Kayangan,-- Musibah kebakaran yang menghanguskan 4
buah rumah warga Dusun Lendang Batu Desa Kayangan Kecamatan Kayangan
pertengahan September 2011 lalu, kini bisa bernafas lega.
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan 4 buah rumah dan beberapa bangunan disekitarnya itu, mengharuskan Sahid,Ayudi, Sayu dan Zulkarnain, terpaksa mengungsi ke tetangga terdekat.
Melalui Kantor Penanggulangan Bencana KLU, Bupati KLU H.Djohan
Sjamsu,SH menyerahkan bantuan sebesar 5 juta rupiah bagi empat warga
Dusun Lendang Batu Desa Kayangan yang terkena musibah tersebut.
Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya pada acara penyerahan
bantuan tersebut mengatakan bahwa, bantuan ini merupakan bentuk
kepedulian Pemerintah KLU kepada warganya yang terkena musibah.
“Jangan dilihat jumlah nominalnya, tapi lihatlah bentuk perhatian
Pemerintah kepada warganya yang terkena musibah,”ingat Tresnahadi.
“Mari kita terima musibah ini dengan lapang dada, jadikan ini sebagai
pelajaran, agar kedepan kita lebih berhati-hati menjaga harta benda
kita sehingga musibah serupa tidak terulang lagi,”ajaknya.
Tresnahadi berharap bahwa dengan diterimanya bantuan dari Pemerintah
KLU kepada warga yang terkena musibah kebakaran di Dusun Lendang Batu
Desa Kayangan ini agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk
membangun rumah mereka kembali.
“Ini sebagai perangsang dan sebagai motivasi bagi warga yang terkena
musibah, supaya lebih semangat dalam membangun rumahnya
masing-masing,”jelasnya.
Untuk diketahui bahwa ada beberapa daerah yang ada di KLU rawan
bencana, karena ini memang letak geografis KLU yang memungkinkan
terjadinya bencana. Misalnya saja sebut Tresnahadi, rawan terjadinya
tanah longsor,banjir dan lain sebagainya.
Iwan MA Sekretaris Kantor Penanggulangan Bencana KLU pada kesempatan
itu juga mengatakan bahwa, yang namanya musibah, itu tidak bisa di
pastikan kapan datangnya.
“Sesungguhnya bencana yang menimpa kita itu lepas dari kendali umat
manusia, itu hanya Allah Swt yang mengetahuninya,”kata Iwan MA.
“Untuk itu, perlu kita antisipasi dengan berbagai upaya, termasuk dengan mengadakan penghijauan,”tambahnya.
Pemberian bantuan ini adalah bentuk perhatian Bupati KLU kepada warganya yang terkena musibah, sehingga melalui Kantor Penanggulangan Bencana KLU ini, Bupati menitipkannya untuk diserahkan kepada empat orang warga Lendang Batu (Sahid, Zulkarnain, Sayu, Ayudi) yang terkena musibah kebakaran September 2011 lalu.
Menurut Kasi TRC (Tim Reaksi Cepat) Resedep mengatakan bahwa selain
bantuan yang diberikan kepada warga Lendang Batu yang terkena musibah
kebakaran ini, pihak Kantor Penanggulangan Bencana KLU juga telah
menyalurkan bantuan enam buah Tandon kepada masyarakat Kayangan.
Tandon ini memang sengaja diberikan oleh Pemerintah kepada warga
masyarakat yang berada jauh dari sumber mata air sehingga bisa
dimanfaatkan sebagai wadah penampungan air keperluan hidup sehari-hari
warga.
Jika didaerah tersebut nantinya sudah ada jaringan air bersih dan
Tandon ini tidak dimanfaatkan lagi, maka Tandon tadi bisa dipindahkan ke
daerah yang belum ada jaringan air bersihnya untuk dimanfaatkan oleh
warga yang memerlukannya. (Eko)
Demikian yang dikatakan R.Agus Hadianto selaku Koordinator Program
Access Phase II, dalam pemaparannya pada Presentasi Rencana Aksi
Program Penguatan Keberdayaan Warga,Organisasi Warga dan Pemerintahan
Desa dalam mendorong Desa Mandiri, dihadapan Bupati KLU H.Djohan
Sjamsu,SH,Kepala Bappeda Ir.H.Nanang Matalata,Kepala BPMD
Drs.H.Jayadi,Asisten 1 Simparudin,SH,Program Access NTB Arif
Mahmudi,Penanggung Jawab program Access Kamardi,SH,para Camat,Fasduk dan
Fasping, yang berlangsung di Kafe Anom Sokong Tanjung,Jum’at
(30/12/2011).
Hal
tersebut dikatakan Kepala DPPKP KLU Ir.Hermanto dalam pengantarnya pada
acara pengukuhan Kelompok Ternak Pada Tunak Lengkukun oleh Bupati KLU
H.Djohan Sjamsu,SH.
Demikian yang diungkapkan R.Agus Hadianto selaku Koordinator Program
Access dari YLKMP saat membuka acara Workshop dan Pelatihan Tim
Pelaksana Program Penguatan Keberdayaan Warga, Organisasi Warga dan
Pemerintahan Desa dalam Mendorong Desa Mandiri, yang berlangsung di
Medana Bay Marina,Selasa (20/12/2011).
Berbagai
upaya telah dilakukannya, baik dari persiapan persemaian bibit yang
dimulai sejak musim kemarau yang berkepanjangan pertengahan tahun lalu,
hingga pendistribusian bibit-bibit yang siap tanam dilahan yang kosong
maupun mengganti pohon yang mati dilahan yang memang sudah ditanami
beberapa waktu lalu.
Siapa saja
yang datang ketempat tersebut, cukup dengan mendaki bukit setinggi 100 m
dari Ai-Awak maupun Keban-Lapan kelurahan seketeng, Sumbawa Besar, kita
akan langsung tiba di depan gerbang lokasi perkuburan Makam Sampar.
Hadir dalam
acara tersebut, disamping Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH, Ketua Palang
Merah Provinsi Nusa Tenggara Barat H.Mesir Suryadi,SH,Pengurus PMI KLU,
hadir pula seluruh pimpinan SKPD lingkup Setda KLU, Satgana,KSR,TSR,PMR
dan undangan lainnya.
Tim
Penggerak PKK KLU beranggotan 15 orang dan Kader PKK pilihan tingkat
Kecamatan se KLU sejumlah 10 orang, sehingga Tim PKK KLU yang siap
berangkat ke KSB berjumlah 25 orang.
Hal
tersebut disampaikan Camat Kayangan Tresnahadi dalam pengantarnya ketika
membuka secara resmi Sosialisasi UU No.23 Tahun 2004 tentang
Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), yang diikuti oleh 60
peserta yang teridiri dari PNS,tokoh Agama,tokoh masyarakat,tokoh
pemuda, LSM, Karang Taruna, Kepala Desa dan Sekdes, dari dua Kecamatan
(Bayan dan Kayangan), berlangsung di aula Kantor Camat
Kayangan,Selasa,(30/11/2011).