Mataram,(SK),-- Sejalan
dengan amanah pasal 8 ayat 3 Undang-Undang penyiaran No.32 tahun 2002
tentang peran dan fungsi KPI, KPID Provinsi NTB menggelar pelatihan dan
peningkatan ketrampilan bagi 55 orang Penyiar Radio dan Presenter
Televisi wilayah NTB selama dua hari (Senin,21 s/d Selasa,22 Oktober
2013) di Hotel Lombok Raya Mataram.

Ketua KPID provinsi Nusa Tenggara Barat Badrun AM,S.Sos.I dalam pengantarnya mengatakan, dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas penyiar radio dan presenter TV lokal se Nusa Tenggara Barat itulah pihaknya menggelar pelatihan tersebut. Sehingga dengan di gelarnya pelatihan ini nantinya diharapkan akan menghasilkan keluaran terciptanya Lembaga Penyiaran yang memiliki SDM yang baik dan profesional.
Ketua KPID provinsi Nusa Tenggara Barat Badrun AM,S.Sos.I dalam pengantarnya mengatakan, dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas penyiar radio dan presenter TV lokal se Nusa Tenggara Barat itulah pihaknya menggelar pelatihan tersebut. Sehingga dengan di gelarnya pelatihan ini nantinya diharapkan akan menghasilkan keluaran terciptanya Lembaga Penyiaran yang memiliki SDM yang baik dan profesional.
Dikatakan, seiring dengan geliat
pembangunan yang terus berkembang, inovasi dan penemuan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang tiada henti, ditambah dengan dinamika masyarakat
yang terus bergerak maju, maka lembaga penyiaran sebagai lembaga yang
menjalankan fungsi sebagai media informasi,penerangan, pendidikan,
hiburan dan perekat serta kontrol sosial di tuntut untuk selalu berbenah
diri.
Terlebih lagi, kata Badrun, lembaga
penyiaran dipercaya sebagai lembaga pembawa inovasi dan pencerahan bagi
masyarakat, maka upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang
bertugas merancang,memilih dan memilah bahan siaran berkualitas mutlak
terus di upayakan untuk menghasilkan program siaran yang mumpuni.Program
siaran yang di sajikan harus menjangkau seluruh sasaran. Produksi yang
ditampilkan dalam siaran di tuntut dapat merangsang dan menarik untuk di
dengar ataupun di tonton, serta materi yang di olah dan di suguhkan,
di kehendaki memiliki nilai kebaruan atau up to date, mendidik,
mencerahkan dan di butuhkan khalayak sasaran.
Dihadapan sekitar 55 orang peserta yang
terdiri dari para penyiar radio dan presenter Televisi seluruh NTB dan
tamu undangan lainnya, Badrun menekankan bahwa harapan tersebut dapat di
wujudkan manakala semua aspek siaran mendapat siaran dan peningkatan
yang memadai.Bukan hanya peningkatan kualitas sarana dan prasarana
penunjang siaran, seperti perangkat pemancar yang lebih kuat dan
canggih, peralatan radio yang lebih modern dan berkelas, tetapi juga
sangat diperlukan adanya sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas.
Sementara itu, Ketua KPI Pusat Mochamad
Riyanto,SH.M.Si dalam penyampaian materi terkait kebijakan penyiaran
nasional, mewujudkan lembaga penyiaran yang sehat dan professional,
lebih menyoroti terhadap ketersediaan SDM yang memadai.Menurutnya, SDM
yang merupakan salah satu faktor penentu maju dan mundurnya sebuah
lembaga penyiaran, tentu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan atau
skill mutlak terus di kembangkan.
Peningkatan pengetahuan akan menjadikan SDM yang dimiliki mempunyai wawasan yang luas,tanggap, responsive dan apresiatif terhadap setiap denyut kejadian dan peristiwa yang menarik untuk di siarkan.Sementara ketrampilan atau skill akan memberikan kemampuan lebih bagi seseorang untuk dapat dan mampu mengumpulkan, memiliki,menyeleksi,memproduksi dan menghasilkan sebuah produk siaran yang berkualitas dan mencerahkan khalayak sasaran.
Peningkatan pengetahuan akan menjadikan SDM yang dimiliki mempunyai wawasan yang luas,tanggap, responsive dan apresiatif terhadap setiap denyut kejadian dan peristiwa yang menarik untuk di siarkan.Sementara ketrampilan atau skill akan memberikan kemampuan lebih bagi seseorang untuk dapat dan mampu mengumpulkan, memiliki,menyeleksi,memproduksi dan menghasilkan sebuah produk siaran yang berkualitas dan mencerahkan khalayak sasaran.
Kepala Bidang Kelembagaan KPID Provinsi
NTB Maryati,SH.MH mengatakan, kegiatan pembinaan dan pengembangan SDM
komunikasi dan informasi melalui pelatihan dan peningkatan pengetahuan
pengelola, produser dan penyiar radio dan televise se NTB tersebut
mengambil sub tema “pelatihan dan peningkatan, pengetahuan, ketrampilan
penyiar radio dan presenter televise se NTB untuk terciptanya lembaga
penyiaran yang berkualitas dan professional.
Dikatakan, adapun narasumber yang di
hadirkan dalam pelatihan tersebut diantaranya Ketua KPI Pusat, Ketua
KPID Provinsi NTB,Ketua PRSSNI Provinsi NTB dan Presenter Trans 7
Jakarta. Sedangkan materi yang di sampaikan oleh narasumber-narasumber
tersebut diantaranya teknik menjadi presenter televise yang baik dan
sukses, kebijakan penyiaran nasional, mewujudkan lembaga penyiaran yang
sehat dan professional,teknik bersiaran dan menjadi penyiar radio yang
baik, bersiaran di radio dan televise dengan ruh P3SPS (Pedoman Prilaku
Penyiaran dan Standar Program Siaran).
Maryati,SH.MH berharap, mudah-mudahan
para peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan dimaksud, yang walau
berlangsung singkat ini akan bertambah pengetahuan dan ketrampilannya
sebagai pengelola lembaga penyiaran tentang kemajuan teknologi
penyiaran,P3SPS dan teknik bersiaran yang berkualitas.Selain itu,
katanya, keluaran yang di harapkan juga terciptanya lembaga penyiaran
yang mempunyai SDM yang baik serta terwujudnya insane penyiaran dan
lembaga penyiaran yang professional. (Eko)
Pasalnya,
Pemda KLU melalui APBD murni tahun anggaran 2013 ini mengalokasikan
dana sebesar 1 M untuk penyambungan gratis bagi warga Kecamatan
Kayangan, khususnya untuk 3 desa, yaitu Desa Kayangan sebanyak 549 KK
yang tersebar di 9 dusun dari 12 dusun yang ada, Desa Santong sebanyak
104 KK yang tersebar di 4 dusun dari 12 dusun yang ada dan Desa Sesait
sebanyak 367 KK yang tersebar di 14 dusun dri 25 dusun yang ada.
Pasalnya,
kehadiran kapal tongkang yang sangat besar di perairan laut Beraringan
Kecamatan Kayangan KLU secara tiba-tiba tersebut, membuat warga sekitar
waspada.Mereka tidak ingin wilayahnya di jadikan lokasi tempat bongkar -
muat barang yang illegal.
Pelatihan
kelembagaan yang melibatkan para kader Posyandu tersebut dimaksudkan
untuk meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat
miskin atau kelompok perempuan dalam pengambilan keputusan, dalam hal
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan serta
mendorong kemandirian masyarakat sesuai dengan kebutuhan.
Pasalnya,
hingga menjelang akhir tahun 2013 ini, berdasarkan laporan Ketua UPK
Kayangan Edy Kartono,SE dalam MAD Pengalihan Dana SPP Reguler 2013,
Kamis (10/10/2013) pekan ini di aula Kantor Camat Kayangan.
Penyerahan
75 orang Mahasiswa KKN Unram untuk kembali ke Universitas Mataram
tersebut, dilakukan Camat Kayangan di aula kantor setempat setelah 44
hari ber-KKN di wilayah Kecamatan Kayangan.