang Bajo, terpaksa pihaknya mengalihkan ke kawasan Mesjid Kuno Bayan Beleq.(DN)