Minggu, 17 Juli 2011

Hault ke-18 Ponpes Nurul Islam Kayangan, Ajang Silaturrahmi Nasional

Kayangan, -- Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (Hault) Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke -18 tahun 2011, beberapa pejabat dari pusat dipastikan akan hadir. Diantaranya Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Kelautan,Ketua Bappenas dan beberapa pejabat setingkat Dirjen.

Pada Hari Ulang Tahun Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke 18 pada tahun 2011 ini, banyak hal yang sudah dilakukan panitia. Diantaranya menggelar pengajian umum tiap malam hingga hari “H” pelaksanaan kegiatan. Untuk mengisi acara pengajian umum tersebut, panitia mendatangkan para tuan guru, baik yang berasal dari wilayah setempat (KLU) maupun yang berasal dari daerah lain (Lobar dan Kota Mataram).

Disamping itu, kegiatan lain yang dilaksanakan dalam rangka Hault yang digelar tiga tahunan ini ada beberapa mata lomba diantaranya, lomba tennis meja tingkat pelajar dan umum, lomba catur tingkat pelajar dan umum, lomba futsal tingkat umum, lomba pidato tiga bahasa (Inggris,Arab dan Indonesia), lomba Azan tingkat pelajar dan umum, lomba fahmil Qur’an, serta lomba penulisan kaligrafi.

“Semua kgiatan lomba yang dilaksanakan ini adalah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Ponpes Nika ke 18 tahun ini,”kata salah seorang anggota panitia sei olah raga Misyadin,S.Pd kepada wartawan suarakomunitas.net.

Keseluruhan kegiatan lomba dimaksud dimulai sejak tanggal 27 Juni hingga 11 Juli 2011 bertempat di gedung MA Nurul Islam Kayngan. Kecuali lomba lari 10 K starnya dari Koloh Penggolong dan Finish di depan Ponpes Nurul Islam, dengan pengawalan yang ketat dari Kepolisian Sektor Kayangan dan anggota Satpol PP Kabupaten Lombok Utara.

Pada Haultnya yang ke 18 tahun ini, Ponpes Nika berupaya selalu menjadikan generasi muda yang benar-benar bertaqwa. Baik dari segi keilmuan maupun keagamaan, sesuai ajaran dan syariat Islam.

“Yang terpenting kita harapkan output dari keberadaan Pondok Pesantren Nurul Islam ini adalah lebih maju dari sebelumnya dan berkualitas,”kata Agus Suparno,S.HI suatu saat.

Sementara itu, ditempat yang sama Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan Ust.Muh. Turmuzi,SH,M.Pd, mengungkapkan bahwa, perayaan Hari Ulang Tahun yang diselenggarakan kali ini, merupakan ajang silaturrahmi Nasional. Karena perayaan tersebut nantinya akan dihadiri oleh beberapa Menteri dan Dirjen.

“Semoga saja tidak ada halangan para pejabat tingkat Nasional hadir di Ponpes Nika ini,”harapnya.(Eko).

 

Masyarakat Adat Trauma, hadang rombongan 14 Negara

KLU-Suarakomunitas.net, --- Kegiatan Field Trip dalam rangka Internasional Conversion Forest Tenure ,Governance and Interprise  yang dibuka langsung oleh Wakil Persiden RI, Prof. Dr. H. Budiono,Senin (11/07) di hotel Sentosa Senggigi,  sejak awal ditentang oleh sebagian komunitas Adat di Lombok Utara.
Hal ini dkarenakan oleh kurangnya koordinasi antara penyelenggara dengan tokoh-tokoh masyarakat adat. Selain itu masyarakat juga masih trauma dengan  banyaknya permasalahan yang kaitannya dengan eksploitasi budaya. Saat Kegiatan field trip dilaksanakan peserta dibagi menjadi lima kelompok. Tiga kelompok menuju Lombok Tengah dan Lombok Timur dan dua Kelompok menuju kawasan hutan Lombok utara.

Kedatangan  lembaga pemerhati lingkungan yang terdiri dari 14 Negara ke kawasan hutan Lombok Utara, Kamis (14/07/2011) disambut oleh Bupati KLU di Kawasan Hutan Monggal.
Ssetelah acara penyambutan, rombongan Pemerhati Lingkungan 14 Negara berdasarkan rencana dijadwalkan memasuki kawasan hutan dan Sumber mata air, namun pada saat memasuki kawasan hutan rombongan di hadang oleh sekelompok masyarakat adat.

Menurut salah seorang tetua adat yang tidak mau disebutkan namanya, ketika ditanya seputar keinginan para tamu dari 14 negara untuk memasuki kawasan hutan tersebut, “harus terlebih dahulu mengadakan ritual, supaya setiap orang yang memasuki kawasan hutan tidak diganggu oleh mahluk penunggu hutan,”katanya.

 “Selain itu ritual juga bertujuan untuk membersihkan niat orang yang tidak baik dalam memperlakukan hutan yang ada,”tambahnya meyakinkan.Saat ditanya tentang keterlibatan masyarakat adat, tetua adat menerangkan bahwa memang benar mereka dilibatkan tetapi pemberitahuan tentang kegiatan baru dilakukan sehari sebelum pelaksanaan.

“Bagaimana kami tahu maksud dan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan oleh 14 Negara tersebut, sementara kami seakan-akan dijadikan obyek kajian dan obyek eksploitasi saja atau bahasa kasarnya jadi kelinci percobaan,” cetusnya.

Sementara itu  ketua kelompok I field trip berbesar hati atas penolakan masyarakat adat yang tidak memberikan ijin memasuki kawasan hutan dan sumber mata air, dan akhirnya perjalanan pun dilanjutkan ke kawasan Hutan Masyarakat Wet adat Sesait (HKM Santong).

Di kawasan hutan adat wet sesait tamu diperlakukan dengan baik oleh masyarakat adat dan diteima di plawangan (gerbang memasuki kawasan hutan).

Sama halnya dengan di desa genggelang, masyarakat adat Sesait tidak mengizinkan rombongan field trip 14 negara memasuki kawasan hutan. Namun demikian masyarakat adat tetap memperlakukan para tamu dengan baik seraya mengajak mereka berdialog.

Menurut juru tulis Pembekel Adat, Masidep mengatakan kepada suarakomunitas.net bahwa, komunitas masyarakat adat se KLU pada dasarnya memiliki konsep yang sama dalam pemeliharaan hutan.

“Jadi kami tidak mengizinkan orang asing memasuki kawasan hutan, sebelum dilakukan ritual adat. Apalagi panitia penyelenggara tidak pernah melibatkan masyarakat adat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan,”katanya menyayangkan.

Akan tetapi, lanjut Masidep, “Kami masyarakat adat memanfaatkan moment ini untuk berdialog dengan para pemerhati Lingkungan dari berbagai Negara. Kami bisa berbagi cerita dengan mereka, disamping itu kami juga mengungkapkan segudang persoalan yang dihadapi komunitas masyarakat adat sehingga harapan kami mereka tidak akan pernah percaya kepada siapa pun terhadap informasi yang kaitannya dengan keberadaan masyarakat Adat kecuali dari Purusa (keturunan) Komunitas  Adat itu sendiri,”ungkapnya.

Ditegaskan Masidep bahwa, rombongan tamu 14 negara tidak kecewa ketika pihaknya melarang mereka memasuki kawasan hutan. Justru sebaliknya, mereka mengacungi jempol terhadap aksi yang kami lakukan, bahkan salah seorang mereka bertanya tentang apa yang dilakukan masyarakat adat terhadap keberadaan hutan, padahal menurut mereka masyarakat adat lebih dulu ada ketimbang HKM.

Penolakan masyarakat adat tidak hanya dilakukan oleh komunitas masyarakat adat Genggelang dan Komunitas masyarakat Adat Sesait saja. Pada waktu yang bersamaan komunitas masyarakat adat Bayan juga menolak kedatangan kelompok II field Trip yang dijadwalkan akan meninjau kawasan Hutan Taman Nasional (HTN) dan Rumah adat Karang Bajo.

Menurut salah seorang tokoh adat R. Akria Buana, yang juga Kepala Desa Senaru, menuturkan kepada wartawan Suarakomunitas.net, bahwa penolakan tersebut berdasarkan Gundem Beleq (Rapat Akbar) para Pemangku Adat Bayan di Bale Bencingah (Balai Musyawarah Adat) dan telah bersurat kepada Gubernur TGKH. Zaenul Majdi, untuk tidak hadir pada acara peresmian Pembangunan Bale Pusaka Sebaya Satanta yang dirangkai denga kegiatan Field Trip 14 negara.

Raden Akria Buana menjelaskan bahwa, alasan penolakan tersebut adalah karena masyarakat adat trauma dengan berbagai upaya dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin mengkomersilkan budaya.

Selain itu, sambungnya, saat ini komunitas masyarakat adat Bayan sedang menghadapi permasalahan yang dikarenakan adanya upaya perebutan situs budaya penting, masyarakat adat Bayan oleh pihak-pihak yang berupaya menjual adat kepada pihak asing.

Sehingga pada acara field trip saat ini, lanjut kepala Desa yang biasa di sapa pak Raden ini, bahwa untuk tetap menjaga nama baik Bangsa di mata Internasional yang dikenal sebagai bangsa yang ramah dan sopan masyarakat adat mengalihkan rute perjalanan rombongan 14 negara yang semula akan meninjau sekaligus mengikuti peresmian pembangunan Bale Pusaka Sebaya Satanta di Karang Bajo, terpaksa pihaknya mengalihkan ke kawasan Mesjid Kuno Bayan Beleq.(DN)

 

Jumat, 15 Juli 2011

Sempat Mandeg, Penggarapan Jalan Kembali Normal

Peroyek Jalan menuju lokasi pembangunan PLTMH
KLU,
---- Proses penggarapan jalan menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidrolik (PLTMH), Selelos, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, kini dilanjutkan kembali oleh PT Hutama Karya. Penggarapan yang sebelumnya sempat tertunda  kini kembali berjalan normal.

 Salah seorang karyawan HK yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proses pembuatan jalan ke lokasi proyek PLTMH sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu dan saat ini sudah lebih dari separoh jalan hampir rampung digarap.

Menurut Sumarta, ketika dikonfirmasi MataramNews saat istirahat makan siang di Bungalow Lokok Mate beberapa waktu yang lalu, mengatakan, bahwa penggarapan jalan ke lokasi proyek di Selelos tersebut sudah hampir selesai. Ia memperkirakan penggarapan bisa rampung akhir bulan Juli.

“Mudah-mudahan penggarapan selesai sampai bulan Juli ini, sehingga pengerjaan yang lain bisa dilakukan secepatnya,” harapnya. Namun begitu, ia mengharapkan kerjasama dari semua pihak agar proses penggarapan jalan cepat selesai, sehingga tahap selanjutnya bisa dijalankan sesuai target.

Hampir sama dengan Sumarta, Yardi, warga setempat mengungkapkan, proses pembuatan jalan menuju lokasi proyek di Selelos berjalan kembali namun ia menyayangkan masih adanya warga yang belum mengerti maksud baik pemerintah maupun perusahaan.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagian besar masyarakat setempat merasa bersyukur dengan adanya pembangunan jalan di wilayahnya serta menganggapnya sebagai suatu kemajuan, dimana hal tersebut merupakan penerapan langsung pembangunan daerah. “Proses pembagunan proyek PLTMH ini adalah kemajuan bagi Desa Bentek dan Lombok Utara umumnya. Jadi perlu didukung oleh semua elemen masyarakat” pungkasnya.

Sumarta dan Yardi meminta masyarakat setempat agar sepenuh hati mendorong keberlanjutan pembangunan proyek mega raksasa tersebut dengan berperan serta secara aktif saat proses penggarapannya.

Dalam pandangan keduanya, masyarakat meski menampakkan sikap antusiasme setidaknya lewat pemberian keleluasaan pada pihak penggarap. Disamping  itu, animo yang tinggi dari segenap elemen masyarakat penting diperlukan. “Segenap elemen yang ada harus mengantusiasi dan memberi animoitas yang tinggi terhadap proses pembangunan proyek ini,” harap mereka. (DJ)

Jelang Hault Ke XVIII Yapnika, Panitia Sibuk

Kayangan,--- Panitia Hault Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke XVIII tahun 2011, super sibuk.

Pasalnya, pelaksanaan Hault ini tinggal beberapa hari lagi terlaksana.Secara keseluruhan anggota panitia yang terlibat didalamnya, ikut ambil bagian dalam menyongsong Hault Ponpes Nurul Islam Kayangan yang ke-XVIII, yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2011.

Berbagai hal yang dilakuklan Panitia Hault. Diantaranya adalah mulai dari pelaksanaan berbagai perlombaan, mempersiapkan tempat parker, mendatangkan Tangki Penyiram hingga bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga acara yang berlevel Nasional tersebut bisa sukses.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan, Ust.Muh.Turmuzi,SH,M.Pd, dalam amanatnya dihadapan panitia Hault, ketika rapat persiapan jelang  hari “H” pelaksanaan Hault Ponpes tersebut,Selasa (12/07) lalu, selalu mewanti-wanti dan mengingatkan  seluruh anggota panitia yang terlibat didalam kepanitiaan, agar sedini mungkin dihindari segala hal yang menjurus kearah konflik diantara anggota.

Hal ini penting, menurut ust.Muh.Turmuzi,SH,M.Pd, yang juga anggota DPRD KLU ini, karena  tidak menutup kemungkinan didalam bekerja, apalagi ini banyak sekali kegiatan lomba yang dilaksanakan.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang ikhlas, agar apa yang dihajatkan bernilai ibadah serta ada berkahnya,”katanya.

Selain itu, kegiatan yang tidak kalah pentingnya masih banyak yang perlu dibenahi. Mulai kesiapan undangan untuk hadir, tempat parkir, keamanan, masalah kesiapan konsumsi, hingga bagaimana  mengkemas acara  dan mensettingnya, agar sukses.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Nurdin,S.Pd menjelaskan bahwa pelaksanaan hari “H” Hault Ponpes Nurul Islam sudah diambang pintu. Jadi diperlukan kerja sama semua pihak dalam mempersiapkan segala sesuatunya. “Kuncinya kebersamaan,”katanya.

Pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (Hault) Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke -18 tahun 2011, beberapa pejabat dari pusat dipastikan akan hadir. Diantaranya Menteri agama Republik Indonesia, Menteri Kelautan,Ketua Bappenas dan beberapa pejabat setingkat Dirjen.

“Mari kita bersama-sama bekerja ikhlas demi suksesnya pelaksanaan Hault Ponpes Nika ke 18 tahun 2011 ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini, akan bernilai ibadah,”ajak Nurdin, yang juga Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan.(Eko).

Bendera Pataka KLU Tiba di Kayangan Disambut Meriah

Kayangan, --Tepat Pukul 09.00 Wita jum’at kemarin,Sebanyak 21 Orang  Pasukan Pembawa Bendera Pataka KLU tiba di simpang tiga Kayangan, disambut meriah. Dengan dikawal oleh Mobil Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Utara, kemudian dibawa menuju kantor camat kayangan, untuk diserahkan.

Di Konfirmasi, Bapak Kapolsek Kayangan Komang Sugata mengatakaan, Demi kelancarannya perjalananya menuju kantor camat ini, arus lalu lintas   kendalikan oleh aparat kepolisian dengan membuat jalur Alternatif “ Semua kendaraan Lewat belakang kantor UPK” katanya

Berdasarkan pantauan wartawan Komunitas Net, Sekitar  850 Orang siswa siswi dari tingkat Sekolah dasar ( SD) Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Dan  Sekolah Menengah Atas ( SMA ) turun kejalan didampingi Bapak Ibu gurunya dengan membntuk pagar betis unutk menyambut kedatangan Bendera pataka Kabupaten Lombok Utara ini.

 “Setibanya diKantor camat, Bendera ini kemudian diserahkan kepada Camat Kayangan oleh Camat Bayan dengan disaksikan oleh seluruh para peserta upacara

Sementara itu, Camat dan jajaran, Kepala Desa Sekecamtan Kayangan  beserta staf, semua Instansi Pemerintah maupun swasta dan Mahasiswa  KKN UNRAM juga hadir dalam  Upacara penyerahan Bendera Pataka Kabupaten Lombok Utara tersebut.

Sementara itu Sekcam Kayangan, mengatakan bahwa bendera Pataka ini akan di serahkan Kekecamatan. “Besok akan dibawa ke kantor Camat Gangga besok pagi” Katanya (M T Q)

 

Kamis, 14 Juli 2011

Jelang Hault Ke XVIII Yapnika, Panitia Sibuk

Kayangan,--- Panitia Hault Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke XVIII tahun 2011, super sibuk.

Pasalnya, pelaksanaan Hault ini tinggal beberapa hari lagi terlaksana.Secara keseluruhan anggota panitia yang terlibat didalamnya, ikut ambil bagian dalam menyongsong Hault Ponpes Nurul Islam Kayangan yang ke-XVIII, yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2011.

Berbagai hal yang dilakuklan Panitia Hault. Diantaranya adalah mulai dari pelaksanaan berbagai perlombaan, mempersiapkan tempat parker, mendatangkan Tangki Penyiram hingga bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga acara yang berlevel Nasional tersebut bisa sukses.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan, Ust.Muh.Turmuzi,SH,M.Pd, dalam amanatnya dihadapan panitia Hault, ketika rapat persiapan jelang  hari “H” pelaksanaan Hault Ponpes tersebut,Selasa (12/07) lalu, selalu mewanti-wanti dan mengingatkan  seluruh anggota panitia yang terlibat didalam kepanitiaan, agar sedini mungkin dihindari segala hal yang menjurus kearah konflik diantara anggota.

Hal ini penting, menurut ust.Muh.Turmuzi,SH,M.Pd, yang juga anggota DPRD KLU ini, karena  tidak menutup kemungkinan didalam bekerja, apalagi ini banyak sekali kegiatan lomba yang dilaksanakan.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang ikhlas, agar apa yang dihajatkan bernilai ibadah serta ada berkahnya,”katanya.

Selain itu, kegiatan yang tidak kalah pentingnya masih banyak yang perlu dibenahi. Mulai kesiapan undangan untuk hadir, tempat parkir, keamanan, masalah kesiapan konsumsi, hingga bagaimana  mengkemas acara  dan mensettingnya, agar sukses.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Nurdin,S.Pd menjelaskan bahwa pelaksanaan hari “H” Hault Ponpes Nurul Islam sudah diambang pintu. Jadi diperlukan kerja sama semua pihak dalam mempersiapkan segala sesuatunya. “Kuncinya kebersamaan,”katanya.

Pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (Hault) Pondok Pesantren Nurul Islam Kayangan ke -18 tahun 2011, beberapa pejabat dari pusat dipastikan akan hadir. Diantaranya Menteri agama Republik Indonesia, Menteri Kelautan,Ketua Bappenas dan beberapa pejabat setingkat Dirjen.

“Mari kita bersama-sama bekerja ikhlas demi suksesnya pelaksanaan Hault Ponpes Nika ke 18 tahun 2011 ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini, akan bernilai ibadah,”ajak Nurdin, yang juga Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Kayangan.(Eko).

IAIN Adakan Reuni di Taman Narmada

Kayangan,-- Puluhan alumni institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram angkatan 2008/2009 Jurusan Tarbiyah/ PAI, kelas A, melakukan reuni di Taman Narmada minggu 10/7 kemarin.

Setelah 3 tahun tidak pernah bertemu disebabkan karena setelah selesai kuliah mereka kembali kekampung halaman dan sibuk dengan urusan masing. Diantara kebanyakan mereka berpropesi sebagai guru, dan banyak pula diantara mereka yang sudah berkeluarga, dan telah memiliki momongan dan ada pula yang belum. hal inilah yang menyebabkan mereka ingin bertemu untuk meluapkan rasa rindu dan kangen dengan teman seangkatannya.

Di katakan Oleh Ketua Panitia Sulhakim, S. Pd.I mengenai tempat, “Dengan berbagai pertimbangan Taman Narmada Sebuah Obyek Wisata terkemuka di Nusantra, dan kebanggaan KabupatenLombok Barat  yang bermotokan PATUT PATUH PATJU ini, dinilai paling strategis sebagai tempat reunian, hal ini berdasarkan hasil kesepakatan dan rembug bersama melalui Telepon Celuler beberapa waktu lalu.Ungkapnya.

“Jam 10.00 Wita semua alumni ini tiba di tempat reuni, guna untuk lebih berkesannya acarapun disusun  menarik. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Hamdi. Ada dua hal menarik dari pertemuan  ini diawali dengan penunjukan koordinator acara reuni tahun berikutnya, dalam kesempatan itu terpilih M.Rodian, S. Pd.I  selaku koordinator satu, Ahmad Zaini S. Pd.I selaku koordinator  dua, Rini Anggraini, S. Pd.I selaku sekretaris satu dan Nurhayati, S. Pd.I sebagai sekretaris dua. Kemudian dilanjutkan dengan Perkenalan keluarga besar masing-masing beberapa alumni yang membawasuami dan anak dan ada juga yang membawa istri dan anaknya. Dan masih beberapa orang alumni yang belum berkeluarga.

Mereka merasa senang sekali bertemu dengan teman-temannya yang sudah tiga tahun tidak pernah ketemu. “Saya merasa senang sekali dengan acara reuni ini karena acara ini kita bisa meluapkan rasa rindu dan kangen dengan teman-teman seperjuangan setelah tiga tahun berpisah kembali kekampung halaman dan sibuk dengan urusan masing-masing”. Ungkap Faizin

Saya iri dengan teman-teman uang sudah menikah semua pada bawa anak istrinya, saya datang kesini sama calon, mohon da’anya semoga cepat dapat jodoh, tambahnya.

Nurhayati juga, datang dengan calon Suaminya “ InsyaAllah kalo tidak ada halngan Setelah Puasa Kami enikah ungkapnya seraya mohon do’a kepada teman.Pintanya.

Lain halnya dengan Endang yang datang, “Dia datang sendiri tanpa didampingi oleh orang lain alias ngejomblo. Dia merasa sedikit minder melihat teman-temannya yang datang dengan pasangannya masing.
Rini Purwanti, seharusnya dia datang dengan suaminya serta anaknya. Namun Karena telah dua kali kegururan, mengingat hal itu ketika memperkenalkan suaminya, Sepontan meneteskan air mata karena sedih dan langsung sujud diatas pangkuan suaminya. “ Maaf sayaa tidak bisa keluar suara saya, Saya sedih ungkapnya.

Apalagi ketika melihat teman-teman yang datang dengan menggendong anaknya Tambahnya.
Sementara itu Zahratun Fajriah, S. Pd.I selaku tuan rumah merasa senang sekali dengan acara reuni yang bertempat tidak jauh sekitar 100 rumahnya ini. Dia mengharapkan agar semua teman-temannya berkumpul dirumahnya setelah Acara tersebut. Merekapun setelah itu berkumpil dirumahnya Zahratun Fajriah, setemah minum komi dan senek ringan mereka berpisah dan pulang kembali kerumah masing-masing. (Hasanul MTQ)